Anda di halaman 1dari 44

BENIGN PROSTAT

HYPERPLASIA
Dr. Nadina Zerlinda M, S.Ked

PENDAHULUAN
BPH merupakan proliferasi dari sel
oto polos dan epitel zona transisional
prostat
O Menimbulkan gejala LUTS dengan
dua mekanisme : statis dan dinamis
O 8% pada pria usia 30-40 tahun; 4050% pada pria usia 51-60 tahun;
lebih dari 80% pada pria usia 80
tahun.
O Tidak mengancam nyawa, namun
mempengaruhi kualitas hidup
O

LAPORAN KASUS
O Nama
O
O
O
O
O

: Tn. A
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Usia
: 69 bulan
Agama/Suku : Islam / Jawa
Alamat
: Ngajum, Kepanjen
No RM
: 364342

LAPORAN KASUS
O Keluhan Utama :

nyeri pada saat BAK sejak 2 minggu yang lalu


O Riwayat Penyakit sekarang :
o

Nyeri saat berkemih dirasakan diakhir miksi (disuria)

BAK jernih, darah (-) batu (-) pekat (-)

Berkemih > 10x sehari (frekuensi)

Terbangun di malam hari untuk BAK 5x (nokturia)

Terkadang merasa sangat ingin kencing sampai


terasa nyeri (urgensi) dan berhenti di pertengahan
miksi kemudian memancar lagi (intermittensi)

LAPORAN KASUS
o

Pasien merasa pancaran BAK lemah dan perasaan


tidak tuntas, serta BAK yang menetes di akhir
miksi (terminal dribbling).

Nyeri pinggang kanan dan kiri (+) demam (-)


batuk (-)

O Riwayat Penyakit Dahulu

DM (-) HT(-)
O Riwayat Pengobatan dan Sosial

Pasien tidak pernah meminum obat untuk


mengatasi keluhannya. Merokok 1 pak per hari,
minum kopi (+)

LAPORAN KASUS
O Skor IPSS

LAPORAN KASUS
O Skor IPSS

LAPORAN KASUS
O Skor IPSS

LAPORAN KASUS
O Skor IPSS

LAPORAN KASUS
O Pemeriksaan Fisik
o Keadaan umum : tampak sakit ringan
o
o
o
o
o

Tanda Vital
Kesadaran
: compos mentis (GCS 456)
Tekanan darah : 130/80 mmHg
Denyut nadi
: 84x/menit, regular
Temp. Axilla
: 36.5 C
Pernapasan
: 20x/menit reguler

LAPORAN KASUS
Pemeriksaan Fisik

o Kepala/Leher : Anemis -/-, ikterik -/-,JVP R + 0 cm

H20,
o
o
o
o

Pembesaran Lympha nodul (-)


Thoraks: C/P dlbn
Abdomen : Flat, soefl, BS (+) N,
Extremitas : Edema -/Genitourinari
:
RT : bulbocavernosus reflex (+), polus superior tidak
teraba, polus lateralis D/S teraba, sulkus medianus
mendatar, permukaan rata, tidak berdungkul, nyeri
(-). Mukosa rektum, darah (-) massa (-)

LAPORAN KASUS
O Pemeriksaan Penunjang

USG ABDOMEN
(15/12/2014)
o BPH
o Hidronefrosis

bilateral
o Parenchymal
renal disease
bilateral

LAPORAN KASUS
O Diagnosis

o Benigh Prostat Hyperplasia


o
o

Hidronefrosis bilateral
Parenchymal Renal Disease Bilateral

O Rencana Diagnosis
o Renal Funtion Test
o PSA

LAPORAN KASUS
O Rencana Terapi
o Pro TURP

TINJAUAN PUSTAKA
Kelenjar Prostat

TINJAUAN PUSTAKA
Kelenjar Prostat

TINJAUAN PUSTAKA
Kelenjar Prostat

TINJAUAN PUSTAKA
Kelenjar Prostat

TINJAUAN PUSTAKA
Etiologi Terjadinya BPH
o Teori Dihidrotestosteron
DHT dibentuk dari testosteron diperantarai enzim 5
alfa reduktase dengan bantuan koenzim NADPH. DHT
berikatan dengan RA dan mensintesis protein growth
factor pertumbuhan sel otot prostat.
o Ketidakseimbangan Estrogen-Testosteron
Kadar estrogen tetap dan testosteron << pada pria
tua. Estrogen proliferasi sel-sel prostat,
meningkatkan sensitifitas dan jumlah reseptor
androgen, serta menurunkan apoptosis.

