Anda di halaman 1dari 59

Working Paper

Rp/kg
12.000

10.000

Beras Domestik (Umum, BPS)


Thailand 15%
Vietnam 15%

8.000
6.000
4.000
2.000

Jan-08
Mar-08
May-08
Jul-08
Sep-08
Nov-08
Jan-09
Mar-09
May-09
Jul-09
Sep-09
Nov-09
Jan-10
Mar-10
May-10
Jul-10
Sep-10
Nov-10
Jan-11
Mar-11
May-11
Jul-11
Sep-11
Nov-11
Jan-12
Mar-12
May-12
Jul-12
Sep-12

Volatile food adalah sekelompok komoditas bahan pangan yang harganya bergejolak dengan bobot
20% dari basket IHK, sementara untuk bahan pangan (raw food) total sekitar 23% dari basket IHK.

(1)

(2)

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

Produksi (juta ton)

Kontribusi (%)

qit a0 a1. yit a2 . pi vWijp . p jt it


j i

qit b0 b1. pit b2 . sit Wijs . p jt b3 . Lpit b4 . pft b5 .inf it it


j i

pij.t W ij . p jt d0 d1. yit d2 . sit d3 . Lpit d4 . pft d5 .infit it


E

pi
si

yi
Lpi

10

Pi
Pi *

Pi Pi* Ri

yi g ( y j , ) xi' i

yi

jJ

j i

11

xi

y Wy X
n

y X
W

yit Wij y jt xit i it


j 1

yit xit i it
N

it Wijit it
j 1

12

W y wy ( d j , i )
w (d )
y n ,i

LogL

wy (di , j )
0
wy ( d n , j )

wy (di ,n )

wy ( d j , n )

0
. (10)

NT
1 N T
log(2 2 ) T log I N W 2 ( yit Wij yij * xit* ) 2
2
2 i 1 i 1
j 1

LogL

N T
NT
1 T
1 T
N
log{ ( yit (1 ) yit ' [ xit (1 ) xit ' ] ) 2 } log 2
2
T t '1
T t '1
2
i 1 t 1

13

14

15

16

17

18

Sampel (triwulan)
Rb rata-rata: Defisit (+), Surplus (-)
Rb kumulatif: Defisit (+), Surplus (-)
Rb maksimum
Rb minimum
Harga rata-rata
Harga kumulatif
Harga maksimum
Harga minimum
# Periode Defisit
# Periode Harga Naik
# Periode Defisit dan Harga Naik
# Periode Surplus Defisit Memburuk
# Periode Harga Naik
# Periode Surplus Defisit Memburuk dan Harga Naik
# Periode Defisit dan Harga Naik atau Surplus Defisit
Memburuk dan Harga Naik

NUSAMALPAPUA

SULAWESI

KALIMANTAN

SUMATERA

JAWA-BALI

NASIONAL

BERAS

35
3.5E-06
1.3E-04
0.06
-0.05
2.54
88.82
15.04
-4.54
19
20
20
20
14
23

35
-1.0E-05
-3.7E-04
0.07
-0.06
2.51
87.72
17.73
-8.82
18
21
20
18
14
23

35
3.2E-06
1.2E-04
0.06
-0.06
2.75
96.25
19.88
-3.39
20
20
19
19
15
19

35
8.8E-06
3.2E-04
0.12
-0.13
3.09
108.23
28.54
-6.15
22
22
21
19
16
22

35
-1.7E-05
-6.0E-04
0.10
-0.14
2.51
87.83
25.16
-6.39
19
22
26
19
17
25

35
1.8E-04
6.4E-03
0.08
-0.08
2.12
74.26
30.09
-8.64
18
24
17
15
14
20

28

28

24

30

31

24

19

20

21

22

23

24

Sampel (triwulan)
Rg rata-rata: Defisit (+), Surplus (-)
Rg kumulatif: Defisit (+), Surplus (-)
Rg maksimum
Rg minimum
Harga rata-rata
Harga kumulatif
Harga maksimum
Harga minimum
# Periode Defisit
# Periode Harga Naik
# Periode Defisit dan Harga Naik
# Periode Surplus Defisit Memburuk
# Periode Harga Naik
# Periode Surplus Defisit Memburuk dan Harga Naik
# Periode Defisit dan Harga Naik atau Surplus Defisit
Memburuk dan Harga Naik

