Anda di halaman 1dari 6
Kampanye Manfaat Kopi Menurunkan Diabetes Stella Anggreani Kopi Diabetes Kopi Menurunkan Diabetes Penjelasan
Kampanye Manfaat Kopi
Menurunkan Diabetes
Stella Anggreani
Kopi
Diabetes
Kopi Menurunkan
Diabetes
Penjelasan tentang kopi,
jenis-jenis kopi,
perbedaan kopi
Penjelasan tentang
penyakit diabetes
Page 1-3
Page 4
Menjelaskan penelitian
yang menyebutkan kopi
menurunkan diabetes
Page 5-6

KOPI

Kopi awalnya berasal dari bahasa Arab (qahwa) yang berarti kekuatan. Kemudian mengalami perubahan menjadi kahwe yang berasal bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.

Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi yang dikeringkan kemudian dihaluskan menjadi bubuk. Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta.

Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).

batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler). Bangsa Arab Pelopor Manfaat Kopi Modern Minuman kopi
Bangsa Arab Pelopor Manfaat Kopi Modern Minuman kopi modern seperti yang biasa kita minum saat
Bangsa Arab Pelopor
Manfaat Kopi
Modern
Minuman kopi modern
seperti yang biasa kita
minum saat ini berawal dari
keberhasilan bangsa Arab
mengembangkan kopi
tradisional yang
sebelumnya telah
dikonsumsi masyarakat
Afrika. Pada sekitar abad
ke-13 bangsa Arab yang
telah memiliki peradaban
yang jauh lebih maju,
memiliki cara yang lebih
baik untuk mengkonsumsi
kopi. Mereka mampu
menikmati khasiat kopi
dengan berbagai cara
pengolahan. Dan mereka
juga telah mulai mengambil
sari kopi dan
menjadikannya minuman.
Biji kopi Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2

Biji kopi

Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis varietas utama, yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea robusta). Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri.

Biji kopi arabika

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini. Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia. Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis.

Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600-2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 C. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.

Biji kopi robusta

Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika

Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.

Kopi luwak

Jenis kopi yang lain merupakan turunan atau subvarietas dari kopi arabika dan robusta. Biasanya disetiap daerah penghasil kopi memiliki keunikannya masing-masing dan menjadikannya sebagai suatu subvarietas. Salah satu jenis kopi lain yang terkenal adalah kopi luwak asli Indonesia.

Kopi luwak merupakan kopi dengan harga jual tertinggi di dunia. Proses terbentuknya dan rasanya yang sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi jenis ini. Pada dasarnya, kopi ini merupakan kopi jenis arabika. Biji kopi ini kemudian dimakan oleh luwak atau sejenis musang. Akan tetapi, tidak semua bagian biji kopi ini dapat dicerna oleh hewan ini. Bagian dalam biji ini kemudian akan keluar bersama Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perutnya yang memberikan cita rasa tambahan yang unik.

Proses Pembuatan Biji Kopi

Kopi akan menjalani serangkaian proses pengolahan yang panjang dari biji kopi untuk menjadi minuman kopi. Berbagai metode pengolahan biji kopi telah dicoba untuk menghasilkan minuman kopi terbaik.

Pemanenan dan pemisahan cangkang

Tanaman kopi selalu berdaun hijau sepanjang tahun dan berbunga putih. Bunga ini kemudian akan menghasilkan buah yang mirip dengan ceri terbungkus dengan cangkang yang keras. Hasil dari pembuahan di bunga inilah yang disebut dengan biji kopi. Pemanenn biji kopi biasanya dilakukan secara manual dengan tangan. Pada tahap selanjutnya, biji kopi yang telah dipanen ini akan dipisahkan cangkangnya. Terdapat dua metode yang umum dipakai, yaitu dengan pengeringan dan penggilingan dengan mesin. Pada kondisi daerah yang kering biasanya digunakan metode pengeringan langsung di bawah sinar matahari. Setelah kering maka cangkang biji kopi akan lebih mudah untuk dilepaskan. Di Indonesia, biji kopi dikeringkan hingga kadar air tersisa hanya 30-35% Metode lainnya adalah dengan menggunkan mesin. Sebelum digiling, biji kopi biasanya dicuci terlebih dahulu. Saat digiling dalam mesin, biji kopi juga mengalami fermentasi singkat. langsung.

Pemanggangan

Setelah dipisahkan dari cangkangnya, biji kopi telah siap untuk masuk ke dalam proses pemanggangan. Proses ini

secara langsung dapat meningatkan cita rasa dan warna dari biji kopi. Secara fisik, perubahan biji kopi terlihat dari pengeringan biji dan penurunan bobot secara keseluruhan. Pori-pori di sekeliling permukaan biji pun akan terlihat lebih jelas. Warna cokelat dari biji kopi juga akan terlihat memekat.

