Anda di halaman 1dari 11

0

Kelompok 5
Palembang

Pendidikan Fisika 2012 UNSRI -

1
PENGGUNAAN METODE CERDAS CERMAT DALAM MENINGKAT

PENDAHULUAN
Dalam psikologi dan pendidikan , pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai
suatu proses yang menyatukan kognitif, emosional, dan lingkungan pengaruh dan
pengalaman untuk memperoleh, meningkatkan, atau membuat perubahans pengetahuan
satu, keterampilan, nilai, dan pandangan dunia (Illeris, 2000; Ormorod, 1995)
Belajar sebagai suatu proses berfokus pada apa yang terjadi ketika belajar
berlangsung. Penjelasan tentang apa yang terjadi merupakan teori-teori belajar. Teori
belajar adalah upaya untuk menggambarkan bagaimana orang dan hewan belajar, sehingga
membantu kita memahami proses kompleks inheren pembelajaran. (Wikipedia)
Makalah ini dibuat untuk mengkaji pembelajaran pada hari Sabtu tanggal 11
Oktober 2014 yaitu mata kuliah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang
dibimbing oleh Bapak Apit Fathurohman, S.Pd., M.Si. Pembelajaran dikaji untuk
mengetahui teori belajar apa yang digunakan, kemudian karakter-karakter apa saja yang
muncul dari pembelajaran dengan teknik cerdas cermat itu, menyebutkan syntax atau
urutan dalam pembelajaran itu, dan mengetahui model serta metode yang digunakan.
1. Teori Belajar
Inovasi dalam dunia pendidikan menuntut kreatifitas dari tenaga kependidikan. Saat
ini media pembelajaran mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dalam menggunakan
media pembelajaran dan efektifitasnya terhadap peserta didik, hendaknya kita terlebih
dahulu mengetahui aspek-aspek yang terkait langsung maupun tidak langsung. Berikut
beberapa aspek tersebut
Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu:
teori belajar behaviorisme, teori belajar kognitivisme, dan teori belajar konstruktivisme.
Teori belajar behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati pembelajaran. Teori
kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis otak. Dan
pandangan konstruktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif
membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep.
Kelompok 5
Palembang

Pendidikan Fisika 2012 UNSRI -

1.1 Teori belajar Behaviorisme


Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner
tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang
menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan
praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini
menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan
orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan
menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan
semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
1.2 Teori Belajar kognitivisme
Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap
teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki
perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya
mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang
baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana
informasi diproses.
Peneliti yang mengembangkan teori kognitif

ini adalah Ausubel, Bruner, dan

Gagne. Dari ketiga peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel
menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap
belajar.Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu
jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan.
1.3 Teori Belajar Konstruktivisme
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat
diartikan Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang
berbudaya modern.
Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual
yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya
diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong.
Kelompok 5
Palembang

Pendidikan Fisika 2012 UNSRI -

3
Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap
untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi
makna melalui pengalaman nyata.
Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah,
mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat
langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih pahamdan mampu
mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan
aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep.
Menurut kelompok kami, pembelajaran TIK pada hari Sabtu tanggal 11 Oktober
2014 menggunakan teori belajar behaviorisme. Alasannya karena teori ini mengatakan
bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu
jika ia telah mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Pandangan behavioristik
mengakui pentingnya masukan atau input yang berupa stimulus dan respons. Sedangkan
apa yang terjadi di antara stimulus dan respons dianggap tidak penting diperhatikan sebab
tidak bisa diamati dan diukur. Yang bisa diamati dan diukur hanyalah stimulus dan respons.
Penguatan (reinforcement) adalah faktor penting dalam belajar. Penguatan adalah apa saja
yang dapat memperkuat timbulnya respons. Bila penguatan ditambahkan (positive
reinforcement) maka respons akan semakin kuat. Demikian juga jika penguatan dikurangi
(negative reinforcement) maka respons juga akan menguat. Munculnya perilaku akan
semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Dalam
hal ini, penguatan diberikan oleh dosen pengasuh mata kuliah TIK ini yaitu Bapak Apit
Fathurohman, S.Pd., M.Si. Adapun tokoh-tokoh penting teori behavioristik antara lain
Thorndike, Watson, Skiner, Hull dan Guthrie.
Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan
orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan
menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata.

