Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Tuhan yang telah menurunkan Al
Quran agar manusia berpikir dan berpedoman kepadanya dalam mengarungi samudra
kehidupan. Sholawat salam semoga selalu tercurahkan kehadirat Nabi Besar Muhammad
SAW yang telah menuntun manusia pada jalan yang benar.
Terimakasih kami haturkan kepada tutor kami dr.Nurmaliza Hasan yang telah
membimbing kami selama diskusi berlangsung.
Makalah ini, selain disusun guna memenuhi tugas, juga diharapkan dapat memberikan
pemahaman kepada para pembaca pada umumnya dan kepada kami khususnya tentang
diskusi kasus kita yang pertama mengenai PENENTUAN IDENTITAS. Agar kami
mengetahui dan memahami bagaimana menentukan identifikasi korban mutilasi
Akhirnya kami memohon maaf atas segala kekurangan yang ada dalam makalah ini.
Kami memahami benar bahwa tidak ada gading yang tidak retak, karenanya,kritik dan saran
yang membangun sangat kami harapkan guna penyempurnaan makalah dimasa mendatang.

Pekanbaru, 1 Desember 2011

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................
BAB 1: PENDAHULUAN..............................................................................................
1.1
1.2
1.3
1.4
1.5
1.6

KASUS..................................................................................................................
STEP 1 : Klarifikasi Term dan Konsep.............................................................
STEP 2 : Mendefinisikan / menegaskan Problem
STEP 3 : Analisis Problem Brainstorming
STEP 4 : Menyusun penjelasan ( Membuat Spiderwab )
STEP 5 : memformulasikan sasaran belajar

BAB 2 : PEMBAHASAN
2.1

DNA

2.2

PERAN DNA

2.3

LEUKOSIT

2.4

PEMERIKSAAN SIDIK JARI

2.5

FORENSIK DNA PROFILING

2.6

RFLP

2.7

ISOLASI DNA

BAB 3 : PENUTUP
3.1

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
2

1.1

KASUS

PENENTUAN IDENTITAS
Y adalah seorang korban mutilasi yang ditemukan potongan tubuhnya disebuah kota p
.pihak keluarga yang merasa kehilangan saudaranya meminta agar dilakukan tes terhadap
korban yang mimiliki cirri seperti Y
1.2

STEP 1 : KLARIFIKASI TERM DAN KONSEP


identitas
Ciri atau keadaan khusus seseorang dapat berupa identitas dokumen ( KTP,
SIM , Pasport )
Mutilasi
Jenis kejahatan yang tergolong sadis , dimana pelaku kejahatan tersebut
menghilangkan nyawa dan memotong korban .
KEYWORD :

1.3

Korban mutilasi
Identitas
Potongan tubuh
Pihak keluarga kehilangan saudara
Tes terhadap korban
STEP 2 : MENDEFINISIKAN / MENEGASKAN PROBLEM

1. Bagaimana pengidentifikasian terhadap tuan Y pada kasus ini ?


2. Hal-hal apa saja yang berperan untuk pencarian identitas ?
3. Siapa yang berhak terhadap pemeriksaan kasus ini ?
4. Apa landasan hukum dalam kasus ini ?
5. Bagian tubuh mana saja yang akan dilakukan tes ?
6. Apa pandangan islam tentang kasus ini ?
7. Bagaimana pemeriksaan DNA dalam kasus ini ?
8. Tes apa saja yang digunakan untuk mengidentifakasi korban ?
9. Apa saja langkah langkah dalam melakukan tes DNA ?
10. Bagaiman jika korban mutilasi tidak ada keluarga yang mengakuinya ?
11. Apa tujuan dari penentuan identitas ?
1.4 STEP 3 : ANALISIS PROBLEM : BRAINSTORMING
1. Pengidentifikasian dapat dilakukan dengan :
a. pengungkapan primer : wajah, sidik jari, struktur gigi, tahi lalat, umur/usia,
tinggi badan dan ukuran sepatu.

