Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN PRAKTIKUM KUALITAS AIR

ACARA I
PENGENALAN ALAT

Dosen Pengampu:
Didik Taryana, S.Si, M.Si

Oleh:
Fatma Roisatin Nadhiroh
130722616093
Off: H

JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2015

ACARA I

PENGENALAN ALAT
1. Tujuan
1. Untuk mengetahui alat-alat yang diduganakan dalam kualitas air.
2. Untuk mengetahui bagian masing-masing alat dan fungsinya.
3. Untuk mengetahui cara mengoperasikan alat.
2. Alat dan Bahan
1. Buret
2. Statif
3. Tabung Erlenmeyer
4. Tabung reaksi
5. Gelas Beker
6. Pipet
-Pipet kecil
-Pipet Gondok
7. Gelas Ukur
8. Volumetrik flash
9. Penumbuk
10. Kawat Kasa
11. Timbangan analitik
12. Water Checker
13. Spektrofotometer
14. Gelas semprot dan aquadest
15. Kaki tiga
16. Lampu spirtus
17. Corong
18. pH meter
3. Dasar Teori
Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air
yang

dikaitkan

dengan

suatu

kegiatan

atau

keperluan

tertentu Dengan demikian, kualitas air akan berbeda dari suatu


kegiatan ke kegiatan lain, sebagai contoh: kualitas air untuk
keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air
minum.
Kualitas air adalah kondisi kalitatif air yang diukur dan atau di
uji berdasarkan parameter-parameter tertentu dan metode tertentu
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1
2

keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 tahun


2003). Kualitas air dapat dinyatakan dengan parameter kualitas air.
Parameter

ini

meliputi

parameter

fisik,

kimia,

dan

mikrobiologis(Masduqi,2009).
Menurut Acehpedia (2010), kualitas air dapat diketahui
dengan melakukan pengujian tertentu terhadap air tersebut.
Pengujian yang dilakukan adalah uji kimia, fisik, biologi, atau uji
kenampakan (bau dan warna). Pengelolaan kualitas air adalah
upaya

pemaliharaan air sehingga

tercapai kualitas

air

yang

diinginkan sesuai peruntukannya untuk menjamin agar kondisi air


tetap dalam kondisi alamiahnya.
Sedangkan untuk mengetahui kualitas air dapat dilakukan
dengan beberapa cara, baik kualitas air secara fisik, kimia maupun
biologi. Untuk mengetahui kualitas air maka diperlukan alat-alat
pendukung.
4. Langkah Kerja
1. Siapkan alat-alat yang akan digunakan dalam praktikum kualitas
2.
3.
4.
5.

air.
Ketahui nama dan bagian-bagian dari alat-alat tersebut.
Ketahui fungsi dari setiap alat.
Ambil gambar setiap alat.
Buat laporan.

5. Hasil Praktikum
1. Gambar Buret. (terlampir)
2. Gambar Statif. (terlampir)
3. Gambar Tabung Erlenmeyer. (terlampir)
4. Gambar Tabung reaksi. (terlampir)
5. Gambar Gelas Beker. (terlampir)
6. Gambar Pipet. (terlampir)
- Gambar Pipet kecil. (terlampir)
Gambar Pipet Gondok. (terlampir)
7. Gambar Gelas Ukur. (terlampir)
8. Gambar Volumetrik flash. (terlampir)
9. Gambar Penumbuk. (terlampir)
10. Gambar Kawat Kasa. (terlampir)
11. Gambar Timbangan analitik. (terlampir)
12. Gambar Water Checker. (terlampir)
3

13. Gambar Spektrofotometer. (terlampir)


14. Gambar Gelas semprot dan aquadest. (terlampir)
15. Gambar Kaki tiga. (terlampir)
16. Gambar Lampu spirtus. (terlampir)
17. Gambar Corong. (terlampir)
18. Gambar Soil tester. (terlampir)
7. Pembahasan
1. Buret
Buret adalah sebuah peralatan gelas laboratorium
berbentuk silinder yang memiliki garis ukur dan sumbat keran
pada bagian bawahnya. Ia digunakan untuk meneteskan
sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang memerlukan
presisi, seperti pada eksperimen titrasi. Buret sangatlah
akurat, buret kelas A memiliki akurasi sampai dengan 0,05
cm3.
Sebuah

buret

memberikan
volume
terutama

digunakan

larutan

variabel.

tepat-terukur,

Buret

untuk

untuk

digunakan

titrasi,

untuk

memberikan salah satu reaktan sampai


titik akhir reaksi (titik ekivalen) tercapai.
Buret dapat dibedakan menjadi
beberapa

macam

bergantung

kapasitasnya , fungsi, dan jenisnya.


