Anda di halaman 1dari 106
Daftar Isi Table of Contents Budaya Perusahaan - Corporate Culture 02 Ikhtisar Keuangan - Financial
Daftar Isi
Table of Contents
Budaya Perusahaan - Corporate Culture
02
Ikhtisar Keuangan - Financial Highlights
03
Peristiwa Penting di Tahun 2005 - Significant Events in 2005
05
Laporan Dewan Komisaris - Report of the Board of Commissioners
07
Laporan Direksi - Report of the Board of Directors
09
Profil Perusahaan - Corporate Profile
13
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik - Good Corporate Governance
24
Analisis dan Pembahasan Manajemen - Management Analysis and Discussion
34
Pernyataan Komite Audit - Audit Committee Statement
47
48
Informasi Saham & Informasi Penting Lainnya -
Shares and Other Important Informations
Laporan Auditor Independen - Independent Auditor's Report
51
131
Alamat Perusahaan, Anak Perusahaan dan Kantor Cabang
Address of the Company, Subsidiaries and Branch Office
1

Global Reports LLC

Budaya Perusahaan Corporate Culture Budaya perusahaan mengandung tiga nilai utama, yaitu: 1. Integritas Totalitas dalam
Budaya Perusahaan Corporate Culture Budaya perusahaan mengandung tiga nilai utama, yaitu: 1. Integritas Totalitas dalam

Budaya Perusahaan Corporate Culture

Budaya Perusahaan Corporate Culture Budaya perusahaan mengandung tiga nilai utama, yaitu: 1. Integritas Totalitas dalam

Budaya perusahaan mengandung tiga nilai utama, yaitu:

1.

Integritas

Totalitas dalam berkarya adalah budaya kerja kami, integritas merupakan nilai spiritual yang mempunyai makna kepercayaan, menekankan integritas sebagai landasan utama dalam menerapkan totalitas kerja dengan didukung ketulusan hati dan semangat untuk mempersembahkan yang terbaik bagi kesehatan masyarakat.

2. Kerja Sama Tim

Kerja sama tim merupakan nilai emosional yang melandasi semangat kerja sama melalui keterbukaan dan kepercayaan, serta mensinergikan kemampuan tiap individu untuk saling melengkapi dalam membangun tim yang tangguh untuk mencapai sukses.

3. Profesionalisme

Profesionalisme merupakan nilai intelektual yang terwujud dalam bekerja lebih giat, cerdik dan kreatif serta jeli mengamati dan memanfaatkan peluang bisnis. Senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk diterapkan secara professional dalam melaksanakan tugas menjadi komitmen untuk mencapai hasil tersebut.

2 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

The Company Corporate Culture consists of three main values, they are:

1.

Integrity

Totality is our work ethics. In serving the public interest, we establish an importance value on integrity, a spiritual value means trustworthy; as the main principle to maintain our totality management. It also requires genuineness and enthusiasm for providing the best service for the public health.

2. Team Work

Team-work, an emotional value that brings about the determination of cooperation through frankness and trustbuilding in creating synergy of the individuals’ competency to compliment each other, is the key for building the good team and success.

3. Professionalism

Professionalism is an intellectual value which shown by working harder, smarter and more creative and astute to the recognize and tapping business opportunities. It is our commitment for continuing effort to improving our knowledge and skills and applying professionalism in what we do.

Dalam Rp Juta / In Rp Millions

Ikhtisar Keuangan Financial Highlights

/ In Rp Millions Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Uraian 2005 2004 2003 2002 2001

Uraian

2005

2004

2003

2002

2001

Description

Neraca

         

Balance Sheets

Aktiva Lancar

677.86

661.64

868.92

619.35

785.14

Current Assets

AktivaTotal

1,177.60

1,173.43

1,368.14

1,038.54

1,151.25

Total assets

Kewajiban

333.38

358.85

614.14

361.25

449.93

Liabilities

Ekuitas

844.22

814.58

754.00

677.30

701.32

Equities

Laba Rugi

 

Profit and Loss

Penjualan Laba Kotor Laba Usaha Laba Bersih Laba per saham

1,816.43

1,925.99

1,816.38

1,538.71

1,409.57

Sales Gross Profit Income from Operations Net Income Income per share

577.12

646.65

542.69

445.16

458.69

84.72

124.71

92.32

60.87

127.34

52.83

77.75

45.49

35.41

99.59

Rp 9.51

Rp 14.00

Rp 8.19

Rp 6.38

Rp 17.93

Rasio-Rasio

         

Ratios

Margin Laba Kotor Margin Laba Usaha Margin Laba Bersih Imbal Hasil Ekuitas Laba Bersih / Aktiva

31.77%

33.57%

29.88%

28.93%

32.54%

Gross Profit Margin Income from Operations Margin Net Income Margin Return on Equity (ROE) Return on Assets (ROA)

4.66%

6.48%

5.08%

3.96%

9.03%

2.91%

4.04%

2.50%

2.30%

7.07%

6.26%

9.55%

6.03%

5.23%

14.20%

4.49%

6.63%

3.33%

3.41%

8.65%

Global Reports LLC

3
3
Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Penjualan - Sales 2.500 2.000 1.500 1.000 500 0 2005 2004

Ikhtisar Keuangan Financial Highlights

Penjualan - Sales

2.500 2.000 1.500 1.000 500 0 2005 2004 2003 2002 2001 Rp Milyar/Billion
2.500
2.000
1.500
1.000
500
0
2005
2004
2003
2002
2001
Rp Milyar/Billion

Laba Usaha - Income from Operational

140 120 100 80 60 40 20 0 2005 2004 2003 2002 2001 Rp Milyar/Billion
140
120
100
80
60
40
20
0
2005
2004
2003
2002
2001
Rp Milyar/Billion

4 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Laba Kotor - Gross Profit

700 600 500 400 300 200 100 0 2005 2004 2003 2002 2001 Laba Bersih
700
600
500
400
300
200
100
0
2005
2004
2003
2002
2001
Laba Bersih - Net Income
120.00
100.00
80.00
60.00
40.00
20.00
0.00
Rp Milyar/Billion
Rp Milyar/Billion

2005

2004

2003

2002

2001

7 March
7
March
12 May
12
May

Peristiwa Penting di Tahun 2005 Significant Events in 2005

Peristiwa Penting di Tahun 2005 Significant Events in 2005 PT Kimia Farma Tbk, LIPI dan lembaga
Peristiwa Penting di Tahun 2005 Significant Events in 2005 PT Kimia Farma Tbk, LIPI dan lembaga

PT Kimia Farma Tbk, LIPI dan lembaga penelitian terkemuka di Eropa Fraunhofer Gesselschaff - Jerman, menjalin kerjasama untuk melakukan riset bersama untuk mengembangkan produk Bioteknologi. Bentuk kerjasama ini, ditandai dengan penandatanganan MOU antara LIPI – Fraunhofer dan Kimia Farma.

PT. Kimia Farma Tbk., Indonesian Science Body (LIPI) and Fraunhofer Gesselschaff - Jerman has signed a MOU as an agreement to jointly conducting research on the development of “biofarmasetik” using molecular farming technology. Fraunhofer Gesselschaff – Jerman is the Leading Research house in Europe.

– Jerman is the Leading Research house in Europe. Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham PT Kimia

Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham PT Kimia Farma Tbk. pada tanggal 12 Mei 2005 dilanjutkan dengan acara Paparan Publik di hadiri oleh analis keuangan dan media.

The General Meeting of Shareholders and Public Expose of PT Kimia Farma Tbk. was conducted on 12 May 2005, attended by financial analysts and press.

21 July
21
July
22 July
22
July

Global Reports LLC

analysts and press. 21 July 22 July Global Reports LLC Sebagai bukti kepedulian Perusahaan terhadap masyarakat
analysts and press. 21 July 22 July Global Reports LLC Sebagai bukti kepedulian Perusahaan terhadap masyarakat

Sebagai bukti kepedulian Perusahaan terhadap masyarakat Aceh, telah dilakukan penyerahan bantuan kepada Direktorat Kesehatan TNI AD dalam membantu program pemantauan bantuan korban Tsunami, tanggal 21 Juli 2005. Perusahaan sebelumnya juga telah memberikan bantuan berupa obat-obatan dan sumbangan tunai lainnya.

