Anda di halaman 1dari 9

1

Agar Bahtera Tinggal Tenggelam


)AGAR BAHTERA TIDAK TENGGELAM(
Tujuan:
1. Mengetahui sebab utama terjadinya bencana/musibah
2. Memiliki rasa tanggung jawab untuk memperbaiki ummat
3. menjaga amal jamai dalam berdakwah
Penjelasan
1. Agar kita mengetahui sebab terjadinya bencana di kalangan kaum
muslimin
Adapun sebab utama terjadinya bencana di kalangan kaum
muslimin adalah karena banyaknya maksiat kaum muslimin. Bencana
yang terjadi yang banyak terjadi semata-mata bukan sebab
geografis. Oleh karena itu, kita harus menjauhkan mereka dari dosa
dan maksiat. Telusuri sebab terjadinya bencana di kalangan manusia.
Lihat Aceh, Jepang, Yogyakarta, dan lain-lain. Jika diberi bencana
mereka semakin menambah kesyirikan kepada Allah. Kaum muslimin
tidak pernah sadar dengan peringatan yang Allah berikan lewat
bencana-bencana tsb. Jika kita membandingkan Indonesia dengan
Malaysia, kedua negara ini memiliki struktur geografis yang hampir
sama. Namun, Indonesia lebih rentang terkena musibah dibanding
Malaysia. Hal tersebut terjadi karena lebih banyaknya maksiat yang
terjadi Indonesia dibanding Malaysia.
Di zaman Rasulullah, alam sangat bersahabat dengan manusia.
Sedangkan sekarang alam tidak bersahabat lagi dengan manusia.
Setiap wilayah yang terkena bencana, pasti karena banyaknya
pelanggaran syariat di dalamnya. Contohnya, mengapa terjadi
tsunami di Aceh? Karena Aceh terdapat ladang ganja yang sangat
luas.
Untuk mengatasinya yaitu:
Jangka pendek: mengirimkan bantuan dana dan tenaga medis
Jangka panjang: dakwah dan tarbiyah
Dalilnya dalam QS. Al-Araf: 96
Artinya: Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan
bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah
dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami)
itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS. Al-Araf:
96)
2. Agar kita memiliki masuliyah (rasa tanggung jawab untuk
memperbaiki umat ini)
Kita tidak sekedar memikirkan diri sendiri. Ketika ada muslimah,
maka Allah akan meratakan kaum muslimin.
Artinya: dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus
menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan
ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya. (QS. Al-Anfal: 25)

2
Agar Bahtera Tinggal Tenggelam

Menjaga amal jamai dalam berdakwah, bukan jalan sendirisendiri. Sama-sama berbuat di dalamnya. Dalilnya dalam QS. AlMaidah: 2.
Artinya: .... dan tolong-menolonglah kamhhhhhh
u dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah
kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (QS.
Al-Maidah: 2).
HUBUNGAN ANTARA DOSA Dgn
BENCANA YANG MENIMPA MANUSIA
Qs. Ar-Ruum ayat 41
Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan
Karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada
mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka
kembali (ke jalan yang benar). (Qs. 30:41)
Qs. An-Nahl: 112
Artinya: Dan Allah Telah membuat suatu perumpamaan (dengan)
sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang
kepadanya
melimpah
ruah
dari
segenap
tempat,
tetapi
(penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah
merasakan kepada mereka pakaian1 kelaparan dan ketakutan,
disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. (Qs. 16:112)
Seorang ulama yang bernma Syeikh Muh. Jamil . memberi
ulasan tentang kedua ayat tersebut, dengan mengatakan bahwa ayat
yang mulia ini memberikan pengertian kepada kita bahwa Allah itu
maha adil dan bijaksana. Ia tidak menurunkan bala dan Bencana atas
suatu kaum kecuali karena perbuatan maksiat dan pelanggaran
mereka terhadap perintah Allah. Kebanyakan manusia pada hari ini
memandang bahwa sebb utama terjadinya musibah dengan tinjaun
logika berpikit yang rasional (akal) saja. terlepas dari tuntunan
wahyu Ilahi, tidak kembali kepada al-Quran dan As-Sunnah. Selama
umat manusia tidak kembali kepada al-Quran dan As-Sunnah, maka
tidak akan Solusi dari permsalahn ini, dan azab Allah terus menerus
menimpa.
Penyebab utama bencana di tengah-tengah negeri kaum muslimin
karena tidak ditengakkannya amar-maruf nahi munkar.
Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu dia berkata: Aku
mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
Barang siapa di antara kalian melihat suatu kenungkran hendaklah
ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan
lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu
adalah selemah-lemahnya iman. (HR. Muslim)

