Anda di halaman 1dari 15

BAB I

DESKRIPSI PERUSAHAAN

1.1. Sejarah PKU Muhammadiyah Surakarta


Rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta didirikan pada tahun
1927. Pertama kali disebut dengan nama Balai Pengobatan Mata Penolong
Kesejahteraan Oemoem (BPMPKO) namun belum mempunyai tempat
domisili yang menetap. sehingga untuk melayani umat bertempat di rumah
Bapak Kyai Muhtar Buchori tepatnya di Kauman Surakarta kemudian
diteruskan di kantor Muhammadiyah di Keprabon surakarta. Jenis aktifitas
pelayanan kesehatan yang ditawarkan saat itu berupa poliklinik mata
(termasuk THT).
Kemudian ada serangkaian perpindahan tempat dan perkembangan
entitas ini, sebagai berikut.

Tahun 1928 1930, lokasi tersebut kemudian pindah ke Alun-alun


utara, tepatnya bertempat disebelah utara Masjid Raya Surakarta. Jenis
pelayanan dan nama yang digunakan masih sama dengan tahun-tahun
sebelumnya.

Tahun 1930 1931, pelayanan kesehatan dan nama masih sama dengan
tahun yang lalu, hanya lokasinya yang berubah yaitu di daerah Kauman
Surakarta.

Tahun 1931 1933, jenis pelayanan kesehatan pada namanya masih


tetap seperti tahun-tahun lalu hanya lokasinya pindah ke daerah
Keprabon Surakarta.

Tahun 1933-1936, lokasi pindah di daerah Kusumayudan. Jenis


kesehatan yang diberikan bertambah yaitu poliklinik mata (termasuk
THT)

poliklinik

umum,

poliklinik

apotik,

pemondokan

(RB)

namanyapun berubah menjadi Balai Kesehatan Pembina Kesejahteraan


Oemoem (BKPKO).

Tahun 1936 1948, lokasi berada di Batangan yaitu di jalan Pasar


Kliwon 156 Surakarta. Jenis pelayanan yang ditawarkan semakin
banyak : Poliklinik umum, poliklinik apotik, pemondokan orang sakit,
khitanan, asrama bidan dan juru rawat serta kamar operasi mata dan
THT.

Tahun 1948 -1949, sebagian lokasi di pindah ke Bekonang Keprabon


kemudian ke SD Muhammadiyah I Surakarta. Jenis pelayanan
kesehatan masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tetapi untuk
laborat dan THT berhenti beroperasi dengan alasan penderita menurun.

Tahun 1949 1976. lokasi berpindah ke Batangan Surakarta. Pada


tahap ini PKU di ganti dengan nama Pembina Kesejahteraan Oemat
(PKOM) pada tahun 1951. Jenis pelayanan kesehatan yang bertambah
adalah pelayanan operasi mata dan THT, Laboratorium bertambah
untuk pemondokan pasien THT, Polklinik Gigi, Poliklinik anak, serta
mendirikan koperasi tahun 1974.

Tahun 1976 1982, selain perkembangan fisik dan penambahan


pelayanan kesehatan, PKOM juga menghasilkan perkembangan
kesejahteraan karyawan, sebagaimana didirikannya koperasi untuk

mensejahterakan karyawan. Selain itu diadakan pendidikan atau


pengaturan gaji karyawan yang sebelumnya belum diatur.
BKPKOM

berusaha

menjadi

lembaga

kesehatan

yang

menyelenggarakan kesehatan bagi masyarakat luas dengan berusaha


mewujudkan tujuan dan cita-cita semula yaitu ingin memberikan pelayanan
kesehatan bagi masyarakat agar tercapai derajat kesehatan yang setinggitingginya baiki jasmani, rohani dan sosial sehingga mampu melaksanakan
perintah agama. Pada tahun 1978, BPKPKOM mulai mengajukan izin untuk
menjadi Rumah Sakit.

