Anda di halaman 1dari 11

Askep Diare Anak

Posted on 22 November 2012 by afrilius


BAB I
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Di Indonesia, angka kematian bayi akibat diare masih cukup tinggi. Hasil survei Kesehatan
Rumah Tangga (SKRT) 2001, diare merupakan penyebab nomor tiga kematian pada bayi, setelah
gangguan perinatal dan penyakit sistem pernapasan sedangkan pada balita, diare merupakan
penyebab kematian nomor dua setelah penyakit sistem pernapasan (Tin Afifah dkk,2003).
Terjadinya diare disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan satu sama lain, antara lain faktor
lingkungan, gizi, kependudukan, keadaan sosial ekonomi, dan faktoe perilaku masyarakat.
Penatalaksanaan yang efektif dan rasional dapat memperkecil angka kematian penderita diare
dengan harapan tumbuh kembang yang optimal.
1.2. Ruang lingkup
Dalam makalah ini mungkin tidak begitu lengkap penjelasan mengenai patofisiologi diare.
Namun, penulis lebih menitikberatkan pada asuhan keperawatan pada anak dengan diare.
1.3. Tujuan
1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada anak dengan diare.
1.3.2. Tujuan Khusus
1.

Untuk mengetahui defenisi, etiologi, manifestasi klinis dan penatalaksanaan diare.

2. Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada anak dengan diare yang mencakup pengkajian,
diagnosa dan intervensi keperawatan.
3.

Untuk memenuhi salah satu tugas kelompok pada mata ajar keperawatan anak.

BAB II

Tinjauan Teoritis
2.1. Defenisi Diare
Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu
kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair. (Suriadi,Rita Yuliani,
2001).
Diare didefinisikan sebagai buang air besar lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja yang
frekuensinya lebih sering dari biasanya (3 kali atau lebih dalam sehari) (Depkes RI Ditjen PPM
dan PLP, 2002).
Diare merupakan salah satu penyakit yang paling banyak terjadi pada masa kanak-kanak,
didefenisikan sebagai peningkatan dalam frekuensi, konsistensi, dan volume dari feces
(Mc.Kinney, Emily Stone et al, 2000).
2.2. Jenis Diare
Ada beberapa jenis diare, yaitu:
1.
Diare cair akut, yaitu diare yang berlangsung kurang dari 14 hari (umumnya kurang dari
7 hari) dengan pengeluaran tinja yang lunak atau cair yang sering dan tanpa darah, mungkin
disertai muntah dan panas. Akibat diare akut adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan
penyebab utama kematian bagi penderita diare.
2.
Disentri, yaitu diare yang disertai darah dengan atau tanpa lendir dalam tinjanya. Akibat
disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, kerusakan mukosa usus karena
bakteri invasif.
3.
Diare persisten, yaitu diare yang mula-mula bersifat akut namun berlangsung lebih dari
14 hari. Episode ini dapat dimulai sebagai diare cair atau disentri. Akibat diare persisten adalah
penurunan berat badan dan gangguan metabolisme.
4.
Diare dengan masalah lain. Anak yang menderita diare (diare akut dan persisten)
mungkin juga disertai dengan penyakit lain seperti demam, gangguan gizi, atau penyakit lainnya.
Tatalaksana penderita diare ini berdasarkan acuan baku diare dan tergantung juga pada penyakit
yang menyertainya.
2.3. Etiologi Diare
Diare dapat disebabkan oleh faktor infeksi , malabsorpsi (gangguan penyerapan zat gizi),
makanan, dan faktor psikologis.
1.

Faktor infeksi

a. Infeksi enteral, yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada
anak. Infeksi enteral ini meliputi:
Infeksi bakteri: Vibrio, E.Coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Aeromonas, dll.
Infeksi Virus: Enterovirus, Adenovirus, Rotavirus, Astovirus, dll.
Infeksi parasit: Cacing (Ascaris, Trichiuris, Oxyuris), Protozoa (entamoeba histolitika, giardia
lamblia), jamur (candida albicans).
b. Infeksi parenteral yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan, seperti OMA,
tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis, dsb.
2.