As an emphaty expression to Aceh society, PT Kimia Farma Tbk hand out of aids to the Army Directorate of Health, to help the monitoring of aids distribution to the Tsunami victims, on 21 July 2005. The company has previously given the medicines and other financial aids.

Pada tanggal 22 Juli 2005, Kimia Farma memperoleh penghargaan dari majalah SWA dan MARS sebagai The Best Corporate Brand in Pharmaceutical Industry.

PT. Kimia Farma Tbk has received”The Best Corporate Brand in Pharmaceutical Industry” award from SWA magazine and MARS, on 22 July 2005.

5
5
Peristiwa Penting di Tahun 2005 Significant Events in 2005 24 August 11 October 1 December

Peristiwa Penting di Tahun 2005 Significant Events in 2005

24 August
24
August
11 October
11
October
1 December
1
December
15 December
15
December
in 2005 24 August 11 October 1 December 15 December 6 Laporan Tahunan / Annual Report
in 2005 24 August 11 October 1 December 15 December 6 Laporan Tahunan / Annual Report
in 2005 24 August 11 October 1 December 15 December 6 Laporan Tahunan / Annual Report
in 2005 24 August 11 October 1 December 15 December 6 Laporan Tahunan / Annual Report

6 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

PT Kimia Farma Tbk kembali mendapatkan penghargaan Indonesia's Most Admired Companies (IMAC) dari majalah Business Week Indonesia dan Frontier sebagai The Best in Building Corporate Image pada tanggal 24 Agustus 2005.

On 24 August 2005.PT. Kimia Farma Tbk has received another awards; as “Indonesia’s Most Admired Companies (IMAC)” from Business Week Indonesia, and as “The Best in Building Corporate Image” from Frontier.

PT Kimia Farma Tbk menerima kunjungan resmi Menteri Kesehatan Republik Sosialis Vietnam, Prof. Dr. Tran Thi Trung Chien beserta seluruh anggota delegasi dan kalangan pengusaha farmasi di Plant Jakarta.

PT Kimia Farma Tbk. is welcoming the visit by Vietnam Health Minister Prof Dr. Tran Thi Trung Chien and her delegation member and Vietnamesse business council in pharmaceutical industry, in Jakarta Plant

PT Kimia Farma Tbk menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Indosat dalam hal Kerjasama Pelayanan Kesehatan di bidang Apotek, Laboratorium Klinik dan Klinik Kesehatan.

PT Kimia Farma Tbk. and PT Indosat has signed a MOU as an agreement to cooperate in Health care Services in the area of Pharmacy, Clinical Laboratory and Medical Clinics.

Plant Jakarta mendapat penghargaan dari Pemerintah daerah DKI Jakarta sebagai Perusahaan Pengelola Limbah Cair dengan Baik untuk tahun 2004.

Jakarta Plant has received award as “The Company with Good Liquid Waste Management” in 2004, from Government of Jakarta Province.

Laporan Dewan Komisaris Report of the Board of Commissioners

Laporan Dewan Komisaris Report of the Board of Commissioners Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah
Laporan Dewan Komisaris Report of the Board of Commissioners Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia-Nya, sehingga tahun 2005 yang berat itu telah dilalui dengan kinerja yang cukup menggembirakan.

Seperti yang telah kita alami bersama, sepanjang tahun

2005 terjadi dua kali kenaikan bahan bakar minyak yang

mengakibatkan kenaikan biaya. Dari sisi makro tingkat inflasi tahun 2005 mencapai 17,1%. Tingkat inflasi yang tinggi ini mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. Sedangkan tingginya fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap USD mengakibatkan ketidakstabilan harga bahan baku dan kemasan obat yang sebagian besar masih diimpor.

Pertumbuhan pasar farmasi tahun 2005 sebesar 13,5%

sedang pertumbuhan penjualan produk perusahaan sendiri (Produk Kimia Farma) di tahun 2005 dibanding tahun

2004 mencapai 11,9%, relatif masih sebanding dengan

pertumbuhan pasar farmasi nasional. Namun secara konsolidasi, penjualan PT Kimia Farma Tbk mencapai 1,82 milyar atau menurun 5,69% dari penjualan tahun 2004 yang sebesar Rp 1,93 trilyun. Penjualan di holding dan PT Kimia Farma Apotek mengalami pertumbuhan masing-masing 9,55% dan 7,36% sedangkan penjualan pada PT Kimia Farma Trading and Distribution turun sebesar 17,37%.

Penurunan penjualan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan ke sektor instansi pemerintah sebesar 45,46% menjadi Rp 486,37 milyar di tahun 2005. Sedangkan penjualan regular mengalami peningkatan sebesar 28,61% menjadi Rp 1,33 trilyun ditahun 2005. Sebagai akibatnya, komposisi penjualan regular terhadap total penjualan meningkat dari 53,70% menjadi 73,22%. Peningkatan proporsi penjualan di sektor regular sejalan dengan corporate plan perusahaan 2005-2009.

Penurunan penjualan tidak diikuti dengan penurunan beban administrasi & umum dan beban bunga. Pada tahun 2005 bahan administrasi & umum yang sebagian besar adalah biaya tetap mengalami peningkatan sebesar 6,63 % menjadi Rp 176,99 milyar di tahun 2005. Beban bunga yang pada tahun 2004 hanya mencapai Rp 2,60 milyar pada tahun

2005 mengalami peningkatan sebesar 215,27 % menjadi

Rp 8,20 milyar.

Global Reports LLC

Our deepest gratitude to Allah the Almighty for His blessings that PT Kimia Farma Tbk. has performed well during this difficult year of 2005.

As we all know that the price of oils has incresed twice in 2005, resulting in the increment of production costs. From macro point of view: the inflation rate reached 17.1 % during 2005, this high inflation rate is reducing the people’s purchasing power; the Company imports its raw materials and packaging materials, the massive fluctuations of exchange rate of Rupiah against USD causing the instability in the price of these materials

The pharmaceutical industry market share increased by 13.5%, meanwhile sales growth of company's products in 2005 compare with 2004 reach 11,9%, which relatively proportional with national market growth however it does not boost PT Kimia Farma Tbk. sales, in fact the consolidated sales has decreased by 5.69% to Rp 1.82 trillions compared to 2004 sales of Rp 1.93 trillions. The sales in the Holding and PT Kimia Farma Apotek (KFA) increased by 9.55% and 7.36% respectively, while the sales in PT Kimia Farma Trading and Distributor (KFTD) decreased by 17.37%.

The declining sales mainly caused by a decline sales to the government sector which reach almost 45.46% become Rp 486.37 billions, while the the regular sales has incresed by 28.61% to Rp 1.33 trillions. The percentage of regular sales to total sales increased from 53.70% to 73.22%, which is in line with the Company Corporate Plan 2005 – 2009

The decrease in sales did not cause reduction in the general and administartion, and interest expenses. General and administration expenses, which majority are fixed cost, increased by 6.63% to Rp. 176.99 billions in 2005. The interest expenses increased by 215.27% to Rp. 8.20 billions in 2005 compared to Rp. 2.60 billions in 2004.

7
7
Laporan Dewan Komisaris Report of the Board of Commissioners Dengan berbagai hal di atas, laba

Laporan Dewan Komisaris Report of the Board of Commissioners

Dengan berbagai hal di atas, laba bersih yang dicapai Perusahaan tahun 2005 adalah sebesar Rp 52,83 milyar, menurun sebesar 32,05% dari laba bersih tahun 2004 sebesar Rp 77,75 milyar. Perolehan laba bersih tersebut merupakan kontribusi dari laba bersih Holding Rp 31,49 milyar dari PT Kimia Farma Apotek sebesar Rp 11,14 milyar dan PT Kimia Farma Trading & Distribution sebesar Rp 13,95 milyar.

Setelah mengalami tahun yang kurang menggembirakan di 2005, harapan perusahaan untuk berkembang pesat di tahun 2006 menjadi lebih baik dengan lingkungan usaha yang lebih kondusif. Walaupun demikian, persaingan usaha yang semakin ketat di masa mendatang menuntut agar segenap Direksi dan seluruh karyawan untuk selalu mengedepankan langkah-langkah peningkatan, efisiensi dan meningkatkan produktivitas dalam segala bidang sesuai dengan peran, fungsi dan tanggung jawab masing-masing, sebagai salah satu wujud dari implementasi prinsip-prinsip dasar pengelolaan perusahaan yang baik.

