Anda di halaman 1dari 15

Problematika Umat

UKHUWAH ISLAMIYAH
Tujuan Penyajian Materi :
1.
Untuk menghidupkan ruh ukhuwah diantara para peserta
tarbiyah secara khusus dan kaum muslimin pada umumnya.
Ukhuwah yang kuat. Tujuan pembentukan pengkaderan ke
depan adalah pembentukan jamaah-jamaah yang kuat,
jamaah-jamaah yang kuat membutuhkan orang-orang yang
hatinya dekat, ukhuwah di antara mereka betul-betul
mantap. Kerja sama yang dibangun dengan hati yang dekat
insyaAllah mudah.
2.
Agar peserta tarbiyah memahami pentingnya ukhuwah
dalam da'wah dan perjuangan Islam. Dakwah bukan
pekerjaan sendiri-sendiri, harus disatukan
potensi/kemampuan yang ada, kemudian kemudian
ditanzhim untuk menjalankan amanah perjuangan ini.
3.
Agar peserta tarbiyah mengetahui faktor-faktor yang
menguatkan ukhuwah dan menerapkannya dalam
kehidupan mereka.
4.
Agar peserta tarbiyah mengetahui faktor-faktor yang
dapat merusak ukhuwah dan berusaha untuk menjauhinya.
Karena ukhuwah yang sudah terbangun akan dihancurkan
oleh syaithan. Syaithan sangat ingin merusak ukhuwah di
antara orang-orang beriman. Apa-apa yang merusak
ukhuwah kalau sudah tahu, maka harus dijauhi.
A. MUQADDIMAH
Dalil :
QS. At Taubah: 33,


33.
Dialah yang Telah mengutus RasulNya (dengan
membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar

Problematika Umat

untuk dimenangkanNya atas segala


orang-orang musyrikin tidak menyukai.

agama,

walaupun

QS. Ash Shaff: 9


9. Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa
petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya
di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik
membenci.
Penjelasan secara singkat begini. Tujuan nabi salah
satunya
adalah
memperjuangkan
Islam.
Untuk
memperjuangkan islam ini bukan sekedar pekerjaan ringan,
nabi tidak bisa berbuat sendirian, namun membutuhkan
Rijal, Sahabat-sahabat, kader-kader, yang bekerja bersama
dengan beliau, dengan satu hati, dengan ikatan ukhuwah
yang kuat untuk memperjuangkan agama Allah SWT. Maka
tujuan yang besar ini, menjadikan agama ini sebagai agama
yang tertinggi, tanpa adanya rijal, tanpa adanya pendukungpendukung, tanpa adanya orang-orang yang bekerja sama
menyatukan potensi-potensi mereka, mustahil akan tercapai,
kalau bekerja sendiri-sendiri tidak akan tercapai, semuanya
nabi kita tidak bekerja sendiri. Nabi tidak bekerja sendiri,
sahabat-sahabat Rasulullah SAW tidak bekerja sendiri,
bahkan Umar sedikit ekstrim, ketika beliau menjadi khalifah
di Mekah, sahabat tidak boleh keluar ke Madinah, kecuali
yang ditunjuk oleh gubernur itu yang boleh keluar Madinah,
sahabat-sahabat nabi harus tinggal di Mekah menjadi temanteman bermusyawarah umar dalam mengembangkan agama
ini, mungkin kita bilang apa haknya Umar, ini urusan pribadi.
Itulah pejuangan, ketika dibutuhkan untuk dikumpulkan,