Tahun 1984 1986, jenis pelayanan kesehatan menjadi bertambah


dengan adanya pelayanan poliklinik kandungan, Poliklinik Mata,
Psikiater, Saraf, Konsultasi Psikologi, Klinik, pemondokan untuk
Umum, Bersalin, THT, Anak/Pediatri, Paru -paru, Dalam, Jantung,
Orthopedi, Operasi Saraf, KU dan ICCU.

Tahun 1986 Sekarang,

jenis pelayanan kesehatan yang ditambah

adanya angkutan pasien (ambulance), angkutan jenazah serta pelayanan


parkir kendaraan dalam hal melaksanakan kegiatan Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah. Pada masa sekarang ini Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah telah memiliki unit-unit pelayanan kesehatan seperti
poliklinik, penunjang medik, unit-unit pelayanan non medik. Untuk
rawat inap terbagi beberapa kelas, VIP, Kelas I, Kelas II, Kelas III.
Kapasitas yang tersedia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Surakarta sebanyak 157 tempat tidur. Izin menyelenggarakan RS PKU
Muhammadiyah Surakarta keluar pada tanggal 7 Februari 1986 dengan

nomor : 023/Tan/Med/RS.KS/PA/1992. Tahun 1998 RS PKU


MUHammadiyah mendapatkan akreditasi untuk 5 pelayanan meliputi
pelayanan Medis, administrasi Manajemen, Instalasi Gawat Darurat,
Keperawatan, dan Rekam Medis.
1.2. Visi dan Misi
2. Falsafah RS. PKU Muhammadiyah Surakarta
RS.PKU Muhammadiyah Surakarta adalah perwujudan iman kepada
Allah SWT sebagai amal sholeh dan menjadikannya sarana ibadah.
3. Visi RS. PKU Muhammadiyah Surakarta
Pendiri perusahaan telah menetapkan visi dengan tujuan untuk
menjadi pengarah keberjalanan entitas ini dan menjadi tolak ukur
rencana strategis dan kinerja entitas ini agar sesuai dengan apa yang
diharapkan ke depan. Visinya sebagai berikut.
"Menjadi

institusi

pemerintah

yang

menyelenggarakan

sistem

administrasi perpajakan modern yang efektif, efisien, dan dipercaya


masyarakat dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi."
4. Misi RS. PKU Muhammadiyah Surakarta
Misi RS. PKU Muhammadiyah Surakarta adalah "Memberikan
pelayanan promotif, preventif, curatif, rehabilitatif yang berkualitas,
nyaman, aman, tenteram dalam perawatan. Cepat, akuratserta senyum
ramah dalam layanan.
Misi

tersebut mencerminkan hal-hal yang akan dilakukan oleh

perusahaan untuk mencapai visi yang telah disebutkan sebelumnya.


5. Tujuan RS. PKU Muhammadiyah Surakarta

Mewujudkan derajat kesehatan setinggi-tingginya secara menyeluruh


sesuai dengan peratutan perundang-undangan serta tuntunan ajaran
islam dengan tidak memandang agama, golongan dan kedudukan.
6. Motto
SEHAT SEJAHTERA ISLAMI ( S E H A T I )
1.3. Struktur Organisasi

Gambar 1. Struktur Organisasi RS. PKU Muhammadiyah Surakarta

Keterangan :
SPI

: Satuan Pengawas Internal

MKKM

: Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat

KOMED

: Komite Medik
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta merupakan Amal

Usaha Muhamadiyah (AUM) bidang kesehatan dari persyarikatan. Dalam


melaksanakan aktivitasnya, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta
dipimpin oleh seorang direktur dan dibantu oleh dua orang wakil direktur,
5

yaitu wakil direktur pelayanan medis dan nonmedis. Struktur organisasi


Rumah

Sakit

PKU

Muhammadiyah

Surakarta

disusun

dengan

memperhatikan manajemen fungsi utama dari Rumah Sakit tingkat madya,


yaitu pelayanan medis kepada masyarakat.

BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

2.1. Laporan Kegiatan Magang


Penulis bersama rekan-rekan sekelompok berkunjung ke RS PKU
Muhammadiyah Surakarta di Jalan Ronggowarsito No.130, Surakarta. Saat
itu, kami diminta untuk menemui bagian diklat. Di sana, kami diterima oleh
salah seorang petugas, lalu kami menyampaikan maksud kedatangan kami
yakni keinginan untuk melaksanakan magang mahasiswa di sana. Kami lalu
diminta untuk membuat proposal disertai surat pengantar dari fakultas untuk
dapat magang di sana. Setelah itu, kami pun langsung meminta surat
pengantar dari fakultas dan menyusun proposal magang.
Setelah mendapatkan surat pengantar dari fakultas dan membuat
proposal magang, penulis dan rekan-rekan sekelompok mengajukan berkas
tersebut ke bagian diklat rumah sakit. Beberapa hari kemudian, kami
diminta datang untuk menerima persetujuan sekaligus briefing awal untuk
magang di sana. Saat itu, kami diberi penjelasan mengenai tata tertib dan
etika yang berlaku di rumah sakit tersebut serta hal-hal teknis yang
berkaitan dengan pelaksanaan magang, seperti seragam yang dikenakan
ketika magang, serta jam masuk dan jam pulang. Setelah itu, kami langsung
diantar menuju bagian yang dibawahi oleh Wadir Keuangan, tempat di mana
kami akan melaksanakan kerja magang.
Di

RS

PKU

Muhammadiyah

Surakarta,

Wadir

Keuangan

membawahi 2 (dua) divisi, yakni bagian akuntansi dan bagian perpajakan.


Saat itu, penulis dan rekan-rekan sekelompok diantar untuk mengunjungi
ruangan kedua divisi tersebut dan berkenalan dengan karyawan-karyawan di
masing-masing divisi tersebut. Setelah itu, kami diberi penjelasan mengenai
teknis pekerjaan yang akan dilakukan ketika magang yang dijelaskan oleh

salah satu karyawan di bagian perpajakan, dan langsung kegiatan kerja


magang dimulai hari itu juga.
Penulis ditempatkan di bagian akuntansi, bersama salah satu rekan
sekelompok kami. Sedangkan satu rekan lainnya ditempatkan di bagian
perpajakan. Kegiatan magang tiap hari dimulai dari jam masuk sampai jam
pulang kerja di RS PKU Muhammadiyah, yakni mulai pukul 07.30 sampai
14.30. Pekerjaan yang dilakukan yakni input (memasukkan) data-data dari
faktur penjualan rumah sakit pada bagian rawat inap dan rawat
jalan/poliklinik. Data-data tersebut antara lain berisi tentang:
1. Nama dan keterangan lengkap pasien, yang antara lain meliputi alamat,
golongan darah, umur, penyakit yang diderita, serta treatment yang
diberikan (pada masing-masing pasien).
2. Biaya sewa ruang dan jumlah waktu menginap yang menjadi tagihan
untuk pasien selama masa perawatan. Ada beberapa jenis ruang, di
mana satu sama lain memiliki biaya yang berbeda-beda. Mulai dari
ruang VVIP, VIP, dan ruang untuk rawat inap biasa.
3. Biaya jasa dokter yang mengobati pasien. Besarnya biaya ini tergantung
jasa perawatan yang diambil, jenis penyakit yang diderita, dan
kebutuhan medis yang dibutuhkan oleh pasien. Karena hal-hal tersebut
menentukan jenis dan spesialisasi dokter yang akan mengobati pasien
tersebut.
4. Biaya

obat-obatan dan perlengkapan-perlengkapan

medis

yang

diberikan pada pasien. Besarnya biaya ini ditentukan oleh jenis


treatment yang diberikan atau diminta oleh pasien, karena akan
menentukan banyaknya obat dan perlengkapan yang dibutuhkan.
Data-data tersebut dimasukkan ke dalam format faktur penjualan yang telah
terkomputerisasi dengan software akuntansi Accurate. Kegiatan ini
dilakukan setiap hari, mulai dari hari pertama masuk sampai hari terakhir
kegiatan magang.