Apabila segenap Direksi dan seluruh karyawan dapat bekerja dengan lebih profesional, lebih efisien dan produktif, diharapkan perusahaan mampu bersaing dengan lebih baik. Dengan demikian, kerja keras segenap Direksi dan seluruh karyawan pada tahun 2006 tetap perlu ditingkatkan untuk mencapai kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun 2005 melalui program-program untuk meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya.

Namun demikian, terhadap pencapaian kinerja tahun 2005, patut kita syukuri bersama dan atas nama jajaran Komisaris, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap Direksi dan seluruh karyawan yang telah bekerja keras dalam mengelola dan mengembangkan perusahaan ini di tengah persaingan yang semakin kompetitif. Apresiasi yang sama juga diberikan atas niat dan komitmennya untuk mewujudkan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dan memberikan landasan yang kuat bagi perusahaan untuk berkembang dengan mengimplementasikan Manajemen Risiko dan Indikator Kinerja Kunci (KPI).

Akhir kata, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan hidayah- Nya kepada kita sekalian. Amin.

All those performances, the Company Net Income decreased by 32.05% to Rp 52.83 billions in 2005 compared to Rp. 77.75 billions in 2004. The contributions by each divisions are as follow: the Holding by Rp 31.49 billions, PT KFA by Rp. 11.14 billions, PT KFTD by Rp. 13.95 billions.

After experiencing difficult year in 2005, the Company is hoping for more conducive conditions to do business and thus PT. Kimia Farma Tbk. may performed much better in 2006. Very tight business competition requires all Directors and Employees to focus on the improvement strategy, efficiency, productivity improvement in all areas in accordance with each individual’s role, function, and responsibility. It is an implementation of the basic principle of good corporate governance.

If all Directors and Employees are able to work more professional, efficient and productive, the Company can be more competitive. Therefore, all the hard works of Directors and Employees shall be improved in 2006 in order to achieve better performance than 2005 through sales development and cost reduction programs

For the 2005 achievements , we must be grateful and on behalf of the Board of Commissioners we appreciate very much of all Directors and Employees hard work in managing and developing the Company in the more competitive business environment. Same token of appreciation for the initiatives and commitments to implement Good Corporate Governance, Risk Management, Key Performance Indicators for further development of the Company.

Lastly but not least, hopes for God the Almighty blessings for all of us. Amin.

Jakarta, April 2006

The Board of Commissioners

of us. Amin. Jakarta, April 2006 The Board of Commissioners Agus Muhammad Chairman Effendi Rangkuti Independent

Agus Muhammad

Chairman

April 2006 The Board of Commissioners Agus Muhammad Chairman Effendi Rangkuti Independent Commissioner 8 Laporan

Effendi Rangkuti

Independent Commissioner

8 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Laporan Direksi Board of Directors Report
Laporan Direksi
Board of Directors Report

Handoyo A.S.

Sofiarman Tarmizi

Gunawan Pranoto

Warsito Triatmodjo

M. Sjamsul Arifin

Tahun 2005 merupakan tahun yang cukup berat dan penuh

tantangan baik bagi Perusahaan maupun bagi industri farmasi

di Indonesia. Dalam tahun 2005 ditandai dengan berbagai

kejadian dibidang ekonomi, politik maupun perkembangan

di industri/pasar farmasi sendiri yang banyak mempengaruhi

kinerja dan perkembangan Perusahaan.

Seperti kita ketahui bahwa tahun 2005 merupakan tahun pertama dari Pemerintah yang baru, sehingga masih diperlukan penyesuaian disana sini termasuk antara lain adanya penyesuaian dibidang penyusunan anggaran Pemerintah, dimana akibat dari ini adalah adanya pengunduran dari anggaran Pemerintah untuk belanja obat dan alat kesehatan, sehingga ada beberapa pengadaan obat/alat kesehatan oleh instansi Pemerintah mengalami pengunduran/peluncuran ke tahun 2006.

Dalam tahun 2005 juga ditandai dengan adanya beberapa kejadian dibidang ekonomi yang berdampak sangat signifikan terhadap kinerja industri farmasi pada umumnya dan pada Perusahaan. Kejadian yang sangat penting tersebut antara lain adalah adanya kenaikan dan fluktuasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing, dimana kurs rata-rata USD mencapai Rp 9.700,- hingga Rp 9.800,- terhadap IDR dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 8.500,- hingga Rp 9.000,-. Hal ini akan sangat berpengaruh pada industri farmasi karena hampir semua bahan baku masih dibeli dari luar negeri, namun disatu sisi harga jualnya menggunakan mata uang rupiah. Beban inipun masih bertambah disebabkan adanya beberapa bahan baku obat yang mengalami kenaikan harga beli dari produsernya, sehingga hal-hal tersebut akan memberikan tekanan pada harga pokok produknya.

Pada tahun 2005 juga ditandai dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 2 kali dengan kenaikan yang relatif cukup tinggi, yang berakibat akan meningkatkan biaya produksi dan juga biaya-biaya lainnya termasuk biaya-biaya distribusi. Dengan adanya kenaikan biaya BBM tersebut akan

Global Reports LLC

The year of 2005 was considered to be a pressure and challenged year for almost companies in Indonesia particularly to national pharmaceutical industry. Some political, economic changes and the market dynamic of the industry factors happened throughout this year. These factors were considered to influence company’s performance and business growth.

As we known that this year is the initial year of new ruling government. Therefore the government was adjusting some new policies regarding the budget establishment rescheduling period to the year 2006 which cause some delays of several government consumptions on medicines and health equipments.

This year also coloured by some significant changes in economic environment which cause substantially depressed business environment to the pharmaceutical industy performance in general and to the company in particular. The increase of USD exchange rate to Rupiah hit a higher level in this year at average rate of 9,700 – 9,800 rupiahs compared to previous year which only reach to 8,500 – 9000 rupiahs. This significant change influenced the industry which as we might know that almost of raw materials are imported, meanwhile its revenues drive from rupiahs. The particular burden was add more pressure by the increasement of purchasing price of raw material which resulted an increase on the company’s costs of goods sold.

We were also facing the significant fuel price hike twice during this year. The impacts consequently increase the production costs and other relevant costs including distribution costs. Meanwhile, as a consequences of a higher price of goods

9
9
Laporan Direksi Board of Directors Report mempengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok sehari- hari, yang berakibat

Laporan Direksi Board of Directors Report

mempengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok sehari- hari, yang berakibat Perusahaan mau tidak mau juga ikut melakukan penyesuaian pendapatan karyawan, yang akan berdampak menimbulkan kenaikan biaya karyawan.

Pengaruh dari kenaikan biaya-biaya tersebut nampak

dengan adanya kenaikan tingkat inflasi yang cukup tajam

di tahun 2005 yang sebesar 17,11%, dibanding tahun

2004 yang hanya sebesar sekitar 7%. Salah satu dampak yang terlihat karena pengaruh kejadian tersebut diatas adalah melemahnya daya beli masyarakat, dimana hal ini ditandai dengan pertumbuhan pasar farmasi nasional yang hanya bertumbuh 13,4%, angka pertumbuhan yang relatif kecil dibanding tahun 2004 yang sebesar 19,6%. Dengan pertumbuhan pasar farmasi yang relatif kecil tersebut, akan menyebabkan persaingan di pasar farmasi menjadi semakin tajam yang berakibat timbulnya kenaikan biaya penjualan

Dengan melihat situasi ekonomi, politik dan dunia usaha farmasi yang berkembang seperti tersebut diatas, Perusahaan secara aktif mengantisipasinya dengan strategi dan berbagai langkah-langkah yang diambil.

