Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENGERTIAN SEHAT DAN SAKIT.

A.

Pengertian Kesehatan Masyarakat

Menurut Winslow yang dimaksud dengan ilmu kesehatan masyarakat


adalah suatu ilmu dan seni yang bertujuan untuk

mencegah timbulnya

penyakit, memperpanjang masa hidup dan mempertinggi nilai kesehatan.


Untuk mencapai hal tersebut dilakukan dengan jalan menimbulkan,
menyatukan, menyalurkan dan mengkoordinir usaha usaha di dalam
masyarakat kearah terlaksananya usaha usaha :
- memperbaiki kesehatan lingkungan
- mencegah dan memberantas penyakit infeksi yang berkembang dalam
masyarakat
- mendidik masyarakat dalam prinsip-prinsip kesehatan perorangan
- mengkoordinir
pengobatan dan

tenaga

kesehatan

agar

mereka

dapat

melakukan

perawatan dengan sebaik baiknya.

- mengembangkan usaha usaha masyarakat agar mereka dapat


mencapai derajat kesehatan yang setinggi tingginya.

Dalam mempelajari kesehatan masyarakat perlu kita pahami tentang


pengertian yang terkait, yaitu :
1. Kesehatan menurut UU No. 23 tahun 1992 pasal 1 ayat 1 adalah
keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

2. Masyarakat menurut Linton adalah setiap kelompok manusia yang


telah

lama

hidup

dan

bekerja

sama

sehingga

mereka

dapat
1

mengorganisasikan dirinya dan berpikir tentang dirinya sebagai satu


kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.

Jadi

kesehatan

masyarakat adalah suatu usaha

kelompok

masyarakat untuk selalu berada

dalam keadaan sejahtera

baik badan, jiwa dan sosial

serta

dilihat

suatu

hidup

produktif

dari

segi

sosial

dan

ekonomis.

Bapak Kesehatan Masyarakat Adalah Charles Edward


Amory Winslow (1877-1957)

B.

Sejarah Kesehatan Masyarakat

1.

Sejarah Kesehatan Masyarakat Dunia


Dimulai dari mitos Yunani

Yunani,

yakni

Asclepius

dan

dua tokoh metologi


Higeia.

Asclepius

disebutkan sebagai seorang dokter pertama yang telah dapat mengobati


penyakit dan bahkan melakukan bedah berdasarkan prosedur-prosedur
tertentu (surgical procedure) dengan baik. Higeia, asisten dan istrinya juga
telah melakukan upaya-upaya kesehatan. Perbedaan antara Asclepius dengan
Higeia dalam pendekatan / penanganan masalah kesehatan adalah:
2

Asclepius melakukan pendekatan (pengobatan penyakit), setelah penyakit


tersebut terjadi pada seseorang.
Higeia melakukan upaya promotif mencegah terjadinya penyakit melalui upayaupaya kesehatan

a. Kuratif

Sasaran individual

Kontak kepada sasaran (pasien) biasanya sekali saja

Jarak cenderung jauh

Bersifat reaktif

Memandang klien secara parsial

b. Preventif

Sasaran masyarakat

Masalah masyarakat

Hubungan bersifat kemitraan

Bersifat proaktif

Memandang klien secara holistik


Periode sebelum ilmu pengetahuan Di Babylonia, Mesir, Yunani, dan

Romawi tercatat tentang pengaturan pembuangan air limbah atau drainase


pemukiman pembangunan kota, pengaturan air minum Pembuatan sumur.
Abad 1 sampai Abad 7 Mulai dirasakan pentingnya usaha kesehatan
masyarakat Mulai banyak terjadi epidemi. Penyakit kolera sejak abad ke-7
menyebar dari Asia khususnya Timur Tengah dan Asia Selatan ke Afrika. India
disebutkan sejak abad ke-7 telah menjadi pusat endemi kolera. Lepra juga
telah menyebar mulai dari Mesir ke Asia Kecil dan Eropa melalui para emigran.
Upaya mengatasi masalah kesehatan . Memperhatikan masalah lingkungan,
terutama hygiene dan sanitasi lingkungan.

