Anda di halaman 1dari 36

PEMERINTAH KABUPATEN NGADA

BADAN PENGAWAS
Jln. Ade Irma Suryani, ( 0384 ) 21046/ Fax 21092

BAJAWA
Kode Pos : 86411

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN


BIDANG
SATUAN KERJA
SASARAN PEMERIKSAAN

:
:
:

MASA PEMERIKSAAN
NOMOR
TANGGAL
TAHUN ANGGARAN

:
:
:
:

INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH III


DESA NABELENA - KECAMATAN BAJAWA UTARA

PENGELOLAAN DANA BDB

PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA

PENGELOLAAN RASKIN

PENGELOLAAN
APBDES
DAN
BANTUAN LAINNYA

PENGELOLAAN
BARANG
INVENTARIS
TA. 2007 s/d 2009
/LHP/PKPT/2009
2009

BAB I. RINGKASAN HASIL PEMERIKSAAN

A. PEMERIKSAAN SESUAI PKPT 2008.


1. ADMINISTRASI KEUANGAN DAN PELAPORAN
a. Penyelenggaraan Administrasi Keuangan dan Pelaporan BDB TA. 2007, ADD
dan Dana Kesra TA. 2008 tidak tertib
Hal ini ditandai dengan :
1) Penunjukan dan pengangkatan para bendahara BDB, ADD, Kesra dan ATK desa
Nabelena TA. 2007 s/d 2009 tidak dibuat dengan SK tertulis dari kepala desa
(08.1.1).
2) Buku kas penerimaan dan pengeluaran uang BDB TA. 2007 dan dana Kesra TA.
2008 tidak dikerjakan.
3) Buku Kas Umum ADD TA. 2008 sudah dikerjakan namun cara mengerjakan
belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku seperti :
a)

Pencatatan hanya dari bulan Januari s/d Nopember


2008, sedangkan bulan Desember 2008 tidak dicatat.

b)

Terdapat banyak coretan dan tindisan baik angka


maupun huruf.
1

c)

Redaksi pengeluaran kurang terperinci peruntukannya.

d)

Pemeriksaan kas oleh atasan langsung setiap bulan atau


sekali dalam 3 (tiga) bulan sejak TA. 2007 s/d 2008 tidak dilakukan.

4) Surat Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan keuangan BDB TA. 2007, ADD


dan Kesra TA. 2008 senilai Rp 66.938,432

keadaan s/d bulan Desember 2009

tidak dibuat dan disampaikan kepada Bupati Ngada.


5) LKPJ Tahun 2007 dan 2008 tidak dibuat oleh mantan kepala desa.
6) Penunjukan pejabat kepala desa pada bulan Juni 2009, tidak disertai dengan
memori serah terima jabatan.
Disarankan kepada kepala Desa Nabelena agar:
1) Membuat SK penunjukan bendahara ADD, Kesra dan ATK sekarang maupun
yang akan datang.
2) Perintahkan secara tertulis kepada bendahara/pemegang kas untuk mengerjakan
buku kas umum penerimaan dan pengeluaran keuangan dan SPJ BDB, ADD,
Kesra dan ATK tahun anggaran 2007 s/d 2009 sesuai ketentuan yang berlaku.
3) Perintahkan mantan kepala desa untuk membuat LKPJ tahun 2007 dan 2008 dan
memori serah terima jabatan dari kepala desa periode 2007 s/d Mei 2009 kepada
Pj. Kepala desa periode Juni 2009.
4) Kepada camat Bajawa Utara agar membuat surat teguran/peringatan kepada
mantan kepala desa a.n. Adrianus Nale dan sekretaris desa a.n. Primus Djodo
yang lalai membuat SPJ BDB TA. 2007 dan ADD TA. 2008, sehingga dana
ADD TA. 2009 dan 2010 bisa dicairkan ke desa Nabelena.
b.

Penyelenggaraan Administrasi Keuangan APBDes dan PBB sejak TA. 2007 s/d
2009 belum tertib :
Hal ini ditandai dengan :
1)

Buku Kas Umum dikerjakan tidak sesuai dengan ketentuan yang


berlaku.

2)

Buku bant penerimaan, pengeluaran dan pajak tidak dikerjakan.

3)

Setiap transaksi penerimaan dan pengeluaran tidak langsung


dibukukan dalam buku kas dan bukti-bukti pengeluaran tidak diselenggarakan
sesuai ketentuan yang berlaku.

4)

Laporan pengelolaan dana yang bersumber dari APBDes sejak TA.


2007 s/d 2009 tidak pernah dibuat untuk dipertanggungjawabkan di tingkat desa.

5)

Pemeriksaan Kas oleh Atasan Langsung terhadap Pemegang Kas


tidak pernah dilaksanakan.
2

Disarankan kepada kepala Desa Nabelena :


1) Perintahkan secara tertulis kepada bendahara APBDes an. Viktor Nono untuk
mengerjakan buku kas umum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2) Perintahkan secara tertulis kepada bendahara APBDes an. Viktor Nono buku
bant penerimaan, pengeluaran dan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
3) Peringatkan secara tertulis kepada bendahara APBDes an. Voktor Nono agar
membukukan setiap transaksi penerimaan dan pengeluaran ke dalam buku kas
disertai dengan bukti-bukti pengeluaran sesuai ketentuan yang berlaku.
4) Peringatkan secara tertulis kepada bendaharawan agar pada tahun yang akan
datang untuk membuat laporan pengelolaan dana yang bersumber dari APBDes
untuk dipertanggungjawabkan di tingkat desa.
5) Selaku atasan langsung bendaharawan APBDes untuk selalu melakukan
pemeriksaan kas oleh terhadap bendaharawan minimal tiga bulan sekali dan
dilengkapi dengan verita acara pemeriksaan kas.
6) Merencanakan dan menetapkan sumber-sumber penerimaan APBDes secara
baik dan menetapkannya dalam APBDes.

2. Penyelenggaraan Administrasi keuangan Bantuan Dinas P3 kepada Ke-5 Kelompok


Tahun 2007 s/d Desember 2009 pada Desa Nabalena belum tertib :
Hal ini ditandai dengan :
1) Pengerjaan Buku-buku pada ke 5 kelompok termasuk buku kas belum tertib.
2) Bukti bukti penerimaan dan pengeluaran tidak di catat dengan baik
3) Masih terdapat tidak tersedianya buku tamu, buku notulen, dan daftar hadir
pada Kelompok Tani Desa Nabalena.
Disarankan kepada kepala desa Nabelena:
1) Perintahkan secara tertulis kepada bendaharawa agar selalu mengerjaan buku
kas dan administrasi keuangan lainnya.
2) Perintahkan bendaharawan untuk selalu mencatat dan menyimpan bukti bukti
penerimaan dan pengeluaran dengan baik
3) Membuat buku tamu, buku notulen, dan daftar hadir pada Kelompok Tani
Desa Nabalena.

3. Penyelenggaraan Administrasi Keuangan dan Pelaporan Beras untuk Orang Miskin


(Raskin) pada Kantor Desa Nabelena Keadaan TA. 2007 s/d Desember TA. 2009
belum tertib
Hal ini ditandai dengan :
Dari hasil pemeriksaan terhadap penyelenggaraan administrasi keuangan dan
pelaporan Raskin pada kantor Desa Nabelena sejak TA. 2007 s/d Desember 2009
ditemui kelemahan sebagai berikut:
1)

Penunjukan pengelola/ pengurus Raskin pada kantor Desa Nabelena TA.


2007 s/d TA. 2009, dalam melaksanakan tugasnya tidak ditetapkan dengan SK.
Kepala Desa Nabelena.

2)

Setiap ada pergantian pengelola/ pengurus

Raskin tidak diikuti dengan

Berita Acara Serah Terima Jabatan.


3)

Buku kas yang mencatat penerimaan dan pengeluaran keuangan Raskin


sejak TA. 2007 s/d keadaan Desember 2009 tidak pernah dikerjakan oleh
pengelola/ pengurus Raskin.

4)

Buku buku yang mencatat penerimaan dan penyaluran Raskin kepada


KK- RTM sejak TA. 2007 s/d Desember 2009 tidak pernah dikerjakan oleh
pengelola/ pengurus Raskin.

5)

Laporan penerimaan beras dari sub Bulog Bajawa maupun pendistribusian


beras kepada masyarakat TA. 2007 s/d TA. 2009 belum pernah dibuat untuk
dikirim kepada Bupati Ngada cq. Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat
pada Setda Ngada melalui Camat Bajawa Utara.

6)

Daftar nama KK Miskin/ RTM penerima Raskin tidak ditempelkan pada


papan pengumuman di Kantor Desa Nabelena

7)

Dokumen/ surat surat berharga yang berkaitan dengan administrasi


keuangan dan penyaluran Raskin tidak diagendakan dan disimpan secara baik.

Disarankan kepada Kepala Kepala Desa Nabelena agar:


a. Bilamana ada pergantian pengelola/ pengurus beras Raskin harus dibuatkan
dengan Berita Acara Serah Terima Jabatan.
b. Perintahkan secara tertulis kepada pengurus/ pengelola dan bendahara Raskin
a.n. Lukas Lena Langa dan Viktor Nono untuk senantiasa mengerjakan buku
kas penerimaan dan pengeluaran beras serta keuangan beras dengan tertib.
4

c. Perintahkan secara tertulis kepada pengelola/ pengurus Raskin a. n. Lukas Lena


Langa dan Viktor Nono, untuk senantiasa menyimpan dokumen administrasi
pengelolaan Raskin secara tertib dan membuat laporan penerimaan maupun
pendistribusian Raskin dari Perum Bulog Bajawa kepada masyarakat.
d. Perintahkan secara tertulis kepada pengelola /pengurus Raskin agar sejak TA.
2009 dan seterusnya supaya namanama KK Miskin (Model DPM-1) yang
berhak menerima beras miskin (Raskin) agar ditempelkan pada papan
pengumuman Desa Nabelena agar mudah dibaca dan diketahu oleh masyarakat
luas.

