Anda di halaman 1dari 3

ANALIS INTELIJEN

Sesuai dengan judul bukunya, maka isi utama dari buku ini adalah
membicarakan tentang macam-macam analisis yang digunakan oleh lembaga
atau badan intelijen di hampir semua negara, dimana macam-macam analisis itu
antara lain, analisa hubungan (link analysis), analisa kecenderungan (trend
analysis), analisa bentuk atau pola (pattern analysis), analisis antisipasi
(anticipatory analysis), analisis teknis (technical analysis), analisis anomali
(anomaly analysis), analisis budaya (cultural analysis) dan analisis semiotika
(semiotics analysis). Sebelum melakukan analisis, maka analis intelijen perlu
melakukan decomposition (penguraian) atau memilah informasi mana yang
dapat dianalisa dan informasi mana yang tidak dapat dianalisa, karena tidak
semua informasi adalah intelijen, walaupun intelijen itu adalah informasi.

Dalam kata pengantarnya, Letjen Purn Patrick M Hughes menyatakan,


forecasting atau perkiraan adalah pekerjaan yang berbahaya khususnya yang
terkait dengan masa depan. Untuk dapat melakukan perkiraan dengan tepat,
analis intelijen harus terbiasa dengan berfikir secara kritis atau critical thinking,
karena jika berfikir kritis dapat dilakukan dengan baik, maka berpikir kritis adalah
sebuah kekuatan. Tetapi, untuk mencapainya, analis intelijen harus sabar dan
introspektif. Mereka harus selalu dapat membaca dan mengambil sikap kritis
yang konstruktif dan mengembangkan kemampuan kognitifnya. Ini semua adalah
pekerjaan kemanusiaan.
Untuk dapat menilai analisa intelijen itu baik atau tidak, maka pendapat singkat
Brigjen Purn Wayne Michael Hall yang juga salah seorang penulis buku ini
menyatakan Do not go where the path may lead, go instead where there is no
path and leave a trail. Pernyataan ini jelas syarat dengan filsafat intelijen antara
lain intelijen tidak boleh meninggalkan jejak, karena kalau masih meninggalkan
jejak yang mudah diikuti oleh lawan, maka sejatinya bukan insan intelijen yang
profesional.
Untuk dapat melakukan analisa dengan baik, analis intelijen harus mengetahui
semua aspek budaya dimana mereka beroperasi (hal 35), karena budaya adalah
salah satu yang diamati intelijen, disamping situasi yang berkembang, teknik,
fungsional dan biometrik (hal 38). Untuk dapat melakukan analisa intelijen ke
tingkat advance, maka diperlukan analis-analis intelijen yang mampu berpikir
secara luar biasa dan diluar pemikiran banyak orang, terutama terkait dengan
globalisasi, dunia modern, budaya, teori militer, bagaimana mengumpulkan
informasi dan menganalisanya (hal 39).
Link analysis terkait dengan pengetahuan yang mendalam tentang hubungan
dan keterkaitan antara sejumlah orang dan organisasi, termasuk di dalamnya
pengetahuan tentang hubungan diantara kekuatan koalisi ataupun mitra serta
hubungan antara musuh dan lingkaran mereka. Link analysis juga sangat penting
untuk memahami keterkaitan beberapa elemen seperti lingkungan, infrastruktur,
orang, organisasi dan proses budaya seperti agama (hal 121).

