Anda di halaman 1dari 43
• Tipe-tipe hutan kota • Bentuk-bentuk hutan kota • Peranan/fungsi Hutan Kota 1/26/2015 BW4205 REKAYASA
• Tipe-tipe hutan kota • Bentuk-bentuk hutan kota • Peranan/fungsi Hutan Kota 1/26/2015 BW4205 REKAYASA
• Tipe-tipe hutan kota • Bentuk-bentuk hutan kota • Peranan/fungsi Hutan Kota 1/26/2015 BW4205 REKAYASA

Tipe-tipe hutan kota

Bentuk-bentuk hutan kota

Peranan/fungsi Hutan Kota

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

1

1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 2

1/26/2015

1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 2
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

2

Latar Belakang Terganggunya keseimbangan ekologi Penurunan kualitas lingkungan kota Penghijauan kota • Kondisi
Latar Belakang Terganggunya keseimbangan ekologi Penurunan kualitas lingkungan kota Penghijauan kota • Kondisi
Latar Belakang Terganggunya keseimbangan ekologi Penurunan kualitas lingkungan kota Penghijauan kota • Kondisi

Latar Belakang

Terganggunya keseimbangan ekologi
Terganggunya
keseimbangan
ekologi

Penurunan

kualitas

lingkungan kota

Penghijauan

kota

Kondisi lingkungan hidup yang makin buruk seperti pencemaran udara, peningkatan suhu (panas), penurunan air tanah, dan lain-lain khususnya

di perkotaan menyebabkan terganggunya keseimbangan ekologi.

Salah satu alternatif yang dapat memberikan dampak signifikan dalam

mengatasi permasalahan lingkungan hidup di perkotaan adalah melalui

program pembangunan dan pengelolaan Hutan Kota

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

1/26/2015

3

Persoalan kualitas lingkungan perkotaan 1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 4
Persoalan kualitas lingkungan perkotaan 1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 4

Persoalan kualitas lingkungan perkotaan

Persoalan kualitas lingkungan perkotaan 1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 4
Persoalan kualitas lingkungan perkotaan 1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 4
Persoalan kualitas lingkungan perkotaan 1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 4

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

4

Prinsip pembangunan hutan kota • Hutan Kota yang akan dibangun di suatu kawasan harus disesuaikan
Prinsip pembangunan hutan kota • Hutan Kota yang akan dibangun di suatu kawasan harus disesuaikan

Prinsip pembangunan hutan kota

Hutan Kota yang

akan dibangun di suatu kawasan harus

disesuaikan dengan

situasi dan kondisi setempat serta tujuan dari

dibangunnya Hutan

1/26/2015

Kota

dengan situasi dan kondisi setempat serta tujuan dari dibangunnya Hutan 1/26/2015 Kota BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
dengan situasi dan kondisi setempat serta tujuan dari dibangunnya Hutan 1/26/2015 Kota BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

5

Fungsi Hutan Kota • Dalam suatu unit ekosistem seperti Tipe kawasan Hutan Kota, ruang-ruang terbuka
Fungsi Hutan Kota • Dalam suatu unit ekosistem seperti Tipe kawasan Hutan Kota, ruang-ruang terbuka

Fungsi Hutan Kota

• Dalam suatu unit ekosistem seperti Tipe kawasan Hutan Kota, ruang-ruang terbuka hijau dapat diatur
• Dalam suatu unit ekosistem seperti
Tipe
kawasan Hutan Kota, ruang-ruang
terbuka hijau dapat diatur
berdasarkan fungsi dan
Fungsi
penggunaannya sesuai dengan
penataan tata kota dan bangunan
sekitarnya
Bentuk
• Fungsi hutan kota diwujudkan dalam
tipe-tipe hutan kota dengan berbagai
bentuk

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

6

1/26/2015 Tipe-Tipe Huta Kota 1. Tipe Pemukiman • Hutan Kota di daerah pemukiman dapat berupa

1/26/2015

1/26/2015 Tipe-Tipe Huta Kota 1. Tipe Pemukiman • Hutan Kota di daerah pemukiman dapat berupa taman