Berdasarkan Ukuranya buret dibagi menjadi beberapa
macam yaitu :
1. Buret makro yaitu buret yang kapasitasnya 50 ml dan skala
terkecilnya dapay dibaca sampai 0.10 ml
2. Buret semimikro mempunyai volume 25 ml dengan skala
terkecil dapat dibaca sampai 0.050 ml.
3. Buret makro mempunyai volume 10 ml. Skala terkecilnya
adalah 0.020 ml
Jenis buret berdasarkan peruntukanya:

1. Buret asam ( dengan cerat kaca ) digunakan untuk larutan


yang bersifat asam (HNO3, HCl), netral (Tiosulfat) dam larutan
pengoksid (KCrO4)
2. Buret basa digunakan untuk larutan yang bersifat basa
seperti NaOH, KOH dll. Memiliki ujung cerat karet dengan bola
kaca yang berfungsi mirip seperti keran.
3. Buret amberglas adalah buret yang terbuat dari bahan kaca
yang berwarna coklat atau gelap.Buter ini berfungsi untuk
larutan yang mudah teroksidasi oleh cahaya matahari seperti
larutan Kalium permanganat atau iodium.
4. Buret Universal yaitu buret yang dapat digunakan untuk
semua jenis larutan baik yang bersifat basa maupun asam,
Cerat umumnya terbuat dari teflon.
Buret berdasarkan jenisnya ada 2 yaitu :
1. Buter yang tidak memiliki alat bantu (Polos)
2. Buret Schellbach, yaitu buret dinding dalam badian
belakangnya dilengkapi dengan garis biru diatas dasar putih.
Selain

itu

buret

juga

dibagi

berdasakan

tingkat

ketelitianya. Ada dua tingkat kelas ketelitian buret yaitu :


1. Buret Kelas A, mempunyai ketelitian tinggi dan umumnya
digunakan dalam penelitian. Buret ini dibuat dari kaca yang
mempunyai nilai muai panjang yang sangat kecil sehingga
pemuaianya hanya sedikit dipengaruhi oleh perbedaan suhu.
Walaupun buret ini dapat langsung dipakai tanpa perlu
dikalibrasi, namun dianjukan untuk tetap dikalibrasi secara
berkala.
2. Buret Kelas B, mempunyai ketelitian lebih rendah dari buret
kelas A dan biasanya hanya digunakan pdam kegiatan
pendidikan dan pelatihan yang tidak memerlukan tingkat
ketelitain yang akurat.
Mengunakan Buret
A. Oleh karena presisi buret yang tinggi, kehati-hatian
pengukuran volume dengan buret sangatlah penting untuk
5

menghindari galat sistematik. Ketika membaca buret, mata


harus

tegak

lurus

dengan

permukaan

cairan

untuk

menghindari galat paralaks. Bahkan ketebalan garis ukur juga


mempengaruhi pembacaan. Bagian bawah meniskus cairan
harus menyentuh bagian atas garis. Kaidah yang umumnya
digunakan adalah dengan menambahkan 0,02 mL jika bagian
bawah meniskus menyentuh bagian bawah garis ukur. Oleh
karena

presisinya

yang

tinggi,

satu

tetes

cairan

yang

menggantung pada ujung buret harus ditransfer ke labu


penerima, biasanya dengan menyentuh tetasan itu ke sisi
labu dan membilasnya ke dalam larutan dengan pelarut.
B. Untuk mengisi buret, menutup stopcock (keran) di bagian
bawah

dan

menggunakan

corong

untuk

menghindari

terjadinya tumpahan.. Anda mungkin perlu untuk mengangkat


corong sedikit, untuk memungkinkan larutan penitar untuk
mengalir bebas
C. Anda juga dapat mengisi buret menggunakan pipet transfer
sekali pakai. Pipet ini bekerja lebih baik daripada corong
trutama untuk buret berkapasitas kecil (10 burets ml).
Pastikan pipet transfer kering kemudian dibilas dengan titran,
sehingga konsentrasi larutan tidak akan berubah.
D. Sebelum titrasi, Perlu diperhatikan kondisi buret dengan
larutan titran dan memeriksa bahwa buret mengalir bebas.
Untuk kondisi buret, bilas sehingga semua permukaan yang
ada dilapisi dengan larutan, lalu tiriskan. Pembilasan dua atau
tiga kali akan memastikan bahwa konsentrasi titran tidak
diubah oleh setetes air yang tertinggal.
E. Periksa ujung buret dari adanya gelembung udara. Untuk
menghilangkan

sebuah

gelembung

udara,dengan

cara

memukul sisi ujung buret sementara larutan mengalir. Jika


terdapat

gelembung

udara

yang

hadir

selama

titrasi,

pembacaan volume mungkin dalam kesalahan dan akan


mempengarahi keakuratan data tang diperoleh.
F. Bilas ujung buret dengan air dari botol mencuci (labu
semprot) dan mengeringkan hati-hati,. Setelah beberapa
6

menit memeriksa larutan pada ujung untuk melihat apakah


buret Anda bocor. Tip(ujung mulut buret) harus bersih dan
kering sebelum Anda membaca volume awal.
G. Ketika buret anda diisi dengan larutan, tanpa gelembung
udara atau kebocoran, maka sebelum membaca volume awal
(biasanya menginpitkan ke titik 0,00 ml skala). Pastikan
bahwa dinding bagian dalam buret dalam kondisi kering. Kita
dapat

menggunakan

bantuan

kertas

saring

untuk

mengeringkan bagian dalam buret. Hal ini bertujuan untuk


menghindari penambahan volume larutan setelah diimpitkan.
H. Pembacaan buret kartu dengan persegi panjang hitam
dapat membantu Anda untuk mengambil membaca lebih
akurat. Baca bawah dari meniskus. Pastikan mata anda pada
tingkat meniskus, bukan atas atau di bawah. Membaca dari
sudut, bukan lurus, menghasilkan kesalahan paralaks.
I. Memberikan larutan untuk labu titrasi dengan memutar
stopcock (kran) tersebut. Larutan penitar harus disampaikan
dengan cepat sampai beberapa mL dari titik akhir.
J. Titik akhir harus didekati perlahan-lahan,

dengan

penambahan tetes demi tetes.. Gunakan labu semprot untuk


membilas/mencuci

ujung

buret

dari

larutan.