2.2. Jadwal Pelaksanaan


Kegiatan

magang

mahasiswa

dilaksanakan

di

RS

PKU

Muhammadiyah Surakarta pada tanggal 23 Juli hingga 17 Agustus 2012.


Kegiatan magang mahasiswa ini dilaksanakan setiap hari, mulai dari hari
pertama sampai hari terakhir magang.
2.3. Identifikasi Masalah
Kegiatan magang di RS. PKU Muhammadiyah Surakarta ini relatif
sederhana. Seperti yang telah penulis sampaikan pada sub bab Laporan
Kegiatan Magang di atas, penulis hanya diberi tugas untuk memasukkan
data-data faktur penjualan instalasi rawat inap dan rawat jalan. Meski
demikian, ada beberapa masalah yang berhasil penulis tangkap, di antaranya
adalah:
1. Permasalahan

mengapa

bagian

akuntansi

masih

perlu

untuk

memasukkan data faktur ke dalam sistem?


Pekerjaan memasukkan data faktur secara manual menggunakan
komputer inilah yang menjadi tugas penulis selama melaksanakan
kegiatan magang di RS. PKU Muhammadiyah Surakarta ini. Dan
penulis merasakan sedikit keganjilan, yakni mengapa bagian akuntansi
yang seharusnya sudah memiliki data-data keuangan dari semua bagian
di rumah sakit masih harus memasukkan faktur (dalam bentuk hard
copy) ke dalam sistem?
2. Adanya permasalah dalam beberapa data nomor pasien.
Permasalahan

tersebut

yang

pertama

adalah

adanya

beberapa

ketidakcocokan nomor pasien yang tertera di faktur penjualan dengan


data yang terdapat di dalam komputer. Ada perbedaan antara data pasien
yang tertera di faktur penjualan dengan yang tertera di komputer,
misalnya nomor pasien sama tetapi nama pasien berbeda, atau
sebaliknya. Ini hanya penulis temukan di beberapa lembar faktur saja,

hanya sebagian kecil dari semua lembaran faktur penjualan. Kemudian,


penulis menemukan juga adanya sebagian

10

BAB III
LANDASAN TEORI
3.1. Konsep Dasar Sistem Informasi
1. Sistem Informasi
Kita sudah terbiasa mendengar kata sistem. Mungkin juga kita sudah
mengetahui apa makna sistem. Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G.
Simkin dalam Jogiyanto (1988) mendefinisikan sistem sebagai kesatuan
yang terdiri dari interaksi subsistem yang berusaha untuk mencapai tujuan
(goal) yang sama. Murdick dalam Baridwan (1985) menjelaskan sistem
sebagai suatu kumpulan elemen-elemen yang dijadikan satu untuk tujuan
umum.
2. Data dan Informasi
a. Data
Data merupakan
b. Informasi
Bila tidak ada pilihan atau keputusan, informasi menjadi tidak
diperlukan (Davis, 1985). Pernyataan tersebut menunjukkan betapa
pentingnya informasi. Hal ini memang benar karena kedua komponen
tersebut sangat erat kaitannya. Baridwan (1985) mengatakan bahwa
informasi merupakan keluaran (output) dari suatu proses pengolahan
data. Output ini biasanya sudah tersusun dengan baik dan mempunyai arti
bagi yang menerimanya, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk
pengambilan keputusan oleh manajemen.
Informasi dapat diartikan sebagai hasil output dari sebuah proses
pengolahan data yang berfungsi sebagai dasar pijakan manajemen dalam
memutuskan sebuah langkah. Jika informasi berperan penting dalam
pengambilan keputusan, maka kualitas informasi yang digunakan harus

11

baik. Menurut Jogiyanto (1988) kualitas dari informasi (quality of


information) tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat
(accurate), tepat pada waktunya (timely basis) dan relevan (relevance).
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan
tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus
jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari
sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan
banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat mengubah atau
merusak informasi tersebut.
2. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima
tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan
mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di
dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan
terlambat, maka akan berakibat fatal untuk organisasi. Dewasa ini
mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi
tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir
untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
3. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk
pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan
lainnya berbeda.
Kualitas informasi yang baik didapatkan dari proses yang benar pula.
Maka kualitas informasi harus memiliki kriteria di atas. Hal ini
diperlukan supaya dalam pengambilan keputusan manajerial dapat
menghasilkan langkah yang benar dan memberikan hasil yang optimal
bagi organisasi.

