Anda di halaman 1dari 11

PENGANTAR ILMU HUMAS

MODEL TEORI GRUNIGS

NAMA KELOMPOK:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

ARIEF ILHAM ARIFIN


ARYA ADITYA
ANGGUN NUR LESTARI
WIDIANI INGGRID PERMATA
EGGY PRATAMA W.
CHRISTIA KUMALASARI
MOH. ADI FIRMANSYAH
IKHSAN

(210110110525)
(210110110701)
(210110110727)
(210110110720)
(210110110721)
(210110110741)
(210110110702)
(210110110718)

HUMAS C
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG

Grunigs Model and Simetrial Debate


Grunig Model (Four Model Of Public Relations)
Model Name

Type of Communication

Model Characteristics

Press

agentry/publicity One-way communication

model

Menggunakan persuasi dan


manipulasi

untuk

mempengaruhi

penonton

untuk berperilaku sebagai


Public Information model

One-way communication

organisasi keinginan
Menggunakan siaran pers
dan

lainnya

satu

arah

teknik komunikasi untuk


mendistribusikan informasi
organisasi.
sering
One-way

asymmetrical One-way communication

model

Praktisi

disebut

PR

sebagai

wartawan "di rumah.


Menggunakan persuasi dan
manipulasi

untuk

mempengaruhi

penonton

untuk berperilaku sesuai


keinginan organisasi. Tidak
menggunakan
untuk

penelitian
mengetahui

bagaimana public merasa


Two-way

symmetrical Two-way communication

model

tentang organisasi.
Menggunakan komunikasi
untuk bernegosiasi dengan
masyarakat, menyelesaikan
konflik,
mempromosikan
pengertian
menghormati

dan
saling
dan
antara

organisasi dan publik

PENJELASAN TEORI GRUNIGS MODEL KE-1


Grunig and Hunt mengidentifikasi perkembangan sejarah Public Relations. Pada awalnya
Press agentry digunakan oleh praktisi PR di pertengahan abad 19. Pada awal abad 20 mulai

digunakan model the public information. Keduanya merupakan representasi dari one way
approaches dimana dengan model ini diseminasi informasi lebih banyak dengan
menggunakan media
PUBLISITAS
Kata publisitas berasal dari kata Inggris publicity yang memiliki pengertian sebagai
berikut: publicity is information from an outside source that is used by the media because
the information has news value. It is an uncontrolled method of placing messages in the
media because the source does not pay the media for placement.# (Publisitas adalah
informasi yang berasal dari sumber luar yang digunakan media massa karena informasi
itu memiliki nilai berita. Publisitas merupakan metode yang tidak dapat dikontrol humas
dalam hal penempatan pesan di media massa karena sumber tidak membayar media untuk
memuat berita bersangkutan). Dengan demikian publisitas adalah informasi yang bukan
berasal dari media massa atau bukan merupakan hasil pencaharian wartawan media massa
itu sendiri, namun media menggunakan informasi itu karena informasi itu memiliki nilai
berita. Media massa kerap melaporkan berita publisitas karena merupakan cara yang
mudah dan ekonomis untuk mendapatkan berita dibandingkan harus mencari sendiri yang
membutuhkan lebih banyak tenaga dan biaya.
Keberhasilan kegiatan publisitas suatu organisasi akan bergantung dari nilai berita dari
informasi yang disampaikan yang dapat menarik redaktur media media massa (gatekeepers).
Informasi yang disampaikan melalui siaran pers hendaknya dilengkapi dengan foto, video
dan kutipan pernyataan pengurus organisasi atau pejabat perusahaan. Pada awalnya, kegiatan
humas sering disamakan dengan publisitas sehingga humas sering disamakan dengan
publisitas atau kegiatan humas itu adalah publisitas. Bahkan hingga saat inipun, kegiatan
humas pada banyak organisasi lebih kurang hanya berkutat pada kegiatan publisitas saja yang
meliputi pengiriman siara pers dan menyelenggarakan acara tertentu yang dirancang untuk
menarik liputan media massa. Namun demikian humas memiliki lingkup kegiatan yang lebih
dari sekedar publisitas.
Publisitas adalah kegiatan publikasi yang menggunakan media massa sebagai sarana
penyebarluasan informasi. Publisitas adalah publikasi perusahaan yang dimuat di media
massa.