Aplikasi teori ini dalam pembelajaran, bahwa kegiatan belajar ditekankan sebagai
aktifitas mimetic yang menuntut mahasiswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan
yang sudah dipelajari. Penyajian materi pelajaran mengikuti urutan dari bagian-bagian ke

Kelompok 5
Palembang

Pendidikan Fisika 2012 UNSRI -

4
keseluruhan. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil, dan evaluasi menuntut
satu jawaban benar yang benar menunjukkan bahwa tugas belajarnya telah terselesaikan.
Skinner lebih percaya kepada apa yang disebut sebagai penguat negatif. Penguat
negatif tidak sama dengan hukuman. Ketidaksamaannya terletak pada jika hukuman harus
diberikan (sebagai stimulus) agar respon yang muncul berbeda dengan respon yang sudah
ada, sedangkan penguat negatif (sebagai stimulus) harus dikurangi agar respon yang sama
menjadi semakin kuat. Misalnya, seorang pebelajar perlu dihukum karena melakukan
kesalahan. Jika pebelajar tersebut masih saja melakukan kesalahan, maka hukuman harus
ditambahkan. Tetapi jika sesuatu tidak mengenakkan pebelajar (sehingga ia melakukan
kesalahan) dikurangi (bukan malah ditambah) dan pengurangan ini mendorong pebelajar
untuk memperbaiki kesalahannya, maka inilah yang disebut penguatan negatif. Lawan dari
penguatan negatif adalah penguatan positif. Keduanya bertujuan untuk memperkuat
respon. Namun bedanya adalah penguat positif menambah, sedangkan penguat negatif
adalah mengurangi agar memperkuat respon.
Jadi menurut kami teori belajar model behavioristik lebih mengedepankan
perubahan tingkah laku (melalui pengalaman mahasiswa itu sendiri), dengan cara
(diantaranya) dosen memberikan sesuatu atau yang sering kita sebut sebagai stimulus. Dan
mahasiswa tentunya akan bertingkah laku sesuai respon yang diberikan kepadanya. Jika
respon yang diberikan baik, maka mahasiswa juga akan berperilaku baik ataupun
sebaliknya. Terus bagaimana para ahli dapat mengetahui ini semua? karena sebelum model
pembelajaran ini diterapkan pada manusia, terlebih dahulu para ahli menerapkan pada
hewan seperti kucing, dan anjing (sebagai bahan percobaan).
Dari kesemua pendapat ahli teori behavioristik pada prinsipnya sama yaitu respon
yang diberikan suatu obyek akan mempengaruhi perilaku obyek tersebut (baik secara
langsung atau tidak langsung). Maka suatu pengalaman dapat berpengaruh pada perilaku
seseorang. Jadi seorang pendidik tentunya harus memberikan suatu hal yang positif kepada
muridnya, dengan catatan tidak berlebih-lebihan. Model teori ini sangat cocok bila
diterapkan dalam proses pembelajaran dengan teknik cerdas cermat.
2.

Karakter yang Muncul saat Pembelajaran


a. Menerima (receiving)

Kelompok 5
Palembang

Pendidikan Fisika 2012 UNSRI -

5
Artinya bahwa seseorang mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan oleh
orang lain kepadanya.
b. Merespon (responding)
Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang
diberikan adalah suatu indikasi sikap karena dengan suatu usaha untuk menjawab
pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan. Lepas pekerjaan itu benar atau
salah adalah berarti orang itu menerima ide tersebut.
c. Menghargai (valuing)
Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain
terhadap suatu masalah.
d. Bertanggung jawab (responsible)
Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala risiko
adalah mempunyai sikap yang paling tinggi.
e. Aktif
Ikut serta dalam kegiatan, selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan.
3.

Syntax atau Langkah-Langkah Pembelajaran


a. Dosen memberikan tugas untuk membuat makalah tentang materi web for
education;
b. Kelompok penyaji membuat makalah materi web for education;
c. Setelah makalah dibuat, kemudian membuat powerpoint untuk disebarkan kepada
kelompok lain sebagai bahan untuk belajar;
d. Penyebaran powerpoint dilakukan melalui media sosial seperti edmodo, facebook,
bbm;
e. Kelompok penyaji menyiapkan soal-soal yang akan diberikan pada saat kegiatan
cerdas cermat;
f. Sebelum memulai kegiatan, dosen memberikan pendahuluan sekaligus membuka
kegiatan pembelajaran;
g. Setelah dosen memberikan pendahuluan, kegiatan pembelajaran menggunakan
teknik cerdas cermat pun dimulai;
h. Kelompok penyaji membacakan aturan permainan
SESI-1:
Kelompok 5
Palembang