Tipe-Tipe Huta Kota

1. Tipe Pemukiman

Hutan Kota di daerah

pemukiman dapat

berupa taman dengan

komposisi tanaman

pepohonan yang tinggi

yang dikombinasikan

dengan semak dan rerumputan

komposisi tanaman pepohonan yang tinggi yang dikombinasikan dengan semak dan rerumputan BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 7

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

7

2. Tipe Kawasan Industri • Hutan Kota yang dikembangkan di kawasan industri hendaknya memilih jenis-jenis
2. Tipe Kawasan Industri • Hutan Kota yang dikembangkan di kawasan industri hendaknya memilih jenis-jenis
2. Tipe Kawasan Industri • Hutan Kota yang dikembangkan di kawasan industri hendaknya memilih jenis-jenis

2. Tipe Kawasan Industri

• Hutan Kota yang dikembangkan di kawasan industri hendaknya memilih jenis-jenis tanaman yang tahan dan
• Hutan Kota yang
dikembangkan di
kawasan industri
hendaknya memilih
jenis-jenis tanaman
yang tahan dan
mampu menyerap
serta menjerap
polutan.

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

8

3. Tipe Rekreasi & Keindahan • Rekreasi pada kawasan Hutan Kota bertujuan menyegarkan kembali kondisi
3. Tipe Rekreasi & Keindahan • Rekreasi pada kawasan Hutan Kota bertujuan menyegarkan kembali kondisi

3. Tipe Rekreasi & Keindahan

3. Tipe Rekreasi & Keindahan • Rekreasi pada kawasan Hutan Kota bertujuan menyegarkan kembali kondisi yang

Rekreasi pada kawasan

Hutan Kota bertujuan

menyegarkan kembali kondisi yang jenuh

dengan kegiatan rutin melalui sajian alam yang

indah, segar, dan penuh

ketenangan.

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

9

4. Tipe Pelestarian Plasma Nutfah 1/26/2015 • Bentuk Hutan Kota yang memenuhi kriteria ini antara
4. Tipe Pelestarian Plasma Nutfah 1/26/2015 • Bentuk Hutan Kota yang memenuhi kriteria ini antara

4. Tipe Pelestarian Plasma Nutfah

1/26/2015

Bentuk Hutan Kota yang

memenuhi kriteria ini antara lain taman hutan raya, kebun raya,

dan kebun binatang.

Ada dua sasaran pembangunan Hutan Kota untuk pelestarian

plasma nutfah, yaitu :

1. Sebagai koleksi plasma nutfah, khususnya pengembangan

vegetasi secara ex-situ.

2. Sebagai habitat, khususnya untuk satwa yang dilindungi atau yang akan dikembangkan sesuai

dengan perkembangan vegetasi.

satwa yang dilindungi atau yang akan dikembangkan sesuai dengan perkembangan vegetasi. BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 10

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

10

5. Tipe Perlindungan • Areal kota dengan kemiringan yang cukup tinggi dan ditandai oleh adanya
5. Tipe Perlindungan • Areal kota dengan kemiringan yang cukup tinggi dan ditandai oleh adanya
5. Tipe Perlindungan • Areal kota dengan kemiringan yang cukup tinggi dan ditandai oleh adanya

5. Tipe Perlindungan

• Areal kota dengan kemiringan yang cukup tinggi dan ditandai oleh adanya tebing-tebing curam ataupun
• Areal kota dengan
kemiringan yang cukup
tinggi dan ditandai oleh
adanya tebing-tebing
curam ataupun daerah
tepian sungai, yang perlu
dijaga dengan
membangun Hutan Kota
agar terhindar dari bahaya
erosi dan tanah longsor.
dengan membangun Hutan Kota agar terhindar dari bahaya erosi dan tanah longsor. BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

1/26/2015

11

7. Tipe pengaman • Hutan Kota tipe pengaman berbentuk jalur hijau di sepanjang tepi jalan
7. Tipe pengaman • Hutan Kota tipe pengaman berbentuk jalur hijau di sepanjang tepi jalan

7. Tipe pengaman

7. Tipe pengaman • Hutan Kota tipe pengaman berbentuk jalur hijau di sepanjang tepi jalan bebas

Hutan Kota tipe pengaman berbentuk jalur hijau di sepanjang tepi jalan bebas hambatan.

