Anda di halaman 1dari 20

KELISTRIKAN

MAKALAH
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kelistrikan
semester empat tahun 2014 yang diampu oleh Ir.Kasijanto,MT.

Oleh
Muhammad Bintoro Yudho Prastyo
NIM 1231210162-2G Perawatan
Candra Crisna J. W.
NIM 1231210121-2G Perawatan

JURUSAN TEKNIK MESIN

JURUSAN TEKNIK MESIN


POLITEKNIK NEGERI MALANG
MALANG

2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah terlepas dari peralatan-peralatan
elektronika. Magnet merupakan bagian tak terpisahkan dari alat-alat elektronik dan
teknik kelistrikan, karena tidak sedikit konstruksi alat-alat listrik tergantung pada
magnet. Alat-alat listrik yang menggunakan magnet antara lain dinamo listrik pada
sepeda, generator pembangkit tenaga listrik, motor-motor listrik, dan alat-alat
kendali

(control)

listrik. Hampir pada

seluruh pesawat

elektronika fenomena

kemagnetan mudah kita temui.


Kini hampir sebagian besar peralatan di sekitar kita yang menggunakan
magnet. Seperti generator pembangkit listrik, motor, televisi, tape recorder, hingga
telepon seluler. Alat-alat semacam itu bekerja dengan memanfaatkan efek magnetik
pada listrik dinamis. Sedemikian beragamnya pemanfaatan magnet dalam setiap
peralatan yang sering kita gunakan, sehingga penting bagi kita untuk memahami
konsep kemagnetan itu sendiri.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, makalah ini disusun berdasarkan
rumusan masalah sebagai berikut.
1) Apa saja satuan dalam kelistrikan?
2) Apakah pengertian dan prinsip kerja dari tegangan arus searah dan bolakbalik?
3) Apakah pengertian dari elektromagnetik?
4) Jelaskan fungsi dan cara kerja komponen listrik 1 fasa?
5) Jelaskan rangkaian listrik seri dan paralel?

1.3 Rumusan Tujuan


Berdasarkan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun berdasarkan rumusan
tujuan sebagai berikut.
1) Mengetahui satuan dalam kelistrikan.

2) Mengetahui pengertian dan prinsip kerja tegangan arus searah dan bolakbalik.
3) Mengetahui pengertian dari elektromagnetik.
4) Mengetahui fungsi dan cara kerja komponen listrik 1 fasa.
5) Mengetahui rangkaian listrik seri dan paralel.

BAB II
KELISTRIKAN
2.1

Satuan Listrik

Ukuran standar dalam pengukuran sangat penting, karena sebagai acuan dalam
peneraan alat ukur yang diakui oleh komunitas internasional. Berikut ini adalah besaran
dan satuan kelistrikan.
Besaran/
Kuantitas
Arus Listrik
(Ampere)

Satuan

1 A (Ampere) = 1.000 mA (mili Ampere)1 mA (mili Ampere) =


1.000 uA (micro Ampere)
1 MW (Mega Watt) = 1.000 KW (Kilo Watt)1 KW (Kilo Watt) =
1.000 Watt
Daya Listrik (Watt)
1 W (Watt) = 1.000 mW (mili Watt)
Resistansi (Ohm)

Kapasitas (Farad)

1 M (Mega Ohm) = 1.000 K (Klio Ohm)1 K (Kilo Ohm) =


1.000
1 F (Farad) = 1.000 mF (mili Farad)1 mF (mili Farad) = 1.000
uF (micro Farad)
1 uF (micro Farad) = 1.000 nF (nano Farad)
1 nF (nano Farad) = 1.000 pF (pico Farad)

Tegangan Listrik
(Volt)

1 MV (Mega Volt) = 1.000 KV (Kilo Volt)1 KV (Kilo Volt) =


1.000 V (Volt)
1 V (Volt) = 1.000 mV (mili Volt)

Induksi Listrik
(Henry)

1 H (Henry) = 1.000 mH (mili Henry)1 mH (mili Henry) =


1.000 uH (micro Henry)

Besaran

Simbol

Satuan

Simbol

Muatan listrik

Coulomb

Medan listrik

Volt per meter

V/m

Beda tegangan (V)

Tegangan

Gaya gerak lisrik (ggl)

