Anda di halaman 1dari 16

Laboratorium Bahan Galian

Sie. Endapan Mineral


2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Endapan mineral merupakan ilmu atau studi yang mempelajari tentang
lingkungan terbentuknya mineral, klasifikasi endapan tersebut, serta proses-proses
pembentukannya.
Bijih adalah endapan bahan galian yang dapat diekstrak (diambil) mineral
berharganya secara ekonomis baik itu logam maupun bukan logam. Bijih diekstraksi
melalui penambangan, kemudian hasilnya dimurnikan lagi untuk mendapatkan
unsur-unsur yang bernilai ekonomis.
Mineral industri adalah batuan, mineral, atau sumber daya alami yang
mempunyai nilai ekonomi dan dimanfaatkan untuk kegiatan industri. Bahan galian
industry dibagi menjadi bahan galian tipe A, B, dan C. Bahan galian A merupakan
bahan galian strategis untuk pertahanan dan keamanan serta ekonomi Negara. Bahan
galian B merupakan bahan galian vital, yang dapat menjamin hajat hidup orang
banyak. Bahan galian C merupakan bahan galian lainnya, yang harganya tidak
terpengaruh harga pasar internasional.
1.2. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari acara praktikum ini yaitu:
1. Praktikan dapat mengetahui peta alterasi, peta anomali, peta geologi serta
peta zona prospek
2. Praktikan dapat mengetahui persebaran tipe alterasinya
3. Praktikan dapat menentukan zona prospek dan menghitung cadangan Cu, Au
dan Ag
1.3. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian berada di Daerah Core-Free dan sekitarnya, Kecamatan
Luthfian, Kabupaten Azmi, Provinsi Meinaldy.
1.4. Metode Penelitian
Metode penelitian yang dipakai dalam eksplorasi geokimia yakni Stream
Sediment Sampling. Langkah untuk melakukan eksplorasi geokimia diantaranya :
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 1

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014
1. Pemilihan metode, pemilihan unsur logam yang dicari, dan pola sampling.
Yang perlu diperhatikan adalah dana yang tersedia, waktu, laboratorium,
kondisi geologi, serta yang paling penting adalah survey orientasi.
2. Pengenalan lapangan, sampling.
3. Analisa sampel di laboratorium (sebaiknya dengan beberapa metode).
4. Statistik data, evaluasi geokimia dari data yang ada dikompilasikan dengan
dengan data geofisika dan geologi yang ada.
5. Konfirmasi anomali, analisa dan evaluasi daerah yang lebih sempit, sampling
lanjutan dengan interval yang lebih rapat.
6. Penelitian daerah target, umumnya dengan soil sampling dan pemboran.
Pada eksplorasi awal sebaiknya cukup diambil pada beberapa lokasi di sungai
utama dan pada titik percabangan ( 3 sampel/ 1 km). Setelah diketahui adanya
anomali, kemudian dilakukan survey detil pada cabang sungai yang memperlihatkan
anomali.Untuk survey detil, sampling bisa dilakukan setiap 50-100 m di sepanjang
sungai. Normalnya pada survey detil kadar logam akan naik ke arah atas (sumber
bijih). Setiap kantong sampel diisi sekitar 50-100 gr material 80 mesh minus yang
diambil dari dasar sungai aktif, kolam, material di bawah boulder. Sebaiknya
dihindari material yang mengandung organik. Dataran limpah banjir diambil untuk
survey detil. Jika ditemukan material yang cukup mengandung mineral berat, kadang
dilakukan pendulangan. Konsentrasi yang didapatkan kemudian diamati di bawah
mikroskop, untuk mengetahui kandungan mineraloginya. Anomali geokimia unsur
logam dapat tercermin pada kandungan mineralogi suatu endapan.

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 2

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014

BAB II
STRATIGRAFI
II.1. Stratigrafi Regional Berdasarkan Peta Daerah Penelitian
Berdasarkan stratigrafi regional daerah Core-Free dan sekitarnya, Kecamatan
Luthfian, Kabupaten Azmi, Provinsi Meinaldy adalah sebagai berikut:

Endapan Aluvial, menempati 5% luasan daerah penelitian, menempati


sepanjang aliran utama Sungai Meinaldy. Terdiri dari litik andesit, basalt,
breksi, tuf dan material berukuran lempungbongkah. Kondisi endapan tidak

terkonsolidasi.
Satuan tufa pratty, menempati 25% luasan daerah penelitian. Terdiri dari
vitrik tuf dan lapili tuf. Vitrik tuf tersusun atas dominasi debu vulkanik, lapili

tuf tersusun atas litik andesit, batuapung, dan mineral opak.