4. Penyelenggaraan Administrasi Barang Invenstaris di Desa Nabelena sejak TA. 2007


s/d 2009 belum tertib.
Hal ini ditandai dengan :
1) Tidak ada aparat desa yang ditugaskan untuk mengurus / mengelola barang
inventaris.
2) Buku barang inventaris tidak dikerjakan.
3) Laporan bulanan, triwulan maupun tahunan tentang keberadaan barang inventaris
tidak pernah dikerjakan.
4) Kartu Inventaris Ruangan (KIR) dan Kartu Inventaris Barang (KIB) tidak
dikerjakan oleh Bendahara barang.
5) Barang inventaris hasil pengadaan TA. 2008 yang bersumber dari dana ADD belum
dibukukan dalam buku inventaris.
6) Semua barang inventaris yang terdapat di Desa Nebelena tidak / belum
dikodefikasi.
Disarankan kepada Kepala Desa Nabelena agar :
1) Segera menunjuk dengan Keputusan Kepala Desa Nabelena salah satu aparat
desa yang untuk ditugaskan sebagai bendaharawan barang.
2) Memerintahkan secara tertulis kepada bendaharawan barang yang ditujuk untuk
mengerjakan buku barang inventaris.
3) Memerintahkan bendaharawan barang untuk membuat laporan semester dan
tahunan tentang keberadaan barang inventaris.
4) Memerintahkan bendaharawan barang untuk membuat Kartu Inventaris Ruangan
(KIR) dan Kartu Inventaris Barang (KIB).
Memerintahkan secara tertulis kepada bendaharawan barang untuk memberikan
kode barang inventaris sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b.

Pengelolaan Keuangan
1. Pengelolaan Keuangan BDB TA. 2007, ADD dan Dana Kesra TA. pada Kantor
Desa Nabelena tidak tertib
Hal ini ditandai dengan :
5

1)

Keuangan BDB TA. 2007 sebesar Rp.12.500.000


diterima dan dikelola langsung oleh Kepala Desa nabelena a.n. Adrianus Nale.

2)

Terdapat ketekoran kas uang BDB TA. 2007 yang


disalahgunakan oleh mantan Kepala Desa an. Adrianus Nale sebesar Rp.3.110.000,dan sudah disetor seketika tanggal 2212-2009 sebesar Rp. 500.000,- sisa sebesar
Rp. 2.610.000,-

3)

Terdapat penyalahgunaan keuangan ADD dan Dana


Kesra TA. 2008 sebesar Rp11.587.500 oleh Sekretaris Desa/ Pemegang Kas a.n.
Primus Djodo dengan rincian :

Dana ADD TA. 2008 sebesar

Rp.9.587.500,-

Dana Kesra TA. 2008 sebesar

Rp.2.000.000,-

4)

Alokasi Dana Desa (ADD) Nabelena TA. 2009


keadaan s/d Desember 2009 tidak diterima oleh Desa Nabelena.

5)

Terdapat pengeluaran fiktif yang dilakukan oleh


pemegang kas a.n. Primus Djodo sebesar Rp 1.296.250.

6)

Terdapat belanja barang senilai Rp 14.017.500 yang


tidak dipungut PPN dan PPh oleh pemegang kas a.n. Primus Djodo sebesar Rp
1.465.466 dengan rincian:
PPN sebesar

= Rp 1.274.318,-

PPh sebesar

= Rp

191.148,-

Total ketekoran kas, pengeluaran fiktif dan PPN + PPh yang menjadi tanggung
jawab pemegang kas a.n. Primus Djodo sebesar Rp 14.349.216, yaitu :

7)

Ketekoran kas ADD sebesar

= Rp 9.587.500,-

Pengeluaran fiktif ADD sebesar

= Rp 1.296.250,-

Ketekoran kas Dana Kesra sebesar

= Rp 2.000.000,-

PPN dan PPh sebesar

= Rp 1.465.466,Terdapat ketekoran kas Dana ATK TA. 2009 yang

disalahgunakan oleh pemegang kas ATK a.n. Lukas Lena sebesar Rp. 360.000.

Disarankan kepada Pj. Kepala desa Nabelena agar:


1)
Perintahkan secara tertulis kepada mantan kepala desa a.n.
Adrianus Nale dan pemegang kas a.n. Primus Djodo untuk segera menyetor
keuangan BDB tahun 2007 dan ADD tahun 2008 yang disalahgunakan ke kas desa
dan ke kas negara sesuai surat penyataan dan bukti setoran disampaikan kepada
Inspektorat sebagai bukti tindak lanjut.
2)
Perintahkan secara tertulis kepada mantan kepala desa a.n.
Adrianus Nale untuk segera menyetor keuangan BDB tahun anggaran 2007 sebesar
6

Rp2.610.000 ke kas desa paling lambat tanggal 20-5-2010 sesuai surat pernyataan
yang bersangkutan tanggal 22-12-2009.
3)
Perintahkan secara tertulis kepada pemegang kas/ sekretaris desa
a.n. Primus Djodo untuk segera menyetor keuangan ADD tahun anggaran 2008
sebesar Rp12.883.750 ke kas desa paling lambat tanggal 31-12-2009 sesuai surat
pernyataan yang bersangkutan tanggal 23-12-2009.
4)
Kepada camat Bajawa Utara agar membuat surat teguran keras
kepada mantan kepala desa dan sekretaris desa untuk segera mengembalikan
keuangan yang disalahgunakan ke kas desa dan ke kas negara.
2. Pengelolaan keuangan APBDes Desa Nabelena sejak tahun anggaran 2007 s/d 2009
belum tertib.
Hal ini ditandai dengan :
1) Terdapat ketekoran kas pada bendahara APBDes TA. 2009 an. Viktor Nono sebesar
Rp2.354.000,00.
Ketekoran kas tersebut senilai Rp2.354.000,00 telah disetor seketika sesuai bukti/
kuitansi tanggal 17 - 12 2009.
2) Terdapat pengeluaran fiktif sebesar Rp355.000,00 merupakan pengeluaran yang
telah dibukukan tetapi tidak didukung bukti pengeluaran yang menjadi
tanggungjawab bendahara a.n. Viktor Nono.
3) Terdapat ketekoran kas pada bendahara APBDes TA. 2008 a.n. Primus Djodo
sebesar Rp1.175.000,00 yang menjadi tanggung jawab bendahara APBDes a.n.
Primus Djodo.
4) Realisasi penerimaan dan pengeluaran APBDes tidak sesuai target penerimaan
yang tertuang dalam APBDes
Disarankan kepada kepala desa Nabelena agar:
1) Perintahkan secara tertulis kepada bendahara APBDes desa Nabelena TA. 2009 a.n.
Viktor Nono untuk segera menyetor ke kas desa sisa kas sebesar Rp355.000,00
2) Perintahkan secara tertulis kepada bendahara APBDes desa Nabelena TA. 2008 a.n.
Primus Djodo untuk segera menyetor ke kas desa sisa kas sebesar Rp1.175.000,00

3. Pengelolaan keuangan bantuan Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, dan Dinas Kehutanan
belum tertib.
Hal ini ditandai dengan :

1) Terdapat tunggakan pengembalian bibit halia sebesar 4.500 kg dan denda


keterlambatan sebesar Rp.915.000,- ( Sembilan Ratus Lima Belas Ribu Rupiah ) ke
Dinas Pertanian.
2) Terdapat ketekoran kas sebesar Rp. 1.100.000,- (Satu Juta Seratus Ribu Rupiah) yang
di pinjam pribadi oleh PPL a.n. Cirilus Lali pada kelompok Sosama.
3) Terdapat pendropingan bibit padi, jagung ke kelompok-kelompok oleh Dinas
Pertanian tanpa tinggalkan bukti sebagai arsip di kelompok.

Disarankan kepada kepala desa Nabelena:


1) Perintahkan secara tertulis kepada ketua kelompok Sosama untuk segera
mengembalikan bibit halia sebesar 4.500 kg dan denda keterlambatan sebesar
Rp.915.000,- ( Sembilan Ratus Lima Belas Ribu Rupiah ) ke Dinas Pertanian paling
lambat tanggal . sesuai surat pernyataan tanggal

.. dan foto

copy penyetorannya disampaikan kepada Inspektorat Kab. Ngada sebagai bukti tindak
lanjut.
2) Perintahkan secara tertulis kepada ketua kelompok sosama untuk menagih keuangan
kelompok yang di pinjam pribadi oleh PPL a.n. Cirilus Lali sebesar Rp. 1.100.000,(Satu Juta Seratus Ribu Rupiah) dan bukti pengembaliannya disampaikan kepada
Inspektorat Kab. Ngada sebagai bukti tindak lanjut.
3) Kepada kelompok tani yang menerima pendropingan bibit padi, jagung oleh Dinas
Pertanian supaya meminta bukti pendropingan bibit di Dinas Pertanian untuk arsip di
tingkat kelompok.

4. Pengelolaan Keuangan dan Pendistribusian Raskin pada Kantor Desa Nabelena TA.
2008 s/d Bulan Desember TA. 2009 belum tertib
Hal ini ditandai dengan :
Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan dan pendistribusian Raskin pada
kantor Desa Nabelena TA. 2008 s/d Bulan Desember TA. 2009 ditemui kelemahan
kelemahan sebagai berikut :
1) Terdapat kenaikan harga penjualan beras Raskin kepada masyarakat dari Rp1.600/ Kg
menjadi Rp3.000,-/ Kg.
2) Pembagian/ penjualan Raskin sejak TA. 2008 s/d keadaan Desember TA. 2009 tidak
hanya kepada 65

Rumah Tangga Miskin Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM)

melainkan dibagikan secara merata kepada 230 KK yang ada pada 4 (empat) dusun di
Desa Nabelena.
3) Terdapat ketekoran kas dari keuntungan hasil penjualan beras Raskin Putaran III TA.
2008 sebesar Rp2.284.000 yang belum

dipertanggungjawabkan oleh mantan

bendahara Raskin TA.2008 an.Magdalena Seku Bue, dan sudah disetor kembali ke kas
desa sesuai bukti tanggal 31 Desember 2009.
4)

Setiap ada pembagian Raskin kepada RTS-PM pada daftar penyaluran hanya ditulis
nama penerima, alamat dan paraf. Sedangkan jumlah beras dan jumlah pembayaran
tidak dicantumkan.

Disarankan kepada Kepala Desa Nabelena agar :


1)

Bersama pengelola/ pengurus Raskin sejak TA. 2009 dan seterusnya dalam
melakukan pembagian beras Raskin harus sesuai RTS-PM RASKIN yang sudah
ditetapkan menurut Daftar Penerima Manfaat ( DPM-1 dan DPM-2 ).

