Anda di halaman 1dari 26

STRATEGI KOMUNIKASI

PENDIDIKAN DAN BUDAYA ANTI KORUPSI


BADAN PERTANAHAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

2013

DAFTAR ISI
STRATEGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN DAN BUDAYA ANTI KORUPSI

COVER ......................................................................................................................... i
SAMBUTAN .................................................................................................................. 1
DAFTAR ISI .................................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 3
A. Latar Belakang ................................................................................................. 3
B. Pengertian ........................................................................................................ 5
C. Maksud dan Tujuan .......................................................................................... 6
D. Ruang Lingkup ................................................................................................. 7
BAB II STRATEGI KOMUNIKASI PBAK ....................................................................... 8
A. Analisis Situasi ................................................................................................. 8
B. Penetapan Dampak / Sasaran Komunikasi ...................................................... 15
C. Pemilihan Khalayak Sasaran ........................................................................... 18
D. Pengemasan Pesan Komunikasi ..................................................................... 19
E. Pemilihan Media / Aktivitas Komunikasi ........................................................... 20
F. Penetapan Komunikator ................................................................................... 21
G. Pelaksanaan Kegiatan Komunikasi .................................................................. 21
BAB III MONITORING DAN EVALUASI STRAKOM ..................................................... 23
A. Tujuan .............................................................................................................. 23
B. Lingkup ............................................................................................................. 23
C. Metode dan Alat ............................................................................................... 24
BAB IV PENUTUP......................................................................................................... 25

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rencana Strategis Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Tahun
2010 2014 menggambarkan kelanjutan, peningkatan, pengembangan, dan
pemantapan pengelolaan pertanahan yang selama ini telah dilaksanakan dengan
memperhatikan kondisi faktual yang terjadi saat ini, maupun refleksi obyektif ke
depan.
Visi Pembangunan Badan Pertanahan Nasional Tahun 2010-2014 adalah
MENJADI

LEMBAGA

YANG

MAMPU

MEWUJUDKAN

TANAH

DAN

PERTANAHAN UNTUK SEBESAR-BESAR KEMAKMURAN RAKYAT, SERTA


KEADILAN

DAN

KEBERLANJUTAN

SISTEM

KEMASYARAKATAN,

KEBANGSAAN DAN KENEGARAAN REPUBLIK INDONESIA yang selanjutnya


dituangkan dalam misi sebagai berikut:
1. Peningkatan kesejahteraan rakyat, penciptaan sumber-sumber baru kemakmuran
rakyat,

pengurangan

kemiskinan

dan

kesenjangan

pendapatan,

serta

pemantapan ketahanan pangan;


2. Peningkatan tatanan kehidupan bersama yang lebih berkeadilan dan bermartabat
dalam kaitannya denganpenguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan
tanah (P4T);
3. Perwujudan tatanan kehidupan bersama yang harmonis dengan mengatasi
berbagai sengketa, konflik dan perkara pertanahan di seluruh tanah air dan
penataan perangkat hukum dan sistem pengelolaan pertanahan sehingga tidak
melahirkan sengketa, konflik dan perkara di kemudian hari;
4. Keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Indonesia
dengan memberikan akses seluas-luasnya pada generasi yang akan datang
terhadap tanah sebagai sumber kesejahteraan masyarakat, dan
5. Penguatan lembaga pertanahan sesuai dengan jiwa, semangat, prinsip dan
aturan yang tertuang dalam UUPA dan aspirasi rakyat secara luas untuk
mencapai tujuan pembangunan bidang pertanahan yaitu Mengelola tanah
seoptimal mungkin untuk mewujudkan sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Sasaran yang akan dicapai adalah terwujudnya sistem pengelolaan


pertanahan yang efisien, efektif dan terlaksananya penegakkan hukum terhadap hak
atas tanah masyarakat dengan menerapkan prinsip-prinsip keadilan, transparansi
dan demokrasi berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang pertanahan.
Permasalahan yang dihadapi Badan Pertanahan Nasional berkaitan dengan
Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi (PBAK) sebagaimana tersurat dalam Dokumen
Rencana Strategis (Renstra) Badan Pertanahan Nasional tahun 2010-2014 antara
lain yaitu kapasitas kelembagaan pertanahan yang masih terbatas termasuk
kapasitas (kualitas dan kuantitas) sumberdaya manusia (SDM) pada tatanan Kantor
Pertanahan Kabupatan/Kota. Permasalahan lain yang menjadi pertimbangan
berkaitan dengan hubungan antara PBAK dengan kapasitas SDM Badan
Pertanahan Nasional adalah sebagai berikut.
1. Pendidikan yang ditempuh para pegawai Badan Pertanahan Nasional belum
dianggap sebagai sarana efektif untuk melembagakan nilai-nilai anti korupsi,
khususnya menciptakan karakter pegawai yang berintegritas.
2. Penanaman nilai-nilai anti korupsi belum dilakukan secara massif dan intensif
melalui jalur pendidikan formal dan nonformal baik melalui kurikulum maupun di
luar kurikulum.
3. Kerjasama dengan lembaga pendidikan formal untuk menanamkan nilai-nilai anti
korupsi masih bersifat sektoral, kurang sinergis dan cenderung berjalan sendirisendiri.
4. Masih adanya sikap permisif terhadap korupsi dan individu pasif menyikapi
tindakan koruptif.