Link analysis memiliki hubungan yang erat dengan analisa kecenderungan,


budaya, agregrasi, anomali dan sintesis. Hubungan antara link analysis dengan
tendency analysis adalah kecerdasan dalam mengartikan pikiran dan studi
tentang kecenderungan umum dari masyarakat, tingkah lakunya dan kegiatan
dalam organisasi. Sementara itu, hubungan antara link analysis dengan analisis
budaya adalah analisa budaya merupakan pengetahuan tentang budaya umum
masyarakat, pola tingkah laku mereka berdasarkan tradisi dan budaya meliputi
sikap, tingkat laku, norma sosial dan kondisi-kondisi (hal 127)
Analisis agregrasi diterjemahkan sebagai kecerdasan untuk menerjemahkan
beberapa hal, memberikan pengelompokkan, pergerakan, kerja bersama dan
hal-hal lainnya yang bersifat menyeluruh. Analisis anomali diterjemahkan sebagai
analisis yang menggambarkan apa yang terjadi jika situasi tidak normal (hal 128).
Dalam membuat link analysis ada beberapa pertanyaan kuncinya yaitu apa yang
terhubungkan, apa bentuk-bentuk hubungan yang telah ada, apa yang dapat
dilakukan dari hubungan tersebut, apa hubungan antara beberapa link dalam
membentuk jejaring yang lebih besar, apakah dalam hubungan tersebut ada
yang membangkang, apakah hubungan tersebut terkait self cleansing serta
bagaimana pandangan musuh terhadap hubungan tersebut (hal 129-130).
Pattern analysis dibentuk berdasarkan pola hubungan tingkah laku manusia
dalam kegiatan sehari-harinya, interaksi dan transaksi yang dilakukan, strategi,
kemauan dan pembuatan keputusan. Analis harus memahami ada empat jenis
bola yaitu teknis, sosial/human, fungsional dan organisasi. Analisis juga harus
menyadari bahwa analisis pola/bentuk adalah salah satu bagian terpenting untuk
mengantisipasi pergerakan ke depan musuh atau lawan, yang dapat diikuti dari
kebiasaannya setiap hari, jalan pikirannya dan tindakan-tindakannya. Analisis
pola juga meliputi tingkah laku yang menyimpang dan aktivitas kriminal (hal 139141).
Analisa kecenderungan memiliki sejumlah subyek yaitu pertama, human/social
trends yaitu tentang kegiatan manusia mulai dari rekreasi, bekerja, menikah dan
informasi yang berubah. Functional trends yang terkait dengan fungsi-fungsi
yang dilakukan oleh kelompok pemberontak/insurgensi. Ketiga, technical trends
terkait dengan aktivitas telpon menelpon, akses dan penggunaan internet,
penggunaan listrik, air, mobil dan infrastruktur medis. Keempat, organizational
trends terkait dengan jaringan organisasi, output baik yang direncanakan atau
tiba-tiba serta untuk mengidentifikasi dan memahami kecenderungan yang tidak
nyata (hal 156).
Analisis antisipasi memfokuskan kepada bagaimana cara berpikir musuh,
persepsi, energi, kegiatan dan langkah-langkah mereka, juga dalam rangka
mengembangkan hipotesis tentang niat musuh, hal-hal yang ingin dicapai,
strategi, motivasi, pengambilan keputusan, kemampuan, penciptaan kondisi yang
diperlukan dan sejumlah kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi keinginannya
(hal 167).

Ada beberapa tantangan dalam membuat analisis antisipasi yaitu: pertama,


analisis intelijen harus mengetahui dan memahami bagaimana cara musuh
berpikir. Kedua, analisis antisipasi harus berani memperjuangkan inisiatifnya
berdasarkan pengetahuan yang benar, namun kadang-kadang hal ini juga
menimbulkan masalah tersendiri. Ketiga, analis harus mengantisipasi aktivitasaktivitas musuh dalam sebuah pertanyaan. Keempat, analis antisipasi harus
dapat bekerjasama dengan spesialis pengumpul informasi untuk mendapatkan
informasi yang diperlukan. Kelima, analis juga harus mengerti budaya tempat
dimana dia bekerja (hal 181-184).
Tendency analysis akan membantu analis untuk mengetahui langkah-langkah
halus, nuansa indikator, tanda-tanda dll dari agenda tersembunyi dari kelompok
teroris dan aktivitas potensial mereka. Analisis tendency juga membantu analis
mengantisipasi langkah-langkah ke depan musuh, aktivitas dan kegiatannya ( hal
207).
Analisis anomali adalah analisis yang mengkhususkan kepada budaya
bertetangga, sehingga anomaly analysis terkait erat dengan cultural analysis
yang berisi tentang hal-hal khusus dari tradisi, tingkah laku, norma-norma sosial
dan kondisi di tengah masyarakat dan semiotics analysis yang menekankan
kepada simbol-simbol budaya seperti lukisan, tanda-tanda, simbol, fotografi,
kata-kata,
suara,
gerak
tubuh
dan
grafiti.

Dalam cultural analysis, maka intelijen juga harus memperhatikan beberapa hal
antara lain, kehidupan bertetangga, aktivitas normal dan tidak normal yang
muncul, interaksi diantara penduduk, bagaimana transaksi yang terjadi,
bagaimana kegiatan sosial, politik, keagamaan dan kesenangan lainnya yang
muncul di tengah masyarakat, aktivitas orang dan organisasi yang ada,
bagaimana kehidupan masyarakat terkait dengan perbedaan agama dan
pemimpin yang berbeda budaya, bagaimana pakaian penduduk setempat,
bagaimana cara mereka berbicara dan bagaimana gestur mereka (hal 243).
Oleh karena tugasnya yang berat, menantang dan beresiko tinggi, maka aparat
intelijen yang profesional adalah mereka yang cerdas, fleksibel, dan termasuk
orang-orang yang unik.