Perusahaan telah menetapkan strategi yang diambil yaitu terus melakukan penguatan struktur bisnisnya disetiap lini, hal ini diimplementasikan dengan langkah-langkah antara lain melakukan kegiatan pemasaran yang lebih fokus dan terarah, dengan usaha pemasaran secara langsung maupun melalui media promosi dalam rangka meningkatkan demand dari produk Perusahaan, melakukan pengembangan sistem dan pelaksanaan distribusi yang lebih efektif dalam rangka memperkuat sektor distribusi dipasar reguler, melakukan pengembangan kegiatan di Retail/Apotik baik dengan peningkatan pelayanan kepada para pelanggan maupun penambahan jumlah Apotik secara selektif. Disamping itu Perusahaan terus melakukan efisiensi dan efektifitas biaya di berbagai bidang, yang antara lain melakukan pengembangan formula dengan subsitusi bahan baku dan proses yang lebih efisien, pengembangan IT Perusahaan baik dibidang produksi, distribusi, retail maupun diproses bisnis yang lain

Strategi lainnya yang ditetapkan Perusahaan adalah melakukan pengembangan produk dan bisnis Perusahaan,

dimana dalam strategi ini telah dilakukan langkah-langkah antara lain dengan peluncuran produk baru Perusahaan sebanyak 5 produk yang terdiri dari produk Obat Generik Berlogo 2 produk, Consumer Health Product 3 produk. Demikian juga penambahan muatan produk dari 3 prinsipal baru di Unit Distribusi/PBF yang diharapkan akan berkembang dimasa mendatang untuk menambah pendapatan Perusahaan. Perusahaan juga terus mengembangkan bisnis baru yang telah dirintisnya yaitu bisnis Klinik Kesehatan dan Laboratorium Klinik, yang merupakan bisnis pelayanan kesehatan yang diharapkan dapat bersinergi dan mendukung bisnis Perusahaan yang lain dimasa depan. Disamping itu Perusahaan juga melakukan intensifikasi pada pengembangan ekspor produk-produk Perusahaan di tahun 2005, dimana

hal ini ditandai dengan adanya peningkatan hasil penjualan

dari ekspor yang cukup signifikan. Disadari oleh Perusahaan bahwa pengembangan produk maupun bisnis baru Perusahaan ini memerlukan waktu dan usaha yang terus menerus untuk dapat berkembang secara optimal.

10 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

in the market, forced the company to undertake some adjustments of employees wage and salary level.

We have been noticed that the increase of these costs reflected by extremely high inflation indicator of 17.11% during 2005 compared to year 2004 which only reach at 7%. In result, high inflation caused the declining of consumer buying power. This fact showed by growth rate of 2005 national pharmaceutical market at 13.4%, which was slower than the growth of 2004 at 19.6%. Finally, with a slower market growth lead to more intense competition in the industry which caused more effort of marketing incentives.

In respect of these economic, political and national pharmaceutical market changes as above, the company proactively anticipating the business outcomes by implementing a neccessary strategic direction.

The management set up several business strategies. First of all, is to strengthen the foundation of its business structure in each business line. To implementing this strategy, the company is refocusing marketing activities through direct marketing and promotion media in order to stimulate the company product’s demand, establishing distribution system effectively in order to strengthen distribution coverage in regular market, developing main activities in Pharmacy throughout upgrading service level activities and opening new outlets selectively. Apart from those, the Company will run the efficiency and effectivity cost program in each business by reformulating the products using substitution of raw material and more efficient production process, developing information technology in production, distribution, pharmacies and others.

The second strategy which implemented by the management is to develop company’s product and new businesses. At this point, there were some activities involved such as new product launching consists of two essential generic products and three Consumer Health Product. In distribution business, we added three new principals that will generate more revenues in the future. The company has developed new business in healthcare services namely, Laboratory Clinic and Medical Clinic. The new businesses are expected to synergize and support the Company current operations in the future. Apart from that, the Company has undertook an intensive effort to export market in the year of 2005. It was indicated by significantly increase revenue from export activities. The management believes that new product and new business development would take some extra effort and investment period to be fruitfull to the Company in the future.

Perusahaan juga menyadari bahwa peningkatan kinerja Perusahaan tidak terlepas dari kontribusi dan upaya karyawan, oleh sebab itu Perusahaan menetapkan strategi lainnya adalah peningkatan kompetensi dan komitmen Sumber Daya Manusia (SDM) Perusahaan melalui pelatihan- pelatihan yang intensif dan menyentuh seluruh pegawai. Program-program SDM lainnya yang telah dilakukan adalah penyusunan sistem-sistem SDM yang berbasis kompetensi seperti: job grading, manajemen development dan training, penyusunan kamus kompetensi, penyusunan sistem dan prosedur promosi dan mutasi.

Dengan berbagai situasi dan kondisi seperti tersebut diatas, Perusahaan telah dapat melalui tahun 2005 ini dengan baik, walaupun disadari bahwa kinerja Perusahaan pada tahun

2005 ini tidak sebaik tahun 2004.

Pada tahun 2005 Perusahaan membukukan hasil penjualan sebesar Rp. 1,82 trilyun atau turun sebesar 5,69% dari Hasil penjualan tahun 2004 yang sebesar Rp. 1,903 trilyun. Hasil penjualan sebesar tersebut berasal dari hasil penjualan di Holding yang merupakan penjualan produk Perusahaan sendiri sebesar Rp. 525,60 milyar atau naik 9,55% dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp. 479,78 milyar, hasil penjualan dari sektor Retail/Apotek sebesar Rp. 882,80 milyar, atau naik 7,36% dari tahun 2004 yang sebesar Rp. 822,28 milyar. Dari hasil penjualan di sektor Distribusi/PBF sebesar Rp. 886,48 milyar atau turun 17,37% dibanding tahun 2004

yang sebesar Rp. 1,07 trilyun. Penurunan penjualan di sektor Distribusi/PBF ini disebabkan antara lain adanya penjualan di sektor institusi yang menurun cukup tajam karena adanya keterbatasan dana dan adanya peluncuran anggaran tahun

2005 ke awal tahun 2006 untuk beberapa pengadaan obat

dan alat kesehatan oleh Pemerintah.

Walaupun terjadi penurunan di penjualan Perusahaan secara keseluruhan, namun ada trend yang cukup menggembirakan yaitu terjadinya kenaikan yang cukup signifikan pada penjualan produk Perusahaan sendiri khususnya pada produk-produk yang dipromosikan dan menjadi andalan Perusahaan di masa mendatang yaitu produk Consumer Health Product dan obat Ethical.

Dari segi laba Perusahaan, dalam tahun 2005 telah dapat diperoleh laba usaha sebesar Rp. 84,72 milyar atau

mengalami penurunan sebesar 32,07% dari tahun 2004 yang sebesar Rp. 124,71 milyar, dan laba bersih pada tahun

2005 diperoleh sebesar Rp. 52,83 milyar atau turun sebesar

32,06% dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp. 77,76 milyar. Perolehan laba bersih sebesar Rp. 52,83 milyar ini merupakan kontribusi dari : laba bersih Holding sebesar Rp. 31,49 milyar, relatif hampir sama dengan perolehan tahun 2004 yang sebesar Rp. 31,24 milyar, dari sektor Distribusi/PBF sebesar Rp. 13,95 milyar, turun 62,10% dari

tahun 2004 yang sebesar Rp. 36,80 milyar dan dari sektor

Retail sebesar Rp. 11,14 milyar, naik 2,94% dibanding tahun

2004 yang sebesar Rp. 10,82 milyar.

Penurunan laba yang diperoleh Perusahaan ini disebabkan antara lain karena tidak tercapainya hasil penjualan khususnya disektor distribusi dan lebih khusus disektor pasar institusi, adanya kenaikan harga pokok penjualan yang disebabkan adanya kenaikan kurs mata uang asing disamping beberapa bahan baku mengalami kenaikan harga belinya, adanya kenaikan BBM dan kenaikan biaya umum/pegawai dan biaya-biaya lainnya.

Global Reports LLC

Laporan Direksi Board of Directors Report

The Company has realized that any improvement of performance is closely related to contributions and dedications of all the employees. Therefore, the management set the HR strategy is to upgrade the competence and commitment of its human resources through intensive training in wide range coverage level of the organization. HR programs that have been carried out such as job grading, management development and training, establishment of competency dictionary and developing promotion and rotation system.

Refer to the progress situations as mentioned above, the Company has successfully get through the year of 2005 with acceptable result despite of the fact that this year performance was not as good as it was on 2004.

