Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Didalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, dinyatakan bahwa

tujuan kita membentuk negara ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa yang
cerdas adalah bangsa yang dapat suvive didalam menghadapi berbagai kesulitan.
Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Pembangunan nasional ini bukan hanya pembangunan secara fisik melainkan juga harus
diikuti oleh pembangunan yang bersifat non fisik. Sehingga pembangunan ini meliputi
pembangunan dalam aspek ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.
Aspek-aspek tersebut harus dibangun secara seimbang dan sinergi untuk menciptakan
keharmonisan kehidupan. Pembangunan bidang ideologi dan politik saja tidak akan berhasil
apabila bidang sosial, budaya dan hankam tidak dibangun, demikian juga sebaliknya. Pada
intinya dari berbagai bidang kehidupan tadi hendak diarahkan kepada terjadinya keselarasan
dan kesinergisan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.
Pada Undang-Undang Khusus yang mengatur tentang anak yaitu dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada pasal 53
ayat (1): Pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan biaya pendidikan dan/atau
bantuan cuma-cuma atau pelayanan khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu, anak
telantar, dan anak yang bertempat tinggal di daerah terpencil.

Implikasi undang-undang itu adalah anak dari keluarga tidak mampu akan
mendapatkan biaya pendidikan secara cuma-cuma dari pemerintah. Permasalahannya,
bagaimana pemerintah mensosialisasikan dan membuat masyarakat mudah mengaksesnya.
Dalam pembangunan pendidikan, berbagai upaya pemberdayaan masyarakat dan
peningkatan kualitas sumber

daya manusia telah menunjukan kemajuan-kemajuan yang

cukup berarti, tercermin dari membaiknya berbagai indikator kinerja seperti pengendalian
tenaga kerja produktif, meskipun masih banyak lagi kondisi yang harus diperbaiki dan
ditingkatkan. Disamping perlu terus diupayakan peningkatan mutu kualitas atau derajat
pendidikan secara berkelanjutan untuk itu perlu menjadi perhatian dari seluruh komponen
bangsa agar melaksanakannya secara sungguh-sungguh. Guna kepentingan peningkatan
kualitas dan kapasitas anak-anak dan generasi muda. Tugas mulia ini merupakan kewajiban
semua warga negara untuk menjalankannya, termasuk Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga
(PKK).
Cara melaksanakan pendidikan sudah tentu tidak bisa terlepas dari tujuan pendidikan
Indonesia. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang dilakukan di bumi Indonesia
untuk kepentingan bangsa Indonesia. Tujuan pendidikan Bangsa Indonesia tertera dalam
Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2003 yang berbunyi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis sera bertanggung
jawab.
Selama masa KKN Kelompok 3 Stisipol Raja Haji, penulis menemukan bahwa minat
belajar siswa di Desa Penaga sudah sangat baik. Presentase murid yang menempuh
2

pendidikan hampir memuaskan. Namun dalam perjalanannya, proses pembelajaran di Desa


Penaga harus ditingkatkan lagi menyeimbangi minat belajar siswa yang cukup tinggi.
Permasalahan yang terdapat di Desa Penaga adalah kurangnya sarana maupun
prasarana dalam menunjang proses pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan yang
dimaksud adalah ruang belajar, kursi dan meja, guru, dan buku pelajaran serta media
pembelajaran yang mendukung akses pembelajaran siswa.
Permasalahan ruang belajar misalnya, tidak jarang siswa-siswa sekolah terutama
Sekolah Dasar yang betempat di Desa penaga harus berbagi ruang dengan kelas lainnya.
walaupun jumlah murid tidak terlalu banyak, namun hal tersebut dapat merusak konsentrasi
belajar siswa. Tidak jarang juga pihak sekolah harus menyediakan kursi dan meja tambahan
untuk belajar karena jumlah yang ada tidak mencukupi.
Mengenai tenaga guru yang bertugas di Desa Penaga, masih belum mencapai standar
yang seharusnya. Masih banyak guru yang mengajar tidak sesuai bidangnya dikarenakan
kekurangan tenaga, sehingga setiap tenaga guru memegang tugas mengajar secara rangkap.
Hal ini tidak terlalu menjadi permasalahan pada tingkat Sekolah Dasar, namun bagaimana
dengan tingkat selanjutnya yang mulai memiliki tuntutan untuk mempelajari bidang mata
pelajaran secara lebih mendalam.
Selain hal tersebut juga terdapat permasalahan transportasi, mengingat jarak tempuh
sekolah yang cukup jauh. Dalam permasalahan tersebut sudah terdapat kendaraan sekolah
yang merupakan bantuan dari Pemerintah, namun jumlah siswa lebih sering tidak sebanding
dengan kapasitas kendaraan yang disediakan akibat tumpangan dari siswa dari desa lainnya.

1.2.

Perumusan dan Pembatasan Masalah


3

Minat belajar siswa merupakan aspek yang sangat penting dalam menunjang
peningkatan kualitas dari proses pembelajaran. Minat merupakan motivasi dasar yang
membuat anak-anak ingin belajar. Oleh karena itu, minat yang sudah timbul hendaknya
ditunjang oleh berbagai faktor agar mendapat hasil yang lebih baik.
Faktor tersebut dapat berasal dari lingkungan pergaulan terutama keluarga, sarana dan
prasarana pembelajaran, pendidikan usia dini, kegiatan belajar yang dapat meningkatkan
semangat siswa sehingga penyerapan materi lebih optimal, juga dari pribadi siswa sendiri.
Berdasarkan permasalahan yang diuraikan diatas, dan dalam rangka Program Kuliah
Kerja Nyata Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol) Raja Haji, penulis tertarik
untuk membahas masalah FAKTOR-FAKTOR DALAM MENINGKATKAN MINAT
BELAJAR

SISWA DI

DESA

PENAGA,

KECAMATAN

TELUK

BINTAN,

KABUPATEN BINTAN.

1.3.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian dalam program KKN Stisipol Raja Haji yang menjadi topik

perhatian penulis adalah :


A. Tujuan Umum :
Diharapkan Program KKN yang telah dilaksanakan dapat bermanfaat bagi semua
pihak terutama mahasiswa, dalam pengalaman bersosialisasi secara langsung kepada
masyarakat sebagai objek pembangunan.
B. Tujuan Khusus :
4

1.

Diharapkan penulis dapat memahami gambaran umum kondisi pendidikan di daerah


pelosok secara umum melalui data kondisi dari Desa Penaga, dan dapat menjadi bahan

2.

atau pelajaran dalam dunia kerja


Diharapkan dapat menjadi sebagai masukan bagi pihak terkait terutama aparat Desa
Penaga maupun Pemerintah Kabupaten Bintan dalam upaya meningkatkan kualitas

3.

pendidikan siswa Desa Penaga


Diharapkan kegiatan KKN yang telah dilakukan dalam bidang pendidikan dapat
meningkatkan semangat dan minat penduduk Desa Penaga khususnya anak-anak dalam
mempelajari media teknologi sebagai pengenalan awal teknologi melalui pelatihan dasar

4.

komputer yang telah dipraktekkan langsung


Untuk penulis agar dapat melihat sejauh mana manfaat mata kuliah yang dipelajari dalam

5.

prakteknya pada pemerintahan Desa Penaga


Menambah wawasan praktis penulis mengenai gambaran realistis kondisi Desa-desa

6.

secara umum.
Mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan minat belajar siswa-siswi di Desa
Penaga.