Berkenaan dengan hal tersebut, maka kondisi jangka menengah yang


diharapkan Badan Pertanahan Nasional di bidang sosial dan kelembagaan terkait
dengan PBAK sebagaimana tertuang dalam Renstra Badan Pertanahan Nasional
Tahun 2010 sampai dengan 2014 meliputi hal-hal sebagai berikut.
1. Terwujudnya reformasi birokrasi pada Badan Pertanahan Nasional diemban.

2. Regulasi dan kebijakan cukup memadai dan berjalan efektif.


3. Lembaga non pemerintah menjadi bagian penting dalam pembangunan.
4. Jejaring kerja terbangun secara memadai.
5. Pengawasan dan pengendalian berjalan efektif.
6. Tersedia dukungan sarana dan prasarana serta dana yang cukup dan profesional.
7. Akses masyarakat terhadap tanah dan pertanahan khususnya masyarakat lokal
dan masyarakat adat secara proporsional terakomodir.
8. Kualitas kesejahteraan masyarakat semakin baik, termasuk dalam kaitannya
dengan upaya-upaya percepatan pembangunan.
Mengacu pada beberapa permasalahan dan kondisi yang diharapkan
tersebut, maka Badan Pertanahan Nasional menyusun dan menetapkan Rencana
Aksi Pencegahan Korupsi periode tahun 2011-2014 sebagai salah satu bentuk
upaya penerapan kebijakan publik yang holistik dalam pembangunan bidang
pertanahan.
Berkenaan dengan pelaksanaan Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan
Nasional Republik Indonesia tersebut, PBAK di lingkup Badan Pertanahan Nasional
perlu lebih dikomunikasikan secara intensif kepada para pegawai seiring dengan
pelaksanaan Strategi Nasional PPK Jangka Menengah (2012-2014) dan Jangka
Panjang (2012-2025) melalui serangkaian Strategi Komunikasi PBAK guna
mengatasi permasalahan yang ada di Badan Pertanahan Nasional dan memperkuat
budaya anti korupsi.

B. Pengertian
Strategi Komunikasi Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi (Strakom PBAK)
Badan Pertanahan Nasional Tahun 2013 secara garis besar merupakan
serangkaian rencana aksi gerakan sosial dan atau pengembangan sistem nilai /
sikap anti korupsi yang akan dilaksanakan di lingkup Badan Pertanahan Nasional
pada Tahun 2013 dengan titik berat pesan nilai anti korupsi meliputi keterbukaan
dan disiplin.

Pengertian Strakom PBAK berdasarkan unsur kata strategi, komunikasi


serta pendidikan dan budaya anti korupsi secara definitif berdasarkan Kamus
Besar Bahasa Indonesia (2013) dan secara konseptual dapat diartikan sebagai
berikut.
Strategi : 1) ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk
melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai; 2) rencana yang
cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.
Komunikasi : Pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang
atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi:
Gerakan sosial dan atau pengembangan sistem nilai/sikap anti korupsi yang
diintegrasikan dalam sistem budaya lokal masyarakat.
Berdasarkan definisi dan konseptual unsur kata-kata tersebut di atas, maka
strategi komunikasi pendidikan dan budaya anti korupsi dapat digeneralisasi
pengertiannya sebagai serangkaian rencana aksi gerakan sosial dan atau
pengembangan sistem nilai/sikap anti korupsi yang diintegrasikan dalam sistem
budaya

lokal

masyarakat

serta

dilakukan

melalui

berbagai

kampanye/

pendidikan/internalisasi budaya anti korupsi di lingkungan pemerintah, swasta,


masyarakat, pendidikan dasar/menengah/perguruan tinggi atau pusat kajian anti
korupsi maupun pemangku kepentingan lainnya guna memberikan ruang bagi
masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan
korupsi beserta sanksi sosialnya di masyarakat.

C. Tujuan dan Maksud


1. Mempermudah merancang program dan aktivitas komunikasi PBAK di lingkup
Badan Pertanahan Nasional sesuai fokus kegiatan yang diamanatkan
Undang-Undang, Strategi Nasional PPK dan peraturan lain yang terkait.
2. Pedoman untuk memilih dan menetapkan unsur-unsur komunikasi antara lain
analisis situasi, pemilihan khalayak, pengemasan pesan, pemilihan media,
penentuan waktu dan alokasi anggaran serta monitoring dan evaluasi
dampak.

