Anda di halaman 1dari 51

Dr.dr.

Suyanto Sidik SpPD KGEH


RSAL Dr.Mintohardjo Jakarta
email suyantosidik@indosat.net.id

Pendidikan:
Dokter FK Gadjah Mada Yk 1979
Hyperbaric and under sea Australia 1983
Ahli Peny dalam FK UNAIR Sby 1992
Endoscopy-Gastro intestinal FKUI 1996
Doktor FKUI Jkt 2006
Konsultan Gastro hepatologi 2008

PENANGANAN HEMOROID
TANPA OPERASI
Suyanto Sidik

USUS
BESAR
Kolon
Transversum
Kolon
Kolon
Ascending

Kolon
Ileosekal Descending

Sekum
Sigmoid
Anus

Fungsi Sfingter Ileosekal :


Mencegah aliran balik feses dari colon

intestin

Fungsi Kolon :
1) Menyerap air
2) Sekresi Mukus : Melindungi dinding kolon dari
ekskoriasi (perlukaan) &
aktivitas bakteri serta asam
dalam feses
Media pelekat feses
3) Menyimpan & mengeluarkan sisa-sisa makanan
melalui rektum

Suatu populasi mikroorganisme yg hidup


di dalam permukaan jaringan tubuh
manusia yg sehat/normal (permukaan
kulit/membran mukosa)
Mis :

bifidobacteria

lactobacillus

Ref : Review of Medical Microbiology-16th edition by E. Jawetz, et.al

1. Melengkapi proses pencernaan


Mis : Absorpsi & pembentukan
Vit. K
2. Pembusukan Flatus
Mis : Protein
asam
Amino, Peptida, Indol,
Skatol, Fenol & As.lemak

NH3, CO2, H2 & H2S


Flatus : Gas dalam saluran pencernaan

REKTU
M

Anorectal

REKTU
M

Bagian atas rektum


berbatasan dg kolon
sigmoid
Rektum
Panjang rektum 3-4 cm

Anus

Rektum berfungsi sebagai


otot penahan feses sebelum
terjadinya defekasi
Pertemuan antara rektum &
anus : Anorectal line

Anorectal

ANUS/DUBUR
Eksternal
anal sfingter

d
a

Ischiorectal
Fossae

Lubang Anus

a, b, c = Eksternal
anal sfingter
d = Anorectal line

ISCHIORECTAL
FOSSAE
Ischiorectal Fossae
Terdiri
dari
jaringan lemak.
Berfungsi pada perentangan anus.

CLINICALLY ORIENTED ANATOMY. 2nd Edition. Keith. L Moore

LUBANG
DUBUR/ANUS

Cincin
Berfungsi sebagai
lubang tempat
pengeluaran feses

CLINICALLY ORIENTED ANATOMY. 2nd Edition. Keith. L Moore

EKSTERNAL ANAL
SFINGTER

Terdiri dari sel otot lurik


Voluntary Control
Berperan pd pembukaan &
penutupan lubang anus

CLINICALLY ORIENTED ANATOMY. 2nd Edition. Keith. L Moore

INTERNAL ANAL
SFINGTER

Merupakan lanjutan sel otot


polos dari usus.
Involuntary Control
Dipersyarafi oleh saraf
parasimpatis

CLINICALLY ORIENTED ANATOMY. 2nd Edition. Keith. L Moore

Sfingter Ani Eksterna

Sfingter Ani
Interna

Dipengaruhi Kehendak

Tidak Dipengaruhi
Kehendak

(Voluntary Control)

(Involuntary Control)

Berelaksasi
CLINICALLY ORIENTED ANATOMY. 2nd Edition. Keith. L Moore

Pergerakan feses yg lambat


melalui usus besar
Feses keras, kering dan
berjumlah besar
Frekuensi BAB kurang
3x/minggu

Faktor Organik

Mis : Hemoroid

Faktor Non Organik

Penggunaan Obat-obatan :
Antasida.
Makanan rendah serat
Kekurangan cairan tubuh
Defekasi/BAB yg tidak teratur.