2)

Perintahkan kepada pengurus Raskin agar pada setiap pembagian/ penjualan Raskin
sejak TA. 2010 dan seterusnya supaya tetap berpedoman pada Daftar Penerima
Manfaat (DPM-1) yang dikeluarkan oleh Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat
pada Setda Ngada.

3)

Perintahkan kepada pengurus Raskin agar sejak TA. 2010 dan seterusnya bilamana
ada pembagian Raskin kepada RTS-PM supaya pada daftar penyaluran ditulis nama
penerima, alamat, jumlah beras yang dibeli, harga satuan, jumlah beras, jumlah harga
dan paraf.

5. Pengelolaan Barang Invenstaris di Desa Nabelena sejak TA. 2007 s/d 2009 belum tertib.
Hal ini ditandai dengan :
Terdapat barang inventaris hasil pengadaan tahun anggaran 2008, yang bersumber dari
dana ADD TA. 2008 belum diserahkan kepada pihak desa Nabelena oleh bendahara
desa tahun 2008 yang juga merangkap sekretaris desa a.n. Primus Djodo.
Disarankan kepada Kepala Desa Nabelena agar :
1)
Perintahkan secara tertulis kepada sekretaris desa TA. 2008 a.n. Primus Djodo
untuk segera melengkapi dan menyerahkan barang inventaris berupa 15 buah
kursi plastik kepada desa Nebelena, dan bukti berupa berita acara serah terima
barangnya disampaikan kepada Inspektorat Kabupaten Ngada sebagai bukti
tindak lanjut.
2)
Perintahkan secara tertulis kepada sekretaris desa a.n. Primus Djodo untuk
menyerahkan barang inventaris hasil pengadaan tahun anggaran 2008, yang
bersumber dari dana ADD TA. 2008 berupa:
No
Jenis barang
Jumlah
Keterangan
9

1
Mesin jahit
2 unit
2
Lemari
4 buah
3
Periuk uk. 10 kg
1 buah
4
Dandang uk. 30 kg
1 buah
5
Piring
1 lusin
6
Gelas
1 lusin
7
Irus
1 buah
8
Senduk makan
1 lusin
9
Mangkok besar
1 buah
10 Senduk nasi
1 buah
11 Ember kecil
2 buah
12 Genset uk. 1500 watt
1 unit
Dan bukti penyerahan kepada desa Nebelena berupa berita acara serah terima
barangnya disampaikan kepada Inspektorat Kabupaten Ngada sebagai bukti
tindak lanjut.

BAB II. URAIAN HASIL PEMERIKSAAN.


A. PENDAHULUAN.
1.

Dasar Pemeriksaan :
Surat Tugas Bupati Ngada Nomor 094/Irkab/359/12/2009 tanggal 19 Desember 2009
2.
Sifat Pemeriksaan :
Pemeriksaan Reguler sesuai PKPT 2009.
3.
Ruang Lingkup Pemeriksaan :
a.
Pemeriksaan atas ketaatan terhadap ketentuan yang berlaku.
b.
Pengelolaan administrasi dan keuangan atas dana BDB,
ADD, Raskin,PBB, Barang Inventaris serta bantuan keuangan lainnya sesuai
ketentuan yang berlaku.
c.
Pelaksanaan fisik proyek.
4.
Tujuan Pemeriksaan :
a. Mengecek tindak lanjut hasil pemeriksaan yang lalu.
b. Mengetahui kebenaran formil dan materil serta pertanggung jawaban keuangan
rutin, BDB, ADD/ADK, Beras Raskin/Rawan Pangan, PBB, Gerbang Emas DEsa,
Barang Inventaris serta bantuan keuangan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
c. Memberikan saran perbaikan terhadap kelemahan yang ditemukan.
5.
Sasaran Pemeriksaan :
1)
Penyelenggaraan Administrasi keuangan rutin, BDB, ADD/ADK, Beras
Raskin/Rawan Pangan, PBB, Gerbang Emas Desa, Barang Inventaris serta bantuan
keuangan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

10

2)

Pengelolaan keuangan rutin, BDB, ADD/ADK, Beras Raskin/Rawan Pangan, PBB,


Gerbang Emas Desa, Barang Inventaris serta bantuan keuangan lainnya sesuai
ketentuan yang berlaku.
6.
Masa yang diperiksa : TA. 2007 s/d 14 Desember 2009
7.
Lamanya Pemeriksaan : 8 (delapan) hari.
8.
Data Umum :
a. Nama Obyek yang diperiksa
: Desa Nabelena Kec. Bajawa Utara
Alamat
: Kisaraghe
b. Kepala Desa
Sejak 2007 s/d Mei 2009
: Adrianus Nale
Sejak Mei 209 s/d Desember 2009
: Mikael Suri
c. Sekretaris Desa
Sejak 2007 s/d 2008
: Fransiskus Tangi
Sejak 2008 s/d Desember 2009
: Primus Djodo

d. Kaur-kaur
- Kaur Pemerintahan
Sejak 2007 s/d 2008
: Ernius Lila (alm).
Sejak 2008 s/d Desember 2009
: Adrianus Mole
- Kaur Pembangunan
: Lukas Lena
- Kaur Umum
: Magdalena Seku
e. Pamong-pamong
- Pamong kesehatan
: Viktor Nono
- Pamong pendidikan
: Lowong
- Pamong adat
: Lowong
f. Dusun-dusun
- Kadus Watusewua
: Yoseph Due
- Kadus Porelena
: Eduardus Lopa
- Kadus Nunubutu
: Yohanes Goru
- Kadus Lokamere
: Thomas Bue
g. Pengelola Keuangan dan Raskin Tahun Anggaran 2007 s/d Juni 2009 :
1).
BDB Tahun Anggaran 2007
:
Dikelola
langsung oleh kepala desa a.n. Adrianus Nale
2).
ADD Tahun Anggaran 2008
Bendahara
: Primus Djodo
Atasan Langsung
: Adrianus Nale
3).
APBDes Tahun Anggaran 2007, 2008 dan 2009 :
TA. 2007
Bendahara
: Magdalena Seku Bue
Atasan Langsung
: Adrianus Nale
TA. 2008
Bendahara
: Primus Djodo
Atasan Langsung
: Adrianus Nale
TA. 2009
11

Bendahara
: Viktor Nono
Atasan Langsung
: Mikael Suri
Sesuai Keputusan Kepala Desa Nebelena nomor 3 tanggal 18 Juni 2009
tentang Penunjukan Pengguna Anggaran, Pemegang Kas, Pembantu
Pemegang Kas dan Unit Pengelola Keuangan Desa (UPKD) Nabelena
Tahun Anggaran 2009.
4).
Pengurus beras Raskin :
a).
TA. 2008 :
Pengurus Beras
:
Primus
Djodo
Bendahara
: Magdalena Seku
Bue
Atasan Langsung
: Adrianus Nale
b).
TA. 2009 :
Juru Pungut/bendahara
:
Viktor
Nono
Atasan Langsung
: Lukas Lena
Langa
Sesuai
Surat
Keputusan
Kepala
Desa
Nabelena
nomor
2/KEPDES/07/2009 tanggal 28 Juli 2009 tentang Penunjukan Tim
Pengelola Beras Bantuan Desa Nabelena Kecamatan Bajawa Utara
Tahun Anggaran 2009.
5).
Bendahara barang
:Atasan Langsung
: Mikael Suri
h.

Informasi singkat tentang Tujuan dan Tugas Pokok :

Tujuan :
a. Meningkatkan pendapatan asli desa dan usaha swadaya masyarakat.
b. Meningkatkan usaha ekonomi desa.
c. Meningkatkan pendapatan penduduk desa.

Tugas Pokok :
a). Menertibkan pendapatan asli desa.
b). Membangun proyek-proyek yang bersifat ekonomi produktif.
c). Memerangi kemiskinan.
d). Menumbuhkan rasa kebersamaan masyarakat dalam pembangunan di desa.
i.
Organisasi, Manajemen dan Pengendalian :
a). Organisasi :
Personalia yang menangani dana BDB, ADD, Kesra, APBdes, Raskin, PBB,
Barang Inventaris serta bantuan keuangan lainnya belum ditetapkan sesuai
ketentuan yang berlaku, sehingga dalam pelaksanaanya juga belum berfungsi
dengan baik sehingga masih ditemukan kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan
tugas yang perlu diperbaiki.
b). Manajemen :
Yang menanggapi hasil temuan adalah Pj. Kepala Desa Nabelena.
12

c). Pengendalian :
Pengendalian tidak berjalan secara efektif sehingga ditemukan penyalahgunaan
keuangan BDB, ADD, Kesra, APBdes, Raskin, PBB, Barang Inventaris serta
bantuan keuangan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
j. Pemeriksaan oleh APFP lainnya : Tidak ada.
B. URAIAN TEMUAN HASIL PEMERIKSAAN.
a. Administrasi Keuangan dan Pelaporan
1. Penyelenggaraan Administrasi Keuangan dan Pelaporan BDB TA. 2007, ADD
dan Dana Kesra TA. 2008 tidak tertib
Hal ini ditandai dengan :
1) Penunjukan dan pengangkatan para bendahara BDB, ADD, Kesra dan ATK desa
Nabelena TA. 2007 s/d 2009 tidak dibuat dengan SK tertulis dari kepala desa.
2) Buku kas penerimaan dan pengeluaran uang BDB TA. 2007 dan dana Kesra TA.
2008 tidak dikerjakan.
3) Buku Kas Umum ADD TA. 2008 sudah dikerjakan namun cara mengerjakan
belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku seperti :
a) Pencatatan hanya dari bulan Januari s/d Nopember 2008, sedangkan bulan
Desember 2008 tidak dicatat.
b) Terdapat banyak coretan dan tindisan baik angka maupun huruf.
c) Redaksi pengeluaran kurang terperinci peruntukannya.
d) Pemeriksaan kas oleh atasan langsung setiap bulan atau sekali dalam 3
(tiga) bulan sejak TA. 2007 s/d 2008 tidak dilakukan.
4) Surat Pertanggungjawaban (SPj) penggunaan keuangan BDB TA. 2007, ADD
dan Kesra TA. 2008 senilai Rp 66.938,432

keadaan s/d bulan Desember 2009

tidak dibuat dan disampaikan kepada Bupati Ngada.