TINJAUAN PUSTAKA
Etiologi Terjadinya BPH
o Interaksi Stroma Epitel

Sel stroma mensintesis growth factor


memengaruhi sel epitel untuk berproliferasi.
o Berkurangnya kematian sel prostat

Diduga karena kadar estrogen.


o Teori Sel Stem
o Sindroma Metabolik
o Inflammasi Kronis

PATOFISIOLOGI
Pembesar
an
Prostat

Tekanan
Infravesik
a >>

Gejala
LUTS

Komplikas
i BPH

Gejala LUTS : gejala strorage, voiding, pasca miksi akibat perubahan


strutur anatomi buli
Komplikasi : hidronefrosis, batu buli, infeksi, gagal ginjal, dll.

DIAGNOSIS
ANAMNESIS
o Gejala LUTS dan Gejala Komplikasi
o Menggunakan IPSS
o IPSS, 3 derajat. (1) Ringan dengan skor 0-7 (2)

Sedang dengan skor 8-19 (3) Berat dengan skor


20-35
o Tanyakan pencetus bila ditemui retensia urine.

DIAGNOSIS
PEMERIKSAAN FISIK
o Pemeriksaan Buli-buli
o DRE

(Direct Rectal
Examintion)

DIAGNOSIS
PEMERIKSAAN PENUNJANG
o Laboratorium : UL, Kultur Urine, PSA, renal

function test
o Pencitraan : TAUS (Trans Abdominal

Ultrasonography) dan TRUS (Trans Rectal


Ultrasonography).
o Uroflowmetry/ Peak Urinary Flow Rate

DIAGNOSIS
TAUS
o Perkiraan volume

prostat
o IPP
o Kelainan buli
o Residu Urine

pasca miksi
o Hidronefrosis atau

kerusakan ginjal.

DIAGNOSIS
UROFLOWMETRY
o Waktu miksi
o Lama pancaran
o Waktu untuk pancaran max
o Rerata pancaran
o Max pancaran
o Volume urine

PENATALAKSANAAN
O

Terapi akut pemasangan kateter dan


dieveluasi kondisi ginjal.

Watchful waiting
o IPSS dibawah 7.
o Konsultasi dan edukasi dengan pemeriksaan

laboratorium, residu urine, uroflowmetri secara


berkala.
o Menentukan perlu tidaknya terapi lain.
o Tidak cocok untuk pasien dengan komplikasi.

PENATALAKSANAAN
Terapi
Medikamentosa
mengendalikan
2 komponen yaitu
statis dan dinamis.

PENATALAKSANAAN
-adrenergic blocker
o 3 subtipe
o

Spesifik prostat adl 1a

o Obat ada nonspesifik

(Terazosin, doxazosin,
alfuzosin) dan spesifik
(Tamsulosin dan silodosin)
o ES : hipotensi, dizziness,

asthenia, kongesti nasal.

PENATALAKSANAAN
5-reduktase inhibitor
o 2 obat : blok tipe 1

(finasteride) dan blok tipe


1 dan tipe 2 (dutasteride).
o Menurunkan 25% volume

prostat selama 2 tahun


o PSA << 50% selama 6 bln.
o IPSS << 3-4 poin.
o Perbaikan pancaran urin
o ES : << libido, disfungsi

ereksi, ginekomastia, nyeri


payudara

PENATALAKSANAAN
Terapi Kombinasi
o MTOPS dan CombAT:

hasil lebih baik


daripada monoterapi,
o Mahal dan efek samping

lebih banyak

PENATALAKSANAAN
Anti Muskarinik
o Mengurangi overaktif

buli
o Untuk gejala voiding
o Darifenacin dan solife

nasin selektif di M3
(otot detrusor buli)
o ES : mulut kering, mata

kering, konstipasi

PENATALAKSANAAN
Anti Muskarinik
o Menyebabkan relaksasi

otot polos, antiprolifera


tif otot prostat dan buli
o Tadalafil satu-satunya

yang diijinkan FDA.

PENATALAKSANAAN
Fitofarmaka
o Memperbaiki gejala obstruksi prostat
o Berasal dari ekstrak tumbuhan
o Pygeum africanum, Serenoa repens, Hypoxis

rooperi, Radix urtica, dan masih banyak lainnya

PENATALAKSANAAN
Terapi
Pembedahan

PENATALAKSANAAN
OPEN PROSTATECTOMY (Pembedahan
Terbuka)
o Indikasi : Prostat yang sangat besar (>100gram)
o Pendekatan suprapunik transvesikal dan

retropubik infravesikal
o Perbaikan gejala klinis 85-100%, mortalitas 2%
o Komplikasi : inkontinensia urine (3%), impotensia

(5-10%), ejakulasi retrograd (60-80%), dan


kontraktur leher buli (3-5%).

PENATALAKSANAAN
TURP (Transurethral Incision of The Prostate)
o Merupakan gold standard tatalaksana BPH.
o Terapi pilihan prostat berukuran 30-80mL.
o Penyulit : Sindroma TURP.

PENATALAKSANAAN
TUIP (Transurethral Resection of The
Prostate)
o Terbatas dengan prostat berukuran <30mL,

tanpa pembesaran lobus medius.


o Insiden komplikasi lebih rendah, perdarahan

minimal, dan resiko ejakulasi retrograde lebih


jarang.