3. Memberikan acuan pembudayaan anti korupsi di lingkup Badan Pertanahan


Nasional.
4. Membantu Badan Pertanahan Nasional dalam mengembangkan sinergitas
komunikasi pesan PBAK dengan Kementerian/Lembaga lain dan para mitra
strategis.

D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Strakom PBAK ini meliputi urgensi latar belakang serta
maksud dan tujuan Strakom, analisis situasi, penetapan dampak/sasaran
komunikasi, pemilihan khalayak sasaran, pengemasan pesan komunikasi,
pemilihan media/aktivitas komunikasi, pemilihan komunikator, pelaksanaan
kegiatan komunikasi serta monitoring dan evaluasi Strakom.

BAB II
STRATEGI KOMUNIKASI
(STRAKOM)
A. Analisis Situasi
Badan Pertanahan Nasional adalah lembaga Pemerintah non Kementerian
yang bersifat vertikal, terdiri dari:
1. Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia;
2. Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional; dan
3. Kantor Pertanahan.
Badan Pertanahan Nasional secara struktur saat ini terdiri dari 7 unit
eselon I (meliputi 1 unit Sekretariat Utama, 1 unit Inspektorat Utama, 5 unit
Kedeputian) serta unit eselon I yang terdiri dari 3 bidang Staf Khusus. Setiap unit
eselon I membawahi beberapa unit eselon II. Struktur organisasi jabatan unit
eselon I lingkup Badan Pertanahan Nasional tersebut dapat dilihat pada gambar
II.1 sebagai berikut.
Gambar II.1 Organisasi Jabatan Lingkup Badan Pertanahan Nasional

Untuk tingkat provinsi, BPN RI memiliki instansi vertikal yang berada di


bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPN RI (Peraturan
Kepala BPN RI Nomor 4 Tahun 2006). Lingkup Kantor Wilayah BPN Provinsi
dapat dilihat pada gambar II.2 sebagai berikut.
Gambar II.2 Organisasi Jabatan Lingkup Kantor Wilayah BPN Provinsi

Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota, BPN RI memiliki instansi vertikal


yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BPN RI melalui
Kepala Kanwil BPN Provinsi. Lingkup Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dapat
dilihat pada gambar II.3 sebagai berikut.
Gambar II.3 Organisasi Jabatan Lingkup Kantor Pertanahan
Kabupaten/Kota

10

Rencana Aksi Pencegahan Korupsi Badan Pertanahan Nasional periode


tahun 2011-2014 yang berkaitan dengan Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi
(PBAK) terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut.

Tabel II.1
Beberapa Jenis Rencana Aksi Pencegahan Korupsi Badan Pertanahan Nasional
Tahun 2011-2014 yang berkaitan dengan Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi.
NO

KEGIATAN

1.

Pembinaan
Pegawai

2.

Kode Etik
Pegawai

3.

Kesederhanaan
dalam
pelaksanaan
tugas (SOP)

4.

Intensifikasi
Pelaporan
LHKPN

URAIAN KEGIATAN
a. Penyusunan buku saku disiplin
b. Pelaksanaan pembinaan
Penyusunan, penetapan, dan
pelaksanaan kode etik pegawai
a. Penyusunan konsep
kesederhanaan dalam
pelaksanaan tugas (SOP)
b. Penetapan pola
kesederhanaan dalam
pelaksanaan tugas (SOP)
c. Pelaksanaan pola
kesederhanaan dalam
pelaksanaan tugas (SOP)
a. Pemberitahuan kepada Pejabat
yang wajib menyampaikan
LHKPN ke KPK
b. Penagihan bukti penyampaian
LHKPN oleh Pejabat terkait
c. Pembimbingan bagi Pejabat
yang belum menyampaikan
LHKPN
d. Evaluasi dan pelaporan progres
penyampaian LHKPN
e. Pemberian peringatan bagi
Pejabat yang belum
menyampaikan LHKPN

11

PENANGGUNG
JAWAB
Biro orpeg
Eselon I masingmasing
Biro Orpeg, Unit
kerja masingmasing
a. Biro Orpeg
b. Eselon I masingmasing
c. Eselon I masingmasing

Biro Orpeg/
Eselon I/Eselon II/
Auditor

5.

Fasilitasi
pengaduan
masyarakat

a. Penyusunan pedoman
penanganan Dumas
b. Penyediaan fasilitas atau
sarana Dumas
c. Pengelolaan dan tindak lanjut
Dumas
d. Pelaporan

Ittama dan Sestama

6.