Titik

akhir

(ekivalen) dapat menunjukkan kepada Anda bagaimana untuk


memberikan setetes sebagian larutan, ketika mendekati titik
akhir.
2. Statif dan Klem

Bahan : a. Statif : Dari besi atau baja


b. Klem : Dari alumunium atau besi.
Ukuran : Diameter klem10mm dan panjang statif 60cm
Fungsi : - Klem : Untuk memegang atau menjepit buret corong dan peralatan
lainnya.
-Statif : Untuk menegakan buret, corong pisah, dan peralatan lainnya.
3. Tabung Erlenmeyer

Erlenmeyer : berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil


dengan skala sepanjang dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.
Fungsi :
1. Untuk menyimpan dan memanaskan larutan
2. Menampung filtrat hasil penyaringan
3. Menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi
Cara penggunaan:
1. Elemeyer di sterilkan terlebih dahulu dengan aquades.
2. Lalu hitung air yang dimasukan pada elemeyer.
3. Elemeyer yang sudah diisi dengan air di simpan di bawah burret yang
sudah di jepit dengan statif.
4. Lalu cairan reagen yang ada pada burret perlahan di teteskan pada air yang
ada pada elemeyer dengan membuka keran yang ada pada burret.
5. Air yang sudah tercampur dengan reagen kemudian di putar-putar secara
perlahan sampai air yang ada pada elemeyer berubah warna.
4. Tabung reaksi

Botol reagen (reagent bottle) juga disebut sebagai botol


pereaksi karena botol ini digunakan sebagai wadah pereaksi
(reagen) dan menyimpan reagen yang sudah diolah menjadi
baku primer dan sekunder. Botol reagen dibedakan oleh
warnanya menjadi dua, yaitu botol berwarna (gelap) dan botol
transparan, yang mana botol berwarna gelap digunakan untuk
zat yang tidak tahan cahaya, oksidasi, atau lainnya.
Cara penggunaanya cukup sederhana yang mana reagent yang sudah
diolah dimasukkan kedalan botol ini dengan perlahan, dan sangat penting
pemberian label nama zat dan konsentrasi pada botol untuk memudahkan
mengetahui reagent dalam botol ini. Jika ingin mengambil reagent daribotol
ini ambil dengan cara dipipet dan ambil secukupnya, jangan lupa menutup
kembali tutup botol reagent.
Sebaiknya regent yang bersifat asam diletakkan atau disimpan dalam
lemari asam, dan jika ingin mengambil reagent yang bersifat asam pekat
dianjrukan diambil dalam posisi botol reagent tetap didalam lemari asam, ini
berguna untuk membuang bau atau zat-zat yang sedang di test, supaya bau
atau zat tersebut tidak menyebar diruangan tersebut
5. Gelas Beker

Beaker adalah alat ukur volume dengan air. Kita


mengukurnya dengan menggunakan garis-garis yang terdapat
di beaker tersebut. Kita harus meletakkan benda yang mau
diukur ke dalam beaker/gelas ukur.
BAGIAN-BAGIAN BEAKER
1. Garis pengukur dan angka
2. Gagang beaker (tergantung tipe gelas ukur)
3. Corong
1. Garis pengukur dan angka: Untuk mengukur benda
2. Gagang beaker: Untuk lebuh mudah memegang beaker

10

CARA MEMAKAI BEAKER


Zat Cair: Taruh zat cair ke dalam beaker lalu ukur
menggunakan garis yang terdapat di beaker.
BENDA PADAT dan BENDA PADAT YANG TIDAK BERATURA
(batu): Isi beaker dengan air lalu ukur. Setelah diisi air jatuh
kan benda ke dalam beaker berisi air. Tambahkan volume air
yang tak berisi benda dengan yang berisi benda lalu kurang
kan volume air tanpa benda. Lihat hasilnya.
6. Pipet
-Pipet kecil

Berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya
meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet.
Fungsi
Kelebihan

: untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.


: memiliki karet hisap diatasnya,sehingga mudah dalam

pengambilan larutan
Kekurangan

: tidak dilengkapi dengan skala, hanya digunakan untuk mengambil

cairan dengan ukuran tetesan sehingga pada saat mengambil cairan tidak dapat
langsung diukur volumenya

-Pipet Gondok
11

Fungsi

: digunkan untuk mengambil larutan dengan volume tepat sesuai

dengan label yang tertera pada bagian yang menggelembung (gondok) pada bagian
tengah pipet.
Kelebihan

: terdapat tabung silinder di antara ujung pipa kaca bagian atas dan

bawah, berfungsi sebagai wadah untuk menampung cairan.


Kekurangan

: penggunaannya sedikit sulit karena dalam pengambilan larutan

harus menggunakan bantuan bulp atau pipet pump untuk menyedot larutan yang
berbahaya.

