Anda di halaman 1dari 4

2.

3 Cairan Rumen
Rumen mengandung mikroorganisme bakteri dan protozoa yang
menghancurkan bahan-bahan makanan untuk kepentingan mikroba itu sendiri,
membentuk asam-asam lemak, serta mensintesis vitamin B dan asam-asam amino.
Volume rumen pada ternak sapi dapat mencapai 100 liter atau lebih dan untuk
domba berkisar 10 liter. Bagian cair dari isi rumen sekitar 8-10% dari berat sapi
yang dipuasakan sebelum dipotong. Bagian cair dari isi rumen kaya akan protein,
vitamin B kompleks serta mengandung enzim-enzim hasil sintesis mikroba
rumen.
Cairan rumen merupakan salah satu limbah dari Rumah Pemotongan Hewan
(RPH) yang belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan ada yang dibuang begitu
saja sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Cairan rumen

dapat

dimanfaatkan untuk pembuatan biakan bakteri/mikroba yang terkandung di


dalamnya sebagai starter pembuatan kompos/pupuk organik dan juga untuk
meningkatkan kandungan mikroorganisme pengurai di dalam tanah. Kuantitas dan
kualitas cairan rumen dapat dipengaruhi oleh jenis ternak, bobot badan, mikroba
yang terdapat dalam saluran pencernaan, kuantitas dan kualitas pakan serta daya
cernanya. Kualitas cairan rumen tergantung dari makanan ternak yang
dikonsumsinya. Cairan rumen akan mengandung zat anti nutrisi bila ternak
tersebut mengkonsumsi zat anti nutrisi (Darsono, 2011).
2.3.1 Keberadaan dan Bentuk Mikroba di Dalam Rumen
Ada tiga macam mikroba yang terdapat di dalam cairan rumen, yaitu bakteri,
protozoa dan sejumlah kecil jamur. Volume dari keseluruhan mikroba
diperkirakan meliputi 3,60% dari cairan rumen (Bryant, 1970). Bakteri merupakan
mikroba dengan jumlah terbanyak, sedangkan protozoa jumlahnya lebih sedikit
yaitu sekitar 1.000.000 cfu/ml cairan rumen. Jamur ditemukan pada ternak yang
digembalakan dan fungsinya dalam rumen sebagai kelompok selulolitik (Mc
Donald, 1988). Bakteri merupakan biomassa mikroba yang terbesar di dalam
rumen, dan berdasarkan letaknya dalam rumen, bakteri dapat dikelompokkan
menjadi (Preston dan Leng, 1987):
a. Bakteri yang bebas dalam cairan rumen (30% dari total bakteri).
b. Bakteri yang menempel pada partikel makanan (70% dari total bakteri).

c. Bakteri yang menempel pada epithel dinding rumen dan bakteri yang
menempel pada protozoa.
Jumlah bakteri di dalam rumen berkisar antara 1-1.000.000.000 cfu/ml
cairan rumen. Terdapat tiga bentuk bakteri, yaitu bulat, batang dan spiral dengan
ukuran yang bervariasi antara 0,3-50 mikron. Kebanyakan bakteri rumen adalah
anaerob, yaitu tumbuh tanpa kehadiran oksigen. Meski demikian masih terdapat
kelompok bakteri yang dapat hidup dengan kehadiran sejumlah kecil oksigen.
Kelompok bakteri ini dinamakan bakteri fakultatif, yaitu bakteri yang biasa hidup
menempel pada dinding rumen tempat terjadi difusi oksigen ke dalam rumen
(Czerkawski, 1988). Beberapa jenis bakteri yang terkandung dalam cairan rumen
adalah (Hungate,1966):
a. Bakteri selulolitik (Bakteroidessuccinogenes, Ruminococcus flavafaciens,
Ruminococcus albus, Butyrifibriofibrisolvens)
b. Bakteri

pencerna

hemiselulosa

(Butyrivibrio

fibrisolvens,Bakteroides

ruminocola, Ruminococcus sp)