NUSAMALPAPUA

SULAWESI

KALIMANTAN

SUMATERA

JAWA-BALI

NASIONAL

Gula

35
-1.6E-05
-5.8E-04
0.13
-0.15
3.29
114.98
23.19
-9.37
18
24
13
13
18
20

35
1.1E-05
4.0E-04
0.21
-0.25
3.17
110.79
18.00
-12.68
21
23
13
9
15
19

35
1.6E-05
5.9E-04
0.14
-0.13
3.65
127.63
30.05
-8.08
19
23
19
11
19
17

35
-2.0E-05
-7.2E-04
0.20
-0.19
3.32
116.04
29.65
-15.46
21
25
19
6
16
17

35
-4.1E-05
-1.5E-03
0.27
-0.32
3.11
108.81
16.58
-10.32
19
24
14
8
17
16

35
-4.4E-04
-1.6E-02
0.23
-0.14
3.18
111.39
18.79
-9.51
14
21
22
8
19
20

26

23

26

25

22

30

25

26

27

28

29

30

Sampel (triwulan)
35
Rm rata-rata: Defisit (+), Surplus (-)
1.12E-06
Rm kumulatif: Defisit (+), Surplus (-)
4.04E-05
Rm maksimum
0.06
Rm minimum
-0.12
Harga rata-rata
3.01
Harga kumulatif
105.28
Harga maksimum
26.25
Harga minimum
-21.00
# Periode Defisit
20
# Periode Harga Naik
22
# Periode Defisit dan Harga Naik
19
# Periode Surplus Defisit Memburuk
17
# Periode Harga Naik
14
# Periode Surplus Defisit Memburuk dan Harga Naik22
# Periode Defisit dan Harga Naik atau
26
Surplus Defisit Memburuk dan Harga Naik

35
1.84E-05
6.62E-04
0.12
-0.19
3.18
111.29
24.87
-24.50
20
21
20
13
15
21
28

NUSAMALPAPUA

SULAWESI

KALIMANTAN

SUMATERA

JAWA-BALI

NASIONAL

Minyak Goreng

35
35
35
35
3.65E-06 -1.49E-05 -4.34E-05 -9.49E-05
1.31E-04 -5.37E-04 -1.56E-03 -3.42E-03
0.09
0.15
0.16
0.12
-0.09
-0.15
-0.21
-0.18
3.36
3.41
2.69
2.61
117.48
119.24
93.99
91.45
25.19
50.75
31.23
25.85
-25.34
-19.63
-23.08
-9.51
18
18
18
22
22
22
21
23
15
17
14
16
14
10
12
12
16
14
17
13
19
19
18
14
24

25

25

21

31

32

33

34

12

Sumber: bahan presentasi Kementan dalam FGD tgl 7 Februari 2012 di Bank Indonesia.

35

36

37

Sampel (triwulan)
Rbm rata-rata: Defisit (+), Surplus (-)
Rbm kumulatif: Defisit (+), Surplus (-)
Rbm maksimum
Rbm minimum
Harga rata-rata
Harga kumulatif
Harga maksimum
Harga minimum
# Periode Defisit
# Periode Harga Naik
# Periode Defisit dan Harga Naik
# Periode Surplus Defisit Memburuk
# Periode Harga Naik
# Periode Surplus Defisit Memburuk dan Harga Naik
# Periode Defisit dan Harga Naik atau Surplus Defisit
Memburuk dan Harga Naik