Problematika Umat

dikumpulkan,
maka
dibutuhkan
rijal
untuk
bisa
memperjuangkan agama ini.
Berbicara sedikit tentang jazirah Arab. Bangsa Arab
sebelum Islam, bangsa yang berpecah belah, karena
berpecah belah mereka lemah. Bangsa Arab adalah bangsa
yang tidak pernah diperhitungkan oleh bangsa manapun di
dunia ini, apalagi Romawi dan Persia, dua kerajaan besar
ketika itu, tidak pernah memperhitungkan bangsa Arab
sebagai ancaman, kenapa? Karena di antara mereka saja
berperang terus kerjanya, di antara kabilah-kabilah Arab
berperang terus sehingga mereka lemah. Setelah mereka
maasuk Islam, mereka dipersaudarakan di atas kalimat
Laailaaha Illallah Mumammadurrasulullah. Setelah
Islam mereka menjadi umat yang bersaudara, berukhuwah,
bersatu. Setelah itu, majulah kekuatan mereka, kemudian
mereka menjadi bangsa yang kuat, lalu dikirim surat ke raja
Persia dan raja Romawi untuk masuk Islam supaya selamat,
heran mereka ini orang Arab sudah bisa dan berani unjuk
gigi, orang Hiraklius dan Kisrawi tidak tau kalau orang Arab
ini tidak sama dengan orang Arab dulu. Sebelum Islam
mereka bercerai berai, setelah masuk Islam mereka satu
hati. Akhirnya, sedikit demi sedikit dunia ini takluk di bawah
kekuatan kaum Muslimin. Begitulah perjalanannya, untuk
menjadikan Islam agama yang tertinggi harus ada rijal, rijal
yang memiliki hati yang terikat satu sama lainnya seperti
sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.
Allah Subhanahu wa Taala berfirman :
Dalil :
QS. Al Anfal. 46

Problematika Umat

Dan ta'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah


kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu
menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Jangan bertengkar! Kalau bertengkar kalian akan
gagal dan hilang kekuatan kalian. Kalau bercerai, hilang
kekuatan, maka disuruh bersabar, mungkin saudara kita
punya kekurangan, tidak apa-apa kita bersabar, jangan
sampai berpecah-pecah. Allah bersama dengan orang
yang sabar, ini mukaddimahnya. Pentingnya ukhuwah ini
untuk perjuangan Islam.
B. ASAS UKHUWAH
Supaya ukuwah itu kuat, ada pondasinya yaitu
Almahabbatu fillah. Inilah yang akan melahirkan ukhuwah
itu, bukan saling mencintai karena kesenangan dunia, tapi
karena
Allah.
Kecintaaan
ini
akan
melahirkan
kesempurnaan iman, yang dengan ini kita bisa masuk ke
dalam syurga. Nabi mengatakan tidak akan sempurna
keimanan sampai kalian saling mencintai karena Allah
inilah asasnya. Asasnya ukhuwah adalah saling mencintai
karena Allah. Banyak dalilnya yang bisa dibaca buku2 di
antaranya orang yang saling mencintai karena Allah
berada di atas mimbar cahaya ditempatkan yang paling
tinggi, yang mana para nabi dan syuhada sangat
menginginkan tempat tersebut, yaitu tempat orang yang
saling mencintai karena Allah SWT. Tanamkan kita saling
mencintai karena Allah.
C. KEUTAMAAAN UKHUWAH DAN CINTA KARENA ALLAH
a) Syarat sempurnanya iman. Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda :

Problematika Umat

Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman dan


tidak akan sempurna iman kalian sampai kalian saling
mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu
yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai ?
Sebarkanlah salam diantara kalian. (HR. Muslim)
Para sahabat jika mereka berjalan berdua, tiba2 ada pohon
atau sesuatu yang memisahkan mereka berdua, di ujung
pohon tersebut mereka bertemu, mereka mengucapkan
Assalamualaikum. ..dan kita, kalau kita ketemu
buang muka, bagaimana tidak hancur hati kita ini, sudah
tidak salam, muka masam lagi, akhirnya kita saling
membenci satu sama lain.
b) Mendapatkan cinta Allah SWT. Hadits Rasulullah SAW















Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi shallallahu alaihi wa
sallam
bahwasanya
seorang
laki-laki
menziarahi
saudaranya di kampung lain lalu Allah mengutus seorang
malaikat untuk mengikutinya di jalannya. Ketika malaikat
itu mendatanginya dia berakata : Mau kemana engkau?
Orang itu menjawab : Saya ingin menziarahi saudaraku
fillah di kampung fulan. Malaikat berkata : Apakah
karena satu kebaikan yang ingin kau balas? Orang itu
berkata : Tidak, akan tetapi aku mencintainya karena
Allah Azza wa Jalla. Malaikat berkata : Sesungguhnya
aku adalah utusan Allah kepadamu untuk menyampaikan
bahwasanya Allah mencintaimu sebagaimana engkau
mencintai saudaramu karenaNya. (HR. Ahmad dan
Muslim).
c) Berada di atas mimbar-mimbar cahaya yang
diinginkan oleh para Nabi dan syuhada.

