Anda di halaman 1dari 31

HIV AIDS

Definisi
Sekumpulan gejala penyakit yg
menyerang tubuh manusia sesudah
sistem kekebalannya dirusak oleh virus
HIV akibatnya penderita AIDS mudah
terkena berbagai jenis infeksi bakteri,
jamur, parasit dan virus yg bersifat
oportunistik

Epidemiologi

Penelitian epidemiologi diAS telah


mengidentifikasi adaa kelompok yg beresiko
untuk menderita AIDS :
1. Para laki homoseksual/biseksual msh mrpkn
kelompok tbsr yg terinfeksi (50% kasus
homoseksual & 14% suntikan obat)
2. 25% Penyalah guna obat intravena dan
kontak heteroseksual pd pr penyalah guna
obat intravena mencakup 11% dr populasi
penderita
3. Pd resipien darah & komponen darah
mencakup 1%
dr penderita

ETIOLOGI
AIDS disebabkan oleh HIV, suatu retrovirus
pada manusia yang termasuk dalam
keluarga lentivirus.
2 bentuk HIV yg berbeda scr genetik,
tetapi bhub scr antigen , yaitu HIV-1 &
HIV-2.

Retrovirus, virion HIV-1 bentuka: sferis


dan mengandung inti berbentuk kerucut
yg padat elektron dan dkelilingi oleh
selubung lipid yg berasal dr membran sel
pejamu.

Inti virus mengandung :


1. kapsid utama protein p24
2. nukleokapsid protein p7/p9
3. 2 salinan RNA genom
4. ketiga enzim virus (protease, reverse
transcriptase & integrase)

Transmisi

kontak langsung :

lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran


darah,

dengan cairan tubuh yang mengandung HIV :

darah,
air mani,
cairan vagina,
cairan preseminal,
air susu ibu

hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral),


transfusi darah,
jarum suntik yang terkontaminasi,
antara ibu dan bayi selama kehamilan,
bersalin, atau menyusui,
serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan
tubuh tersebut.

Penularan dapat terjadi:

Gejala klinis
Sakit kepala
2-6 minggu atau 5
Sakit tenggorokan
hari smp 3 bulan
Panas
Ruam
Malase
Hanya bila pasien memasuki fase infeksi
terakhir yg dapat dikatakan AIDS.

Gejal klinis dan Kriteria Diagnosa


Menuru WHO

Stadium Klinis I
Asimtomatis
Limfadenopati meluas persistent
Skala Penampilan 1 : asimtomatis, aktivitas
normal
Stadium Klinis II
Berat badan menurun < 10% dari BB semula
Kelainan kulit dan mukosa ringan seperti
dermatitis seboroik, infeksi jamur pada kuku,
ulkus oral yang rekuren, cheilitis angularis
Herpes zoster dalam 5 tahun terakhir
Infeksi saluran napas bagian atas seperti
sinusitis bakterial
Skala Penampilan : simtomatis, aktivitas normal

Stadium Klinis III


Berat badan menurun > 10% dari BB semula
Diare kronis yang tidak dikethaui penyebabnya
berlangsung > 1 bulan
Demam ( intermiten atau konstan) tanpa sebab
yang jelas selama > 1 bulan.
Kandidiasis oral (thrush)
Oral hairy leukoplakia
TB paru, dalam 1 tahun terakhir
Infeksi bakteri berat (pneumonia, pyomlositis)
Skala penampilan 3 : selama 1 bulan terakhir
tinggal di tempat tidur < 50%

Stadium Klinis IV

HIV wasting syndrome (BB turun > 10% ditambah


diare kronik > 1 bulan atau demam > 1 bulan yang
tidak disebabkan penyakit lain).
Pneumocystis carinii pneumonia
Toxoplasmosis pada otak
Cryptosporidiosis dengan diare > 1 bulan
Cryptococcosis, extrapulmoner
Cytomegalovirus (CMV) pada organ selain hepar,
lien, dan kelenjar getah bening
Herpes simplex virus (HSV) mucocutaneous > 1
bulan
Progressive multifocal leukoencephalopathy (PML)
Mikosis
disseminata
(histoplasmosis,
coccidioidomycosis) yg menyerang organ tubuh

Patofisiologi

Perjalanan Penyakit HIV/AIDS


Infeksi virus
(2-3 minggu)

Sindrom retro viral akut


(2-3 minggu)

Gejala menghilang + serokonversi


CD4 turun, RNA HIV plasma naik
Infeksi kronis HIV asimtomatis
(rata-rata 8-10 tahun)

Infeksi HIV/AIDS simtomatik


(rata-rata 1,3 tahun)
CD4 < 200/mm3
infeksi oportunistik
Kanker
Komplikasi
neurologi

Kematian

Perjalanan Penyakit
Window period =
Masa jendela
Test HIV (-)

Masa tanpa gejala


7-10 tahun
6 bl 3 th

2-6 bl
Tertular
HIV

Test
HIV (+)

Sumber penularan HIV

Gejala
AIDS

Meninggal

Diagnosis

ELISA
ELISA (Enzym-Linked Immunosorbent Assay),
tes ini mendeteksi antibodi yang dibuat tubuh
terhadap virus HIV.
diproduksi mulai minggu ke 2, atau bahkan
setelah minggu ke 12 setelah terpapar virus
HIV.
Tes ELISA dapat dilakukan dengan sampel
darah vena, air liur, atau air kencing.
Hasil positif belum pasti HIV. Masih
diperlukan pemeriksaan lain, yaitu Western
Blot atau IFA, untuk mengkonfirmasi hasil
pemeriksaan ELISA ini.