1 Maksudnya: kelaparan dan ketakutan itu meliputi mereka seperti halnya pakaian
meliputi tubuh mereka.

3
Agar Bahtera Tinggal Tenggelam

Abdullah bin Umar bin Khatthab mengatakan: Aku adalah


yang kesepuluh dari sepuluh orang muhajirin yang berada di sisi
maka beliau menghadapkan wajahnya kepada kami kemudian Nabi
mengatakan: Wahai muhajirin ada lima perkara, saya berlindung
kepada untuk kalian dapati lima perkara itu: Tidaklah muncul
kekejian Allah pada sebuah kaum dan mereka menampakkannya
kecuali mereka akan diberi cobaan dengan wabah pes dan penyakitpenyakit yang tidak pernah ada pada orang-orang yang hidup
mendahului mereka. Tidaklah sebuah kaum mengurangi timbangan
dan ukuran kecuali mereka akan dicoba dengan kemarau panjang,
krisis bahan makanan dan kedzaliman serta kecurangan penguasa.
Tidaklah sebuah kaum menahan dari pembayaran zakat dari harta
mereka kecuali mereka akan dihalangi dari setetes air dari langit,
kalaulah bukan karena binatang-binatang niscaya tidak akan diberi
hujan. Tidaklah sebuah kaum menyelisihi janji kecuali Allah akan
kuasakan kepada mereka musuh dari selain mereka sehingga
musuh-musuh itu akan mengambil sebagian yang dimiliki oleh kaum
itu. Dan tidaklah pimpinan-pimpinan mereka tidak mengamalkan apa
yang Allah turunkan dalam kitab-Nya kecuali Allah akan menjadikan
pertikaian di antara mereka sendiri. [Shahih, HR Ibnu Majah
no:4019 dishahihkan oleh As Syaikh al Albani, lihat Sisilah AsShahihah no.106-107]
Jadi lima perkara yang tidak diharapkan Rasulullah untuk ditemui
oleh para sahabatnya.
1. Tidaklah muncul perbuatan keji (zina pada suatu kaum hingg
mereka melakukan secara terus terang, kecuali Allah akan
menimpakan kepada mereka wabah dan berbagai penyakit yang
belum pernah menimpa orang-orang sebelum mereka.
2. Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan niscaya
mereka akan ditimpa dengan tandusnya tanah, paceklik
sepanjang tahun serta berkuaranya penguasa-penguasa yang
dzalim. Fitnah Asy-syauqani : penguasa yang dzalim, mereka
memunuh perempuan, mengambil anak-anak dari perut
perempuan yang sedang hamil . karena sat itu orang-orang
berilmu sudah diwfatkan.
3. tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat hartanya kecuali
Allah kan timpakan kepada mereka bencana Nya, tidak
diturunkannya Air hujan dari langit dan kalaulah bukan karena
binatatang ternak niscaya Allah akan menahan turunnya hujan
selama-lamanya.
4. Dan tidaklah suatu kaum mengingkari janji antara mereka dengn
Allah dan Rasul-Nya melainkan Allah akan mendatangkan musuhmusuh yang bukan dari golongan mereka, lalu merampas
sebagian harta mereka.
5. Selama pemimpinpemimpin tidak berhukum dengan kitabullah
dan tidak memilij yang baik dari apa yang Allah turunkan, maka

4
Agar Bahtera Tinggal Tenggelam

Allah akan turunkan kepada mereka kesengsaraan/perpecahan di


antara mereka.