Problematika Umat

Dari Muadz bin Jabal r.a bahwasanya Rasulullah


shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Allah Azza wa Jalla
berfirman :













Orang yang saling mencintai dalam keagunganKu bagi
mereka mimbar-mimbar (tempat-tempat yang tinggi) dari
cahaya. Para Nabi dan para syuhada sangat menginginkan
(keadaan seperti) mereka. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan
oleh Al Albani).
Mimbar artinya tempat tertinggi. Kenapa dikatakan tempat
khutbah itu tinggi, karena itu adalah mimbar, kalau tidak
tinggi bukan mimbar namanya. Ada sebagian mesjid
(mesjid Al ikhwan namanya) itu mimbarnya, bukan mimbar
itu, mimbar harus tinggi seperti panggung, kalau kita
berdiri di lantai saja, bukan mimbar. Jadi. Ikatan yang
paling kuat adalah ikatan cinta karena Allah. Ini harus
betul2 kita pahami sehingga harus.

d) Mendapat naungan Allah di hari kiamat.


Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda :











Sesungguhnya Allah berfirman pad hari kiamat : Mana
orang yang saling mencintai karena keagunganKu? Pada
hari ini Aku akan menaungi mereka dengan naunganKu di
hari yang tidak ada naungan kecuali naunganKu. (HR.
Muslim)
Juga hadits tentang 7 golongan yang mendapakan
naungan Allah pada hari kiamat yang salah satunya
adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah,
mereka bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Problematika Umat

e) Ikatan iman yang paling kuat.


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :














.


Ikatan iman yang paling kuat adalah saling memberikan
loyalitas karena Allah dan saling membenci karena Allah
dan cinta karena Allah dan benci karena Allah. (HR.
Thabrani dan dihasankan oleh Al Albani)
3. Tahapan-tahapan dalam menjalin persaudaraan
a) Taaruf (saling kenal mengenal)
Kenalan dulu,Jadi kalau kita ada acara bersama, sedikitsedikit taaruf. Kita ke mesjid taaruf, kita rihlah taaruf,
kita harus saling mengenal. Kadang-kadang kita kenal
muka tapi tidak kenal nama, tidak tau latar belakang
keluarganya bagaimana, taaruf tidak hanya sekedar nama
tapi semuanya tentang saudara kita (latar belakangnya,
keluarganya).
b) Tafahum (saling memahami/pengertian)
Kalau kita sudah kenal masing2, kita saling pengertian,
kalau kita sudah tahu saudara kita cepat tersinggung,
jangan buat dia tersinggung. Kalau kita tahu saudara kita
sensitive, maka kalau bicara harus hati2. sebaliknya kita
tahu dia mudah tersinggung, tapi ada ikhwa ceplas ceplos,
memang begitu sifatnya, harus kita pahami, karena
memang karakternya begitu, inilah tafahum. Jadi kalau
kita saling mengenal ada saling pengertian, jadi masing2
bisa menahan diri, bisa mengukur ketika berinteraksi
dengan saudaranya.
c) Taalluf (ikatan hati) dari tafahum,akan lahir ikatan
hati
d) Taawun (kerja sama)

Problematika Umat

Setelah saling memahami, akan ada kerja sama. Contoh


yang paling dekat adalah suami istri. Dimulai dengan
taaruf satu dua hari karena kita tidak pacaran, maka
malam pengantin taaruf dulu, setelah taaruf kita tahu
sifat-sifatnya, akhirnya lahir tafahum, kalau tidak bisa
tafahum sulit berlanjut rumah tangga. Kalau semua
sudah.cepat pecah kapalnya,tapi kalau dari taaruf
bisa saling memahami, akan meningkat menjadi
taawunorang awam bilang nikah batin. kalau sudah
tafahum akan lahir kerja sama istri atau suami. Istri tidak
banyak menuntut macam-macam suaminya, karena dia
tahu dia kawin bukan dengan pengusaha besar, tapi hanya
daI, uangnya tidak banyak, jangan minta macam-macam,
dan begitu sebaliknya, ada kerja sama.
e) Ta (saling berkorban)
Ini kalau diterapkan dalam ukhuwah, masyaAllah. Dari
taaruf, tafahum, taawun, akhirnya taalluf. Ada kisah tiga
sahabat yang terkapar setelah perang. Salah satunya ada
anaknya Abu Jahal, Ikrim bin Abu Jahal. Ketika minta air
diberikan padanya, tapi ada orang kedua butuh air, maka
diberikan kepadanya, pada saat orang kedua mau minum,
didengarnya orang keatiga yang butuh minum, maka
diberikan kepada orang ketiga, tapi waktu diberikan
kepada orang ketiga, dia sudah meninggal, kemudian
diberikan kembali kepada orang kedua, orang kedua juga
sudah meninggal, kemudian diberikan pada oranag
pertama, dia juga sudah meninggal. masyaAllah, dia
mengorbankan
dirinya
karena
mengutamakan
saudaranya. Indahnya ukhuwah!
D. TINGKATAN-TINGKATAN UKHUWAH
a) Yang paling rendah: berlapang dada untuk
saudaranya.
Di antara bentuk kelapangan dada adalah:
Tidak menyimpan dendam dan dengki,