Satuan breksi anbiya, menempati 35% luasan daerah penelitian. Terdiri atas
fragmen litik andesit dengan matriks batupasir sedang. Struktur masif dan

kompak.
Satuan lava anbiya, menempati 40% luasan daerah penelitian. Tersusun atas
andesit. Pada beberapa titik pengamatan menunjukkan tekstur aliran dan
sheeting joint (kekar melembar). Struktur masif, skoria, amigdaloidal dan
autobreksia. Merupakan hostrock dari vein endapan emas daerah telitian.

BAB III
STRUKTUR GEOLOGI
III.1. Struktur Geologi Regional
Terdapat tiga struktur geologi yang bekerja pada daerah penelitian, yaitu:

Sesar mendatar kiri

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 3

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014
Memiliki arah kemenerusan utara-selatan, terdapat di dekat Sungai Meinaldy
pada sisi barat laut peta, pada satuan Breksi Anbiya.

Sesar mendatar kanan


Terdapat beberapa sesar mendatar kanan pada daerah penelitian.
1. Sesar mendatar kanan utama, yang terbentang arah barat laut-tenggara,
memotong satuan Lava Anbiya, satuan Breksi Anbiya, Sungai Meinaldy
dan diperkirakan juga memotong satuan Tuff Pratty.
2. Sesar mendatar kanan kedua, yang menempati satuan Breksi Anbiya,
satuan Lava Anbiya dan satuan Tufa Pratty, serta memotong Sungai
Meinaldy.
3. Sesar mendatar kanan yang memotong sesar mendatar kanan utama serta
sesar mendatar kanan kedua. Sesar ini terletak di tengah peta dengan arah
timurlaut-baratdaya, menempati satuan Breksi Anbiya dan memotong
Sungai Meinaldy, serta diperkirakan kemenerusannya pada satuan Lava
Anbiya.
4. Sesar mendatar kanan yang memotong sesar mendatar kanan utama, yang
terletak pada sisi tenggara peta dengan arah timurlaut-baratdaya. Terletak
pada satuan Lava Anbiya dan memotong Sungai Meinaldy.

Sesar turun
Seperti sesar mendatar kanan, terdapat pula beberapa sesar turun pada daerah
penelitian.
1. Terletak memotong satuan Tufa Pratty, Sungai Meinaldy, satuan Breksi
Anbiya dan satuan Lava Anbiya. Sesar turun ini memotong sesar
mendatar kanan utama dan sesar mendatar kanan kedua, dengan arah
timurlaut-baratdaya.
2. Terletak pada sisi tenggara peta dengan arah baratlaut-tenggara,
memotong Sungai Meinaldy dan sesar mendatar kanan keempat, serta
menempati satuan Breksi Anbiya dan satuan Lava Anbiya.

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 4

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 5

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014

BAB IV
ANOMALI GEOKIMIA
IV.1 Analisa Anomali Geokimia Daerah Penelitian

Gambar 1. Peta Anomali Geokimia


Analisa geokimia dilakukan dengan mengetahui kadar Au, Ag dan Cu.
Terbagi menjadi 3 zonasi, yakni Low Grade, Intermediet Grade, dan High Grade.

Low Grade (Hijau): Daerah mineralisasi dengan karaketristik nilai anomali

0.1 - 1 ppm Au.


Intermediet Grade (Kuning): Daerah mineralisasi dengan karaketristik nilai

anomali 1.5-3.8 ppm Au.


High Grade (Merah): Daerah mineralisasi dengan karaketristik nilai anomali
7-13 ppm Au.

IV.2 Penentuan Daerah Prospek Anomali Geokimia

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 6

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014

Gambar 2. Peta Zona Prospek


Zona prospek ditentukan dari zona anomali geokimia dimana dilihat dari
tingkat kadar Cu, Au, dan Ag. Penentuan zona prospek selanjutnya akan digunakan
sebagai penentuan titik bor dengan memperhatikan kedudukan pada tipe alterasi filik.
Ditemukan 5 kedudukan alterasi filik dan digunakan titik bor sebanyak 56 titik.
Setelah itu perhitungan cadangan pada zona prospek dilakukan dengan menghitung
tiap kadar Au, Ag, dan Cu. Pada zona prospek ini diperoleh cadangan Cu sebesar
847927,1 Au Sebesar 330,555 dan Ag sebesar 367,3828.