Dengan demikian pengertian publikasi lebih luas dan publisitas adalah bagian dari
aktivitas publikasi.

Kegiatan perusahaan untuk melaporkan berita-berita mengenai bisnisnya.

Segala kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan perusahaan dan/atau produk


kepada masyarakat melalui media massa.

Pesan yang direncanakan, dieksekusi dan didistribusikan melalui media massa


tertentu untuk memenuhi kepentingan publik tanpa membayar kepda media massa itu
(Herbert M)

Publikasi berita tentang organisasi atau individu, dimana untuk itu tidak perlu
membayar waktu atau space (Otis Baskin, dkk)

Keuntungan Publisitas

Publisitas mengandung kredibilitas tinggi di mata khalayak media. Khalayak


dianggap lebih mempercayai informasi publisitas yang dikema dalam sajian berita.

Publisitas tidak membayar

Publisitas memungkinkan cerita lebih detil tentang produk dan perusahaan.

Dapat menjelaskan cacat produk (crisis response)

Kekurangan Publisitas

Tidak dapat dikontrol (no control over the message). Karena tidak membayar
maka PR tidak bisa menentukan harus dimuat, kapan, dimana dan bagaimana
memuatnya.

Tidak dapat mengontrol jenis informasi yang dimuat.. Setiap berita yang dimuat
di media menimbulkan konsekuensi tersendiri. Media bisa saja encari sendiri, dan
kebetulan yang dimuat informasi negatif perusahaan.

Nonpersonal communication

Bersifat satu arah, informais yang dimuat media dimana khalayak hanya bisa membaca atau
melihat tanpa ada kemungkinan dialog interaksi langsung.
Jenis Publisitas

Berdasarkan sumber: publisitas lisan dan tulisan

Berdasarakan dampak : publisitas positif dan negatif

Berdasarkan kejadian : publisitas yang direncanakan dan tidak direncanakan


Menurut Frazier Moore dalam buku Public Relations: Principles, Case and
Problem:
1. Siaran berita (berita-berita tentang aktivitas perusahaan)
2. Publisitas feature bisnis
3. Artikel pelayanan masyarakat
4. Publisitas keuangan
5. Publisitas barang produksi
6. Publisitas keuangan
7. publisitas bahan latarbelakang redaksional
8. publisitas darurat (untuk memberikan penjelasan terhadap peristiwa peristiwa yang
berpotensi menurunkan citra perusahaan, kejadian yang cepat tanpa direncanakan)
Publisitas dan Press Agentry

Frekuensi jangan berlebihan

Untuk menghindari kejenuhan khalayak dan media, atur waktu yang tepat dan kirim
berita yang benar-benar menarik dan mengandung nilai berita.

Jangan terjebak pada strategi Press agentry, yaitu upaya menciptakan berita dan
peristiwa yang bernilai berita untuk dapat menarik perhatian media dan publik,
terlepas dari berita itu benar atau tidak, positif atau tidak. Prinsip press agentry adalah
bagaimana membangun popularitas, dengan berbagai cara terkadang mengabaikan
kebenaran

Faktor yang Menentukan

Faktor penulisan materi publisitas

Harus memenuhi kaidah jurnalistik

Teknik mencari berita

Teknik menulis berita (news value, lead, bahasa, dll)

Mengerti teknik menulis untuk media cetak dan elektronik,etika jurnalistik

Faktor kualitas hubungan media (media relations)

Semakin baik hubungan PR dengan media, akan semakin besar peluang


informasi dimuat. Sinergi antara media dan PR simbiosis mutualisme.