Pendidikan Fisika 2012 UNSRI -

6
Terdiri dari 4 pertanyaan, setiap pertanyaan diberi waktu 3 menit untuk di jawab,
lalu dikumpulkan setelah waktunya habis, kemudian diberikan lagi soal berikutnya.
Idak boleh mencontek. Soal benar diberi skor 100.
SESI-2: 1 pertanyaan skor 100, yg salah jawab -25, siapa mengangkat tangan
sebelum soal selesai dibacakan langsung jawab. Setiap kelompok harus menunjuk 1
orang untuk menjadi jubir untuk menyebutkan nama ketika menjawab soal. Soal
rebutan terdiri dari 4soal. Melanggar aturan -5
SESI-3: Soal pilihan ganda rebutan
SESI-4: Soal pernyataan benar/salah
i. Akhirnya diperoleh kelompok pemenangnya yaitu kelompok Moodle;
j. Kelompok yang kalah diberi hukuman bernyanyi;
k. Setiap kelompok menyampaikan yel-yel yang mereka buat.
4.

Model Pembelajaran
Model pembelajarannya yaitu menggunakan pendekatan mengajar yang dapat
membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh pengetahuan langkah
demi langkah atau disebut model pengajaran langsung (direct instruction). Menurut Arends
(2001):A teaching model that is aimed at helping student learn basic skills and knowledge
that can be taught in a step-by-step fashion. For our purposes here, the model is labeled
the direct instruction model. Artinya: Sebuah model pengajaran yang bertujuan untuk
membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan pengetahuan yang dapat diajarkan
langkah-demi-langkah.

Untuk

tujuan

tersebut,

model

yang

digunakan

dinamakan modelpengajaran langsung.


Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning) merupakan model
pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Dengan meminjam pemikiran Knowles,
(E.Mulyasa, 2003) menyebutkan indikator pembelajaran partsipatif, yaitu : (1) adanya
keterlibatan emosional dan mental peserta didik; (2) adanya kesediaan peserta didik untuk
memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan; (3) dalam kegiatan belajar terdapat hal
yang menguntungkan peserta didik. Pengembangan pembelajaran partisipatif dilakukan
dengan prosedur berikut: Menciptakan suasana yang mendorong peserta didik siap belajar.
Membantu peserta didik menyusun kelompok, agar siap belajar dan membelajarkan.
Membantu peserta didik menyusun tujuan belajar. Membantu peserta didik merancang
pola-pola pengalaman belajar. Membantu peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap
proses dan hasil belajar.
Kelompok 5
Palembang

Pendidikan Fisika 2012 UNSRI -

7
Model pengajaran langsung (direct instruction) dilandasi oleh teori belajar
perilaku yang berpandangan bahwa belajar bergantung pada pengalaman termasuk
pemberian umpan balik. Satu penerapan teori perilaku dalam belajar adalah pemberian
penguatan. Umpan balik kepada siswa dalam pembelajaran merupakan penguatan yang
merupakan penerapan teori perilaku tersebut. Arends (1997) menyatakan: The direct
instruction model was specifically designed to promote student learning of procedural
knowledge and declarative knowledge that is well structured and can be taught in a stepby-step fashion. Artinya: Model pengajaran langsung secara khusus dirancang untuk
mempromosikan belajar siswa dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif
yang terstruktur dengan baik dan dapat diajarkan secara langkah-demi-langkah. Lebih
lanjut Arends (2001) menyatakan: Direct instruction is a teacher-centered model that has
five steps: establishing set, explanation and/or demonstration, guided practice, feedback,
and extended practice a direct instruction lesson requires careful orchestration by the
teacher and a learning environment that businesslike and task-oriented. Artinya:
Pengajaran langsung adalah model berpusat pada guru yang memiliki lima langkah:
menetapkan tujuan, penjelasan dan/atau demonstrasi, panduan praktek, umpan balik, dan
perluasan praktek. Pelajaran dalam pengajaran langsung memerlukan perencanaan yang
hati-hati oleh guru dan lingkungan belajar yang menyenangkan dan berorientasi tugas.
Model pengajaran langsung memberikan kesempatan siswa belajar dengan
mengamati secara selektif, mengingat dan menirukan apa yang dimodelkan gurunya. Oleh
karena itu hal penting yang harus diperhatikan dalam menerapkan model pengajaran
langsung adalah menghindari menyampaikan pengetahuan yang terlalu kompleks. Di
samping itu, model pengajaran langsung mengutamakan pendekatan deklaratif dengan titik
berat pada proses belajar konsep dan keterampilan motorik, sehingga menciptakan suasana
pembelajaran yang lebih terstruktur. Guru yang menggunakan model pengajaran langsung
tersebut bertanggung jawab dalam mengidentifikasi tujuan pembelajaran, struktur materi,
dan keterampilan dasar yang akan diajarkan.

