Anda di halaman 1dari 12

TEORI-TEORI KOMUNIKASI

RANGKUMAN BAB 3
TRADISI-TRADISI DALAM TEORI ILMU KOMUNIKASI

ANGGUN NUR LESTARI


210110110727
HUMAS C
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN

RINGKASAN BAB 3 (Little John Edisi 8)


TRADISI DALAM TEORI ILMU KOMUNIKASI
Disini saya akan membahas 7 tradisi dalam bidang kajian ilmu komunikasi:
1. TRADISI SEMIOTIKA
A. Apa Itu Semiotika
Semiotika adalah ilmu tentang tanda, Gambar atau simbol adalah bahasa rupa yang
bisa memiliki banyak makna. Suatu gambar bisa memiliki makna tertentu bagi
sekelompok orang tertentu, namun bisa juga tidak berarti apa-apa bagi kelompok yang
lain. Bahasa dalam hal ini dibaca sebagai teks atau tanda. Tanda yang bersifat
verbal adalah obyek-obyek yang dilukiskan, seperti obyek manusia binatang, alam,
imajinasi atau hal-hal lain yang bersifat abstrak lainnya. Kata adalah tanda, demikian
pula gerak isyarat, lampu lalu lintas, bendera dan sebagainya. Struktur karya sastra,
struktur film, bangunan (arsitektur) atau nyanyian burung dapat dianggap sebagai
tanda. Segala sesuatu dapat menjadi tanda. Charles Sanders Peirce menegaskan bahwa
manusia hanya dapat berfikir dengan sarana tanda. Tanpa tanda manusia tidak dapat
berkomunikasi.
B. Dasar Pemikiran Tradisi Semiotika
Jadi terdapat banyak teori komunikasi yang berangkat dari pembahasan seputar
simbol. Keberadaan simbol menjadi penting dalam menjelaskan fenomena
komunikasi.

Simbol

merupakan

produk

budaya

suatu

masyarakat

untuk

mengungkapkan ide-ide, makna, dan nilai-nilai yang ada pada diri mereka. Mengkaji
aspek ini merupakan aspek yang penting dalam memahami komunikasi.
Diantara sekian banyak pakar tentang semiotika ada dua orang yaitu Charles Sanders
Peirce dan Ferdinand de Saussure yang dapat dianggap sebagai pemuka-pemuka
semiotika modern Kedua tokoh inilah yang memunculkan dua aliran utama semiotika
modern
C.. Varian Dalam Tradisi Semiotika
Semiotika dapat dibagi menajdi 3 area kajian yaitu semantic (bahasa), Sintagmatic
dan paradigmatic.
C.a. Semantic (bahasa) merujuk pada bagaimana hubungan antara tanda
dengan objeknya atau tentang keberadaan dari tanda itu sendiri. Semantic terbagi
kepada dua hal yaitu hal tentang apa yang dipikirkan dan hal tentang tanda itu sendiri.
Dan mengkorelasikan kedua hal tersebut. Kapan saja ketika muncul pertanyaan dari

kita untuk apa tanda itu ada ? kita berada adalah bagian dari dunia kata . sebagai
contoh dalam kamus dia menginformasikan kita tentang apa arti dari kata itu atau apa
yang dimaksud. Teori ini merupakan pendekatan kaum semiotika ini hanya
memperhatikan tanda-tanda yang disertai maksud (signal) yang digunakan dengan
sadar oleh mereka yang mengirimkannya (si pengirim) dan mereka yang
menerimanya (si penerima). Para ahli semiotika ini tidak berpegang pada makna
primer (denotasi) tanda yang disampaikan, melainkan berusaha untuk mendapatkan
makna sekunder (konotasi).
C.b. sintagmatic
atau kajian tentang hubungan antar tanda . tanda hampir tidak dapat berdiri sendiri.
Dia selalu menjadi bagian dari system yang lebih besar. Tanda seperti itu biasanya
lebih dikenal sebagai kode. Sebuah kode di organisir berdasarkan aturan , jadi tanda
yang berbeda dapat menghasilkan pemikiran yang berbeda pula dan tanda bisa saja
diletakkan hanya pada wilayah tertentu saja. Semiotika pada teori ini menganggap
bahwa tanda akan dapat dipahami apabila ada hubungannya dengan tanda yang lain.
C.c. Paradigmatic
pada teori ini tanda dan pemahamannya dalam suatu konteks tertentu. mengungkapkan bahwa
sebuah komunikasi terjadi apabila terjadi kontak antara adresser (asal) dan adressee
(tujuan).Makna yang disampaikan adresser harus berbentuk sebuah kode (code) sehingga
adresser harus melakukan encode terhadap makna tersebut agar menjadi kode. Kemudian
kode ini akan diterima adresse dengan melakukan decode. Proses coding Konteks budaya
menjadi satu acuan yang tidak bisa dilepaskan begitu saja . Pria berkuda yang memberikan
memiliki konotasi kejantanan, kegagahan belum tentu sesuai dengan konteks budaya suatu
kelompok masyarakat tertentu.
2.