5) LKPJ Tahun 2007 dan 2008 tidak dibuat oleh mantan kepala desa.
6) Penunjukan pejabat kepala desa pada bulan Juni 2009, tidak disertai dengan
memori serah terima jabatan.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :
1) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 22 Tahun 1983 tanggal 30-04-1983
tentang Penyelenggaraan Tata Pembukuan Bendahrawan pada Unit Satuan Kerja
di lingkungan Departemen Dalam Negeri Pasal 1 Ayat (1) dan (2) dan Pasal 10
Ayat (6) menyatakan :
a. Pasal 1
b. Ayat (1)

: Setiap bendaharawan yang mengurus uang negara wajib


13

mempunyai 1 (satu) Buku Kas Umum dan buku pembantu


c. Ayat (2)

serta buku kepala.


: Semua penerimaan dan pengeluaran dicatat di dalam Buku

b. Pasal

Kas Umum dan buku pembantu serta buku kepala.


10 : Dalam buku kas umum tidak dibenarkan adanya ruang

Ayat (6)

uraian yang tidak terisi, tanda tanda bekas hapusan atau

tindisan tulisan.
2) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 223 Ayat (1) menyatakan: Pengguna
Anggaran/ Kuasa Pengguna Anggaran melakukan pemeriksaan kas yang
dikelola oleh bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran sekurang
kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.
Penyebabnya :
a) Bendahara/ Pemegang Kas tidak mematuhi ketentuan peraturan yang berlaku.
b) Pengawasan Atasan langsung/ Kepala Desa belum efektif.
Akibatnya :

Menyulitkan pembuatan SPj


Jika ada kesalahan dalam pengelolaan keuangan sulit
diketahui secara pasti.

Tanggapan pejabat yang diperiksa :


3)

Kelemahan administrasi BDB dan ADD menjadi perhatian kami untuk


diperbaiki di masa mendatang.

4)

LKPj, SPj ADD tahun 2008 dan memori serah terima yang belum dibuat akan
kami perintahkan untuk melaksanakan.

Disarankan kepada kepala Desa Nabelena agar :


1) Membuat SK penunjukan bendahara ADD, Kesra dan ATK sekarang maupun
yang akan datang.
2) Perintahkan secara tertulis kepada bendahara/pemegang kas untuk mengerjakan
buku kas umum penerimaan dan pengeluaran keuangan dan SPj BDB, ADD,
Kesra dan ATK tahun anggaran 2007 s/d 2009 sesuai ketentuan yang berlaku.
3) Perintahkan mantan kepala desa untuk membuat LKPj tahun 2007 dan 2008 dan
memori serah terima jabatan dari kepala desa periode 2007 s/d Mei 2009 kepada
Pj. Kepala desa periode Juni 2009.

14

4) Kepada camat Bajawa Utara agar membuat surat teguran/peringatan kepada


mantan kepala desa a.n. Adrianus Nale dan sekretaris desa a.n. Primus Djodo
yang lalai membuat SPj BDB TA. 2007 dan ADD TA. 2008, sehingga dana ADD
TA. 2009 dan 2010 bisa dicairkan ke desa Nabelena.
2. Penyelenggaraan Administrasi Keuangan APBDes dan PBB sejak TA. 2007 s/d 2009
belum tertib :
Hal ini ditandai dengan :
1) Buku Kas Umum dikerjakan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2) Buku bant penerimaan, pengeluaran dan pajak tidak dikerjakan.
3) Setiap transaksi penerimaan dan pengeluaran tidak langsung dibukukan dalam
buku kas dan bukti-bukti pengeluaran tidak diselenggarakan sesuai ketentuan
yang berlaku.
4) Laporan pengelolaan dana yang bersumber dari APBDes sejak TA. 2007 s/d
2009 tidak pernah dibuat untuk dipertanggungjawabkan di tingkat desa.
5) Pemeriksaan Kas oleh Atasan Langsung terhadap Pemegang Kas tidak pernah
dilaksanakan.
6) Realisasi penerimaan dan pengeluaran APBDes tidak sesuai target penerimaan
yang tertuang dalam APBDes terutama pada sumber-sumber penerimaan / jenis
penerimaan.
Kondisi ini tidak sesuai dengan :
1) Keputusan

Menteri

Dalam

Negeri

Nomor

22

Tahun

1983

tentang

Penyelenggaraan Tata Pembukuan Bendaharawan di Lingkungan Departemen


Dalam Negeri menegaskan pasal 1 ayat (1) dan (2) menyatakan:
Ayat (1) Setiap bendaharawan yang mengurus uang negara wajib mempunyai
satu buku kas umum dan beberapa buku pembantu dan buku kepala
Ayat (2) Setiap penerimaan dan pengeluaran dicatat didalam buku kas umum
dan buku pembantu serta buku kepala
2) Peraturan Daerah Kabupaten Ngada nomor 1 tahun 2008 tentang Pokok-pokok
Pengelolaan Keuangan Daerah:
(1) Bab V bagian kesatu pasal 16 ayat (4) menyatakan seluruh penerimaan dan
pengeluaran daerah baik dalam bentuk uang, barang dan/atau jasa pada tahun
anggaran yang berkenaan harus dianggarkan dalam APBD.
(2) Pasal 17 ayat (4) menyatakan seluruh pendapatan daerah, belanja daerah dan
pembiayaan daerah dianggarkan secara bruto dalam APBD.
(3) Pasal 147 ayat (1) dan (3) menyatakan :
15

i.

Ayat (1): Pengguna anggaran / kuasa pengguna anggaran melakukan


pemeriksaan kas yang dikelola oleh bendahara penerimaan dan bendahara
pengeluaran sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.

ii.

Ayat (3): pemeriksaan kas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2)
dituangkan dalam berita acara pemeriksaan kas.

Penyebabnya :
1) Kelalaian bendahara/pemegang kas.
2) Pengawasan oleh atasan langsung dan Kepala Desa belum efektif.
3) Bendahara/pemegang kas belum memahami ketentuan peraturan yang
berlaku.
Akibatnya :
1) Buku kas sebagai alat kontrol tidak dapat difungsikan secara baik sehingga
menyulitkan pihak yang berwenang untuk mengetahui secara pasti mengenai
aliran kas baik penerimaan maupun pengeluaran.
2) Sulit untuk dipantau/diketahui perkembangan penerimaan (PAD) dan
pengeluaran dana baik yang bersumber dari APBDes maupun dari Pos
Bantuan lain.
Tanggapan pejabat yang diperiksa :
Kelemahan-kelemahan administrasi yang ditemukan oleh tim Inspektorat
Kabupaten Ngada benar dan menjadi perhatian kami akan diperbaiki di masa
yang akan dating sesuai saran-saran.
Disarankan kepada kepala Desa Nabelena :
1) Perintahkan secara tertulis kepada bendahara APBDes an. Viktor Nono untuk
mengerjakan buku kas umum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2)

Perintahkan secara tertulis kepada bendahara APBDes an. Viktor Nono buku
bant penerimaan, pengeluaran dan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

3) Peringatkan secara tertulis kepada bendahara APBDes an. Voktor Nono agar
membukukan setiap transaksi penerimaan dan pengeluaran ke dalam buku kas
disertai dengan bukti-bukti pengeluaran sesuai ketentuan yang berlaku.
4) Peringatkan secara tertulis kepada bendaharawan agar pada tahun yang akan
datang untuk membuat laporan pengelolaan dana yang bersumber dari APBDes
untuk dipertanggungjawabkan di tingkat desa.

16

5) Selaku atasan langsung bendaharawan APBDes untuk selalu melakukan


pemeriksaan kas oleh terhadap bendaharawan minimal tiga bulan sekali dan
dilengkapi dengan verita acara pemeriksaan kas.
6) Merencanakan dan menetapkan sumber-sumber penerimaan APBDes secara
baik dan menetapkannya dalam APBDes.

3.Penyelenggaraan Administrasi keuangan Bantuan Dinas P3 kepada Ke-5 Kelompok


Tahun 2007 s/d Desember 2009 pada Desa Nabalena belum tertib :
Hal ini ditandai dengan :
1) Pengerjaan Buku-buku pada ke 5 kelompok termasuk buku kas belum tertib.
2) Bukti bukti penerimaan dan pengeluaran tidak di catat dengan baik.
3) Masih terdapat tidak tersedianya buku tamu, buku notulen, dan daftar hadir
pada Kelompok Tani Desa Nabalena.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :
1) Sisitem administrasi umum.
2) Peraturan Mentri Dalam Negeri No.13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah, Pasal 209 ayat 1 ( satu ) tentang dokumen yang
digunakan oleh bendahara pengeluaran dalam menata usaha pengeluaran,
permintaan pembayaran yang mencakup :
(1) Buku Kas Umum
(2) Buku Bank
(3) Buku Panjar
(4) Buku Pajak
3) Permendagri No.13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Bab
XIV Pasal 315 ayat(1),(2) dan (3) yang mengatakan :
Ayat (1) :
Setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau
kelalaian seseorang

harus segera diselesaikan

Penyebab:
1) Bendaharawan tidak mengetahui ketentuan yang berlaku.
2) Kurangnya pengawasan dari atasan langsung.
Akibatnya:
Administrasi keuangan sebagai alat kontrol tidak dapat berfungsi dengan baik.
17

Tanggapan pejabat yang diperiksa:


Kelemahan administrasi kelompok penerima bantuan dari Dinas Pertanian,
Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Ngada menjadi perhatian kami untuk
melakukan pembinaan selanjutnya.
Disarankan kepada kepala desa Nabelena:
1) Perintahkan secara tertulis kepada bendaharawa agar selalu mengerjaan buku
kas dan administrasi keuangan lainnya.
2) Perintahkan bendaharawan untuk selalu mencatat dan menyimpan bukti bukti
penerimaan dan pengeluaran dengan baik
3) Membuat buku tamu, buku notulen, dan daftar hadir pada kelompok tani Desa
Nabalena.
4. Penyelenggaraan Administrasi Keuangan dan Pelaporan Beras untuk Orang Miskin
(Raskin) pada Kantor Desa Nabelena Keadaan TA. 2007 s/d Desember TA. 2009
belum tertib
Hal ini ditandai dengan :
Dari hasil pemeriksaan terhadap penyelenggaraan administrasi keuangan dan
pelaporan Raskin pada kantor Desa Nabelena sejak TA. 2007 s/d Desember 2009
ditemui kelemahan sebagai berikut:
1) Penunjukan pengelola/ pengurus Raskin pada kantor Desa Nabelena TA. 2007
s/d TA. 2009, dalam melaksanakan tugasnya tidak ditetapkan dengan SK.
Kepala Desa Nabelena.
2) Setiap ada pergantian pengelola/ pengurus

Raskin tidak diikuti dengan Berita

Acara Serah Terima Jabatan.


