Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

REMATIK

OLEH :
DWI ANTARI
KP 04.11.004

PROGRAM KHUSUS B S1 ILMU KEPERAWATAN


STIKES BETHESDA YAKKUM
YOGYAKARTA
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik

: Penyakit Lansia

Sub Topik

: Penyakit Rematik

Sasaran

: Warga Desa Candibinangun, Pakem Sleman Sembada

Tempat

: Desa Candibinangun, Pakem, Sleman Sembada.

Hari/Tanggal

: Senin/26 Januari 2015

Waktu

: 10.00-10.30 WIB

Penyuluh

: Dwi Antari

I. TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mengikuti penyuluhan tentang penyakit rematik selama 30 menit, diharapakan pasien
dan keluarga mampu memahami penyakit rematik.
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 30 menit, maka diharapkan warga di Desa
Candibinangun Pakem yang hadir dapat :
A. Menerangkan kembali pengertian penyakit rematik dengan benar
B. Menyebutkan penyebab penyakit rematik dengan benar dan jelas.
C. Menyebutkan tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh penyakit rematik dengan benar dan
jelas.
D. Memilih cara penanganan penyakit rematik dengan tepat.
E. Menguraikan pencegahan penyakit rematik dengan benar.
III. MATERI
1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian Penyakit Rematik


Faktor-faktor Penyebab Penyakit Rematik
Tanda dan Gejala Penyakit Rematik
Cara Penanganan Penyakit Rematik
Cara Pencegahan Penyakit Rematik

V. METODE
Diskusi / Tanya Jawab.

VI. KEGIATAN PENYULUHAN

NO WAKTU

KEGIATAN PENYULUHAN

KEGIATAAN
PESERTA

5
Menit

Pembukaan :
1. Memberi Salam
2. Membuka dengan doa

1. Menjawab salam
2. Mendengarkan

dan berdoa sesuai


agama
3. Memperkenalkan Diri
4. Melakukan Persamaan Pendapat

(Apersepsi)

masing-

masing
3. Mendengarkan
4. Mendengarkan

dan
mengemukakan
pendapat
2.

15
Menit

Pelaksanaan (Isi) :
Menjelaskan tentang :
1.
Pengertian

penyakit

dan
memperhatikan

rematik
2.

Faktor-faktor
menyebabkan

yang

2. Mendengarkan

penyakit

dan
memperhatikan

rematik
3.

Tanda

dan

gejala
3. Mendengarkan

penyakit rematik
4.

1. Mendengarkan

Cara

penanganan

dan
memperhatikan

penyakit rematik
5.

Pencegahan

penyakit

rematik

4. Mendengarkan

dan
memperhatikan
5. Mendengarkan

dan
memperhatikan
3

5 menit

5
Menit

Evaluasi
1. Memberikan kesempatan kepada
sasaran untuk bertanya.
Penutup
1. Menyimpulkan hasil penyuluhan
2. Memberikan pesan
3. Menutup penyuluhan dengan doa

4. Mengucapkan salam

1. Mengajukan

pertanyaan
1. Mendengarkan
2. Mendengarkan
3. Mendengarkan

dan berdoa sesuai


agama
masingmasing
4. Menjawab salam

VI. MEDIA / ALAT BANTU


Slide Show
LCD
Leaflet
VII. SUMBER/REFERENSI
Smeltzer, Suzanne C. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC.
Wahyudi Nugroho. (2000). Asuhan Keperawatan Gerontik. Jakarta : EGC

VII. EVALUASI
1. Evaluasi struktur

Penyaji sudah menyiapkan materi penyuluhan dan media atau alat bantu penyuluhan.

2. Evaluasi proses

Warga desa candibingangun antusias terhadap materi penyuluhan.


Warga desa candibingangun mengikuti jalannya penyuluhan sampai selesai.
Warga desa candibingangun mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan
dengan benar dan jelas.

3. Evaluasi Hasil

Warga dapat menerangkan kembali pengertian penyakit rematik dengan benar.


Warga dapat menyebutkan 4 penyebab penyakit rematik dengan benar dan jelas.
Warga dapat menyebutkan 5 tanda dan gejala yang ditimbulkan pada penyakit

rematik dengan benar dan jelas.


