Anda di halaman 1dari 1

Interpretasi Contraction stress test (CST)

1. Negatif:

Frekuensi dasar djj normal.


Variabilitas DJJ normal.
Tidak terdapat deselerasi lambat.

2. Positif :

Deselerasi lambat yang persisten pada setiap kontraksi.


Deselerasi lambat yang persisten meskipun kontraksi tidak adekuat
Deselerasi variabel berat yang persisten pada setiap kontraksi.
Variabilitas DJJ berkurang atau menghilang.

3. Equivokal : terdiri dari mencurigakan, tidak memuaskan, dan hiperstimulasi


a) Equivokal Mencurigakan (suspicious):

Deselerasi lambat yang intermiten pada kontraksi yang adekuat.


Deselerasi variabel (derajat ringan atau sedang).
Frekuensi dasar djj abnormal.

b) Ekuivokal Tidak memuaskan (unsatisfactory):

Hasil perekaman tidak baik, misalnya oleh karena ibu gemuk, atau gerakan
janin yang berlebihan.
Tidak terdapat kontraksi yang adekuat.

c) Ekuivokal Hiperstimulasi:

Terdapat kontraksi 5 kali atau lebih dalam 10 menit; atau lama kontraksi
lebih dari 90 detik.
Seringkali disertai deselerasi lambat atau bradikardia.

Hasil CST negatif menggambarkan keadaan janin yang masih baik sampai 1 minggu
pasca pemeriksaan (spesifisitas 99%). Hasil CST positif disertai dengan nasib
perinatal yang jelek pada 50% kasus. Hasil CST yang mencurigakan harus terus
diobservasi secara ketat (CST diulang setiap 30 60 menit); bila memungkinkan
dilakukan pemeriksaan pH darah janin. Hasil CST yang tidak memuaskan harus
diulang dalam waktu 24 jam. Bila terdapat hiperstimulasi, kontraksi harus segera
dihilangkan (tokolisis) dan kehamilan/persalinan diakhiri.