Problematika Umat

Memaafkan kesalahan saudara-saudara kita, sengaja


atau yang tidak disengaja.
Tidak mau balas dendam, ini tingkatan yang paling
rendah. Tidak ada rasa benci. Ciri orang beriman
mudah memaafkan, tidak mau berbalas dendam. Kisah
Abu Darda yang bersedakah dengan kehormatannya.
Ketika masuk mesjid Nabi mengatakan akan lewat dari
kalian seorang laki-laki penghuni syurga, tiga hari
berturut-turut nabi berkata seperti itu, orang yang
sama lewat, yang dimaksud ada sahabat ahli ibadah
namanyaAbdullah bin Amr binAsh, sehingga dia pergi
menginap dirumahnya selama 3 malam dan dia melihat
tidak ada yang istimewa, dia bukan ahli ibadah, tapi
kenapa nabi mengatakan dia penghuni syurga? Hingga
ia bertanya apa istimewamu sehingga Rasulullah
mengatakan engkau ahli syurga? Katanyatidak ada
yang istimewa, tapi sebelum tidur saya memaafkan
saudaraku yang bersalah kepada saya, saya bersihkan
hati saya, sehingga saya tidak membenci seorang
muslim maka kata sahabat inilah prestasimu yang
sulit dicapai. Kalau kita bisa seperti ini saja,
masyaAllah !
b) Alwustha ( pertengahan/persamaan)
Hadits tidak akan sempurna iman seseorang sehingga ia
mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.
Kalau ia ingin selamat, ia ingin saudaranya juga selamat.
Kalau ia ingin bahagia, ia ingin saudaranya juga bahagia.
Ia ingin mendapat petunjuk/kemenangan, ia ingin
saudaranya juga mendapat petunjuk/kemenangan. Ia ingin
terbebas dari kesempitan, ia ingin saudaranya juga bebas
dari kesempitan. Ia ingin persamaan dengan saudaranya,
kalau saya ingin baik, saudara saya juga baik, kalau saya
tidak suka disakiti, saya juga tidak mau menyakiti saudara
saya. Ciri-cirinya:
Membantu saudara. Ini ada dua jenis

Problematika Umat

Membantu/menolong saudaranya ketika diminta.


Ketika ditimpa musibah, dan kita punya kemampuan
bisa menolong dengan wajah yang berseri-seri
bukan wajah yang dilipat-lipat. Kadang2 ada
saudara kita yang minta pinjam motor misalnya,
tapi biasanya kita masih berat, ini belum dikatakan
menolong. Ketika kita minta pertolongan dan dia
siap dengan menolong dengan wajah yang berseriseri,
menunjukkan
dia
senang
menolong
saudaranya, itu baru ukhuwah yang pertengahan.
Kalau dia menolong tapi disertai dengan sedikit
ngomel2,dan muka yang sedikit agak seram yang
menunjukkan ketidaksenangan, maka itu belum
dikatakan menolong

Membantu saudara tanpa diminta. Ini lebih hebat!