Muqaddimah





,

,







()
Artinya: Dari Numan bin Basyir radiallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi
wa sallam, ia bersabda: perumpamaan bagi orang yang teguh menjalankan
hukum-hukum Allah dan orang yang terjerumus (melanggar hukum-hukum
tersebut) adalah ibarat satu kaum yang membagi tempat di dalam sebuah
perahu, sebagian di atas sebagian yang lain di bawah, sedang mereka yang di
bawah apabila memerlukan air terlebih dahulu harus melewati orang-orang
yang berada di atas, maka sebagian di bawah berpendapat, kalau kita
melobangi saja bagian kita ini tentu tidak akan mengganggu orang-orang
yang di atas. Kalau orang-orang yang di atas membiarkan kehendak orangorang yang di bawah itu maka pasti mereka akan binasa, tetapi jika mereka
mau mengambil tindakan maka mereka akan selamat dan selamatlah
semuanya. (HR. Bukhari)
Bahaya penyimpangan dari kebenaran (al-haq) itu tidak hanya terbatas
mengena kepada pelaku-pelaku penyimpangan itu sendiri tetapi akan
menimpa juga kepada yang lain, seperti orang yang berzina umpamanya,
maka bahaya akan merembet kepada yang lain yaitu kaum wanita pada
umumnya bahkan anak-anak perempuan dan saudara-saudara perempuan
dari pelaku zina itu sendiri atau anak-anak perempuan dari orang-orang saleh.
Ini dari satu segi, sedang segi yang lain akan meluas menjadi semacam
komplikasi manakala berkait dengan segi-segi kekejian dan kejahatan yang
lain-lain seperti pencurian, perampokan dan sebagainya. Namun kalau bibit
kekejian itu segera ditindak secara hukum syari maka akan berhentilah
bahaya kejahatan itu sehingga aman dan selamatlah masyarakatserta hidup
dalam ketenteraman dan kedamaian dengan diliputi ridha dan ampuanan
serta rahmat ilahi.
Alangkah indahnya perumpamaan yang dibuat oleh Rasulullah Shallallahu
alaihi wa sallam, dan alangkah indahnya perumpamaan yang ia buat yang
benar-benar sesuai kenyataan kehidupan insan dan dibenarkan oleh paham
yang sehat dalam setiap kurun dan tempat.

Gerakan Penyelamatan
Ketika kita tidak ingin tenggelam semuanya, maka dilakukan
pencegahan. Inilah yang disebut gerakan penyelamatan ( ) agar
izzul Islam bisa berjaya. Gerakan penyelamatan yaitu dengan sesuai
dengan QS Ali Imraan: 104, Allah Subhanahu wataala berfirman:

Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang
munkar2; merekalah orang-orang yang beruntung (QS. Ali Imraan: 104)
Ayat ini adalah perintah (Fiil Mudhari) hendaknya yang melakukan
tugas penyelamatan adalah kaum muslimin dan dilakukan secara jamai
bukan sendiri-sendiri. Jadi jangan pernah berharap pada orang-orang
Yhudi dan Nasrani untuk memperbaiki umat. karena mereka tidak akan
pernah memberikan perbaikan kepada umat.
Pada ayat ini, dakwah disebutkan 2 kali (nasehat menasehati supaya
mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi
kesabaran), hal ini menunjukkan urgensi dari dakwah itu sendiri.
Jika kita telah sadar bahwa kita adalah ummat yang merupakan
penggerak keselamatan maka ada tahapan yang harus kita lakukan
yaitu sesuai dengan apa yang terdapat dalam QS Ali Imraan: 104 tadi
yaitu:
1. Menyeru kepada yang baik
Ini merupakan dawah secara umum.
2. Menyeru kepada kebenaran
Ini merupakan dawah secara khusus karena setiap diri kita harus
bernilai kebaikan.
3. Mencegah dari yang munkar
Orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang melakukan
dakwah ilal khair. dan orang-orang yang tidak mau mengambil jalan
dakwah adalah orang-orang yang merugi
Orang yang beruntung adalah orang yang melakukan dakwah ilal khair.
Dalam QS.Ashr:
Artinya: demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat
menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya
menetapi kesabaran.
Dari ayat di atas, maka orang yang beruntung adalah:
1) Beriman
2) Beramal saleh
3) Menasehati dalam kebenaran
4) Menasehati dalam kesabaran
Terbentuknya dilatarbelakangi oleh beberapa oleh 2 hal yaitu:
1) Pembentukan pribadi muslim (takwinul fardy)
Menanamkan keimanan-keimanan pada pribadi-pribadi
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenarbenar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan
dalam Keadaan beragama Islam (QS. Ali Imraan: 102)
Menanamkan keimanan yang kokoh. Iman yang laksana pohon yang
kokoh yang tidak tercemari oleh TBC (tahyul, bidah, dan khurafat)
2 Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar
ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya

Menanamkan ketakwaan
Ketakwaan bisa dibentuk melalui proses yang bertahap
Jika keimanan dan ketakwaan terbentuk, maka akan terbentuk islamisasi
kehidupan, di mana seluruh aspek kehidupan mencerminkan seorang Islam
(dalam bermuamalah, pernikahan, dan seterusnya belum sesuai dengan
syariat Islam).
Artinya: Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang
mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha
suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (QS. Yusuf:
108)
Hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam :
Dari Abu Said al Khudry : Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam
bersabda : Sungguh kalian pasti akan mengikuti jejak-jejak/cara-cara orang
sebelummu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga
kalaupun mereka masuk ke dalam lubang biawak pasti kalian Bergaya
mengikutinya. Kami (para sahabat) bertanya : Wahai Rasulullah, apakah
mereka itu orang Yahudi dan Nasrani? Jawab Nabi Shallallahu alaihi wa
Sallam:Siapa lagi kalau bukan mereka? (HR. Bukhari dan Muslim).
2) Pembentukan jamaah (takwinul jamai)
Berpegang teguh terhadap al-haq sekalipun sendiri dan dia berada dalam
tanzim
Artinya: dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan
janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu
ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orangorang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu
Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan
ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (QS. Ali-Imran: 103)
Dalam jamaah dibutuhkan ukhuwah islamiyah. Adapun tingkatan
ukhuwah yaitu:
1. Terendah
Tingkatan ukhuwah terendah yaitu shalamussadri (berlapang dada). Sikap
lapang dada ini akan melahirkah husnuzhan kepada saudara.
2. Pertengahan
Mencintai saudara seperti mencintai diri sendiri
3. Tertinggi
Mendahulukan saudara kita dalam urusan dunia

Akibat-akibat apabila kita meninggalkan
amar maruf nahi munkar
Berikut penjelasan tentang akibat-akibat apabila kita meninggalkan
amar maruf nahi munkar:
1. Merebaknya keburukan

Menegakkan kebenaran adalah sebab datangnya meshlahat dan


kebalikannya yaitu jika meninggalkan kebenaran maka akan merebaknya
keburukan. Seperti dalam QS. Al--Maaidah: 78-79, Allah Subhanahu
wataala berfirman:
Artinya: Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud
dan Isa putera Maryam. yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka
dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang
tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa
yang selalu mereka perbuat itu (QS. Al--Maaidah: 78-79)
Dari Zainab binti Jahsiy, Rasulullah Shallallahu alayhi wasallam masuk
kepadanya pada sautu malam dalam keadaan ketakutandan wajah
memerah sambil berkata, Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali
Allah. Celakalah orang-orang Arab karena keburukan telah dekat. Pada hari
ini tembok Yajuj dan Majuj dibuka seperti ini Rasulullah Shallalahu
alayhi wasallam bersabda seperti itu sambil melingkarkan ibu jari dengan
jari telunjuknya. (HR. Bukhari, Muslim dan At Tirmidzi)
2. azab dan kebinasaan yang menyeluruh
Artinya: Maka Mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu
orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada
(mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara
orang-orang yang Telah kami selamatkan di antara mereka, dan orangorang yang zalim Hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang
ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. (Qs.
Hud: 116)
Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa,
Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan
bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa
mereka disebabkan perbuatannya. (Qs. Al-Araf: 96)
Artinya: Dan bahwasanya: Jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan
itu (agama Islam), benar-benar kami akan memberi minum kepada mereka
air yang segar (rezki yang banyak). Untuk kami beri cobaan kepada
mereka padanya dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan
Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat.
(Qs.Al-Jinn: 16-17)
3. Perbedaan dan Perpecahan
Artinya: Katakanlah: " dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab
kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau dia
mencampurkan
kamu
dalam
golongan-golongan
(yang
saling
bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan
sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa kami mendatangkan tandatanda kebesaran kami silih berganti agar mereka memahami(nya)".(Qs.
6:65)
Artinya: Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai
dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka.
mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat (Qs. Al-Imran:
105)
4. Dikuasai oleh musuh

5. Doa - doa tidak diterima


Artinya: Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha
Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang
mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). (Qs. An-Nahl: 57)
6. Krisis ekonomi
Artinya: Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang
sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang Telah
terdahulu sebelum mereka. Katakanlah: "Maka tunggulah, Sesungguhnya
akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu".(Qs.
Yunus:102)
Di saat kita tidak beramar maruf nahi munkar maka riba akan
merajalela, korupsi akan ramai, para ulama atau lembaga penasehat tidak
akan berfungsi. Akibatnya krisis ekonomi akan melanda negeri
7. Tenggelam dalam syahwat
8. Lalai dalam mempersiapkan kekuatan manawi (Moralitas dan materill)