1.4.

Kerangka Berpikir
Proses belajar siswa dipengarui berbagai faktor. Diantaranya motivai atau minat yang

merupakan dasar paling penting dalam proses pembelajaran. Motivasi penting dalam
menentukan seberapa banyak siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau
seberapa banyak menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi
untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam
mempelajari materi tersebut, sehingga siswa akan menyerap dan mengendapkan materi
dengan lebih baik.

Namun dalam pelaksanaannya minat siswa dapat terpengaruh oleh berbagai faktor
yang dapat menurunkan atau meningkatkan minat belajar siswa. Faktor-faktor tersebut
adalah:
a.
b.
c.
d.
e.

Lingkungan
Sarana dan prasarana pembelajaran,
Pendidikan usia dini,
Kegiatan belajar yang dapat meningkatkan semangat siswa
Faktor dari dalam diri siswa

1.5.

Metode Penelitian
a. Jenis Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam laporan kelompok KKN ini adalah bersifat

deskriptif kualitatif, yaitu penulis berupaya mencari fakta-fakta sesuai dengan ruang lingkup
observasi, yang kemudian dipaparkan dalam pembahasan selanjutnya.
Black menjelaskan bahwa penelitin ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman
yang mendalam mengenai aspek kualitatif suatu permasalahan penelitian yang kemudian
digambarkan secara akurat atau terperinci.
b. Teknik Pengumpulan Data
Penulis menggunakan teknik wawancara untuk mengumpulkan data lapangan. Yakni,
penulis melakukan wawancara secara langsung dengan penduduk Desa Penaga termasuk
aparat desa, pegawai UPT PAUS Kecamatan Teluk Bintan, dan guru-guru sekolah Desa
Penaga, serta beberapa murid sekolah di luar jam sekolah.

BAB II

GAMBARAN LOKASI PENELITIAN

Desa Penaga merupakan daerah pemerintahan Pemerintahan Kabupaten Bintan yang


dibagi dalam turunan pemerintahan Kenamatan Teluk Bintan. Di daerah ini terdapat tiga buah
Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang terletak di masing-masing tiga dusun di Desa Penaga,
yakni Dusun 1 Tanjung Pisau, Dusun 2 Rekoh, dan Dusun 3 Tanah Merah.
Tabel 1. Data Kependudukan Menurut Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kab. Bintan
Desa/Keluraha
n

BLM_
SKLH

TDK_TM
_SD

TM_SD

SLTP

SLTA

DIP_
II

DIP_III
STR_I

TEMBELING
TANJUNG

175

30

BINTAN BUYU

456

402

PANGKIL

288

PENAGA

172

43

98

14

12

1.345

293

350

10

253

580

260

112

13

13

702

170

707

191

116

PENGUJAN

290

361

534

141

100

11

TEMBELING

863

545

1.129

240

278

11

18

32

2.774

1.761

4.467

1.168

1.054

56

45

78

Menurut data diatas, jumlah pelajar dan mahasiswa Desa Penaga cukup memuaskan.
Ini menunjukkan minat belajar siswa yang cukup besar untuk menempuh pendidikan.
Berdasarkan pengamatan selama kami berada di Desa Penaga, penduduk anak-anak Desa
Penaga yang bersekolah, sangat aktif. Mereka bermain seperti biasa, dan tetap bersekolah
dengan kemauan keras. Hanya saja mereka tidak didukung pembelajaran di rumah. Setelah
jam sekolah usai, maka selesai jugalah proses belajar mereka.
Fasilitas sekolah yang disediakan seperti meja dan bangku, buku panduan belajar juga
masih kurang maksimal. Menurut pengakuan salah satu guru, bantuan dana yang diberikan
pemerintah melalui kebijakan yang telah ditentukan berupa dana Bantuan Operasional
Sekolah (BOS) dan bantuan lainnya telah sangat membantu. Namun untuk buku panduan
8

dinilai masih kurang memadai karena para siswa masih harus membagi bersama, satu buku
berdua, dalam pelajaran sekolah. Beberapa buku panduan tidak menjadi milik siswa atau
dapat dipinjamkan pulang kepada siswa untuk belajar di rumah. Hal tersebut juga menjadi
faktor tidak belajarnya siswa ketika usai jam sekolah.
Untuk meja dan bangku serta ruang belajar, juga masih terkendala dengan terkadang
tidak cukupnya ruang, meja dan bangku yang tersedia. Tidak jarang mereka harus berbagi
kelas dengan kelas lainnya dalam proses belajar yang dapat mengganggu konsentrasi
walaupun jumlah murid tidak jauh berbeda dengan jumlah satu kelas yang seharusnya.
Belajar dalam satu kelas dengan materi yang berbeda dapat memecah konsentrasi siswa.
Berikut terdapat data bangunan ruang sekolah yang terdapat di Desa Penaga :
Tabel 2. Data UPT PAUS Kecamatan Teluk Bintan
No.

Sekolah

1
2
3

SDN. 005
SDN. 011
SDN. 013

Keterangan

Ruang Belajar
RR
RB
3
-

B
3
5
-

: B : Baik

JLH
3
5
3

RB : Rusak Berat

: RR : Rusak Ringan

Tabel 3. Data UPT PAUS Kecamatan Teluk Bintan


No.

Sekolah

1
SDN. 005
2
SDN. 011
3
SDN. 013
Keterangan :
1.
2.

K.I

K.II

K.III

K.IV

K.V

K.VI

12
7
3

16
13
5

5
12
5

13
10
4

4
8
4

6
10
3

Jlh.
Guru
8
8
7

Jumlah guru tidak termasuk Kepala Sekolah dan karyawan lainnya


K : Kelas
9

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa ruang belajar siswa SD yang terdiri dari enam
tingkat yang seharusnya dengan kapasitas enam lokal, harus tercukupi dengan jumlah lokal
yang tersedia menurut tabel. Tidak terdapat shift pergantian belajar, seluruh proses
pembelajaran dilakukan pada satu waktu yang berarti para siswa harus membagi kelas. Selain
hal tersebut, para guru sedikit terkendala dengan tenaga guru yang kurang dan tidak pada
tempatnya seperti tidak tersedia guru olahraga bagi siswa SD.

BAB III

HASIL PENELITIAN
Di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakan bahwa tujuan kita
membentuk negara kesatuan Republik Indonesia ialah untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa. Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang dapat survive di dalam menghadappi
berbagai kesulitan. Kenyataannya ialah dewasa ini bangsa Indonesia dilanda dan masih
10

berada ditengah-tengah krisis yang menyeluruh. Kita dilanda oleh krisis politik, krisis
ekonomi, krisis hukum, krisis kebudayaan, dan tidak dapat disangkal juga didalam bidang
pendidikan. Memang pendidikan tidak terlepas dari kehidupan politik, ekonomi, hukum,dan
kebudayaan suatu bangsa. Bukankah pendidikan merupakan proses pembudayaan, dan
kebudayaan itu sendiri berkembang karena pendidikan? Dengan demikian di dalam masa
krisis dewasa ini ada dua hal yang menonjol yaitu :
1.