Contoh publisitas yang kerap digunakan media massa misalnya:

Berita pada halaman ekonomi surat kabar mengenai peningkatan laba suatu
perusahaan,

Berita di media massa yang melaporkan kegiatan penghijauan yang dilaksanakan satu
perusahaan,

Laporan feature di suatu majalah mengenai penemuan obat terbaru produksi suatu
perusahaan farmasi,

Berita mengenai rencana pementasan musisi terkenal di suatu daerah yang


diselenggarakan suatu perusahaan pertunjukan,

Berita peresmian pabrik baru suatu perusahaan otomotif.

Berita berita negatif dipandang dari pendekatan PR, dimungkinkan terjadi karena:
a.Tersumbatnya saluran komunikasi
Tersumbatnya saluran komunikasi antara prusahaan dengan karyawan, konsumen, dan
lainnya termasuk dengan media. Tersumbatnya saluran komunikasi ini jelas menyebabkan
maslah semakin meluas dan meruncing. Contoh di internal publik (karyawan) bila timbul
masalah antara karyawan dengan perusahaan, PR dituntut mampu membatasi agar maslaah
ini tidak sampai keluar. Masalah diupayakan diselesiakan internal. Perusahaan diibaratkan
sebuah lingkaran. PR menjaga lingkaran agar masalah-masalah tetap berada di lingkaran dan
diselesaikan di dalam lingkaran. Inilah yang disebut konsep Boundary Spanning. Jika

masalah belum diselesaikan sudah muncul keluar, apalgi tercium media, maka ada saluran
komunikasi yang tersumbat yang menyebabkan karyawan tidak puas.
b. PR gagal memosisikan sebagai dominat coalition.
Dalam organisasi, dapat ditemui kelompok atau individu yang mempunyai pengaruh besar di
hadapan manajemen atau di antara karyawan. Mereka dianggap berkharisma, pintar, bahkan
dipercaya dan dituakan oleh karyawan. Inilah yang disebut dominant coalition. Mereka
menjadi pemimpin opini yang tidak jarang suara mereka didengarkan manajemen. Mereka ini
biasanya menjadi pilihan karyawan jika ada persoalan atau jika ingin memperoleh informasi.
Agar mampu melaksanakan tugasnya, seharusnya seorang public relations mampu
memosisikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya, berkharisma dan dianggap sebagai
orang yang mewakili karyawan. Sehingga karyawan yang mempunyai masalah atau yang
kurang mendpat informasi langsung bertukarpikiran secara terbuka kepada public relations.
Ini bisa mengurangi masalah agar tidak semakin meruncing.
c.Hubungan media yang kurang baik
Tersumbatnya saluran komunikasi dengan media terjadi bila akses media terjadi bila akses
media untuk memperoleh informasi terbatasi atau media tidak puas terhadap informasi yang
disampaikan perusahaan. Tidak sedikit PR beranggapan, media kurang mengetahui informasi
perusahaan dan segala permaslahan yang muncul dapat dilokalisasi, meskipun sudah tersebar
ke media. Bila ini terjadi, media biasanya mencari sumber informasi lain di luar jalur formal
(PR). Sumber informasi ini sifatnya sulit dikontrol PR. Apalagi bila media merasa perusahaan
tertutp, tidak menghargai media atau tidak mau bekerjasama, maka berita-berita negatif sulit
dicegah. Kualitas liputan berita media sangat dipengaruhi kualitas hubungan media.
Komunikasi yang Efektif dengan Media (Pers)
Membangun hubungan media yang baik tergantung pada bagaimana berkomunikasi secara
efektif dengan media. Untuk berkomunikasi yang efektif kita harus memahami karakteristik
media dan kebutuhan media.
I.

Memahami karakteristik media


Praktisi PR harus tahu banyak segala hal tentang media. Istilahnya ketahuilah dengan siapa
Anda bicara Beberapa hal yang harus dipahami antara lain:

a.