Kapasitansi

Volt

Farad

Permitivitas Absolut

Farad per meter

F/m

Permitivitas Relatif

Arus

Ampere

Kerapatan Arus

Ampere per meter


persegi

A/m2

Ohm meter

Siemen per meter

s/m

Ohm

Siemen

Hambatan Jenis
Daya Hantar

Hambatan

Reaktansi

Impedansi

Daya Hantar

Subseptansi

Admitansi

Daya Aktif

Watt

Daya reaktif

Q , Pq

Volt ampere resistif

VAR

Daya Semu

S , Ps

Volt ampere

VA

pf

cos

Tan

Faktor dayaSinusoida

Faktor DissipasiSinusoida

Faktor Kualitas

Beda FasaSudut Rugi

I
Radian

rad

Jumlah Lilitan

Perbandingan jumlah lilitan

Jumlah Fasa

Jumlah Pasang kutub

2.2

Tegangan, Arus Searah dan Bolak-balik

2.2.1

Arus Listrik
Pada pembahasan tentang rangkaian listrik, perlu kiranya kita mengetahui terlebih

dahulu beberapa hal megenai apa itu yang dimaksud dengan listrik. Untuk memahami
tentang listrik, perlu kita ketahui terlebih dahulu pengertian dari arus. Arus merupakan
perubahan kecepatan muatan terhadap waktu atau muatan yang mengalir dalam satuan
waktu dengan simbol i (dari kata Perancis : intensite), dengankata lain arus adalah muatan
yang bergerak. Selama muatan tersebut bergerak maka akan muncul arus tetapi ketika
muatan tersebut diam maka arus pun akan hilang. Muatan akan bergerak jika ada energi
luar yang memepengaruhinya. Muatan adalah satuan terkecil dari atom atau sub bagian
dari atom. Dimana dalam teori atom modernmenyatakan atom terdiri dari partikel inti
(proton bermuatan + dan neutron bersifatnetral) yang dikelilingi oleh muatan elektron (-),
normalnya atom bermuatan netral.
Muatan terdiri dari dua jenis yaitu muatan positif dan muatan negative Arah arus searah
dengan arah muatan positif (arah arus listrik) atau berlawanan dengan arah aliran
elektron. Suatu partikel dapat menjadi muatan positif apabila kehilanganelektron dan
menjadi muatan negatif apabila menerima elektron dari partikel lain. Coulomb adalah unit
dasar dari International System of Units (SI) yang digunakan untuk mengukur muatan
listrik.

Simbol

: Q = muatan konstan
q = muatan tergantung satuan waktu
muatan 1 elektron = - 1,6021 x 10-19 coulomb
1 coulomb = - 6,24 x 1018 elektron

Secara matematis arus didefinisikan : i = dq/dt


Satuannya : Ampere (A)
Dalam teori rangkaian arus merupakan pergerakan muatan positif. Ketika terjadi beda
potensial disuatu elemen atau komponen maka akan muncul arus dimaan arah arus positif
mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah dan arah arus negatif mengalir
sebaliknya.

Macam-macam arus :
1. Arus searah (Direct Current/DC)
Arus DC adalah arus yang mempunyai nilai tetap atau konstan terhadap satuan waktu,
artinya diaman pun kita meninjau arus tersebut pada wakttu berbeda akan
mendapatkan nilai yang sama

2. Arus bolak-balik (Alternating Current/AC)


Arus AC adalah arus yang mempunyai nilai yang berubah terhadap satuan waktu
dengan karakteristik akan selalu berulang untuk perioda waktu tertentu (mempunyai
perida waktu : T).

2.2.2

Tegangan
Tegangan atau seringkali orang menyebut dengan beda potensial dalam bahasa

Inggris voltage adalah kerja yang dilakukan untuk menggerakkan satu muatan (sebesar
satu coulomb) pada elemen atau komponen dari satu terminal/kutub ke terminal/kutub
lainnya, atau pada kedua terminal/kutub akan mempunyai beda potensial jika kita
menggerakkan/memindahkan muatan sebesar satu coulomb dari satu terminal ke terminal
lainnya. Keterkaitan antara kerja yang dilakukan sebenarnya adalah energi yang
dikeluarkan, sehingga pengertian diatas dapat dipersingkat bahwa tegangan adalah energi
per satuan muatan.
Secara matematis : v = dw/dq
Satuannya : Volt (V)