b. Pengungkapan sekunder : pakaian , celana yang digunakan, perhiasan, dan


lain-lain.
c. Pengungkapan DNA : pengungkapan yang lebih spesifik dan akurat.
2. pihak yang berwenang untuk melakukan identifikasi adalah :
Pihak kepolisian
Dokter ahli / dokter pemerintah sipil
Dokter ahli / swasta
Dokter ahli / dokter abri
Pihak yangberwenang ( pemeritah luar negeri untuk pembunuhan luar
negeri )
3. Hal-hal yang berperan dalam kasus mutilasi adalah :
a. Lokasi kejadian ( untuk melakukan pemeriksaan, izin terlebih dahulu)
b. Waktu / kapan mayat mati , dapat ditandai dengan lebam mayat (muncul 1/2
jamsetelah kejadian). Dan kondisi ( hancur / utuh )
c. Tenaga ahli (dr.forensik)
4. Aspek hukum dari kasus Mutilasi
Pasal 388 KUHP
Perbuatan mutilasi yang di lakukan serta merta dan berakibat matinya korban
dikenakan sanksi maskimal 15 tahun penjara.
Pasal 340 KUHP
Perbuatan mutilasi yang sebelumnya telah direncanakan terlebih dahulu dan setelah
dijalan kan berakibat matinya korban, dikenakan sanksi pidana mati atau podana
penjara seumur hidup.
Pasal 351 ayat 2
tindakan mutilasi pada ketentuan ini jelas mengacu pada tindakan untuk membuat
orang lain merasakan atau menderita sakit secara fisik hanya tindakan pengasingan ini
di lakukan oleh pelaku secara langsung tanpa ada rencana yang berakibat luka berat,
sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun.
Peraturan Pemerintah No.18 tahun 1981
tentang bedah mayat klinis dan bedah mayat anatomis serta transpalntasi alat dan
atau jaringan tubuh manusia
Undang undang Kesehatan No. 36 tahun 2009
Pasal 118 ayat 1
Mayat yang tidak di kenal harus diadakan upaya identifikasi
Pasal 119 ayat 1
4

Untuk kepentingan penelitian dan pengembangan pelayanan kesehatan dapat di


lakukan bedah mayat klinis di rumah sakit.
Pasal 119 ayat 2
Bedah mayat klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk
menegakkan diagnosis dan atau menyimpulkan penyebab kematian.
Pasal 119 ayat 3
Bedah mayat klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan atas persetujuan
tertulis pasien selama hidupnya atau persetujuan tertulis keluarga terdekat pasien.
5. Bagian-bagian tubuh yang bisa dilakukan pemeriksaan antara lain :
- Darah
- Kuku
- Rambut
- Gigi/ struktur gigi
- Tulang belulang ( tulang panggul, tengkorak, tungkai dll )
- Air liur korban
- Otot pantat kiri, otot tungkai atas kiri sisi dalam dan otot lengan
- Jaringan epitel ssel
- Pemeriksaan sperma ditubuh wanita (kasus yang di ikuti dengan kasus
pemerkosaan )
- Otot lengan kiri sisi luar
6. Cara menentukan jenis kelamin pada :
- Pemeriksaan makroskopis ( dalam keadaan utuh )
- Mikroskopis
- Pemeriksaan seks kromosom wanita / laki laki (gonosom)
- Sum sum tulang
- Tas darah
- Pemeriksaan sel darah putih (leukosit)
* Penentuan jenis kelamin ditentukan dnegan pemeriksaan makroskopik dan harus
diperkuat dengan pemeriksaan mikroskopik yang bertujuan menemukan kromatin
seks wanita seperti drumstick pada leukosit dan barrbody pada sel epitel serta jaringan
otot. Jenis kelamin juga bisa ditentuakn berdasarkan pemeriksaan tukang panggul,
tulang tengkorak, sternum, tulang panjang serta skapula, dan metakarpal
7. Q.S annisa 92

Artinya : dan tidak layak bagi seorang muslim membunuh muslim yang lainya kecuali
karena tersalah.
Q.S annisa 93

Artinya : dan barang siapa yang membunuh saudaranya , maka balasanya neraka
jahanam, dan Allah sangat memurkai dan melimpahkan azab bagi orange yang
membunuh dengan sengaja.
8/9

