Anda di halaman 1dari 3

Identitas novel

Judul : Laskar Pelangi


Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang, Yogyakarta
Tahun Terbit : 2011
Tebal : XVIII + 534 Halaman 20,5

Cerita ini menceritakan tentang kenangan 11 anak Belitong yang tergabung dalam "Laskar
Pelangi" yaitu: Syahdan, Lintang, Kucai, Samson, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun,
Mahar, Flo dan sang penutur cerita Ikal. Andrea Hirata, yang tak lain adalah Ikal,
dengan cerdas mengajak pembaca mengikuti tamasya nostalgia masa kanak-kanak di
pedalaman Belitong yang berada dalam kehidupan kontras: kaya dengan tambang timah,
tapi rakyatnya tetap miskin dalam kesehariannya.
Novel ini menceritakan tentang derita sekolah yang tergambar jelas ketika SD
Muhammadyah di kampung miskin itu terancam tutup apabila murid baru sekolah itu
tidak mencapai 10 orang . dan pada akhirnya waktu pun habis karena murid di SD
muhammadiyah karena telah pukul sebelas lewat lima dan murid pun tak genap sepuluh .
semangat besar anak-anak belitong untuk sekolah di SD muhammadiyah pun runtuh . dan
pada saat itulah peristiwa yang sangat pilu pun terjadi dan tiba disaat pembacaan pidato
terakhir akan dibacakan dari kejauhan muncul lah sosok pria kurus tinggi berjalan
terseok-seok , pakaian dan sisiran rambut nya pun sangat rapi , pria itu ternyata harun
yang sudah 15 tahun dan mengalami terbelakang mental .
Kesebelas anak itulah yang telah menyelamatkan masa depan suar pendidikan yang
hampir redup digilas ekonomi .
Ini adalah cerita tentang semangat juang menyala-nyala dari anak-anak kampung
Belitong untuk mengubah nasib melalui sekolah, yang harus mereka dapat dengan
terengah-engah. Sebagian besar orang tua mereka lebih suka melihat anak-anaknya
bekerja membantu orang tua di ladang, atau bekerja menjadi buruh kasar di PN Timah,
dari pada sekolah yang tak jelas masa depannya .

Kesebalas anak itu memiliki keunikan masing-masing. Diantara 11 anak Laskar Pelangi itu,
Lintang dan Mahar adalah 2 diantara yang paling menonjol. Lintang jenius dalam bidang
eksakta, Mahar ahli di bidang seni budaya. Mereka seolah mewakili otak kanan dan otak
kiri manusia. Lintang memiliki semangat juang yang tiada tara dalam belajar. Dia rela
menempuh perjalanan dengan kereta angin sejauh 80 km pergi pulang demi dapat

memuaskan dahaga ilmu pegetahuan. Saking semangatnya hingga akan tercium karet
terbakar dari sepatunya yang aus digerus pedal sepeda. Jika ada aral melintang di jalan
dan terlambat sampai sekolah, tiada masalah baginya, asal dapat menyanyikan lagu
"Padamu Negeri" pada akhir jam pelajaran . ficilium adalah pohon yang menjadi saksi
seluruh drama laskar pelangi pohon itu menaungi sekolah mereka yang hampir roboh.
Pohon itu menjadi karkas setiap mereka membicarakan soal soal disekolah dan
merancang kaya untuk festival 17 agustus dan pada pohon itulah yang menjadi saksi
kerinduan ikal pada gadis manis keturunan cina . anak itu adalah pemilik toko sinar
harapan yang memiliki jari lentik dan kuku cantik .
Ini lah kisah klasik tentang anak

pintar dari keluarga melarat. hari ini , hari yang

membuat gamang seorang laki-laki kurus cemara angin sembilan tahun yang lalu akhirnya
terjadi juga , dia adalah lintang . hari ini mereka pun kehilangan teman sebangku selama
9 tahun . kehilangan ini terasa lebih menyakitkan melebihi kehilangan A ling , karena bagi
mereka lintang adalah kesia-siaan yang maha besar. Ketika mereka satu persatu
memeluknya air mata lintang pun mengalir pelan . pelukanya erat seolah tak mau
melepaskan . tubuhnya bergetar saat jiwa kecerdasan yang agung tercabut paksa untuk
meninggalkan sekolah .
Dan pada akhirnya dua belas tahun kemudian ikal menyaksikan perubahan nasib teman
teman nya yang sungguh luar biasa . Lintang, sang jenius itu misalnya kini harus terpuruk
jadi sopir tronton karena harus menjadi tulang punggung keluarga, menjadi pengganti
ayahnya. Tapi Lintang punya jawaban, " jangan sedih Ikal, paling tidak aku telah
memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan." Bagi Ikal, kata-kata itu semakin
menghancurkan hatinya, ia marah, kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar
yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Ia mengutuki orang-orang bodoh sok
pintar yang menyombongkan diri, dan anak-anak orang kaya yang menyia-nyiakan
kesempatan pendidikan.
Dalam cahaya lampu yang samar

tampak seorang anak berpostur tinggi dan sangat

kurus, rambutnya panjang dan menutupi sebagian wajahnya , ia berpakaian rapi bajunya
adalah kemeja putih lengan panjang , celananya berwarna gelap dan sepatu kulitnya nya

pun mengilap . usia nya kurang lebih tiga puluh tahun . dan ibu nya kelihatan puluhan
tahun lebih tua lingkaran di sekeliling matanya berwarna hitam ia memakai sandal jepit
.tepat pada saat itu terdengar seseorang memanggil nama Ikal . ikal ..., suara lirih itu
terucap , ikal.., panggil nya lagi . dan ia pun tak percaya dengan pemandangan didepan
mata nya , dan yang sangat mengejutkan mereka adalah Trapani dan ibunya .
Dan pada akhirnya 11 anak belitong yang tadinya terhimpit ekonomi keluarganya tetapi
perjuangan mereka untuk bersekolah sangat lah besar . dan akhirnya pun jerih payah
mereka selama bertahun-tahun telah membuah kan hasil yang sangat menakjubkan .
mereka pun sekarang telah menjadi seorang yang sukses berkat perjuangannya .