Pada gambar diatas, jika terminal/kutub A mempunyai potensial lebih tinggi daripada
potensial di terminal/kutub B. Maka ada dua istilah yang seringkali dipakai pada
Rangkaian Listrik, yaitu :
1. Tegangan turun/ voltage drop
Jika dipandang dari potensial lebih tinggi ke potensial lebih rendah dalam hal ini dari
terminal A ke terminal B.
2. Tegangan naik/ voltage rise
Jika dipandang dari potensial lebih rendah ke potensial lebih tinggi dalam hal ini dari
terminal B ke terminal A.
Pada buku ini istilah yang akan dipakai adalah pengertian pada item nomor 1 yaitu
tegangan turun. Maka jika beda potensial antara kedua titik tersebut adalah sebesar 5 Volt,
maka VAB = 5 Volt dan VBA = -5 Volt

2.3

Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak

ada medium. Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang transversal yang


gangguannya berupa medan listrik E dan medan magnet B saling tegak lurus dan
keduanya tegak lurus arah rambat gelombang. Karena gangguan gelombang
elektromagenik adalah medan listrik dan medan magnetik maka gelombang
elektromagnetik dapat merambat dalam vakum. Semua jenis gelombang elektromagnetik
merambat dalam vakum dengan kecepatan sama yaitu c = 3 x 10 8 m/s yang disebut denan
tetapan umum.
Spektrum Gelombang Elektromagnetik
Medan Magnet

Arah Gelombang
Z

Medan listrik

Susunan semua bentuk gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang


gelombang dan frekuensinya disebut spektrum elektromagnetik. Gambar spectrum
elektromagnetik di bawah disusun berdasarkan panjang gelombang (diukur dalam satuan
_m) mencakup kisaran energi yang sangat rendah, dengan panjang gelombang tinggi dan
frekuensi rendah, seperti gelombang radio sampai ke energi yang sangat tinggi, dengan
panjang gelombang rendah dan frekuensi tinggi seperti radiasi X-ray dan Gamma Ray.
2.4

Fungsi dan cara Kerja Komponen Listrik 1 Fasa

2.4.1

MCB 1 FASA

Gambar disamping adalah contoh MCB umum yang biasa dipakai di instalasi listrik
rumah. Ada perbedaan antara MCB milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan
milik pelanggan yang dijual secara umum. Yang pertama adalah warna toggle switch yang
berbeda (dalam produk dari produsen MCB yang sama, milik PLN memiliki warna toggle
switch biru dan yang dijual untuk umum berwarna hitam) dan kedua adalah tulisan Milik

PLN pada MCB yang dipasang di kWh meter. Walaupun ada juga produsen MCB
lainnya yang menggunakan warna toggle switch biru untuk produk yang dijual di pasaran.
Pembahasan kode dan simbol yang tertulis dalam
nameplate MCB :

Simbol dengan angka 1 dan 2

Ini adalah simbol dari fungsi MCB sebagai proteksi


beban penuh dan hubung singkat (penjelasan detail bisa
dilihat pada tulisan bagian pertama MCB sebagai
Proteksi dan Pembatas Daya Listrik). Dari gambar tersebut, hal ini juga menjelaskan
bahwa MCB ini adalah 1 pole (karena hanya ada 1 simbol saja). Bila ada dua simbol
berdampingan, maka MCB-nya adalah 2 poles. Yang umum dipakai di perumahan adalah
tipe MCB 1 pole, yaitu hanya kabel phase saja yang diproteksi.

NC45a

Merupakan MCB model number yang ditentukan dari produsen MCB. Lain produsen
berarti lain model number. Sebagai tambahan informasi, model NC45a ini adalah MCB
yang diproduksi untuk keperluan perumahan secara umum.

C16

Kode ini menjelaskan tripping curve MCB yaitu tipe C, dengan proteksi magnetic trip
sebesar 5-10In (In : arus nominal atau rating arus dari MCB) dan angka 16 adalah
rating arus dari MCB sebesar 16A. Rating arus ini adalah kode paling penting dalam
MCB dan berguna saat pembelian MCB. Penjelasan selanjutnya mengenai rating arus ada
di bagian berikutnya.

230/400V

Menjelaskan rating tegangan dalam operasi MCB yaitu 230V atau 400V sesuai dengan
tegangan listrik PLN 220V.

4500 dan 3

4500 menunjukkan rated breaking capacity MCB, yaitu kemampuan kerja MCB masih
baik sampai arus maksimal 4500A, yang biasanya terjadi saat hubung singkat arus listrik.
Dimana diatas angka ini MCB akan berpotensi rusak. Dan angka 3 adalah I2t
classification, yaitu karakteristik energi maksimum dari arus listrik yang dapat melalui
MCB.