7. Gelas Ukur

Gelas Ukur adalah Suatu alat gelas yang berfungsi untuk


mengukur suatu larutan baik yang berwarna maupun tidak
berwarna. ketelitian dari alat ukur ini bisa di katakan rendah,
karena biasanya alat ukur ini hanya di gunakan untuk analisa
kualitatif

yang

tidak

membutuhkan

ketelitian

tinggi.

contohnya : Pengukuran air untuk pembuatan pelarut di


laboratorium,

pengukuran

air

untuk

pembuatan

larutan

sekunder dan bahkan bisa juga di gunakan untuk mengukur


air saat melarutkan obat yang berbentuk padat. Gelas ukur ini
12

membunyai ukuran yang berfariasi mulai dari 10mL, 25mL,


50mL, 100mL, 250mL, 500mL, 1000mL dan 2000mL.
Cara menggunakannya sangatlah mudah, akan tetapi
ada beberapa aturan yag harus di perhatikan saat mengukur
dengan menggunakan gelas ukur.
untuk larutan yang tidak berwarna, pembacaan miniskus
yang berlaku adalah miniskus bawah. di letakkan di tempat
atau meja yang datar dan di baca sejajar dengan mata.
untuk larutan yang berwarna (bening), pembacaan miniskus
yang berlaku adalah miniskus bawah. di letakkan di tempat
atau meja yang datar dan di baca sejajar dengan mata.
untuk larutan yang berwarna (pekat), pembacaan miniskus
yang berlaku adalah miniskus atas. di letakkan di tempat atau
meja yang datar dan di baca sejajar dengan mata.
Gelas ukur adalah alat ukur bukanalat yang di gunakan
untuk melarutkan, tapi untuk pengukuran volume baik larutan
yang berwarna (bening/pekat) ataupun yang tidak berwarna.
8. Volumetrik flash (Labu Ukur)

Labu

ukur

adalah

sebuah

perangkat

yang

memiliki

kapasitas antara 5 mL sampai 5 L dan biasanya instrumen ini


digunakan untuk mengencerkan zat tertentu hingga batas leher
labu ukur. Alat ini biasanya digunakan untuk mendapatkan
larutan zat tertentu yang nantinya hanya digunakan dalam
ukuran

yang

terbatas

hanya

sebagai

sampel

dengan

menggunakan pipet. Dalam sistem pengenceran, untuk zat yang


tidak berwarna, penambahan aquadest sampai menunjukkan
garis meniskus berada di leher labu. Untuk zat yang berwarna,
penambahan aquadets hingga dasar meniskus yang menyentuh
leher labu ( meniskus berada di atas garis leher).

13

Ada

beberapa

langkah

dalam

mempersiapkan

suatu

larutan dengan molaritas tertentu:


Zat terlarut ditimbang teliti ke dalam sebuah labu

volumetri ( labu ukur ).

Ditambahkan air suling.

Campuran

digoyang

melingkar

diolek

untuk

melarutkan zat terlarut


Setelah ditambahkan air lagi, digunakan pipet tetes

untuk menambahkan air dengan hati hati sampai volume


permukaan cairan tepat berimpit dengan tanda lingkaran
pada leher labu.
Labu disumbat dan kemudian dikocok agar larutan

seragam
Fungsi

: Untuk

membuat

larutan

dengan

konsentrasi

tertentu dan mengencerkan larutan dengan keakurasian yang


tinggi.

9. Penumbuk

14

Bahan : Porselin, kaca atau granit


Ukuran : diameter lumpang 8cm, panjang alu 9cm
Fungsi : Untuk menghancurkan dan menghaluskan bongkahan zat padat dengan
cara digerus tidak ditumbuk.
10. Kawat Kasa

Kawat yang dilapisi dengan asbes, digunakan sebagai alas


dalam penyebaran panas yang berasal dari suatu pembakar.

11. Timbangan analitik

Neraca analitik digital merupakan salah satu neraca yang memiliki tingkat
ketelitian tinggi, neraca ini mampu menimbang zat atau benda sampai batas
0,0001 g. Beberapa hal yang perlu diperhatikan bekerja dengan neraca ini adalah:
Neraca analitik digital adalah neraca yang sangat peka, karena itu bekerja
dengan neraca ini harus secara halus dan hati-hati.
Sebelum mulai menimbang persiapkan semua alat bantu yang dibutuhkan dalam
penimbangan
Langkah kerja penimbangan yang meliputi:
a. Persiapan pendahuluan alat-alat penimbangan, siapkan alat dan zat yang akan
ditimbang, sendok, kaca arloji dan kertas isap.
b. pemeriksaan pendahuluan terhadap neraca meliputi: periksa kebersihan neraca
(terutama piring-piring neraca), kedataran dan kesetimbangan neraca.

15

c. penimbangan, dapat dilakukan setelah diperoleh keadaan setimbang pada


neraca dan timbangan pada posisi nol, demikian pula setelah penimbangan selesai
posisi timbangan dikembalikan seperti semula.
Kalibrasi
a.

Pengontrolan

Neraca

Digital

Timbangan/Neraca

dikontrol

dengan

menggunakan anak timbangan yang sudah terpasang atau dengan dua anak
timbangan eksternal, misal 10 gr dan 100 gr. Timbangan/Neraca digital, harus
menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur. Jika menggunakan timbangan
yang sangat sensitif, hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan.
Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin) sebelum menimbang angka nol
harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi. Penyimpangan berat dicatat pada
lembar/kartu kontrol, dimana pada lembar tersebut tercantum pula berapa kali
timbangan harus dicek. Jika timbangan tidak dapat digunakan sama sekali maka
timbangan harus diperbaiki oleh suatu agen (supplier).
b. Penanganan Neraca Kedudukan timbangan harus diatur dengan sekrup dan
harus tepat horizontal dengan Spirit level (waterpass) sewaktu-waktu timbangan
bergerak, oleh karena itu, harus dicek lagi. Jika menggunakan timbangan
elektronik, harus menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur. Jika
menggunakan timbangan yang sangat sensitif, anda hanya dapat bekerja pada
batas temperatur yang ditetapkan. Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin)
sebelum menimbang angka nol harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi.
Setiap orang yang menggunakan timbangan harus merawatnya, sehingga
timbangan tetap bersih dan terawat dengan baik. Jika tidak, sipemakai harus
melaporkan kepada manajer lab. timbangan harus dikunci jika anda meninggalkan
ruang kerja.
c.Kebersihan Neraca Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai
digunakan, bagian dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat,
kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan
timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat
dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti
deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan
timbangan dihidupkan dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan
anak timbangan.
16