During 2005, the Company book the sales revenue of Rp 1.82 trillions or declined about 5.69% from the 2004 revenue which reach about Rp 1.903 trillions. The result were contributed by Holding which sell the Company’s product at Rp 525.60 billions or increase about 9.55% compared with previous year at Rp 479.78 billions. PT. Kimia Farma Apotek contributed the revenue of Rp 882.80 billions or increase 7.36% compared to 2004 result at Rp 822.28 billions. The revenue from Distribution in 2005 has declined 17.37% from Rp 1.07 trillions in 2004 to Rp 886.48 billions. The decline revenue driven by declining sales to the government market sharply due to lack of financial resources and government budget rescheduling program to initial period of 2006.

In spite of the fact of declining company’s revenue as a whole, there were some prospect trends toward the increasement of product sales particularly the significant sales growth of consumer health products and ethical products which produced by the Company.

From profit point of view, the Company during 2005 has acquired the income from operational at Rp 84.72 billions or decline almost 32.07% compared from year 2004 which reached at Rp 124.71 billions, meanwhile net profit decline

32.6% from Rp 77.76 billions in 2005 to Rp 52.83 billions in

2004. The total number of net profit above was contributed

by net profit of Holding at Rp 31.49 billions which was

relatively remaining in the same level of 2004 which was Rp 31.24 billions. Distribution contributed almost Rp

13.95 billions which significantly dropped around 62.10%

compared to 2004 result which reach Rp 36.801 billions. Lastly, Apotek contributed almost Rp 11.14 billions which increase almost 2.94% compared to 2004 result of Rp 10.82 billions.

In general, the Company was not successfully gain the net profit during this year as a result of uncomplishment revenue target from Distribution mainly to the government market, higher exchange rate which lead to the increase of cost of goods sold beside the increase in purchasing price of raw material itself. Apart from that, the burden was more pressured by the fuel price hike and other costs related.

11
11
Laporan Direksi Board of Directors Report Perusahaan menyadari sepenuhnya, ditengah-tengah persaingan yang ketat diantara

Laporan Direksi Board of Directors Report

Perusahaan menyadari sepenuhnya, ditengah-tengah persaingan yang ketat diantara 200 industri farmasi nasional maupun multinasional yang ada di Indonesia, diperlukan adanya suatu strategi yang tepat dan program yang berkesinambungan dan berkelanjutan untuk dilaksanakan secara konsisten oleh Perusahaan. Untuk itu dalam rangka berkesinambungan dan berkelanjutannya kinerja yang diperoleh, Perusahaan dalam tahun 2005 ini juga sudah mulai menetapkan Indikator Kinerja Kunci (KPI) untuk setiap unit bisnis yang ada, demikian juga pengimplementasian Manajemen Risiko, penyempurnaan proses bisnis dan pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG)

Manajemen menyadari bahwa pencapaian kinerja tahun

2005 dengan situasi dan kondisi ekonomi, politik dan pasar

farmasi sendiri yang belum mendukung, belum diperoleh kinerja seperti yang diharapkan, namun demikian tahun 2005 merupakan suatu pelajaran yang sangat berharga untuk terus dapatnya Manajemen melakukan program-program yang

dirintisnya untuk mencapai kinerja yang lebih baik di tahun 2006 ini. Dengan melihat perkembangan yang membaik dan cukup kondusif diawal tahun 2006 ini, dengan strategi dan program kerja yang secara konsisten akan dilaksanakan semua lini Perusahaan, disertai kerja keras dan ketekunan dari seluruh jajaran karyawan, manajemen optimis tahun

2006 diharapkan dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik

dari tahun 2005.

Sebagai penutup dalam kesempatan ini mewakili seluruh keluarga besar PT Kimia Farma Tbk, manajemen menyampaikan terimakasih kepada seluruh pelanggan, distributor, Apotek, toko obat, pemasok dan seluruh mitra kerja Perusahaan serta para pihak-pihak yang berkepentingan terhadap Perusahaan termasuk masyarakat luas atas dukungannya, yang senantiasa diberikan kepa da PT Kimia Farma Tbk dan produk-produknya. Semoga kedepan Perusahaan yang merupakan BUMN Farmasi terbesar dapat memberikan kontribusi yang berarti tidak hanya kepada pemegang saham, tetapi juga kepada seluruh pihak yang berkepentingan terhadap Perusahaan.

The management has fully recognized that in the hypercompetition market ground consists of 200 players in the industry from national and multinational players, the company has to undertake the precise strategy and continuing implementation programs consistently. Therefore, aiming the continuity and improvement of company performance up to now, the management has initially started of Key Performance Indicatior, Risk Management, Business Process Improvement and Good Corporate Governance implementation program for each business lines.

The management was realizing the fact that 2005 performance strongly influenced by insufficient business environment situations, namely economic, politics and national pharmaceutical market so the result in still under than the expectations. However, 2005 was a learningful year for the management to consistently undertake the initial programs that has implemented before to gain a better result next year. Promisingly, based on the current progress of early months of 2006, simultaneously by implementing strategies and action programs in consistent way in each element of the organization, supported by hard working and high level of endurance from all layers within the organization, the management state the optimistic position that 2006 would create a better company performance.

Finally as a closing remaks of the report, representing PT. Kimia Farma Tbk, the management is expressing heartly gratitude to stakeholders invoved such as consumer, distributiors, pharmacies, drug stores, suppliers and other business partners and the rest of stakeholders namely Indonesia society for all support and cooperation that have been carried out to the Company and its products. Hopefully, in the future the Company would contribute a meaningful value not only for shareholders but also for other stakeholders.

not only for shareholders but also for other stakeholders. M. Syamsul Arifin Finance Director Warsito Triatmodjo

M. Syamsul Arifin Finance Director

for other stakeholders. M. Syamsul Arifin Finance Director Warsito Triatmodjo Production Director Jakarta, April 25,

Warsito Triatmodjo Production Director

Jakarta, April 25, 2006

Board of Directors

Director Jakarta, April 25, 2006 Board of Directors Gunawan Pramono President Director Sofiarman Tarmizi

Gunawan Pramono President Director

2006 Board of Directors Gunawan Pramono President Director Sofiarman Tarmizi Marketing Director Handoyo A. S.

Sofiarman Tarmizi Marketing Director

President Director Sofiarman Tarmizi Marketing Director Handoyo A. S. General Affairs Director 1 2 Laporan

Handoyo A. S. General Affairs Director

12 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Profil Perusahaan Corporate Profile

Profil Perusahaan Corporate Profile A. Riwayat Singkat Perusahaan Perusahaan merupakan pioner dalam industri farmasi

A. Riwayat Singkat Perusahaan

Perusahaan merupakan pioner dalam industri farmasi

Indonesia. Cikal bakal perusahaan dapat dirunut balik ke tahun 1917, ketika NV Chemicalien Handle Rathkamp

& Co., perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur,

didirikan. Sejalan dengan kebijakan nasionalisasi eks perusahaan-perusahaan Belanda, pada tahun 1958 pemerintah melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF Bhinneka Kimia Farma. Selanjutnya pada tanggal 16 Agustus 1971 bentuk hukumnya diubah menjadi Perseroan Terbatas, menjadi PT Kimia Farma (Persero). Sejak tanggal

4 Juli 2001 Perusahaan tercatat sebagai perusahaan publik

di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

Berbekal tradisi industri yang panjang selama lebih dari 187 tahun dan nama yang identik dengan mutu, hari ini Perusahaan telah berkembang menjadi sebuah perusahaan pelayanan kesehatan utama di Indonesia yang kian memainkan peranan penting dalam pengembangan dan pembangunan bangsa dan masyarakat.

A. Brief Corporate History

The Company is a pioneer in the pharmaceutical industry in Indonesia. The origin of the Company can be traced back to 1917, when the NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co., the first pharmaceutical company was established in East Indies. In line with the government policy to nationalize all the Dutch companies, in 1958 the government merged a number of pharmaceutical companies into PNF Bhineka Farma. Then on 16 August 1971, the legal entity was changed to Limited Liability Company, changed the name to PT.Kimia Farma (Persero). The Company has been listed in the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges since 4 July 2001.

Benefited from long existence of the Company, more than 187 years, its name is identical to quality, Kimia Farma today has been transformed into a leading healthcare company in Indonesia, play an increasing role in the development of Indonesia as nation and its people.

B. Bidang Usaha

Perusahaan Merupakan sebuah perusahaan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, bergerak dari hulu ke hilir, yaitu : Industri, Marketing, Distribusi, Ritel, Laboratorium Klinik dan Klinik Kesehatan.

