Anda di halaman 1dari 14

Kirim Pertanyaan

KESEHATAN
WANITA

DARI PEMBACA
DOWNLOAD

KIRIM PERTANYAAN

About

Pasang Banner

AKHLAK

Pasang Iklan

RAMADHAN

Syarat dan Ketentuan Iklan

AQIDAH

FIKIH

KIRIM PERTANYAAN

DONATION

PASANG BANNER

ANAK FIKIH PERNIKAHAN

Menyambut Kelahiran Si
Buah Hati
by Konsultasi Syariah

December 13, 2012

Enter your search...

VIDEO PILIHAN YUFID.TV

Suka

Bagikan

527

Menyambut
Kelahiran Si
Bagikan 527
Buah Hati
Segala puji bagi Allah, shalawat dan
salam semoga tercurah kepada
Rasulullah, keluarganya, para
sahabatnya dan orang-orang yang
mengikutinya hingga hari kiamat.
Amma badu:

MANHAJ

Donation

Berikut ini hukum-hukum penting


seputar bayi yang baru lahir; dan
apa saja yang perlu dilakukan
terhadapnya. Kami meminta kepada
Allah agar risalah ini ikhlas karenaNya dan bermanfaat, Allahumma
aamin.

A. Ketika lahir
1. Dianjurkan memberikan kabar
gembira dengan kelahiran seorang
anak. Dalilnya adalah firman Allah
Subhanahu wa Taala:
Kemudian Malaikat (Jibril)
memanggil Zakariya, sedangkan ia
tengah berdiri melakukan shalat di
mihrab (ia berkata): Sesungguhnya
Allah menggembirakan kamu dengan
kelahiran (seorang puteramu) Yahya.
(QS. Ali Imraan: 39)
2. Mentahnik (mengunyah buah
kurma, lalu mengolesinya ke langitlangit mulut si bayi, atau jika tidak
ada dengan madu) dan mendoakan
keberkahan untuknya (seperti
mengucapkan Baarakallahu fiih).


.
Dari Abu Musa ia berkata: Anak saya
lahir, lalu saya membawanya kepada
Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
kemudian Beliau menamainya

Meluruskan Istilah Haji


Akbar (Bagian 02)
September 30, 2014

Meluruskan Istilah Haji


Akbar (Bagian 01)
September 29, 2014

Kulit Terasa Gatal, Tebal


Dan Agak Mati Rasa
September 29, 2014

Apa itu Mubahalah


September 29, 2014

kemudian Beliau menamainya


Ibrahim, mentahkniknya dengan
kurma dan mendoakan keberkahan
untuknya. (HR. Bukhari)

B. Pada hari ketujuh (hari


lahir dihitung sebagai hari
pertama)
1. Mencukur habis rambutnya (baik
anak laki-laki maupun anak
perempuan) dan bersedekah kepada
orang-orang miskin dengan perak
atau senilainya sesuai berat
rambutnya ketika ditimbang. Hal ini
berdasarkan sabda Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam kepada
Fathimah saat ia melahirkan Al
Hasan:

Wahai Fathimah! Cukurlah


rambutnya dan bersedekahlah sesuai
berat rambutnya dengan perak. (HR.
Ahmad, Malik, Tirmidzi, Hakik, dan
Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh alAlbani dalam Shahih at-Tirmidzi no.
1226)
Dalam mencukur anak, kita dilarang
mencukur dengan model qaza
(mencukur sebagian kepala dan
meninggalkan sebagian yang lain).
Termasuk qaza adalah:
Mencukur secara acak.
Mencukur bagian tengah kepala
dan meninggalkan pinggirpinggirnya.
Mencukur pinggir-pinggir kepala
dan meninggalkan bagian

dan meninggalkan bagian


tengahnya.
Mencukur bagian depan kepala
dan meninggalkan bagian
belakang.
2. Memberinya nama (bisa
dilakukan pada hari lahirnya, hari
ketiga atau hari ketujuh), dan
hendaknya seorang bapak memilih
nama yang baik untuk anaknya. Ciri
nama yang baik adalah enak
didengar, mudah diucapkan oleh
lisan, mengandung makna yang
mulia dan sifat yang benar dan jujur,
jauh dari segala makna dan sifat
yang diharamkan atau dibenci
agama, seperti nama asing yang
tidak jelas, tasyabbuh (menyerupai)
nama orang-orang kafir dan nama
yang memiliki arti buruk.
=> Tingkatan nama-nama yang
dicintai
a. Menamai anak dengan nama
Abdullah atau Abdurrahman. Ini
adalah nama yang paling dicintai
Allah Taala. Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda, Inna
ahabba asmaaikum ilallah Abdullah
wa Abdurrahman, (artinya:
Sesungguhnya namamu yang paling
dicintai Allah adalah Abdullah dan
Abdurrahman). (HR. Muslim).
b. Nama abdu..(penghambaan)
yang disambungkan dengan Asmaul
Husna selain yang tersebut di atas.
Seperti Abdul Aziz, Abdul Malik,
dsb.
c. Menamai anak dengan namanama nabi dan rasul. Nabi