Bahwa pendidikan tidak terlepas dari keseluruhan hidup manusia didalam segala

2.

aspeknya yaitu politik, ekonomi, hukum dan kebudayaan.


Krisis yang dialami oleh bangsa Indonesia dewasa ini merupakan pula refleksi dari krisis
pendidikan nasional.
Dari uraian diatas dapat dilihat betapa penting peranan pendidikan dalam

pembanganan. Aparat pemerintahan yang menjalankan roda pemerintahan selayaknya dapat


memenuhi kriteria yang didapat melalui proses pendidikan. Pelaku pemerintahan sebagai
subjek yang menentukan jalannya pemerintahan harus dapat memahami hakikat sebuah
negara yang tercermin dari pendidikan yang dilaluinya. Pendidikan yang didapat tidak hanya
dari aspek kognitif, melainkan juga melalui aspek afektif yang mempunyai peranan lebih
besar dalam meningkatkan kecerdasan manusia.
Untuk itu diperlukan peningkatan pembangunan di bidang pendidikan untuk
menghasilkan manusia yang berkualitas dalam membangun Indonesia. Pada Undang-Undang
Khusus yang mengatur tentang anak yaitu dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada pasal 53 Ayat (1) : Pemerintah
bertanggungjawab untuk memberikan biaya pendidikan dan/atau bantuan cuma-Cuma atau
pelayanan khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu, anak terlantar, dan anak yang
bertempat tinggal di daerah terpencil.

11

Pemerataan pembangunan termasuk di bidang pendidikan telah diusahakan


pemerintah daerah termasuk pada daerah-daerah terpencil atau pelosok daerah khususnya
Pemerintah Kabupaten Bintan dalam naungan pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau.
Stisipol Raja Haji memiliki program KKN dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan
Tinggi ketiga yakni pengabdian civitas akademik kepada masyarakat. Untuk itu para
mahasiswa diturunkan langsung ke lapangan dalam hubungannya langsung kepada mayarakat
demi menjalankan kegiatan dan program yang telah disusun dalam rangka Kuliah Kerja
Nyata (KKN). Dalam hal ini, diadakan pembagian kelompok yang berjumlah 3 kelompok
mahasiswa IAN (Ilmu Administrasi Negara) reguler sore.
Saya tergabung dalam kelompok 3, dengan mengambil lokus KKN di Desa Penaga,
Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Sebagai laporan hasil KKN, pihak kampus
meminta dua jenis laporan yakni laporan KKN kelompok dan laporan KKN individu yang
berisi pembahasan masalah yang dianggap menarik bagi individu kelompok KKN. Untuk itu
seperti yang telah dijelaskan pada Bab pendahuluan, saya membahas mengenai pendidikan di
Desa Penaga yang ruang lingkupnya dipersempit dengan pembahasan minat belajar siswa.
Pada dasarnya minat belajar siswa Desa Penaga sudah bagus. Tingkat kehadiran dan
jumlah penduduk yang belajar di lembaga resmi cukup tinggi. Namun minat tersebut dapat
berubah seiring dengan proses perjalanannya melalui berbagai faktor. Baik dari faktor dalam
diri maupun faktor lingkungan.
Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai suatu proses internal (dari dalam
diri seseorang) yang mengaktifkan, membimbing, dan mempertahankan perilaku dalam
rentang waktu tertentu. Pendapat tersebut dikemukakanoleh ahli psikologi Baron.

12

Graham dan Golan menyatakan bahwa : motivasi penting dalam menentukan


seberapa banyak siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa banyak
menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar
sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu,
sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik.
Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan
belajarnya. Kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pe;ajaran
dan kegiatan pembelajaran yang dimiliki oleh siswa yang bersangkutan. (Djamarah S.B,
dkk).
Pada uraian diatas dapat disimpulakan bahwa motivasi merupakan faktor dasar yang
utama dalam proses pembelajaran siswa dan dalam menentukan tingkat keberhasilan belajar
siswa.
Motivasi terbagi dua yaitu motivasi yang datang dari dalam diri anak, disebut
motivasi intrinsik, dan motivasi yang diakibatkan dari luar, disebut motivasi ekstrinsik (oleh
Djamarah S.B).
Peran motivasi dalam proses pembelajaran, motivasi belajar siswa dapat dianalogikan
sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin, motivasi belajar yang memadai akan
mendorong siswa berperilaku aktif untuk berprestasi dalam kelas, tetapi motivasi yang terlalu
keras justru dapat berpengaruh negatif terhadap keefektifan usaha belajar siswa.
Adapun fungsi dari motivasi dalam pembelajaran diantaranya :
1.

Mendorong timbulnya tingkah laku atau perbuatan, tanpa motvasi tidak akan timbul
suatu perbuatan misalnya belajar

13

2.

Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan mencapai tujuan

3.

yang diinginkan
Motivasi berfungsi sebagai penggerak, artinya menggerakkan tingkah laku seseorang.
Besar kecilnya motivasi akan menetukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan
Pada garis besarnya, motivasi mengandung nilai-nilai dalam pembelajaran sebagai

berikut :
1.
2.

Motivasi menentukan tingkat berhasil atau gagalnya kegiatan belajar siswa


Pembelajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pembelajaran yang sesuai

3.

dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat yang ada pada diri siswa
Pembelajaran yang bermotivasi menuntut kreativitas dan imajinitas guru untuk berupaya
secara sungguh-sungguh mencari cara-cara yang relevan dan serasi guna membangkitkan

4.

dan memelihara motivasi belajar siswa


Berhasi atau gagalnya dalam membangkitkan dan mendayagunakan motivasi dalam

5.

proses pembelajaran berkaitan dengan upaya pembinaan disiplin kelas


Penggunaan asas motivasi merupakan sesuatu yang esensial dalam proses mengajar dan
pembelajaran.
Dececco & Grwford, menyatakan bahwa dalam pemeliharaan dan peningkatan

motivasi siswa ada empat fungsi pengajar, yaitu : menggairahkan siswa, memberikan harapan
realistis, memberikan insentif, dan mengarahkan.
Cony Semiawan mengatakan bahwa minat (interest), adalah keadaan mental yang
menghasilkan respon terarah kepada sesuatu, situasi aatau obyek tertentu yang
menyenangkan dan memberikan kepuasan terhadapnya (statisfires). Demikian juga minat
dapat menimbulkan sikap yang merupakan suatu kesiapan berbuat bila ada simulasi sesuai
dengan keadaan tersebut.
Slameto, menyatakan bahwa : minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan
pada suatu hal atau aktivitas, tanpa adanya yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah
14

oenerimaan suatu hubungan antara diri sendiri dan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau
dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Minat adalah keinginan jiwa terhadap sesuatu
objek dengan tujuan untuk mencapai sesuatu yang dicita-citakan apabila didalam diri orang
tersebut tidak terdapat minat atau keinginan jiwa untuk mencapai tujuan yang dicitacitakannya itu.
Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar, minat menjadi motor penggerak untuk
dapat mencapai tujuan yang diinginkan, tanpa adanya minat, tujuan belajar tidak akan
tercapai. Minat belajar adalah keadaan mental atau kondisi jiwa yang menjadi motor
penggerak dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
Zakiah darajat mengatakan titik permulaan dalam mengajar yang berhasil adalah
membangkitkan minat belajar anak didik karena rangsangan. Rangsangan tersebut, membawa
kepada senangnya anak didik terhadap pelajaran dan membangkitkan semangat belajar
mereka.
Selain itu, guru harus mampu memelihara minat belajar siswa dalam belajar, yaitu
dengan memberikan kebebasan tertentu untuk pindah dari satu aspek ke lain aspek pelajaran
dalam situasi belajar. (Slameto)
Berbicara mengenai faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa, dapat ditemukan
beberapa faktor yang mempengaruhi minat siswa itu sendiri. Namun pada dasarnya faktor
tersebut dapat dikelompokkan kedalam faktor intern (dalam diri) siswa yang belajar. Faktor
ekstern (dari luar diri) siswa yang belajar dan faktor teknik atau pendekatan belajar.
Soemadi Soeryabrata mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran
yaitu:
a.

