Anda di halaman 1dari 24

Ventilasi Dari

Mulut-ke-Mulut
Hingga Bag-ValveMask: Evolusi dan
Karakteristik dari
Alat Aktual
Review Literatur
Dokter Pembimbing :
Dr. dr. Antje A. Wuwungan,
SpAn
1

PENDAHULUAN

Ventilasi digunakan untuk mengirim tambahan


oksigenasi ke pasien gagal pernapasan merupakan
prosedur yang penting.
Ini digambarkan berabad-abad lalu, dan sejak saat itu,
teknik dan perangkat yang digunakan terus diberikan
penyempurnaan.
Claudius Galenus adalah yang pertama yang berbicara
tentang paru-paru dan ventilasi hampir 2000 tahun
yang lalu dan sejak saat itu, beberapa ilmuwan dan
filsuf telah mencoba untuk memahami konsep ini.

Sejarah Ventilasi Artifisial


Ventilasi

dengan BVM adalah teknik yang paling


umum digunakan untuk memberikan ventilasi
takanan positif secara manual pada pasien yang
gagal napas.
Dari pertengahan tahun 1500-an sampai awal
tahun 1900-an, teknik ventilasi artifisal dilaporkan
dalam literatur yang hanya membahas teknik
mulut-ke-mulut dan penggunaan hembusanhembusan.

Namun,

pada tahun 1472, Paulus Bagellardus


menerbitkan buku yang dikenal mengenai penyakit
anak-anak dan menjelaskan resusitasi mulut-kemulut dengan merekomendasikan pada bidan
untuk meniup pada mulut bayi yang baru lahir jika
tidak ada respirasi.
Hal ini menunjukkan bahwa ventilasi mulut
kemulut telah dipertimbangkan pada waktu itu.

Pada

pertengahan abad 20, beberapa unidirectional


valve (satu arah) telah dikembangkan dengan
karakteristik teknis yang berbeda.
Konsep bag-valve-mask yang asli dikembangkan
pada tahun 1953 oleh dokter Jerman Holger Hesse
dan partnernya Danish Anesthetist Henning
Ruben, mengikuti kerja inisial mereka pada pompa
suction.
Resusitator itu, disebut Ambu (Artificial Manual
Breathing Unit), diproduksi dan dipasarkan pada
tahun 1956 oleh perusahaan mereka .

Sistem Bag - Valve - Mask


Sistem

BVM terdiri dari ruang udara (atau kantung)


dan konektor pasien.
Konektor pasien terdiri dari katup satu arah pasien
(unidirectional valve), port ekspiratori, dan port koneksi
pasien.
Bagian yang terakhir ini dicolokkan ke interface, yang
dapat berupa masker atau ETT (endotracheal tube).
Volume udara disediakan untuk pasien ketika penolong
meremas kantung.

Gambar komponen dasar sistem BVM.

Karateristik Teknik Valve Pasien


Katup

unidirectional atau satu arah merupakan


katup nonrebreathing (NRVs), yang harus
dikombinasikan dengan kantung yang dapat
mengembang sendiri agar dapat digunakan sebagai
alat resusitasi yang lengkap.
Katup ini terdiri dari port inspiratori dan
ekspiratori dan mengizinkan baik respirasi spontan
atau terkontrol.

Ambu

Valves. Ambu atau Artificial Manual


Breathing Unit valves dibuat dari dua silicone
rubber flaps (mushroom valves) satu arah yang
terdiri dari flap inspiratori dan ekspiratori.
Biasanya, mereka digunakan dengan kantung
ventilasi fleksibel didalam ruang operasi. Ini
merupakan katup ventialsi yang terlama
dikembangkan. Dia memberikan ruang mati yang
kecil dan resistansi liran yang rendah.

10

Gambar Ambu single-shutter valve.

11

Laerdal

Valves. Valves ini digunakan dengan kantung


yang dapat mengembang sendiri dan memiliki bentuk
khusus duckbill atau lip membarane terdiri dari
diafragma yang tipis dan fleksibel dan cincin silikon
datar.
Valve duckbill (katup inspiratori) terbuka saat
inspirasi dan juga bergeseran dengan cincin silikon
datar (katup ekspiratori) yang bergerak mendekati
port keluar.
Tipe valve ini merupakan NRV yang paling populer
secara komersial karena penyatuan yang mudah
dengan alat yang bervariasi secara luas dan tetap
menjadi pilihan pertama aplikasi dalam jumlah besar.

