Anda di halaman 1dari 2

PEMASANGAN PLANG/STIKER TERHADAP

WAJIB PAJAK YANG MENUNGGAK PBB P2


17-18 Desember 2014

Pajak Daerah merupakan kontribusi


wajib kepada Daerah yang terutang oleh
orang pribadi atau badan yang bersifat
memaksa
berdasarkan
UndangUndang, dengan tidak mendapatkan
imbalan secara langsung dan digunakan
untuk keperluan Daerah bagi sebesarbesarnya kemakmuran rakyat.
Sebagai sumber pendapatan daerah,
pajak berfungsi untuk membiayai
pengeluaran-pengeluaran
daerah.
Untuk melaksanakan pembangunan
Kota Bogor pemerintah membutuhkan
biaya, yang salah satunya bersumber
dari penerimaan pajak. Sesuai dengan
semangat otonomi, daerah tidak bisa
menggantungkan
pembiayaan
pembangunannya semata-mata dari
pemerintah pusat
1

Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan


Perkotaan (PBB P2) merupakan pajak
daerah yang baru dikelola oleh Pemkot
Bogor sejak tahun 2013, sesuai perintah
UU 28 tahun 2009 tentang Pajak daerah
dan Retribusi Daerah yang kemudian
ditindaklanjuti dengan Perda Kota Bogor
Nomor 2 tahun 2012 tentang Pajak
Bumi dan Bangunan Perdesaan dan
Perkotaan.
Pelimpahan kewenangan pemungutan
PBB P2 sekaligus diikuti pelimpahan
tanggung jawab penagihan tunggakan
piutang yang mencapai 180 Milyar. Ini
merupakan
tantangan
yang
mengharuskan
pemerintah
untuk
bersungguh-sungguh
melakukukan
upaya penagihan.
2

Pemasangan Plang/Stiker terhadap 15


Objek Pajak ini merupakan upaya
mengkampanyekan
kepatuhan
pembayaran pajak daerah kepada

warga kota bogor, khususnya wajib


pajak PBB P2. Tindakan ini merupakan
rangkaian yang sudah dilakukan sejak
Triwulan Ketiga tahun 2013 dengan
menyampaikan Surat Pemberitahuan
Tunggakan PBB P2, yang kemudian
diulangi lagi pada tahun 2014 dengan
menyampaikan Surat pemberitahuan
Tunggakan PBB P2, dan kemudia Surat
teguran Tunggakan PBB P2.
Bahwa dalam rangka meningkatkan
partisipasi warga dan menciptakan rasa
keadilan bagi semua dalam pembiayaan
pembangunan,
melalui
kampanye
kepatuhan Pembayaran pajak ini,
pemerintah
Kota
Bogor
ingin
menggugah
dan
meningkatkan
kesadaran dan kepedulian dalam
membayar pajak.
3

Sebagai kelanjutan dari kegiatan ini, ke


depan Pemerintah Kota Bogor dalam
upaya
meningkatkan
partisipasi
pembayaran
pajak,
akan
mulai

melakukan penegakan sanksi, sebagai


berikut;
1. Wajib Pajak yang tidak memenuhi
kewajiban pembayaran pajak selama 6
(enam) bulan berturut-turut dilakukan
penutupan
sementara,
penyegelan,
dan/atau pembekuan izin;
2. Wajib Pajak yang memiliki piutang pajak
sebesar Rp.100.000.000,- (seratus juta
rupiah) atau lebih, ditetapkan sebagai
Daftar Hitam (black list) Perpajakan
Daerah
3. WP yang tercantum dalam Daftar Hitam

(black list) tidak dapat membuka usaha


di Kota Bogor sampai piutang dilunasi
Selain itu, dalam rangka pengamanan
potensi pendapatan daerah, untuk
semua jenis pajak,
sedang dikaji
dengan
sungguh-sungguh
wacana

kerjasama dengan aparat penegak


hukum, sehingga ke depan tidak ada
lagi potensi pajak tidak dapat dipungut
Dasar Hukum Pemasangan Plang/Stiker:
1. Pasal 58 Peraturan Daerah Kota Bogor

Nomor 21 tahun 2011 tentang


Ketentuan Umum Pajak Daerah diatur
bahwa terhadap Wajib Pajak yang tidak
memenuhi kewajiban pembayaran pajak
selama 6 (enam) bulan berturut-turut
dilakukan
penutupan
sementara,
penyegelan, dan/atau pembekuan
izin;
2. Pasal 45A Peraturan Walikota Bogor
Nomor 19 tahun 2013 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota
Bogor Nomor 21 tahun 2011 tentang

Ketentuan
Umum
Pajak
Daerah
sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Walikota Bogor Nomor 28
tahun 2014 diatur bahwa wajib pajak
yang
tidak
memenuhi
kewajiban
pembayaran pajak terutang selama 6
(enam) bulan berturut-turut dilakukan
penutupan sementara, penyegelan, dan
atau pembekuan izin.