Berikut adalah prosedur yang harus diharus diketahui dan harus dilakukan
dalam mengoprasikan neraca digital sebelum hingga setelah penimbangan:
1. Keadaan neraca harus siap pakai
2. Neraca harus bersih (terutama piring-piring neraca)
3. Anak timbangan dalam keadaan lengkap
4. Persiapan pendahuluan terhadap alat bantu penimbangan
5. Pemeriksaan kedataran neraca dan kesetimbangan neraca
6. Pekerjaan penimbangan dan perhitungan hasil penimbangan
7. Melaporkan hasil penimbangan
8. Mengembalikan neraca pada keadaan semula
Proses pengukuran secara umum, proses menimbangan dengan neraca
elektronik/digital adalah:
1. Pastikan bahwa timbangan sudah menyala.
2. Pastikan timbangan menunjukkan angka nol( jika tidak perlu di koreksi).
3. Letakakan benda yang massanya akan diukur pada piringan tempat benda.
4. Baca skala yang tertera pada display digital sesuai skala satuan timbangan
tersebut.
5. Untuk pengukuran yang sensitivitasnya tinggi perlu menunggu 30 menit, karena
hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan.
Langkah kerja penimbangan dengan neraca analitik meliputi:
1. Persiapan alat bantu penimbangan Untuk menimbang zat padat diperlukan:
Kaca arloji yang kering dan bersih, digunakan untuk menampung kelebihan
zat yang ditimbang, karena kelebihan zat tidak boleh dikembalikan ke botol
zat.
Sendok (biasanya sendok plastik)
Kertas isap untuk memegang

tempat

menimbang

pada

saat

memasukan/mengeluarkan alat timbang (dan zat) ke atau dari dalam neraca


Botol timbang sebagai tempat penimbangan
Zat yang akan ditimbang dan setelah penimbangan selesai, botol zat harus
dikembalikan ke tempatnya
2. Pemeriksaan pendahuluan terhadap neraca adalah:
Pemeriksaan kebersihan neraca terutama piring-piring neraca dapat
dibersihkan menggunakan sapu-sapu yang tersedia dalam neraca
Pemeriksaan kedataran neraca dilakukan dengan cara melihat water pass,
dengan mengatur sekrup pada kaki neraca sehingga gelembung air di water
pass tepat berada di tengah
17

Pemeriksaan kesetimbangan neraca yang dilakukan dengan membiarkan


dahulu pointer bergoyang ke kiri dan ke kanan beberapa kali. Jika goyangan
maksimum ke kiri dan ke kanan kira-kira sama jauh maka neraca dalam
keadaan setimbang
3. Cara menggunakan neraca analitis
Nolkan terlebih dulu neraca tersebut
Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan
Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca
Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut.
12. Water Checker

Memiliki fungsi utama sebagai alat ukur kualitas air, diantaranya untuk
mengukur suhu, kekeruhan air, oksigen terlarut, konduktivitas, PH, potensial
reduksi-oksidasi (ORP)
Cara Kerjanya :
Masukkan air pada wadah yang ada. Untuk cek PH, masukkan air kemudian
tambahkan dengan pH standart sesuai batasan yang ditentukan agar hasil data
yang terbaca sesuai
Untuk cek konduktifitas, masukkan air kemudian tambahkan cairan elektroda,
kemudian pencet tombol EC dan baca hasil pada monitor

Untuk mengetahui turbiditas, cukup masukkan air dalam wadah, kemudian

masukkan alat dan baca hasil pada monitor


13. Spektrofotometer

18

Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk


mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan
panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa
yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap
dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang
dilewatkan akan sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam
kuvet.
Sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari
spektrometer dan fotometer. Spektrometer menghasilkan sinar
dari

spektrum

fotometer

dengan

adalah

ditransmisikan

alat

atau

panjang

gelombang

pengukur

intensitas

yang

diabsorpsi.

Jadi

tertentu
cahaya

dan
yang

spektrofotometer

digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi


tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai
fungsi dari panjang gelombang.
Kelebihan spektrofotometer dibandingkan fotometer adalah
panjang gelombang dari sinar putih lebih dapat terseleksi dan ini
diperoleh dengan alat pengurai seperti prisma, grating ataupun
celah

optis.

