Anda di halaman 1dari 4

1.

Pendahuluan
Pasar modalbergantung padaberbagaiinformasi untuk mendukungpengambilan
keputusan dan laporan keuangan adalah salah satu yang paling diandalkan
sehingga standarisasi diperlukan untuk menyeragamkan standar pelaporan
keuangan agar laporan keuangan tersebut dapat berfungsi sebagai bahasa bisnis
dan mencegah perbedaan penyajian yang sering menjadi kontroversi seperti kasus
sewa
Akuntansi
seperti
ilmu
fisika
yaitu
memerlukan
pengamatan
dan
penggambaran/penyajian dengan akurasi tinggi. Namun banyak perdebatan meski
ada beberapa hal yang disepakati seperti untuk siapa laporan keuangan, informasi
apa yang disampaikan dan bagaimana cara terbaik untuk memahaminya. Sehingga
diperlukan revisi Kerangka Konseptual karena KerangkaKonseptualmenetapkanarah
perjalanan.
2. Peran apa yangharus dilakukan olehKerangkaKonseptual?
Kerangka Konseptualdirevisifit-for-purpose denganpertimbangan bahwa tidak sulit
menyampaikan informasi keuangan yang lengkap dan bermanfaat dalam bentuk
yang sangat ringkas.
3. PeranKerangkadalampenetapan standar
Peran kerangka konseptual dalam penetapan standar?.. apakah memerankan
kerangka konseptual yang lebih legalistik seperti konstitusi dimanaKerangka
Konseptualberperan
seperti
peta/petunjukyang
cukuprincimenetapkantopografidanfiturlanskappelaporan keuangan dengan alasan
menetapkanprinsip-prinsip intiyang mendukungpelaporan keuangan dan dapat
bertahan lebih lama atau sebagai peta/petunjuktingkat tinggiyang menyorotifitur
kunci darilanskaptetapi tidakmemberikan dasar untukmenjelajahi daerahtersebut
kelebihannya kerangka konseptual ini menjadi sarana menyuarakan beberapa
keyakinan dan pemahaman dari penentu standar sehingga lebih transparan.
Selain
itu
kelemahan
Konseptunggal
berpotensidapat
mengakibatkanperlakuanakuntansi
yang
berbedadalam
standar
akuntansiindividu.Tingkatdetail dariKerangka Konseptualjugamemiliki pengaruh
padaruang gerak pembuat standarsaatmengaplikasikannya.
4. Ruang lingkup kerangka
Berkaca pada pelajaran sejarah skandal perusahaan dekade ini maka dibutuhkan
pengungkapan yang lengkap atas kinerja perusahaan dan posisi keuangan,
sehingga apakahlingkupKerangka Konseptualcukup luasdan apakahada daerahbaru
yangperlu dikembangkan? Mengingat kerangka konseptual belum berubah sejak
dicanangkanolehFASBpada 1970-an.

ambisi para pemimpin G20 untukmemilikisatu set berkualitastinggistandar yang


diterimas
ecara
global.
IASB
juga
punya
ambisi,
seperti
yang

tercantumdalamKerangkaKonseptual yang ada, adalahbahwa halite juga akan


digunakan" untuk membantu tubuh penetapan standar nasional dalam
mengembangkan standar nasional " .FASB ,Dewan Standar Akuntansi SektorPublik
Internasional dan pembuat standar lainnya memiliki kerangka kerja konseptual
mereka
sendiri.
Apakah
perbedaan
sebenarnya
menandakan
prinsip
alternatifatauituhanyamasalahsemantik
di
manaarti
yang
diinginkanadalahsamatapiadaacuannya .apa yang harus disertakan dalam kerangka
konseptual ?
yang harus ditangani dalam Kerangka Konseptual seperti pelayanan , peran model
bisnis
dalam
pelaporan
keuangan
,
menentukan
unit
rekeningdankonseppemeliharaan modal .
Kami akan menyarankan mereka dengan beberapa blok bangunan inti yang saat ini
tidak ada dari Kerangka Konseptual,dan perlu diberikan pertimbangan hati-hati oleh
IASB. Mungkin akan membantu untukpembuat standar untuk menjelaskan apa yang
memberikan utilitas informasi keuangan dan mengapa;jika tidak terlalu banyak
asumsi yang digunakan tentang pengguna hipotetis dan antisipasi kebutuhan
informasi mereka.
Scope dari financial reporting-> Salah satu pertanyaan mendasar dalam konseptual
framework adalah terkait batasan dan tujuan dari laporan keuangan. Saat ini,
batasan laporan keuangan dengan informasi lain telah menjadi bias. Ruang lingkup
laporan keuangan tidak dijelaskan lebih lanjut dalam makalah diskusi
IASB,Memahami tentang ruang lingkup akan sangat berguna bagi pihak
manajemen.
CONCEPTUAL FRAMEWORK yg baru tidak terlalu memperhatikan management
performance (stewardship) karena user dianggap hanya ingin tahu ttg future cash
flow prusahaan, padahal pandangan ini salah, hanya pandangan sempit. karena
penelitian membuktikan bahwa user jg ingin tahu bgm managemen mengelola dan
maximizing firms value dalam tujuan utamanya meningkatkan shareholders wealth
CONCEPTUAL FRAMEWORK baru harus memberikan standar secara eksplisit tentang
kesatuan unit (unit of account) untuk suatu perlakuan. Jd misalnya depresiasi thdp
asset yg kompleks misalnya gedung. IFRS menyarankan gedung harus dipisah2
menjadi part2 yg lebih kecil utk keperluan depresiasi (depresiasi masing2 part),
namun seberapa jauh pembagian tsb dan materialitasnya, harus di-define secara
jelas oleh CONCEPTUAL FRAMEWORK.