B. Business Activities

The Company is an integrated healthcare Company operating

from

downstream

to

upstream:

Industry,

Marketing,

Distribution,

Retail,

Clinical

Laboratories

and

Medical

Clinics.

Industri

Dengan dukungan kuat Riset & Pengembangan, segmen usaha yang dikelola oleh perusahaan induk ini memproduksi obat jadi dan obat tradisional, yodium, kina dan produk-produk turunannya, serta minyak nabati. Lima fasilitas produksi yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia merupakan tulang punggung dari segmen industri.

Industry

Strong supported by its Research and Development Unit, this business segment managed by the Holding is engaged in the production of pharmaceutical finished products, herbal medicines, iodine, quinine and its derivatives , and vegetables oil. The 5 (five) production plants located in various major cities of Indonesia are the backbone of the industry segment.

of Indonesia are the backbone of the industry segment. Plant Jakarta memproduksi sediaan tablet, tablet salut,

Plant Jakarta memproduksi sediaan tablet, tablet salut, kapsul, granul, sirop kering, suspensi/sirop, tetes mata, krim, antibiotika dan injeksi. Plant ini merupakan satu- satunya pabrik obat di Indonesia yang mendapat tugas dari pemerintah untuk memproduksi obat golongan narkotika. Industri formulasi ini telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan

ISO-9002.

Jakarta Plant produces medicines in the form of tablet, coated tablet, capsule, granule, dry syrup, suspension syrup, eye drop, cream, antibiotics and injection medicine. This plant is the only plant licensed by the government to produce narcotic drugs and has been awarded with certification of Good Manufacturing Practices (GMP) and ISO

9002

Global Reports LLC

13
13
Profil Perusahaan Corporate Profile Plant Bandung memproduksi bahan baku kina dan turunan- turunannya, obat asli

Profil Perusahaan Corporate Profile

Plant Bandung memproduksi bahan baku kina dan turunan- turunannya, obat asli Indonesia dan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), yang telah mendapat US-FDA Approval. Selain itu, Plant Bandung juga memproduksi tablet, sirup, serbuk, dan produk kontrasepsi Pil Keluarga Berencana. Plant ini telah menerima sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan ISO-9002.

Plant Semarang mengkhususkan diri pada produksi minyak jarak, minyak nabati dan kosmetika (bedak). Untuk menjamin kualitas hasil produksi, plant ini secara konsisten menerapkan sistem manajemen mutu ISO-9001 serta telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan US-FDA Approval.

Plant Watudakon Jawa Timur merupakan satu-satunya pabrik yang mengolah tambang yodium di Indonesia. Plant ini memproduksi yodium dan garam-garamnya, bahan baku ferro sulfat sebagai bahan utama pembuatan tablet besi untuk obat tambah darah, dan kapsul lunak “Yodiol” yang merupakan obat pilihan untuk pencegahan gondok. Plant Watudakon juga mempunyai fasilitas produksi formulasi seperti tablet, tablet salut, kapsul lunak, salep, sirop dan cairan obat luar/dalam. Plant ini telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), ISO-9002 dan ISO-14001.

Plant Tanjung Morawa di Medan, Sumatera Utara, dikhususkan untuk memasok kebutuhan obat di wilayah Sumatera. Produk yang dihasilkan oleh pabrik yang telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) ini meliputi sediaan tablet, krim dan kapsul.

Bandung Plant produces quinine raw materials and its derivatives, traditional herbs and Inter-Uterine Device (IUD) contraceptives. Its IUD has been approved by US FDA. Other products produced by this plant are: tablet, syrup, powder and oral contraceptives. This plant has been awarded with certification of Good Manufacturing Practices (GMP) and ISO 9002

Semarang Plant focuses on the production of castor oil, vegetables oil, and cosmetic powder. To guarantee the product quality, this plant imposes stringent quality control by consistently adopting quality management system ISO- 9001. This plant also has been awarded with certification of Good Manufacturing Practices (GMP) and US-FDA approval status.

Watudakon Plant, in East Java is the only factory in Indonesia has iodine mining facilities. This plant produces iodine and iodine-based salts, ferro-sulphate as the raw material for iron tablet which used for increasing the blood deficiency and soft capsule “Yodiol”, the preferred medicine against thyroid. Watudakon plant also has production facilities for formulated products such as tablet, coated tablet, soft capsule, ointment, syrup, liquid medicine for both internal or external use. This plant also has been awarded with certification of Good Manufacturing Practices (GMP), ISO-9002 and ISO-14001.

Tanjung Morawa Plant, in Medan, North Sumatra, focuses on serving the medical needs in Sumatra. This plant produces tablet, cream and capsule, has been awarded with certification of Good Manufacturing Practices (GMP)

with certification of Good Manufacturing Practices (GMP) 1 4 Laporan Tahunan / Annual Report 2 0

14 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Seluruh Plant diatas kecuali Plant Watudakon telah memperoleh rating "A" untuk sertifikasi dari Badan POM.

Profil Perusahaan Corporate Profile

All the above plants, except Watudakon plant, have received “A” rating from the Indonesian Medicine and Food Supervisory Board (Badan POM)

Kapasitas Produksi Per Tahun Production Capacity Of Year Produk Unit Capacity Products Tablet Tablet 2,519,549,720
Kapasitas Produksi Per Tahun
Production Capacity Of Year
Produk
Unit
Capacity
Products
Tablet
Tablet
2,519,549,720
Tablet
Tablet Salut
Tablet
1,024,592,000
Coated Tablet
Kapsul
Capsule
374,399,427
Capsule
Kapsul Lunak
Capsule
149,625,360
Soft Capsule
Sirup Kering
Kg
75,853
Dry Syrup
Salep/Krim
Kg
239,008
Ointment/Cream
Sirup/Suspensi
Litre
892,876
Syrup/Suspension
Injeksi
Litre
74,784
Injectable
Cairan Obat Luar
Litre
557,940
Lotion
Granul
Kg
235,224
Granule
Bedak
Kg
1,076,000
Powder
Pil KB
Cycle
28,160,000
Oral Contraceptive
AKDR
Unit
1,200,000
IUD
Iodium & Garam Iodium
Kg
433,183
Iodium
Kina & Garam Kina
Kg
90,000
Electrolyte Salt
Minyak lemak
Fatty Oil
- Castrol Oil
Kg
2,160,000
Castrol Oil
- Minyak Makan
Kg
12,640,000
Cooking Oil
Lisol
Litre
288,000
Antiseptic Solution
Suppositoria
Kg
6,936
Suppositorie
Fitofarmaka
Litre
1,226,500
Herbal Medicine

Manajemen Mutu

Guna menjamin kualitas produk dan layanan yang dihasilkan, Perusahaan menerapkan suatu kebijakan mutu yang memuat pedoman untuk memastikan mutu semua produk dan layanannya.

Peningkatan mutu produk secara terus menerus yang dilaksanakan dengan implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2000. Sistem ini menjadi panduan bagi seluruh aspek kegiatan produksi untuk mencapai sasaran mutu yang telah ditetapkan.

Dari sisi layanan, upaya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan dilaksanakan melalui implementasi prosedur layanan yang menekankan pada pencapaian standar mutu, ketepatan waktu dan standar jumlah.

Global Reports LLC

Quality Management

In order to guarantee the quality of its products and services, the Company adopts the Quality Policy as guidance to ensure the required standard of quality and services being met

Continuous improvement of the quality of our products by implementing the Quality Management System ISO 9001 2000 . This system is the guidance for all aspects of the Company production activities in order to achieve the standard quality has been set.

To meet the customers’ needs and expectation, we implement and focus in three areas: achieving standard quality, timely basis, and standard quantity.

15
15
Profil Perusahaan Corporate Profile Riset dan Pengembangan Unit Riset dan Pengembangan (Risbang) merupakan suatu unit

Profil Perusahaan Corporate Profile

Riset dan Pengembangan

Unit Riset dan Pengembangan (Risbang) merupakan suatu unit di Perusahaan yang mengembangkan dan menciptakan produk-produk baru.

Unit Risbang dilengkapi fasilitas antara lain: laboratorium analisis, laboratorium formulasi, laboratorium ekstrak bahan baku alam dan kebun percobaan. Unit Risbang melakukan penelitian formulasi, baik untuk sediaan modern maupun herbal medicine, sintesa kimia sederhana dan analisis tanaman obat.