Faktor-faktor yang berasal dari luar diri pelajar


15

b.

Faktor yang berasal dari dalam diri pelajar


Dalam penerapannya pada kondisi pendidikan di Desa Penaga faktor-faktor tersebut

diatas dalam menjaga minat yang sudah timbul atau ingin menambah minat pelajar dapat
dijabarkan sebagai berikut :
a. Faktor-Faktor Ekstern (Dari Luar Diri Pelajar)
- Kesehatan
Kebanyakan Penduduk Desa Penaga, khususnya yang bermukim di Dusun Tanah
Merah, sangat rentan terserang penyakit. Hal ini disebabkan oleh pola hidup yang
kurang baik. Untuk itu, aktivitas penduduk khususnya anak-anak, pola hidup
hendaknya diatur.
Menurut informasi yang didapat, para orang tua, seringnya memberi uang saku
anak sehingga anak lebih suka untuk jajan makanan yang tidak sehat dan sudah
merasa kenyang ketika telah tiba di rumah. Pemenuhan gizi anak dinilai sangat
kurang. Untuk kedepannya diharapkan orang tua dapat lebih menjaga pemehuhan gizi
anak dengan mengatur pola makan yang lebih baik.
Kondisi kesehatan anak yang terganggu dapat membuat anak tidak bergairah
untuk mau belajar. Sevara psikologi, gangguan pikiran dan perasaan kecewa karena
konflik juga dapat mempengaruhi proses belajar.
- Integensi
Faktor intelegensi dan bakat besar sekali pengaruhnya terhadap kemampuan
belajar anak. Dalam proses pembelajaran, daya tangkap anak yang mempunyai tingkat
intelegensi yang baik, maka penyerapan materi akan lebih baik pula. Integensi dapat
dipengaruhi oleh asupan gizi, pola belajar, dan kondisi psikis anak.
- Cara Belajar
Minat anak-anak dapat dipengaruhi oleh cara pembelajaran mereka. Dalam hal
ini, bentuk dari catatan, pengaturan waktu belajar, tempat dan fasilitas belajar sangat
mendukung untuk belajar.
b. Faktor-Faktor Intern (Dari Dalam Diri Pelajar)
- Keluarga
16

Situasi keluarga sangat berpengaruh pada proses pembelajaran anak. Peran


keluarga terutama orang tua, merupakan faktor esensial kedua selain pembelajaran
yang didapatkan di Sekolah. Di Desa Penaga, Orang tua diharapkan agar
membimbing proses pembelajaran anak-anak di luar sekolah. Terutama dikarenakan
panduan berupa buku pelajaran terkadang diberikan secara bergantian bagi muridmurid di Desa Penaga.
Oleh karena itu, untuk dapat memaksimalkan anak dalam belajar, perlu dukungan
dari orang tua untu membimbing dan mengawasi proses pembelajaran anak.
-

Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan resmi yang mengatur pendidikan anak.

Tempat, gedung sekolah, pengajaran guru, perangkat kelas, dan relasi teman sekelas,
anak-anak dapatkan melalui sekolah. Dalam hal ini, peran guru sebagai motivator
belajar sangat diharapkan. Selain minat belajar dari siswa, peran guru dalam mengatur
proses belajar mempengaruhi daya tangkat dan dari minat dasar siswa tersebut.
Proses belajar yang gembira, kreatif dan inovatif oleh guru dapat membangkitkan
minat belajar siswa. Baru setelah itu penunjang melalui sarana dan prasarana sekolah.
Di Desa Penaga, kelengkapan fasilitas dari informasi yang didapat masih termasuk
dalam kategori kurang memuaskan. Hal itu juga diperkuat dengan pernyataan
pegawai UPT PAUS Kecamatan Teluk Bintan mengenai kelengkapan sarana dan
prasarana belajar sekolah di Desa Penaga.
-

Masyarakat
Lingkungan masyarakat dimana anak tinggal juga berperan dalam meningkatkan

minat anak. Yakni apabila terdapat masyarakat yang berpendidikan dan mempunyai
17

moral yang baik, terutama anak-anak yang berusia sebaya dengan mereka, dapat
menjadi pemicu anak untuk lebih giat belajar.
Sebagai contoh mahasiswa KKN datang berkunjung, mungkin dapat sekaligus
menjelaskan proses belajar mereka dan manfaat yang didapat, sehingga timbul
motivasi untuk menuntut ilmu kejenjang yang lebih tinggi.
Dari sekian banyak faktor yang harus diperhatikan, tentu tidak ada situasi sepenuhnya
yang dapat dilakukan secara keseluruhan dan sempurna. Tetapi berusaha untuk memenuhinya
sesempurna mungkin bukanlah faktor yang mustahil untuk dilakukan.

18

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN


a. KESIMPULAN
Anak-anak di Desa Penaga telah sangat cukup minat untuk balajar. Untuk menjaga
minta tersebut dalam belajar, diperlukan dukungan dari segala pihak, baik dari keluarga,
sekolah, pemerintah, maupun lingkungan. Dalam pelaksanaannya, pendidikan di Desa
Penaga masih terkendala dengan masalah kesehatan akibat pola hidup terutama pola makan
yang kurang baik.
Selain hal tersebut, dari aspek sekolah, para guru sedikit terkendala dengan tenaga
guru yang kurang dan tidak pada tempatnya seperti tidak tersedia guru olahraga bagi siswa
SD. Hal tersebut masih dapat ditangani oleh karena materi pelajaran SD tidak begitu
menuntut detail materi yang lebih mendalam pada suatu cabang ilmu. Akan tetapi, pemberian
materi akan kurang maksimal dibandingkan dengan tenaga pengajar yang ditempatkan sesuai
bidangnya. Permasalahan tersebut juga didukung dengan pengaksesan informasi yang sulit
didapatkan untuk penambahan materi sekolah.

19

Anak-anak merupakan cikal bakal penerus dan pelurus bangsa. Baik yang berada
dinpusat pemerintahan daerah maupun di pelosok daerah yang terpencil. Anak-anak bangsa
sudah seharusnya mendapat pendidikan yang layak untuk membantu dalam pembangunan
nasional. Aspek kualitas sumber daya yang selama ini dipermasalahkan, melalui pendidikan
yang baik dan merata dapat diatasi. Namun untuk mencapai hal tersebut siperlukan kerjasama
seluruh pihak dan komunikasi serta koordinasi yang baik.