12

Tabel . Karakteristik Teknikal Dari Ambu dan Laerdal Valves


Penggunaan

Kesalahan pemasangan
Ya
Sterilisasi
Ya
Penggunaan tunggal
Ya
Mekanisme

Orthostatic
Tidak
Oklusi manual
Tidak
Prinsip rebreathing
Tidak
Resistensi insufflasi
Ya
Mekanisme spring
Tidak
Operate to gas pressure
Ya
Monitoring

Pressure relief valve


Tidak (pada bag)
Risiko komunikasi langsung
Ya
(datangnya gas/paru)
Ya (adaptable)
PEEP valve
Tidak
Spirometri

Tipe
Ya
Dewasa
Ya
Pediatri

13

Gambar . Laerdal valve.

14

Kelemahan dan Bahaya Sistem


Bag-Valve-Mask
Desain

Nonrebreathing Valve. Sistem BVM dengan nonrebreathing valves dapat digunakan baik pada ventilasi
terkontrol atau pada ventilasi spontan untuk memelihara atau
untuk meningkatkan tekanan darah oksigen arterial pasien
sebelum intubasi.
Meskipun begitu, menurut Tibbals et al, beberapa alat dengan
duckbill valves tidak digunakan untuk menyediakan
oksigen selama ventilasi spontan.
NRVs ini hanya menyediakan aliran oksigen yang tidak
banyak ketika usaha pasien untuk membuka valve selama
usaha inspiratori gagal.

15

Batas

Nonrebreathing Valve. Ventilasi BVM agak


sulit dilakukan dan NRVs harus dipasang dengan
benar untuk menyediakan ventilasi yang adekuat
kepada pasien.
Insiden kritis telah didokumentasikan dan
penyebab yang sangat bervariasi telah
diidentifikasi.
Beberapa studi menunjukkan beberapa insiden
akibat kesalahan valve satu arah pada BVM dan
ventilasi mekanikal.

16

Kesalahan

Pemasangan Sistem Bag-Valve-Mask.


Banyak masalah kesalahan pemasangan BVM juga
dilaporkan dalam literatur, diantaranya
menghasilkan volume tidal yang tidak adekuat,
barotrauma, dan isu potensial bahaya lainnya.
Menggambarkan dua kasus obstruksi
penghembusan akibat kesalahan pemasangan
Laerdal valve, ketika dua fish-mouth lip atau
duckbill valves diinsersikan daripada salah satu.
Ini akibat hilangnya duckbill valve dalam
pemasangan valve pasien.

17

Kesulitan

Ventilasi Bag-Valve-Mask. Memberi


ventilasi menggunakan BVM tidak mudah
dilakukan untuk memberikan nafas yang adekuat.
Penyedia layanan kesehatan tidak memiliki
informasi tentang volume tidal, tingkat ventilasi,
volume insuflasi lambung, tekanan saluran udara,
dan kebocoran.
Parameter ini sangat penting untuk menghargai
penyelamat yang sudah memadai ventilasi pasien.

18

Namun

banyak penelitian telah menunjukan


bahwa professional kesehatan yang terlatih dalam
manajemen jalan nafas yang di berikan kepada dan
atau pernafasan tingkat ventilasi tinggi pasien
jantung dan volume ventilasi tidak memadai.

19

Daftar Pustaka

[1] C. Chopin, Lhistoire de la ventilation mecanique: des


machines et des hommes, Reanimation, vol. 16, pp. 412,
2007.
[2] A. B. Baker, Artificial respiration, the history of an
idea, Medical History, vol. 15, no. 4, pp. 336351, 1971.
[3] P. Cullen, Self-inflating ventilation bags, Anaesthesia
and Intensive Care, vol. 29, no. 2, p. 203, 2001.
[4] C. P. F. ODonnell, A. T. Gibson, and P. G. Davis,
Pinching, electrocution, ravens beaks, and positive
pressure ventilation: a brief history of neonatal
resuscitation, Archives of Disease in Childhood: Fetal and
Neonatal Edition, vol. 91, no. 5, pp. F369F373, 2006.