3) Buku kas yang mencatat penerimaan dan pengeluaran keuangan Raskin sejak
TA. 2007 s/d keadaan Desember 2009 tidak pernah dikerjakan oleh pengelola/
pengurus Raskin.
4) Buku buku yang mencatat penerimaan dan penyaluran Raskin kepada KKRTM sejak TA. 2007 s/d Desember 2009 tidak pernah dikerjakan oleh
pengelola/ pengurus Raskin.
5) Laporan penerimaan beras dari sub Bulog Bajawa maupun pendistribusian beras
kepada masyarakat TA. 2007 s/d TA. 2009 belum pernah dibuat untuk dikirim
kepada Bupati Ngada cq. Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat pada Setda
Ngada melalui Camat Bajawa Utara.
6) Daftar nama KK Miskin/ RTM penerima Raskin tidak ditempelkan pada papan
pengumuman di Kantor Desa Nabelena
18

7) Dokumen/ surat surat berharga yang berkaitan dengan administrasi keuangan


dan penyaluran Raskin tidak diagendakan dan disimpan secara baik.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :
1) Pedoman Umum Program Raskin Tahun 2005 dari Dirjen Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa Departemen Dalam Negeri dengan Perum Bulog,
halaman 4 angka 5 yang menyatakan : Pelaksanaan distribusi adalah aparat
desa/ kelurahan yang dibantu oleh warga masyarakat setempat (kader KB, TPPKK, karang taruna atau unsur masyarakat lain) dan ditunjuk oleh Kepala
Desa/ Lurah.
2) Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 22 Tahun 1983 tanggal 30 April 1983
tentang Penyelenggaraan Tata Pembukuan Bendaharawan pada Unit/ Satuan
Kerja di Lingkungan Depdagri, pasal 1 ayat (1) dan (2) dan pasal 8 yang
menegaskan :
a. Pasal 1 Ayat (1)

: Setiap bendaharawan yang mengurus uang negara


wajib mempunyai satu BKU ( Buku Kas Umum ) dan

b. Pasal 1 Ayat (2)

beberapa buku pembantu serta buku kepala.


: Semua penerimaan dan pengeluaran dicatat di dalam
BKU (Buku Kas Umum) dan buku pembantu serta

c. Pasal 8

buku kepala.
: Pada setiap pergantian bendaharawan diadakan serah
terima jabatan dalam waktu selambat lambatnya 1
(satu) bulan setelah diterima surat keputusan yang

bersangkutan.
3) Surat Gubernur NTT No.EK.518/ 1304/XII/2004, tanggal 16 Desember 2004
tentang Sosialisasi Program Raskin tahun 2005 angka 10 tentang Kewajiban
Kepala Desa/ Lurah dan atau Tim Raskin Desa/ Kelurahan huruf i, menyatakan
bahwa melaporkan secara tertulis dan berjenjang tentang pelaksanaan Raskin
di wilayahnya masing masing .
4) Keputusan Bupati Ngada Nomor 48/ KEP/ EKONOMI/ 2009 tanggal 20 Maret
2009 Tentang Penetapan Jumlah Kepala Keluarga Rumah Tangga Miskin dan
Alokasi Pagu Beras Miskin (RASKIN) di Kabupaten Ngada Tahun 2009 point
(4) yang menyatakan Dalam rangka meningkatkan transparansi maka daftar
nama nama KK Miskin ( Model DPM-1 ) yang berhak menerima beras miskin
(Raskin) agar ditempelkan pada papan pengumuman Desa/Kelurahan agar
mudah dibaca oleh masyarakat luas .
5) Pedoman Umum Kementrian Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
dengan Perum Bulog tahun 2009 tentang Program Beras untuk Keluarga Miskin
19

( RASKIN), Bab IV huruf c point (5) yang menegaskan bahwa indikator kinerja
pelaksanaan Raskin adalah tepat administrasi, yaitu terpenuhinya persayaratan
administrasi secara benar, lengkap dan tepat waktu.
Penyebabnya :
1) Pengurus/ Pengelola Raskin dan Kepala Desa Nabelena tidak memahami serta
mematuhi ketentuan yang berlaku.
2) Kurangnya pembinaan dan pengawasan dari instansi terkait.
3) Unsur kesengajaan.
Akibatnya :
1) Administrasi Raskin menjadi tidak tertib dan tidak dapat diketahui secara cepat
dan tepat tentang penerimaan dan penyaluran beras kepada masyarakat.
2) Menyulitkan pengurus Raskin maupun pihak lain dalam melakukan kontrol dan
pengawasan.

Tanggapan pejabat yang diperiksa :


1) Terhadap hasil temuan Inspektorat di atas untuk pengelolaan administrasi
keuangan kami terima dan akan menjadi perhatian kami ke depan dalam
pengelolaan keuangan supaya lebih baik, tertib dan terkendali.
2) Demikian pula untuk administrasi penyaluran Raskin.
Disarankan kepada Kepala Kepala Desa Nabelena agar:
1) Bilamana ada pergantian pengelola/ pengurus beras Raskin harus dibuatkan
dengan Berita Acara Serah Terima Jabatan.
2) Perintahkan secara tertulis kepada pengurus/ pengelola dan bendahara Raskin
a.n. Lukas Lena Langa dan Viktor Nono untuk senantiasa mengerjakan buku
kas penerimaan dan pengeluaran beras serta keuangan beras dengan tertib.
3) Perintahkan secara tertulis kepada pengelola/ pengurus Raskin a. n. Lukas Lena
Langa dan Viktor Nono, untuk senantiasa menyimpan dokumen administrasi
pengelolaan Raskin secara tertib dan membuat laporan penerimaan maupun
pendistribusian Raskin dari Perum Bulog Bajawa kepada masyarakat.
4) Perintahkan secara tertulis kepada pengelola /pengurus Raskin agar sejak TA.
2009 dan seterusnya supaya namanama KK Miskin (Model DPM-1) yang
berhak menerima beras miskin (Raskin) agar ditempelkan pada papan
pengumuman Desa Nabelena agar mudah dibaca dan diketahu oleh masyarakat
luas.
20

5. Penyelenggaraan Administrasi Barang Invenstaris di Desa Nabelena sejak TA. 2007


s/d 2009 belum tertib.
Hal ini ditandai dengan :
1) Tidak ada aparat desa yang ditugaskan untuk mengurus / mengelola barang
inventaris.
2) Buku barang inventaris tidak dikerjakan.
3) Laporan bulanan, triwulan maupun tahunan tentang keberadaan barang inventaris
tidak pernah dikerjakan.
4) Kartu Inventaris Ruangan (KIR) dan Kartu Inventaris Barang (KIB) tidak
dikerjakan oleh Bendahara barang.
5) Barang inventaris hasil pengadaan TA. 2008 yang bersumber dari dana ADD
belum dibukukan dalam buku inventaris.
6) Semua barang inventaris yang terdapat di Desa Nebelena tidak / belum
dikodefikasi. Daftar nama barang inventaris tersebut antara lain :
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama barang/Jenis Barang


Meja biro
Kursi plastik tak bertangan
Kursi plastik bertangan
Papan data
Mesin ketik
Warles
Kursi plastik

Jumlah
3 buah
24 buah
6 buah
7 buah
3 unit
1 unit
15 buah

Ket

Kondisi ini tidak sesuai dengan :


1) Peraturan Menteri Dalam Negeri nomo 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Barang Milik Daerah pasal 6 ayat (2) dan pasal 46 ayat (1):
(1) Pasal 6 ayat (2) menyatakan sekretaris daerah selaku pengelola berwewenang
dan bertanggungjawab menetapkan pejabat yang mengurus dan menyimpan
barang milik daerah.
(2) Pasal 46 ayat (1) menyatakan barang milik daerah berupa tanah harus
disertifikasi atas nama pemerintah daerah.
2) Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 Tanggal 21
Maret 2007 Tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Barang Milik
Daerah yang menyatakan tugas pengurus barang:
(1)

Mencatat seluruh barang milik daerah yang berada di masingmasing SKPD yang berasal dari APBD maupun perolehan lain yang sah
kedalam Kartu Inventaris Barang (KIB), Kartu Inventaris Ruangan (KIR),
21

Buku Inventaris (BI) dan Buku Induk Inventaris (BIl), sesuai kodefikasi dan
penggolongan barang milik daerah;
(2)

Melakukan

pencatatan

barang

milik

daerah

yang

dipelihara/diperbaiki kedalam kartu pemeliharaan;


(3)

Menyiapkan Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS)


dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Inventarisasi 5
(lima) tahunan yang berada di SKPD kepada pengelola; dan

(4)

Menyiapkan usulan penghapusan barang milik daerah yang


rusak atau tidak dipergunakan lagi.

Point

V.3.c.

hal

42

yang

menyatakan

tugas

dan

tanggungjawab

penyimpan/pengurus barang:
(1)

Menerima, menyimpan dan menyerahkan barang milik daerah ke unit


pemakai;

(2)

Mencatat secara tertib dan teratur penerimaan barang, pengeluaran barang


dan keadaan persediaan barang ke dalam buku/kartu barang menurut jenisnya
terdiri dari:
a) Buku barang inventaris;
b) Buku barang pakai habis;
c) Buku hasil pengadaan;
d) Kartu barang;
e) Kartu persediaan barang.

