Anda di halaman 1dari 4

KPK segel beberapa aset rumah Fuad Amin di Surabaya Reporter : Moch. Andriansyah | Rabu, 21 Januari 2015 16:40

KPK segel beberapa aset rumah Fuad Amin di Surabaya Reporter : <a href=Moch. Andriansyah | Rabu, 21 Januari 2015 16:40 Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menyita rumah berukuran sekitar 50 x 100 meter di Kertajaya Indah Blok G110-111, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/01). Bangunan ini, diketahui sebagai salah satu rumah milik Ketua DPRD Bangkalan, Madura, Fuad Amin Imron , yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KP milik mantan Bupati Bangkalan ini terlihat masih dalam proses renovasi alias setengah jadi dan ditutup dengan pintu seng (plat tipis). Dari pantauan di lapangan, segel atau plakat yang dipasang KPK pada pintu seng bagian depan dan belakang rumah Fuad Amin itu, bertuliskan KPK pada sisi kanan atas dan sisi kiri bawah terdapat K . tulisan: Ttd, penyidik pada KPK. Sementara pada sisi Saat disegel oleh pihak KPK, rumah berlantai tiga tengah: Berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Nomor: Sprin.sita - 75/01/12/2014, tanggal 22 Desember 2014, tanah dan bangunan ini telah disita dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan tersangka H Fuad Amin. Informasi yang digali dari warga sekitar menyebut, penyegelan yang dilakukan pihak KPK terhadap salah satu rumah Fuad Amin itu, dilakukan sekitar antara pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. " id="pdf-obj-0-7" src="pdf-obj-0-7.jpg">

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menyita rumah

berukuran sekitar 50 x 100 meter di Kertajaya Indah Blok G110-111, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/01). Bangunan ini, diketahui sebagai salah satu rumah milik Ketua DPRD Bangkalan, Madura, Fuad Amin Imron, yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KP

milik mantan Bupati Bangkalan ini terlihat masih dalam proses renovasi alias setengah jadi dan ditutup dengan pintu seng (plat tipis). Dari pantauan di lapangan, segel atau plakat yang dipasang KPK pada pintu seng bagian depan dan belakang rumah Fuad Amin itu, bertuliskan KPK pada sisi kanan atas dan sisi kiri bawah terdapat

  • K. tulisan: Ttd, penyidik pada KPK. Sementara pada sisi

Saat disegel oleh pihak KPK, rumah berlantai tiga

tengah: Berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Nomor:

Sprin.sita - 75/01/12/2014, tanggal 22 Desember 2014, tanah dan bangunan ini telah disita dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan tersangka H Fuad Amin. Informasi yang digali dari warga sekitar menyebut, penyegelan yang dilakukan pihak KPK terhadap salah satu rumah Fuad Amin itu, dilakukan sekitar antara pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB.

"Ada sekitar 15 orang yang datang. Informasinya KPK, polisi, camat dan lurah sini (Kertajaya)," terang salah satu satpam Perumahan Kertajaya Indah, Iman. Iman juga mengatakan, saat melakukan penyegelan, para juru sita dari KPK itu tidak sampai masuk ke dalam rumah. "Rumahnya memang kosong dan belum selesai dibangun. Mereka (KPK)cuma terlihat memasang plakat sita di bagian depan dan belakang

rumah," sambung Iman. Sementara usai memasang segel di rumah Fuad Amin itu, informasi lain menyebut kalau KPK juga melaksanakan kegiatan sita aset milik Fuad Amin di beberapa lokasi lainnya di Kota Pahlawan. Beberapa aset rumah yang juga disita KPK selain di Kertajaya Indah, diantaranya yang ada di kawasan Kenjeran dan Graha Family Surabaya. Namun, belum ada statement resmi terkait

Jumat, 05 Desember 2014, 20:38 WIB

informasi ini dari pihak KPK.

KOMENTAR : Pejabat pemerintah member contoh yang tidak baik dengan mengkorupsi uang rakyatnya. Itu seharusnya tidak patut dicontoh, pejabat pemerintah wajibnya memakmurkan hidup rakyatnya bukan malah memakan uang rakyatnya.

"Ada sekitar 15 orang yang datang. Informasinya KPK, polisi, camat dan lurah sini (Kertajaya)," terang salah

Menteri Anies Umumkan Hasil Evaluasi Kurikulum 2013

Anies Baswedan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah melakukan evaluasi yang matang, Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan mengumumkan hasil evaluasi Kurikulum

  • 2013 (K13) di Kantor

dinasnya, Jumat (5/12).