1.

b. Saran
Pemerintah dapat lebih meningkatkan kerjasama, komunikasi dan koordinasi dalam
perbaikan kualitas pendidikan, terutama di Desa Penaga, yang selama ini antara UPT
Pendidikan dan Dinas terkait masih berjalan sendiri-sendiri. Hal tersebut demi

2.
3.

pencapaian dalam pemenuhan kebutuhan proses belajar.


Perbaikan pola makan agar kebutuhan asupan gizi anak terpenuhi
Dukungan dari keluarga dan sekolah merupakan hal terpenting demi meningkatkan minat

4.

anak
Penjagaan lingkungan tetap kondusif baik dari segi kebersihan lingkungan, suasana
keluarga maupun relasi.

20

FOTO KEGIATAN PELATIHAN KOMPUTER DAN SEKOLAH DI DUSUN


TANJUNGPISAU

21

22

BUKU HARIAN INDIVIDU

NAMA

: INDAH PRATIWI

NIM / NIRM

: 07101122 / 07103035201122

LOKASI KKN

: DESA PENAGA

NOMOR TELP

: 085762733484

NO
1

MINGGU PERTAMA
HARI/TANGGAL
Sabtu, 17 Juli 2010

WAKTU
13.00 13.15

URAIAN KEGIATAN
Tiba di Desa Penaga

2
3

13.15 14.00
14.00 14.40

Ishoma
Pengarahan secara umum Desa Penaga
oleh Kepala Desa

14.40

Mengunjungi Dusun Rekoh

15.00 17.00

Mengikuti Majelis Taklim di Masjid Dusun


Rekoh, sekaligus perkenalan dan
pemberitahuan kepada masyarakat desa
tentang kedatangan Kelompok KKN

KETERANGAN
Bersama Kepala Desa, kedatangan Kelompok KKN
Stisipol Raja Haji disambut oleh beberapa
perangkat desa lainnya
Oleh karena kedatangan Kelompok KKN Stisipol
Raja Haji pada hari libur, maka pada minggu
pertama ini, hanya data secara umum kondisi Desa
Penaga yang dapat disampaikan oleh Kepala Desa
Dusun Rekoh merupakan salah satu dari tiga dusun
yang terdapat di Desa Penaga
Masyarakat menyambut dengan baik akan
kedatangan Kelompok KKN Stisipol Raja Haji dan
bersedia mendukung program-program yang akan
dijalankan
23

17.00

Stisipol Raja Haji


Pulang

08.45

Kembali tiba di Desa Penaga

09.00 09.55

Sarapan pagi

10.00 13.30

Gotong royong

11

13.30 14.45

Ishoma

12
13

14.45 16.00
16.00

Meninjau lokasi
Go home

WAKTU
08.00 10.30

URAIAN KEGIATAN
Berangkat ke Desa Penaga

10.30 13.15

Observasi Dusun Tanah Merah, salah satu


Dusun di Desa Penaga

6
7

Minggu, 18 Juli 2010

NO
1

Desa Penaga mengadakan gotong royong rutin


setiap minggunya yang dilaksanakan pukul 09.00
WIB.
Ada pemberitahuan bahwa pelaksanaan gotong
royong diundur menjadi pukul 10.00 WIB.
Kelompok KKN Stisipol Raja Haji mengambil
lokasi Kantor Desa Penaga sebagai tempat gotong
royong.
Pembahasan lebih lanjut mengenai kondisi Desa
Penaga dan ancang-ancang program bersama
Kepala Desa sembari makan siang bersama di
rumah Bapak Kepala Desa Penaga.
Peninjauan lokasi tujuan pelaksanaan program
-

MINGGU KEDUA
HARI/TANGGAL
Sabtu, 24 Juli 2010

KETERANGAN
Melanjutkan observasi berikutnya ke Dusun
Tanah Merah, salah satu dari 3 Dusun di
desa Penaga
- Sembari menunggu Bapak Kepala Desa
sebagai penunjuk jalan dan memberikan
keterangan, kami singgah di salah satu
rumah makan untuk sarapan terlebih dahulu.
Bersama Kepala Desa mengunjungi Dusun Tanah
Merah, melihat mata pencaharian penduduk yang
umumya berkebun dan terdapat sebagian kecil
-

24

rumah penduduk yang masih belum permanen.


3
4

13.15 13.30
13.30 14.00

Sholat
Diskusi

5
6

14.00 14.30
14.30

Makan siang
Pengaambilan data tertulis / Profil Desa
Penaga

13.15 17.00

Berkumpul untuk mengerjakan proposal


kegiatan

17.00

Kembali ke rumah masing-masing

Minggu, 25 Juli 2010

8
No

Hasil diskusi menetapkan untuk menyusun proposal


pada hari berikutnya di salah satu rumah anggota
kelompok, tanpa mengunjungi Desa Penaga. Atas
petimbangan penghematan dan tempat yang
nyaman untuk kegiatan tersebut.
Atas pemberitahuan Bapak Kepala Desa bahwa
Profil Desa Penaga telah selesai dicetak, maka kami
yang semula dalam perjalanan pulang ke
Tanjungpinang, kembali ke Desa Penaga untuk
mengambil data tersebut sebagai bahan pembuatan
proposal.
Kelompok 3 KKL Stisipol Raja Haji berkumpul di
rumah salah satu anggota untuk mengerjakan
proposal kegiatan pembangunan gedung serba guna
dan sumur air bersih serta proposal yang ditujukan
kepada Pihak Kampus Stisipol Raja Haji
-

MINGGU KETIGA

HARI/TANGGAL
Sabtu, 31 Juli 2010

WAKTU
08.00 - 08.30

URAIAN KEGIATAN
KETERANGAN
Berkumpul di Kampus Stisipol Raja Haji Sebelum berangkat, dilakukan diskusi singkat untuk
kejelasan administrasi dan teknis kegiatan hari ini,
yang pada minggu lalu telah disepakati bersama
Kepada Desa Penaga untuk mengadakan temu
ramah pada hari ini. Namun hingga saat ini, belum
ada kepastian untuk kegiatan tersebut dikarenakan
jaringan komunikasi yang terganggu.
25