nama nabi dan rasul. Nabi


shallallahu alaihi wa sallam pernah
menamai sebagian sahabat dengan
nama nabi dan rasul.
d. Menamai anak dengan nama
orang-orang salih, seperti dengan
nama sahabat, tabiin dan imam
kaum muslimin.
e. Segala nama yang mencerminkan
kejujuran dan kebaikan manusia.

Donasi Yufid TV
Donasi Yufid TV dapat anda
salurkan melalui:
Bank Syariah Mandiri 7051601496 a.n Hendri
Syahrial
Bank Central Asia 4564807232 a.n. Hendri
Syahrial, SE

Konfirmasi ke finance@yufid.org

Donasi Langsung Via Paypal


$10

=>Nama-nama yang dilarang

$50

a. Menamai anak dengan nama yang


menunjukkan penghambaan kepada
selain Allah, seperti Abdul Kabah,
Abdusy Syams, Abdul Husain dsb.
b. Memberi nama dengan namanama yang khusus bagi Allah,
seperti Ar Rahman, Al Khaaliq, Ar
Rabb dsb.
c. Menamai anak dengan namanama patung atau berhala yang
disembah selain Allah, seperti Latta,
Uzza, Hubal, Brahma, Wisnu, Syiwa,
Dewa dan Dewi.
d. Nama yang mengandung klaim
dusta, mengandung unsur
kebohongan yang berlebihan, atau
nama yang isinya mentazkiyah
(menganggap suci) dirinya.
Termasuk ke dalamnya nama
Malikul Amlaak (rajanya para
raja), Syaahan Syaah (penguasa
para penguasa), Sulthaanus
salaathin (sultannya para sultan),
Abul Hakam (bapak penyelesai
masalah), Qaadhil qudhaat
(hakimnya para hakim) dsb.
e. Nama-nama setan, seperti Iblis,

atau $

Donasi Sekarang
Embed kode ini di web anda

BERGABUNG BERSAMA YUFID.TV

Yufid.TV - Channel Video Pengajian dan


Ceramah Agama Islam Terlengkap
2.017 video

Langganan

CATEGORIES

Adab
Adzan
AKHLAK
AL-QURAN
Anak
AQIDAH

35R

e. Nama-nama setan, seperti Iblis,


Ifrit, Khinzib, dsb.

AQIDAH
Berita

f. Nama-nama asing yang berasal


dari orang-orang kafir yang
merupakan ciri khas mereka,
misalnya Petrus, George, Suzan,
Diana, Robert dsb.
=> Nama-nama yang makruh
a. Nama yang membuat hati
menjauh, seperti Harb (perang),
Murrah (pahit), Khanjar (pisau).
Demikian juga nama-nama penyakit,
seperti Suham (penyakit unta), suda
(pusing), Dumal (bisul) dsb.

Bersuci
Bid'ah
Darah Wanita
Dari Redaksi
Download
Dzikir dan Doa
Ebook
FIKIH
Firqoh

b. Menamai anak dengan nama


yasaar, rabaah (untung), Najih
(sukses), barakah (berkah) dan aflah
(beruntung). Karena ada larangan
dari Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam. Sebabnya jika ada orang
yang menanyakan, Adakah si
barakah? jika dijawab: Tidak ada,
maka terkesan tidak ada
keberkahan.
c. Nama-nama yang mungundang
syahwat, terutama bagi para wanita.
Seperti fatin atau fitnah (penggoda),
Syadiyah (penyanyi merdu).
d. Nama yang menunjukkan makna
maksiat, seperti zalim, sariq
(pencuri), fasik, bakhil dsb.