12002

Catalog Number dariprodusen MCB yang tujuannya sebagai nomor kode saat pembelian.

LMK; SPLN 108; SLI 175 dan IEC 898

Menandakan bahwa MCB ini sudah lolos uji di LMK PLN (LMK : Lembaga Masalah
Kelistrikan). Sedangkan tiga kode selanjutnya menyatakan bahwa MCB dibuat dengan
mengacu kepada standard-standard teknis yang ditetapkan baik nasional maupun
internasional.

I-ON pada toggle switch

Menandakan bahwa MCB pada posisi ON. Untuk posisi OFF maka simbolnya adalah
O-OFF.

SNI

MCB ini sudah mendapatkan sertifikat SNI (Standard Nasional Indonesia).


Rating MCB dan Daya listrik PLN
Contoh yang dibahas dalam bagian sebelumnya menggunakan MCB dengan rating 16A
dan tripping curve type C. MCB yang dijual dipasaran mempunyai rating arus yang
bermacam-macam sesuai kebutuhan. Saat membeli MCB, kita cukup menyebutkan rating
arus MCB yaitu berapa ampere dan tujuan pemakaian yaitu untuk perumahan.
Dasar pemilihan rating arus MCB yang ingin dipakai di perumahan tentu disesuaikan
dengan besarnya langganan daya listrik PLN yang terpasang. Karena PLN sendiri

menetapkan besar langganan listrik perumahan sesuai rating arus dari MCB yang
diproduksi untuk pasar dalam negeri.
Tabelnya seperti ini:
Rating Arus
Miniature Circuit Daya Listrik PLN
Breaker
2A
450VA
4A
900VA
6A
1300VA
10A
2200VA
16A
3300VA
Rumusnya adalah : Rating Arus MCB x 220V (Tegangan listrik PLN).
Hasil perhitungannya adalah angka pembulatan. Jadi bila langganan listrik PLN sebesar
1300VA maka MCB yang dipasang di kWh meter memiliki rating 6A.
Berikut adalah contoh MCB dengan berbagai rating arus.

Macam-macam MCB dengan berbagai rating


Dari kiri ke kanan, rating arus MCB adalah 16A (dari C16), 6A (dari C6) dan 6A (dari
CL6). MCB paling kanan adalah milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan tipe
C32N dan tripping curve tipe CL (hampir sama dengan tripping curve tipe C). Bisa
dilihat warna toggle switch biru dan tulisan MILIK PLN.
2.4.2

KONTAKTOR

Kontaktor adalah jenis saklar yang bekerja secara magnetik yaitu kontak bekerja apabila
kumparan diberi energi. The National Manufacture Assosiation (NEMA) mendefinisikan
kontaktor magnetis sebagai alat yang digerakan secara magnetis untuk menyambung dan
membuka rangkaian daya listrik. Tidak seperti relay, kontaktor dirancang untuk

menyambung dan membuka rangkaian daya listrik tanpa merusak. Beban-beban tersebut
meliputi lampu, pemanas, transformator, kapasitor, dan motor listrik.
Adapun peralatan elektromekanis jenis kontaktor magnet dapat dilihat pada gambar
berikut :

Prinsip Kerja
Sebuah kontaktor terdiri dari koil, beberapa kontak Normally Open ( NO ) dan beberapa
Normally Close ( NC ). Pada saat satu kontaktor normal, NO akan membuka dan pada
saat kontaktor bekerja, NO akan menutup. Sedangkan kontak NC sebaliknya yaitu ketika
dalam keadaan normal kontak NC akan menutup dan dalam keadaan bekerja kontak NC
akan membuka. Koil adalah lilitan yang apabila diberi tegangan akan terjadi magnetisasi
dan menarik kontak-kontaknya sehingga terjadi perubahan atau bekerja. Kontaktor yang
dioperasikan secara elektromagnetis adalah salah satu mekanisme yang paling bermanfaat
yang pernah dirancang untuk penutupan dan pembukaan rangkaian listrik maka gambar
prinsip kerja kontaktor magnet dapat dilihat pada gambar berikut :

Kontaktor termasuk jenis saklar motor yang digerakkan oleh magnet seperti yang telah
dijelaskan di atas. Bila pada jepitan a dan b kumparan magnet diberi tegangan, maka
magnet akan menarik jangkar sehingga kontak-kontak bergerak yang berhubungan

dengan jangkar tersebut ikut tertarik. Tegangan yang harus dipasangkan dapat tegangan
bolak balik ( AC ) maupun tegangan searah ( DC ), tergantung dari bagaimana magnet
tersebut dirancangkan. Untuk beberapa keperluan digunakan juga kumparan arus ( bukan
tegangan ), akan tetapi dari segi produksi lebih disukai kumparan tegangan karena
besarnya tegangan umumnya sudah dinormalisasi dan tidak tergantung dari keperluan alat
pemakai tertentu.