Pada

fotometer

filter,

sinar

dengan

panjang

gelombang yang diinginkan diperoleh dengan berbagai filter dari


berbagai warna yang mempunyai spesifikasi melewatkan trayek
panjang gelombang tertentu.
Pada fotometer filter, tidak mungkin diperoleh panjang
gelombang yang benar-benar monokromatis, melainkan suatu
trayek

panjang

spektrofotometer,

gelombang
panjang

30-40

nm.

gelombang

Sedangkan
yang

pada

benar-benar

terseleksi dapat diperoleh dengan bantuan alat pengurai cahaya


19

seperti prisma. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber


spektrum

tampak

yang

kontinyu,

monokromator,

sel

pengabsorpsi untuk larutan sampel atau blangko dan suatu alat


untuk mengukur perbedaan absorpsi antara sampel dan blangko
ataupun pembanding.
BAGIAN ATAU KOMPONEN SPEKTROFOTOMETER
Secara garis besar spektrofotometer terdiri dari 4 bagian penting
yaitu :
a. Sumber Cahaya
Sebagai sumber cahaya pada spektrofotometer, haruslah
memiliki pancaran radiasi yang stabil dan intensitasnya tinggi.
Sumber energi cahaya yang biasa untuk daerah tampak,
ultraviolet dekat, dan inframerah dekat adalah sebuah lampu
pijar dengan kawat rambut terbuat dari wolfram (tungsten).
Lampu ini mirip dengan bola lampu pijar biasa, daerah panjang
gelombang (l ) adalah 350 2200 nanometer (nm).
b. Monokromator
Monokromator

adalah

alat

yang

berfungsi

untuk

menguraikan cahaya polikromatis menjadi beberapa komponen


panjang

gelombang

tertentu

(monokromatis)

yang

bebeda

(terdispersi).
c. Cuvet
Cuvet spektrofotometer adalah suatu alat yang digunakan
sebagai tempat contoh atau cuplikan yang akan dianalisis. Cuvet
biasanya terbuat dari kwars, plexigalass, kaca, plastic dengan
bentuk tabung empat persegi panjang 1 x 1 cm dan tinggi 5 cm.
Pada pengukuran di daerah UV dipakai cuvet kwarsa atau
plexiglass, sedangkan cuvet dari kaca tidak dapat dipakai sebab
kaca mengabsorbsi sinar UV. Semua macam cuvet dapat dipakai
untuk pengukuran di daerah sinar tampak (visible).
d. Detektor

20

Peranan detektor penerima adalah memberikan respon


terhadap cahaya pada berbagai panjang gelombang. Detektor
akan mengubah cahaya menjadi sinyal listrik yang selanjutnya
akan ditampilkan oleh penampil data dalam bentuk jarum
penunjuk atau angka digital.
Dengan

mengukur

transmitans

dimungkinkan

untuk

menentukan

menggunakan

hukum

Lambert-Beer.

mengukur

intensitas

cahaya

larutan

sampel,

konsentrasinya

dengan

Spektrofotometer

melewati

sampel

(I),

akan
dan

membandingkan ke intensitas cahaya sebelum melewati sampel


(Io). Rasio disebut transmittance, dan biasanya dinyatakan dalam
persentase (% T) sehingga bisa dihitung besar absorban (A)
dengan rumus A = -log %T.
PRINSIP KERJA
Prinsip

kerja

spektrofotometer

adalah

bila

cahaya

(monokromatik maupun campuran) jatuh pada suatu medium


homogen, sebagian dari sinar masuk akan dipantulkan, sebagian
diserap dalam medium itu, dan sisanya diteruskan. Nilai yang
keluar dari cahaya yang diteruskan dinyatakan dalam nilai
absorbansi

karena

memiliki

hubungan

dengan

konsentrasi

sampel.
Prisinp kerja dari spektrofotometer dapat di gambarkan sebagai
berikut :
CARA KERJA SPEKTROFOTOMETER
Sinar berasal dari dua lampu yang berbeda, yaitu lampu
wolfram untuk sinar Visible (sinar tampak = 38 780nm) dan
lampu deuterium untuk sinar Ultra Violet (180-380nm) pada
video

lampu

yang

besar.

Pilih

panjang

gelombang

yang

diinginkan/diperlukan. Kuvet, ada dua karena alat yang dipakai


tipe double beam, disanalah kita menyimpan sample dan yang
satu lagi untuk blanko. Detektor atau pembaca cahaya yang
21

diteruskan oleh sampel, disini terjadi pengubahan data sinar


menjadi angka yang akan ditampilkan pada reader.
Yang harus dihindari adanya cahaya yang masuk ke dalam
alat, biasanya pada saat menutup tenpat kuvet, karena bila ada
cahaya lain otomatis jumlah cahaya yang diukur menjadi
bertambah.
KALIBRASI ALAT SPEKTROFOTOMETER
Kalibrasi yang dimaksud ini adalah men-seting blank alat
spektrofotometer, sebelum digunakan untuk analisis. Secara
umum sbb:
1. Nyalakan alat spektrofotometer
2. Isi kuvet dengan larutan blanko (aquades)
3. Diseting/diatur panjang gelombang untuk kalibrasi.
4. Keterangan: 0%T itu diukur saat kuvet dalam keadaan kosong.
100%T itu diukur saat kuvet dalam keadaan terisi larutan.
5. Kuvet berisi larutan blanko dimasukkan ke spektrofotometer
6. lalu tekan tombol 0 ABS 100%T, tunggu sampai keluar kondisi
setting blank (dalam bentuk teks)
Hal-hal yang harus diperhatikan :
v Larutan yang dianalisis merupakan larutan berwarna
Apabila larutan yang akan dianalisis merupakan larutan
yang tidak berwarna, maka larutan tersebut harus diubah
terlebih dahulu menjadi larutan yang berwarna. Kecuali apabila
diukur dengan menggunakan lampu UV.
v Panjang gelombang maksimum
Panjang
gelombang

gelombang

yang

yangmempunyai

digunakan

absorbansi

adalah

maksimal.

panjang
Hal

ini

dikarenakan pada panajgn gelombang maksimal, kepekaannya


juga

maksimal karena

pada

panjang gelombang tersebut,

perubahan absorbansi untuk tiap satuan konsentrasi adalah yang


22

paling besar. Selain itu disekitar panjang gelombang maksimal,


akan terbentuk kurva absorbansi yang datar sehingga hukum
Lambert-Beer

dapat

terpenuhi.