c. Bakteri pencerna pati (Bakteroides ammylophilus, Streptococcus bovis,
Succinnimonas amylolytica)
d. Bakteri pencerna gula (Triponema bryantii, Lactobasilus ruminus)
e. Bakteri proteolitik (Clostridium sporogenus, Bacillus licheniformis).
Jumlah mikroba di dalam cairan rumen sapi bervariasi meliputi mikroba
proteolitik 2,5x109 cfu/gram cairan rumen, mikroba selulolitik 8,1x104 cfu/gram
cairan rumen, mikroba amilolitik 4,9x109 cfu/gram cairan rumen, mikroba
pembentuk asam 5,6x109 cfu/gram cairan rumen, mikroba lipolitik 2,1x1010
cfu/gram cairan rumen, dan fungi lipolitik 1,7x103 cfu/gram cairan rumen.
Mikroorganisme tersebut mencerna pati, gula, lemak, protein dan nitrogen bukan
protein untuk membentuk mikrobial dan vitamin B (Sutrisno, 1994).
2.3.2 Komposisi Kimia Cairan Rumen
Komposisi kimia cairan rumen adalah abu (11%), protein kasar (17,6%),
lemak kasar (2,1%), serat kasar (28%), Beta-N (41,40%), Ca (0,79%) dan P
(0,67%). Kandungan zat makanan yang terdapat pada cairan rumen sapi meliputi
air (8,8%), protein kasar (9,63%), lemak (1,81%), serat kasar (24,60%), Beta-N
(38,40%), Abu (16,76%), kalsium (1,22%) dan posfor (0,29%), sedangkan pada

domba meliputi air (8,28%), protein kasar (14,41%), lemak (3,59%), serat kasar
(24,38%), abu (16,37%), kalsium (0,68%) dan posfor (1,08%) (Czerkawski,
1988).
Berikut di bawah ini ditampilkan contoh tabel perbandingan karakteristik cairan
rumen dari Sapi Jawa dan Sapi Peranakan Ongole (Purbowati, 2014):
Tabel 2.3.2 Karakteristik cairan rumen (characteristics of the rumen fluids)
Parameter

Sapi Jawa (Jawa bull)

Sapi Peranakan Ongole


(Ongole Grade bull)

pH cairan rumen (pH of

6,83

6,67

rumen fluid)
NH3
cairan

8,75

7,49

(ml/Mol)):

28,98

30,89

- Asetat (acetate)
- Propionat (propionate)

8,18

6,88

- Butirat (butirate)
Rasio
asetat:propionat

5,02
3,77

5,95
4,44

(mgN/100ml)

rumen
(NH3 of

rumen

fluid

(mgN/100ml))
Volatile Fatty Acids/VFA
cairan rumen (ml/Mol)
(VFA of rumen fluid

(acetate:propionate
ratio)
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa karakteristik cairan rumen pada
setiap jenis ruminansia berbeda-beda, meskipun parameter yang diukur sama.

Daftar acuan:

Bryant, M .P. 1967. Microbiology of the Rumen In Sweeson. Cornell


University Press: London.

Czerkawski, J.W. 1988. An Introduction to Rumen Studies. Pergamon


Press: New York.

Darsono, W.W. 2011. Isi Rumen sebagai Campuran Pakan. Dalam:


http://darsonoww.blogspot.com/2011/11/isi-rumen-sebagaicampuran-pakan.html (tanggal akses : 20 Oktober 2014).

Hungate, R .E. 1966. The Rumen and its Microbes. Academic Press: New
York.

McDonald, P . Edwards, R .A. Greenhalq. 1988. Animal Nutrition.


Longman Scientific and Technical: Hongkong.

Preston and Leng . 1987. Matching Ruminant Produktion Systems With


Available Resource in the Tropik and Sub Tropik Penambul
Books Armidale. New South Wales: Australia.

Purbowati, E., Rianto, E., Dilaga, S.W., Lestari, C.M.S., dan Adiwinarti, R.
2014. Karakteristik Cairan Rumen, Jenis, dan Jumlah Mikrobia
dalam Rumen Sapi Jawa dan Peranakan Ongole (Characteristics
of the Rumen Fluids, Type and Number of Ruminal Microbes In
Java and Ongole Grade Bulls). Buletin Peternakan Vol. 38(1): 2126, Februari 2014 ISSN 0126-4400. Universitas Diponegoro:
Semarang.

Sutrisno, C.L. 1994. Proceeding Seminar Nasional Sains dan Teknologi


Peternakan Pengolahan dan Komunikasi Hasil-Hasil
Penelitian Ternak. Ciawi.