Anda di halaman 1dari 6

KEPERAWATAN ANAK

Disusun Oleh :
YUSJAN NAUFAL

YAYASAN ALIH TEKNOLOGI


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
BANDAR LAMPUNG
2009

PERSPEKTIF KEPERAWATAN ANAK


Konsep dasar keperawatan anak
Dewasa ini keperawatan anak telah mengalami pergeseran yang sangat
mendasar.Anak sebagai klien tidak lagi dipandang sebagai orang
dewasa,melainkan seagai makhluk unik yang memiliki kebutuhan spesifik
dan berbeda dengan orang dewasa.
Demikian juga keluarga,tidak lagi dipandang hanya sebagai pengunjung bagi
anak yang sakit,melainkan sebagai mitra bagi perawat dalam meenentukan
kebutuhan anak dan pemenuhannya dalam bentuk pelayanan yang berpusat
pada keluarga (Family centred care).
Tindakan yang dilakukan dalam mengatasi masalah anak,apapun
bentuknya,harus berdasarkan pada prinsip atraumatic care atau asuhan yang
terapeutik.
Setiap perawat perlu memahami perspektif keperawatan anak sehingga
dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada anak selalu berpegang pada
prinsip dasar ini.
Perspektif keperawatan anak merupakan landasan berpikir bagi seorang
perawat anak dalam melaksanakan pelayanan keperawatan terhadap klien
anak maupun keluarga nya. Isi bahasan perspektif keperawatan anak
mencakup perkembangan keperawatan anak,falsafah keperawatan anak,dan
peran perawat anak.

PERKEMBANGAN KEPERAWATAN ANAK


Untuk dapat memahami perkembangan keperawatan anak,kita diajak
untuk mempelajari evolusi kesehatan anak dan keperawatan anak.Sebelum
abad ke-19,kesehatan anak kurang mendapat perhatian dari berbagai
pihak.Jumlah tenaga kesehatan terutama dokter dan bidan sangat
sedikit,sementara epidemik terjadi di banyak tempat dan tidak ada
kontrol.Selain itu ,buku-buku informasi tentang kesehatan anak sangat
sedikit.Pelayanan kesehatan yang dijalankan untuk anak hanya terbatas pada
daerah perkotaan dan dalam bentuk pelyanan keliling dan perawatan
tradisional.Statistik tentang status kesehatan anak tidak ada,padahal wabah
penyakit pada anak banyak terjadi,seperti cacar,flu,difteri,dan terjadi
epidemik secara perlahan,terutama karena penyakit TBC dan gangguan gizi.
Akhir abad ke-19 dikatakan sebagai abad kegelapan untuk kesehatan anak
(the dark age of paediatric).Sampai pada pertengahan tahun 1800 mulai ada
studi kesehatan anak yang dilakukan seorang tokoh kesehatan anak,yaitu
Abraham Jacobi yang melakukan penyelidikan tentang penyakit pada
anak.ia memperhatikan kesehatan anak,khususnya pada tunawiswa dan
buruh.Upaya didukung oleh seorang wanita yang bernama Lilian wald,yang
mengembangkan pelayanan keperawatan yang juga berfokus pada kegiatan
sosial,program sosial,ddan pendidikan khusus untuk orang tua dalam hal
perawatan anak sakit.Selanjutnya,tumbuh upaya anak sekolah(UKS) dan
berkembang kursus-kursus kesehatan sekolah.
Awal tahun 1900,perawatan isolasi berkembang sejak ditemukan penyakit
menular.Orang tua dilarang untuk mengunjungi anak dan membwa barangbarang atau mainan dari rumah ke rumah sakit.Akan tetapi,pada tahun 1940
ditemukan efek psikologis dari tindakan isolasi,yaitu anak menjadi stress
selama berada di rumah sakit.Karena anak stress dan gelisah serta tidak
tenang berada di rumah sakit tanpa ada orang tua di sampingnya,orang tua
pun semakin stress.Akhirnya,orientasi pelayanan keperawatan anak berubah
menjadi rooming in,yaitu orang tua boleh tinggal bersama anak nya di
rumah sakit selama 24jam.Selain itu,mainan boleh dibawa ke rumah
sakit,dan penting untuk perawat atau tenaga kesehatan mempersiapkan anak
dan orang tua nya sebelum di rawat di rumah sakit.

Dengan demikian,pendidikan kesehatan untuk orang tua menjadi sngat


penting untuk dilakukan oleh perawat.Kerjasama antara orang tua dan team
kesehatan dirasakan besar manfaatnya dan orang tua di dorong untuk
berpartisipasi aktif dalam perawatan anaknya dan orang tua tidak hanya
sekedar
pengunjung
bagi
anaknya.Beberapa
bukti
ilmiah
menunjukanpentingnya keterlibatan orang tua dalam perawatan anaknya ddi
rumah sakit(darbyshire,1992 dan carter dan dearmun,1995)
Keberadaan orang tua terutama kelompok orang tua yang anaknya
mempunyai jenis penyakit yang sama ternyata dapat membuat orang tua
lebih percaya diri dalam merawat anaknya dan merasa ada dukungan
psikologis sehingga diharapkan dapat bekerjasama sebagai mitra team
kesehatan.

ATRAUMATIC CARE
Tindakan perawatan terapeutik untuk meminimalkan distress fisik dan
psikologik yang di alami dan keluarga dalam sistem pelayanan kesehatan .
Distress fisik : kurang tidur,immobilisasi,gangguan rangsangan sensori
(nyeri).
Distress psikologis :Ansietas ,takut ,marah,kecewa,malu ,sedih.
3 PRINSIP UTAMA ATRAUMATIC CARE
1.Mencegah atau meminimalkan perpisahan anak dari keluarga.
2.Meningkatkan kontrol diri
3.Mencegah atau meminimalkan cedera tubuh
Contoh: Menyiapkan anak sebelum dilakukan prosedur tindakan
PRIMARY CARE
1.Perawatan fungsional primer
2.Masalah: Pengaturan jadwal
3.Perawatan anak:memberikan interfensi suportif yang konsistent bagi anak
dan berfokus pada keluarga sebagai bagian dari perencanaan dan
implementasi tintakan keperawatan.
MENEJEMEN KASUS
- Sistem pelayanan efektif dan efisiensi biaya.
- Peningkatan kepuasan klien/keluarga.
- Berkurangnya frakmentasi pelayanan pada kelompok klien.
- Pengelolaan pelayanan kesehatan terpadu untuk memperbaiki sistem
kesehatan yaitu dengan memberi layanan menyeluruh dengan biaya
terkendali.
- Peran perawat sebagai pemimpin tim kesehatan bukan sebagai pengikut
dalam pelayanan kesehatan.

PANDUAN PROSEDUR KLINIK DALAM KEPERAWATAN ANAK


COTOH :
1.Manajemen nyeri akut
2.Inkontinesia perkemihan
3.Perawatan luka dekubitus
4.Perawatan klien anak dengan depresi
5.Asuhan keperawatan anak dengan penyakit HIV