Karakteristik jenis media (cetak atau elektronik)

Perbedaan jenis media mempengaruhi pola kerja wartawan, bentuk penulisan, dan
sebagainya. Mungkin seorang PR tak boleh kaget kalau ada seorang wartawan yang ingin
mendapat informasi secepatnya, karena ia dikejar deadline. Media dibatasi oleh waktu terbit.
Jika informasi Anda melewati deadline berarti informasi basi atau hangus dan di mata
jurnalistik tidak berguna.
b. Kebijakan redaksional
Kebijakan redaksional menyengkut aturan-aturan penulisan berita (bahasanya, bentuk
hurufnya, pola pemberitaannya, dan lain-lain), media yang biasa digunakan untuk menerima
informasi (surat, telepon, faksimili, atau email), batas deadline (cut of time), dan lainnya.
1. Sistem distribusi
2. Wilayah edarnya, apakah lokal apakah nasional.
3. Segmentasi khalayak, mencakup jenis pendidikan, agama, pekerjaan, atau gaya
hidupnya.
4. Frekuensi penerbitan, harian, mingguan, atau bulanan.
5. Karakteristik wartawan
Pemahaman terhadap wartawan ini penting, mengingat setiap hari PR bertemu dengan
wartawan. Secara umum wartawan memiliki ciri-ciri:
1. Kritis dan ingin tahunya tinggi
2. Wartawan senang membuat berita komprehensif
3. Wartawan senang membuat berita eksklusif
4. Wartawan bersifat non protokoler
5. Wartawan adalah orang yang sibuk tetapi tidak terikat jam kerja
6. Wartawan cenderung membela yang tertindas

II.

Memahami Kebutuhan Media

Selain memahami karakteristik media, PR dituntut memahami kebutuhan media.


Memahami kebutuhan media berarti PR menghargai profesi media. Pada akhirnya
akan terjalin relasi emosional yang akan menunjang tugas PR dalam membangun citra
melalui media.
Beberapa tips memahami kebutuhan media:
1.

Selalu menyampaikan informasi secara Jujur


Hanya ada satu cara meraih kredibilitas, yaitu bicara dengan Jujur, artinya berkata
benar. Jangan menutupi fakta meskipun menyakitkan.

2.

Penuhi janji Anda


Bila Anda janji akan memberikan informasi, maka penuhilah sebelum ditagih. Jika
Anda berbohong, media tidak akan percaya lagi dan memilih orang lain sebagai
sumber informasi.

3.

Jangan sampai memberi pernyataan no comment


Jika media memerlukan klarifikasi informasi, media harus memberikannya. Jika Anda
bilang No Comment dan ini terlalu sering, apa gunanya Anda. Ingat, PR adalah
pintu informasi bagi publik.

4.

Mencerdaskan pers
PR mengadakan sendiri atau mensponsori pelatihan jurnalistik. Diharapkan muncul
para pekarja media yang profesional.

5.

Melayani pekerjaan media


PR bisa dianggap reporternya atau penyedia informais bagi wartawan. Itu semua
merupakan fungsi pelayanan yang dilakukan oleh PR bagi media.

6.

Bersikap profesional dalam menghargai profesi masing-masing


PR harus menyadari tugas dan kewajiban serta etika profesi PR dan wartawan

7.

Jalin komunikasi terus menerus


Bekerjasamalah dengan media dalam kondisi apapun. Jangan hanya menghubungi
media di saat Anda membutuhkan. PR adalah mitra kerja media, setiap saat saling
membutuhkan.

8.