Faktor malabsorpsi

a.

Malabsorpsi karbohidrat

b.

Malabsorpsi lemak

c.

Malabsorpsi protein

3.

Faktor makanan

Makanan yang menyebabkan diare adalah makanan yang tercemar, basi, beracun, terlalu banyak
lemak, mentah (misal, sayuran), dan kurang matang.
4.

Faktor psikologis

Rasa takut, cemas dan tegang, jika terjadi pada anak akan menyebabkan diare kronis.

Asuhan Keperawatan pada Anak dengan Diare


3.1. Pengkajian
3.1.1. Identitas Anak
Nama, umur, tempat/ tanggal lahir, alamat/ No telp, tingkat pendidikan dll.
3.1.2. Riwayat Kesehatan Dahulu
- Riwayat kelahiran ; Panjang Lahir, Berat Badan Lahir Rendah

- Riwayat Nutrisi ; Mal Nutrisi, KEP, Pola Makan dan Minum, Tipe Susu Formula
- Riwayat diare ; Berulang, Penyebab
- Pola Pertumbuhan
- Riwayat Otitis media dan atau infeksi lainnya
3.1.3. Riwayat Kesehatan Sekarang
- Riwayat Diare : Frekuensi, Penyebab
- Riwayat Tinja : Jumlah, warna, bau, konsistensi, waktu BAB
- Kaji Intake dan Output
3.1.4. Pengkajian Sistem
a. Pengkajian umum
1) Kesadaran
2) Tanda tanda vital
Suhu tubuh : pengukuran suhu melalui mulut (anak > 6 th)
Pengukuran axilla (<4 6 th)
Nadi : kuat, lemah, teratur/ tidak.
Nafas : kedalaman, irama, teratur/ tidak
TD : Sistolik/ diastolik, tekanan nadi
3) TB / BB
4) Lingkar kepala
5) Lingkar Dada
b. Pengkajian fisik
1) Kepala
Higiene kepala

Ubun-ubun cekung
2) Mata
Palpebra : cekung/ tidak
Konjungtiva : anemis/tidak
Sklera : ikterik/tidak
3) Hidung
Sianosis, epistaksis
4) Mulut
Membran mukosa : pink, kering
5) Telinga
Apakah ada infeksi/ tidak
6) Sistem kardiovaskuler
Nadi apeks : irama teratur/ tidak
Nadi perifer : irama teratur/ tidak
Bunyi jantung : murni/ bising
Kulit : pucat/ sianosis
7) Sistem pernapasan
Frekuensi napas
Bunyi napas : murni/ bising
Kedalaman, Pola napas
8) Sistem persarafan
Tingkat kesadaran
Pola tingkah laku

Fungsi pergerakan : ketahanan, paralysis


Fungsi sensori : Rf fisiologis, Rf patologis

9) Sistem musculoskeletal
Gaya berjalan
Persendian
Kesimetrisan
10) Sistem pencernaan
Bising usus : ada/ tidak, frekuensi
Distensi abdomen : ada/tidak
Mual/ muntah
11) Sistem eliminasi ( BAB dan BAK )
Frekuensi, konsistensi, bau, warna
3.1.5. Faktor Psikososial
Tahap perkembangan anak, kebiasaan di rumah
Metode koping orangtua dan anak
Interaksi orangtua dan anak
3.1.6. Pengkajian Keluarga
Jumlah anggota keluarga
Pola komunikasi
Pola interaksi
Pendidikan dan pekerjaan
Kebudayaan dan keyakinan

Fungsi keluarga
3.1.7. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan tinja : makroskopis dan mikroskopis, pH, kadar gula
Keseimbangan asam basa dalam darah
Kadar ureum dan kreatinin ( mengetahui faal ginjal)
- Elektrolit : Na, K, Ca, F, dalam serum (terutama diare yang disertai kejang)
- Intubasi duodenum ( mengetahui jenis parasit)

3.2. Diagnosa Keperawatan 1


Kurang volume cairan b.d seringnya buang air besar dan encer
Tujuan
Keseimbangan cairan dapat dipertahankan dalam batas normal yang ditandai dengan:
1) Pengeluaran urin sesuai
2) Pengisian kembali kapiler kurang dari 2 detik
3) Turgor kulit elastis
4) Membran mukusa lembab
5) Berat badan tidak menunjukkan penurunan

Intervensi

Rasional

Mandiri
1.