Hadits
Haji
Halal Haram
Hukum Perdagangan
Hutang Piutang
Ibadah
Jenazah
Jihad
Jilbab
Karir
KESEHATAN
KITAB

e. Nama orang-orang fasik, artis atau


bintang film dan penyanyi.
f. Nama-nama binatang, seperti
khimar (keledai), kalb (anjing),
Hansy (lalat), Qunfudz (landak) dsb.
g. Nama-nama dobel, seperti Ahmad

Kontemporer
Makanan
Manajemen Qolbu

MANHAJ

g. Nama-nama dobel, seperti Ahmad


Muhammad, Said Ahmad dsb.
seharusnya jika hendak
menyebutkan bapaknya, ia
tambahkan bin/ibnu (putra).
h. Sebagian ulama juga membenci
pemberian nama dengan namanama malaikat, seperti Jibril, Mikail
dsb. Mereka juga memakruhkan
memberi nama dengan
namasuratdalam Al Quran, seperti
Thaha, Haamiiim, Yasin.
Catatan: Jika seseorang sudah
terlanjur memiliki nama yang buruk
tidak ada salahnya segera mengganti
sebagaimana Nabi shallallahu alaihi
wa sallam mengganti nama sebagian
sahabatnya dengan nama yang baik.
3. Mengkhitannya,

MANHAJ
Muamalah
Muharram
Nasehat
Pakaian
Pergaulan
Pernikahan
PERTANYAAN PEMBACA
Problematika Rumah Tangga
Puasa
Quote
Qurban
Ramadhan
RAMADHAN

Khitan termasuk sunanul fithrah


(sunnah para nabi), Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam
bersabda:




.
Fitrah itu ada lima atau lima bagian
fitrah, yaitu, Berkhitan, mencukur
bulu kemaluan, memotong kuku,
mencabut bulu ketiak, dan mencukur
kumis. (Muttafaq alaih)
Khitan hukumnya wajib bagi lakilaki, karena ia merupakan sunnah

Referensi Buku
SEJARAH ISLAM
Sholat
Video
WALLPAPER
WANITA
Waris
Zakat

laki, karena ia merupakan sunnah


Nabi Ibrahim alaihis salam dan kita
diperintahkan mengikutinya, di
samping itu khitan termasuk syiar
yang membedakan kita dengan non
muslim. Khitan bagi wanita
merupakan keutamaan bagi mereka,
Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam pernah bersabda kepada
sebagian wanita tukang khitan di
Madinah:


Rendahkanlah dan jangan
berlebihan, karena yang demikian
dapat mengindahkan muka dan
menyenangkan suami. (shahih, HR.
Abu Dawud, al-Bazzar, Thabrani dll,
lih. Silsilah ash-Shahiihah 2:353-358)
Ulama madzhab Syafii
menganjurkan agar khitan
dilakukan pada hari ketujuh.
Demikian juga hendaknya khitan
dilakukan tidak ketika anak
mencapai masa baligh. Ibnul Qayyim
berkata, Tidak boleh bagi wali
membiarkan anaknya tidak dikhitan
hingga ia baligh.
Kecuali jika sebelumnya ia non
muslim, lalu masuk Islam atau tidak
mengetahui hukum khitan, maka
meskipun sudah dewasa, ia tetap
disyariatkan berkhitan. Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam
bersabda kepada seseorang yang
datang kepada Beliau menyatakan
diri masuk Islam:





Hilangkanlah rambut kekufuran dan
berkhitanlah. (HR. Abu Dawud dan
isnadnya hasan)
4. Mengaqiqahkannya.

C. Aqiqah
Aqiqah artinya hewan yang
disembelih untuk bayi yang baru
lahir. Aqiqah termasuk hak anak
yang hendaknya dipenuhi orang tua.
Hukumnya sunnah muakkadah
(sunnah yang sangat ditekankan),
Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam bersabda:



Setiap anak hendaknya ada aqiqah.
Oleh karena itu, tumpahkanlah darah
dan singkirkanlah kotoran. (HR.
Bukhari)
Maksud tumpahkanlah darah
adalah dengan disembelihkan
hewan untuknya. Sedangkan
maksud disingkirkan kotoran
adalah dengan dicukur rambutnya.
Untuk anak laki-laki, disembelihkan
dua ekor kambing yang sepadan
(baik usia, jenis maupun fisiknya),
sedangkan untuk anak perempuan
satu ekor kambing.
Dari Aisyah radhiyallahu anha,
bahwa Rasulullah shallallahu alaihi

, ;

, ;


;