NUSAMALPAPUA

SULAWESI

KALIMANTAN

SUMATERA

JAWA-BALI

NASIONAL

Bawang Merah

35
2.4E-05
8.8E-04
0.19
-0.48
4.27
149.52
55.94
-22.67
22
25
18
18
17
14

35
6.5E-05
2.3E-03
0.32
-0.79
4.62
161.70
81.91
-28.30
22
23
20
15
19
19

35
5.3E-05
1.9E-03
0.23
-0.45
3.93
137.40
60.22
-19.75
22
21
16
19
16
14

35
-5.5E-05
-2.0E-03
0.33
-0.68
5.50
192.62
70.51
-35.89
23
22
22
16
20
19

35
-1.3E-04
-4.8E-03
0.39
-1.11
4.90
171.41
42.92
-20.33
20
23
18
18
17
16

35
-8.4E-05
-3.0E-03
0.33
-0.62
4.81
168.45
41.85
-24.73
21
21
17
14
17
18

25

25

22

25

25

24

38

39

40

41

42

43

Sampel (triwulan)
Rcm rata-rata: Defisit (+), Surplus (-)
Rcm kumulatif: Defisit (+), Surplus (-)
Rcm maksimum
Rcm minimum
Harga rata-rata
Harga kumulatif
Harga maksimum
Harga minimum
# Periode Defisit
# Periode Harga Naik
# Periode Defisit dan Harga Naik
# Periode Surplus Defisit Memburuk
# Periode Harga Naik
# Periode Surplus Defisit Memburuk dan Harga Naik
# Periode Defisit dan Harga Naik atau Surplus Defisit
Memburuk dan Harga Naik

NUSAMALPAPUA

SULAWESI

KALIMANTAN

SUMATERA

JAWA-BALI

NASIONAL

Cabai

35
2.1E-06
7.5E-05
0.13
-0.15
4.35
152.11
61.90
-23.08
16
19
18
17
17
17

35
2.6E-05
9.5E-04
0.16
-0.18
7.02
245.72
80.59
-41.60
17
19
19
18
18
17

35
3.6E-05
1.3E-03
0.17
-0.15
6.24
218.34
66.50
-40.02
16
21
22
19
17
17

35
-2.6E-05
-9.3E-04
0.24
-0.21
4.12
144.06
82.82
-30.68
19
18
22
14
16
21

35
-6.9E-05
-2.5E-03
0.24
-0.24
6.55
229.29
84.36
-41.53
15
18
14
16
18
19

35
-1.9E-04
-6.8E-03
0.34
-0.20
4.29
150.18
85.36
-27.71
17
17
13
15
20
14

24

25

25

29

22

19

44

45

46

47

48

(1)

(2)

(3)

(4)

49

(5)

(6)

(1)

(2)

(3)

(1)

(2)

(1)

(2)

50

(3)

(4)

(5)

51

52

53

54

55

56

57

Komoditas

Beras

Gula (Tebu)

Minyak Goreng
(Kelapa Sawit)

Cabai Merah

Bawang Merah

Umur Tanam

Lokasi/Sentra Produksi (%
kontribusi)

100--120 hari
(tergantung varietas)

Jabar (17.66%), Jatim (17.52%),


Jateng (15,21%), Sumut (5.39%),
Sulsel (6.59%), Sulteng(1.44%),
Bali (1.31%), Banten (3.98%),
Kalsel (2.77%), Lampung (4.22%),
Aceh (2.38%), NTB (2.67%), dan
Kalbar(2.02%)

11--12 bulan

Jatim (47.20%), Lampung


(31.79%), Jateng (8.41%), Jabar
(4.12%), DIY (1.25%), Sumut
(2.11%), Sumsel (2.34%), dan
Gorontalo (1.97%)

Usia Produktif
Tanaman s.d. 40
tahun, pembentukan
buah s.d. 6 bulan sejak
penyerbukan

Sumbar, Sumsel, Sumut, Babel,


Riau, Bengkulu, Kalsel, Kalteng,
Kaltim, Kepri, Sulsel, Sultra, dan
Sulbar

70--90 hari
(tergantung varietas)

Jabar [(20.65%)(Ciamis,
Sukabumi, Garut, Tasikmalaya,
Cianjur, Bandung)]; Jateng
[(16.67%) (Magelang,
Temanggung]);Sumut (19.17%);
Jatim [(8.87%) (Malang,
Banyuwangi)]; Bengkulu (5.68%);
Sumbar (4.90%); Aceh (4.38%);
Lampung (3.55%); Sumsel (3%);
Bali (1.67%); DIY (1.62%)

50--80 hari
(tergantung varietas)

Jateng [(48.27%) (Brebes,


Kendal); DIY(Bantul)];Jabar
[(11.10%) (Majalengka,
Indramayu, Sukabumi,
Sumedang, Pandeglang, Serang)];
Jatim (19.42%) ; Sumbar (2.39%);
Sulsel (2.22%); NTB (9.95%);
Lainnya (6.65%)