(3) Menghimpun seluruh tanda bukti penerimaan barang dan pengeluaran/


penyerahan secara tertib dan teratur sehingga memudahkan mencarinya
apabila diperlukan sewaktu-waktu terutama dalam hubungan dengan
pengawasan barang;
(4) Membuat laporan mengenai barang yang diurusnya berdasarkan kartu
persediaan

barang

apabila

diminta

dengan

sepengetahuan

atasan

langsungnya;
(5) Membuat laporan, baik secara periodik maupun secara insidentil mengenai
pengurusan barang yang menjadi tanggungjawabnya kepada pengelola
melalui atasan langsungnya;
(6) Membuat perhitungan/pertanggung jawaban atas barang yang diurusnya;
(7) Bertanggungjawab kepada pengelola melalui atasan langsung mengenai
barang-barang yang diurusnya dari kerugian, hilang, rusak atau dicuri dan
sebab lainnya;
(8) Melakukan perhitungan barang (stock opname) sedikitnya setiap 6 (enam)
bulan sekali, yang menyebutkan dengan jelas jenis jumlah dan keterangan
22

lain yang diperlukan, untuk selanjutnya dibuatkan berita acara perhitungan


barang yang ditandatangani oleh penyimpan barang.
Penyebabnya :
1) Kepala Desa belum memahami ketentuan yang berlaku.
2) Pengawasan dari atasan langsung belum efektif.
Akibatnya :
1) Barang inventaris desa tidak didata secara baik.
2) Menyulitkan pemantauan dan pihak atasan apabila barang inventaris hilang atau
rusak.
Tanggapan pejabat yang diperiksa :
Dasar hasil temuan tim Inspektorat Kabupaten Ngada terhadap administrasi barang
inventaris menjadi perhatian kami untuk perbaiki pada masa yang akan datang sesuai
saran.
Disarankan kepada Kepala Desa Nabelena agar :
1) Segera menunjuk dengan Keputusan Kepala Desa Nabelena salah satu aparat
desa yang untuk ditugaskan sebagai bendaharawan barang.
2) Perintahkan secara tertulis kepada bendaharawan barang yang ditujuk untuk
mengerjakan buku barang inventaris.
3) Perintahkan bendaharawan barang untuk membuat laporan semester dan
tahunan tentang keberadaan barang inventaris.
4) Perintahkan bendaharawan barang untuk membuat Kartu Inventaris Ruangan
(KIR) dan Kartu Inventaris Barang (KIB).
5) Memerintahkan secara tertulis kepada bendaharawan barang untuk memberikan
kode barang inventaris sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b.

Pengelolaan Keuangan
1.

Pengelolaan Keuangan BDB TA. 2007, ADD dan Dana Kesra TA.
2007 s/d 2009 pada Kantor Desa Nabelena tidak tertib
Hal ini ditandai dengan :
1) Keuangan BDB TA. 2007 sebesar Rp.12.500.000,- diterima dan dikelola langsung
oleh Kepala Desa Nabelena a.n. Adrianus Nale.
2) Terdapat ketekoran kas uang BDB TA. 2007 yang disalahgunakan oleh mantan
Kepala Desa a.n. Adrianus Nale sebesar Rp.3.110.000,- dan

sudah

disetor

seketika tanggal 2212-2009 sebesar Rp. 500.000,- sisa sebesar Rp. 2.610.000,-

23

3) Terdapat penyalahgunaan keuangan ADD dan Dana Kesra TA. 2008 sebesar
Rp11.587.500 oleh Sekretaris Desa/ Pemegang Kas a.n. Primus Djodo dengan
rincian:
a) Dana ADD TA. 2008 sebesar

Rp.9.587.500,-

b) Dana Kesra TA. 2008 sebesar

Rp.2.000.000,-

4) Alokasi Dana Desa (ADD) Nabelena TA. 2009 keadaan s/d Desember 2009 tidak
diterima oleh Desa Nabelena.
5) Terdapat pengeluaran fiktif yang dilakukan oleh pemegang kas a.n. Primus Djodo
sebesar Rp.1.296.250,- dengan penjelasan :
a) Tanggal 10-09-2008 bayar biaya pengetikan APBDes dan Dokumen Desa
lainnya sebanyak 160 lembar @ Rp

5.000,- = Rp 800.000,- kenyataannya

hanya pengetikan APBDes sebanyak 16 lembar @ Rp 5.000, = Rp 80.000,selisih/fiktif sebesar

= Rp 720.000,-

b) Tanggal 16 10 2008 ;
(a)

(b)

Biaya foto copy 2.000 ex @ Rp.250,-

= Rp 500.000,-

Kenyataannya hanya 495 ex @ Rp.250,-

= Rp 123.750,-

Selisih/ fiktif = 1.505 ex @ Rp.250,-

= Rp 376.250,-

Biaya jilid APBDes 60 buah @ Rp.5.000

= Rp 300.000,-

Kenyataannya hanya 20 buah @ Rp.5.000,-

= Rp 100.000,-

Selisih/ fiktif = 40 bh x Rp.5.000,-

= Rp 200.000,-

Jumlah pengeluaran fiktif 1 + 2

= Rp 1.296.250,-

6) Terdapat belanja barang senilai Rp14.017.500 yang tidak dipungut PPN dan
PPh oleh pemegang kas a.n. Primus Djodo sebesar Rp

1.465.466

rincian:
a) Tanggal 14-09-2008, beli Mesin Keti 1 buah sebesar Rp.2.500.000, PPN = 10/110 x Rp.2.500.000,-

= Rp.227.273,-

PPh pasal 22 (1,5%)

= Rp. 34.091,-

Jumlah

=Rp.261.364,-

b) Tanggal 15-09-2008, beli tape Wairlless 1 bh sebesar Rp.2.000.000, PPN = 10% sebesar

= Rp.181.818,-

PPh pasal 22 (1,5%)

= Rp. 27.273,-

Jumlah

=Rp. 209.091,-

c) Tanggal 17-09-2008, beli 3 (tiga) bh lemari sebesar Rp.4.000.000, PPN = 10% sebesar

= Rp.363.636,-

PPh pasal 22 (1,5%)

= Rp. 54.545,-

Jumlah

=Rp. 418.181,24

dengan

d) Tanggal 16-12-2008, beli 1 buah lemari arsip sebesar Rp. 1.500.000, PPN = 10% sebesar

= Rp.136.364,-

PPh pasal 22 (1,5%)

= Rp. 20.455,-

Jumlah

=Rp. 156.819,-

e) Tanggal 16-12-2008, beli 1 unit Genset sebesar Rp.2.000.000, PPN = 10% sebesar

= Rp.181.818,-

PPh pasal 22 (1,5%)

= Rp. 27.273,-

Jumlah

=Rp. 209.091,-

f) Tanggal 16-12-2008, beli peralatan dapur sebesar Rp.2.017.500, PPN = 10% sebesar

= Rp 183.409,-

PPh pasal 22 (1,5%)

= Rp. 27.511,-

Jumlah

=Rp 210.920,-

Jumlah PPN dan PPh point a) s/d f) sebesar

Rp.1.465.466,-

PPN sebesar

= Rp 1.274.318,-

PPh sebesar

= Rp

191.148,-

Total ketekoran kas, pengeluaran fiktif dan PPN + PPh yang menjadi tanggung
jawab pemegang kas a.n. Primus Djodo sebesar Rp 14.349.216, yaitu :
o

Ketekoran kas ADD sebesar

= Rp 9.587.500,-

Pengeluaran fiktif ADD sebesar

Ketekoran kas Dana Kesra sebesar = Rp 2.000.000,-

PPN dan PPh sebesar

= Rp 1.296.250,-

= Rp 1.465.466,-

7) Terdapat ketekoran kas Dana ATK TA. 2009 yang disalahgunakan oleh pemegang
kas ATK a.n. Lukas Lena sebesar Rp. 360.000,- dengan rincian :

Jumlah penerimaan TA.2009 sebesar

Rp.1.200.000,-

Jumlah pengeluaran TA.2009 sebesar

Rp. 428.000,-

Saldo buku

Saldo Kas

Rp 772.000,Rp

Perbedaan negatif sebesar

Rp

412.000,-

360.000,-

Ketekoran tersebut telah disetor tanggal 17-12-2009 ke kas desa oleh pemegang kas
sebesar Rp 360.000,Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :
1) Petunjuk Teknis Operasional Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bantuan Dana
Pembangunan Kelurahan (BDPK) bulan Januari 2008 tanpa tanggal dan nomor, dari
Kepala BPMD Kabupaten Ngada Bab I point 1,2 dan 6 menyatakan :
a. Point 1

Bantuan dana dimaksud merupakan wujud intervensi fasilitatif


25

Pemerintah Kabupaten terhadap penyelenggaraan Pemerintahan


Desa yang diarahkan untuk memperkuat, meningkatkan dan
b. Point 2
c. Point 6

mengembangkan potensi dan sumber daya perdesaan.


Bantuan dana dialokasikan sebesar besarnya untuk kepentingan

(belanja) publik.
Pengelolaan bantuan dana dilaksanakan dengan prinsip hemat,

terarah dan terkendali.


2) Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pokok pokok
Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 83 ayat (1) dan pasal 169 ayat (2) menyatakan :
a. Pasal 83 Ayat (1)

: Setiap pengeluaran belanja atas beban APBD, harus

b. Pasal 169 Ayat (2)

didukung dengan bukti yang sah dan lengkap.


: Bendahara, Pegawai Negeri bukan bendahara atau
pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hokum
atau melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya
secara langsung merugikan keuangan daerah, wajib

mengganti kerugian tersebut.


3) Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2000 tentang Petunjuk
Pelaksanaan APBN pasal 14 ayat (2) menyatakan: Setiap Instansi Pemerintah, BUMN/
BUMD, bendahara dan badan badan lainnya yang melakukan pembayaran atas
beban APBN/ APBD ditetapkan sebagai wajib pungut PPNdan PPh dan pajak lainnya
sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyebabnya :
1) Adanya unsur kesengajaan dari kepala desa dan para bendahara.
2) Lemahnya pengawasan dan pembinaan dari Instansi terkait tingkat atas.
Akibatnya :
1) Daerah dan Desa Nabelena dirugikan.
2) Tujuan ADD belum mencapai sasaran sesuai yang diharapkan.
Tanggapan Pejabat yang diperiksa:
1) Ketekoran kas yang disalahgunakan oleh:
a) Adrianus Nale / mantan kepala desa Nabelena sebesar Rp2.610.000.
b) Primus Djodo sebesar Rp14.394.216 akan kami perintahkan kepada yang
bersangkutan untuk menyetor ke kas desa sesuai surat pernyataan.
2) Dana ADD TA. 2009 tidak dicairkan karena SPJ ADD TA. 2008 tidak dibuat oleh
mantan kepala desa dan pemegang kas.