Kalau kita melihat saudara kita butuh pertolongan,
tanpa minta pertolongan kita sudah bantu.
Menasehati dan mengajarkan
Kita mau dia selamat, seperti kita ingin selamat, kita
mau dia tahu agama sepeti kita tahu agama, kita mau
dia masuk syurga seperti kita mau masuk syurga, kita
mau ia terlepas dari neraka seperti kita ingin terlepas
dari neraka.
Mendoakan saudara kita
Dari Abu Darda r.a bahwasanya Nabi shallallahu alaihi
wa sallam bersabda :











Doa seorang muslim untuk saudaranya dalam keadaan
tidak diketahuinya dikabulkan, di sisi kepalanya ada
malaikat yang diwakilkan, setiap kali dia doakan
saudaranya maka malaikat itu mengucapkan amin,
dan untukmu seperti itu pula. (HR. Muslim)
Sahabat
Abu
Darda
senantiasa
mendoakan
saudaranya,
diriwayatkan
bahwa
dia
biasa

Problematika Umat

menyebutkan 60 nama saudaranya yang didoakan


dalam shalatnya. Apalagi kalau kita naik haji atau
umrah. Kalau ada ikhwa naik haji jangan lupa sebut
nama saya/ustadz supaya masuk syurga. Kita berdoa di
sisi kabah, safa dan marwah, pada waktu2 mustajab
doakan saudar kita. Saudara2 kita di Palestina, di Irak,
Afghanistan, doakan mereka dalam shalat2 kita,
sebagai tanda cinta kepada mereka.
Menjaga
kehormatannya
yaitu
dengan
tidak
menggibahnya, memfitnahnya bahkan jika ada orang
yang mencela/menjelekkan saudaranya dia akan
membelanya. Dalam perjalanan ke perang Tabuk Nabi
shallallahu alaihi wa sallam mencari Kaab bin Malik,
maka seorang laki-laki berkata : Berat atasnya
pakaiannya ya Rasulullah. (maksudnya dia tidak
mampu meninggalkan kenikmatan di Madinah untuk
pergi berjihad). Mendengar itu Muadz bin Jabal berkata
orang tersebut : Alangkah buruk apa yang engkau
katakan, kami tidak mengetahui darinya kecuali
kebaikan, mungkin dia terhalang udzur. Ketika ada
yang menjelekkan atau mengghibah saudara kita, kita
bela dia, andaikan kita dighibah oleh orang dan ada
teman kita di situ, tentu kita ingin dia membela kita
c) Tingkatan ketiga/tertinggi yaitu mengutamakan
saudaranya di atas dirinya sendiri
Dalil :
(QS. 59 Al Hasyr:9)

Problematika Umat

9.
Dan orang-orang yang Telah menempati kota
Madinah dan Telah beriman (Anshor) sebelum
(kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor)
'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka
(Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh
keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang
diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka
mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri
mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.
dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya,
mereka Itulah orang orang yang beruntung
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah
r.a bahwa Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam pernah
kedatangan tamu yang kelaparan pada suatu malam maka
beliau bertanya kepada istri-istri beliau kalau-kalau
diantara mereka ada yang mempunyai makanan, ketika
beliau tahu bahwa tidak ada seorang pun diantara istri
beliau yang mempunyai makanan beliau menawarkan
kepada para sahabat untuk melayanai tamu beliau
tersebut. Abu Thalhah lalu menawarkan dirinya, diapun
segera ke rumahnya dan munyampaikannya kepada
istrinya, istrinya berkata bahwa mereka hanya punya
makanan untuk anak-anak mereka malam itu. Abu
Thalhah lalu menyuruh istrinya untuk menidurkan anakanaknya ketika waktu makan malam tiba dan mematikan
pelitanya lalu mengajak tamu Rasulullah shallalahu alaihi
wa sallam makan dalam kegelapan sementara Abu
Thalhah dan istrinya sendiri tidak makan. Keesokan
harinya Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam bersabda :
Sungguh Allah kagum dengan apa yang dilakukan fulan
dan fulanah (semalam). Dan Allah menurunkan ayat :
dan mereka mengutamakan saudara mereka di atas diri