20

[5] J. A. Cooper, J. D. Cooper, and J.M. Cooper, Cardiopulmonary


resuscitation: history, current practice, and future direction,
Circulation, vol. 114, no. 25, pp. 28392849, 2006.
[6] R. V. Trubuhovich, History of mouth-to-mouth rescue
breathing. Part 2: the 18th century, Critical Care and
Resuscitation, vol. 8, no. 2, pp. 157171, 2006.
[7] M. S. Eisenberg, Life in the Balance: EmergencyMedicine and
the Quest To Reverse Sudden Death, Oxford University Press,
1997.
[8] EMS: A Historical Perspective, http://www.naemt.org/Libraries/
NAEMT%20Documents/EMS%20Historical%20Perspective. sflb.
[9] P. Baskett, Obituary Peter J. Safar, Resuscitation, vol. 59, no.
1, pp. 35, 2003.
[10] Bag Valve Mask (BVM). Firefighter Medic,
http://www.firefightermedic.com/wiki/bag-valve-mask-bvm/.
[11] A. C. F. De Godoy, R. J. Vieira, and R. J. Vieira Neto, Oxygen
outflow delivered by manually operated self-inflating resuscitation
bags in patients breathing spontaneously, Jornal Brasileiro de
Pneumologia, vol. 34, no. 4, pp. 212216, 2008.

21

[12] B. J. Munford and K. J. Wishaw, Critical incidents


with nonrebreathing valves, Anaesthesia and Intensive
Care, vol. 18, no. 4, pp. 560574, 1990.
[13] P. M. Fenton and G. Bel, The patient inflating valve in
anaesthesia and resuscitation breathing systems,
Anaesthesia and Intensive Care, vol. 41, no. 2, pp. 163174,
2013.
[14] S. Payne, R. Tully, and R. Eltringham, A new valve for
drawover anaesthesia, Anaesthesia, vol. 65, no. 11, pp.
10801084, 2010.
[15] B.Al-Shaikh and S. Stacey, Essentials ofAnaesthetic
Equipment4: Essenti
[16] D. K. Kim, Y. Y. Kim, J. S. Yi, H. S. Lim, and D. C.
Kim, The malfunction of self-inflating bag resuscitator due
to misassemblya case report, Korean Journal of
Anesthesiology, vol. 55, pp. 731735, 2008.

22

[17] J.W. Salyer, R. M. DiBlasi, D. N. Crotwell, C. A. Cowan, and


E. R. Carter, The conversion to metered-dose inhaler with valved
holding chamber to administer inhaled albuterol: a pediatric
hospital experience, Respiratory Care, vol. 53, no. 3, pp. 338345,
2008.
[18] J. Tibballs, B. Carter, and N. Whittington, A disadvantage of
self-inflating resuscitation bags, Anaesthesia and Intensive Care,
vol. 28, no. 5, p. 587, 2000.
[19] P. J. Mills, J. Baptiste, J. Preston, and G. M. Barnas, Manual
resuscitators and spontaneous ventilationan evaluation, Critical
Care Medicine, vol. 19, no. 11, pp. 14251431, 1991.
[20] M. D. Reid-Nicholson and C. T. Escoffery, Severe pulmonary
barotrauma, West Indian Medical Journal, vol. 49, no. 4, pp. 344
346, 2000.
[21] G. Smith, Problems with mis-assembly of adult manual
resuscitators, Resuscitation, vol. 53, no. 1, pp. 109111, 2002.

23

[22] A. M.-H. Ho, B. W. Shragge, J. G. Tittley, J. N.


Fedoryshyn, and S. Puksa, Exhalation obstruction
due to Laerdal valve misassembly, Critical
CareMedicine, vol. 24,no. 2, pp. 362364,1996.
[23] C. Schmitt, Possibilite de raccordement
incorrect de certains filtres respiratoires au segment
expiratoire de la valve de non-reinhalation Ambu,
Annales Francaises dAnesthesie et de R
eanimation, vol. 19, pp. 205208, 2000.
[24] P. Tandon and G. H.Meakin, Mis-assembly of
Laerdal resuscitator valve, Anaesthesia, vol. 63,
no. 3, pp. 324325, 2008.

24

Terima Kasih