Research and Development (R & D)

The Company has a unit which research and develop new products, i.e. Research and Development Unit.

The R& D unit is equipped with various laboratories facilities like analysis laboratory, formulation laboratory, raw materials extracting laboratory, insemination garden. The R&D unit conducts research on formulating modern medicines as well as herbal medicines, chemicals simple synthesis and herbal plants analysis.

Pemasaran

PT Kimia Farma Tbk sebagai Holding melakukan kegiatan pemasaran di pasar dalam negeri maupun pasar ekspor untuk permintaan obat-obat etikal, generik dan OTC.

Marketing

PT. Kimia Farma Tbk., as a Holding Company, is conducting marketing activities like opening up new opportunity domestically and overseas to supply the ethical medicines, generic and over the counter (OTC).

Dengan didukung oleh lebih kurang 366 orang Medical Sales Representative yang tersebar diseluruh Indonesia, mengcover 21.800 orang dokter, 276 buah rumah sakit serta 9.020 buah

Selain

Perusahaan juga merintis

pengembangan

ekspor

obat

ke beberapa negara

kawasan

dan Afrika.

pasar sar

pasar

untuk

dan

bahan

Asia,

These activities are supported by 366 Medical Sales Representatives operated throughout Indonesia, to cover 21,800 doctors, 276 hospitals, and 9,020 pharmacy shops including Kimia Farma pharmacy shop.

developing domestic

Company also

export market

raw

the

devel develops

medical

products,

products in Asia,

Europ Europe and Africa.

estik, Besides Besides ntis market, marke uk for for ku di di
estik,
Besides Besides
ntis
market, marke
uk
for for
ku
di di

domestik,

produk

baku

Eropa

mater materials

Distribusi

Distribution

Unit Distribusi yang direpresentasikan oleh anak perusahaan PT Kimia Farma Trading & Distribution (PT KFTD) sangat berperan penting dalam upaya peningkatan penjualan produk-produk Kimia Farma. PT KFTD melayani penjualan ke pedagang besar farmasi dan apotek yang tersebar luar di seluruh Indonesia.

Distribution Unit which represented by our subsidiary, PT Kimia Farma Trading & Distribution (PT. KFTD), has an important role in distributing and improving the sales of the Company products. PT KFTD customers are wholesalers and pharmacy shops throughout Indonesia

Jumlah oulet yang dilayani tahun 2005 sebanyak 19.864 outlet, dengan tenaga salesmen sejumlah 216 orang.

Selain itu guna melakukan penambahan muatan distribusi, PT KFTD juga bertindak sebagai agen diantaranya dari:

PT Merapi (infus), PT Tirta Santana (kasa elastis), PT Duta Kaizar, PT Mahakam Beta Farma, PT Bio Farma, dan PT Reddis Papua.

In the year of 2005, PT KFTD serves 19,864 outlets, has 216 salesmen to serve these outlets.

To enhance its distributions coverage, PT KFTD appoints agents, they are: PT Merapi (Infus), PT Tirta Santana (kasa elastis), PT Duta Kaizar, PT Mahakam Beta Farma, PT Bio Farma, dan PT Reddis Papua.

16 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Profil Perusahaan Corporate Profile

Ritel

PT Kimia Farma Apotek, adalah Anak Perusahaan yang mengelola kegiatan usaha ritel melalui pengoperasian apotek milik perusahaan maupun apotek kerja sama operasi yang secara keseluruhan saat ini berjumlah 323 apotek.

yang secara keseluruhan saat ini berjumlah 323 apotek. Retail Retail the which represented by our subsidiary

Retail

Retail

the

which

represented by our

subsidiary , PT. Kimia FarmaApotek, managing

activities

through fully owned pharmacy shops as well as joint ownership pharmacy shops. In total there are 323 pharmacy shops.

Unit

retail

Apotek Kimia Farma melayani resep dokter, penjualan obat bebas dan alat kesehatan. Selain itu untuk menunjang kegiatan usaha di atas, apotek Kimia Farma juga dilengkapi dengan cakupan pelayanan lainnya seperti praktek dokter, penjualan optik dan swalayan farmasi, serta layanan swamedikasi.

Kimia Farma Pharmacy Shops serve prescription medicines, OTC and medical equipments. To support the shops activities, Kimia Farma Pharmacy offer other services like medical practices, sales of optical goods, self service counter, and self-healing service

Apotek Kimia Farma dikelola oleh tenaga Apoteker yang bekerja penuh waktu untuk memberikan layanan asuhan kefarmasian dengan baik.

Laboratorium Klinik & Klinik Kesehatan

Sebagai perwujudan paradigma baru Perusahaan menjadi Perusahaan pelayanan kesehatan, maka Perusahaan mengembangkan kegiatan usaha baru berupa layanan Laboratorium Klinik dan Klinik Kesehatan.

Kimia Farma Pharmacy Shops is managed by a full time Pharmacist and offer good pharmaceutical care.

Clinical Laboratory and Medical Clinic

As implementation of the new paradigm to be a Healthcare Company, PT Kimia Farma Tbk. develop new business units which are, Clinical Laboratories and Medical Clinics.

Adapun layanan yang diberikan yaitu :

The types of services offered by these units are outlined below:

4

Jasa Layanan pemeriksaan Laboratorium Klinik sebagai penunjang diagnosa seperti pemeriksaan kesehatan (medical check up).

4

Konsultasi dan pemeliharaan kesehatan.

4

Clinical Laboratories Examinations ( Medical check up) in supporting the doctors diagnose

4

Medical consultations and health maintenance service

Sampai dengan tahun 2005 jumlah Laboratorium Klinik yang beroperasi sebanyak 19 outlet yang tersebar di Jawa, Bali dan Batam. Sedangkan jumlah Klinik Kesehatan pada tahun 2005 sebanyak 9 klinik di Jawa dan Bali, termasuk di lingkungan Kantor Pusat PT Indosat.

dan Bali, termasuk di lingkungan Kantor Pusat PT Indosat. At present, the number of Clinical Laboratories

At present, the number of Clinical Laboratories operated is 19 outlets in Java, Bali and Batam, while the number of Medical Clinics are 9 clinics in Java and Bali, including in the PT. Indosat head office premises.

Global Reports LLC

17
17
Profil Perusahaan Corporate Profile Daerah Operasional Daerah operasional dari keseluruhan kegiatan usaha Perusahaan di

Profil Perusahaan Corporate Profile

Daerah Operasional

Daerah operasional dari keseluruhan kegiatan usaha Perusahaan di atas tersebar di seluruh Indonesia.

Sumatera Plant : 1 Wholesalers : 11 Banda Aceh Pharmacies : 75 Clinical Labs :
Sumatera
Plant
:
1
Wholesalers
:
11
Banda Aceh
Pharmacies
:
75
Clinical Labs
:
1
10
Medan
17
B Batam
Pekan Pekan Baru BaruBar
19
7
Sumatera
Kalimantan
2
8
Samarinda
Pontianak
6
Balikpapan
5
Palembang
Palangkaraya
Padang
12
6
11
Bandar Lampung
Banjarmasin
5
Surabaya
Semarang
Java
Bali
25
16
Denpasar
7
Jaya I
12
12 Solo
22
12
Yokyakarta Yo
Malang
4 4
9 11
Mataram
Jember
er
5
RS Jakarta
Tangerang
3
14
Jaya II
Cirebon n
7
Java
Bali & Nusta
Plant
:
4
Bogor
13
Wholesalers
:
14
Wholesalers
:
3
Bandung
Pharmacies
:
138
Pharmacies
:
39
Clinical Labs
:
17
Clinical Labs
:
1

18 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Profil Perusahaan Corporate Profile

Operational Coverage Area

The Company’s business activities are conducted throughout Indonesia. The following is its operational coverage:

Kalimantan Sulawesi, Mollucas And Papua Wholesalers : 4 Wholesalers : 8 Pharmacies : 33 Pharmacies
Kalimantan
Sulawesi, Mollucas
And Papua
Wholesalers
:
4
Wholesalers
:
8
Pharmacies
:
33
Pharmacies
:
38
9
Manado
4
3 3
Palu
Sorong
Sorong
Sulawesi
4
Kendari
Jayapura
5
Papua
13
Makasar
5 Kupang
Keterangan / Notes
BM (Business Manager)

Global Reports LLC

19
19
Profil Perusahaan Corporate Profile C. Sumber Daya Manusia Perusahaan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM)

Profil Perusahaan Corporate Profile

C. Sumber Daya Manusia

Perusahaan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) berperanan penting dalam menjaga keberlangsungan perusahaan, oleh karena itu Perusahaan menetapkan strategi pengembangan SDM yang selaras dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan, dalam arti implementasi manajemen SDM harus mampu meningkatkan kompetensi dan komitmen karyawan pada perusahaan, sehingga dapat menjamin tercapainya implementasi strategi bisnis.