Penggilingan

Pada tahap selanjutnya, biji kopi yang telah kering digiling untuk memperbesar luas permukaan biji kopi. Dengan bertambah luasnya permukaan maka ekstraksi akan menjadi lebih efisien dan cepat. Penggilingan yang baik akan menghasilkan rasa, aroma, dan penampilan yang baik. Hasil penggilingan ini harus segera dimasukkan dalam wadah kedap udara agar tidak terjadi perubahan cita rasa kopi.

Seni perebusan

Perebusan merupakan langkah akhir dari pengolahan biji kopi hingga siap dikonsumsi. Untuk menciptakan minuman kopi yang bercita rasa tinggi, perebusan biji kopi harus dilakukan dengan baik dan sempurna. Terdapat banyak variabel dalam perebusan biji kopi, antara lain komposisi biji kopi dan air, ukuran partikel, suhu air yang dipakai, metode, dan waktu perebusan. Kesalahan kecil dalam perebusan kopi dapat menyebabkan penurunan cita rasa. Sebagai contoh, perebusan yang terlalu lama biasanya akan menimbulkan rasa kopi yang terlalu pahit.

Kafein Kopi terkenal akan kandungan kafeinnya yang tinggi. Kafein sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder
Kafein
Kopi terkenal akan kandungan kafeinnya yang tinggi. Kafein
sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder
golongan alkaloid dari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit.
Berbagai efek kesehatan dari kopi pada umumnya terkait dengan
aktivitas kafein di dalam tubuh.
Peranan utama kafein ini di dalam tubuh adalah meningkatan kerja psikomotor
sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan
energi. Efeknya ini biasanya baru akan terlihat beberapa jam kemudian setelah
mengonsumsi kopi. Kafein tidak hanya dapat ditemukan pada tanaman kopi, tetapi
juga terdapat pada daun teh dan biji cokelat.
Data Penderita Diabetes Di Indonesia Dahulu menurut data penderita diabetes di Indonesia biasanya terserang penyakit

Data Penderita Diabetes Di Indonesia

Dahulu menurut data penderita diabetes di Indonesia biasanya terserang penyakit diabetes mellitus karena dia memiliki orang tua atau keluarga yang juga menderita penyakit tersebut. Namun sekarang keadaan telah berubah. Orang yang memiliki orang tua penyandang diabetes mellitus memiliki resiko yang tinggi untuk terkena penyakit itu juga tapi mereka yang tidak memiliki keturunan penderita diabetes juga masih mungkin terkena. Data penderita diabetes di Indonesia pada tahun hampir mencapai 90 persen pada tahun ini. Lanta apa yang membuat jumlah penderita diabetes mellitus melonjak sebegitu cepatnya?

Perkembangan jumlah penderita diabetes di Indonesia

Setahun kemudian, data penderita diabetes di Indonesia diabetes mellitus kembali naik sehingga angka lima juta pun bisa ditembus oleh penyakit ini. Jumlah orang yang menderita komplikasi diabetes juga meningkat dengan rincian : penurunan kemampuan seksual sebanyak 50.9%, kesulitan refelk tubuh sekitar 30.6%, gangguan penglihatan retinopati diabetik sekitar 29.3%, katarak sekitar 16.3%. Menurut salah satu rumah sakit di daerah Jakarta, pada tahun 2008 dari sekitar 12856 jumlah pengunjung rumah sakit, 50.16% diantaranya merupakan pasien pengidapa diabetes atau tepatnya 6448 orang. Tahun 2009, 6731 orang merupakan penderita diabetes dari 14158 orang pengunjung di rumah sakit tersebut, itu baru satu kota lalu bisa anda bayangkan berapa total seluruh daerah di Indonesia?! WHO memperkirakan pada tahun 2030 nanti, perkembangan data penderita diabetes di Indonesia akan mengalami lonjakan sekitar 152%!.

Yang Muda Yang Kena Diabetes

Dari tahun ke tahun data penderita diabetes di Indonesia tak hanya mengalami peningkatan jumlah melainkan juga pemudaan umur. Jika yang menderita diabetes mellitus tipe 1 itu anak-anak maka hal itu bukanlah sesuatu yang mengagetkan

Data penderita diabetes di Indonesia pada tahun 1994 mencapai angka dua setengah juta. Pada tahun
Data penderita diabetes di
Indonesia pada tahun 1994
mencapai angka dua setengah
juta. Pada tahun 2000, jumlah
penderita diabetes meningkat
menjadi sekitar empat juta dan
menempatkan Indonesia sebagai
negara ke-empat di dunia.
-World Health Organization
(WHO)

mengingat diabetes mellitus tipe 1 merupakan penyakit bawaan yang diturunkan dari orang tua jadi wajar jika seseorang sudah menederita penyakit ini sejak kecil, tapi usia Diabetes Melitus tipe 2 dari tahun ke tahun semakin muda saja. Menurut data penderita diabetes di Indonesia dari badan statistika Indonesia pada tahun 2003, jumlah penderita diabetes di Indonesia adalah 133 jiwa untuk usia dibawah 20 tahun. Secara globalnya, jumlah penderita diabetes terbanyak yaitu diabetes tipe 2.