26

Dan akan kami perintah untuk membuat dan menyampaikan SPJ dimaksud kepada
Bupati Ngada.
Disarankan kepada Pj. Kepala desa Nabelena agar:
1) Perintahkan secara tertulis kepada mantan kepala desa a.n. Adrianus Nale dan
pemegang kas a.n. Primus Djodo untuk segera menyetor keuangan BDB tahun
2007 dan ADD tahun 2008 yang disalahgunakan ke kas desa dan ke kas negara
sesuai surat penyataan dan bukti setoran disampaikan kepada Inspektorat sebagai
bukti tindak lanjut.
2) Perintahkan secara tertulis kepada mantan kepala desa a.n. Adrianus Nale untuk
segera menyetor keuangan BDB tahun anggaran 2007 sebesar Rp2.610.000 ke kas
desa paling lambat tanggal 20-5-2010 sesuai surat pernyataan yang bersangkutan
tanggal 22-12-2009.
3) Perintahkan secara tertulis kepada pemegang kas/ sekretaris desa a.n. Primus Djodo
untuk segera menyetor keuangan ADD tahun anggaran 2008 sebesar Rp12.883.750
ke kas desa paling lambat tanggal 31-12-2009 sesuai surat pernyataan yang
bersangkutan tanggal 23-12-2009.
4) Kepada camat Bajawa Utara agar membuat surat teguran keras kepada mantan
kepala desa dan sekretaris desa untuk segera mengembalikan keuangan yang
disalahgunakan ke kas desa dan ke kas negara.
2. Pengelolaan keuangan APBDes Desa Nabelena sejak tahun anggaran 2007 s/d 2009
belum tertib.
Hal ini ditandai dengan :
1) Terdapat ketekoran kas pada bendahara APBDes TA. 2009 an. Viktor Nono sebesar
Rp2.354.000,00 dengan perincian :
-

Jumlah penerimaan sejak tanggal 13-6-2009


s/d
14.12.2009 sebesar

Rp43.711.000,00

Jumlah pengeluaran sejak tanggal 13-6-2009


s/d
14.12.2009 sebesar

Rp37.487.000,00

Saldo buku kas sebesar


Rp 6.224.000,00

Saldo kas sebesar


Rp 3.870.000,00

Perbedaan kas sebesar


Rp 2.354.000,00
27

Ketekoran kas tersebut senilai Rp2.354.000,00 telah disetor seketika sesuai bukti/
kuitansi tanggal 17 - 12 2009.
2) Terdapat pengeluaran fiktif sebesar Rp355.000,00 merupakan pengeluaran yang
telah dibukukan tetapi tidak didukung bukti pengeluaran yakni untuk :
-

Tanggal 13-7-2009 bayar transport ke Dinsos


sebesar

Rp 50.000,00

Tanggal 13-7-2009 bayar transport, fotocopy


dan konsumsi

Rp 55.000,00

Tanggal 15-8-2009 bayar pelatih penari


sebesar

Rp100.000,00

Tanggal 10-10-2009 bayar harga solar untuk


belah kosen
Bantal seng kantor desa sebesar

Rp150.000,00

Jumlah

Rp355.000,00

Menjadi tanggungjawab bendahara a.n. Viktor Nono.


3) Terdapat ketekoran kas pada bendahara APBDes TA. 2008 a.n. Primus Djodo
sebesar Rp1.175.000,00 dengan rincian :
-

Jumlah penerimaan
Rp5.325.000,00

Jumlah pengeluaran
Rp4.150.000,00

Saldo buku
Rp1.750.000,00

Saldo kas

Rp

-,-

Perbedaan sebesar
Rp1.175.000,00
Ketekoran kas tersebut menjadi tanggung jawab bendahara APBDes a.n. Primus
Djodo

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Ngada nomor 1
tahun 2008 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah :
1) Bagian keempat pasal 83 ayat (1) dan (3) :
a) Ayat (1) Setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan
bukti yang sah dan lengkap.
28

b) Ayat (3) Bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapat
pengesahan oleh pejabat yang berwenang dan bertanggungjawab atas
kebenaran material yang timbul dari penggunaan bukti dimaksud.
2) Bab XV pasal 169 ayat (2) menyatakan bendahara, pegawai negeri bukan
bendahara atau pejabat lain yang karena perbuatannya melanggar hukum atau
melalaikan kewajiban yang dibebankan kepadanya secara langsung merugikan
keuangan daerah wajib mengganti kerugian tersebut.
Penyebabnya:
1) Kelalaian bendahara dan atasan langsung (106.3)
2) Faktor subyektif (

Akibatnya:
Menghambat pembangunan dan kegiatan di tingkat desa (

).

Tanggapan pejabat yang diperiksa:


Dasar hasil temuan team Inspektorat Kabupaten Ngada tentang pengeluaran fiktif oleh
bendaharawan atas nama Viktor Nono dan ketekoran kas atas nama Primus Djodo akan
kami lakukan penagihan untuk setor ke kas desa sesuai dengan pernyataan yang
bersangkutan.
Disarankan kepada kepala desa Nabelena agar:
1) Perintahkan secara tertulis kepada bendahara APBDes desa Nabelena TA. 2009 a.n.
Viktor Nono untuk segera menyetor ke kas desa sisa kas sebesar Rp355.000,00
2) Perintahkan secara tertulis kepada bendahara APBDes desa Nabelena TA. 2008 a.n.
Primus Djodo untuk segera menyetor ke kas desa sisa kas sebesar Rp1.175.000,00

3. Pengelolaan Keuangan Bantuan Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Kehutanan
belum tertib.
Hal ini ditandai dengan :
1) Terdapat tunggakan pengembalian bibit halia sebesar 4.500 kg dan denda
keterlambatan sebesar Rp.915.000,- ( Sembilan Ratus Lima Belas Ribu Rupiah ) ke
Dinas Pertanian sesuai SPK NO: 027/Distan/844/11/2007 tanggal 6 Nopember 2007
dan Surat Pernyataan Kelompok Sosama (Bpk. Yohanes Wuda) tanggal 27 Nopember
2007 di Desa Nabalena.
2) Terdapat ketekoran kas sebesar Rp. 1.100.000,- (Satu Juta Seratus Ribu Rupiah) yang
di pinjam pribadi oleh PPL a.n. Cirilus Lali pada kelompok Sosama, sesuai Surat
29

Pernyataan Ketua Kelompok Sosama tanggal 17 Desember 2009 di Watusewua, Desa


Nabalena Kec. Bajawa Utara.
3) Terdapat pendropingan bibit padi, jagung ke kelompok-kelompok oleh Dinas
Pertanian tanpa tinggalkan bukti sebagai arsip di kelompok.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :
1) Peraturan Pemerintah No.58 Tahun 2005 tanggal 09 Desember 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 61 ayat (1) yang menegaskan setiap pengeluaran
harus di dukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang di peroleh oleh
Pihak yang menagih.
2) Peraturan menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1996 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri No.2 Tahun 1994 tanggal 8 Maret 1994 tentang
Pelaksanaan APBD pasal 40 ayat (3) yang menegaskan bahwa terhadap, orang atau
badan

sebagaimana

dimaksud

dalam

ayat

(1)

dan

(2)

yang

karena

kelalaiannya/kesalahannya menimbulkan kerugian bagi daerah dikenakan tuntutan


ganti rugi atau tuntutan lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Penyebabnya :

Kurangnya pengawasan / pembinaan dari Dinas Teknis

Kurangnya pemahaman pengurus / kelompok dalam pengerjaan administrasi


kelompok.
Akibatnya :

Realisasi keuangan secara rinci tidak dapat diketahui secara tepat.

Pengadministrasian di kelompok jauh dari harapan.

Tanggapan pejabat yang diperiksa:


Dasar hasil temuan team Inspektorat Kabupaten Ngada tentang bantuan keuangan dari
Dinas Pertanian terdapat tunggakan pengembalian bibit halia sebanyak 4,5 ton dan denda
keterlambatan sebesar Rp915.000 dari kelompok Sosama ke Dinas Pertanian, akan kami
lakukan penagihan kepada ketua kelompok.
Disarankan kepada kepala desa Nabelena:
1) Perintahkan secara tertulis kepada ketua kelompok Sosama untuk segera
mengembalikan bibit halia sebesar 4.500 kg dan denda keterlambatan sebesar
Rp.915.000,- ( Sembilan Ratus Lima Belas Ribu Rupiah ) ke Dinas Pertanian paling
lambat tanggal . sesuai surat pernyataan tanggal
30

.. dan foto

copy penyetorannya disampaikan kepada Inspektorat Kab. Ngada sebagai bukti tindak
lanjut.
2) Perintahkan secara tertulis kepada ketua kelompok sosama untuk menagih keuangan
kelompok yang di pinjam pribadi oleh PPL a.n. Cirilus Lali sebesar Rp. 1.100.000,(Satu Juta Seratus Ribu Rupiah) dan bukti pengembaliannya disampaikan kepada
Inspektorat Kab. Ngada sebagai bukti tindak lanjut.
3) Kepada kelompok tani yang menerima pendropingan bibit padi, jagung oleh Dinas
Pertanian supaya meminta bukti pendropingan bibit di Dinas Pertanian untuk arsip di
tingkat kelompok
4. Pengelolaan Keuangan dan Pendistribusian Raskin pada Kantor Desa Nabelena TA.
2008 s/d Bulan Desember TA. 2009 belum tertib
Hal ini ditandai dengan :
Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan dan pendistribusian Raskin pada
kantor Desa Nabelena TA. 2008 s/d Bulan Desember TA. 2009 ditemui kelemahan
kelemahan sebagai berikut :
1) Terdapat kenaikan harga penjualan beras Raskin kepada masyarakat dari Rp1.600/ kg
menjadi Rp3.000 / kg.
2) Pembagian/ penjualan Raskin sejak TA. 2008 s/d keadaan Desember TA. 2009 tidak
hanya kepada 65

