Anda di halaman 1dari 3

I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Gula merupakan kebutuhan utama bagi semua lapisan masyarakat. Dilihat

dari konsumsinya, kebutuhan akan gula saat ini semakin meningkat. Salah satu
penyebab peningkatan konsumsi gula ini adalah pertumbuhan penduduk yang
juga meningkat. Berdasarkan Badan Pusat Statistik Jawa TImur (2011),
konsumsi gula di Jawa Timur pada tahun 2010, 2011, dan 2012 adalah 831.427,
882.697, 900.135 ton. Saat ini sebagian pasokan gula dilakukan dengan impor
gula nasional karena produksi di dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan.
Kenaikan konsumsi gula juga harus diimbangi dengan penambahan jumlah
produksi gula agar permintaan terhadap gula terpenuhi. Dengan masih
banyaknya impor yang dilakukan menandakan bahwa kebutuhan akan gula terus
meningkat. Oleh karena itu perusahaan harus melakukan produksi gula dengan
efektif dan efisien, agar produktifitas pabrik gula meningkat dan diharapkan dapat
digunakan untuk memenuhi permintaan pasar.
PG Kebon Agung merupakan salah satu pabrik gula yang berperan dalam
memenuhi kebutuhan gula dalam negeri khususnya di Jawa Timur. Perusahaan
harus melakukan optimasi persediaan bahan baku agar proses produksi dapat
berjalan dengan lancar. PG Kebon Agung didirikan tahun 1905 berlokasi di desa
KebonAgung Pakisaji kabupaten Malang yang berjarak kurang lebih sekitar 5 km
dari jalan raya Malang dan Blitar. PT Kebon Agung ini merupakan perusahaan
swasta yang bergerak pada bidang agroindustri, yaitu perusahaan yang
memproduksi gula. Pasokan tebu di daerah Malang agak tersendat dengan
adanya petani tebu yang beralih menjadi petani holtikultura. Banyaknya petani
yang berganti menanam tanaman holtikultura ini akan menyebabkan kekurangan
pasokan bahan baku untuk membuat gula.
Produksi yang efektif dan efisien dapat dilakukan dengan melakukan
persediaan bahan baku. Persediaan merupakan masalah yang vital bagi
perusahaan. Karena dapat mengganggu jalannya produksi apabila tidak
diperhitungkan dengan matang. Kelebihan persediaan bahan baku akan
menyebabkan banyak biaya yang dikeluarkan untuk penyimpanan, sedangkan
kekurangan bahan baku akan menyebabkan tersendatnya proses produksi
sehinnga perhitungan persediaan bahan baku menjadi sangat penting untuk

memproduksi gula. Ketersediaan bahan baku yang tepat sangat terkait dengan
jumlah produk yang akan diproduksi.
Dalam kegiatan produksi gula tebu, permasalahan yang sering dihadapi
adalah terjadinya penumpukan bahan baku tebu di lapangan dan emplasemen
akibat manajemen tebang angkut yang kurang terkoordinasi. Penumpukan
bahan baku tebu dapat menurunkan kualitas, karena tebu merupakan bahan
pertanian yang rentan mengalami kerusakan akibat pengaruh lingkungan dan hal
ini berpengaruh terhadap penanganan dalam pengolahanya

menjadi gula.

Penebangan tebu pada umur yang belum optimal dapat mengakibatkan nilai
rendemen yang dihasilkan kecil. Penumpukan selama beberapa hari di
emplasemen juga dapat mengakibatkan nilai rendemen menjadi berkurang.
Selain itu penataan antrian truk yang ada di emplasemen apabila tidak diatur
dengan baik makan akan menyebabkan emplasemen tidak optimal. Oleh karena
itu, perkiraan produksi harus disesuaikan agar persediaan bahan baku dapat
diperhitungkan dengan optimal.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung persediaan
bahan baku produksi gula perusahaan. Salah satu metode yang dapat digunakan
untuk optimasi persediaan bahan baku gula (tebu) adalah logika Fuzzy dengan
metode Mamdani, metode Tsukamoto, dan metode Sugeno. Menurut Susilo
(2006), sistem inferensi Fuzzy metode Mamdani dikenal juga dengan nama
metode Max-Min. Metode Mamdani bekerja berdasarkan aturan-aturan linguistik.
Penalaran metode Sugeno hampir sama dengan penalaran Mamdani, hanya
saja output sistem tidak berupa himpunan Fuzzy melainkan berupa konstanta
atau persamaan linear.
Metode Tsukamoto merupakan setiap aturan yang berbentuk If-Then dan
direpresentasikan menggunakan himpunan Fuzzy, dengan fungsi keanggotaan
yang monoton. Menurut Salman (2012), logika Fuzzy merupakan metode yang
sangat fleksibel, mampu memodelkan fungsi-fungsi non linear yang sangat
kompleks, konsep matematis yang mendasari sederhana dan mudah dipahami,
serta dapat berkerja sama dengan teknik-teknik kendali secara konvensional.
Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan optimasi persediaan bahan baku
gula di PG Kebon Agung Malang menggunakan Fuzzy Mamdani dan Fuzzy
Sugeno.
1.2.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana

menentukan

jumlah

persediaan

bahan

baku

gula

menggunakan logika Fuzzy dengan metode Mamdani?


2. Bagaimana menentukan jumlah persediaan bahan

baku

gula

menggunakan logika Fuzzy dengan metode Sugeno?


1.3.

Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui cara penentuan persediaan bahan baku gula dengan
menggunakan logika Fuzzy dengan metode Mamdani.
2. Untuk mengetahui cara penentuan persediaan bahan baku gula dengan
menggunakan logika Fuzzy dengan metode Sugeno.

1.4.
Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai bahan masukan dan pertimbangan
bagi perusahaan untuk pengambilan keputusan dalam persediaan bahan baku
gula guna menjamin kelancaran produksi sehingga dapat memaksimalkan
keuntungan.