Anda di halaman 1dari 9

PENYUSUNAN PEDOMAN INVENTARISASI DAN MONITORING

PEMANFAATAN JALAN
KECAMATAN JEBRES, KOTA SURAKARTA

2013

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jalan merupakan suatu kesatuan sistem jaringan jalan yang mengikat dan
menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan dengan wilayah yang berada dalam
pengaruh pelayanannya dalam satu hubungan hirarki. Sejalan dengan pesatnya
pembangunan yang berwawasan nasional, maka prasarana maupun sarana
transportasi darat merupakan tulang punggung bagi sektor pendukung lainnya.
Berdasarkan Permen Pu no 20 Tahun 2010 mendefinisikan bahwa jalan
adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk
bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas,
yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah
permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api,
jalan lori, dan jalan kabel. Jalan mempunyai peranan penting dalam bidang
ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan serta dipergunakan
untuk kemakmuran rakyat. Selain itu, jalan mempunyai peranan penting untuk
mendorong pengembangan semua Satuan Wilayah Pengembangan dalam usaha
untuk mencapai tingkat perkembangan antar daerah yang semakin merata.
Undang Undang No 38 Tahun 2004 tentang jalan menyebutkan bahwa
jalan terdiri dari bagian-bagian. Bagian bagian jalan meliputi ruang manfaat
jalan, ruang milik jalan, dan ruang pengawasan jalan. Ruang manfaat adalah ruang
sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi dan kedalaman tertentu yang
ditetapkan oleh penyelenggara jalan dan digunakan untuk badan jalan, saluran tepi
jalan, dan ambang pengamannya (UU No 20 Tahun 2010). Berdasarkan UU
tersebut maka Ruang Manfaat Jalan (Rumija) terdiri dari badan jalan, saluran tepi
jalan dan ambang penggunaannya. Ruang milik jalan adalah ruang manfaat jalan
dan sejalur tanah tertentu di luar manfaat jalan yang diperuntukkan bagi ruang
manfaat jalan, pelebaran jalan, penambahan jalur lalu lintas di masa datang serta
kebutuhan ruangan untuk pengamaan jalan dan dibatasi oleh lebar, kedalaman dan
tinggi tertentu. Ruang Pengawasan Jalan adalah ruang tertentu di luar milik jalan
yang penggunaannya diawasi oleh penyelenggara jalan agar tidak mengganggu

PENYUSUNAN PEDOMAN INVENTARISASI DAN MONITORING


PEMANFAATAN JALAN
KECAMATAN JEBRES, KOTA SURAKARTA

2013

pandangan bebas pengemudi, konstruksi jalan, dan fungsi jalan (UU No 20 Tahun
2010)
Keberadaan suatu ruas jalan perkotaan pada umunya kurang mampu
memberikan tingkat pelayanan yang baik. Salah satu yang menyebabkan
berkurangnya layanan jalan adalah penggunaan badan jalan untuk peruntukan lain
yang tidak terkendali. Hal ini biasa terjadi di daerah dengan mobilitas tinggi,
seperti pada perkantoran atau perdagangan dan jasa. Semakin berkembangnya
sebuah kota, maka pemanfaatan ruang milik jalan dan ruang manfaat jalan
semakin banyak.
Oleh karena itu, pemanfaatan bagian-bagian jalan untuk peruntukan lain
perlu dilakukan pengaturan. Berdasarkan UU No 20 Tahun 2010, pengaturan
pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan bertujuan untuk pegamanan
fungsi jalan, menjamin kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, dan
keamanan konstruksi jalan. Pemanfaatan jalan selain untuk peruntukannya harus
memenuhi ketentuan berikut:
a. tidak mengganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan;
b. tidak mengganggu pandangan bebas pengemudi dan konsentrasi pengemudi;
c. tidak mengganggu fungsi dan konstruksi jalan serta bangunan pelengkapnya;
d. tidak mengganggu dan mengurangi fungsi ramburambu dan sarana pengatur
lalu lintas lainnya; dan
e. sesuai dengan peraturan daerah dan/atau peraturan instansi terkait.
Surakarta merupakan kota di Jawa Tengah yang mengalami pertumbuhan
yang sangat pesat. Perkembangan ini tentunya dimbangi dengan pertumbungan
prasarana dan sarana yang menunjang aktifitas kota. Salah satu prasarana dan
sarana tersebut adalah perkembangan jaringan jalan. Kota Surakarta terdiri dari 5
kecamatan, yaitu kecamatan Laweyan, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Jebres,
Kecamatan Pasar Kliwon dan Kecamatan Serengan. Salah satu kecamatan yang
memiliki perkembangan pesat adalah Kecamatan Jebres. Kecamatan Jebres
merupakan kecamatan terluas kedua di Surakarta setelah Kecamatan Banjarsari.
Luas Kecamatan Jebres adalah 1258,18 ha (BPS, 2011). Keberadaan Universitas
Sebelas Maret, Institut Seni Indonesia, dan Solo Techno Park merupakan salah
satu

penyebab

pesatnya

perkembangan

Kecamatan

Jebres.