Tanaman perdu yang liat dan dilengkapi dengan jalur pohon dan tanaman

merambat dari legum secara berlapis-lapis, akan dapat menahan kendaraan yang keluar dari jalur jalan karena pecah ban, patah stir atau pengemudi mengantuk.

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

12

Bentuk Hutan Kota BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 1/26/2015 13
Bentuk Hutan Kota BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 1/26/2015 13

Bentuk Hutan Kota

Bentuk Hutan Kota BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 1/26/2015 13
Bentuk Hutan Kota BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 1/26/2015 13
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

1/26/2015

13

1/26/2015 1. Jalur • Adalah hutan kota yang dibangun memanjang antara lain berupa jalur peneduh

1/26/2015

1/26/2015 1. Jalur • Adalah hutan kota yang dibangun memanjang antara lain berupa jalur peneduh jalan,

1. Jalur

1/26/2015 1. Jalur • Adalah hutan kota yang dibangun memanjang antara lain berupa jalur peneduh jalan,

Adalah hutan kota yang dibangun

memanjang antara lain berupa jalur

peneduh jalan, jalur hijau ditepi rel kereta api, sepadan sungai, sepadan pantai dengan memperhatikan zona pengaman fasilitas instalasi yang

sudah ada seperti ruang bebas SUTT

(Saluran Udara Tegangan Tinggi) dan

SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra

Tinggi)

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

14

1/26/2015 2. Mengelompok • Adalah hutan kota yang dibangun dalam satu kesatuan lahan yang kompak

1/26/2015

1/26/2015 2. Mengelompok • Adalah hutan kota yang dibangun dalam satu kesatuan lahan yang kompak BW4205

2. Mengelompok

1/26/2015 2. Mengelompok • Adalah hutan kota yang dibangun dalam satu kesatuan lahan yang kompak BW4205

Adalah hutan kota yang

dibangun dalam satu

kesatuan lahan yang kompak

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

15

1/26/2015 3. Menyebar • Adalah hutan kota yang dibangun dalam kelompok- kelompok yang dapat berbentuk

1/26/2015

1/26/2015 3. Menyebar • Adalah hutan kota yang dibangun dalam kelompok- kelompok yang dapat berbentuk jalur

3. Menyebar

1/26/2015 3. Menyebar • Adalah hutan kota yang dibangun dalam kelompok- kelompok yang dapat berbentuk jalur

Adalah hutan kota yang

dibangun dalam kelompok-

kelompok yang dapat

berbentuk jalur dan atau

kelompok yang terpisah dan

merupakan satu kesatuan

pengelolaan dengan luas

tiap kelompoknya minimal

0,25 ha

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

16

Peranan hutan kota bagi lingkungan hidup perkotaan 1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 17
Peranan hutan kota bagi lingkungan hidup perkotaan 1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 17

Peranan hutan kota bagi lingkungan hidup perkotaan

Peranan hutan kota bagi lingkungan hidup perkotaan 1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 17

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

17

1. Identitas Kota 1/26/2015 • Hutan Kota dapat menggambarkan identitas kota melalui koleksi jenis tanaman
1. Identitas Kota 1/26/2015 • Hutan Kota dapat menggambarkan identitas kota melalui koleksi jenis tanaman

1. Identitas Kota

1/26/2015

Hutan Kota dapat menggambarkan

identitas kota melalui

koleksi jenis tanaman

dan hewan yang

merupakan simbol atau

lambang suatu kota di

areal Hutan Kota

tersebut

Stelecjocarpus burahol (kepel) Contoh tanaman identitas DIY

areal Hutan Kota tersebut Stelecjocarpus burahol (kepel) Contoh tanaman identitas DIY BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 18

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

18

2. Pelestarian Plasma Nutfah • Hutan Kota dapat dijadikan tempat koleksi keanekaragaman hayati yang tersebar
2. Pelestarian Plasma Nutfah • Hutan Kota dapat dijadikan tempat koleksi keanekaragaman hayati yang tersebar

2. Pelestarian Plasma Nutfah

• Hutan Kota dapat dijadikan tempat koleksi keanekaragaman hayati yang tersebar di seluruh wilayah tanah
• Hutan Kota dapat dijadikan
tempat koleksi
keanekaragaman hayati
yang tersebar di seluruh
wilayah tanah air kita.
Kawasan Hutan Kota dapat
dipandang sebagai areal
pelestarian di luar kawasan
konservasi, karena pada
areal tersebut dapat
dilestarikan flora dan fauna
secara ex-situ.