08.30 - 09.15

Memulai perjalanan menuju Desa


Penaga
Sarapan
Melanjutkan perjalanan

3
4

09.15 - 09.45
09.45 10.10

10.10 10.40

Membantu persiapan untuk acara temu


ramah dan silaturahmi bersama
masyarakat Desa Penaga

10.40 - 12.20

Acara Temu Ramah dan Silaturahmi


dengan Penduduk Desa Penaga

12.45 13.00

Sholat

13.00 14.00

Makan siang

Kami singgah sebentar di warung membeli aqua


untuk konsumsi apabila temu ramah jadi
dilaksanakan.
Semula kami memutuskan untuk pergi ke rumah
Kepala Desa terlebih dahulu, namun karena gang
rumah Bapak Kepala Desa terlewati, kami berhenti
di Kantor Desa yang terletak tidak jauh dari gang
Rumah Pak Kades. Ketika kami berhenti di depan
Kantor Desa, terlihat Ibu-Ibu PKK dan Pak Kades
di depan aula Kantor Desa telah selesai melakukan
persiapan awal temu ramah.
Tanpa pikir panjang, kami segera menyesuaikan
susunan acara yang telah disusun sebelumnya
dengan kondisi lapangan.
Syukur alhamdulillah, makanan ringan telah
disediakan oleh Ibu-Ibu PKK Desa Penaga, yang
tinggal dilengkapi dengan aqua yang telah
disediakan oleh Kelompok KKN Stisipol Raja Haji.
Acara tersebut diadakan untuk menjalin komunikasi
langsung dengan Penduduk Desa Penaga, sekaligus
mendengar keluhan-keluhan masalah yang ada
dalam jalannya kegiatan penduduk.
Setelah penempelan jadwal, kami menuju mesjid
terdekat yang terletak tidak jauh dari Kantor Desa
Penaga dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
Sambil menunggu makan siang yang telah dipesan,
kami merangkum hasil acara temu ramah bersama
penduduk desa dan penentuan masalah-masalah
yang dapat kami bantu berdasarkan kondisi yang
26

14.00 - 15.00

Diskusi

10

15.00

Pulaaang......

09.00 10.05

Perjalanan dari Kampus ke Desa Penaga

12

10.45 11.00

Persiapan Gotong Royong dan


Penghijauan bersama penduduk di Tiga
Dusun Desa Penaga

13

11.00 12.00

Membuat jadwal kegiatan Kelompok

14

12.15 13.15

Sharing bersama Ketua PKK yang juga


merupakan istri Kepala Desa Penaga,

11

Minggu, 01 Agust 2010

dijabarkan oleh Kepala Desa pada saat pemetaan


Desa dan penuturan Penduduk.
Lanjutan diskusi hasil temu ramah, hingga
penunjukan anggota yang bertanggungjawab dalam
pelaksanaannya, serta pemilihan dan penentuan
masalah yang dilimpahkan kepada individu
kelompok sebagai tema laporan individu.
Horeeee, kebagian lagi tugas jadi supir.
Asal jangan pada tidur aja, bikin sepi suasana, biz
makan lagi, alamat deh supir ngantuk juga jadinya.
Seperti minggu-minggu sebelumnya, perjalanan
ditempuh dengan 2 mobil pribadi milik anggota
dengan patungan biaya untuk transportasi dan
konsumsi.
Perjalanan dari kampus agak terlambat dari jadwal
dikarenakan hujan lebat sehingga salah satu anggota
yang berdomisili di Pulau Penyengat tidak dapat
menyeberang sesuai waktu.
Alat-alat gotong royong dan tanaman sudah
dikeluarkan dari mobil, sambil menunggu hujan
reda.
Namun oleh karena tidak terdapat tanda-tanda hujan
akan berhenti, atas kesepakatan bersama dengan
penduduk, kami menunda pelaksanaan gotong
royong dan penghijauan desa untuk dilaksanakan
pada minggu berikutnya.
Jadwal tersebut berisi kegiatan-kegiatan kelompok
dari minggu awal pelaksanaan KKN hingga rencana
pada hari ini yang kemudian ditempel di salah satu
papan informasi Kantor Desa Penaga
Kurangnya perhatian dari kecamatan setempat dan
pengetahuan akan hal administrasi, mengakibatkan
27

mencakup cara pengajuan proposal dan


surat pernyataan atas kondisi Organisasi
PKK Desa Penaga beserta saran akan
tembusan kepada pihak atasan yang
berwenang agar mendapat respon
penanganan yang lebih baik.
15

No

13.15 15.00

Perjalanan pulang

WAKTU
09.30 10.00

URAIAN KEGIATAN
Tiba di Desa dan bersiap untuk
melakukan Gotong Royong penghijauan
yang tertunda
Menghadiri resepsi perkawinan
penduduk di Dusun Tanjung Pisau

Organisasi PKK Desa Penaga dapat dikatakan


berdiri sendiri dengan biaya dari anggota
Khususnya dibebankan kepada Ketua PKK Desa
Penaga untuk setiap pelaksanaan kegiatan PKK.
Dan oleh karena keterbatasan dana tersebut,
kegiatan dan program yang dijalankan hanya
bersifat lokal dan tidak dapat berkembang dengan
semestinya.
Ditengah perjalanan, kami singgah di rumah makan
yang terletak di Sri Bintan untuk makan siang.

MINGGU KEEMPAT

HARI/TANGGAL
Sabtu, 07 Agust 2010

10.00 11.00

11.00 14.00

Melanjutkan Gotong Royong dan


Penghijauan di Dusun Tanjung Pisau

14.00 15.45

Gotong Royong dan Penghijauan di


Dusun Rekoh

KETERANGAN
Sambil menunggu penduduk untuk melakukan
Gotong Royong, kami memulai aktivitas
Pembersihan sekitar lokasi Kantor Desa Penaga.
Baru saja kami memulai aktivitas, Kepala Desa
beserta Ibu datang dengan berpakaian rapi dan
mengajak kami untuk menghadiri resepsi
perkawinan.
Oleh karena penduduk Dusun Tanjung Pisau
Sedang sibuk membantu acara perkawinan, kami
menjalankan kegiatan pembersihan dan penghijauan
sendiri. Dikarenakan hal tersebut, lokasi
pembersihan dan penghijau terbatas hanya disekitar
Kantor Kepala Desa.
Sesampainya kami di Dusun Rekoh, kami menanam
pohon-pohon dan meletakkan pot bunga yang kami
sediakan di sekitar tempat pertemuan Dusun dan
Musholla di yang terletak tidak jauh dari tempat
28

5
6

15.45
16.50 17.45

Berpamitan kepada Penduduk


Mencari alat dan bahan untuk kegiatan
pengindahan Lokasi Desa

20.00 22.00

Pembelian tong sampah

08.45 10.00
10.00 11.00

Bergerak ke Desa Penaga


Sarapan pagi di warung Bapak RT. 01
Dusun Tanjung Pisau
Pengecatan pagar dan Papan Informasi
serta penyediaan tong sampah di
beberapa tempat di Dusun Tanjung Pisau
dan Dusun Rekoh
Perjalanan pulang

6
7

Minggu, 08 Agust 2010

11.00 14.15

14.15 15.30

pertemuan.
Kemudian kami melanjutkan pembersihan di mesjid
Dusun Rekoh, dan mendapati penduduk Dusun
sedang bergotong royong membersihkan lokasi
mesjid. tanpa pikir panjang kami membantu
pembersihan dan menyediakan air untuk anggota
kelompok dan penduduk.
Pencarian tersebut dilakukan di Tanjungpinang.
Oleh karena barang yang dicari tidak ditemui, dan
mengingat waktu sudah hampir maghrib, kami
memutuskan untuk melanjutkan pencarian pada
malam hari dan membagi tugas pencarian alat.
Saya berkeliling untuk menentukan tong sampah
mana yang akan dibeli sebagai sumbangan dari
Kelompok KKN terhadap Desa Penaga di beberapa
tempat di Desa Penaga.
Di warung tersebut kami juga menemui Bapak
RT.05 yang sedang sarapan bersama dua temannya.
Kegiatan ini dilakukan sebagai penunjang dari
program gotong royong dan penghijauan yang telah
dilakukan.
-