Warga 4 dapat memilih cara penanganan penyakit rematik dengan tepat.
Warga dapat menguraikan 2 pencegahan penyakit rematik dengan benar.
Desa Candibinangun, 26 Januari 2015
Mengetahui,
Pembimbing

Mahasiswi,

( Dwi Antari / 1403013)

LAMPIRAN
MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian
Menurut Smeltzer (2001) Rematik adalah penyakit yang menyerang sendi dan struktur atau
jaringan penunjang di sekitar sendi, tulang, otot bahkan darah atau organ tubuh lainnya.
Bagian tubuh yang diserang biasanya pada persendian di jari, lutut, pinggul, dan tulang
punggung.
Reumatoid arthritis adalah gangguan autoimun kronik yang menyebabkan proses inflamasi
pada sendi. Reumatik dapat terjadi pada semua jenjang umur dari kanak-kanak sampai usia
lanjut. Namun resiko akan meningkat dengan meningkatnya umur.

B. Penyebab Penyakit Stroke / Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rematik


Menurut Nugroho (2000) Sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Ada beberapa faktor
resiko terjadinya rematik:
1. Faktor keturunan: Biasanya ditemukan pada laki-laki, yang kedua orang tuanya
menderita rematik, sedangkan perempuan cukup satu orang tuanya saja.
2. Infeksi pada tulang dan sendi: Sakitnya timbul mendadak disertai tanda-tanda
peradangan.

3. Umur/ proses penuaan: Berusia diatas 40 tahun.


4. Jenis kelamin:
a. Sebelum usia 45 tahun, kemungkinan laki-laki ,ataupun wanita terkena penyakit
rematik adalah sama.
b. Rematik pada wanita setelah henti haid, lebih sering menyerang sendi lutut.
c. Rematik pada laki-laki lebih sering menyerang sendi panggul, pergelangan tangan
dan leher
5. Kegemukan atau obesitas: Meyebabkan beban yang berlebihan pada sendi, lutut dan
tulang.
6. Cedera sendi: Kerusakan sendi akibat dari trauma bila sembuh tidak sempurna.
C. Tanda dan Gejala Penyakit Rematik
Menurut Nugroho (2000) menyebutkan beberapa tanda dan gejala:
1. Adanya rasa kaku pada persendian, terutama pagi hari.
2. Pembengkakan pada daerah sekitar sendi yang meradang
3. Nyeri pada sendi yang terkena: Nyeri bertambah saat beraktivitas dan sedikit berkurang
dengan beristirahat.
4. Perubahan gaya berjalan akibat nyeri.
5. Sendi berbunyi/ krepitasi.
6. Berat badan menurun, rasa lelah dan lesu, kesullitan tidur, mudah menangis, susah buang
air besar dan susak berjalan.
D. Cara Penanganan Penyakit Rematik
1. Istirahat yang cukup. Peneliti menganjurkan jika kita tidur yang cukup dapat
mecegah kelelahan dan nyeri.

2. Menurunkan berat badan agar beban lutut tidak terlalu berat


3. Kompres air hangat jika sendi nyeri dan bengkak, ini merupakan penanganan awal
apabila rematik anda kambuh.
4. Latihan gerak sendi pada pagi hari, seperti melakukan olah raga pagi missal : berjalan
kaki atau bersepeda.
5. Hindari gerakan dengan hentakan yang keras.
E. Cara Pencegahan Penyakit Rematik
1. Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi nyeri sendi lutut.
2. Olahraga ringan seperti jalan kaki untuk memperkuat otot dan mencegah timbulnya sakit
pada sendi
3. Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang seperti : buah, lauk (ikan, tempe,
tahu) sayuran. Kurangi mengonsumsi jeroan.

DAFTAR HADIR
Topik

Hari/Tanggal :
Waktu

No

Nama

Paraf/TTD

Desa Candibinangun, 26 Januari 2015


Pembimbing

DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer, Suzanne C. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC.
Wahyudi Nugroho. (2000). Asuhan Keperawatan Gerontik. Jakarta : EGC