Pembuangan

kotoran

manusia

(latrin),

Pengusahaan

air

minum

yang

bersih,

Pembuangan sampah,

Ventilasi rumah
Wabah Pes Pada abad ke-14 mulai

terjadi wabah pes yang paling dahsyat, di China dan India. Pada tahun 1340
tercatat 13.000.000 orang meninggal karena wabah pes, dan di India, Mesir
dan Gaza dilaporkan bahwa 13.000 orang meninggal tiap hari karena pes.
Jumlah kematian akibat pes saat itu: mencapai lebih dari 60.000.000 orang.
Pes waktu itu disebut the Black Death. Keadaan atau wabah penyakitpenyakit menular ini berlangsung sampai menjelang abad ke-18. Selain wabah
pes, wabah kolera dan tipus masih berlangsung.
Periode Ilmu Pengetahuan Mulai akhir abad 18 Pendekatan masalah
kesehatan komprehensif dan multisektor Mulai ditemukan berbagai macam
penyebab penyakit dan vaksin sebagai pencegah penyakit. Louis Pasteur telah
berhasil menemukan vaksin untuk mencegah penyakit cacar dan Joseph
Lister menemukan asam carbol (carbolic acid) untuk sterilisasi ruang operasi.
Laporan Penyelidikan terkait wabah Kolera di Inggris (1832) Masyarakat
hidup di suatu kondisi sanitasi yang jelek,

Sumur penduduk berdekatan

dengan aliran air kotor dan pembuangan kotoran manusia. Air limbah yang
mengalir terbuka tidak teratur, makanan yang dijual di pasar banyak dirubung
lalat dan kecoa. Sebagian besar masyarakat miskin, bekerja rata-rata 14 jam
per hari, dengan gaji yang dibawah kebutuhan hidup sehingga masyarakat
tidak mampu membeli makanan yang bergizi.

2. Perkembangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia (Notoatmodjo, 2003)

a. Abad

Ke-16

Pemerintahan

Belanda

mengadakan

upaya

pemberantasan cacar dan kolera yang sangat ditakuti masyarakat


pada waktu itu. Sehingga berawal dari wabah kolera tersebut maka
pemerintah

Belanda

pada

waktu

itu

melakukan

upaya-upaya

kesehatan masyarakat.
b. Tahun 1807 : Pemerintahan Jendral Daendels, telah dilakukan
pelatihan dukun bayi dalam praktek persalinan. Upaya ini dilakukan
dalam rangka upaya penurunan angka kematian bayi pada waktu itu,
tetapi tidak berlangsung lama, karena langkanya tenaga pelatih.
c. Tahun 1888 : Berdiri pusat laboratorium kedokteran di Bandung, yang
kemudian berkembang pada tahun-tahun berikutnya di Medan,
Semarang, surabaya, dan Yogyakarta. Laboratorium ini menunjang
pemberantasan penyakit seperti malaria, lepra, cacar, gizi dan
sanitasi.
d. Tahun 1925 : Hydrich, seorang petugas kesehatan pemerintah Belanda
mengembangkan daerah percontohan dengan melakukan propaganda
(pendidikan) penyuluhan kesehatan di Purwokerto, Banyumas, karena
tingginya angka kematian dan kesakitan.
e. Tahun 1927 : STOVIA (sekolah untuk pendidikan dokter pribumi)
berubah menjadi sekolah kedokteran dan akhirnya sejak berdirinya UI
tahun 1947 berubah menjadi FKUI. Sekolah dokter tersebut punya
andil besar dalam menghasilkan tenaga-tenaga (dokter-dokter) yang
mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia.
f. Tahun 1930

: Pendaftaran dukun bayi sebagai penolong dan

perawatan persalinan.
g. Tahun 1935 : Dilakukan program pemberantasan pes, karena terjadi
epidemi, dengan penyemprotan DDT dan vaksinasi massal.

h. Tahun 1951 : Diperkenalkannya konsep Bandung (Bandung Plan) oleh


Dr.Y. Leimena dan dr Patah (yang kemudian dikenal dengan PatahLeimena), yang intinya bahwa dalam pelayanan kesehatan masyarakat,
aspek kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan. konsep ini
kemudian diadopsi oleh WHO. Diyakini bahwa gagasan inilah yang
kemudian

dirumuskan

sebagai

konsep

pengembangan

sistem

pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit


organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di tiap
kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970 dan
kemudian disebut Puskesmas.
i. Tahun 1952 : Pelatihan intensif dukun bayi dilaksanakan
j. Tahun 1956 : Dr.Y.Sulianti mendirikan Proyek Bekasi sebagai proyek
percontohan/model

pelayanan

bagi

pengembangan

kesehatan

masyarakat dan pusat pelatihan, sebuah model keterpaduan antara


pelayanan kesehatan pedesaan dan pelayanan medis.
k. Tahun

1967

Seminar

membahas

dan

merumuskan

program

kesehatan masyarakat terpadu sesuai dengan masyarakat Indonesia.