TRADISI

FENOMENOLOGI

A. Apa Itu Fenomenologi


Inti tradisi fenomenologi adalah mengamati kehidupan dalam keseharian dalam suasana yang
alamiah. Tradisi fenomenologi dapat menjelaskan tentang khalayak dalam berinteraksi
dengan media. Demikian pula bagaimana proses yang berlangsung dalam diri khalayak..
Kajian tentang proses resepti (reception studies) yang berlangsung dalam diri khalayak
menjadi penting.Pendekatan etnografi komunikasi menjadi penting diterapkan dalam tradisi

ini.
B.

Dasar

Pemikiran

Tradisi

Fenomenologi

Ada tiga prisnsip dasar dari fenomenologi menurut Stanley Deetz yang pertama adalah
pengetahuan adalah kesengajaan makasudnya pengetahuan bukanlah didapat dari pengalaman
akan tetapi didapat dari bagaimana menjadikan pengalaman tersebut menjadi sebuah
pelajaran. Yang kedua berisi potensi dari diri. Yang ketiga adalah bahasa adalah kendaraan
dari pikirian.
C.

Varian

dari

Tradisi

Fenomenologi

kajian fenomenologi terbagi menajdi tiga bagian yaitu : (1) fenomenologi Klasik (2)
Fenomenologi Persepsi dan (3) Hermenetik fenomnelogi.
C.a. Fenomonelogi Klasik
dipelopori oleh Edmund Husserl penemu Fenomenologi Modern Husserl percaya kebenaran
hanya bisa didapatkan melalui pengarahan pengalaman, tapi kita harus bagaimana
pengalaman kita bekerja. Dengan kata lain kesadaran akan pengalaman dari setiap individu
adalah jalur yang tepat untuk memahami realitas. Hanya melaui kesadaran dan perhatian
maka kebenaran dapat diketahui. Bagaimanapun kita harus mengesampingkan penyimpangan
kita. Kita harus mengesampingkan segala pemikiran dan kebiasaan untuk melihat
pengalaman lain untuk dapat mengetahui sebuah kenyataan. Pada alur ini dunia hadir dengan
sendirinya dalam alam sadar kita. Dalam artian menurut husser kita dapat memaknai suatu
pengalaman secara objektif dengan tanpa membawa pemahaman kita sebelumnya terhadap
pengalaman itu dalam artian kita harus objektif.
C.b. Fenomenologi
Persepsi berlawanan dengan Husser yang membatasi fenomenologi pada objektivitas marleu
ponty menjelaskan manusia adalah kesatuan dari mental dan fisik yang mengartikan atau
mempersepsikan dunia. kita mengetahui berbagai hal hanya melalui hubungan kita ke
berbagai hal tersebut. Sebagaimana pada umumnya manusia, kita dipengaruhi oleh dunia
akan

tetapi

kita

juga

mempengaruhi

dunia

terhadap

pengalaman

tersebut.

berbagai hal tidak bertahan dan berdiri sendiri terlepas dari bagaimana mereka dikenal.
melainkan orang-orang memberi arti kepada berbagai hal di dunia, dan pengalaman
fenomenologi adalah suatun hal yang subjective.

C.c. Fenomenologi
Hermeneutik aliran ini selalu dihubungkan dengan Martin Heidegger dengan landasan
filosofis yang juga biasa disebut dengan Hermeneutic of dasein yang berarti suatu
interpretasi untuk menjadi. Yang paling utama bagi Heidegger adalah pengalaman tak dapat
terjadi dengan memperhatikan dunia. Menurut Heidegger pengalaman sesuatu tak dapat
diketahui melalui analisa yang mendalam melainkan pengalaman seseorang yang mana
diciptakan dengan penggunaan bahasa dalam keseharian. Apa yang nyata dan apa yang yang
sekedar

pengalaman

3.

melalui

penggunaan

TRADISI

A.