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 7

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014

BAB V
ALTERASI HIDROTERMAL
V.1 Pendahuluan Alterasi
Proses dan aktivitas geologi bisa menimbulkan terbentuknya batuan dan
jebakan mineral. Yang dimaksud dengan jebakan mineral adalah endapan bahanbahan atau material baik berupa mineral maupun kumpulan mineral (batuan) yang
mempunyai arti ekonomis (berguna dan mengguntungkan bagi kepentingan umat
manusia). Faktor-faktor yang mempengaruhi kemungkinan pengusahaan jebakan
dalam arti ekonomis adalah bentuk jebakan, besar dan volume cadangan, kadar,
lokasi geografis dan biaya pengolahannya.
Dari distribusi unsur-unsur logam dan jenis-jenis mineral yang terdapat
didalam kulit bumi menunjukkan bahwa hanya beberapa unsur logam dan mineral
saja yang mempunyai prosentasi relative besar, karena pengaruh proses dan aktivitas
geologi yang berlangsung cukup lama, prosentase unsur unsur dan mineral-mineral
tersebut dapat bertambah banyak pada bagian tertentu karena proses pengayaan,
bahkan pada suatu waktu dapat terbentuk endapan mineral yang mempunyai nilai
ekonomis. Proses pengayaan ini dapat disebabkan oleh :
1. Proses Pelapukan dan transportasi
2. Proses ubahan karena pengaruh larutan sisa magma
Proses pengayaan tersebut dapat terjadi pada kondisi geologi dan persyaratan
tertentu. Kadar minimum logam yang mempunyai arti ekonomis nilainya jauh lebih
besar daripada kadar rata-rata dalam kulit bumi. Faktor perkalian yang bisa
memperbesar kadar mineral yang kecil sehingga bisa menghasilkan kadar minimum
ekonomis yang disebut faktor pengayaan (Enrichment Factor atau Concentration
Factor).
Sistem hidrotermal dapat didifinisikan sebagai sirkulasi fluida panas (50
sampai>500C), secara lateral dan vertikal pada temperatur dan tekanan yang
bervarisasi, di bawah permukaan bumi. Sistem ini mengandung dua komponen
utama, yaitu sumber panas dan fase fluida. Sirkulasi fluida hidrotermal menyebabkan
himpunan mineral pada batuan dinding menjadi tidak stabil, dan cenderung
menyesuasikan kesetimbangan baru dengan membentuk himpunan mineral yang
sesuasi dengan kondisi yang baru, yang dikenal sebagai alterasi (ubahan)
hidrotermal. Endapan mineral hidrotermal terbentuk karena sirkulasi fluida

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 8

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014
hidrotermal yang melindi (leaching), menstranport, dan mengendapkan mineralmineral baru sebagai respon terhadap perubahan kondisi fisik maupun kimiawi.
Interaksi antara fluida hidrotermal dengan batuan yang dilewatinya (batuan
dinding), akan menyebabkan terubahnya mineral-mineral primer menjadi mineral
ubahan (alteration minerals), maupun fluida itu sendiri. Ubahan hidrotermal
merupakan proses yang kompleks, melibatkan perubahan mineralogi, kimiawi, dan
tekstur, hasil interaksi fluida dengan batuan yang dilewatinya. Perubahan-perubahan
tersebut akan tergantung pada karakter batuan dinding, karakter fluida (Eh, pH),
kondisi tekanan maupun temperatur pada saat reaksi berlangsung, konsentrasi, serta
lama aktivitas hidrotermal. Walaupun faktor-faktor di atas saling terkait, tetapi
temperatur dan kimia fluida kemungkinan merupakan faktor yang paling
berpengaruh pada proses ubahan hidrotermal. Ubahan hidrotermal pada sistem
epitermal tidak banyak bergantung pada komposisi batuan dinding, akan tetapi lebih
dikontrol oleh kelulusan batuan,temperatur dan komposisi fluida.
V.2 Alterasi Hidrotermal Daerah Penelitian
1. Propilitik
Dicirikan oleh kehadiran klorit disertai dengan beberapa mineral
epidot, illit/serisit, kalsit, albit, dan anhidrit. Terbentuk pada temperatur 200300C pada pH mendekati netral, dengan salinitas beragam, umumnya pada
daerah yang mempunyai permeabilitas rendah. Menurut Creasey (1966,
dalam Sutarto, 2004), terdapat empat kecenderungan himpunan mineral yang
hadir pada tipe propilitik, yaitu :
- Klorit-kalsit-kaolinit.
- Klorit-kalsit-talk.
- Klorit-epidot-kalsit.
- Klorit-epidot.
2. Argilik
Pada tipe argilik terdapat dua kemungkinan himpunan mineral, yaitu
muskovot-kaolinit-monmorilonit

dan

muskovit-klorit-monmorilonit.