Kesimpulan seminar ini adalah disepakatinya sistem Puskesmas yang
terdiri dari Puskesmas tipe A, tipe B, dan C
l. Tahun 1968 : Rapat Kerja Kesehatan Nasional, dicetuskan bahwa
Puskesmas adalah merupakan sistem pelayanan kesehatan terpadu,
yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah (Depkes) menjadi
Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Puskesmas
disepakati sebagai suatu unit pelayanan kesehatan yang memberikan
pelayanan kuratif dan preventif secara terpadu, menyeluruh dan
mudah dijangkau, dalam wilayah kerja kecamatan atau sebagian
kecamatan di kotamadya/kabupaten.

m. Tahun 1969 : Sistem Puskesmas disepakati 2 saja, yaitu tipe A


(dikepalai dokter) dan tipe B (dikelola paramedis). Pada tahun 19691974 yang dikenal dengan masa Pelita 1, dimulai program kesehatan
Puskesmas di sejumlah kecamatan dari sejumlah Kabupaten di tiap
Propinsi.
n. Tahun 1979 : Tidak dibedakan antara Puskesmas A atau B, hanya ada
satu tipe Puskesmas saja, yang dikepalai seorang dokter dengan
stratifikasi puskesmas ada 3 (sangat baik, rata-rata dan standard).
Selanjutnya Puskesmas dilengkapi dengan piranti manajerial yang
lain, yaitu Micro Planning untuk perencanaan, dan Lokakarya Mini
(LokMin)

untuk

pengorganisasian

kegiatan

dan

pengembangan

kerjasama tim.
o. Tahun 1984 : Dikembangkan program paket terpadu kesehatan dan
keluarga berencana di Puskesmas (KIA, KB, Gizi, Penaggulangan Diare,
Immunisasi)
p. awal tahun 1990-an : Puskesmas menjelma menjadi kesatuan
organisasi

kesehatan

fungsional

yang

merupakan

pusat

pengembangan kesehatan masyarakat yang juga memberdayakan


peran

serta

masyarakat,

selain

memberikan

pelayanan

secara

menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya


dalam bentuk kegiatan pokok.

C.

Konsep Sehat Dan Sakit.

Pengertian Sehat

Ada beberapa batasan yang dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu :


7

1. Batasan oleh WHO, sehat adalah keadaan yang sempurna baik fisik,
mental dan sosial, yang tidak hanya bebas dari penyakit atau cacat.

2. Batasan oleh Perkins, sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang


dinamis antara bentuk tubuh dan fungsinya yang dapat mengadakan
penyesuaian sehingga tubuh dapat mengatasi gangguan dari luar.

3. Sehat adalah keadaan seseorang yang dapat memenuhi kebutuhan


pokoknya sebagai umat manusia sesuai dengan tingkat dan derajatnya
masing-masing.

4. Sehat adalah keadaan seseorang yang dapat menguasai keadaan


lingkungan tanpa meninggalkan ketegangan dan tekanan serta tidak
menimbulkan ketidak seimbangan pada dirinya.

Pengertian Sakit
Ada beberapa batasan tentang sakit, yaitu :
1. Menurut

Perkins,

sakit

adalah

suatu

keadaan

yang

tidak

menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan


gangguan aktivitas sehari-hari baik jasmani, rohani dan sosial.

2. Menurut Websters New Collegiate Dictionary, sakit adalah suatu


kondisi dimana kesehatan tubuh lemah.

3. Sakit adalah keadaan yang disebabkan oleh bermacam-macam hal


(kejadian atau kelainan) yang dapat menimbulkan gangguan terhadap
susunan tubuh (fungsi tubuh).

Dari pengertian sehat dan sakit maka keadaan sehat sakit pada
dasarnya adalah :
1. Hasil dari interaksi seseorang dengan lingkungannya.
2. Sebagai manifestasi dari keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam
mengadaptasikan diri dengan lingkungannya.
3. Gangguan kesehatan, yang pada umumnya disebabkan oleh terjadinya
ketidakseimbangan antara penyebab penyakit (agent), tuan rumah
(host), dan lingkungan (environment).

D.

Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan

Ada tiga faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang yaitu :


1. Penyebab penyakit (agent)
2. Manusia sebagai tuan rumah (host)
3. Lingkungan hidup (enviroment)

1.

Penyebab Penyakit (agent)


Penyebab penyakit dapat dibagi dalam dua golongan yaitu :

a. Golongan eksogen yaitu penyebab penyakit yang terdapat

di luar tubuh

manusia yang dapat menyerang perorangan dan masyarakat. Terbagi atas :

Yang nyata dan hidup


Penyebab penyakit ini sering disebut bibit penyakit seperti bakteri,
rickettsia, virus, cacing, protozoa, jamur dan sebagainya.