2.4.3

TDR (Time Delay Relay)

TDR (Time Delay Relay) sering disebut juga relay timer atau relay penunda batas waktu
banyak digunakan dalam instalasi motor
terutama instalasi yang membutuhkan
pengaturan waktu secara otomatis.

Fungsi dari peralatan kontrol ini adalah


sebagai pengatur waktu bagi peralatan
yang dikendalikannya. Timer ini
dimaksudkan untuk mengatur waktu
hidup atau mati dari kontaktor atau
untuk merubah sistem bintang ke
segitiga dalam delay waktu tertentu.
Timer dapat dibedakan dari cara kerjanya yaitu timer yang bekerja menggunakan induksi
motor dan menggunakan rangkaian elektronik.
Timer yang bekerja dengan prinsip induksi motor akan bekerja bila motor mendapat

tegangan AC sehingga memutar gigi mekanis dan menarik serta menutup kontak secara
mekanis dalam jangka waktu tertentu.
Sedangkan relay yang menggunakan prinsip elektronik, terdiri dari rangkaian R dan C
yang dihubungkan seri atau paralel. Bila tegangan sinyal telah mengisi penuh kapasitor,
maka relay akan terhubung. Lamanya waktu tunda diatur berdasarkan besarnya pengisian
kapasitor.
Bagian input timer biasanya dinyatakan sebagai kumparan (Coil) dan bagian outputnya
sebagai kontak NO atau NC.
Kumparan pada timer akan bekerja selama mendapat sumber arus. Apabila telah
mencapai batas waktu yang diinginkan maka secara otomatis timer akan mengunci dan
membuat kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.

Pada umumnya timer memiliki 8 buah kaki yang 2 diantaranya merupakan kaki coil
sebagai contoh pada gambar di atas adalah TDR type H3BA dengan 8 kaki yaitu kaki 2
dan 7 adalah kaki coil, sedangkan kaki yang lain akan berpasangan NO dan NC, kaki 1
akan NC dengan kaki 4 dan NO dengan kaki 3. Sedangkan kaki 8 akan NC dengan kaki 5
dan NO dengan kaki 6. Kaki kaki tersebut akan berbeda tergantung dari jenis relay
timernya
2.5

Rangkaian Listrik Seri dan Paralel

2.5.1 RANGKAIAN SERI


Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke catu daya
lewat satu rangkaian.
Rangkaian seri dapat berisi banyak beban listrik dalam satu rangkaian. Contoh yang baik
dari beberapa beban rangkaian dihubung seri adalah lampu pohon Natal. ( kurang lebih 20
lampu dalam rangkaian seri ).
Dua buah elemen berada dalam susunan seri jika mereka hanya memiliki sebuah titik
utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu jaringan.
Karena semua elemen disusun seri, maka jaringan tersebut disebut rangkaian seri. Dalam
rangkaian seri, arus yang lewat sama besar pada masing-masing elemen yang tersusun
seri.
Sifat-sifat Rangkaian Seri
Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama.
Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan
sama. Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing
tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan.
Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total
rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir dalam rangkaian.
Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian.
Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus, aliran
arus terhenti.
Contoh paling sederhana penerapan rangkaian listrik seri dalam kehidupan seharihari (di rumah) :
1) Lampu hias pohon Natal model lama (yang baru pakai rangkaian elektronik &
lampu LED) merupakan rangkaian seri beberapa lampu (12V di-seri 20 pcs)
sehingga dapat menerima tegangan sesuai dengan jala-jala (220V).
2) Lampu TL (tube Lamp) atau orang bilang lampu neon, model lama yang masih
memakai ballast, di dalam box nya memakai rangkaian seri antara jala-jala
dengan ballastnya.
3) Di dalam setrika listrik ada rangkaian seri dengan bimetal (temperatur
kontrol), demikian juga kulkas.