Ada tiga keputusan yang harus dijalankam terkait keputusan yang dihasilkan. Pada dasarnya Kurikulum

  • 2013 membutuhkan

perbaikan yang bertahap

dan tidak terburu- buru."Kurikulum ini harus diperbaiki," kata Anies.

Tiga putusan itu adalah; Pertama, menghentikan Kurikulum 2013 untuk sekolah yang baru menyelenggarakannya selama satu semester dan kembali menggunakan

Kurikulum 2006. Kedua, melanjutkan K13 bagi sekolah yang telah melaksanakannya selama dua tiga semester sebagai sekolah percontohan. Khusus bagi sekolah yang

merasa belum sanggup bisa melaporkannya ke Kementerian Pendidikan.

Ketiga, K13 diserahkan

pada Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) serta Unit Implementasi Kurikilum (UIK). Dengan begitu perbaikan terhadap K13 tidak berhenti. "Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti. Namun akan diperbaiki dan dikembangkan di sekolah percontohan," tutur Anies.

KOMENTAR : Banyak pelajar yang mengeluh tentang kurikulum 2013, tugas yang banyak dan system pembelajaran yang baru membuat siswa bingung.

  • 2014 Jadi Tahun Arogansi Politik Akibat Persaingan Pilpres

By Taufiqurrohman on Des 17, 2014 at 13:08 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah melakukan evaluasi yang matang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan mengumumkanTaufiqurrohman on Des 17, 2014 at 13:08 WIB Liputan6.com, Jakarta - Peneliti Soegeng Sarjadi Sindicate (SSS) Toto Sugiarto menilai 2014 sebagai tahun arogansi politik . Arogansi yang terjadi baik di parlemen pusat, maupun daerah, merupakan dampak dari persaingan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 yang tidak tuntas. "Saat Pemilu dan khusunya Pilpres yang lalu, kontestasi terjadi amat runcing bahkan melebihi pemilu-pemilu sebelumnya yang membuat kontestasi politik berlanjut meski " id="pdf-obj-2-37" src="pdf-obj-2-37.jpg">

Liputan6.com, Jakarta

- Peneliti Soegeng Sarjadi Sindicate (SSS) Toto Sugiarto menilai 2014 sebagai tahun arogansi politik. Arogansi yang terjadi baik di parlemen

pusat, maupun daerah, merupakan dampak dari persaingan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 yang tidak tuntas.

"Saat Pemilu dan khusunya Pilpres yang lalu, kontestasi terjadi amat runcing bahkan melebihi pemilu-pemilu sebelumnya yang membuat kontestasi politik berlanjut meski

Pemilu 2014 sudah usai. Itu yang menyebabkan arogansi politik contohnya ada 2 kubu yakni KMP dan KIH sampai ke DPR," kata Toto dalam diskusi bertajuk '2014: Tahun Arogansi Politik', di Wisma Kodel, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Toto mengatakan, kontestasi ketika Pilpres lalu ada persaingan dan kampanye yang tidak sehat. Ia mencontohkan, kampanye Pilpres banyak sekali yang mengarah ke personal masing-masing calon.

"Di media sosial itu banyak sekali terjadi kampanye yang mengarah sangat personal. Untuk calon yang satu dalam kampanyenya foto sama istrinya tapi yang satu lagi

foto sedang mencium kuda. Ini sangat tajam dan berpotensi menimbulkan kekerasan," ujar dia.

Akibatnya, lanjut dia, persaingan antar kedua kubu pengusung berlanjut hingga kini. Arogansi politik antar kedua kubu sangat terlihat ketika parlemen yang seharusnya bekerja untuk kepentingan rakyat, kini terbelah dan saling membela masing- masing kubu.

"Kontestasi masih berlanjut sampai sekarang, pembelahan itu masih ada. Meskipun DPR sudah menyatakan menjadi satu, tapi pengkubuan itu ada. Itu akibat kampanye yang mengarah ke lawannya secara personal, timbulnya menjadi dendam politik dan dendam personal,"

beber dia.

Oleh karena itu, Toto mengharapkan persaingan dan arogansi politik yang terbawa hingga kini bisa segera diselesaikan dan sama-sama bertujuan untuk membangun bangsa, bukan saling arogan untuk balas dendam.

"Seharusnya usai Pilpres kita sama- sama membangun bangsa ini, bukan persaingan politik dan arogansi politik yang ditunjukkan," tandas Toto Sugiarto.

KOMENTAR : pilkada di Indonesia ditahun 2014 memang sangat panas hingga menjadi tranding topic disetiap media, tetapi semua berjalan dengan lancar.