Yang nyata tak hidup terdiri dari


9

- Zat-zat kimia, seperti racun racun dan sebagainya


- Trauma ( ruda paksa ) :
o

trauma elektrik, misalnya kena arus listrik

trauma mekanik, misalnya terpukul, tertabrak

trauma thermis, misalnya terbakar

- Makanan ; kekurangan beberapa zat makanan seperti protein,


vitamin vitamin atau kekurangan makanan secara keseluruhan
(kelaparan).
Yang berbentuk abstrak,

Bidang ekonomi : kemiskinan

Bidang sosial : sifat

a-sosial

(yaitu sifat orag yang tidak dapat

menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga sering melakukan


tindakan tindakan yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku
dalam masyarakat, orang ini dibenci dalam masyarakat)

ataupun

anti sosial (yaitu sifat orang yang terang terangan tindakannya


bertentangan dengan hukum yang berlaku dalam masyarakat, orang
ini sangat merugikan masyarakat).
- Bidang

mental

kebiadaban,

tidak

berperikemanusiaan

dan

sebagainya.

b. Golongan Endogen yaitu sifat seseorang yang dasarnya sudah ditentukan


sejak lahir,

yang memudahkan timbulnya penyakit tertentu. Termasuk

golongan ini adalah :


Habitus (perawakan) misalnya habitus asthenikus yaitu perawakan yang
tinggi

kurus

dan

berdada

sempit

dikatakan

mudah

terserang

tuberkulosis.
Penyakit turunan misalnya asma, buta-warna, diabetes dan sebagainya.

10

2.

Manusia Sebagai Tuan Rumah (host)


Manusia sebagai tuan rumah, yaitu manusia yang dihinggapi penyakit,
merupakan faktor yang sangat penting. Bila seseorang ditulari bibit
penyakit, maka belum tentu orang tersebut akan menderita sakit karena
masih tergantung dari beberapa hal. Salah satu diantaranya ialah daya
tahan tubuh orang tersebut. Daya tahan tubuh yang tinggi, baik badan,
jiwa maupun sosialnya dapat menghindarkan manusia dari berbagai jenis
penyakit.
Daya tahan tubuh ini dapat dipertinggi dengan jalan :
Makanan yang sehat cukup kualitas maupun kuantitas.
Vaksinasi untuk mencegah infeksi penyakit tertentu.
Cara hidup yang teratur, bekerja, beristirahat, berekreasi dan menikmati
hiburan pada waktunya.
Berpengetahuan luas dengan menuntut ilmu di bangku sekolah maupun
dari pengalaman hidup di masyarakat.
Patuh pada ajaran agama.
Berolah raga secara teratur.

Daya tahan masyarakat tergantung pada daya tahan perorangan yang


membentuk masyarakat itu. Makin tinggi daya tahan perorangan dan
makin banyak orang yang meningkatkan daya tahan tubuhnya maka
makin

tinggi

pula

daya

tahan

masyarakat,

sehingga

kesehatan

masyarakat akan semakin terjamin.

3.

Lingkungan Hidup (Environment)


Lingkungan hidup adalah segala sesuatu baik benda maupun keadaan
yang berada di sekitar manusia yang dapat mempengaruhi kehidupan
manusia dan masyarakat.
11

Lingkungan hidup dapat dibagi dalam 4 golongan dan masing-masing ada


yang berguna dan ada yang merugikan serta yang satu mempengaruhi
yang lainnya secara timbal balik.

a. Lingkungan biologik, terdiri atas organisme yang berada di sekitar


manusia.
Yang merugikan :
Bibit penyakit, seperti bakteri, virus, rickettsia, jamur, protozoa,
cacing dan sebagainya.
Binatang penyebar penyakit seperti lalat, tikus, nyamuk dan
sebagainya.
Organisme sebagai hama tanaman atau pembunuh ternak.

Yang berguna :
Tumbuhan atau hewan sebagai bahan makanan
Organisme yang berguna untuk industri seperti obat antibiotika,
ragi, bahan obat-obat lainnya.

b. Lingkungan fisik, terdiri atas


berada di sekitar

benda - benda yang tak hidup yang

manusia. Termasuk

sinar matahari, tanah, air, perumahan, sampah

didalamnya udara,
dan

sebagainya.
Yang merugikan :
Udara berdebu mengandung gas racun, baik yang berasal dari
kendaraan bermotor maupun dari pabrik.
Iklim yang buruk, tanah yang tandus, air untuk keperluan rumah
tangga

yang jelek,

perumahan yang tidak memenuhi syarat

12

kesehatan, pembuangan sampah, kotoran dan air limbah yang tidak


teratur.