4) Sakelar/switch merupakan penerapan rangkaian seri dengan beban.

Sambungan seri/deret yaitu sambungan ujung kaki yang satu Disambung dengan lain
secara beruntun
2.5.2

RANGKAIAN PARALEL

Rangkaian Paralel merupakan salah satu yang memiliki lebih dari satu bagian garis edar
untuk mengalirkan arus. Dalam kendaraan bermotor, sebagian besar beban listrik
dihubungkan secara parallel. Masing-masing rangkaian dapat dihubung-putuskan tanpa
mempengaruhi rangkaian yang lain.
Sifat-sifat Rangkaian Paralel
Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber.
Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu. Arus
masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel, tahanan total
rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari
rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian.)
Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus hanya
pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa
terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.

Contoh paling sederhana penerapan rangkaian listrik paralel dalam kehidupan


sehari-hari (di rumah) :
1) Distribusi Listrik PLN kerumah-rumah adalah paralel.
2) Stop contact merupakan rangkaian paralel dengan jala-jala.

Sambungan Parelel/ Jajar yaitu sambungan ujung kaki satu sama lain disambung dengan
lainnya saling disatukan
2.5.3

HUKUM HUKUM RANGKAIAN

Hukum Ohm
Jika sebuah penghantar atau resistansi atau hantaran dilewati oleh sebuah arus maka
pada kedua ujung penghantar tersebut akan muncul beda potensial, atau Hukum Ohm
menyatakan bahwa tegangan melintasi berbagai jenis bahan pengantar adalah berbanding
lurus dengan arus yang mengalir melalui bahan tersebut.
Secara matematis :
V = I.R
Hukum Kirchoff I / Kirchoffs Current Law (KCL)
Jumlah arus yang memasuki suatu percabangan atau node atau simpul samadengan arus
yang meninggalkan percabangan atau node atau simpul, dengan kata lain jumlah aljabar
semua arus yang memasuki sebuah percabangan atau node atau simpul samadengan nol.
Secara matematis :
Arus pada satu titik percabangan = 0
Arus yang masuk percabangan = Arus yang keluar percabangan

Dapat diilustrasikan bahwa arus yang mengalir samadengan aliran sungai, dimana pada
saat menemui percabangan maka aliran sungai tersebut akan terbagi sesuai
proporsinyapada percabangan tersebut. Artinya bahwa aliran sungai akan terbagi sesuai
dengan jumlah percabangan yang ada, dimana tentunya jumlah debit air yang masuk akan
samadengan jumlah debit air yang keluar dari percabangan tersebut.
Contoh :

Hukum Kirchoff II / Kirchoffs Voltage Law (KVL)


Jumlah tegangan pada suatu lintasan tertutup samadengan nol, atau penjumlahan
tegangan pada masing-masing komponen penyusunnya yang membentuk satu lintasan
tertutup akan bernilai samadengan nol.
Secara matematis :
V = 0
Contoh :

BAB III
PENUTUP
Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang
saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan
tertutup. Elemen atau komponen yang akan dibahas pada mata kuliah Rangkaian Listrik
terbatas pada elemen atau komponen yang memiliki dua buah terminal atau kutub pada
kedua ujungnya. Untuk elemen atau komponen yang lebih dari dua terminal dibahas pada
mata kuliah Elektronika.
Pembatasan elemen atau komponen listrik pada Rangkaian Listrik dapat
dikelompokkan kedalam elemen atau komponen aktif dan pasif. Elemen aktif adalah
elemen yang menghasilkan energi dalam hal ini adalah sumber tegangan dan sumber arus,
mengenai sumber ini akan dijelaskan pada bab berikutnya. Elemen lain adalah elemen
pasifdimana elemen ini tidak dapat menghasilkan energi, dapat dikelompokkan menjadi
elemen yang hanya dapat menyerap energi dalam hal ini hanya terdapat pada komponen
resistor atau banyak juga yang menyebutkan tahanan atau hambatan dengan simbol R,
dan komponen pasif yang dapat menyimpan energi juga diklasifikasikan menjadi dua
yaitu komponen atau lemen yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet dalamhal
ini induktor atau sering juga disebut sebagai lilitan, belitan atau kumparan dengan simbol
L, dan kompone pasif yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet dalam hal ini
adalah kapasitor atau sering juga dikatakan dengan kondensator dengan symbol C.