Anda di halaman 1dari 19

ESTROGEN

ESTROGEN &
& PROGESTIN
PROGESTIN
ESTROGEN
Sintesa ovarium, korteks adrenal, testis
kead. khusus plasenta, Ca mamma
precursor androstenedion
sintesa & sekresi estrogen (& progestin) :
- pada pre pubertas langsung oleh ovarium
- pada masa reproduktif dikontrol oleh
neuroendokrin melalui GnRH secara siklis

EFEK FARMAKOLOGI ESTROGEN


1. Efek pertumbuhan
pra pubertas pubertas

sex primer : vagina, uterus, tuba falopii


sex sekunder : mammae, bentuk tubuh, kulit, rambut,
pigmentasi, tulang panjang
2. Kontrol neuroendokrin siklus menstruasi
(lihat gambar)

REGULASI HORMONAL
PADA SIKLUS
MENSTRUASI
Sekresi estrogen secara siklis
pd fase folikular dipengaruhi
oleh FSH.
Sekresi progesteron scr siklis
pd fase luteal dipengaruhi
oleh LH

Efek estrogen selain pada siklus menstruasi


*proliferasi dan diferensiasi organ reproduktif
*kontraksi tuba
*mukus cervix lebih encer shg memfasilitasi
sperma penetrasi cervix
*kontraksi ritmis pada myometrium
* Vasodilatasi pembuluh darah

3. Efek metabolik
Efek estrogen pada organ/ jaringan non reproduktif
melalui reseptor estrogen di organ tsb.
- Tulang : menghambat resorpsi tulang
gadis pertumbuhan tulang, epifise
menopause mempertahankan bone mass
- Metab. mineral : Ca balance, retensi Na
- Metab. lipid : lipoprotein total kolesterol , TG
HDL , LDL
- komposisi cairan empedu batu empedu
- gula drh

MEKANISME KERJA
Estrogen hormon lipofilik menembus membran

reseptor estrogen yang terletak di dalam sel.


interaksi dg reseptor transkripsi gen

sintesa mRNA
sintesa protein

FARMAKOKINETIK

Efek

Absorpsi : p.o, im, topikal, transdermal


Metabolisme : hepar dg konyugasi resirkulasi
enterohepatik
Eksresi : ginjal

EFEK SAMPING
Kontrasepsi (lama) Ca, tromboemboli, hipertensi,
perub. metab. lipid/ karbohidrat,
batu empedu, nausea, migren dll.
estrogen / progestin ?? terkait dg dosis

PENGGUNAAN KLINIK
* oral kontrasepsi
* hormon replacement therapy (terapi sulih hormon)

ANTI ESTROGEN
- TAMOXIFEN Tx. Ca mamma,
- CLOMIPHENE Tx. infertility
MEKANISME KERJA
- kompetitif antagonis pada reseptor estrogen

aktivitas farmakologik dpt sebagai antagonis, agonis


atau parsial agonis tgt pada sel-sel spesifik.
- CLOMIPHENE antagonis reseptor estrogen
menghambat feed back (-)estrogen
LH, FSH ovulasi
- TAMOXIFEN menghambat proliferasi sel mamma

PROGESTIN
Sintesa & sekresi ovarium (dipengh. LH)
adrenal, testis, plasenta

EFEK FARMAKOLOGI PROGESTIN


1 . Neuroendokrin diproduksi sesuai siklus pada
fase luteal
sekresihaid
kel.cervix
> kental
2. Reproduktif - siklus
pada fase
luteal
berfungsi sbg spermatisid
- mempertahankan kehamilan
- supresi menstruasi

3. Kelenjar mammae pada kehamilan proliferasi


asini kel.mamma
4. Efek CNS - temperatur tubuh naik 100F
- efek depresan/ hipnotik
5. Efek metabolik - level insulin basal ?
- fat deposition
6. Efek androgenik
FARMAKOKINETIK
Absorpsi : oral, im (lar. minyak), implant
Metab. : hepar, di plasma berikatan dg albumin &
steroid binding globulin.
Ekskresi : urin.