Yang berguna :
Udara yang bersih, tanah yang subur dengan iklim yang baik,
perumahan sehat, makanan yang cukup dan sehat dan sebagainya.

c. Lingkungan ekonomi merupakan lingkungan yang abstrak


Yang merugikan :
Kemiskinan

merupakan

lingkungan

hidup

yang

sangat

membahayakan kesehatan manusia. Karena orang miskin tidak dapat


memenuhi

kebutuhan

akan

makanan

yang

sehat,

yang

akan

melemahkan daya tahan tubuhnya sehingga mudah diserang penyakit.


Bahkan karena kekurangan makanan, orang dapat jatuh sakit seperti
busung lapar, kwashiorkor (pada anak-anak).
Kemiskinan

dapat

meruntuhkan

akhlak

manusia,

menjadikan

manusia kurang bertanggung jawab, menimbulkan sifat egoistis dan


kejahatan. Oleh karena itu kesehatan harus diselenggarakan agar
keadaan sosisal ekonomi menjadi baik dan usaha kesehatan dapat
berjalan dengan baik pula.

Yang menguntungkan :
Kemakmuran yang merata pada setiap anggota masyarakat.

d. Lingkungan Mental Sosial, merupakan lingkungan hidup abstrak.


Yang merugikan :
Sifat sosial, kebiadaban, egoistis.

13

Yang menguntungkan :
Sifat gotong royong, sadar dan patuh pada hukum dan peraturan
yang berlaku di masyarakat.

Dalam hal hubungan manusia dengan lingkungan yang mengandung


bahaya baginya, ada dua tindakan yang dapat diambil agar tetap sehat,
yaitu :

Tindakan yang ditujukan kepada manusia sendiri agar mempunyai


daya tahan tubuh yang tinggi serta menghindari kontak dengan bibit
penyakit dan penyebab penyakit lainnya.

Tindakan yang ditujukan kepada lingkungan hidup manusia dengan


maksud mengubah lingkungan hidup, sehingga faktor yang buruk
dapat diatasi sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia.

E.

Usaha Kesehatan Pribadi

Usaha keshatan prinadi adalah daya upaya dari seseorang untuk


memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan sendiri.

1.

Bentuk - Bentuk Usaha Kesehatan Pribadi

a) Memelihara kebersihan yang meliputi :

Badan, yaitu mandi, gosok gigi, cuci tangan dan sebagainya.

Pakaian, yaitu dicuci dan disetrika.

Rumah dan lingkungan, yaitu disapu, buang sampah, kotoran dan


air limbah pada tempatnya.
14

b) Makanan dan minuman yang sehat :

Bersih, bebas dari bibit penyakit

Cukup kualitas dan kuantitasnya.

c) Cara hidup yang teratur, meliputi :

Bekerja, makan, tidur, istirahat secara teratur.

Rekreasi dan menikmati hiburan pada waktunya.

d) Meningkatkan daya tahan tubuh dan kesamaptaan jasmani :

Vaksinasi

untuk

mendapatkan

kekebalan

terhadap

penyakit

menular tertentu.

Olah raga, senam secara teratur.

e) Menghindari terjadinya penyakit, meliputi :

Menghindari kontak dengan sumber penularan penyakit baik yang


berasal dari penderita maupun dari sumber lain.

f)

Menghindari pergaulan yang tidak baik

Selalu berpikir dan berbuat baik

Membiasakan diri untuk selalu mematuhi aturan kesehatan

Meningkatkan kecerdasan dan rohani, meliputi :

Patuh pada ajaran agama

Cukup santapan rohani

Meningkatkan pengetahuan, baik dengan membaca buku ilmu


pengetahuan, menuntut ilmu dibangku sekolah, ataupun dengan
belajar sendiri dari pengalaman hidup

g) Melengkapi rumah dengan fasilitas yang menjamin hidup sehat,


15

meliputi :

Adanya sumber air yang baik

Tersedianya jamban yang sehat

Tersedianya tempat buang sampah dan air limbah yang baik

Tersedianya perlengkapan PPPK untuk menanggulangi kecelakaan


atau sakit mendadak

h) Pemeriksaan kesehatan :

2.