adalah 133 jiwa untuk usia dibawah 20 tahun. Secara globalnya, jumlah penderita diabetes terbanyak yaitu diabetes
Diabetes Diabetes melitus adalah sindrom kelainan metabolisme karbohidrat yang ditandai hiperglikemia kronik akibat
Diabetes
Diabetes melitus adalah
sindrom kelainan
metabolisme karbohidrat
yang ditandai
hiperglikemia kronik akibat
defek pada sekresi insulin
dan atau inadekuatnya
fungsi insulin. Diabetes
melitus tipe-2 adalah
kelompok DM akibat
kurangnya sensitifitas
jaringan sasaran (otot,
jaringan adiposa dan
hepar) berespon terhadap
insulin.
Penurunan sensitifitas
respon jaringan otot,
jaringan adiposa dan hepar
terhadap insulin ini,
selanjutnya dikenal dengan
resistensi insulin dengan
atau tanpa
hiperinsulinemia.
Faktor yang diduga
menyebabkan terjadinya
resistensi insulin dan
hiperinsulinemia ini adalah
adanya kombinasi antara
kelainan genetik, obesitas,
inaktifitas, faktor
lingkungan dan faktor
makanan

Kafein dan Diabetes Mellitus Tipe 2

Para peneliti menyatakan komponen pada kopi dapat membantu metabolisme gula di dalam tubuh dan dapat mengurangi risiko terserang penyakit diabetes, Menurut Dr. Hu, pria yang minum 6 cangkir atau lebih kopi sehari berisiko lebih rendah untuk terkena diabetes dibandingkan yang bukan peminum kopi. Minum kopi 4-6 cangkir sehari dapat menurunkan resiko sampai 29%. Wanita yang mengkonsumsi 4-6 cangkir kopi perhari dapat menurunkan resiko terkena diabetes sampai 30%. Tetapi dalam kasus ini 6 cangkir kopi tidak lebih baik dari 4 cangkir kopi.

ini 6 cangkir kopi tidak lebih baik dari 4 cangkir kopi. Para peneliti membandingkan para peminum

Para peneliti membandingkan para peminum kopi dengan risiko menderita penyakit diabetes tipe 2, ditemukan makin banyak seseorang minum kopi makin rendah risiko terserang penyakit diabetes. Seorang individu yang minum tujuh atau lebih cangkir kopi sehari, dapat menurunkan 50% risiko terkena penyakit diabetes.

Di sisi lain beberapa penelitian menunjukkan minum kopi terlalu banyak juga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis atau kerapuhan tulang, sedangkan hasil penelitian Willet C tahun 1998 tidak ada hubungan antara konsumsi kopi dan kejadian penyakit jantung koroner.

Penelitian yang dimuat pada The Journal of the American Medical Association menunjukan efek perlindungan kopi pada resiko diabetes meningkat seiring dengan tingginya konsumsi kopi terutama pada wanita. Wanita yang minum lebih dari 10 cangkir per hari mengurangi resiko 79% untuk untuk terkena diabetes tipe 2 dan pria yang minum dalam jumlah yang sama mengurngi resiko 55% untuk terkena penyakit diabetes tipe 2. Hasil ini merupakan gabungkan survei yang dilakukan tahun 1982, 1987 dan 1992 yang melibatkan hampir 15 ribu pria dan wanita sehat berumur 35 sampai 64 tahun yang tidak memiliki sejarah diabetes dan penyakit kronis lain pada awal penelitian.

Konsumsi kopi telah diasumsikan berhubungan dengan penurunan risiko menderita diabetes tipe 2. Karena luasnya penggunaan kopi ini, pemahaman hubungan antara konsumsi kopi dan sekresi insulin dapat mempunyai implikasi dalam pencegahan dan Van Dam dkk.

Hubungan antara Konsumsi kopi dan Diabetes Mellitus The American Chemical Society, (ACS) dibentuk pada 1876
Hubungan antara Konsumsi kopi dan Diabetes
Mellitus
The American Chemical Society, (ACS) dibentuk pada
1876 dan berkantor pusat di Wangsinton DC. ACS adalah
asosiasi profesional dengan lebih 160.000 anggota yang
terdiri dari semua tingkatan derajat. ACS mendukung
penyelidikan ilmiah di bidang kimia, teknik kima dan bidang
terkait. ACS menerbitkan saat menemukan berita di situs
Web-nya dan menerbitkan berbagai jurnal termasuk The
Journal of American Chemical Society. Pada Januari 2012,
‘Journal of Agricultural & Food Chemistry’ menyebutkan
bahwa terdapat senyawa dalam kopi yang dapat
menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Beberapa penelitian inovatif, para peneliti telah menemukan hubungan langsung antara konsumsi kopi dan pengembangan diabetes tipe-2. Bahkan, beberapa studi telah menemukan mereka yang mengonsumsi setidaknya dua cangkir kopi hitamper hari sangat kecil kemungkinannya untuk mengembangkan diabetes tipe-2.