Selain

itu,

PENYUSUNAN PEDOMAN INVENTARISASI DAN MONITORING


PEMANFAATAN JALAN
KECAMATAN JEBRES, KOTA SURAKARTA

2013

pembangunan pasar Panggungrejo dan Pasar Pucangsawit juga berperan penting


dalam perkembangan kegiatan ekonomi di Kecamatan Jebres. Perkembangan
inipula yang menyebabkan perkembangan jaringan jalan sebagai fasilitas
penunjang yang penting dalam proses perkembangan di Kecamatan Jebres
semakin meningkat. Tahun 2011, BPS mencatat bahwa panjang jalan di
Kecamatan jebres mencapai 109, 54 km.
Sejalan dengan perkembangan jalan dan perkembangan daerah di
Kecamatan Jebres tersebut, maka pemanfaatan ruang milik jalan (rumija) dan
ruang manfaat jalan (rumaja) juga semakin banyak terutama di jalan-jalan yang
memiliki mobilitas dan aktifitas perekonomian tinggi. Pemanfatan rumaja dan
rumaja untuk untuk peruntukan lain dapat menganggu kelancaran arus lalu lintas
apabila tidak diatur dengan baik.
Seiring dengan meningkatnya jaringan jalan dan pemanfaatan rumaja dan
rumaja di Kecamatan Jebres maka, diperlukan inventarisasi dan monitoring
rumaja dan rumaja sebagai bentuk pengaturan dan pengendalian pemanfaatan
rumaja dan rumija agar pemanfaatan rumaja dan rumija untuk peruntukan lain
tidak menganggu keselamatan pengguna jalan dan pelayanan jalan. Inventarisasi
dan Monitoring rumaja dan rumija di Kecamatan Jebres dilakukan secara terpadu,
multidimensional, dan visioner sesuai amanat Undang Undang No 20 Tahun
2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian Bagian Jalan. Oleh
karena itu, diperlukan penyusunan Pedoman Monitoring Pemanfaatan Jalan yang
sifatnya terperinci dan operasional dalam sebuah dokumen perencanaan tata ruang
yang komprehensif.

1.2 Tujuan dan Sasaran


Tujuan dari Penyusunan Pedoman Inventarisasi dan Monitoring Jalan di
Kecamatan Jebres adalah mewujudkan pemanfaatan dan penggunaan bagian
bagian jalan yang tertib melalui mekanisme yang diatur dalam pedoman
pedoman monitoring jalan di Kota Surakarta serta memberikan arahan dan
pedoman bagi pihak pihak terkait agar terwujud sistem jaringan jalan yang

PENYUSUNAN PEDOMAN INVENTARISASI DAN MONITORING


PEMANFAATAN JALAN
KECAMATAN JEBRES, KOTA SURAKARTA

2013

berdaya guna dan berhasil guna untuk mendukung terselenggaranya sistem


transportasi yang terpadu.
Sasaran pekerjaan ini adalah :
1. Tersusunnya Pedoman Monitoring Jalan di Kecamatan Jebres Kota
Surakarta
2. Terciptanya pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan yang tertib
sesuai dengan Undang Undang No 20 Tahun 20 Tahun 2010 tentang
Pemanfaatan dan Penggunaan Bagan-Bagian Jalan
3. Terbangunnya good governance, akuntabilitas, dan transparasi dalam
pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan.
1.3

Ruang Lingkup

1.3.1 Ruang Lingkup Wilayah Perencanaan


Kegiatan penyusunan Pedoman Inventarisasi dan Monitoring Jalan di
Kecamatan Jebres memiliki lingkup wilayah administratif berada di Kecamatan
Jebres, Kota Surakarta. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada peta administratsi
di bawah ini:
1.3.2 Ruang lingkup Kegiatan
Ruang lingkup Penyusunan Pedoman Inventarisasi dan Monitoring Jalan
di Kecamatan Jebres Kota Surakarta mencakup kegiatan monitoring dan
penertiban. Secara lebih rinci, inventarisasi dan monitoring mencakup kegiatan
pelaporan, pendataan, pemantauan, dan evaluasi. Untuk melaksanakan kegiatan
sesuai dengan lingkup kegiatan didukung oleh tata cara survey kondisi jalan kota
dan tata cara survey inventarisasi jalan dan jembatan kota serta berpedoman pada
UU No 20 tahun 2010 tentang Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian Bagian
Jalan.
1.4 Kerangka Pikir
Pembangunan daerah merupakan bagian dari pembangunan nasional yang
harus dilaksanakan secara serasi dan diarahkan agar dapat berlangsung pada
seluruh aspek administrasi daerah. Pedoman Inventarisasi dan Monitoring
Pemanfaatan Jalan yang disusun untuk menjaga keserasian pembangunan dalam
rangka penyusunan dan pengendalian program program pembangunan perkotaan