Secara berkala, walaupun merasa sehat

Segera memeriksakan diri bila merasa sakit

Guna Kesehatan Pribadi Untuk Diri Sendiri Dan Masyarakat

Makin banyak orang yang memperhatikan pemeliharaan dan peningkatan


kesehatan dirinya, akan makin baik pula keadaan kesehatan masyarakat.
Membuat diri selalu sehat, disamping berguna untuk diri sendiri baik untuk
masa kini maupun dimasa yang akan datang juga menguntungkan kesehatan
masyarakat karena dengan tidak adanya orang sakit, berarti tidak ada beban
atau hilangnya sumber penularan.
Orang yang sejak kecil seringkali sakit, apalagi jika penyakitnya mengenai
organ tubuh yang vital seperti jantung, paru-paru, ginjal, hati, otak dan
sebagainya bila dewasa akan berbadan lemah dan mungkin sekali berumur
pendek.Keadaan sakit menimbulkan penderitaan dan merupakan penghambat
bagi kemajuan karier seseorang. Untuk menempati suatu jabatan di dalam
pekerjaan, semuanya memerlukan orang yang sehat. Karena orang hanya
dapat bekerja sebaik-baiknya pada keadaan yang sehat.

16

F.

Usaha Pencegahan Penyakit

Dalam garis besarnya usaha kesehatan masyarakat dapat dibagi dalam


empat golongan, yaitu usaha peningkatan (promotif), pencegahan (preventif),
pengobatan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Usaha-usaha pencehan
tersebut adalah :

1.

Pada masa sebelum sakit


a)

Mempertinggi Nilai Kesehatan (Health Promotion)


Usaha ini merupakan pelayanan terhadap pemeliharaan kesehatan
pada umumnya. Usaha-usaha tersebut diantaranya :

Penyediaan

makanan

yang

sehat,

cukup

kualitas

dan

kuantitasnya.

Perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan seperti penyediaan air


untuk keperluan rumah tangga, pembuangan sampah, kotoran dan
air limbah.

Pendidikan kesehatan kepada masyarakat dan usaha kesehatan


jiwa.

b) Memberikan perlindungan khusus terhadap


tertentu (Specific
Usaha

gangguan

penyakit

Protection)
ini

merupakan

tindakan

pencegahan

terhadap

penyakit

tertentu dan beberapa usaha diantaranya adalah :

2.

Imunisasi / vaksinasi untuk mencegah penyakit infeksi tertentu.

Isolasi penderita penyakit menular tertentu

Pencegahan terjadinya kecelakaan

Pada masa sakit :


17

a) Mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada tingkat awal serta


mengadakan

pengobatan yang tepat dan segera (Early Diagnosis and

Prompt Treatment)
Beberapa usaha diantaranya :

Mencari penderita dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan


darah, paru-paru dan sebagainya.

Mencari semua orang yang telah berhubungan dengan penderita


penyakit menular untuk diawasi dan diberi pengobatan (contac
person) hingga sembuh.

Pendidikan kesehatan kepada masyarakat.

Tujuan utama dari usaha ini adalah :

Pengobatan setepat-tepatnya dan sesegera mungkin dari setiap


penderita penyakit sampai sembuh sempurna.

Pencegahan penularan kepada orang lain.

Pencegahan timbulnya cacat akibat suatu penyakit.

b) Pembatasan cacat dan menghilangkan gangguan kemampuan bekerja


yang diakibatkan oleh sesuatu penyakit (Disability Limitation)
Usaha ini merupakan kelanjutan dari usaha sebelumnya yaitu dengan
pengobatan dan perawatan yang sempurna agar penderita sembuh
kembali dan tidak cacat. Bila sudah terjadi cacat maka dicegah agar
cacat tersebut tidak bertambah parah (dibatasi).

c)

Rehabilitasi (Rehabilitation)
Rehabilitasi adalah usaha untuk mengembalikan bekas penderita ke
dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota

18

masyarakat yang berguna untuk dirinya sendiri dan masyarakat


semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya.

Rehabilitasi terdiri dari :

Rehabilitasi

fisik,

yaitu

agar

bekas

penderita

memperoleh

perbaikan fisik dengan sebaik-baiknya, misalnya kaki patah


mendapat rehabilitasi dengan kaki buatan.

Rehabilitasi

mental,

yaitu

agar

bekas

penderita

dapat

menyesuaikan diri dalam hubungan perseorangan dan sosial.

Rehabilitasi sosial / vokasional, yaitu agar bekas penderita dapat


kembali menempati suatu pekerjaan / jabatan dalam masyarakat
sesuai dengan kemampunnya.

Usaha

rehabilitasi

ini

memerlukan

pengertian

dari

segenap

anggota

masyarakat, sehingga mudah bagi bekas penderita untuk menyesuaikan


dirinya dalam masyarakat.