Pengadaan
a. Penyusunan Sistem Layanan
Biro Umum
Barang dan Jasa
Pengadaan Secara Elektronik
(LPSE/E- Procurement)
b. Sosialisasi Layanan Pengadaan
Secara Elektronik
c. Pelatihan SDM pengelola LPSE
d. Pembentukan Tim Pengelola
pelaksanaan LPSE
e. Pengadaan sarana LPSE
f. Pelaksanaan LPSE

7.

8.

9.

Peningkatan
a. Penyusunan standar
Biro Orpeg dan
kualitas
operasional prosedur pelayanan masing-masing
pelayanan publik
pertanahan
eselon I
b. Pembangunan standar
operasional prosedur pelayanan
pertanahan
c. Pelaksanaan standar
operasional prosedur pelayanan
pertanahan
Fasilitasi
a. Penyusunan pedoman
Ittama dan Settama
Whistleblower
Whistleblower system
system
b. Sosialisasi Whistleblower
system
c. Penyediaan fasilitas atau
sarana Whistleblower system
d. Pengelolaan dan tindak lanjut
Whistleblower system
a. Sosialisasi reward and
Peningkatan
Biro Orpeg
reward and
punishment Pegawai
punishment
b. Penilaian terhadap pegawai
Pegawai
yang melanggar dan
berprestasi
c. Penilaian dan penetapan
reward and punishment
Dalam rangka mendukung upaya-upaya pencegahan yang telah ditetapkan

tersebut serta guna mendukung kebijakan nasional terkait pencegahan dan


pemberantasan korupsi secara terpadu, maka Badan Pertanahan Nasional
12

membutuhkan Strategi Komunikasi (Strakom) sebagai landasan operasional


komunikasi untuk menginternalisasi nilai-nilai Anti Korupsi.
Berkaitan dengan Strakom tersebut, Badan Pertanahan Nasional pada
bulan April 2013 telah melaksanakan pre assessment di 6 (enam) lokus Satuan
Kerja (Satker) yang terkait dengan pelayanan publik yaitu :
1. Direktorat Penetapan Batas Bidang Tanah dan Ruang;
2. Biro Umum;
3. Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta;
4. Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten;
5. Kantor Pertanahan Kota Jakarta Barat; dan
6. Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak.

Identifikasi pemahaman tentang anti korupsi pada ke-enam Satker tersebut


dilaksanakan dengan kriteria, indikator dan hasil sebagaimana tabel berikut.

Tabel II.2
Indikator Penilaian Potret Budaya Anti Korupsi
No
1
2
3
4

Kategori
Sangat Permisif
Permisif
Anti Korupsi
Sangat Anti
Korupsi

Kisaran Skor/
Prosentase
62 (0-25%)
122 (26-50%)
183 (51-75%)
246 (76-100%)

Tabel II.3
Indikator Penilaian Potret Pola Komunikasi Anti Korupsi
No
Kategori
Kisaran Skor/Nilai
1
Dasar
15
2
Menengah
30-45
(pergerakan)
3
Lanjut
60
(pembudayaan)
Tabel II.4
Kriteria Pengukuran Budaya Anti Korupsi
No
MATERI
1. Pengukuran Terhadap Sikap Kepemimpinan
13

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengukuran Terhadap Rekan Sejawat


Pengukuran Terhadap Mitra Kerja (Aparatur di Satker Inferior; Satker lain
yang diawasi oleh Satker Kami)
Pengukuran Terhadap Mitra Kerja (Aparatur di Satker Superior; Satker
pengawas/pemberi anggaran)
Pengukuran Terhadap Mitra Kerja (Non-Aparatur Negara)
Pengukuran Terhadap Responden dan Peraturan/Ketentuan Kerja
Pengukuran Terhadap Kebutuhan Pribadi/Satuan Kerja
Derajat Toleransi

Tabel II.5
Hasil Penilaian Akhir Identifikasi Pemahaman tentang Anti Korupsi pada 6 (enam)
Satker Lingkup Badan Pertanahan Nasional Tahun 2013
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Dimensi
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII

Sub Total
85%
81%
80%
89%
85%
84%
73%
79%

Kualifikasi
Sangat anti korupsi
Sangat anti korupsi
Sangat anti korupsi
Sangat anti korupsi
Sangat anti korupsi
Sangat anti korupsi
Anti korupsi
Anti korupsi

Arah Komunikasi
Advokasi
Advokasi
Advokasi
Advokasi
Advokasi
Advokasi
Advokasi
Advokasi

Tabel II.6
Strategi Komunikasi PBAK Badan Pertanahan Nasional Tahun 2013 berdasarkan
Hasil Pre Assessment pada 6 (enam) Unit Satker
No Peringkat Prioritas Satker

1.
2.
3.
4.