Apa

bahasa.
CYBERNETIC

Itu

Cybernetic

Tradisi cybernetic berangkat dari teori sistim yang memandang terdapatnya suatu hubungan
yang saling menggantungkan dalam unsur atau komponen yang ada dalam sistim. Hal lain
yang penting adalah sistim dipahami sebagai suatu sistim yang bersifat terbuka sehingga
perkembangan dan dinamika yang terjadi dilingkungan akan diproses didalam internal sistim.
B Dasar Pemikiran Tradisi Cybernetic
Teori informasi berada dalam kontek ini. Demikian pula konsep feedback menjadi penting
dalam hal ini. Perkembangannya dapat pula disebut teori-teori yang dikembangkan dari teori
informasi

teori ini mengagumkan sangat padu dan konsisten, dan mempunyai suatu dampak yang utama
pada banyak bidang, yang mencakup tentang komunikasi. pada sistem banyak berkaitan
dengan komputer dan mesin, pikiran manusia dan kehidupan sosial manusia dapat dipahami
dengan penggunaan system ini secara baik. Seperti hasilnya Tradisi Cybernetic tidak hanya
berimplikasi pada perkembangan teknolig informasi akan tetapi juga pada ilmu sosial dan
ilmu

komunikasi.

C.

Varian

Tradisi

Cybernetic

Kita mengenal ada tiga macam Teorin dalam Tradisi Cybernetic yaitu Basic System Theory,
General

System

Theory

dan

second

order

Cybernetic.

C.a. Basic System Theory : ini adalah fromat dasar , pendekatan ini melukiskan seperti
sebuah struktur yang nyata dan bisa di analisa dan diamati dari luar. Dengan kata lain kita

dapat melihat bagian dari system dan bagaimana mereka saling berhubungan. Kita dapat
mengamati secara obyektif mengukur antara bagian dari system dan kita dapat mendeteksi
input maupun output dari system. Lebih lanjut mengoperasikan atau memanipulasi system
dengan mengganti input dan tanpa keahlian karena semua diproses melalui mesin. sebagai
alat bantu bagi bagi para professional seperti system analyst, konusltan manajemen, dan
system designer telah membangun sebuah system analisa dan mengembangkannya.
C.b. General System Theory teori ini diformulasikan oleh Ludwig Von Bertalanffy seorang
biologist. Bertalanffy menggunakan GST sebagai sarana pendekatan multidisiplin kepada
ilmu pengetahuan. System ini menggunakan prinsip untuk melihat bagaiaman sesuatu pada
banyak bidang yang berbeda menjadi selaras antara satu dengan yang lain. Pembentukan
sebuah

kosa

kata

untuk

mengkomunikasikan

lintas

disiplin

ilmu.

C.c. Second Order Cybernetic dikembangkan sebagai sebuah alternative dari dua tradisi
Cybernetic sebelumnya. Second order Cybernetic membuat pengamat tak dapat melihat
bagaimana sebuah system bekerja di luar dengan sendirinya dikarenakan pengamat selalu
ditautkann dengan system yang menjadi pengamatannya. Melalui perspektif ini kapanpun
kita mengamati system ini maka kita akan saling mempengaruhi. Karena hal ini
memperlihatkan bagaimana sebuah pengetahuan sebuah produk menjerat antara yang
mengetahui

dan

4.

yang

TRADISI

A.

diketahui.

PSIKOLOGI

Apa

Itu

SOSIAL

Psikologi

Sosial

Berangkat dari Ilmu Psikologi terutama aliran behavioral. Psikologi Sosial memberi perhatian
akan pentingnya interaksi yang mempengaruhi proses mental dalam diri individu. Aktivitas
komunikasi merupakan salah satu fenomena psikologi sosial seperti pengaruh media massa,
propaganda,
B.

atau
Dasar

komunikasi
Pemikiran

antar
Tradisi

personal
Psikologi

lain.
Sosial

Pendekatan psikologi sosial memberi perhatian terhadap aspek diri manusia. Proses
komunikasi manusia merupakan proses yang berlangsung dalam diri manusia. Selanjutnya
dalam komunikasi antar personal juga akan banyak dijelaskan dengan teori-teori dari tradisi
psikologi sosial. Misalkan manusia dalam membuat suatu pesan dilatari faktor-faktor tertentu
seperti motiv, kebutuhan, dan sebagainya. Demikian pula terlibatnya faktor prasangka,
streotip, skema pemikiran, dan sebagainya yang mempengaruhi dalam komunikasi antar
personal. Beberapa konsep penting disini dapat disebutkan seperti judgement, prejudice,
anxienty, dan sebagainya.

d.