Problematika Umat

mereka sendiri meskipun mereka sendiri dalam keadaan


sempit (QS. 59:9)
Setelah
perang
Yarmuk
selesai
berkecamuk
tergeletak 3000 prajurit muslim diantara mereka ada yang
terluka dan ada pula yang syahid. Diantara yang terluka
terdapat Al Harits bin Hisyam, Ikrimah bin Abi Jahl dan
Ayyasy bin Abi Rabiah. Maka Al Harits meminta air untuk
minum, ketika air dibawakan kepadanya dia melihat
Ikrimah memandang kepadanya maka diapun berisyarat
agar itu diberikan kepada Ikrimah, ketika air dibawa
kepada Ikrimah dia melihat Ayyasy memandang
kepadanya maka diapun berisyarat agar air itu dibawa
kepada Ayyasy, ketika air itu dibawakan kepada Ayyasy
ternyata
dia
telah
meninggal
sebelum
sempat
meneguknya dan ternyata al Harits dan Ikrimah pun juga
telah meninggal dunia. Tidak seorangpun diantara mereka
yang meminum air tersebut sampai mereka syahid karena
mengutamakan saudaranya.
D. FAKTOR- FAKTOR YANG MENGUATKAN TINGKATAN
UKHUWAH
Kalau ini dijelaskan kepada Mutarabbi, berikan penjelasan
dan motivasi. Berikan contoh praktis! Jelaskan satu-satu!
a) Saling menziarahi.
Kalau perlu bikin program.apalagi Ikhwa yang belum
menikah gampang ini, dibuatkan jadwal untuk menziarahi
saudaranya
b) Sampaikan/nyatakan cinta anda!.
Ada sahabat pernah mengatakan ya Rasulullah, saya
cinta kepada ini, Rasulullah bersabda sampaikan kalau
anda mencintainya
c) Wajah yang cerah ketika bertemu.
Itu menguatkan ukhuwah. Hadits jangan pernah
meremehkan amalan sekecil apapun, meskipun hanya
bertemu dengan wajah berseri-seri
d) Jabat tangan dengan sesama jenis.

Problematika Umat

Hadits tidaklah 2 orang bertemu dan bersalaman kecuali


berguguran dosa-dosa di antara keduanya(disahkan oleh
Al-albani). Nabi ketika berjabat tangan dengan sahabat,
tidak melepaskan tangannya sebelum orang yang dijabat
tangannya melepaskan duluan. Ini menunjukkan dia cinta
kepada saudaranya
e) Saling memberi hadiah.
Hadits Saling memberi hadiahlah, niscaya kalian saling
mencintai. Biar sederhana/sedikit, misalnya dari kampung
bawa makanan khas untuk diberikan kepada saudarasaudara. ucapkan selamat, mislnya dalam kebeerhasilan,
pernikahan.
f) Saling menolong
g) Saling mendoakan
h) Memenuhi hak saudaranya.
Ada 6 hak saudara : (saling memberi salam, saling
menghadiri, saling memberi nasehat, membalas ucapan
ketika bersin, mengunjungi yang sakit, mengantar
jenazahnya ketika meninggal).
6. Perusak-perusak ukhuwah
Ini juga dijelaskan baik-baik!berikan contoh2, berikan
motivasi supaya dia menghindarinya!
a) Egois
Mau menang sendiri, dia mau dia saja yang dimengerti,
tidak
mau
mengerti
orang.
Kalau
musyawarah,
pendapatnya saja yang diambil/benar, kalau bukan
pendapatnya yang diambil keputusan, dia tidak dukung
keputusan. Sifat egois ini merusak ukhuwah
b) Sombong,
Ini termasuk dosa besar
c) Hasad/dengki.
Ini jelas/pasti merusak ukhuwah karena ini menghilangkan
cinta. Hasad lawannya cinta, jadi kalau ada hasad, pasti
cintanya hilang, kalau cintanya hilang asasnya hilang, kalau
assnya hilang ukhuwahnya runtuh, kalau ukhuwahnya

Problematika Umat

runtuh tentu kita tidak bisa berjuang, Islam tidak akan


pernah bisa menang
d) Suka bertengkar.
Bertengkar untuk menjatuhkan, kalau diskusi ilmiah tidak
apa-apa, tapi kalau debat kusir yang ingin menunjukkan
siapa yang menang, siapa yang lebih pintar, lebih bagus
hapalannya, lebih dalam pemahamannya, ini merendahkan
yang lain. Ketika ingin menunjukkan saya yang lebih pintar,
artinya saya ingin tunjukkan kalau kamu lebih bodoh
daripada saya, kalau saya ingin menunjukka kalau saya
lebih tahu dalil2, artinya saya ingin menunjukkan kalau
kamu tidak tahu dalil-dalil.
e) Fitnah.
Yang tidak dilakukan oleh saudara kita, diceritakan
f) Cinta popularitas.
Ingin menonjolkan dirinya sendiri, ingin paling harum
namanya, paling dikenal disuatu jamaah