Strategi Komunikasi

Strategi
Sosialisasi
Direktorat Penetapan Batas Internalisasi
Bidang Tanah dan Ruang;
Biro Umum;
Internalisasi
Kantor Wilayah BPN Provinsi Internalisasi
DKI Jakarta;
Kantor Wilayah BPN Provinsi Internalisasi
Banten;

14

Strategi
Edukasi
Perubahan
perilaku
Perubahan
perilaku
Perubahan
perilaku
Perubahan
perilaku

Strategi
Advokasi
Aksi /
gerakan
Aksi /
gerakan
Aksi /
gerakan
Aksi /
gerakan

5.
6.

Kantor
Pertanahan
Kota Internalisasi
Jakarta Barat; dan
Kantor Pertanahan Kabupaten Internalisasi
Lebak.

Perubahan
perilaku
Perubahan
perilaku

Aksi /
gerakan
Aksi /
gerakan

B. Penetapan Dampak / Sasaran Komunikasi


1. Tujuan Strakom PBAK
Tujuan Strakom PBAK berdasarkan perspektif kepentingan Badan
Pertanahan Nasional adalah untuk :
a) memberikan informasi kepada para pegawai lingkup Badan Pertanahan
Nasional/para pihak terkait yang berkenaan dengan informasi ketentuan
peraturan perundang-undangan, informasi upaya pencegahan dan strategi
pemberantasan korupsi di lingkungan Badan Pertanahan Nasional serta
informasi titik-titik kritis terjadinya tindak pidana korupsi di bidang
pembangunan pertanahan;
b) membentuk pola pikir, pola sikap dan pola tindak para pegawai di lingkup
kerja Badan Pertanahan Nasional dalam rangka menciptakan zona
integritas dan tata kelola kepemerintahan yang baik dengan menganjurkan
tindakan secara persuatif kepada para pegawai dalam pelaksanaan tugas
di bidang pembangunan pertanahan melalui internalisasi sistem nilai
budaya anti korupsi yang terdiri dari jujur, peduli, mandiri, disiplin,
tanggungjawab, sederhana, kerja keras, berani dan adil;
c) menciptakan media komunikasi eksternal dalam rangka kepentingan
edukasi publik serta peningkatan kinerja Badan Pertanahan Nasional yang
transparan dan akuntabel baik terkait pelayanan masyarakat oleh instansi
di lingkup kerja Badan Pertanahan Nasional, sistem penanganan dan
pengaduan masyarakat (whistleblower), perencanaan anggaran berbasis
kinerja maupun hal-hal lain berkenaan dengan transparansi informasi
publik.

Sedangkan tujuan Strakom PBAK berdasarkan kepentingan penerima


adalah sebagai berikut :

15

a) para pegawai lingkup kerja Badan Pertanahan Nasional/pihak terkait dapat


memahami dan mempelajari informasi yang berkenaan dengan ketentuan
peraturan

perundang-undangan,

upaya

pencegahan

dan

strategi

pemberantasan korupsi di lingkungan Badan Pertanahan Nasional serta


informasi mengenai titik-titik kritis terjadinya tindak pidana korupsi di bidang
pembangunan pertanahan;
b) para pegawai lingkup kerja Badan Pertanahan Nasional/pihak terkait dapat
menerima

anjuran

tindakan

secara

persuatif

dalam

pelaksanaan

pembangunan bidang pertanahan serta dapat melaksanakan internalisasi


sistem

nilai

budaya

anti

korupsi

(jujur,

peduli,

mandiri,

disiplin,

tanggungjawab, sederhana, kerja keras, berani dan adil).

Berkenaan dengan hal-hal tersebut serta berdasarkan analisis terhadap


hasil pre assessment yang telah dilaksanakan, maka tujuan umum perubahan
yang diharapkan melalui aktivitas komunikasi PBAK di lingkup Badan
Pertanahan Nasional Tahun 2013 meliputi hal-hal sebagai berikut.
1. Meningkatnya pemanfaatan media massa (media cetak internal Badan
Pertanahan Nasional) sebagai sarana komunikasi dan media penyampaian
pesan PBAK.
2. Meningkatnya kesadaran para pegawai di lingkup Badan Pertanahan
Nasional mengenai integritas dan internalisasi nilai-nilai anti korupsi.

2. Sasaran Strategi Komunikasi


Sasaran Strakom PBAK berdasarkan sudut kepentingan sosial dan
individu, antara lain adalah sebagai berikut :
a) berbagi pengetahuan umum tentang PBAK di lingkup kerja Badan
Pertanahan Nasional;
b) sosialisasi peran, nilai, kebiasaan terkait anti korupsi kepada para pegawai
di lingkup kerja Badan Pertanahan Nasional;
c) pencapaian konsensus atau mengontrol tingkah laku para pegawai di
lingkup kerja Badan Pertanahan Nasional agar sesuai dengan nilai-nilai anti
korupsi;
16

d) menguji,

mempelajari

dan

memperoleh

gambaran

tentang

realitas,

kesempatan dan bahaya terkait kasus korupsi di lingkup kerja Badan


Pertanahan Nasional;
e) para pegawai di lingkup kerja Badan Pertanahan Nasional memperoleh
pengetahuan

dan

keterampilan

tentang

Anti

Korupsi

yang

dapat

dipergunakan secara positif dalam kehidupan;


f)

para pegawai di lingkup kerja Badan Pertanahan Nasional dapat


menentukan keputusan atau pilihan untuk bertindak dan melaksanakan
tugas sesuai nilai-nilai Anti Korupsi.