Varian

Tradisi

Psikologi

Sosial

Tradisi Psikologi sosial dapat dibedakan menjadi tiga cabang yaitu : (1) Behavioral (2)
Koginitif

(3)

Bilogikal

D.a. Behavioral
pada

cabang

ini

kita

dapat

melihat

bagaimana

orang

bertindak dalam sebuah stuasi komunikasi. Tipikal dari teori ini adalah kepada hubungan apa
yang kita katakana dan apa yang kita lakukan.
d.b. Koginitif
cabang ini cukp banyak digunakan saat ini berpusat pada pola pemikiran cabang ini
berkonsentrasi pada bagaimana individu memperoleh, menyimpan dan memproses informasi
dengan cara yang arah tingkah laku yang keluar . dengan kata lain apa yang kamu lakukan
dalam berkomunikasi tidak hanya tergantung pada stimulus response tapi juga proses mental
untuk memaknai suatu informasi.
C.c. kemudian biological
cabang ini berupaya mempelajari manusia dari sisi Biologikalnya
5.
A.

TRADISI
Apa

Itu

SOSIAL
Tradisi

BUDAYA
Sosial

Budaya

Tradisi sosial budaya berangkat dari kajian antropologi. Bahwa komunikasi berlangsung
dalam kontek budaya tertentu karenanya komunikasi dipengaruhi dan mempengaruhi
kebudayaan suatu masyarakat. Konsep kebudayaan yang dirumuskan Clifford Geertz tentu
saja menjadi penting. Media massa, atau individu ketika melakukan aktivitas komunikasi ikut
ditentukan faktor-faktor situasional tertentu.
B.

Dasar

Pemikiran

Tradisi

Sosial

Budaya

Pendekatan interaksi simbolik, konstruktivisme merupakan hal yang penting disini. Interaksi
simbolik menekankan pada bagaimana manusia aktif melakukan terhadap realitas yang
dihadapi. Hal ini dapat membantu menjelaskan dalam proses komunikasi antar personal.
Sedangkan konstruktivisme menekankan pada proses pembentukan realitas secara simbolik.
Maka komunikasi baik bermedia maupun antar pribadi sesungguhnya dapat dilihat sebagai
proses pembentukan realitas.

C.

Varian

Tradisi

Sosial

Budaya

Seperti halnya semua tradisi tradisi sosial budaya memiliki 3 varian yaitu Interaksi symbolic,
kontruksionis, dan sosial lingustik.
C.a. Interaksi symbolic
merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam ilmu sosiologi oleh George Herbert Mead dan
ZHerbert Blumer yang menekankan pentingnya pengamatan dalam studi komunikasi sebagai
cara untuk dari menyelidiki hubungan sosial. gagasan dasar dari teori ini diadopsi dan
ditekuni oleh banyak ilmuwan social dan saat ini disatukan dalam bidang studi kelompok,
emosi, diri, politik, dan struktur sosial
C.b. Konstruksi Sosial
pada cabang ini menginvestigasi bagaimana pengetahuan manusia dikosntruksi melalui
interaksi sosial. Identitas dari sesuatu dihasilkan dari bagaimana kita membicarakan suatu
objek , bahasa yang digunakan untuk menampung konsep kita dengan cara di mana group
sosial

berorientasi

pada

pengalaman

mereka.

C.c. Sosial Linguistik


Ludwig Wittgenstein seorang filosof Jerman memulai perkerjaan ini dengan mengusulkan
bahwa arti dari bahasa tergantung pada penggunaannya. bahasa, yang digunakan dalam hidup
sehari hari., bahasa adalah suatu permainan sebab orang-orang mengikuti aturan untuk
berbuat berbagai hal dengan bahasa.
6.
A.