MINGGU KELIMA
29

No

WAKTU
12.00 12.30

URAIAN KEGIATAN
Persiapan pelatihan komputer

12.30 12.45

Sholat

12.45 15.15

Pelatihan dasar pengoperasian aplikasi


komputer

15.20 15.50

Perjalanan ke Dusun Tanah Merah

17.00

Pulang

14.15 15.35

Bergerak dari Kampus Stisipol Raja Haji

HARI/TANGGAL
Sabtu, 14 Agust 2010

Minggu, 15 Agust 2010

KETERANGAN
Pelatihan bertempat di Kantor Desa Penaga dan
persiapan mencakup pemanggilan warga yang akan
mengikuti pelatihan dan alat-alat yang akan
digunakan seperti meja dan kursi, laptop,
persediaan cadangan listrik, serta materi yang akan
diberikan.
Sambil menunggu kedatangan warga yang akan
mengikuti pelatihan, kami menjalankan ibadah
sholat zhuhur di masjid yang terletak tidak jauh dari
Kantor Desa.
Masyarakat bersemangat akan dilaksanakannya
kegiatan ini. Warga berdatangan, mulai dari anakanak hingga ibu-ibu. Mayoritas warga yang
mengikuti pelatihan adalah anak-anak, dan mereka
mengaku tidak pernah mengoperasikan komputer
sebelumnya.
Setelah berpamitan dengan Perangkat Kantor Desa
Penaga di Dusun Tanjung Pisau, kami melanjutkan
perjalanan ke Dusun Tanah Merah untuk
menyerahkan sumbangan berupa pakaian dan
selendang, serta 2 buah tong sampah yang telah
disiapkan untuk Dusun Tanah Merah.
Hari sudah semakin senja..
Kami berpamitan kepada warga mengingat waktu
untuk berbuka puasa tidak lama lagi.
Kampus Stisipol merupakan tempat berkumpul
Kelompok 3 KKN seperti biasa sebelum berangkat
ke Desa Penaga. Kami berangkat dengan membawa
narasumber dari Kantor Administrasi Pelayaran
Tanjungpinang dan sepakat akan bertemu di Desa
Penaga dengan narasumber lainnya dari Dinas
30

15.35 16.15

Tiba di Desa Penaga

16.15 18.10

Acara sosialisasi

18.10 19.00

Buka bersama

10

19.00

Perjalanan pulang

Kelautan dan Perikanan Kab. Bintan yang


memutuskan untuk menggunakan transportasi
pribadinya.
Kami menuju Balai Desa Penaga pertama kali
sebagai tempat acara hari ini akan diadakan pada
pukul 16.00 WIB, namun Balai Desa masih terlihat
kosong. Oleh karena itu, kami bergerak ke rumah
Bapak Kepala Desa untuk menanyakan kepastian
akan acara tersebut. Sebagian anggota kelompok
tinggal untuk menunggu ketibaan narasumber dari
Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bintan, dan
membantu persiapan acara.
Mayoritas masyarakat di Dusun Tanjung Pisau Desa
Penaga bermata pencaharian sebagai nelayan.
Berbagai pertanyaan diajukan mengenai
permasalahan yang dihadapi masyarakat nelayan
dalam menjalankan aktivitas laut maupun hukum
yang mengatur dan penanganan administrasi atas
pelanggaran oleh kapal dan nelayan asing.
Setelah acara sosialisasi selesai, kami bersama
narasumber dan kepala desa menuju masjid untuk
sholat maghrib dan buka bersama. Masyarakat
berkumpul dan bercakap-cakap beserta kami di
dalamnya.
Setelah berpamitan dengan penduduk dan Kepala
Desa kami menuju ke Kampus Stisipol Raja Haji.

31

No

MINGGU KEENAM

WAKTU
10.20 11.00

URAIAN KEGIATAN
tiba di Dusun Tanah Merah

11.00 12.50

Acara Sosialisasi Kesehatan

12.50 13.20

Perundingan program bersama Kepala


Desa

13.20 14.30

Go to Stisipol Raja Haji again

13.30 14.40

Perjalanan ke Masjid Dusun Rekoh

HARI/TANGGAL
Sabtu, 21 Agust 2010

Minggu, 22 Agust 2010

KETERANGAN
Hari ini akan dilaksanakan sosialisasi kesehatan
mengingat Dusun Tanah Merah memiliki presentase
kesehatan yang kurang akibat pola hidup. Persiapan
telah selesai, hanya tinggal menunggu warga dan
kedatangan narasumber. Acara dilaksanakan di balai
Dusun Tanah Merah yang masih memprihatinkan
kondisinya, tanpa kursi dan dinding-dinding
samping yang apabila hujan akan terkena tempias
ke dalam.
Narasumber berasal dari Puskesmas Tembeling,
terdiri dari seorang dokter dan staffnya yang juga
ingin meninjau langsung keadaan lapangan di
Dusun Tanah Merah. Materi yang disampaikan
mengenai perilaku hidup sehat, penyakit malaria
dan demam berdarah, serta gizi buruk.
Mengingat masa KKN hanya tinggal 2 minggu lagi,
kami membicarakan urutan masalah yang dapat
dibantu penyelesaiannya, program yang telah
dijalankan dan sedang dijalankan kepada Kepala
Desa Penaga.
Mendapat kepastian apa yang harus kami kerjakan
berikutnya dan acara hari ini telah selesai, kami
beranjak pulang dan menuju Kampus Stisipol.
Berdasarkan informasi yang kami dapat,
masyarakat Dusun Rekoh mempunyai minat,
pengetahuan, dan kegiatan minim mengenai agama.
Untuk itu, selagi masih dalam bulan suci ramadhan,
32

14.40 15.30

Hunting duku

15.30 15.50

Bergerak ke Masjid Dusun Rekoh


kembali

15.50 16.30

Persiapan acara

10
11

16.30 17.20
17.20
menjelang
berbuka
(18.10)
18.15 19.15

Menunggu kedatangan warga


Acara dimulai

12

Buka bersama dan sholat maghrib

kami mengundang penceramah untuk kegiatan buka


bersama di masjid Dusun Rekoh.
Terlalu awal dari waktu yang disepakati, ketika tiba
di Dusun Rekoh, kami singgah di salah satu rumah
warga untuk menanyakan pemilik kebun duku.
Salah satu anggota mengaku sangat menyukai duku
dan mengutarakan untuk membeli duku dari
pemilik kebun tersebut. Dan tidak lama kemudian,
kami bersama pemilik kebun memanen duku yang
masih belum terlalu matang langsung dari
pohonnya.
Transaksi pembelian duku telah selesai diiringi
ucapan terimakasih, saatnya melakukan persiapan
untuk acara safari ramadhan. Kami menuju masjid,
namun masih belum terlihat tanda-tanda akan
diadakannya acara. Kami menunggu, hingga kami
telah selesai menjalankan sholat ashar masih tidak
ada warga yang datang.
Sembari menunggu, kami membersihkan masjid
yang kelihatannya sudah lama tidak ada kegiatan di
dalamnya. Sebagian anggota kelompok mengurus
konsumsi yang kami bawa dari Tanjungpinang,
meminjam mangkuk dan piring di posyandu
setempat. Tidak lama kemudian, Kepala Desa tiba
di Masjid.
Acara diawali pembukaan oleh kelompok 3 KKN
dan kata sambutan oleh Kepala Desa. Penceramah
merupakan keluarga dari salah satu anggota KKN
dan merupakan ketua dari organisasi islam.
Setelah penutupan acara dan buka bersama, kami
pamit pulang.
33

No

MINGGU KETUJUH
WAKTU
08. 00 10.00

URAIAN KEGIATAN
Perjalanan menuju Dusun Tanjung Pisau
Desa Penaga

10.00 10.40

Pra acara

10.40 12.55

Pelaksanaan acara

13.00 13.20

Sholat

10.00 11.20

Perjalanan ke Masjid Dusun Rekoh

11.20 11.45

Silaturahmi ke rumah RT. 01, Bapak


Amir.