Dan

apabila

dilakukan

pengukuran ulang, tingkat kesalahannya akan kecil sekali.


v Kalibrasi Panjang gelombang dan Absorban
Spektrofotometer digunakan untuk mengukur intensitas
cahaya yang dipancarkan dan cahaya yang diabsorbsi. Hal ini
bergantung pada spektrum elektromagnetik yang diabsorb oleh
benda. Tiap media akan menyerap cahaya pada panjang
gelombang tertentu tergantung pada senyawa yang terbentuk.
Oleh karena itu perlu dilakukan kalibrasi panjang gelombang dan
absorban pada spektrofotometer agar pengukuran yang di
dapatkan lebih teliti.
JENIS JENIS SPEKTROFOTOMETER
Spektrofotometri

terdiri

dari

beberapa

jenis

berdasar

sumber cahaya yang digunakan. Diantaranya adalah sebagai


berikut:
1. Spektrofotometri Vis (Visible)
Pada spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber
sinar/energi adalah cahaya tampak (visible). Cahaya visible
termasuk spektrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh
mata manusia. Panjang gelombang sinar tampak adalah 380
sampai 750 nm. Sehingga semua sinar yang dapat dilihat oleh
kita, entah itu putih, merah, biru, hijau, apapun.. selama ia dapat
dilihat oleh mata, maka sinar tersebut termasuk ke dalam sinar
tampak (visible).
Sumber sinar tampak yang umumnya dipakai pada spektro
visible adalah lampu Tungsten. Tungsten yang dikenal juga
dengan nama Wolfram merupakan unsur kimia dengan simbol W
dan no atom 74. Tungsten mempunyai titik didih yang tertinggi
(3422 C) dibanding logam lainnya. karena sifat inilah maka ia
23

digunakan sebagai sumber lampu. Sample yang dapat dianalisa


dengan metode ini hanya sample yang memilii warna. Hal ini
menjadi kelemahan tersendiri dari metode spektrofotometri
visible. Oleh karena itu, untuk sample yang tidak memiliki warna
harus terlebih dulu dibuat berwarna dengan menggunakan
reagent spesifik yang akan menghasilkan senyawa berwarna.
Reagent

yang

digunakan

harus

betul-betul

spesifik

hanya

bereaksi dengan analat yang akan dianalisa. Selain itu juga


produk senyawa berwarna yang dihasilkan harus benar-benar
stabil.
Salah satu contohnya adalah pada analisa kadar protein terlarut
(soluble protein).
Protein terlarut dalam larutan tidak memiliki warna. Oleh
karena itu, larutan ini harus dibuat berwarna agar dapat
dianalisa. Reagent yang biasa digunakan adalah reagent Folin.
Saat protein terlarut direaksikan dengan Folin dalam
suasana

sedikit

basa,

ikatan

peptide

pada

protein

akan

membentuk senyawa kompleks yang berwarna biru yang dapat


dideteksi pada panjang gelombang sekitar 578 nm. Semakin
tinggi intensitas warna biru menandakan banyaknya senyawa
kompleks yang terbentuk yang berarti semakin besar konsentrasi
protein terlarut dalam sample.
2. Spektrofotometri UV (ultraviolet)
Berbeda

dengan

spektrofotometri

visible,

pada

spektrofotometri UV berdasarkan interaksi sample dengan sinar


UV. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. Sebagai
sumber sinar dapat digunakan lampu deuterium. Deuterium
disebut juga heavy hidrogen. Dia merupakan isotop hidrogen
yang stabil yang terdapat berlimpah di laut dan daratan. Inti
atom deuterium mempunyai satu proton dan satu neutron,
sementara hidrogen hanya memiliki satu proton dan tidak
memiliki neutron. Nama deuterium diambil dari bahasa Yunani,
deuteros, yang berarti dua, mengacu pada intinya yang
24

memiliki dua pertikel. Karena sinar UV tidak dapat dideteksi oleh


mata kita, maka senyawa yang dapat menyerap sinar ini
terkadang merupakan senyawa yang tidak memiliki warna.
Bening dan transparan.
Oleh karena itu, sample tidak berwarna tidak perlu dibuat
berwarna dengan penambahan reagent tertentu. Bahkan sample
dapat langsung dianalisa meskipun tanpa preparasi. Namun
perlu diingat, sample keruh tetap harus dibuat jernih dengan
filtrasi atau centrifugasi. Prinsip dasar pada spektrofotometri
adalah sample harus jernih dan larut sempurna.
Tidak ada partikel koloid apalagi suspensi. Sebagai contoh
pada analisa protein terlarut (soluble protein). Jika menggunakan
spektrofotometri visible, sample terlebih dulu dibuat berwarna
dengan reagent Folin, maka bila menggunakan spektrofotometri
UV, sample dapat langsung dianalisa. Ikatan peptide pada
protein