TRADISI
Apa

Itu

KRITIS
Tradisi

Kritis

Tradisi ini tampak kental dengan pembelaan terhadap kalangan yang lemah. Komunikasi
diharapkan
B.

berperan
Dasar

dalam

proses

transformasi

Pemikiran

masyarakat
Tradisi

yang

lemah.
Kritis

Tradisi ini berangkat dari asumi teori-teori kritis yang memperhatikan terdapatnya
kesenjangan di dalam masyarakat. Proses komunikasi dilihat dari sudut kritis.Bahwa
komunikasi disatu sisi telah ditandai dengan proses dominasi oleh kelompok yang kuat atas
kelompok masyarakat yang lemah. Pada sisi lain, aktifitas komunikasi mestinya menjadi

proses artikulasi bagi kepentingan kelompok masyarakat yang lemah. Bahwa paradigma ini
disatu sisi tergolong positivistik karena bersifat empiris mengenai realitas yang tersusun atas
kelompok berkuasa dan kelompok yang dikuasai. Pada sisi lain, paradigma kritis tidak
bersifat objektif sebagaimana prasyarat dalam paradigma positivistik. Paradigma kritis sedari
awal melakukan keberpihakan terhadap kalangan yang dikuasai. Ini yang disebut ilmuwan
tidak hanya menjadi pengamat tetapi juga terlibat dalam melakukan emansipasi terhadap
kalangan

yang

C.

lemah

Varian

itu.

Tradisi

Kritis

Tradisi Kritis diawali oleh friedich engels dan karl marx . marxisme merupakan peletak dasar
dari tradisi kritis ini . Marx mengajarkan bahwa ekonomi merupakan dasar dari segala
struktur sosial. Dan menganggap kapitalis merupakan penindasan terhadap buruh dan kelas
pekerja. Maka dari itu theory marx disebut sebagai kritik dari politik dan ekonomi.
C.a. Kritik Politik ekonomi pandangan ini merupakan revisi terhadap Marxisme yang
dinilai terlalu menyederhanakan realitas kedalam dua kubu yaitu kalangan penguasa dan
kalangan tertindas berdasarkan kepentingan ekonomi. Sebaliknya, mereka yang mencoba
tetap
menggunakan asumsi Marxist namun memandang bahwa dalam realitas sosial yang komplek
sesungguhnya

terjadi

pertarungan

ideologi.

C.b. aliran Frankfurt mengarah kepada filosof jerman, sosiologis, dan pakar
ekonomi. Frankfurt school merupakan yang mulai memeprkenalkan tradisi kritis dalam ilmu
sosial. Aliran ini memperkenalkan bahwa aliran kritis . dalam rangka mempromosikan suatu
filosofi sosial teori kritis mampu menawarkan suatu interkoneksi dan pengujian yang
menyeluruh perubahan bentuk dari masyarakat, kultur ekonomi, dan kesadaran.
C.c.

Posmodernisme

merupakan

masa

setelah

modernisme.

Ditandai

dengan

sifat relativitas, tidak ada standarisasi nilai, menolak pengetahuan yang sudah jadi dan
dianggap sebagai sesuatu yang sakral (grand narative). Menghargai hal-hal yang lokal,
keunikan,
C.d.

Cultural

dan
studies

suatu

ideologi

semacamnya.
yang

mendominasi

suatu

kultur

tetapi

memusatkan pada perubahan sosial dari tempat yang menguntungkan dari kultur itu sendiri.

C.e. Post strukturalis yakni pandangan yang memandang realitas merupakan sesuatu yang
komplek dan selalu dalam proses sedang menjadi. Realitas tidak sebagaimana pandangan
kalangan strukturalis yang melihat sudah bersifat teratur, tertata, dan terstruktur. Realitas
merupakan suatu proses pembentukan yang berlangsung terus menerus dengan melibatkan
banyak kalangan dengan identitas masing-masing. Yang menonjol adalah terdapatnya proses
artikulasi

dari

masing-masing

kalangan.

C.f. Post Colonial mengacu pada semua kultur yang dipengaruhi oleh proses
imperial

dari

masa

7.

penjajahan

sampai

saat

Tradisi

A.

Apa

Itu

ini.
Retorika

Tradisi

Retorika

Tradisi retorika memberi perhatian pada aspek proses pembuatan pesan atau simbol. Prinsip
utama disini adalah bagaimana menggunakan simbol yang tepat dalam menyampaikan
maksud.
B Dasar Pemikiran retorika
Tradisi retorika berpusat pada lima pengaturan atau lebih dikenal dengan five canon of
rhetoric

yang

mencakup

Penemuan,

pengaturan

gaya,

penyerahan

dan memori.