G.

Prinsip - Prinsip Kesehatan Masyarakat.

Agar usaha kesehatan masyarakat dapat terlaksana dengan baik maka


ada beberapa prinsip pokok yang harus terpenuhi, yaitu :
1. Usaha

kesehatan

masyarakat

lebih

mengutamakan

tindakan

pencegahan (preventif) daripada pengobatan (kuratif).


2. Dalam melaksanakan tindakan pencegahan selalu menggunakan caracara yang ringan biaya dan berhasil baik.

19

3. Dalam melaksanakan kegiatannya lebih menitik beratkan pada


masyarakat, baik sebagai pelaku (subyek) dan sasaran (obyek) atau
dengan kata lain suatu usaha dari, oleh dan untuk masyarakat.
4. Dalam melibatkan masyarakat sebagai pelaku maka sasaran yang
diutamakan adalah masyarakat yang terorganisir.
5. Ruang

lingkup

usaha

lebih

mengutamakan

masalah-masalah

kesehatan kemasyarakatan dari pada kesehatan perorangan karena


bila tidak ditanggulangi dengan segera dapat mengancam kesehatan
dan keselamatan masyarakat luas.

H.

Tujuan Usaha Kesehatan Masyarakat

Dari pengertian Ilmu Kesehatan Masyarakat tersebut diatas maka


didalamnya terdapat tujuan yang ingin dicapai, yaitu :

Tujuan umum
Terciptanya keadaan lingkungan yang sehat, terberantasnya penyakit
menular, meningkatnya pengetahuan seseorang tentang prinsip prinsip
kesehatan perseorangan, tersedianya berbagai usaha kesehatan yang
dibutuhkan masyarakat yang terorganisir dan terlibatnya badan-badan
kemasyarakatan dalam usaha kesehatan.

Tujuan akhir
Terciptanya jaminan bagi setiap orang dalam masyarakat suatu derajat
hidup yang cukup guna mempertahankan kesehatan.

20

I. Usaha-Usaha Kesehatan Masyarakat

Usaha kesehatan pokok yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia


(WHO) sebagai dasar pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah sebagai
berikut :
1. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
2. Kesehatan ibu dan anak.
3. Hygiene dan sanitasi lingkungan.
4. Pendidikan kesehatan pada masyarakat.
5. Pengumpulan data data untuk perencanaan dan penilaian
(statistik kesehatan)
6. Perawatan kesehatan masyarakat.
7. Pemeriksaan, pengobatan dan perawatan.

Dalam program kesehatan nasional tercantum 17 macam usaha /


kegiatan kesehatan masyarakat, yaitu :
1. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
2. Kesehatan ibu dan anak
3. Hygiene dan sanitasi lingkungan.
4. Usaha kesehatan sekolah
5. Usaha kesehatan gigi
6. Usaha kesehatan mata
7. Usaha kesehatan jiwa
8. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat
9. Usaha gizi
21

10. Pemeriksaan, pengobatan dan perawatan


11. Perawatan kesehatan masyarakat
12. Keluarga berencana
13. Rehabilitasi
14. Usaha usaha farmasi
15. Laboratorium
16. Statistik kesehatan
17. Administrasi usaha kesehatan masyarakat

1.

Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular


Penyakit menular adalah penyakit infeksi yang dapat dipindahkan

dari

orang atau hewan sakit, dari reservoir ataupun dari agent lainnya ke manusia
sehat.
Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh suatu bibit
penyakit seperti bakteri, virus, rickettsia, jamur, protozoa dan cacing.
Usaha usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit menular akan
dibahas lebih lanjut pada kelas II.

2.

Kesehatan ibu dan anak


Usaha KIA bertujuan untuk memberika pelayanan kesehatan kepda ibu

ibu secara teratur

dan terus menerus dalam waktu sakit dan sehat, pada

masa antepartum, post partum dan masa menyusui serta pemeliharaan anak
anaknya dari mulai lahir sampai masa pra sekolah.

3.

Hygiene dan sanitasi lingkungan


Hygiene dan sanitasi lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik,

biologis, sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kesehatan manusia, dimana


22

lingkungan yang berguna ditingkatkan dan diperbanyak, sedangkan yang


merugikan diperbaiki atau dihilangkan.

4.

Usaha kesehatan sekolah, gigi, mata dan

jiwa serta usaha gizi akan

dibahas lebih lanjut.

5.