PENATALAKSANAAN
o Elektrovaporasi Prostat
o Laser Prostatektomi
o Invasif Minimal : (1) thermoterapi, (2) TUNA

(Transurethral Needle Ablation of The Prostate),


(3) pemasangan stent (prostacath), (4) HIFU
(High Intensity Focused Ultrasound), dan (5)
dilatasi dengan balon atau stent

MONITORING
o

Pasien yang hanya mendapatkan pengawasan (watchful


waiting) dianjurkan kontrol setelah 6 bulan, kemudian setiap
tahun,

Pasien yang mendapatkan terapi penghambat 5-reduktase


harus dikontrol pada minggu ke-12 dan bulan ke-6 untuk
menilai respon terhadap terapi

Setelah pembedahan, pasien harus menjalani kontrol paling


lambat 6 minggu pasca operasi. Kontrol selanjutnya adalah
sekitar 3 bulan untuk mengetahui hasil akhir operasi.

Pasien yang mendapat terapi invasif minimal kontrol secara


teratur dalam jangka waktu lama, yaitu setelah 6 minggu, 3
bulan, 6 bulan, dan setiap tahun, dilakukan penilaian terhadap
skor miksi juga dilakukan pemeriksaan kultur urine

PEMBAHASAN
O

DIAGNOSIS
o Anamnesis Gejala LUTS dan Skor IPSS 28
o Pemeriksaan Fisik RT menunjukkan

pembesaran prostat
o Pemeriksaan Penunjang USG menunjukkan

pembesaran prostat disertai hidronefrosis dan


perubahan anatomi ginjal

PEMBAHASAN
O

PENGOBATAN
o Terapi yang disarankan pada pasien ini adalah

TURP. Indikasi dari tindakan operatif adalah


dilatasi dari saluran urinari atas yaitu
hidronefrosis ginjal bilateral dan adanya
perubahan cortex ginjal yang terlihat dari USG
abdomen. Dan dari pemeriksaan USG abdomen,
di dapatkan volume prostat adalah 51.98 cc.
Terapi ideal pada pasien ini adalah dengan
terapi TURP.

DAFTAR PUSTAKA
1.

McVary MD, Kevin T., Claus G, Roehrborn MD., et all. 2010.


Management of Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), American
Urological Association Guideline, American Urological Association
Education and Research, Inc.
2. Kidingallo, Yusuf., Murtala Bachtiar., et all. 2010. Kesesuaian
Ultrasonografi Transabdominal dan Transrektal Pada Penentuan
Karakteristik Pembesaran Prostat, Makassar, RSYP Wahidin
Sudirohusodo.
3.
Sooriakumaran, Prasanna., Sievert, Karl-Dietrich., et all. 2012.
Applied Anatomy of The Prostate, ABC of Prostate Cancer, First
Edition, Blackwell-Publishing Ltd, p. 1-3.
4. Purnomo, Basuki B. 2011. Dasar-Dasar Urologi, Sagung Seto, Edisi ke3, hal. 16,
5. Wai-hee Chan, Steve. 2011. Pathology and Medical Therapy of Benign
Prostatic Hyperplasia, Division of Urology, Department of Surgery,
Queen Elizabeth Hospital, Hongkong Medical Buletin, Vol. 16 No. 6

DAFTAR PUSTAKA
6. Leao, Ricardo., Jorge Pereira, Bruno., Coelho, Hugo. 2012. Benign Prostate Hyperplasia and
Chronic Kidney Disease, Chronic Kidney Disease, Urology Department, Centro Hospitalar de
Coimbra Portugal, Croatia, InTech, p. 351-370
7. Kapoor, Anil MD. 2012. Benign Prostatic Hyperplasia Management in The Primary Care
Setting, The Canadian Journal of Urology, Canada, Department of Urology, McMaster
University, Juravinski Cancer Centre, Hamilton, Ontario, Canada.
8. Chou, Chieh-Lung. 2007. Current Medical Treatment for Benign Prostatic Hyperplasia/ Lower
Urinary Tract Symproms, Department of Urology, China Medical University Hospital, Taichung,
Taiwan.
9. Barkin, Jack. 2011. Benign Prostatic Hyperplasia and Lower Urinary Tract Symptoms :
Evidence and Approaches for Best Case Management, The Canadian Journal of Urology,
Humber River Regional Hospital, University Toronto, Ontario, Canada, p. 14-19.
10.Sarma, Aruna V., Wei, John T. 2012. Bening Prostatic Hyperplasia and Lower Urinary Tract
Symptoms, The New England Journal of Medicine, Department of Urology, University of
Michigan, Massachusets Medical Society, p. 249-256.
11.Man, Chi-wai. 2011. Surgical Options for Benign Prostatic Hyperplasia, Medical Bulletin,
Urology Division, New Territories West Cluster, Hongkong, Vol. 16, p. 13-17