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

19

Jakarta Denpasar 3. Penahan partikel padat di udara • Tajuk pohon yang ada di areal
Jakarta Denpasar 3. Penahan partikel padat di udara • Tajuk pohon yang ada di areal
Jakarta Denpasar
Jakarta
Denpasar

3. Penahan partikel padat di udara

Tajuk pohon yang ada di

areal Hutan Kota dapat

membersihkan partikel

padat (polutan) yang

tersuspensi pada lapisan

biosfer bumi melalui

proses jerapan dan

serapan, sehingga udara kota menjadi lebih bersih.

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

20

Peran pohon dalam menyerap partikel udara • Partikel padat yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian
Peran pohon dalam menyerap partikel udara • Partikel padat yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian

Peran pohon dalam menyerap partikel udara

Partikel padat yang melayang-layang di

permukaan bumi sebagian akan terjerap

(menempel) pada permukaan daun,

khususnya daun yang berbulu dan mempunyai permukaan yang kasar.

daun yang berbulu dan mempunyai permukaan yang kasar. • Sebagian lagi akan terserap masuk ke dalam

Sebagian lagi akan terserap masuk ke dalam ruang stomata daun.

Selain di daun, maka partikel padat ini juga akan menempel pada kulit batang, ranting,

dan cabang

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

21

4. Penyerap dan penjerap partikel timbal dan debu industri • Hutan Kota dengan jenis- jenis
4. Penyerap dan penjerap partikel timbal dan debu industri • Hutan Kota dengan jenis- jenis

4. Penyerap dan penjerap partikel timbal dan debu industri

4. Penyerap dan penjerap partikel timbal dan debu industri • Hutan Kota dengan jenis- jenis tanaman

Hutan Kota dengan jenis- jenis tanaman yang sesuai mempunyai kemampuan untuk

menyerap dan menjerap

partikel timbal dan debu industri seperti semen.

Sumber utama timbal yang mencemari udara

berasal dari kendaraan

bermotor

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

22

Jenis pohon penjerap timbal • damar (Agathis alba), • mahoni (Swietenia macrophylla), • jamuju (Podocarpus
Jenis pohon penjerap timbal • damar (Agathis alba), • mahoni (Swietenia macrophylla), • jamuju (Podocarpus

Jenis pohon penjerap timbal

Jenis pohon penjerap timbal • damar (Agathis alba), • mahoni (Swietenia macrophylla), • jamuju (Podocarpus

damar (Agathis alba),

mahoni (Swietenia macrophylla),

jamuju (Podocarpus imbricatus),

pala (Myristica fragrans),

asam landi (Pithecelobium dulce),

glodokan (Polyalthia longifolia)

tanjung (Mimusops elengi)

johar (Cassia siamea).

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

1/26/2015

23

Jenis pohon penjerap & penyerap debu semen • mahoni, • bisbul, • kenari, • meranti
Jenis pohon penjerap & penyerap debu semen • mahoni, • bisbul, • kenari, • meranti

Jenis pohon penjerap & penyerap debu semen

mahoni,

bisbul,

kenari,

meranti merah,

kere payung, dan

kayu hitam

• mahoni, • bisbul, • kenari, • meranti merah, • kere payung, dan • kayu hitam

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

24

 Sumber utama timbal adalah kendaraan bermotor (60-70 %)  Timbal merupakan partikel logam berat
 Sumber utama timbal adalah kendaraan bermotor (60-70 %)  Timbal merupakan partikel logam berat

Sumber utama timbal adalah kendaraan bermotor (60-70 %)

Timbal merupakan partikel logam berat yang berbahaya, masuk

melalui pernafasan dan lama-kelamaan akan terakumulasi dalam

tubuh, pada taraf tertentu dapat melebihi ambang batas kadar

timbal dalam darah (nilai ambang batas 40 mg/10 ml)

DKI Jakarta dan Bali telah menerapkan peraturan larangan

penggunaan bahan bakar mengandung timbal (penggunaan

tambahan aditif tanpa timbal) sejak th 2003

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

25

Kondisi paru-paru 1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 26
Kondisi paru-paru 1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 26