HARI/TANGGAL
Sabtu, 28 Agust 2010

Minggu, 29 Agust 2010

KETERANGAN
Perjalanan disertai penjemputan ahli salon yang
akan membantu untuk acara tata rias dan utak atik
model jilbab bersama ibu-ibu PKK hari ini di balai
Kantor Desa di Dusun Tanjung Pisau
Persiapan alat-alat make-up dan jilbab serta
pembagian jilbab yang menjadi hak milik kepada
setiap ibu-ibu PKK untuk digunakan pada saat
acara.
Dimulai dengan kata sambutan oleh Ketua
Kelompok 3 KKN Stisipol Raja Haji, dan Ibu
Kepala Desa yang merupakan Ketua PKK. Acara
berlangsung lancar, dan mendapat reaksi antusias
dari Ibu-Ibu PKK. Dalam acara tersebut juga
disisipkan pembahasan jawal penutupan program
KKN yang rencananya akan disejalankan pada
acara Ibu-Ibu PKK setelah Hari Raya Idul Fitri.
Setelah selesai sholat, kami pulang kembali ke
Tanjungpinang.
Atas kesepakatan anggota bersama, hari ini kami
akan bersilaturahmi ke rumah-rumah warga
sekaligus untuk mengumpulkan informasi final
yang dibutuhkan untuk penyusunan laporan.
Tidak lama kami singgah di rumah Bapak Amir,
untuk menyatakan tujuan kami berpamitan langsung
sebelum acara penutupan resmi. Kami
34

11.45 12.10

Silaturahmi ke rumah Sekdes

12.10 12.30

Silaturahmi ke rumah Bapak Awang


Seman

10

12.30 13.30

Berkunjung ke rumah Kades

11

13.30 13.55

Silaturahmi ke rumah Ibu Eni

12

13.55 15.30

Tiba di Dusun Tanah Merah

13

15.45 16.30

Singgah di rumah saudara salah satu


anggota KKN Stisipol Raja Haji di
Sekuning untuk mengambil titipan duku.

14

16.30 17.00

Diskusi

menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan


dan dukungan yang diberikan selama kami
menjalankan program.
Mengingat kami jarang menemui Sekdes, kami
bersilaturahmi ke rumah beliau. Kediaman Sekdes
tidak jauh dari rumah RT. 01, beliau sering sakitsakitan dan hanya sempat datang pada salah satu
kegiatan Kelompok 3 KKN Stisipol Raja Haji,
yakni pada acara temu ramah di minggu ketiga.
Bapak Awang Seman adalah yang bertugas menjaga
dan memelihara mesin genset bagi listrik Dusun
Tanjung Pisau.
Pak Kades sedang tidak di rumah, sambil
menunggu ibu Kades, kami sholat terlebih dahulu.
Maksud kedatangan kami untuk menyerahkan
format proposal yang telah dijelaskan terlebih
dahulu penyusunan dan proses administrasi yang
seharusnya dilewati.
Ibu Eni adalah seorang guru SD di Dusun
Tanjungpisau, rumahnya hanya berjarak sekitar 10
meter dari rumah Pak Kades.
Kami tidak dapat singgah ke Dusun Rekoh
dikarenakan waktu yang beranjak semakin sore.
Kami hanya singgah di rumah salah satu guru SD
Dusun Tanah Merah dan rumah saudara salah satu
anggota Kelompok KKN Stisipol Raja Haji.
Rumah tersebut pas dibawah tangga air terjun
Gunung Bintan. Mumpung sudah sampai disini dan
terlanjur singgah, saya dan beberapa anggota
lainnya menaiki tangga untuk melihat air terjun dan
membuat dokumentasi tersendiri.
Pembahasan mengenai penentuan jadwal dan
35

pembagian tugas penyusunan laporan serta masalah


administrasi kelompok.
No

MINGGU KEDELAPAN

HARI/TANGGAL
Sabtu, 04 Sept 2010

WAKTU
10.15 13.00

URAIAN KEGIATAN
Diskusi Kelompok

Minggu, 05 Sept 2010

11.30 14.40

Mengisi kegiatan sambil menunggu


penjemputan mahasiswa KKN Stisipol
Raja Haji oleh Dosen

14.20 14.50

Acara simbolis penjemputan mahasiswa


KKN Stisipol Raja Haji

14.50 16.00

Berpamitan kepada Ibu Kepala Desa

KETERANGAN
Kami berkumpul di rumah salah seorang anggota
kelompok. Diskusi mencakup pengumpulan dan
penyusunan bahan laporan KKN serta membahas
administrasi kelompok yang belum terselesaikan.
Sambil menunggu, kami berbincang dengan Pak
Kades, yang dengan pengungkapan kami bahwa
akan adanya oenjemputan oleh dosen, maka Kepala
Desa meminta agar dibuat acara kecil-kecilan untuk
simbolis penjemputan.
Acara bertempat di Balai Desa, yang berisi
kata sambutan dari Kepala Desa dan pihak
kampus Stisipol yang diwakili oleh Bpk.
Endri Sanopaka, MPM. Dalam
sambutannya, Bapak Kepala desa
mengungkapkan kegiatan-kegiatan yang
telah dijalankan oleh kelompok 3, dan kesan
yang ditimbulkan dari waktu kebersamaan
selama KKN.
Setelah acara, kami langsung menuju rumah Bapak
Kades untuk berpamitan kepada Ibu. Kami merasa
terharu dan tersanjung dengan bantuan dan
penyambutan yang begitu baik terhadap kedatangan
dan kegiatan kami di Desa Penaga. Perbincangan
sebelum meninggalkan Desa Penaga setelah
berakhirnya masa KKN.
36

16.00 - ........

Kembali ke kampung halaman,


Tanjungpinang.....

Tiba saatnya kami beranjak pulang. Waktu


berbincang terasa sangat singkat. Kebersamaan
dalam program KKN dan hubungan silaturahmi
yang timbul, akan terpatri dalam hati kelompok 3
KKN terkhusus saya.
Terimakasih kepada pihak dosen yang elah
mengadakan program ini dan memberikan saya
pengalaman yang begitu berharga.
Terimakasih masyarakat Desa Penaga...
Dan terutama terimakasih teman-teman kelompok 3
KKN yang telah saling mendampingi, membantu
dan saling menyemangati selama ini.
Desa Penaga, 17 Juli 2010
Yang membuat,

INDAH PRATIWI

37