Hal penting lainnya berkenaan dengan perubahan definisi adalah bahwa tidak perlu lagi
menjadi harapan bahwa manfaat ekonomi masa depan akan mengalir dari aset, ia mampu
menghasilkan arus masuk manfaat ekonomi dan tidak ada kemungkinan batas minimum.
Sebagai contoh yang diberikan dalam lembar diskusi adalah tiket lotre, di mana aset adalah hak
untuk mengikuti undian, bukan hadiah uangnya. Poin pentingnya adalah lotre bisa saja
memberikan keuntungan di masa yang akan datang, bukan harapan untuk memperoleh hadiah
itu.

Perubahan diusulkan untuk definisi kewajiban. Sekali lagi pengeluaran yang 'diharapkan'
berubah menjadi 'kemampuan', seperti adanya suatu kewajiban yang tidak ada harapan bahwa
akan ada uang tunai mengalir pada tanggal pelaporan. Ekspektasi uang keluar merefleksikan
pengukuran kewajiban.
IASB mengusulkan untuk mengubah kriteria pengakuan saat ini. Sebaliknya, IASB akan
memutuskan pada tingkat standar saat aset atau kewajiban tidak diakui karena: (a) gagal untuk
menyediakan informasi yang relevan; atau (b) tidak ada ukuran yang memberikan representasi
yang tepat.
Perubahan yang diusulkan IASB terhadap definisi aktiva dan kewajiban muncul untuk
mengalihkan perdebatan dari keberadaan aset dan kewajiban untuk pengukuran. Perubahan
mungkin memiliki implikasi yang signifikan untuk pelaporan keuangan.

Pengukuran
Sejak awal abad 20, pemikir akuntansi telah berkutat dan mencari alternatif solusi dalam
mengukur item-item dalam laporan keuangan. Pengukuran ini termasuk pengukuran terhadap
pengakuan awal dan pengukuran selanjutnya. Perdebatan semakin menggelora terhadap
relevansi antara historical cost dengan current value. Dalam penentuan nilai saat ini, terdapat
berbagai basis pengukuran yang akan digunakan, dari exit price hingga entry price yang
berhubungan dengan pasar, dan kombinasi dari keduanya, serta nilai-nilai entitas spesifik
seperti sebagai nilai yang digunakan.
Dalam dekade terakhir, IASB mempertimbangkan fair value untuk menjadi basis pengukuran
yang paling relevan untuk banyak transaksi. Meskipun, terdapat komponen assets dan liabilities
yang tidak diperdagangkan sehingga tidak memiliki fair value. Selain itu, fair value dirasa
kurang menunjukkan jumlah historical cost dan kurang objektif.
IASB mengusulkan pengukuran campuran (mixed measurement model), di mana komponen
yang ditujukan untuk menghasilkan (assets) atau yang ditujukan untuk dilunasi (liabilities)
menentukan pengukuran mana yang akan digunakan. IASB juga mengindikasikan bahwa
pemilihan metode pengukuran harus mempertimbangkan dampak yang akan dihasilkan
terhadap laporan posisi keuangan, laporan rugi laba, dan OCI. Hal ini bermanfaat mengingat
bahwa beberapa pihak khawatir bahwa Conceptual Framework memiliki laporan posisi
keuangan yang bias.
IASB harus mempertimbangkan ulang terhadap: objektivitas pengukuran dan faktor-faktor
pendukung yang diambil dalam menentukan basis pengukuran yang paling cocok.

Penyajian dan pengungkapan


Kerangka konseptual untuk penyajian dan pengungkapan lebih kepada
pemikiran dasar mengenai tujuan laporan keuangan dan hal apa yang ingin
diinformasikan.

Contohnya dalam hal comprehensive income yang diartikan sebagai perubahan


pada aset dan utang (equity) sedangkan pengguna laporan keuangan ingin
mengetahui profit yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Berdasarkan pada
hal tersebutlah makanya dalam beberapa dekade ini profit berusaha dikeluarkan
dari income statement sehingga dapat lebih menunjukan net income yang
sebenarnya dari proses operasional perusahaan. Seperti kita ketahui bahwa income
terbagi kedalam income dari operasional perusahaan, other income, other
comprehensive income dan comprehensive income.
Untungnya untuk masa sekarang terdapat other comprehensive income
melengkapi

Revenues,

expenses, gains and losses yang

yang

belum realized.

Contohnya Unrealized holding gains or losses on investments yang diklasifikasikan


sebagai available for sale
Apakah peta atau kompas yang kita butuhkan?
Dalam hal ini, kerangka konseptual harus dapat menunjukkan jalan untuk
menuju keinginan kita.Maksudnya sebagai kompas yang menunjukkan arah atau
lebih akurat lagi peta yang menunjukkan posisi kita dan posisi yang kita
inginkan.Segala hal yang menjadi permasalahan dan isu-isu yang terjadi harus
dapat diselesaikan oleh kerangka konseptual sehingga dapat mengarahkan
pengguna untuk mengambil keputusan yang tepat.