Kondisi paru-paru

Kondisi paru-paru 1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 26

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

26

5. Peredam kebisingan • Pohon dapat meredam suara dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun,
5. Peredam kebisingan • Pohon dapat meredam suara dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun,

5. Peredam kebisingan

• Pohon dapat meredam suara dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun, cabang, dan ranting.
Pohon dapat meredam suara dengan
cara mengabsorpsi gelombang suara
oleh daun, cabang, dan ranting.
• Jenis tumbuhan yang paling efektif untuk
meredam suara adalah yang mempunyai
tajuk tebal dengan daun yang rindang.
• Dedaunan tanaman dapat menyerap
kebisingan sampai 95%
Berbagai jenis tanaman dengan berbagai
strata yang cukup rapat dan tinggi akan
dapat mengurangi kebisingan, khususnya
dari kebisingan yang sumbernya berasal
dari bawah.

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

27

6. Mengurangi bahaya hujan asam • pohon dapat membantu mengatasi dampak negatif hujan asam melalui
6. Mengurangi bahaya hujan asam • pohon dapat membantu mengatasi dampak negatif hujan asam melalui

6. Mengurangi bahaya hujan asam

• pohon dapat membantu mengatasi dampak negatif hujan asam melalui proses fisiologis tanaman yang disebut
• pohon dapat membantu
mengatasi dampak negatif
hujan asam melalui proses
fisiologis tanaman yang
disebut proses gutasi,
menghasilkan beberapa
unsur-unsur seperti Ca,
Na, Mg, K, dan bahan
organik seperti glutamin
dan gula

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

28

1/26/2015 Proses netralisir hujan asam • bahan inorganik diturunkan ke lantai hutan dari tajuk daun

1/26/2015

1/26/2015 Proses netralisir hujan asam • bahan inorganik diturunkan ke lantai hutan dari tajuk daun lebar

Proses netralisir hujan asam

bahan inorganik diturunkan ke lantai hutan dari tajuk daun

lebar maupun daun jarum

melalui proses through fall

dengan urutan K > Ca > Mg > Na.

Hujan yang mengandung H 2 SO4 atau HNO 3 jika tiba di permukaan daun akan

mengalami reaksi.

Pada saat permukaan daun mulai basah, maka asam seperti H 2 SO4 akan bereaksi dengan Ca pada daun membentuk garam CaSO 4 yang bersifat netral. Adanya

proses intersepsi dan gutasi oleh

permukaan daun akan sangat

membantu dalam menaikkan pH,

sehingga air hujan menjadi tidak

berbahaya lagi bagi lingkungan

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

29

7. Penyerap karbonmonoksida • Mikroorganisme dan tanah pada lantai hutan mempunyai peranan yang baik dalam
7. Penyerap karbonmonoksida • Mikroorganisme dan tanah pada lantai hutan mempunyai peranan yang baik dalam

7. Penyerap karbonmonoksida

7. Penyerap karbonmonoksida • Mikroorganisme dan tanah pada lantai hutan mempunyai peranan yang baik dalam menyerap

Mikroorganisme dan tanah pada lantai hutan

mempunyai peranan yang

baik dalam menyerap gas ini.

Fakta: tanah dengan

mikroorganismenya dapat

menyerap gas ini dari udara

yang semula konsentrasinya sebesar 120 ppm menjadi hampir mendekati nol dalam tiga jam

Monoxide

Carbon

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

30

7. Penyerap karbondioksida • Hutan (termasuk di dalamnya Hutan Kota) merupakan penyerap gas CO 2
7. Penyerap karbondioksida • Hutan (termasuk di dalamnya Hutan Kota) merupakan penyerap gas CO 2

7. Penyerap karbondioksida

Hutan (termasuk di dalamnya Hutan Kota) merupakan penyerap gas CO 2 dan penghasil 0 2 yang cukup penting, selain fitoplankton, ganggang, dan rumput laut di samudera.

Cahaya matahari akan dimanfaatkan oleh tumbuhan di areal Hutan Kota melalui proses fotosintesis untuk merubah gas CO 2 dan air menjadi karbohidrat dan oksigen.

