Anda di halaman 1dari 1

~"Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga"~

1. Jangan melihat kebelakang atau masa lalu Merupakan kesanggupan (atau ikrar) diri untuk tidak sekali2 membuka aib atau kesalahan masa lalu yg dimiliki oleh pasangan kita. Tekad ini bisa dikuatkan dengan menanamkan "Husnud dzon" bahwa saat ini dia, suami atau istri kita, sedang berjuang keras untuk memperbaiki diri. Maka wajarlah jika kondisinya jatuh bangun. Kadang baik kadang juga masih muncul kebiasaan buruk masa lalu

2. Berfikir obyektif Artinya meletakkan permasalahan pada tempatnya. Berfirkir obyektif dalam situasi konflik misalnya disitu kita mampu memberikan batasan persoalan yang jelas sehingga tidak merembet ke permasalahan lainnya yang jauh kaitannya dengan permasalahan yang sedang dibahas. Api tidak dibiarkan menjalar besar kemana mana sehingga kita sendiri yang repot untuk memadamkannya

3. Lihat kelebihan bukan kekurangan Kita manusia memiliki kecendurangan kebaikan dan keburukan, artinya seburuk apapun pasti ada kebaikan jika kita mau meluangkan waktu untuk memikirkannya, walaupun kecil. Dan sebaliknya, sebaik apapun seseorang pasti ada kekurangan dalam dirinya walaupun sedikit itu pasti. Dan keburukan pasangan adalah keniscayaan yang memang menuntut kita untuk menyikapi secara arif dan bijaksana

4. Bingkai takwa dalam rumah tangga Yaitu menghadirkan ketakwaan dalam berrumah tangga, AGAMA adalah FONDASI paling kuat dalam membina rumah tangga. Pada tataran ideal, semestinya kita merencanakan nikah, kemudian menikah, lalu berhubungan dalam rumah tangga, komitmen bersama, mempunyai anak susah payah mendidik mereka dan segala hal dalam rumah tangga, semua dipijakkan dalam satu tujuan yaitu `MELAKSANAKAN SYARIAT ALLAH SWT`

Semoga Bermanfaat

Sumber : Mutiara Hikmah