3. Dampak Strategi Komunikasi


Dampak atau hasil komunikasi yang terjadi pada para pegawai di
lingkup kerja Badan Pertanahan Nasional/pihak-pihak terkait setelah menerima
informasi berkenaan dengan PBAK meliputi 3 (tiga) aspek sebagai berikut.
a) Aspek kognitif, aktivitas komunikasi diharapkan dapat meningkatkan
pengetahuan dan kesadaran para pegawai terhadap nilai-nilai Anti Korupsi.
b) Aspek afektif, aktivitas komunikasi diharapkan dapat mengubah dan
meningkatkan kesadaran terhadap Anti Korupsi.
c) Aspek konatif, aktivitas komunikasi diharapkan memunculkan partisipasi
para pegawai dalam aktivitas Anti Korupsi.

Berdasarkan analisis terhadap hasil pre assessment, maka dampak


hasil komunikasi yang diharapkan dari Strakom PBAK tahun 2013 adalah
aspek konatif (tingkat melaksanakan) dengan sasaran komunikasi berupa
meyakinkan, mendidik dan mendukung pembuatan keputusan.

C. Pemilihan Khalayak Sasaran


Berdasarkan analisis khalayak melalui pengumpulan data dan informasi
dengan mempertimbangkan faktor kebutuhan dan identifikasi permasalahan yang
17

dihadapi Badan Pertanahan Nasional terkait pelayanan publik, maka ditentukan


area potensi rawan korupsi pada BPN RI yang menjadi target dalam komunikasi
pesan PBAK yaitu pelayanan pengukuran dan pelayanan penerbitan sertipikat
hak atas tanah. Lokus yang dijadikan sasaran meliputi 38 (tiga puluh delapan)
Kantor Pertanahan yang berada di Ibu kota Provinsi dan DKI Jakarta:
1. Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh;
2. Kantor Pertanahan Kota Medan;
3. Kantor Pertanahan Kota Padang;
4. Kantor Pertanahan Kota Pekan Baru;
5. Kantor Pertanahan Kota Tanjung Pinang;
6. Kantor Pertanahan Kota Jambi;
7. Kantor Pertanahan Kota Bengkulu;
8. Kantor Pertanahan Kota Palembang;
9. Kantor Pertanahan Kota Pangkal Pinang;
10. Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung;
11. Kantor Pertanahan Kabupaten Serang;
12. Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Pusat;
13. Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan;
14. Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat;
15. Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur;
16. Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara;
17. Kantor Pertanahan Kota Bandung;
18. Kantor Pertanahan Kota Semarang;
19. Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta;
20. Kantor Pertanahan Kota Surabaya I;
21. Kantor Pertanahan Kota Surabaya II;
22. Kantor Pertanahan Kota Pontianak;
23. Kantor Pertanahan Kota Palangkaraya;
24. Kantor Pertanahan Kota Samarinda;
25. Kantor Pertanahan Kota Banjarmasin;
26. Kantor Pertanahan Kota Manado;
27. Kantor Pertanahan Kota Gorontalo;
18

28. Kantor Pertanahan Kota Palu;


29. Kantor Pertanahan Kota Makassar;
30. Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju;
31. Kantor Pertanahan Kota Kendari;
32. Kantor Pertanahan Kota Denpasar;
33. Kantor Pertanahan Kota Mataram;
34. Kantor Pertanahan Kabupaten Kupang;
35. Kantor Pertanahan Kota Ambon;
36. Kantor Pertanahan Kota Ternate;
37. Kantor Pertanahan Kabupaten Manokwari;
38. Kantor Pertanahan Kota Jayapura.

D. Pengemasan Pesan Komunikasi


Berdasarkan analisis terhadap hasil pelaksanaan pre assessment, maka
arah komunikasi PBAK Tahun 2013 ditujukan kepada advokasi berupa
aksi/gerakan yang didukung strategi sosialisasi berupa internalisasi serta strategi
edukasi dalam hal perubahan perilaku.
Isi pesan utama PBAK Tahun 2013 yang akan disampaikan kepada para
pegawai lingkup Badan Pertanahan Nasional meliputi 2 (dua) nilai anti korupsi
yaitu Disiplin dan Tanggung Jawab yang dikemas dalam bentuk poster, Standing
Banner, Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional, serta Surat Edaran
Eselon I.