Tanaman yang baik sebagai penyerap gas CO 2 dan penghasil O 2 adalah trembesi (Samanea saman), damar (Agathis alba), daun kupu-kupu

(Bauhinia purpurea), lamtorogung (Leucaena leococephala), akasia

(Acacia auriculiformis), dan beringin (Ficus benjamina)

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

31

1/26/2015 Siklus karbon • Karbon adalah unsur dasar pembentuk karbohidrat, protein, DNA, lemak dan senyawa

1/26/2015

1/26/2015 Siklus karbon • Karbon adalah unsur dasar pembentuk karbohidrat, protein, DNA, lemak dan senyawa organik
1/26/2015 Siklus karbon • Karbon adalah unsur dasar pembentuk karbohidrat, protein, DNA, lemak dan senyawa organik

Siklus karbon

Karbon adalah unsur dasar

pembentuk karbohidrat, protein, DNA, lemak dan senyawa organik lain yang mutlak untuk kehidupan.

Manusia mengubah daur karbon terutama dengan menambahkan CO 2 dalam jumlah yang banyak ke

atmosfer akibat pembakaran bahan

bakar fosil dan menghilangkan vegetasi hutan yang dapat menyerap karbon.

Kegiatan manusia berdampak terhadap laju aliran energi dan pendauran nutrien dalam daur

karbon (panah merah pada gambar).

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

32

1/26/2015 • Dengan berkurangnya kemampuan hutan dalam menyerap gas ini sebagai akibat menyusutnya luasan hutan

1/26/2015

1/26/2015 • Dengan berkurangnya kemampuan hutan dalam menyerap gas ini sebagai akibat menyusutnya luasan hutan akibat

Dengan berkurangnya kemampuan hutan dalam menyerap gas ini sebagai akibat menyusutnya luasan hutan akibat perladangan, pembalakan dan kebakaran, maka perlu dibangun hutan kota untuk membantu mengatasi penurunan fungsi hutan tersebut.

maka perlu dibangun hutan kota untuk membantu mengatasi penurunan fungsi hutan tersebut. BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

33

1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 34

1/26/2015

1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 34
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

34

8. Penahan angina yang efektif 1/26/2015 • Angin kencang dapat dikurangi 75-80% oleh suatu penahan
8. Penahan angina yang efektif 1/26/2015 • Angin kencang dapat dikurangi 75-80% oleh suatu penahan

8. Penahan angina yang efektif

1/26/2015

• Angin kencang dapat dikurangi 75-80% oleh suatu penahan angin berupa Hutan Kota
• Angin kencang dapat
dikurangi 75-80% oleh
suatu penahan angin
berupa Hutan Kota
• Angin kencang dapat dikurangi 75-80% oleh suatu penahan angin berupa Hutan Kota BW4205 REKAYASA HUTAN

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

35

9. Penyerap bau tidk sedap 1/26/2015 • Tanaman dapat menyerap bau secara langsung atau menahan
9. Penyerap bau tidk sedap 1/26/2015 • Tanaman dapat menyerap bau secara langsung atau menahan

9. Penyerap bau tidk sedap

1/26/2015

Tanaman dapat menyerap bau secara langsung atau menahan angin yang bergerak dari sumber bau.

Akan lebih baik hasilnya jika

ditanam tanaman yang

menghasilkan bau harum

yang dapat menetralisir bau busuk dan menggantinya

dengan bau harum, seperti

cempaka, dan tanjung

menetralisir bau busuk dan menggantinya dengan bau harum, seperti cempaka, dan tanjung BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

36

10. Mengatasi genangan air (banjir Cileuncang • Daerah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan
10. Mengatasi genangan air (banjir Cileuncang • Daerah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan

10. Mengatasi genangan air (banjir Cileuncang

Daerah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan jenis tanaman yang mempunyai kemampuan evapotranspirasi

tinggi, yaitu tanaman berdaun

banyak sehingga luas permukaan daunnya tinggi dan mempunyai

banyak stomata (mulut daun).