PENYUSUNAN PEDOMAN INVENTARISASI DAN MONITORING


PEMANFAATAN JALAN
KECAMATAN JEBRES, KOTA SURAKARTA

2013

dalam jangka panjang. Pedoman inventarisasi dan monitoring pemanfaatan jalan


ini yang harus dijadikan acuan dalam rangka mendata aset dan memonitor
pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan di Kecamatan Jebres Kota
Surakarta.
Menghadapi pembangunan yang terjadi di Kecamatan Jebres Kota
Surakarta mengalami perkembangan pesat dari waktu ke waktu mengakibatkan
munculnya berbagai pusat-pusat pertumbuhan (growth pole) baru serta
bertambahnya jaringan jalan sebagai salah satu penunjang pusat-pusat
pertumbuhan tersebut yang harus segera ditanggapi dengan positif dan seksama.
Perkembangan suatu kota dipengaruhi oleh berbagai faktor perubahan antara lain:
faktor sosial, ekonomi, kultural dan politis. Manifetasi dari perubahan yang terjadi
diatas adalah adanya perubahan struktur fisik kota. Selain dari pada itu penduduk
dan peningkatan aktifitas kegiatan penduduk akan meningkatkan tuntutan akan
pelayanan dan akses terhadap jalan, kebutuhan perumahan, pusat perbelanjaan,
pusat kesehatan, fasilitas pendidikan, angkutan kota, utilitas umum dan lain
sebagainya. Hal ini akan berakibat pada meningkatnya kebutuhan akan berbagai
elemen perkotaan yang menunjang kebutuhan masyarakat yang pada gikirannya
akan membutuhkan akses terhadap jalan untuk menghubungkan ke pusat-pusat
aktifitas masyarakat. Disisi lain suatu kota perlu direncanakan dan dipersiapkan
agar dapat menarik kegiatan investasi sehingga dapat memacu pertumbuhan
perekonomian kota tersebut.
Untuk maksud tersebut perlu disusun Pedoman Inventarisas dan
Monitoring Pemanfaatan Jalan sebagai pedoman dalam pelaksanaan dan
pengendalian

pembangunan

menunjukkan

pemanfaatan

kota.
dan

Namun
penggunaan

demikian,

kenyataan

bagian-bagian

jalan

sering
untuk

peruntukkan lain tidak selalu sesuai pedoman pemanfaatan dan penggunaannya


yang sesuai dengan UU No 20 tahun 2010 dengan. Salah satu penyebabnya adalah
kurangnya monitoring terhadap pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan
untuk peruntukan lain tersebut. Maka perlu dilakukan inventarisasi dan
monitoring untuk mengetahui jumlah aset ruang yand terdapat dalam bagianbagian jalan yang dapat dimanfaatkan untuk peruntukan lain serta melakukan
monitoring atas pemanfaatan dan penggunanaan tersebut. Berdasarkan UU 38

PENYUSUNAN PEDOMAN INVENTARISASI DAN MONITORING


PEMANFAATAN JALAN
KECAMATAN JEBRES, KOTA SURAKARTA

2013

Tahun 2004 tentang Jalan dan UU No 20 Tahun 2010 tentang pedoman


pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan, maka diperlukan adanya suatu
pedoman yang berfungsi sebagai regulasi dalam inventarisasi dan monitoring
yang tertuang dalam bentuk Pedoman Inventarisasi dan Monitoring Pemanfaatan
Jalan yang mengacu pada pedoman pemanfaatan dan penggunaan bagian bagian
jalan yang berlaku.
Melalui kegiatan Penyusunan Pedoman Inventarisasi dan Monitoring
Pemanfaatan Jalan di Kecamatan Jebres Kota Surakarta Ruang, diharapkan dapat
diwujudkan pemanfaatan dan penggunaan bagian bagian jalan yang tertib sesuai
dengan peraturan yang berlaku sehingga dapat mewujudkan pelayanan jalan yang
optimal dan mewujudkan keselamatan penggunaan jalan.
1.5 Keluaran
Produk akhir dari kegiatan ini merupakan hasil bersama dengan
Pemerintah Daerah berupa Dokumen Penyusunan Pedoman Inventarisasi dan
Monitoring Pemanfaatan Jalan di Kecamatan Jebres Kota Surakarta yang
dilengkapi dengan dokumen Laporan Pendahuluan, kompilasi data dan analisis,
Laporan Akhir yang berupa mekanisme perijinan pemanfaatan dan penggunaan
bagian-bagian jalan, Prinsip-prinsip kompensasi, serta pemberian insentif dan
pengenaan disinsentif; serta Mekanisme pengawasan (pelaporan, pemantauan, dan
evaluasi) dan mekanisme penertiban (termasuk pengenaan sanksi).
1.6 Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan dari laporan ini terdiri atas 3 (lima) bab yang
secara rinci uraian penjelasannya adalah sebagai berikut.
BAB I Pendahuluan
Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang,