Tabel II.7
Strategi Komunikasi, Nilai Budaya Anti Korupsi dan Kemasan Pesan Komunikasi
PBAK Badan Pertanahan Nasional Tahun 2013

19

No
1

Arah
Komunikasi
Meningkatkan kesadaran Advokasi dan
integritas dan internalisasi Edukasi
nilai-nilai anti korupsi
Meningkatkan kesadaran Advokasi dan
dan keterlibatan
Edukasi
komunitas dan
masyarakat dalam upaya
PPK dalam bentuk
whistleblower dan justice
collaborator
Strategi Komunikasi

Nilai Budaya
Anti Korupsi

Disiplin dan
Tanggung
Jawab

Kemasan
Pesan
Poster,
Standing
Banner.
Surat
Keputusan
Kepala Badan
Pertanahan
Nasional, serta
Surat Edaran
Eselon I

E. Pemilihan Media / Aktivitas Komunikasi


Pemilihan media/aktivitas komunikasi PBAK di Badan Pertanahan Nasional
Tahun 2013 disesuaikan berdasarkan jenis program/kegiatan yang akan
dilaksanakan dengan 3 (tiga) rencana aksi PBAK sebagai berikut.

Tabel II.8
Rencana Aksi dan Media Komunikasi PBAK Badan Pertanahan Nasional tahun 2013
No
1

Program
Rencana Aksi
Sosialisasi
Anti Korupsi

Internalisasi
nilai dan
pendidikan
budaya anti
korupsi

Persiapan
Penerapan
komitmen anti
korupsi

Kegiatan
Operasional
Sosialisasi Anti
Korupsi dengan
para pegawai /
pejabat struktural
Pemuatan berita
sosialisasi anti
korupsi
Pemasangan
standing banner,
poster
Surat Keputusan
Kepala Badan
tentang
Whistleblower
system
Penandatanganan
Komitmen Pakta
Integritas

20

Sasaran

Media

38 unit
kerja
Seluruh
pegawai
BPN

Poster,
standing
banner
Media massa
(media internal
BPN)

38 unit
kerja
Seluruh
pegawai
BPN

Poster,
standing
banner
Surat
Keputusan
Kepala BPN

38 unit
kerja
Seluruh
pegawai

Pakta
Integritas
Surat
Keputusan

BPN

Kepala BPN

F. Penetapan Komunikator
Komunikator (penyampai pesan) Strakom PBAK di lingkup Badan
Pertanahan Nasional Tahun 2013-2014 adalah Inspektorat Utama Badan
Pertanahan Nasional, Pusat Hukum dan Hubungan Masyarakat dan Biro
Organisasi dan Kepegawaian pada Sekretariat Utama Badan Pertanahan
Nasional.

G. Pelaksanaan Kegiatan Komunikasi


1. Pelaksanaan Rencana Aksi Strakom PBAK Badan Pertanahan Nasional
Tahun 2013
Rencana aksi Strakom PBAK lingkup Badan Pertanahan Nasional tahun
2013 meliputi 3 (tiga) program dengan jenis operasional kegiatan sebagai
berikut:
No
1

Program
Rencana Aksi
Sosialisasi
Anti Korupsi

Kegiatan
Operasional
Sosialisasi Anti
Korupsi dengan
para pegawai /
pejabat struktural

Internalisasi
nilai dan
pendidikan
budaya anti
korupsi

Pemasangan
standing banner,
poster
Surat Keputusan
Kepala Badan
tentang
Whistleblower
system

21

Sasaran
38 unit
kerja
Seluruh
pegawai
BPN
38 unit
kerja
Seluruh
pegawai
BPN

Pelaksana
Biro
Organisasi
dan
Kepegawaian
Pusat Hukum
dan Hubungan
Masyarakat
Biro
Organisasi
dan
Kepegawaian
Inspektorat
Utama

Persiapan
Penerapan
komitmen anti
korupsi

Penandatanganan 38 unit
Komitmen Pakta
kerja
Integritas
Seluruh
pegawai
BPN

Biro
Organisasi
dan
Kepegawaian
Inspektorat
Utama

2. Tim atau Sumber Daya Manusia


Tim dalam Strakom PBAK lingkup Badan Pertanahan Nasional Tahun
2013-2014 secara umum dapat dipilah dalam 3 (tiga) kelompok besar, yaitu.
a) Tim Perencana, dengan tugas utama merencanakan strategi mulai dari analisis
situasi, penetapan sasaran, pengemasan pesan dan pemilihan media atau
komunikator.
b) Tim Pelaksana, memiliki tugas melaksanakan strategi yang direncanakan yang
terdiri dari koordinator, kesekretariatan, tim kreatif yang bertugas mengemas
pesan untuk media dan khalayak tertentu. Tim pelaksana ini disesuaikan
dengan jenis kegiatan yang melekat pada anggaran sesuai tugas fungsi satuan
kerjanya.
c) Tim

monitoring

mengevaluasi

dan

evaluasi,

pelaksanaan

merupakan

Strakom.

tim

yang

Pelaksanaan

memantau

monitoring

dan

evaluasi

dilaksanakan oleh Inspektorat Utama dan Biro Organisasi dan Kepegawaian,


Pusat Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Pertanahan Nasional.