Tanaman yang memenuhi kriteria tersebut di antaranya

nangka (Artocarpus integra),

albizia/sengon

(Paraserianthes falcataria),

Acacia vilosa, lndigera galegoides, Dalbergia spp.,

mahoni (Swietenia spp.), jati

(Tectona grandis), kihujan (Samanea saman), dan

lamtoro (Leucaena

leucocephala)

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

37

1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 38
1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 38
1/26/2015 BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 38

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

38

11. Mengatasi instrusi air laut 1/26/2015 • Intrusi air laut dapat diatasi dengan upaya peningkatan
11. Mengatasi instrusi air laut 1/26/2015 • Intrusi air laut dapat diatasi dengan upaya peningkatan

11. Mengatasi instrusi air laut

1/26/2015

11. Mengatasi instrusi air laut 1/26/2015 • Intrusi air laut dapat diatasi dengan upaya peningkatan kandungan

Intrusi air laut dapat diatasi dengan upaya

peningkatan kandungan

air tanah melalui

pembangunan hutan

lindung kota pada

daerah resapan air

dengan tanaman yang

mempunyai daya

evapotranspirasi yang rendah.

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

39

12. Ameliorasi iklim 1/26/2015 • Salah satu masalah yang cukup merisaukan penduduk kota adalah berkurangnya
12. Ameliorasi iklim 1/26/2015 • Salah satu masalah yang cukup merisaukan penduduk kota adalah berkurangnya

12. Ameliorasi iklim

1/26/2015

Salah satu masalah yang cukup merisaukan penduduk kota adalah berkurangnya

kenyamanan akibat meningkatnya suhu udara

di perkotaan.

Untuk mengatasi hal itu, Hutan Kota dapat

dibangun agar pada siang hari tidak terlalu panas sebagai akibat banyaknya jalan aspal, gedung bertingkat, jembatan layang, dan sebagainya; dan sebaliknya pada malam hari

dapat lebih hangat karena tajuk pohon dapat

menahan radiasi balik dari bumi.

Jumlah pantulan radiasi

matahari suatu Hutan

Kota sangat dipengaruhi oleh panjang gelombang, jenis tanaman, umur

tanaman, posisi jatuhnya

sinar surya, keadaan

cuaca, dan posisi lintang

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

40

13. Pengelolaan sampah • Hutan Kota dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan sampah, antara lain : •
13. Pengelolaan sampah • Hutan Kota dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan sampah, antara lain : •

13. Pengelolaan sampah

Hutan Kota dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan

sampah, antara lain :

sebagai penyekat bau, penyerap bau, pelindung tanah hasil

bentukan

dekomposisi dari sampah, dan penyerap zat berbahaya yang

mungkin terdapat dalam sampah seperti logam berat,

pestisida, dan lain-lain

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

41

14. Pelestarian air tanah • Pada daerah hulu yang berfungsi sebagai daerah resapan air, hendaknya
14. Pelestarian air tanah • Pada daerah hulu yang berfungsi sebagai daerah resapan air, hendaknya

14. Pelestarian air tanah

Pada daerah hulu yang berfungsi sebagai daerah resapan air, hendaknya

ditanami dengan tanaman yang mempunyai daya evapotranspirasi yang

rendah, dengan sistem perakaran dan serasah yang dapat memperbesar porositas tanah.

Jika terjadi hujan lebat, maka air hujan akan masuk ke dalam tanah sebagai air infiltrasi dan air tanah serta hanya sedikit yang menjadi air limpasan.

Hutan Kota dapat membantu mengatasi masalah pelestarian air tanah. Jenis tanaman yang sesuai di antaranya

cemara laut (Casuarina equisetifolia), Ficus elastica, karet (Hevea

brasiliensis), manggis (Garcinia mangostana), bungur (Lagerstroemia

speciosa), Fragraea fragrans, dan kelapa (Cocos nucifera).

1/26/2015

BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

42

1/26/2015 Peranan lainnya • Penapis cahaya silau • Meningkatkan keindahan kota • Habitat burung-burung •

1/26/2015

1/26/2015 Peranan lainnya • Penapis cahaya silau • Meningkatkan keindahan kota • Habitat burung-burung •

Peranan lainnya

• Penapis cahaya silau • Meningkatkan keindahan kota • Habitat burung-burung • Mengurangi stress •
• Penapis cahaya silau
• Meningkatkan
keindahan kota
• Habitat burung-burung
• Mengurangi stress
• Pengisi waktu luang
• Mengamankan pesisir
burung-burung • Mengurangi stress • Pengisi waktu luang • Mengamankan pesisir BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA 43
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA
BW4205 REKAYASA HUTAN KOTA

43