Rumah Tangga Miskin Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM)

melainkan dibagikan secara merata kepada 230 KK yang ada pada 4 (empat) dusun di
Desa Nabelena.
3) Terdapat ketekoran kas dari keuntungan hasil penjualan beras Raskin Putaran III TA.
2008 sebesar Rp2.284.000 yang belum

dipertanggungjawabkan oleh mantan

bendahara Raskin TA.2008 an.Magdalena Seku Bue, dengan rincian :

Penerimaan

= Rp. 5.520.000,-

Pengeluaran

= Rp. 3.236.000,-

Saldo

= Rp. 2.284.000,-

Ketekoran tersebut sudah disetor kembali ke kas desa sesuai bukti tanggal 31
Desember 2009.
4) Setiap ada pembagian Raskin kepada RTS-PM pada daftar penyaluran hanya ditulis
nama penerima, alamat dan paraf. Sedangkan jumlah beras dan jumlah pembayaran
tidak dicantumkan.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :

31

Keputusan Bupati Ngada Nomor 48/ KEP/ EKONOMI/ 2009 Tanggal 20 Maret 2009
Tentang Penetapan Jumlah Kepala Keluarga Rumah Tangga Miskin dan Alokasi
Pagu Beras Miskin (RASKIN) di Kabupaten Ngada Tahun 2009 point III yang
menyatakan jumlah rumah tangga miskin dan jumlah pagu Raskin ditetapkan
masingmasing desa/ kelurahan dibagi habis dalam 1 (satu) Tahun Anggaran dengan
penentuan nama-nama jumlah KK RTM yang berhak menerima Raskin, disesuaikan
dengan jumlah data penetapan Jumlah Rumah Tangga Miskin Sasaran Penerima
Manfaat (RTS-PM) dari BPS.

Pedoman Umum Pelaksanaan Program Beras untuk Keluarga Miskin (RASKIN)


Tahun 2009 yang diterbitkan oleh Kementrian Negara Koordinator Bidang
Kesejahteraan Rakyat dan Perum Bulog BAB II point 2 huruf a dan b, dan BAB IV
huruf c point 1 s/d 6 yang menyatakan :
1). BAB II point 2 huruf (a) dan (b) :
(a)

Penetapan

RTS-PM

di

desa/

kelurahan menggunakan data BPS yang terdiri dari Rumah Tangga Sangat
Miskin, Miskin dan Hampir Miskin. Data tersebut merupakan sasaran
Program Penaggulangan Kemiskinan secara Nasional, termasuk Program
Raskin. Oleh karena itu daftar RTS-PM di setiap desa/kelurahan dibuat
berdasarkan nama nama Rumah Tangga Sasaran hasil pendataan BPS
tahun 2008 yang ditetapkan dalam DPM-1 dan ditandatangani oleh kepala
desa/ lurah serta disahkan oleh Camat.
(b)

Apabila terdapat nama nama


RTS dan BPS yang sudah tidak sesuai dengan data riil di desa/ kelurahan,
maka dilakukan musyawarah desa/ kelurahan sebagai media verifikasi
dengan tanpa mengubah jumlah pagu RTS-PM setiap desa/ kelurahan.
Dalam musyawarah desa/ kelurahan melibatkan aparat desa/ kelurahan,
tokoh masyarakat dan perwakilan dari RTS.
Kriteria RTS yang tidak sesuai meliputi :
-

RTS pindah tempat ke luar desa/ kelurahan;

RTS yang sudah tidak layak sebagai penerima


manfaat (meningkat menjadi rumah tangga mampu)

Terhadap kedua kelompok RTS tersebut dapat digantikan dengan rumah


tangga lain yang menurut musyawarah desa/ kelurahan dianggap layak
menerima Raskin.
2). BAB IV huruf c point 1 s/d 6 menyatakan indikator kinerja Raskin adalah :
(1) Tepat Sasaran Penerima Manfaat :
32

Raskin hanya diberikan kepada RTS-PM RASKIN hasil musyawarah


desa/ kelurahan yang terdaftar dalam Daftar Penerima Manfaat (DPM-1)
dan diberi identitas ( Kartu Raskin atau bentuk lain ).
(2) Tepat Jumlah:
Jumlah beras RASKIN yang merupakan hak RTS-PM adalah sebanyak
15 Kg/RTS/bulan selama 12 bulan.
(3) Tepat Harga:
Harga tebus RASKIN adalah sebesar Rp 1.600/kg netto di titik distribusi.
(4) Tepat Waktu:
Waktu pelaksanaan distribusi beras kepada RTS-PM RASKIN sesuai
dengan rencana distribusi.
(5) Tepat Administrasi:
Terpenuhinya persyaratan administrasi secara benar, lengkap dan tepat
waktu.
(6) Tepat Kualitas:
Terpenuhinya persyaratan kualitas beras sesuai dengan standar kualitas
beras BULOG.
Penyebabnya :
1) Kepala Desa Nabelena dan pengurus RASKIN tidak mematuhi ketentuan
yang berlaku.
2) Adanya unsur kesengajaan dari Kepala Desa dan pengelola/ pengurus
RASKIN
3) Pembinaan dan pengawasan tidak efektif.
Akibatnya :
1) Keluarga miskin sasaran penerima Raskin dirugikan.
2) Tujuan Raskin tidak mencapai sasaran.
Tanggapan dari pejabat yang diperiksa :
Dasar hasil temuan team Inspektorat Kabupaten Ngada tentang kenaikan harga
beras dan pembagian secara merata kepada masyarakat itu benar dilakukan
melalui kesepakatan bersama BPD, LKMD, BLT dan tokoh masyarakat desa
Nabelena.
Namun untuk perhatian ke depan kami tidak akan melakukan kekeliruan yang
sama.

33

Disarankan kepada Kepala Desa Nabelena agar :


1) Bersama pengelola/ pengurus Raskin sejak TA. 2009 dan seterusnya dalam
melakukan pembagian beras Raskin harus sesuai RTS-PM RASKIN yang
sudah ditetapkan menurut Daftar Penerima Manfaat ( DPM-1 dan DPM-2 ).
2) Perintahkan kepada pengurus Raskin agar pada setiap pembagian/ penjualan
Raskin sejak TA. 2010

dan seterusnya supaya tetap berpedoman pada

Daftar Penerima Manfaat (DPM-1) yang dikeluarkan oleh Bagian


Administrasi Kesejahteraan Rakyat pada Setda Ngada.
3) Perintahkan kepada pengurus Raskin agar sejak TA. 2010 dan seterusnya
bilamana ada pembagian Raskin kepada RTS-PM supaya pada daftar
penyaluran ditulis nama penerima, alamat, jumlah beras yang dibeli, harga
satuan, jumlah beras, jumlah harga dan paraf.

5. Pengelolaan Barang Invenstaris di Desa Nabelena sejak TA. 2007 s/d 2009 belum
tertib.
Hal ini ditandai dengan :
Terdapat barang inventaris hasil pengadaan tahun anggaran 2008, yang bersumber dari
dana ADD TA. 2008 belum diserahkan kepada pihak desa Nabelena oleh bendahara
desa tahun 2008 yang juga merangkap sekretaris desa a.n. Primus Djodo. Barangbarang tersebut antara lain:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

No
1
2
3
4
5
5
7
8
9
10
11
12

Jenis barang
Mesin jahit
Lemari
Periuk uk. 10 kg
Dandang uk. 30 kg
Piring
Gelas
Irus
Senduk makan
Mangkok besar
Senduk nasi
Ember kecil
Genset uk. 1500 watt

Jumlah
2 unit
3 buah
1 buah
1 buah
1 lusin
1 lusin
1 buah
1 lusin
1 buah
1 buah
2 buah
1 unit

Keterangan

Kondisi ini tidak sesuai dengan :


Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Barang Milik Daerah Bab V pasal 16 ayat (1), (2) dan (3) menyatakan:
Ayat (1): Hasil pengadaan barang diterima
oleh penyimpan barang.

34

Ayat (2): Penyimpan barang sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) berkewajiban melaksanakan tugas administrasi
penerimaan barang milik daerah.
Ayat (3): Penerimaan barang milik daerah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) selanjutnya disimpan dalam gudang atau
tempat penyimpanan.

Penyebabnya :
(1) Kepala Desa belum memahami ketentuan yang berlaku.
(2) Pengawasan dari atasan langsung belum efektif.
Akibatnya :
Pemanfaatan barang-barang inventaris tersebut belum efektif.
Tanggapan pejabat yang diperiksa :
Dasar hasil temuan tim Inspektorat Kabupaten Ngada tentang pengelolaan barangbarang inventaris yang masih berada di bengkel dan di rumah sekretaris desa a.n.
Primus Djodo akan kami lakukan pengambilan dalam waktu dekat.
Disarankan kepada Kepala Desa Nabelena agar :
1) Perintahkan secara tertulis kepada sekretaris desa TA. 2008 a.n. Primus Djodo
untuk segera melengkapi dan menyerahkan barang inventaris berupa 15 buah
kursi plastik kepada desa Nebelena, dan bukti berupa berita acara serah terima
barangnya disampaikan kepada Inspektorat Kabupaten Ngada sebagai bukti
tindak lanjut.
2) Perintahkan secara tertulis kepada sekretaris desa a.n. Primus Djodo untuk
menyerahkan barang inventaris hasil pengadaan tahun anggaran 2008, yang
bersumber dari dana ADD TA. 2008 berupa:
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Jenis barang
Mesin jahit
Lemari
Periuk uk. 10 kg
Dandang uk. 30 kg
Piring
Gelas
Irus
Senduk makan
Mangkok besar
Senduk nasi
Ember kecil
Genset uk. 1500 watt

35

Jumlah
2 unit
4 buah
1 buah
1 buah
1 lusin
1 lusin
1 buah
1 lusin
1 buah
1 buah
2 buah
1 unit

Keterangan

Dan bukti penyerahan kepada desa Nebelena berupa berita acara serah terima
barang supaya disampaikan kepada Inspektorat Kabupaten Ngada sebagai bukti
tindak lanjut
BAB III. P E N U T U P.
Demikian Laporan Hasil Pemeriksaan ini dibuat sesuai dengan Standar Pemeriksaan
Aparat Pengawasan Fungsional Pemerintah (APFP) untuk dipergunakan seperlunya.

KEPALA BADAN PENGAWAS


KABUPATEN NGADA,

Drs. L. A. LOWA
PEMBINA UTAMA MUDA
NIP. 010 058 282

36