Umur Simpan

70--90 hari
(tergantung
varietas)

Jenis Usaha Tani

Rakyat dan Industri

Ketergantungan
pada Cuaca

Ketergantungan
pada Air

Tinggi. Temperatur
ideal 22--27 C
(dataran rendah)
atau 19--23 C
(dataran tinggi);
Penyinaran
matahari tinggi
tanpa naungan;
Angin tidak terlalu
kencang

Tinggi-Sedang
(tergantung
varietas). Curah
hujan ideal adl 200
mm/bulan atau
1500--2000
mm/tahun.

Hama dan penyakit; Kesesuaian lahan


dengan varietas; Kondisi air sekitar lahan
pertanian

Manajemen irigasi; Kualitas lahan pertanian;


Penyediaan infrastruktur pedesaan;
Pengembangan ICT utk efektivitas penyuluhan;
Masih panjangnya mata rantai tata niaga

Permasalahan On-Farm (Hulu)

Permasalahan Off-Farm (Hilir)

Tidak
kadaluwarsa bila
penyimpanan
baik

Rakyat dan Industri.


Khusus Jawa 70%
petani memiliki luas
area < 1 ha; 20% dgn
luas 1-5 ha; 10% dgn
luas > 5ha.

Sedang. Dibutuhkan
kondisi tanah yg
kering-kering basah

Sedang. Kondisi
ideal curah hujan
<2000 mm/tahun

Penerapan kaidah teknologi pertanian yang


baik dan benar; Pemilihan dan komposisi
varietas bibit unggul bermutu; Penggunaan,
pemeliharaan, serta tebang-angkut-muat

Pasokan tebu ke pabrik gula; Penilaian tebu;


Penggilingan; Pemurnian nira; Penguapan;
Pengkristalan, Pengeringan, dan; Pengemasan
serta penyimpanan.

8 bulan.

Industri*(Perkebunan
Rakyat (39.17%),
Perkebunan Besar
Negara (10.53%),
Perkebunan Besar
Swasta (50.29%))

Tinggi. Kondisi ideal:


Penyinaran
matahari 5?7
jam/hari.
Temperatur
24?280C. Ketinggian
1?500 m dpl.
Kecepatan angin 5?6
km/jam.

Tinggi. Curah hujan


ideal 1.500?4.000
mm/thn.

Proses pemupukan; Ketepatan waktu panen

Ketersediaan pupuk; Infrastruktur jalan sekitar


kebun sawit; Tingkat permintaan dunia

Rakyat dan Industri

Rendah. Kondisi
ideal: Drainase baik;
Suhu 18--27 C, suhu
yg terlalu tinggi dan
kelembaban rendah
dpt menyebabkan
kerontokan bunga
dan buah

Rendah. Curah
hujan tinggi akan
menyebabkan
bunga mudah gugur

Hama dan penyakit; Teknis budidaya;


Kekurangan Unsur dalam Tanah

Manajemen Pascapanen; Penyimpanan; Tidak


adanya kepastian jual; Harga yang berfluktuasi

Rakyat dan Industri

Tinggi. Kondisi ideal:


Ketinggian tanah: 0400 mdpl; Iklim
kering, agak panas,
cerah (25 C--32 C);
Kelembaban 80-90
%; Intensitas
matahari tinggi,
tanpa naungan

Sedang-Rendah
(tergantung
varietas). Curah
hujan yg sesuai 3002500 mm/thn.
Curah hujan dan
kelembaban yg
terlalu tinggi
memudahkan jamur
tumbuh pd
tanaman.

2--3 hari

3--4 bulan

Perbedaan produksi pd musim kemarau&


musim hujan; Belum cukup tersedia
varietas unggul bawang merah yang
resisten thd hama dan penyakit& sesuai pd
musim hujan; Ketergantungan petani
bawang merah terhadap benih impor;
Kendala sosialisasi dan substitusi varietas
unggul bawang merah

Manajemen pascapanen; Fluktuasi harga

* Persen Kontribusi thd Produksi Nasional, 2010

58