Metode forensic pemeriksaan DNA yaitu :


-

Pemeriksaan sidik jari ( finger printing )


RFLP
Pemeriksaan forensic DNA ( forensic DNA profiling)
Isolasi DNA

10. Metode tes DNA yang biasa digunakan adallah metode elektroforesis, meliputi
beberapa tahapa, yaitu :
Preparasi sampel dan pengambilan sampel DNA ( isolasi ) dari bagian
tubuh
Pemurnian DNA dari kotoran kotoran seperti protein dan RNA
dengan enzim protease dan RNase menggunakan tenik sentrifugasi /
filtrasi vakum
Penghitungan kadar DNA menggunakan spektrofometer dengan
panjang minimal 100 kb dan harus dapat dicerna oleh enzim restriksi
Jika panjang Dna tidak mencukupi dilakukan metode PCR
( polymerase chain reaction )
Dimulai dari pengikatan dua oligonukleotida ( primer ) yang telah
diketahui kesekuens sekuens target yang diinginkan, kemudian DNA
polymerase akan memperpanjang oligonukleotida tersebut. Setiap
reaksi akan diulang setelah tahap denaturasi sehingga terjadilah
amplifikasi ( penguatan ) secara eksponsial
Hasil amplifikasi adalah copy urutan DNA lengkap dari DNA sampel
Karakterisasi copy urutan DNA dengan elektroforesis untuk melihat
pola pitanya
Tahapan typing untuk memperoleh tipe DNA
Finnishing untuk mencocokkan type type DNA

11. akan dilakukan pemeriksaan ( atopsi ) setelah beberapa minggu , jika tidak ada yang
mengakui, maka dapat diserahkan kepada pihak rumah sakit yang berwenang dan dapat
dilakukakn pembelian mayat pada pihak-pihak tertentu seperti fakultas kedokteran dengan
peraturan tertentu sebagai pengganti biaya administrasi dan jika tidak perlu maka dapat
dilakukan pemakaman masal.
6

12. tujuan pemeriksaan / penentuaj identitas :


-

1.5

Mengetahui identitas korban/ memperjelas data


Mengungkapakan kasus / motiv pelaku
Mencari pelaku yang mengakibatkan kematian (exit).

STEP 4 : SPIDER WEB


PENENTUAN IDENTITAS

IDENTIFIKASI

ASPEK HUKUM

ASPEK AGAMA

PEMERIKSAAN
BAGIAN
TUBUH
HAL YANG
MEMPENGARUHI
PENENTUAN
PRIMER

SEKUNDER

DNA

PENGERTIAN DAN
PERAN

PEMERIKSAAN

SIDIK JARI

DNA
FORENSIK
7

ISOLASI DNA
JENIS KELAMIN
MIKROSKOPIS

MAKROSKOPIS

SUM-SUM TULANG
LEUKOSIT

1.6

MEMFORMULASIKAN SASARAN BELAJAR


1. Mengetahui dan memehami bagaimana menentukan identifikasi korban mutilasi
2. Mengetahui aspek aspek identifikasi yang meliputi :
- Penentuan
- Bagian-bagian tubuh yang memudahkan identifikasi
- Jenis kelamin
- Hal-hal yang berperan / yang mempengaruhi
- Pemeriksa yang berwenang

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 DNA
Di temukan bahan informasi genetijk dikode di sepanjang suatu molekul
polimerik yang hanya terdiri dari 4 monomerik : yaitu asam deoxyribonucleic
acid, DNA )
Merupakan dasar kimiawi hereditas dan disusun menjadi gen ( unit dasar
informasi genetic ). Di buktikan pada tahun 1944 diserangkaian experiment oleh

a.
b.
c.
d.

avery , Macleod dan Mc Carty.