PENGGUNAAN KLINIK PROGESTIN


-kontrasepsi suntikan (medroksi progesteron asetat)
-kontrasepsi oral (kombinasi), implant
-mengatasi perdarahan rahim disfungsional
-endometriosis
-penundaan haid
-abortus imminens, abortus habitualis

KONTRASEPSI HORMONAL
* Kontrasepsi oral kombinasi -monopahsic
-biphasic
-triphasic
Kontrasepsi sekuensial
* Kontrasepsi progestin oral, implant, intramusk
* Kontrasepsi postcoital
MEKANISME KERJA
1. Kontrasepsi oral kombinasi menghambat ovulasi
mel. FSH, LH
2. Kontrasepsi progestin *hambatan GnRH LH

ovulasi (-)

KEUNTUNGAN & KERUGIAN


KONTRASEPSI ORAL
KEUNTUNGAN :
* Siklus menstruasi teratur, premenstrual tension , dysmenorrhoe,
* Perbaikan endometriosis
* Insidens Ca ovarium & endometrium
* Lemak darah LDL , HDL
KERUGIAN :
* Ca mamma
* Efek metab. glukosa
* Efek androgenik

* Progestin jangka lama atropi endometrium

KONTRASEPSI
Kontrasepsi : pencegahan konsepsi atau kehamilan
Cara : Obat peroral, suntikan atau alat pada organ
reproduksi
KONTRASEPSI HORMONAL
Jenis dan cara penggunaan : Oral, suntikan, implant
ORAL
1. Tipe kombinasi :
setiap pil berisi estrogen dan progesteron
Jumlah 21- 22 pil
Pil pertama diminum pd hari 1 haid
2. Tipe sekuensial 14-15 pil berisi estrogen, 7 pil
kombinasi estrogen dan progesteron
3. Tipe mini pil derivat progestin, noretindron,
norgestrel
21-22 tablet, cara pemberian = tipe kombinasi

4. Sediaan tiga fase


- 6 tab untuk 6 hari pertama per tablet mengandung etinilestradiol
(EE)
0,03 mg dan levonorgestrel (LN)
0,05 mg
- 5 tab untuk 5 hari brkt pertablet mengandung EE 0,04
mg dan LN 0,075 mg - 10 tab untuk 10 hari terakhir pertablet
mengandung EE 0,03 mg dan
LN
0,125 mg

suntikan :
Hormon yg digunakan
Medroksi progesteron asetat (MPA) 150 mg setiap 12 minggu
Noretindron enantat 200 mg setiap 8 minggu
MPA 50 mg dan estradiol sipionat 5 mg setiap 4 minggu
Semua diberikan secara IM, harus cukup dalam di daerah gluteus
Implantasi/susuk : 6 tube silastik berisi levonorgestrel 36 mg,
ditanam
subcutan di lengan kiri atas untuk 5
tahun,
mengeluarkan zat aktif 30

4. Sediaan tiga fase


- 6 tab untuk 6 hari pertama per tablet mengandung etinilestradiol
(EE)
0,03 mg dan levonorgestrel (LN)
0,05 mg
- 5 tab untuk 5 hari brkt pertablet mengandung EE 0,04
mg dan LN 0,075 mg - 10 tab untuk 10 hari terakhir pertablet
mengandung EE 0,03 mg dan
LN
0,125 mg

suntikan :
Hormon yg digunakan
Medroksi progesteron asetat (MPA) 150 mg setiap 12 minggu
Noretindron enantat 200 mg setiap 8 minggu
MPA 50 mg dan estradiol sipionat 5 mg setiap 4 minggu
Semua diberikan secara IM, harus cukup dalam di daerah gluteus
Implantasi/susuk : 6 tube silastik berisi levonorgestrel 36 mg,
ditanam
subcutan di lengan kiri atas untuk 5
tahun,
mengeluarkan zat aktif 30

Serviks : progestin sekret mukus kental, keruh dan jumlah berkurang


Pengaruh pada payudara
-bisa membesar atau mengecil
-menghambat laktsasi (estrogen)
Siklus haid
- gangguan siklus haid : oral (estrogen rendah) amenore
suntikanspotting
EFEK LAIN
Hepar : terjadi pada dosis besar dan penggunaan lama atau seblmnya
mempunyai
penyaki hatihambatan sekresi empedu dan bilirubin
ikterus
Metabolisme karbohidrat : efek progesteron >.
menurunkan toleransi glukosa
terutama pd pend dg predisposisi

glukosa