Indikator langsung status cairan/ perbaikan

1.

Kaji status hidrasi

2. Kaji pemasukan dan pengeluaran


cairan

ketidakseimbangan
2.

3.

Menunjukkan status hidrasi keseluruhan

Monitor tanda-tanda vital


3. Membantu dalam evaluasi derajat defisit cairan/
keefektifan penggantian terapi cairan dan respon
terhadap pengobatan

4.

memberikan informasi tentang hidrasi, fungsi organ

Kolaborasi
4. Pemeriksaan laboratorium sesuai
program; elektrolit, Ht, pH, serum
albumin

5. Mengisi/ mempertahankan volume sirkulasi dan


keseimbangan elektrolit

5. Pemberian cairan dan elektrolit


sesuai protokol (dengan oralit dan
cairan parenteral)

Menurunkan kehilangan cairan

6.

Mengobati infeksi supuratif lokal

Pemberian obat sesuai indikasi

Antidiare
Antibiotik

3.3. Diagnosa Keperawatan 2


Perubahan nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh b.d menurunnya intake dan menurunnya
absorpsi makanan dan cairan
Tujuan
Anak akan toleran dengan diit yang sesuai yang ditandai dengan:
1)

Berat badan dalam batas normal

2)

Tidak terjadi kekambuhan diare

Intervensi

Rasional

Mandiri
1. Timbang berat badan anak setiap hari

2.

Monitor pemasukan dan pengeluaran

3. Setelah rehidrasi, berikan minuman oral dengan


sering dan makanan yang sesuai dengan diit dan usia
dan atau berat badan anak
4.

Lakukan kebersihan mulut setiap habis makan

5.

Bagi bayi, ASI tetap diteruskan

1. Memberikan informasi tentang diit


dan keefektifan terapi
2. Memberikan informasi tentang
kebutuhan pemasukan/ defisiensi
3. Diit yang tepat penting untuk
penyembuhan

4. Mulut yang bersih dapat


meningkatkan rasa makan
5. Mencegah berkurangnya berat
badan lebih lanjut dan mempercepat
penyembuhan

6. Bila bayi tidak toleran terhadap ASI, berikan susu


6.
formula yang rendah laktosa

3.4. Diagnosa Keperawatan 3


Kerusakan integritas kulit b.d kurang pengetahuan
Tujuan

Mengurangi malnutrisi

Orangtua dapat berpartisipasi dalam perawatan anak

Intervensi

Rasional

Mandiri
1. Kaji tingkat
pemahaman orangtua

2. Jelaskan tentang
penyakit, pengobatan dan
perawatan

1. Hal ini mempengaruhi orangtua untuk menguasai tugas dan


melakukan tanggung jawab perawatan
2. Memberikan dasar pengetahuan dimana orangtua dapat
membuat pilihan berdasarkan informasi. Komunikasi efektif dan
dukungan turunkan cemas dan tingkatkan penyembuhan
3. Menurunkan penyebaran bakteri dan resiko infeksi serta iritasi
kulit dan jaringan
4.

Diit yang tepat penting dalam penyembuhan

3. Jelaskan tentang
pentingnya kebersihan
(misal, cuci tangan)

4. Ajarkan tentang prinsip


diit dan kontrol diare

BAB IV
Penutup

Kesimpulan
Diare merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Penanganan diare
sangat ditekankan pada pemeliharaan dan penggantian kehilangan cairan dan elektrolit yang
akan menyebabkan berbagai macam komplikasi yang dapat berujung pada kematian.