Bekerjasama dengan media


Komunikasi harmonis akan tercipta bila ada keinginan saling bekerjasama menunjang
profesi masing-masing.
PRESS AGENTRY

Press Agentry. Pekerjaan humas lainnya yang terkait dengan publisitas adalah "press
agentry" yaitu suatu kegiatan yang menampilkan peristiwa atau rencana yang bertujuan untuk
menarik perhatian media massa secara terus menerus kepada seseorang, produk atau
organisasi. Organisasi atau perusahaan tertentu terkadang membutuhkan media massa untuk
terus menerus memberitakan atau mengekspos kegiatan mereka. Upaya untuk terus
mendapatkan perhatian media massa disebut dengan press agentry.
Scott Cutlip dan rekan mendefinisikan press agentry sebagai berikut: Press agentry is
creating newsworthy stories and events to attract media attention and to gain public notice.
(Press agentry adalah menciptakan cerita-cerita atau peristiwa yang bernilai berita untuk
menarik perhatian media dan mendapatkan perhatian publik).
Press agentry cukup sering digunakan sabagai salah satu alat dalam kegiatan humas sehingga
press agentry sering disamakan dengan humas. Tentu saja humas berbeda dengan press
agentry karena mencakup kegiatan yang lebih luas dari sekedar menarik perhatian khalayak.
Perusahaan rekaman musik, perusahaan penyelenggara pertunjukan hiburan, perusahaan
media penyiaran, penyelenggara perjalanan wisata, usaha hiburan dan wisata merupakan
contoh beberapa organisasi yang membutuhkan ekspos media massa yang intensif. Dengan
demikian organisasi atau perusahaan tersebut membutuhkan perhatian publik yang terus
menerus agar tetap dikenal masyarakat luas.
Dalam dunia politik, para politisi sangat membutuhkan ekspos media massa terus menerus
agar mereka dikenal masyarakat sehingga mereka dapat dipilih kembali. Suatu kelompok
musik atau seorang artis sinetron sangat membutuhkan ekspos media massa terhadap diri
mereka antara lain melalui program infotainment di televisi.# Penghasilan mereka pun

sangat bergantung pada kemampuan agen persnya untuk mempromosikan kelompok musik
atau bintang sinetron itu di media massa. Seorang artis terkenal menggunakan strategi press
agentry ketika ia mengundang media massa untuk meliput pembukaan restoran miliknya.
Press agentry tidak selalu terkait dengan berita-berita positif saja, berita jelek atau negatif
juga tetap dapat digunakan sebagai alat untuk mempromosikan diri dan organisasi. Media
massa Amerika Serikat pernah memberitakan pemecatan sejumlah eksekutif perusahaan
farmasi asal Swedia, Astra AB, dengan tuduhan para eksekutif itu telah melakukan pelecehan
seksual dan melakukan penggelapan uang perusahaan. Ekspos yang dilakukan media massa
Amerika terhadap kasus ini menjadikan perusahaan Astra AB yang sebelumnya tidak dikenal
menjadi terkenal ke seantero Amerika. Salah seorang anggota direksi Astra AB berkomentar
atas kasus ini kepada wartawan Swedia: "Of course it's not good with sex scandals, but in the
United States this has helped us get out Astra's name without having to pay expensive
advertising fees". (Tentu saja tidaklah bagus memiliki skandal seks, tetapi kasus ini ternyata
membantu kami memperkenalkan nama perusahaan di seantero Amerika Serikat tanpa harus
membayar iklan).#
PERBEDAAN PUBLISITAS DENGAN PRESS AGENTRY
Lantas apa yang membedakan antara publisitas dengan press agentry. Keduanya sama-sama
memanfaatkan media massa tanpa harus membayar. Menurut Cutlip-Center-Broom, press
agentry lebih bertujuan untuk mendapatkan pemberitaan (ekspos) media massa daripada
membangun pengertian publik (public understanding). Publisitas lebih menekankan pada hal
yang terakhir ini. Press agentry berpijak pada teori komunikasi massa agenda setting yang
menyatakan bahwa semakin sering seseorang atau suatu organisasi diberitakan media massa
maka orang atau organisasi itu menjadi semakin penting bagi masyarakat.