Anda di halaman 1dari 14

Kehamilan dan Infeksi

Athena P. Kourtis, M.D., Ph.D, Jennifer S. Read, M.D., M.P.H.,


dan Denise J. Jamieson, M.D., M.P.H.

Ricco Aditya Pradana


030.09.201
Pembimbing :
Dr. Komang Arianto, Sp.OG
Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Kehamilan dan Beratnya


Infeksi
Ibu hamil memiliki risiko infeksi (Influenza,
HEV, HSV, Malaria, Coccidioidoycosis,
Measles, Smallpox, Varicella) lebih tinggi
Terdapat bias berupa nilai ambang evaluasi
diagnosis dan pengobatan infeksi pada ibu
hamil yang lebih rendah

Kehamilan dan Beratnya


Infeksi
INFLUENZA
Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi (Pandemik
2009) oleh karena adaptasi cardiopulmoner
Pandemik tahun 1918 kematian maternal
mencapai 27% (50% dengan komplikasi
pneumonia)
Pandemik tahun 1957 kematian maternal
mencapai 50% pada ibu hamil usia reproduktif
Trimester ketiga > trimester pertama kehamilan

Kehamilan dan Beratnya


Infeksi
INFEKSI HEV
Lebih berat pada ibu hamil dan angka mortalitas yang
tinggi pada trimester ketiga (dasar patofisiologi belum
diketahui)
Di daerah endemik penyakit ini menjadi penyebab utama
kematian ibu dan janin
Berujung pada fulminant hepatic failure
case fatality rate diantara ibu hamil dengan infeksi HEV
yaitu antara 15% dan 25%

Kehamilan dan Beratnya


Infeksi
INFEKSI HSV
Meningkatkan risiko terjadinya hepatitis
Infeksi terutama pada trimester ketiga
Pada usia gestasi 31 minggu, didapatkan case
fatality rate sebesar 39% untuk ibu dan neonatus
Frekuensi infeksi HSV genitalis rekuren meningkat
selama kehamilan

Kehamilan dan Beratnya


Infeksi

MALARIA

Kerentanan infeksi Plasmodium falciparum ditentukan oleh


derajat imunitas (intensitas dan stabilitas malaria)
Pada tiga distrik di India (2004 2006), 23% atau lebih,
kematian maternal di sebabkan oleh malaria
Ibu hamil dan wanita tidak hamil = 3 : 1
Dapat simptomatik atau asimptomatik
Teori predominan menjelaskan fenomena parasit P.falciparum
terakumulasi secara selektif di plasenta, dan varian antigen
tertentu berinterakasi dengan syncytiotrophoblastic chondroitin
sulfat A. (dapat terjadi malaria episodik)

Kehamilan dan Beratnya


Infeksi
COCCIDIOIDOMYCOSIS
kehamilan merupakan faktor resiko untuk
berkembangnya penyakit coccidioidomycosis
menjadi berat
Kehamilan trimester ketiga dan segera setelah
post partum (7.7 samapi 11 kasus per 10.000
kehamilan)
insiden coccidioidomycosis telah menurun.

Kehamilan dan Beratnya


Infeksi
Varicella
Trimester ketiga yang merupakan faktor resiko untuk terjadinya
penyakit varicella yang berat
Kematian diantara ibu hamil sebesar 35% lebih tinggi daripada
wanita yang tidak hamil
Paryani dan Arvin melaporkan angka varicella pneumonia 9%,
dengan satu kematian diantara 43 ibu hamil dengan varicella
di kota New York, survey yang dilakukan dari tahun 1957 sampai
1964, hanya 1 dari 144 wanita dengan varicella yang mengalami
kematian
Angka mortalitas ibu hamil sama dengan populasi umum

Kehamilan dan Kerentanan


Terhadap Infeksi
MALARIA
Efek merugikan P.falciparum selama kehamilan yaitu anemia maternal,
berat badan lahir rendah, kelahiran preterm
Pada daerah endemik dengan transmisi yang stabil mencapai 25% ibu
hamil yang menderita infeksi akut
Parasitemia malaria didapatkan lebih tinggi pada ibu hamil daripada
wanita yang tidak hamil pada rentang usia 15 sampai 45 tahun
P.falciparum merupakan satu-satunya spesies yang dapat melakukan
placental sequestration
Usia ibu muda merupakan faktor resiko tambahan dan independen
Data yang terbatas menjelaskan bahwa infeksi P.vivax juga lebih parah
bila terjadi selama kehamilan

Kehamilan dan Kerentanan


Terhadap Infeksi
LISTERIOSIS
Terutama dari transmisi makanan yang mentah
Infeksi mungkin asimptomatik atau mungkin bermanifestasi seperti
penyakit influenza
Infeksi yang berat jarang terjadi selama kehamilan, dan tidak terdapat
kematian maternal akibat listeriosis
Infeksi L.monocytogenes sering terjadi selama trimester ketiga
Listeria memiliki predileksi di plasenta dan fetus
Listeriosis dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, kelahiran preterm,
atau penyakit neonatus yang serius
Wanita ras hispanik tampaknya lebih berisiko

Konsep Perkembangan Perubahan


Imunologi Selama Kehamilan
Progesteron menekan
respon imunitas maternal
Pada kehamilan terjadi
imunosupresi untuk
mempertahankan fetus
(teori lama)
Perubahan imunitas Th1
menjadi Th2 selama
kehamilan. Th2
menstimulasi limfosit B,
meningkatkan produksi
antibody, dan menekan
respon T limfosit sitotoksik
(teori baru)

Konsep Perkembangan Perubahan


Imunologi Selama Kehamilan
Plasenta merupakan tempat imunologi yang aktif
Plasenta merupakan tempat yang khas untuk spesifik
patogen (contoh : listeria dan P.falciparum)
Infeksi plasenta yang menyebabkan terjadinya produksi
sitokin inflamasi dan dapat mengaktifkan sistem imun
maternal dan menyebabkan terjadinya kerusakan
plasenta dan keguguran atau persalinan preterm
Infeksi ringan pada plasenta dapat menyebabkan
gangguan perkembangan saraf pada janin

PETUNJUK LANJUTAN
Bukti yang menunjukkan peningkatan kerentanan
ibu hamil terhadap infeksi sedikit lemah
Perubahan imunologi dan perubahan fisiologi selama
kehamilan dapat meningkatkan keparahan penyakit
Vaksinasi sebelum dan selama kehamilan, memiliki
bukti dan efektif untuk beberapa agen infeksi
Keuntungan vaksinasi maternal tidak terbatas pada
pada ibu, tetapi dapat mengurangi inflamasi pada
plasenta dan fetus
Edukasi ibu hamil penting untuk pencegahan infeksi

TERIMA
KASIH