DNA mengandung 4 deoksinukleotda yaitu :
Deoksiadenilat
Deoksiguanilat
Deoksisitidilat
Timidilat
Unit-unit monomerik dna ini dibuat menjadi bentuk monomerik oleh jembatan 3, 5fosfodieter sehingga membentuk untai tunggal.
Kedua untai heliks untai ganda disatukan oleh ikatan hydrogen. Antara basa purin
dan basa pirimidin molekul linear yang bersangkutan maupun oleh ikatan hidrofobik
dan van der waals antara pasangan pasangan basa yang berdekatan .
Ikatan hydrogen : Adenin (A) dengan guanine (G)
Timin (T) dengan citocin (C)
Gambar ikatan basa DNA
Sebuah segman salah satu untai molekul DNA yang basa-basa purinnya dan basa-basa
pirimidinya : guanine (G), sitosin (C), timin (T), dan adenine (A). disatukan oleh

jembatan fosfodieter antara gugus-gugus 2-deoxirybosil yang melekat pada


nukleobasa oleh ikatan N-glikosida.
Perhatikan bahwa jembatan fosfodieter memiliki polaritas (arah) . sebgai perjanjian
sekuens DNA untai tunggal ditulis dalam arah 5 ke 3 . GTCA mewakili ke 4 basa
dan p mewakili pospat penghubung.
Kedua untai dengan pasanga nbasa yang disatukan oleh ikatan hydrogen berputar
mengelilingi suatu sumbu sentral dalam bentuk heliiks ganda (double heliks) . DNA
untai ganda memiliki 6 bentuk heliks ganda ( A B C D E dan Z ) bentuk B biasanya
ditemukan pada keadaan fisiollogis ( rendah garam derajat hidrasi tinggi ). Satu
putaran B-DNA disekeliling sumbu molekul mengandung sepuluh pasangan basa .
jarak yang ditempuh (s) oleh satu putaran B-DNA yaitu sepanjang 3,4 nm (34
amstrong) lebar ( diameter heliks) ganda di B-DNA adalah 2 nm (20 amstrong).
Denaturasi ( pelelehan) DNA digunakan untuk menentukan struktur DNA . struktur
untai ganda DNA dapat dipisahkan (dicairkan) menjadi 2 rantai komponen dalam
larutan dengan cara meningkatkan suhu / menurunkan konsentrasi garam. Akibatnya
kedua tumpukan basa tidak saja saling jauh tetapi tumpukan basa itu terurai meskipun
masih berada dalam polymer karena adanaya jembatan fosfodieter.
Ikatan hydrogen disebut juga ikatan basa A = T (ikatan rangkap 2)
G C (ikatan rangkap 3)
Ranturasi DNA memerlukan pencocokan pasangan basa\
Untai untai DNA yang terpisah dapat mengalami renaturasi atau reasosiasi jika suhu
fisiologis dan kondisi garam yang sesuai tercapai disebut hybridissasi . contohnya
DNA akan membentuk hybrid dengan DNA komplementer( cDNA)/ mRNA.
Gambar dna
Pembentukan pasangan basa antara deoksiadenosin dan timidin memerlukan 2 ikatan
hydrogen. Diantara deoksisitidin dan deoksiguanin terbentuk tiga ikatan hydrogen.
Iktan hydrogen digambarkan sebagai garis putus putus.
Terdapt alur alur molekul DNA
Pemeriksaan cermin terhadap model yang diperhatikan digambar mengungkapkan
adana alur mayor (major genom) dan alur minor (minor genom) yang memuntir
disekeliling molekul sejajar denga n jembatan fosfodieter dan ekspresi gen spesifik
diatur oleh protein regulatorik melalui interaksi.

10

2.2 PERAN DNA


- Mengabrkan informasi genetic
- duplikasi yang akan diturunkan keanak
- DNA adalah substansi gen, unit pewarisan sifat yang meneruskan dari
induk keketurunan setiap kromosm terdiri dari satu molekul DNA yang
sangat panjang dengan ratusan atau ribuan gen yang tersusun
disepanjang molekul tersebut. DNA kromosom direplikasi ketika suatu
sel mempersiapkan diri untuk membelah, dan masing masing dari
dua sel baru yang terbentuk mewarisi satu set gen yang lengkap
Setiap orang memulai kehidupan sebagai suatu sel tunggak
yang memperoleh DNA yang diwarisi dari kedua orang tua. Replikasi
DNA pada setiap pembelahan sel akan meneruskan salinan DNA
tersebut ketriliun sel kita
Kemampuan DNA untuk menyimpan informasi berasal dari
struktur molekulernya. Setiap molekul DNA tersusun atas dua rantai
panjang yang membentuk heliks ganda