Pendidikan kesehatan kepada masyarakat


Tujuan

pendidikan

kesehatan

kepada

masyarakat

adalah

untuk

membantu masyarakat agar dapat hidup sehat dengan usahanya sendiri


setelah diberikan pendidikan, misalnya mandi yang teratur dan memakaia
sabun dapat menghindarkan penyakit kulit, cuci tangan sebelum makan dapat
menghindari penyakit perut menular, dan lain lain.
Melalui pendidikan kesehatan diharapkan dapat menimbulkan pengertian
yang sebaik baiknya tentang masalah kesehatan dan dapat menggerakkan
masyarakat agar mereka turut serta aktif atas dasar pengertian tadi untuk
mencapai hidup sehat dan berkualitas.
6.

Perawatan kesehatan masyarakat


Adalah usaha perawatan yang dijalankan dalam masyarakat yang

dilakukan dalam waktu sakit maupun sehat, guna meningkatkan derajat


kesehatan,

memperbaiki

hygiene

lingkungan,

pencegahan

penyakit

dan

rehabilitasi.
Usaha perawatan kesehatan masyarakat meliputi :
-

Melakukan kunjungan rumah guna mengetahui masalah kesehatan


yang dihadapi keluarga keluarga dalam masyarakat. Kemudian
membantu dan membimbng keluarga tersebut untuk menyelesaikan
masalahnya.

Pendidikan kesehatan keluarga

Perawatan dan pengobatan pada anggota keluarga yang sakit


23

Perawatan lanjutan atau usaha rehabilitasi pada bekas penderita

Dalam rangka pencegahan dan pemberantasan dan penyakit menular,


membantu menemukan penderita atau sumber penularan

Membantu terselenggaranya sistem penampungan (referal system)


antara rumah sakit atau instansi lainnya dengan masyarakat.

7.

Membantu mengumpulkan data statistik kesehatan

Keluarga Berencana
Adalah upaya manusia untuk mengatur secara sengaja kehamilan dalam

keluarga,

secara

tidak

melawab

hukum

dan

moral

Pancasila

demi

kesejahteraan keluarga.

8.

Usaha rehabilitasi
Adalah

usaha

untuk

mengembalikan

bekas

penderita

kedalam

masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat sesuai


denga kemampuannya.

9.

Usaha Farmasi
Adalah

usaha

yang

berkaitan

dengan

tugas

pemerintah

menyediakan obat obat, bahan obat, perbekalan kesehatan lainnya

dalam
yang

bermutu dan terjangkau oleh masyarakat, termasuk juga pengaturan dan


pengawasan penyimpanan, peredaran dan pemakaiannya.

10. Laboratorium
Usaha

kesehatan

tidak

akan

berjalan

baik

tanpa

bantuan

dari

laboratorium. Laboratorium ini diperlukan untuk pemeriksaan :


-

kimia klinis, faeces, urine dan darah

serologis, virologis, toksikologis, maknan dan sebagainya.


24

mutu obat

11. Statistik kesehatan


Statistik adalah suatu pernyataan jumlah atau keterangan yang sebaik
baiknya

dinyatakan

dengan

angka

dari

keadaan

yang

timbul

dalam

masyarakat. Tujuan statistik adalah untuk menilai hasil kerja yang telah
dilaksanakan dan untuk dipergunakan sebagai bahan dalam menyusun
rencana kerja untuk menghadapi masa yang akan datang. Data yang penting
untuk perencanaan dalam bidang kesehatan adalah :
-

Data

demografi,

yaitu

tentang

jumlah

penduduk

beserta

pembagiannya berdasarkan umur dan jenis kelamin.


-

Data

vital

statistik,

yaitu

tentang

angka

kelahiran,

kematian,

perkawinan dan lain lain.


-

Data tentang kesehatan, yaitu menyangkut macam penyakit dan


kasus kasus penyebab kematian dan sebagainya.

Data tentang hygiene dan sanitasi lingkungan, yaitu tentang sumber


air

rumah

tanga,

pengolahan

limbah

rumah

tangga,

keadaan

perumahan, dan lain lain.


-

Data mengenai fasilitas kesrhatan, seperti jumlah rumah sakit,


puskesmas, KIA, jumlah tenaga medis dan lain lain.

Data mengenai lembaga pendidikan kesehatan, anggaran kesehatan


dari pemerintah dan sumber sumber fisik seperti alat alat
kesehatan dan obat obatan.

12. Adminsitrasi usaha kesehatan masyarakat


Terdiri

atas

penyusunan

rencana

kerja,

penyusunan

rencana

pelaksanaan, koordinasi, pengawasan. Penilaian dan tata usaha.


25

26