Anda di halaman 1dari 2

RINGKASAN

Siti Rohmaniyah, 2010, Penerapan Activity Based Costing (ABC) System


dalam Upaya Mencapai Efisiensi Biaya (Studi Kasus pada PT. Indah Cemerlang
Singosari, Malang), Prof. Dr. Suhadak, M.Ec., Drs. Dwi Atmanto, M.Si., 92 hal + xi.
Activity Based Costing (ABC) System merupakan sistem akuntansi biaya
berdasarkan aktivitas yang berlandaskan pada dua keyakinan yaitu produk memerlukan
aktivitas dan aktivitas mengkonsumsi sumber daya (biaya). Activity Based Costing
(ABC) System dapat menginformasikan besarnya sumber daya (biaya) yang dikonsumsi
oleh produk sehingga bisa menghasilkan informasi biaya yang lebih akurat.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada manajemen
perusahaan tentang adanya perbedaan perhitungan dengan menggunakan perhitungan
biaya yang dilakukan perusahaan (sistem akuntansi biaya tradisional) dan perhitungan
biaya dengan menggunakan Activity Based Costing (ABC) System, serta membantu
pihak perusahaan dalam menentukan alokasi biaya produk yang tepat dengan cara
mengalokasikan biaya berdasarkan aktivitas yang benar-benar dikonsumsi oleh produk
sehingga perusahaan dapat melakukan efisiensi biaya dengan hasil perhitungan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Fokus dari penelitian ini adalah mengenai
perhitungan biaya berdasarkan sistem biaya tradisional, penerapan Activity Based
Costing (ABC) System untuk perhitungan biaya produk pada perusahaan serta
perbedaan perhitungan biaya menggunakan sistem biaya tradisional dengan Activity
Based Costing (ABC) System.
Dari hasil analisis yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa perhitungan biaya
menggunakan Activity Based Costing (ABC) System menunjukkan adanya perbedaan
dibandingkan dengan hasil perhitungan sistem biaya tradisional. perhitungan biaya
menggunakan Activity Based Costing (ABC) System menunjukkan adanya selisih
sebesar 3,94% pada produk paving stone dan 17,55% pada produk bataco . Sedangkan
untuk produk lainnya perhitungan Activity Based Costing (ABC) System menunjukkan
selisih yang negatif, yaitu untuk produk tegel teraso sebesar 31,44% dan pada produk
beton got sebesar 16,27%. Hal ini disebabkan karena pembebanan biaya dengan
menggunakan sistem akuntansi biaya tradisional hanya menggunakan satu cost driver
berdasarkan unit yaitu jam mesin sebagai dasar alokasinya sehingga menyebabkan
produk bervolume sedikit mensubsidi biaya terhadap produk bervolume banyak.
Pembebanan biaya yang terlalu tinggi pada produk bervolume banyak yaitu paving
stone dan bataco terjadi karena biaya dibebankan bersama berdasar pada jam mesin
yang kurang mewakili penggunaan atau konsumsi sumber daya.
Penggunaan Activity Based Costing (ABC) System sangat efisien terutama pada
perusahaan yang memproduksi lebih dari dua produk dengan mengkonsumsi aktivitas
overhead yang berbeda-beda (diversifikasi produk tinggi) seperti pada PT. Indah
Cemerlang Singosari yang merupakan objek penelitian ini. Dengan menggunakan
Activity Based Costing (ABC) System diharapkan dapat menghasilkan perhitungan biaya
produk lebih akurat dan relevan, serta dapat mendukung upaya perusahaan dalam
melakukan efisiensi biaya. Efisiensi biaya dalam Activity Based Costing (ABC) System
timbul karena adanya pembebanan biaya produk yang lebih akurat yang menunjukkan

bahwa setiap biaya yang melekat pada produk merupakan biaya yang benar-benar
dikonsumsi oleh produk