Proses dalam replikasi DNA (DNA menjadi sel anakan )


Replikasi DNA adalah peristiwa sintesis DNA saat suatu sel membelah secara
mitosis , tiap tiap sel hasil pembelahan mengandung DNA penuh dan identik sepertin

11

induknya . dengan demikian DNA harus secara tepat di replikasi, , replikasi DNA
dapat terjadi dengan adanya sintesis nukleotida baru dari rantai nukleotida lama.
Proses komplementasi pasangan basa menghasilkan suatu molekul DNA yang baru
yang sama dengan molekul DNA yang lama sebagai cetakan . kemungkinan
terjadinya replikasi dapat melalui 3 model . yaitu :
a. Model kenservatif
b. Model semikonservatif
c. Model disvertif
a. Model konservatif : adalah dua rantai DNA lama tetap tidak berubah fungsi sebgai
cetakan untuk 2 rantai DNA baru.
b. Model semikonservatif : adalah dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru
disintersis dengan prinsif komplementasi pada masing-masing rantai DNA tersebut ,
akhirnya dihasilkan dua rantai DNA baru yang masing-masing mengandung satu
rantai cetakan molekul DNA lama dan satu rantai baru hasil fotosintesis.
c. Dispertif : yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebagai
cetakan untuk sintesis rantai DNA baru.

Gambar DNA

RNA ( ribonucleic acid)


\merupakan makromolekul yang berfungsi sebagai pengimpanan dan penyalur informasi
genetic. RNA sebagai penyimpanan informasi gengetik misalnya pada genetic virus terutama
golongan retrovirus . RNA sebagai penyalur informasi genetic misalnya pada proses translasi
untuk sintesis protein RNA juga dapat berfungsi sebagai enzim ( ribozim) yang dapat
mengkatalis formasi RNA nya sendiri atau molekul RNA lain.
Struktur RNA
Merupakan rantai tunggal polinukleotida . setiap ribonukleotida terdiri dari 3 gugus molekul.

Gambar urasil dg ribose

Yaitu : - 5 karbon (ribose)


12

Basa nitrogen yang terdiri dari golongan purin (yang sama dengan DNA dan

golongan pirimidin yg berbeda yaitu Citicin (C) dan urasil (U)


Gugus fosfat.

Purin dan pirimidin yang berikatan dg ribose membentuk suatu molekul yang dinamakan
nukleosida atau ribonukleosida yang merupakan hasil transkripsi dari fragmen DNA sehingga
RNA merupakan hasil polymer yang jauh lebih pendek disbanding DNA.
Tipe RNA :
-

mRNA (messeger RNA )


tRNA (transfer RNA )
rRNA ( ribosom RNA )

mRNA : merupakan RNA yang urutan basa komplementernya (berpasangan) dengan salah
satu urutan basa rantai DNA . mRNA membawa pesan atau kode genetic (kodon) dari
kromosom (didalam inti sel) ke ribosom (didalam sitoplasma) . kode genetic mRNA tersebut
kemudian menjadi cetakan untuk menentukan spesifik urutan asam amino pada rantai
polipeptida mRNA berupa rantai tunggal yang relative panjang
tRNA : merupakan RNA yang membawa asama amino satu persatu keribosom pada salah
satu ujung RNAt terdapt tiga rangkaian basa pendek (disebit antikodon). Sautu asam amino
tertentu akan melekat pada ujung RNAt yang bersebrangan dengan ujung antikodon.
Pelekatan ini merupakan cara berfungsinya tRNA yaitu membawa asam amino spesifik yang
nantinya berguna dalam sintesis protein yaitu pengurutan asam amino sesuai urutan kodon
pada mRNA.
rRNA : merupakan komponen structural yang utama didalam ribosom . setiap subunit
ribosom terdiri dari 30-46% molekul rRNA dan 70-80% protein.
-

Sintesis protein
A. ekspresi gen : merupakan proses dimana informasi yang dikode didalam gen
diterjemahkan menjadi urutan asam amino selain sintesis protein. Dogma sentral
mengenai ekspresi gen yaitu DNA yang membawa informasi genetic ditranskripsi
menjadi RNA dan diterjemahkan menjadi polipeptida . selama ekspresi gen ,
informasi genet8ik ditransfer secara akurat dengan DNA melalui RNA untuk
menghasilkan polipeptida dengan urutan asam amino yang spesifik.

