Anda di halaman 1dari 22

Kelompok 5

Agung Tristiyan
Amreza Elwadi
Giana Trinovita
Muhammad Fajar
Sukma Suci Friandani

Transformasi fasa
Pembentukan sebuah fasa baru dengan perbedaan
pada komposisi dan struktur kristal yang berbeda
dengan bahan induk.

Transformasi Fasa Pada Logam


Transformasi fasa dibagi menjadi tiga
golongan:
1.Diffusion-dependent transformations
tanpa perubahan dalam nomor dan
komposisi fasa (pembekuan logam
murni,transformasi allotropic, dll.)
2.Diffusion-dependent transformations
dengan perubahan nomor dan komposisi
fasa(reaksi eutectoid)
3.Diffusionless transformations
(transformasi martensite dalam

Kinetika Pada Transformasi fasa


Kinetika pada transformasi fasa terdiri dari dua proses
yaitu necleation (nukleasi) dan Growt (pertumbuhan).
1. Necleation (nukleasi)
Pembentukan fasa baru tidak terjadi secara otomatis,
proses pertama yang terjadi pada transformasi fasa
adalah nukleasi yaitu pembentukan partikel sangat kecil
atau nuklei dari fasa baru.
2. Growth
Nuklei iniakhirnya tumbuh membesarmembentuk fasa
baru.Pertumbuhan
fase
ini
akan
selesai
jika
pertumbuhan tersebut berjalan sampai tercapai fraksi
baru.

.
TRANRFORMASI
MULTIFASA

Transformasi fasa bisa dilakukan


dengan
memvariasikan
temperatur
,komposisi,
dan
tekanan. Perubahan panas yang
terjadi bisa dilihat pada diagram
fasa. Namun kecepatan perubahan
temperatur berpengaruh terhadap
perkembangan
pembentukan
struktur mikro. Hal ini tidak bisa
diamati pada diagram fasa.

Posisi kesetimbangan yang dicapai


pada
proses
pemanasan
atau
pendinginan sesuai dengan diagram
fasa bisa dicapai dengan laju yang
sangat pelan sekali , sehingga hal ini
tidak praktis. Cara lain yang dipakai
adalah supercooling dan superheating

Superheating
Superheating yaitu transformasi pada proses
pemanasan dilakukan pada temperatur yang lebih
tinggi .
Proses pemanasan pada umum nya terdiri dari dua
tahap :
1. Proses heating yaitu proses pemanansan yang
dilakukan dari temperatur kamar sampai suhu yang
diinginkan. Perlakuan panas bertujuan untuk
memperoleh sifat sifat yang diinginkan dari logam
dengan batas batas tertentu

2. Proses holding time, bertujuan agar karbon


yang terdapat dalam karbida dapat larut
kepada fasa austenit secara merata
sehingga
terjadi
transformasi
yang
sempurna dan homogen.
Proses dari superheating di representasikan
dengan menggunakan Diagram Transformasi
Isotermal/diagram TTT(time-temperatur
transformation).

Transformasi isothermal/Diagram TTT (timetemperatur-transformation)

Dengan menggunakan reaksi


eutektoid :

Dengan reaksi tersebut


menghasilkan diagram :

Sifat sifat dari Fasa yang


Terbentuk :
Pada reaksi eutektoid, austenite
dengan
kandungan
karbon
sedang
akan berubah menjadi
ferit dengan kadar karbon kecil
dan
sementit
dengan
kadar
karbont
inggi.
Pada
saat
pembentukan pearlite, gerakan
atom C bergerak dari ferit ke
sementit.

Ferrit

Ferrite ():
Interstitial solid solution
Pada temperatur 723 C, batas kelarutan karbon 0,025 %
Pada temperatur kamar, batas kelarutan karbon 0,008 %
Pada temperatur 1492 C, batas kelarutan karbon 0,1 %
Tensile strength rendah & Keuletan tinggi
Struktur paling lunak pada diagram Fe-Fe3C
Memiliki bentuk sel satuan BCC

Austenit
Austenite ():
Interstitial solid solution
Struktur kristal FCC (face centered cubic, kubus
pemusatan bidang)
Kelarutan karbon max 2 % pada temperatur 1130 C
Tensile strength 1050 kg/cm2
Tangguh

Delta Iron
Delta Iron memiliki bentuk
sel satuan BCC dengan daya
larut karbon 0,1 %,tetapi
terjadi pada temperature
1350 1535C.

Cementite

Cementite :
Interstitial compound
Karbida besi (Fe3C)
Keras dan getas
Kekuatan tarik rendah
Kekuatan tekan tinggi
Struktur kristal orthorhombic
Struktur paling keras pada diagram

Fe-Fe3C

Supercooling
Supercooling yaitu transformasi pada proses pendinginan
dilakukan pada temperatur yang lebih rendah
Proses pendingan ada 2 yaitu :
1.Proses pendinginan cepat
Pencelupan ( quenching ) dengan media : air,minyak
2.Proses pendingan lambat
Pendinginan dengan media udara
Pada proses ini direpresentasikan dengan menggunakan grafik
continous cooling transformation (CCT).5.Diagram
Transformasi Isotermal / diagram TTT(time-temperaturtransformation.

Continous Cooling
Transformation (CCT).
Hubungan antara laju pendinginan
dan mikrostruktur yang terbentuk
digambarkan dalam diagram yang
menghubungkan waktu temperatur
dan transformasi yang dikenal
dengan diagram continous cooling
transformation (CCT).

Diagram Continous Cooling


Transformation Fe-Fe3C

Ketangguhan dan keuletan


martensit bisa ditingkatkan
dengan cara perlakuan
panas yang disebut
tempering.

Tempering
dilakukan
dengan
memanaskan baja martensit sampai
temperatur dibawah eutectoid pada
periode
waktu
tertentu.
Biasanya
tempering dilakukan pada temperatur
antara 250-6500C. Proses tempering
akan
membentuk
tempered
martensite.

THANK YOU