22

BAB III
MONITORING DAN EVALUASI STRAKOM

A. Tujuan Monitoring dan Evaluasi Strakom PBAK


Tujuan monitoring dan evaluasi adalah agar setiap penanggung jawab dan
pengambil keputusan dalam suatu kegiatan dapat mengetahui keberhasilan
maupun permasalahan yang dihadapi sedini mungkin untuk dapat ditangani
secara tepat waktu. Sehubungan dengan salah satu tujuan Strakom adalah guna
mendapatkan bentuk komunikasi yang paling efektif sebagai umpan balik untuk
perbaikan Strakom mendatang, maka perlu dilakukan kegiatan Monitoring dan
Evaluasi untuk memastikan rangkaian kegiatan komunikasi yang dilakukan dapat
mencapai sasaran dan memberi dampak sesuai yang diharapkan, dengan tetap
mempertimbangkan kondisi dan situasi (ruang waktu)/efektivitas Strakom yang
dapat diukur dari tingkat perubahan pada diri pegawai.

B. Lingkup
1. Monitoring
Monitoring
penyusunan

dilaksanakan

sejak

tahapan

pra-desain

Strakom,

desain Strakom dan pelaksanaan, sedangkan monitoring

dilaksanakan secara terukur dalam arti bahwa kegiatan tersebut harus


senantiasa bertujuan menguji apakah Strakom PBAK yang dibuat berjalan
sesuai rencana awal. Keberhasilan komunikasi secara umum adalah ketepatan
waktu, sehingga apabila komunikator terlambat menyampaikan pesan maka
komunikasi dianggap kurang efektif walaupun benar apa yang disampaikan.
Monitoring Strakom PBAK lingkup Badan Pertanahan Nasional tahun
2013 akan dilaksanakan secara uji petik dan survei lapangan terhadap 3 (tiga)
aspek sebagai berikut:
No
Aspek Monitoring Strakom PBAK
1
Apakah pengemasan pesan sesuai
dengan khalayak
2
Apakah khalayak terpapar kegiatan
komunikasi
3
Apakah pelaksanaan aksi komunikasi
tepat waktu
23

Hasil Monitoring
Sesuai / tidak sesuai
Telah terpapar / belum
Tepat waktu / tidak tepat
waktu

2. Evaluasi
Evaluasi merupakan kegiatan pengukuran secara sistematis yang
dilakukan untuk menilai sejauhmana keberhasilan program dalam mencapai
tujuannya. Evaluasi secara keseluruhan juga akan mencakup evaluasi
terhadap kajian di bidang kegiatan komunikasi, untuk menilai dan menakar
apakah rumusan tujuan komunikasi dalam strakom sudah tercapai atau belum.
Strakom yang dikembangkan akan berdampak positif apabila tujuan program
dapat tercapai dan terdapat indikasi perubahan perilaku khalayak sasaran
sebagai tujuan akhir dapat diamati dan diukur.
Evaluasi Strakom PBAK Badan Pertanahan Nasional tahun 2013
dilakukan melalui pelaksanaan post assessment sesuai dengan kuesioner yang
dipersiapkan untuk menilai keberhasilan/kurang efektif Strakom PBAK
berdasarkan tinjauan berbagai aspek.

C. Metode dan Alat


Metode monitoring dan evaluasi kepada sasaran khalayak akan
diarahkan untuk mengetahui apakah kelompok sasaran/khalayak telah
terjangkau oleh program, apakah terdapat perubahan pada kelompok
sasaran/khalayak (pengetahuan, sikap atau pun perilaku), sejauhmana
perubahan terjadi, mengapa terjadi atau tidak terjadi perubahan dan
sebagainya. Penilaian kegiatan program komunikasi tersebut berupa tolok ukur
pencapaian keberhasilan atau kurang efektifnya kegiatan komunikasi termasuk
mengevaluasi pemanfaatan komunikasi.
Tabel III.2
Metode dan Alat Monitoring dan Evaluasi Strakom PBAK Badan Pertanahan
Nasional Tahun 2013
Jenis Kegiatan
Monitoring

Alat / Sumber
Survei lapangan

Metode
1. Monitoring langsung terhadap
keberhasilan penyampaian materi
2. Survei terhadap respons publik
atas pesan yang disampaikan
Uji petik melalui polling dan atau
penyebaran kuesioner
penyebaran kuesioner di 38 (tiga
puluh delapan) lokus Satker BPN

Pemantauan lain
Evaluasi

Post Assesment

24

25