3.2. Sistem Informasi Akuntansi


Menurut Jogiyanto (1988), pertumbuhan organisasi modern yang lebih
kompleks dan persaingan pasar yang lebih ketat membuat peranan akuntan
12

lebih meningkat. Akuntan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi


saja, tetapi juga sebagai pemakai informasi. Apalagi dengan diterapkannya
komputer pada sistem akuntansi menyebabkan pekerjaan teknis akuntan dalam
mempersiapkan

informasi

dapat

digantikan

oleh

komputer, sehingga

memungkinkan akuntan untuk lebih terlibat dalam proses pengambilan


keputusan. Akuntan sekarang lebih dapat berkonsentrasi pada pengembangan
sistem, mengendalikan sistem, pengembangan anggaran, memberikan usulan
kepada manajemen terhadap tindakan-tindakan yang harus dilakukan di masa
mendatang serta lebih banyak terlibat dalam aspek-aspek manajemen yang
lainnya. Peranan akuntan sebagai seorang manajer atau controler sekarang
tampak lebih nyata. Kemampuan komputer di dalam menangani volume data
yang besar dengan cepat telah memungkinkan untuk diterapkannya sistem
informasi manajemen yang dulunya tidak sempat untuk dilakukan atau yang
mungkin sudah dilakukan atau belum efektif. Sistem informasi yang berbasis
pada komputer ini sekarang dikenal dengan istilah Sistem Informasi Akuntansi
(SIA).
Romney dan Steinbart (2003) SIA terdiri dari lima komponen, yaitu:
1.

orang-orang

yang

mengoperasikan

sistem

tersebut

dan

2.

melaksanakan berbagai fungsi


prosedur-prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi,
yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses, dan

3.
4.
5.

menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi.


Data tentang proses-proses bisnis organisasi
Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
Infrastruktur teknologi informasi termasuk komputer, peralatn
pendukung (periferal device), dan peralatan untuk komunikasi
jaringan.

3.3. Sistem Informasi Akuntansi Terintegrasi


Jika sistem informasi akuntansi terintegrasi diterapkan, maka akan
tercapai sistem pengendalian internal yang efektif dan efisien (Rini A., 2009).
Hasil penelitian dari Rini A. (2009) salah satu hasilnya menunjukkan bahwa
sebelum diterapkan sistem informasi akuntansi yang terintegrasi, antar bagian
13

mendapatkan informasi setelah melakukan konfirmasi ke bagian lainnya.


Namun setelah diterapkannya sistem informasi akuntansi terintegrasi,
informasi dapat secara langsung diakses antar bagian. Sehingga antar bagian
mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara langsung tanpa menunggu
konfirmasi dari bagian lain.

Pengangguran tak terlihat (banyak pegawai, tp sedikit kerja)

BAB IV
PEMBAHASAN

DAFTAR PUSTAKA

14

Media online:
http://pkusolo.wordpress.com/tentang-pku/
http://rspkusolo.com/
www.google.co.id
Rini A., Linda Ardia (2009). Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Terintegrasi
untuk Mencapai Sistem Pengendalian Internal yang Efektif dan Efisien (Studi
Kasus Pada SMK Negeri 2 Singosari). Accounting Business Management
Research,

STIE

Malangkuewara.

Diambil

dari:

http://www.abmr.stie-

mce.ac.id/?id=4-22-11, diakses pada 21 Mei 2014 pukul 10:34 pagi


H.M, Jogiyanto. 1988. Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer Buku
Kesatu: Konsep Dasar dan Komponen. Yogyakarta: BPFE Universitas Gadjah
Mada
Baridwan, Zaki. 1985. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: STIE YKPN
Davis, Gordon B.. 1985. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. Jakarta:
IPPM dan PT Pustaka Binaman Pressindo

15