Himpunan mineral pada tipe argilik terbentuk pada temperatur 100-300C


(Pirajno, 1992, dalam Sutarto, 2004), fluida asam-netral, dan salinitas rendah.
3. Filik
Zona alterasi ini biasanya terletak pada bagian luar dari zona potasik.
Batas zona alterasi ini berbentuk circular yang mengelilingi zona potasik
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 9

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014
yang berkembang pada intrusi. Zona ini dicirikan oleh kumpulan mineral
serisit dan kuarsa sebagai mineral utama dengan mineral pyrite yang
melimpah serta sejumlah anhidrit. Terbentuk pada temperatur sedang-tinggi
(230-400C), fluida asam-netral, salinitas beragam, pada zona permeabel,
dan pada batas dengan urat.
Endapan ini disebabkan karena zona ini semakin menjauh dari pusat
intrusi serta berkurangnya kedalaman sehingga interaksi membesar dan juga
diakibatkan oleh banyaknya rekahan pada batuan sehingga larutan dengan
mudah mengisinya dan mengkristal pada rekahan tersebut, mineralisasi yang
intensif dijumpai pada vein kuarsa adalah logam sulfida berupa pirit,
kalkopirit dan galena. Berikut ini ciri ciri salah satu contoh mineral ubahan
pada zona potasik yaitu Serisit.
V.3 Analisa Tipe Endapan Hidrotermal
Endapan Porfiri adalah endapan mineral yang terjadi akibat suatu intrusi yang
bersifat intermedier-asam, yang kemudian terjadi kontak dengan batuan samping
yang mengakibatkan terjadinya mineralisasi. Porfiri bersifat epigenetik. Produk
utama dari Porfiri adalah Cu-Au atau Cu-Mo.
Porfiri terbentuk dari beberapa aktifitas intrusi, terdiri dari kumpulan dike dan
breksi intrusi. Mineralisasi terjadi akibat alterasi batuan samping, disseminated dan
stockwork mineralization. Alterasi yang terjadi pada host rock intensif dan ektensif
akibat dari fluida hidrotermal yang terbentuk. Pada dasarnya endapan porfiri
mempunyai tonnase yang besar dan grade yang kecil.
Lowell-Guibert membagi endapan porfiri menjadi beberapa zona bedasarkan
asosiasi mineralnya, yaitu:
1. Potassic Zone selalu hadir dalam endapan porfiri. Dicirikan oleh: Kfelspar sekunder, biotit, dan atau klorit yang menggantikan K-felspar.
2. Phyllic Zone tidak selalu ada dalam endapan porfiri. Dicirikan oleh:
vein quartz, sericite and pyrite and minor chlorite, illite dan rutile
menggantikan K-spar and biotite.
3. Argillic Zone tidak selalu ada dalam endapan porfiri. Dicirikan oleh:
mineral

lempung

kaolinite

dan

montmorillonite

dengan

sedikit

disseminated pirit. Plagioclase teralterasi kuat, K-spar tidak terpengaruh,


dan biotit mengalami kloritisasi.
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 10

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014
4. Propylitic Zone - selalu ada dalam endapan porfiri. Dicirikan oleh: klorit,
kalsit dan minor epidote. Mineral mafik terubah sangat kuat sedangkan
plagioklas sedikt terubah.
Dari penjelasan di atas didapat bahwa dengan mengetahui tipe-tipe alterasi
serta endapan-endapannya maka daerah telitian termasuk kedalam tipe endapan
porfiri.
V.4 Hubungan Alterasi dan Geologi Regional Daerah Penelitian
Hubungan antara tipe alterasi dengan geologi regional daerah telitian dimana
bahwa daerah tersebut dikontrol oleh sesar utama yaitu sesar mendatar yang
memiliki arah relatif barat laut tenggara yang mengontrol sungai meinaldy serta
terdapat sesar-sesar mendatar dengan arah relatif barat daya timur laut dan juga
sebelah selatan terdapat sesar normal. Dari adanya sesar-sesar tersebut mengontrol
terbentuknya alterasi-alterasi hidrithermal. Dimana dari analisis geokimia didapat
hasil bahwa daerah yang memiliki kadar yang tinggi yaitu pada zona sesar maupun
kekar dan melemah seiring dengan jarak. Hubungan jarak dengan tipe alterasi dari
yang terdekat yaitu filik, argilik, dan propilitik. Hingga membentuk endapan porfiri.