Kegagalan pengosongan
rektum saat terjadi peristaltik
massa

Defekasi tidak
sempurna

Air terus di absorpsi dari


massa feses
Feses Keras
Defekasi Sukar

Penatalaksanaan :

Banyak minum
Mengkonsumsi
air putih (1,5 l/hr) cukup serat
Tdk menunda BAB/latihan BAB 1x/hr

Memperbaiki kelainan faktor organik

Pembesaran pada pembuluh darah


balik (vena) di dalam/disekitar
anus.
Bukan suatu penyakit atau
keadaan yg mengancam jiwa
Menimbulkan
ketidaknyamanan

Terdapat pd sekitar 35 %
penduduk yg berusia lebih
dari 25 tahun.

Setiap orang pernah mengalami wasir,


tetapi tidak semua bergejala.
Gejalanya dapat hilang dalam waktu
beberapa hari.

LAPISAN PEMBULUH DARAH


Tunika Intima
1 lapis sel endotel
(endothelium)

Tunika Media
Sel otot polos
&
Serat elastin

Tunika Adventitia
Serat elastin

Lumen Pembuluh Darah

Penyalur yg mengangkut
darah dari jantung ke
jaringan
Berdinding 3 lapis
Tidak terdapat katup
ARTERIOLA : Bertugas untuk mengumpulkan darah
dari kapiler
Pearce, Evelyn C., Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis
Price, Sylvia A. & Loraine M.W, Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit

Penyalur yg mengangkut darah


dari
jaringan
kembali
ke
jantung

Katup Vena

Berdinding 3 lapis, tetapi lapisan


tengah yg berotot lebih tipis,
kurang kuat, kurang elastik
dibandingkan arteri.
Memiliki katup.

Venula : Bertugas untuk mengumpulkan darah dari kapiler

1.

Kurang makanan berserat

2.

Sering mengangkat
beban berat

3.

Ibu hamil yg sudah


pernah melahirkan bayi
hidup > 1 (Multipara)

4. Faktor keturunan, mis. struktur dinding vena yg lemah


5. Kelainan anatomi, mis. tidak terdapatnya katup pd vena
porta & vena hemoroid superior.
6. Kebiasaan hidup, mis. terlalu sering duduk, ketika BAB
sering mengejan
41

Hemoroid
Eksterna

Hemoroid
Interna

Dilatasi vena
hemoroidalis
inferior

Dilatasi vena
Hemoroidalis
superior & media

Hemoroid Interna

Hemoroid Eksterna

Hemoroid Eksterna

Pembengkakan bulat
kebiruan pd pinggir anus
Nyeri & Gatal
Prolaps ditutupi oleh
anoderm

Prolaps pd Hemoroid
Eksterna

Massa yg prolaps berwarna


kebiru-biruan

Hemoroid
Eksterna
Akut
Pembengkakan
bulat
kebiruan
pada
pinggir
anus
Hematoma
Hematoma : Benjolan gumpalan darah

Hemoroid
Eksterna
Kronik
Skin
tag
Berupa 1 atau
> lipatan kulit
anus

Hemoroid Interna

Perdarahan tanpa nyeri


Lendir
feses

keluar

bersama

Prolaps
ditutupi
mukosa membran
Prolaps pd Hemoroid
Interna

oleh

Massa
yg
prolaps
berwarna merah muda

Derajat
Derajat
II

Derajat
Derajat
IIII

Derajat
Derajat
III
III

Deraja
Deraja
tt IV
IV

Tidak
Menonjol
melalui anus

Prolaps setelah
defekasi

Prolaps
permanen

Inkarserasi
Inkarserasi

Otomatis

Dimasukkan
oleh tangan

PERDARAHAN

PROLAPSUS
RASA NYERI
PADA ANUS
GATAL

Anemia

Trombosis
Peradangan

Inkarserasi : Keadaan terjepit

Rasa nyeri
hebat

Inkarserasi

UMUM
1.

2.

Meningkatkan konsumsi
makanan yang mengandung
serat

Berolahraga secara teratur

KHUSUS
obat-obatan
antihemoroid
& Laksatif

1.

Oral/Sistemi
k
Topikal/Lokal

2. Ligasi
Yaitu pengikatan prolaps dg menggunakan karet
3. Cryoterapi
Yaitu tindakan perusakan hemoroid dg pembekuan, dg CO2 atau N2O

KHUSUS
4. Sleroterapi hemoroid:

Aethoxysklerol
5. Operasi (ahli bedah)

49

Jantung

Seluruh Tubuh
Seluruh Tubuh

Pearce, Evelyn C., Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis

Jantung