Penemuan yang dimaksud di sini adalah mengacu pada konsepsi pada konsepsiluasisasi
sebuah proses melalui pemaknaan pada data melalui interprestasi, pada sebuah pengakuan
dari sebuah fakta yang tidak dapat dengan mudah kita hadirkan tapi kita menginterpretasikan
sesuai khalayak yang kita hadapi dalam artian kita menyesuaikan apa yang kita bicarakan
sesuai

dengan

khalayak

yang

kita

hadapi.

Pengaturan adalah sebuah proses untuk mengatur symbol-symbol mengatur penyampaian


dalam hubungannya dengan orang, dengan melibatkan konteks dan symbol. Gaya sangat
diutamakan

dalam

teori

ini.

Penyerahan Tradisi menjadikan symbol sebagai sarana untuk mempengaruhi mencakup


pemilihan bahasa nonverbal dalam berbicara, menulis, atau menyampaikan suatu pesan.
Pengingatan tidak lagi pada pengingatan yang sederhana dalam berbicara tetapi pengingatan
keseluruhan merupakan cara jitu dalam mempengaruhi dan memproses suatau informasi.

C.

Varian

Tradisi

Semiotika

Retorika diartikan berbeda pada setiap zaman kita mengenal ada tujuh masa perkembangan
dari retorika yaitu, klasik, abad pertengahan, masa renaissance, penerangan , kontemporer
dan

post

modern.

C.a. Era Klasik didominasi oleh aliran seni dalam berbicara kaum sophist
sebagai pelopor aliran ini berkeliling mengajarkan retorika tentang bagaimana berargumen
dan memenangkan sebuah kasus pada masa awal di mana retorika baru diperkenalkan. Plato
sangat tidak menyukai aliran sophist ini dan menjuluki kaum sophis ini karena mereka
berorientasi bagaimana menang dalam berdebat karena menurut plato yang nota bene
beraliran filosof bahwa retorika digunakan untuk alat berdialog untuk mencapai kebenaran
yang

absolute.

C.b. Abad

Pertengahan

study

tentang

retorika

berfokus

pada

pengaturan

gaya . namun retorika pada abad pertengahan dicela sebab dianggap sebagai ilmu kaum
penyembah berhala dan tidak perlu dipelajari sebab agama Kristen dapat memperlihatkan
kebenarannya dengan sendiri. Pada abad ini bisa dikata sebagai the end of retorika. Sebelum
agustine seorang guru retorika mengatakan dalam buku doktrin Kristen bahwa retorika
dibutuhkan bagi seorang pendeta untuk dapat menerangkan retorika dan menyenangkan
umatnya.
C.c.

Renaissance

masa

ini

dianggap

sebagai

kelahiran

kembali

retorika

sebagai suatu seni. Para sarjana humanis member perhatian dan concern pada semua aspek
untuk kemanusiaan, penelitian kembali text-text retorika klasik dalam rangka memahami
manusia.
C.d. Abad Pencerahan selama masa ini para pemikir seperti Rene Descartes
dalam rangka menentukan apa yang bisa disebut sebagai suatu yang absolute dan objective
pada pikiran manusia Francis Bacon mengatakan retorika menggerakkan imajinasi pada
pergerakan yang lebih baik. Logika atau pengetahuan merupakan bagian dari bahasa , dan
retorika menjadi sarana untuk mengetahui suatu atau menyampaikan suatu kebenaran. Hal ini
menjadikan retorika kembali menjadi citra yang baik seperti saat ini.

Cc. Pada masa Retorika kontemporer diringi dengan tumbuhnya minat retorika seperti
jumlah dan macam symbol meningkat. Apalagi dengan kehadiran media massa maka
penyampaian

pesan

disampaiakn

secara

visual

dan

verbal.

C.e. Retorika Postmodern tidak lagi berpaku pada gaya retorika yang dikembangkan oleh
barat dia menyesuaikan retorika sesuai dengan budaya tempat di mana pesan disampaikan.
Aliran ini merupakan alternative yang dimulai dari asumsi yang berbeda, nilai nilai acuan
yang berbeda, untuk menghasilkan suatu retorika yang berbeda pula.