- ,

wa sallam memerintahkan mereka


(para sahabat) agar beraqiqah dua
ekor kambing yang sepadan untuk
bayi laki-laki dan seekor kambing
untuk bayi perempuan. (HR.
Tirmidzi, dan ia menshahihkannya)
Jika tidak sanggup dua ekor kambing
untuk bayi laki-laki, maka tidak
mengapa seekor kambing.
Waktu aqiqah adalah pada hari
ketujuh, jika tidak bisa maka pada
hari keempat belas dan jika tidak
bisa, maka pada hari kedua puluh
satu. Imam Ahmad berkata:
Disembelih pada hari ketujuh, jika
tidak dilakukannya, maka pada hari
keempat belas dan jika tidak
dilakukannya, maka pada hari kedua
puluh satu.[1]
Catatan seputar aqiqah:
Ahkam (hukum seputar)
hewan yang diaqiqahkan sama
dengan hewan udh-hiyyah
(kurban), baik usianya,
selamatnya dari cacat, maupun
pembagiannya. Hanya saja
dalam aqiqah tidak berlaku
musyaarakah (patungan).
Jika kambing maka usianya setahun
atau lebih, tidak boleh usianya

kurang dari yang disebutkan. Jika


berupa biri-biri/domba maka yang
usianya setahun atau lebih di atas
itu. Namun jika tidak ada biri-biri
yang usianya setahun maka boleh
yang mendekati setahun.
Untuk pembagiannya juga sama
seperti pembagian kurban, yakni
dianjurkan membagi-bagikan
kurban menjadi tiga bagian.
Misalnya sepertiga dimakan orang
yang berkurban, sepertiga
disedekahkan kepada orang fakir
dan sepertiga lagi untuk
dihadiahkan kepada kerabat atau
tetangga.
Dianjurkan tulang hewan
aqiqah yang sudah disembelih
tidak dipatah-patahkan atau
dipecahkan. Dalam hadits
disebutkan:


:

Makanlah, berikanlah kepada orang
lain dan janganlah kamu pecahkan
tulangnya, Beliau juga bersabda:
Dipotong anggota badannya, namun
tulangnya tidak dipecahkan. (HR.
Hakim dalam Mustadrak, ia berkata
Shahih isnadnya dan disepakati
oleh adz-Dzahabiy, namun dianggap
cacat oleh Syaikh al-Albani)
Namun karena hadits ini dianggap
cacat, maka kembali kepada hukum

asal, yaitu boleh dipatah-patahkan.


Wallahu alam.
Ditulis oleh Ustadz Marwan bin
Musa
Artikel
www.KonsultasiSyariah.com

Keterangan:
[1] Menurut Penyusun al-Fiqhul
Muyassar (hal. 196), bahwa waktu
boleh menyembelih hewan aqiqah
dimulai dari lepasnya janin dari
perut ibunya dan berlangsung
anjuran menyembelihnya sampai
baligh, hanyasaja disunatkan
menyembelihnya pada hari ketujuh
dari kelahiran berdasarkan hadits
Samurah radhiyallahu anhu ia
berkata: Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda,



Setiap anak tergadai dengan
aqiqahnya; disembelih untuknya
pada hari ketujuh, dicukur dan diberi
nama. (HR. Abu Dawud, dan
dishahihkan oleh Syaikh al-Albani
dalam Shahih Abi Dawud).
Tweet

Suka
4

Bagikan

527

Bagikan

527

VIDEO PILIHAN YUFID.TV

PREVIOUS STORY

NEXT STORY

Hukum

Laporan

Gundul Bagi
Wanita

Sementara
Donasi
Peduli
Palestina

ARTIKEL TERKAIT

Minum
Susu Istri,
Suami
Jadi Anak
Persusuan?

Menggabungkan
Apakah
Kultum
DisunnahkanAkikah
Bada
dengan
Berjabat
Tarawih,
Kurban
Tangan
Bolehkah?
Setelah
Shalat?

FIKIH

Pernikahan

Anak

DARI KAMI

Menyambut Kelahiran Si Buah Hati

ARTIKEL TERBARU

TENTANG
KONSULTASISYARIAH.COM

About

Meluruskan Istilah Haji


Akbar (Bagian 02)

KonsultasiSyariah.com

Donation
Meluruskan Istilah Haji
Download E-Magz Gratis

Akbar (Bagian 01)

Kirim Pertanyaan

Kulit Terasa Gatal, Tebal

Pembahasan kasus dan


jawaban dipaparkan secara
jelas dan ilmiah, berdasarkan
dalil Alquran dan Sunnah serta

Apa itu Mubahalah

Pasang Banner

jawab seputar permasalahan


kehidupan sehari-hari.

Dan Agak Mati Rasa

Newsletter

menyajikan berbagai tanya

keterangan para ulama.


Sujud yang Membatalkan

Pasang Iklan

Sholat
SEARCH

Registration API
Syarat dan Ketentuan Iklan

KESEHATAN

Enter your search...

DARI PEMBACA
MANHAJ

WANITA

AKHLAK
DOWNLOAD

RAMADHAN

AQIDAH

FIKIH

KIRIM PERTANYAAN

Konsultasi kesehatan dan tanya jawab Islam Copyright 2009-2013 KonsultasiSyariah.com