Kemudian

menyampaikan

pengetahuan

kepada

siswa,

memberikan

pemodelan/demonstrasi, memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih menerapkan


Kelompok 5
Palembang

Pendidikan Fisika 2012 UNSRI -

8
konsep/keterampilan yang telah dipelajari, dan memberikan umpan balik. Ciri-ciri
pengajaran langsung adalah:
1. Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaian hasil belajar.
2. Sintak atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran
3. Sistem pengelolaan

dan

lingkungan

belajar

yang mendukung

belangsung

dan berhasilnya pengajaran.


Model pembelajaran langsung adalah model yang menekankan pada penguasaan
konsep dan/atau perubahan perilaku, sehingga cocok untuk teori belajar behavioristik.
5. Metode-metode yang ada didalamnya
Metode Pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk
mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan
praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran adalah prosedur,
urutan,langkah- langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan
pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari
pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran.
Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke
pencapaian tujuan. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk
mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi;
(3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8)
debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Adapun metode-metode dari Strategi Pembelajaran Langsung adalah sebagai
berikut:
Team- Game- Tournament (TGT)
Metode TGT memiliki yang hampir sama dengan STAD. Metode TGT menurut
Mulyatiningsih (2011:

229) melibatkan aktivitas peserta didik tanpa perbedaan status,

dengan tutor teman sebaya, dan mengandung unsur permainan dan penguatan. Adapun
langkah-langkah TGT, yaitu:
Kelompok 5
Palembang

Pendidikan Fisika 2012 UNSRI -

9
a) Guru menyajikan materi dengan ceramah dan tanya jawab
b) Pembentukkan kelompok dengan anggota 4-5 siswa yang heterogen; guru
memberikan tugas untuk belajar bersama dalam kelompok
c) Guru memberikan permainan berupa pertanyaan dimana siswa dapat
memilih sesuai dengan nomor yang dikehendaki
d) Guru memberikan kompetisi atau turnamen setiap selesai satu materi ajar
e) Guru memberikan penghargaan pada kinerja kelompok yang paling baik.
6. Teknik yang digunakan
Adapun teknik yang digunakan yaitu teknik cerdas cermat, kelompok penyaji
sebagai juri dan juga yang membuat soal, kelompok lainnya sebagai peserta cerdas cermat,
sedangkan dosen mengarahkan.

DAFTAR PUSTAKA
Ali Imran. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Pustaka Jaya. 1996. Hal : 8-9
Kelompok 5
Palembang

Pendidikan Fisika 2012 UNSRI -

10
Anonim. 2012. Penggunaan Media Pembelajaran dibuat pada tanggal 12 November2012.
http://cermatti.blogspot.com/2012/11/penggunaan-mediapembelajaran_2.html.
Diakses pada tanggal 13 Oktober 2014.
Anonim. 2014. Teori Belajar Behavioristik di buat pada tanggal 27 Juni 2014.
Id.m.wikipedia.org/wiki/Teori_Belajar_Behavioristik. Di akses pada tanggal 13
Oktober 2014.
Nunzairina, Diktat Psikologi Pendidikan. Medan. 2009. Hal : 78-79
Kariasa, Kadek. 2014. Strategi Pembelajaran Langsung di buat pada tanggal 12 Maret
2014. Madegapur.blogspot.in/2014/0/3/strategi-pembelajaran-langsung-direct.html.
Di akses pada tanggal 13 Oktober 2014.
Maulana, Endra. 2014. Model Pembelajaran Langsung di buat pada tanggal 28 Januari
2014. www.informasi-pendidikan.com/2014/01/model-pembelajaran-langsung.html.
Di akses pada tanggal 13 Oktober 2014.
Phynot.

2013.

Model

Pembelajaran

dibuat

pada

tanggal

12

Maret

2013.

http://planetmatematika.blogspot.com/2011/01/model-pembelajaran-course-reviewhoray.html. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2014.


Sanjaya Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group. 2006
Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1998), h. 124

Kelompok 5
Palembang

Pendidikan Fisika 2012 UNSRI -