Western

Blot

Sama halnya dengan ELISA, Western Blot


juga mendeteksi antibodi terhadap HIV.
pemeriksaan ini lebih sulit dan butuh
keahlian lebih dalam melakukannya.
IFA

IFA atau indirect fluorescent antibody


juga meurupakan pemeriksaan
konfirmasi ELISA positif.
Salah satu kekurangan dari pemeriksaan
ini adalah biayanya sangat mahal.

PCR

Test

PCR atau polymerase chain reaction


adalah uji yang memeriksa langsung
keberadaan virus HIV di dalam darah.
Tes ini dapat dilakukan lebih cepat yaitu
sekitar seminggu setelah terpapar virus
HIV.
Tes ini sangat mahal dan memerlukan
alat yang canggih
PCR test juga dilakukan secara rutin
untuk uji penapisan (screening test)
darah atau organ yang akan didonorkan.

Diagnosis

Px anti HIV yg baru reaktif 12 minggu


sejak infeksi

Dilakukan dgn 3 jenis ELISA yg


berbeda

Bila non reaktif tp klinis menderita


AIDS perlu px lbh lanjut u/

Uji2 lain mencakup : biakan virus,


pengukuran antigen p24 & RNA/DNA HIV
dgn rx berantai polimerase (PCR)

Tanda utama infeksi HIV deplesi


progresif sel2 CD4+, sel T penolong, sel
makrofag

Jumlah normal sel T CD4+ 600


1200/ul

Diagnosis sesuai perjalanan


virus
awal seronegatif selama
bbrp bln window period (bisa
menularkan ke org lain)
Infeksi akut dari status
antibodi () jadi +, terjadi
penurunan transien limfosit T
CD4+
Fase

Bila sel T CD4+ < 200/ul


AIDS

PENGOBATAN DENGAN
ANTIRETROVIRAL
Aspek Medis meliputi :
1. Pengobatan Suportif
2. Pencegahan dan pengobatan
infeksi
Oportunistik
3. Pengobatan Antiretroviral.

Kombinasi 3 obat antiretroviral


meningkatkan CD4:
a. Zidovudin (AZT)
dosis :500-600 mg sehari
b. Lamivudin (3TC)
Dosis : 150 mg sehari 2 kali
c. Neviropin
Dosis : 200 mg sehari selama 14 hari
200
mg sehari 2 kali

Pengobatan suportif

Penilaian gizi penderita sangat perlu


dilakukan dari awal sehingga tidak terjadi
hal-hal yang berlebihan dalam pemberian
nutrisi atau terjadi kekurangan nutrisi
yang dapat menyebabkan perburukan
keadaan penderita dengan cepat.

TUJUAN PENGOBATAN
1.

2.

KLINIK
Meningkatkan
Kualitas
hidup
memperpanjang harapan hidup
VIROLOGIK
MENGURANGI
VIRAL
SEMAKSIMAL MUNGKIN &
MUNGKIN, AGAR :
a.
b.

&

LOAD
SELAMA

MENGHAMBAT PROGRESIFITAS PENYAKIT


MENCEGAH/MENGURANGI
VARIAN
RESISTEN.

YG.

TUJUAN PENGOBATAN
3.

IMUNOLOGIK
Imun

4.

Mencapai

Rekontitusi

KUANTITATIF (CD4 DALAM BATAS NORMAL)


&
KUALITATIF (PATHOGEN-SPESIFIC IMMUNE
RESPONS).

TERAPEUTIK Obat-obatan yg rasional


untuk mencapai tujuan virologik, tetapi
jg :

5.

MAINTAINS THERAPEUTIC OPTIONS


RELATIF BEBAS EFEK SAMPING
REALITAS DALAM KAITAN KEPATUHAN PEND.

EPIDEMIOLOGIK :

Pencegahan
Kontak seksual dihindari dgn org yg
diketahui menderita AIDS & org yg sring
menggunakan obat bius IV
Mitra seksual multiple
Cara hub seksual yg dpt merobek
selaput lendir rektal & senggama anal
pasif
Melarang penggunaan jarum suntik
bersama
Semua yg terkena AIDS tdk blh jd donor

Prognosis
10 thn terinfeksi HIV 50% jd AIDS
Prognosis AIDS buruk krn menginfeksi
sel imun shg banyak penyakit yg
menyertai
Menurut data 34% meninggal dlm
tahun I