terlarut

akan

menyerap

sinar

UV

pada

panjang

gelombang sekitar 280 nm. Sehingga semakin banyak sinar yang


diserap sample (Absorbansi tinggi), maka konsentrasi protein
terlarut semakin besar. Spektrofotometri UV memang lebih
simple dan mudah dibanding spektrofotometri visible, terutama
pada bagian preparasi sample.
Namun harus hati-hati juga, karena banyak kemungkinan
terjadi interferensi dari senyawa lain selain analat yang juga
menyerap pada panjang gelombang UV. Hal ini berpotensi
menimbulkan bias pada hasil analisa.
3. Spektrofotometri UV-Vis
Spektrofotometri

ini

merupakan

gabungan

antara

spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan dua buah sumber


cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible.
Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan
hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV dan Vis, yaitu
photodiode yang dilengkapi dengan monokromator. Untuk sistem
25

spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia dan paling


populer

digunakan.

Kemudahan

metode

ini

adalah

dapat

digunakan baik untuk sample berwarna juga untuk sample tak


berwarna.
4. Spektrofotometri IR (Infra Red)
Dari

namanya

spektrofotometri

ini

sudah

bisa

dimengerti

bahwa

berdasar

pada

penyerapan

panjang

gelombang infra merah. Cahaya infra merah terbagi menjadi


infra merah dekat, pertengahan, dan jauh. Infra merah pada
spektrofotometri adalah infra merah jauh dan pertengahan yang
mempunyai panjang gelombang 2.5-1000 m. Pada spektro IR
meskipun bisa digunakan untuk analisa kuantitatif, namun
biasanya lebih kepada analisa kualitatif. Umumnya spektro IR
digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada suatu
senyawa, terutama senyawa organik. Setiap serapan pada
panjang gelombang tertentu menggambarkan adanya suatu
gugus fungsi spesifik.
Hasil

analisa

biasanya

berupa

signal

kromatogram

hubungan intensitas IR terhadap panjang gelombang. Untuk


identifikasi, signal sample akan dibandingkan dengan signal
standard. Perlu juga diketahui bahwa sample untuk metode ini
harus dalam bentuk murni. Karena bila tidak, gangguan dari
gugus fungsi kontaminan akan mengganggu signal kurva yang
diperoleh. Terdapat juga satu jenis spektrofotometri IR lainnya
yang

berdasar

pada

penyerapan

sinar

IR

pendek.

Spektrofotometri ini di sebut Near Infrared Spectropgotometry


(NIR). Aplikasi NIR banyak digunakan pada industri pakan dan
pangan guna analisa bahan baku yang bersifat rutin dan cepat.
14. Botol semprot dan aquadest
Berupa botol tinggi bertutup yang terbuat dari plastik.
Berfungsi

sebagai

tempat
26

menyimpan

aquades.

Cara

menggunakannya dengan menekan badan botol sampai airnya


keluar.
1. Selang botol
2. Tutup botol
3. Badan botol
4. Dasar botol

15. Kaki tiga

Bahan : Besi
Ukuran : diameter 13cm, tinggi 15cm
Fungsi : Sebagai tungku atau penyangga wadah yang digunakan saat pemanasan.

27

16. Lampu spirtus

Bahan : Kaca jenis soda kapur


Ukuran : 100ml
Fungsi : Sumber api untuk memanaskan zat-zat kimia.
17. Corong

Terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki


bentuk seperti gelas bertangkai, terdiri dari corong dengan tangkai
panjang dan pendek. Cara menggunakannya dengan meletakkan
kertas saring ke dalam corong tersebut.
Fungsi :
Untuk menyaring campuran kimia dengan gravitasi.
28

18. Soil tester

Soil tester biasanya digunakan untuk mengukur pH dan kelembaban pada


tanah. Caranya yaitu dengan menancapkan ujung bawah soil tester tersebut ke
dalam tanah dan kemudian di lihat ukuran pH nya pada bagian depan atas soil
tester

tersebut.

Sedangkan

kelembaban

di

ukur

dengan

menancapkan alat ke tanah, kemudian menekan tombol putih,


dan besarnya kelembaban di tunjukkan oleh angka bawah (hijau).
Kelembaban memiliki satuan dalam prosentase.
8. Kesimpulan
Kualitas air dapat diuji
metode.

Adanya

dengan menggunakan

perbedaan

metode,

berarti

berbagai
alat

yang

digunakanpun berbeda. Oleh karena itu dalam menguji


kualitas air perlu diketahui fungsi, bagian-bagian serta cara
mengoperasikan masing-masing alat yang akan digunakan.

Daftar Pustaka
http://biologi1b5.blogspot.com/2012/09/peralatan-gelas-kimia1.html (diakses pada tanggal 23 Januari 2015)
29

https://bioonline.wordpress.com/2011/06/07/volumetrik/

(diakses

pada tanggal 23 Januari 2015)


http://chemistry35.blogspot.com/2011/07/neraca-digitalmerupakan-alat-yang.html

(diakses

pada

tanggal

23

Januari 2015)
https://siroofehling.wordpress.com/2012/09/15/gelas-ukur-vs-gelaskimia/ (diakses pada tanggal 23 Januari 2015)
https://wanibesak.wordpress.com/2010/10/10/beberapa-alatdalam-laboratorium/ (diakses pada tanggal 23 Januari
2015)
o-fish.com/Air/kualitas_air.php (diakses pada tanggal 23 Januari
2015)

30