V.5 Penentuan Daerah Prospek dan Titik Pemboran


Dalam penentuan daerah prospek didapat dari melihat antara peta alterasi dan
peta geokimia. Penentuanya dengan menentukan tipe alterasi yang membawa
mineral ekonomis dan daerah yang memiliki kadar tinggi. Dan didapat pada alterasi
filik dengan mengikuti sepanjang zona kekar.
Untuk penentuan titik pemborannya yaitu pada daerah prospek dengan
melihat dip dari kekar maupun sesar. Titik bor ditentukan pada hanging wallnya
dengan tujunan mengetahui tebal vein, serta lebih ekonomis. Titik bor didapat 56
titik dengan jarak tiap titik 100 m.
V.6 Perhitungan Cadangan dengan Metode Poligon
Rumus perhitungan metode poligon:
-

Tentukan Luas.
V
= Luas x Tebal
Berat = Volume x Berat jenis kuarsa ( 2,65 )
Cadangan
= Berat x Kadar

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 11

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 12

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 14

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014

BAB VI
INTERPRETASI SEJARAH GEOLOGI
Interpretasi sejarah geologi pada peta geologi, alterasi, geokimia pada daerah
lutfian kecamatan azmi, kabupaten ibadi provinsi meinaldy adalah :
Pada peta geologi dapat di interpretasikan bahwa batuan pada peta tersusun dari
satuan batuan :
1. Satuan lava anbiya
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 16

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014
2. Satuan breksi anbiya
3. Satuan tuff pratty
4. Endapan alluvial
Pada peta geologi sangat banyak di kontrol struktur geologi dimana pada peta
terdapat sesar mayor pengontrol utama alterasi dan mineralisasi yaitu sesar mendatar
kanan yang berarah relative NW-SE, sesar mendatar ini menimbulkan gaya tensional
yang juga menimbulkan sesar turun yang dominan punya arah tegak turus dari sesar
utamanya sesuai dengan konsep harding dan dinamakan sebagai zona transtensional
yang relative berarah NE-SW, selain itu sesar mayor mendatar kanan terpotong oleh
2 sesar mendatar kanan yang lebih muda yang relative berarah dengan sesar
utamanya dan termasuk ke dalam shear zone dari sesar mayornya.
Pada arah sesar mayor transtensionalnya terlihat dari peta anomali geokimia
dan peta alterasi terlihat bahwa pada zona transtensional dengan sistem struktur yang
kompleks maka muncul banyak zona lemah sehingga dapat disimpulkan pada zona
tersebut merupakan zona dengan system high grade dan pada peta alterasi dapat
diasumsikan pada zona transtensional lebih dominan alterasi porpilitik yang tersebar
pada satuan lava anbiya dan satuan breksi anbiya.

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 18

Laboratorium Bahan Galian


Sie. Endapan Mineral
2014

BAB VII
KESIMPULAN
1. Zona prospek ditentukan dari zona anomali geokimia dimana dilihat dari
tingkat kadar Cu, Au, dan Ag. Penentuan zona prospek selanjutnya akan
digunakan sebagai penentuan titik bor dengan memperhatikan kedudukan
pada tipe alterasi filik. Ditemukan 5 kedudukan alterasi filik dan digunakan
titik bor sebanyak 56 titik. Setelah itu perhitungan cadangan pada zona
prospek dilakukan dengan menghitung tiap kadar Au, Ag, dan Cu. Pada zona
prospek ini diperoleh cadangan Cu sebesar 847927,1 Au Sebesar 330,555 dan
Ag sebesar 367,3828.
2. Dalam penentuan daerah prospek didapatkan dari overlay antara peta alterasi
dan peta geokimia. Penentuanya dengan menentukan tipe alterasi yang
membawa mineral ekonomis dan daerah yang memiliki kadar tinggi. Dan
didapat pada alterasi filik dengan mengikuti sepanjang zona kekar. Untuk
penentuan titik pemborannya yaitu pada daerah prospek dengan melihat dip
dari kekar maupun sesar. Dari itu maka titik bor ditentukan di depan dip
kekar atau hanging wallnya, dengan pemboran yang berlawanan arah dengan
dipnya dengan tujunan mengetahui tebal vein, serta lebih ekonomis. Titik bor
didapat 56 titik dengan jarak tiap titik 100 m.
3. Dari tipe-tipe endapannya yaitu propilitik, argilik dan filik dan dilihat

endapannya maka daerah telitian tipe endapannya termasuk kedalam endapan


porfiri.

Nama : Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 6

Page 20