tujuan, dan sasaran

kegiatan, ruang lingkup kegiatan, kerangka pikir, keluaran serta


sistematika penyusunan.
BAB II Konsep Inventarisasi dan Monitoring Pemanfaatan Jalan di
Kecamatan Jebres

PENYUSUNAN PEDOMAN INVENTARISASI DAN MONITORING


PEMANFAATAN JALAN
KECAMATAN JEBRES, KOTA SURAKARTA

2013

Bab ini menjelaskan mengenai konsep inventarisasi dan monitoring


pemanfaatan jalan, bentuk-bentuk pelanggaran pemanfaatan jalan,
prosedur dan tatacara pelaksanaan inventarisasi dan monitoring
pemanfaatan jalan di Kecamatan Jebres.
BAB III Inventarisasi dan Monitoring Pemanfaatan Jalan
Bab ini menjelaskan mengenai inventarisasi dan monitoring pemanfaatan
jalan yang ada di Kecamatan Jebres Kota Surakarta.

BAB 1
KONSEP INVENTARISASI DAN MONITORING
PEMANFAATAN JALAN
2.1 Inventarisasi dan Monitoring Pemanfaatan Jalan

PENYUSUNAN PEDOMAN INVENTARISASI DAN MONITORING


PEMANFAATAN JALAN
KECAMATAN JEBRES, KOTA SURAKARTA

2013

Inventarisasi jalan merupakan bagian dari survey pemeliharaan yang


berguna untuk data dasar bagi penyelenggara jalan, sedangkan monitoring
pemanfaatan jalan merupakan bagian dari pengendalian fungsi dan manfaat hasil
pembangunan jalan kota dan bertujuan untuk mencegah gangguan terhadap fungsi
jalan.
2.1.1 Inventarisasi Jalan
Dalam rangka menyelenggarakan data dasar bagi penyelenggara jalan, maka
dilakukan survey inventarisasi jalan. Survey invenyarisasi jalan merupakan bagian
dari survey pemeliharaan jalan. Berdasarkan Permen PU No 13 Tahun 2011
Tentang Tata Cara Pemeliharaan dan Penilikan Jalan, survey inventarisaasi jalan
merupakan kegiatan mengumpulkan data inventarisasi jalan yang meliputi:
1. Fungsi jalan
2. Status jalan
3. Bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan
4. Data lalu lintas
5. Data geometrik jalan
6. Datakonstruksi perkerasan yang ada
7. Data lingkungan terakhir dari masing-masing ruas jalan
Ketentuan dalam survey inventarisasi
merupakan kegiatan pengumpulan data inventarisasi jalan yang
meliputi: fungsi jalan, status jalan, bangunan pelengkap dan
perlengkapan jalan, data lalu lintas, data geometrik jalan, data
konstruksi perkerasan yang ada, dan data lingkungan terakhir
dari
masing-masing ruas jalan yang dilakukan paling sedikit 1 (satu)
kali
dalam satu tahun.
Dalam rangka mengendalikan pemanfaatan ruang agar sesuai dengan
rencana

tata

ruang

penyimpanganpenyimpangannya,

dan
maka

untuk
perlu

memperkecil

dilakukan

kegiatan

pengawasan. Tujuan pengawasan adalah untuk menjaga kesesuaian


pemanfaatan ruang dengan fungsi ruang yang ditetapkan dalam
rencana

tata

ruang.

Kegiatan

pengawasan

dimaksudkan

untuk

mengikuti dan mendata perkembangan pelaksanaan pemanfaatan

PENYUSUNAN PEDOMAN INVENTARISASI DAN MONITORING


PEMANFAATAN JALAN
KECAMATAN JEBRES, KOTA SURAKARTA

2013

ruang yang dilakukan oleh semua pihak, sehingga apabila terjadi


penyimpangan

pelaksanaan

pemanfaatan

ruang

dapat

diketahui

secepatnya dan dapat segera dilakukan upaya penyelesaiannya