Anda di halaman 1dari 5

PARACETAMOL

FARMAKOLOGI
Paracetamol atau acetaminophen adalah obat yang mempunyai efek mengurangi nyeri
( analgesik) dan menurunkan demam (antipiretik). Parasetamol mengurangi nyeri
dengan cara menghambat impuls/rangsang nyeri di perifer. Parasetamol menurunkan
demam dengan cara menghambat pusat pengatur panas tubuh di hipotalamus.
Paracetamol (parasetamol) sering digunakan untuk mengobati berbagai penyakit
seperti sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit gigi, flu dan demam. Parasetamol
mempunyai efek mengurangi nyeri pada radang sendi (arthritis) tapi tidak
mempunyai efek mengobati penyebab peradangan dan pembengkakan sendi.
Mekanisme kerja
Paracetamol menghambat sintesis prostaglandin pada SSP
Data farmakokinetik dan farmakodinamik
Paracetamol

waktu mencapai kadar puncak 0,5-2 jam


waktu paruh eliminasi 1,25-3 jam
mula kerja analgesic 0,5-1 jam
lama kerja analgesic 3-6 jam

Data farmakinetik

Paracetamol diabsorbsi secara cepat dan sempurna di dalam GI pada pemberian oral.
Paracetamol terdistribusi secara cepat dan merata pada kebanyakan jaringan tubuh.
Sekitar 25 % paracetamol di dalam darah terikat pada protein plasma. Paracetamol
dimetabolisme oleh system enzim mikromosal di dalam liver. Paracetamol
mempunyai waktu paro plasma 1,25-3 jam, dan mungkin lebih lama mengikuti dosis
toksik atau pada pasien dengan kerusakan liver. Sekitar 80-85 % paracetamol di
dalam tubuh mengalami konjugasi terutama dengan asam glukuronat dan dengan
asam sulfat. Paracetamol diekskresikan melalui urin kira-kira sebanyak 85 % dalam
bentuk bebas dan terkonjugasi.
INDIKASI
-

Mengurangi nyeri pada kondisi : sakit kepala, nyeri otot, sakit gigi, nyeri
pasca operasi minor, nyeri trauma ringan.

Menurunkan demam yang disebabkan oleh berbagai penyakit. Pada kondisi


demam,
paracetamol hanya bersifat simtomatik yaitu meredakan keluhan demam
(menurunkan suhu tubuh) dan tidak mengobati penyebab demam itu sendiri.

KONTRAINDIKASI
-

Parasetamol jangan diberikan kepada penderita hipersensitif/alergi terhadap


Paracetamol.

Penderita gangguan fungsi hati berat.

Interaksi obat
Resin penukar ion : kolestiramin menurunkan absorbsi paracetamol. Antikoagulan:
penggunaan paracetamol secara rutin dalam waktu yang lama mungkin
meningkatkan

warfarin.

Metoklpramid

dan

domperidon:

metoklopramid

mempercepat absorbsi paracetamol (meningkatkan efek).


PERINGATAN DAN PERHATIAN
-

Bila setelah 2 hari demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak
menghilang,
segera hubungi Unit Pelayanan Kesehatan.

Gunakan Parasetamol berdasarkan dosis yang dianjurkan oleh dokter.


Penggunaan
paracetamol melebihi dosis yang dianjurkan dapat menyebabkan efek samping
yang serius dan overdosis.

Hati-hati penggunaan parasetamol pada penderita penyakit hati/liver, penyakit


ginjal

dan

alkoholisme.

Penggunaan

parasetamol

pada

penderita

yang

mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan fungsi hati.


-

Hati-hati penggunaan parasetamol pada penderita G6PD deficiency.


Hati-hati penggunaan parasetamol pada wanita hamil dan ibu menyusui.
Parase tamol bisa diberikan bila manfaatnya lebih besar dari pada risiko janin atau

bayi. Parasetamol dapat dikeluarkan melalui ASI namun efek pada bayi belum
diketahui pasti.

EFEK SAMPING
-

Mual, nyeri perut, dan kehilangan nafsu makan.

Penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan


hati.

Reaksi hipersensitivitas/alergi seperti ruam, kemerahan kulit, bengkak di


wajah (mata,bibir), sesak napas, dan syok.

DOSIS DAN ATURAN PAKAI


Paracetamol Tablet
-

Dewasa dan anak di atas 12 tahun : 1 tablet, 3 4 kali sehari.

- Anak-anak

6 12 tahun : 1, tablet 3 4 kali sehari.


Paracetamol Sirup 125 mg/5 ml
-

Anak usia 0 1 tahun : sendok takar (5 mL), 3 4 kali sehari.

Anak usia 1 2 tahun : 1 sendok takar (5 mL), 3 4 kali sehari.

Anak usia 2 6 tahun : 1 2 sendok takar (5 mL), 3 4 kali sehari.

Anak usia 6 9 tahun : 2 3 sendok takar (5 mL), 3 4 kali sehari.

Anak usia 9 12 tahun : 3 4 sendok takar (5 mL), 3 4 kali sehari.