13

Ekspresi gen merupakan sintesis protein yang terdiri dari dua tahap. Tahap
pertama urutan rantai nukleotida template ( cetakan ) dari suatu DNA untai ganda
disalin untuk menghasilkan satu rantai.
a. Transkripsi
Berlangsung dalam nucleus yang merupakan sintesis RNA dari salah satu rantai DNA
yaitu rantai cetakan atau sense . rentangan DNA yang ditranskripsikan menjadi
molekul RNA tersebut unit transkripsi.. RNA dihasilkan dari aktivitas enzim RNA
polymerase yang membawa pilinan kedua rantai DNA hingga terpisah dan
merangkaikan nukleotida RNA .enzim RNA polinmerase nukleotida-nukletida RNA
dari arah 53saat terjadi perpasangan basa diperpanjang DNA menandai dimana
transkripsi suatu gen dimulai dan dimana diakhiri
Transkripsi terjadi 3 tahap :
inisiasi (permulaan ), elongasi (perpanjangan) dan pengakhiran (terminasi) rantai
RNA. Transkripsi menyintesis baik mRNA , tRNA , maupun rRNA , naman hanya
basa nitrogen yang terdapat pada mRNA saja yang nantinya diterjemahkan menjadi
menjadi asam amino.( protein)
# inisiasi :: daerah RNA polymerase melekat dan mengawali transkripsi disebut
sebagai promoter . suatu promoter mencakup titik awal ( star point) transkripsi
(nukleotida dimana sintesis RNA sebenarnya dimulai) dan biasanya membentang
beberapa pasangan nukleotida di depan titik awal tersebut . selain menentukan yang
mana dari kedua untai heliks DNA yang digunakan sebagai catatan.
# elongasi :: menggunakan bantuan DNA polymerase III )
Pada saat RNA bergerak disepanjang DNA , pilinan heliks ganda DNA tersebut
terbuka secara berurutan kira kira 10-20 basa DNA sekaligus. Enzim RNA
polymerase menambahkan polinukleotida ke ujung3 dari molekul RNA yang sedang
tumbuh disepanjang heliks ganda terbentuk kembali dan molekul RNA baru akan
lepas dari cetakan DNAnya transkripsi berlanjut pada laju kira-kira 60 nukleotida /
detik pada sel eukariotik.
# terminasi :: transkripsi berlangsung sampai RNA polymerase mentranskripsi urutan
DNA yang disebut terminator .terminator merupakan suatu urutan DNA yang
berfungsi menghentikan proses transkripsi.terdapat beberapa mekanisme yang
berbeda untuk terminasi transkripsi . pada sel eukariotik transkripsi berhenti tepat
pada saat RNA polymerase mencapai titik terminasi pada titik yang lebih jauh kirakira 10 hingga 35 nukleotida RNA yang telah terbentuk terlepas dari enzim tersebut.

14

DAFTAR PUSTAKA
Embrio kedokteran langman/T.W Sadler ahli bahasa,Brahm U. Pendit : editor edisi bahasa
Indonesia,Andita Novrianti. Edisi 10-Jakarta : EGC,2009.
Sumber(Http://www.resep.web.id/kehamilan/memungkinkan.anda.melahirkan.anak.kembar.h
tm)
(http://idasyah.multiply.com/reviews/item/4)

http://female.kompas.com/read/2009/11/04/10080443/8.Tanda.Anda.Hamil.Bayi.Kembar
Felicitas Harmandini | din | Rabu, 4 November 2009 | 10:08 WIB
http://www.detikhealth.com/read/2010/08/26/133022/1428402/764/risikomengandung-bayi-kembar

15