Perusahaan mengalokasikan cukup dana untuk program pengembangan SDM. Program pelatihan, seminar dan lokakarya, baik di dalam maupun luar negeri untuk memperluas wawasan dan meningkatkan ketrampilan karyawan.

Berikut ini komposisi karyawan Perusahaan berdasarkan tingkat pendidikan dan unit kerja.

C. Human Resources

The Company realizes that the human resources (HR) play a vital role in the Company’s existence; therefore the Company establishes the HR development strategy in line with the business strategy. The implementation of the HR management must improve the employee’s competency and commitments to the Company, as a guarantee of the successsul implementation of the business strategy.

The Company allocates substantial amounts on the HR developments. Domestic and Overseas Trainings, Seminars and Workshops are conducted all year around to broaden the horizon and improve employee’s skills

The Company’s Employee composition by level of education and Business Unit are outlined below:

Komposisi Karyawan, berdasarkan Tingkat Pendidikan Employee Composition by Level of Education Pendidikan 2005 2004
Komposisi Karyawan, berdasarkan Tingkat Pendidikan
Employee Composition by Level of Education
Pendidikan
2005
2004
Educations level
Pasca Sarjana
12
12
Master Degrees Pharmacist
Apoteker
379
391
Pharmacist
Sarjana Lain-lain
468
326
Other disciplines degrees
Diploma (D3)
325
259
Bachelors
Analis
114
112
Analyst
SAA
1,486
1,453
Assistant Pharmacist School
Lain-lain
3,034
3,051
Others
Total
5,883
5,604
Total
Komposisi Karyawan, berdasarkan Unit Kerja Employee Composition by Business Unit Unit Kerja 2005 2004 Business
Komposisi Karyawan, berdasarkan Unit Kerja
Employee Composition by Business Unit
Unit Kerja
2005
2004
Business Unit
Holding
Holding
Kantor Pusat dan Pemasaran
696
443
Head Office and Marketing
Institusi
-Plant Jakarta
-Plant Bandung
-Plant Watudakon
-Plant Semarang
-Plant Medan
-Unit Logistik Sentral
-Unit Riset dan Pengembangan
345
353
479
490
160
167
111
118
80
84
80
80
79
79
Operating Units
Jakarta Plant
Bandung Plant
Watudakon Plant
Semarang Plant
Medan Plant
Central Logistic Unit
R&D Unit
Sub Total Produksi
1,334
1,371
Sub-total Operating Units
Subt Total
2,030
1,814
Sub-total
PT Kimia Farma Apotek
-Kantor Pusat
-Cabang-cabang
45
47
3025
3,007
PT. Kima Farma Apotek
Head office
Branches
Subt Total
3070
3,054
Sub-total
PT Kimia Farma Trading & Distribution
-Kantor Pusat
-Cabang-cabang
55
51
663
685
PT. Kimia Farma Trading & Distributions
Head office
Branches
Sub Total
718
736
Sub-total
Total Karyawan
5,883
5,604
Total

20 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

D. Anak Perusahaan

Profil Perusahaan Corporate Profile

D. Subsidiary Companies

Sejak tahun 2003 telah membentuk dua anak perusahaan, yang bergerak di bidang distribusi dan perdagangan
Sejak tahun 2003 telah membentuk dua anak perusahaan,
yang bergerak di bidang distribusi dan perdagangan obat,
apotek.
The Company formed two subsidiary companies in 2003,
operating in the distribution and trading of medicines.
Anak Perusahaan
Kepemilikan
Kegiatan Usaha
Subsidiary Company
Ownership
Business Activities
PT Kimia Farma Trading & Distribution
PT. Kimia Farma Trading & Distributions
100%
100%
Distribusi dan Perdagangan Farmasi
Distribution and tradings
PT Kimia Farma Apotek
PT. Kima Farma Apotek
100%
Ritel Farmasi
100%
Pharmacy retails

E. Profil Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan

Profil Dewan Komisaris sebagai berikut :

Agus Muhammad

Komisaris Utama / Chairman

E. Profile of the Company Board of Commissioners and Directors

The Board of Commissioners Profile

Menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada tahun 1977, beliau memulai
Menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada
tahun 1977, beliau memulai karirnya di Departemen Keuangan. Selanjutnya pada tahun 1987 beliau
menyelesaikan program S2 di bidang akuntansi di Southern Illinois University. Jabatan terakhir beliau
saat ini adalah Inspektur Jenderal Departemen Keuangan.
He graduated in 1977, from Gajah Mada University, Economic Faculty, majoring in Accountancy. He
started his carrier by working in the Ministry of Finance. In 1987 he graduated with Master Degree in
Accounting from Southern Illinois University. His current active position is Inspectorate General in the
Ministry of Finance.

Effendi Rangkuti

Komisaris Independen / Independent Commissioner

Lulusan AKABRI tahun 1970, beliau seorang militer profesional yang kaya dengan pengalaman organisasi dan kepemimpinan.
Lulusan AKABRI tahun 1970, beliau seorang militer profesional yang kaya dengan pengalaman
organisasi dan kepemimpinan. Pada tahun 1992 beliau meraih gelar Sarjana Hukum dari Sekolah
Tinggi Hukum dan Militer, dan selanjutnya pada tahun 1992 berhasil menyelesaikan studinya di
Universitas Jenderal Achmad Yani dengan spesialisasi manajemen industri. Meskipun berlatar belakang
militer, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal (Purn.), dunia bisnis tidak asing lagi baginya, karena
semasa aktif berdinas beliau dipercaya menjadi kuasa Panglima TNI sebagai pemegang saham 65% di
PT Manunggal Air Service, sebuah perusahaan jasa transportasi udara domestik.

Graduated from the Military school in 1970. He is a professional military person who has plenty experiences in organization and leadership. In 1992, he obtained the Law degree from the Institute of Law and Military. Also in 1992 he graduated from University of General Ahmad Yani, specialised in Industrial Management. Although he is a military background; he is also familiar with business world, he was the reprentative of the Indonesian Military Chief as the holder of 65% shares in PT Manunggal Air Service, domestic air tranportation company

Global Reports LLC

21
21
Profil Perusahaan Corporate Profile Profil Direksi sebagai berikut : Gunawan Pranoto Presiden Direktur / President

Profil Perusahaan Corporate Profile

Profil Direksi sebagai berikut :

Gunawan Pranoto

Presiden Direktur / President Director

The Directors Profile :

Setamat dari Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, beliau langsung bekerja di PT Rajawali Nusindo sebagai
Setamat dari Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, beliau langsung bekerja di PT Rajawali Nusindo
sebagai staf General Manager. Sempat memegang beberapa jabatan penting di lingkungan Rajawali
selama 13 tahun, akhirnya beliau dipercaya memimpin PT Indofarma. Di sinilah bakat kepemimpinan
beliau mengemuka, karena berhasil mentransformasikan Indofarma dari sebuah perusahaan farmasi yang
semula tidak masuk hitungan menjadi sebuah BUMN pertama yang go public setelah 4 tahun tidak
ada privatisasi dan menempatkannya dalam daftar 10 besar perusahaan farmasi di Indonesia. Setelah
10 tahun membesarkan Indofarma, beliau beristirahat sambil memimpin PT Phapros. Selanjutnya, sejak
bulan Juni 2002 keahlian beliau kembali dibutuhkan untuk memimpin PT Kimia Farma Tbk.
Upon completing his study in the Faculty of Pharmacy of Gajahmada University , he worked for PT
Rajawali Nusindo as a staff of the General Manager. After 13 years serving the Company in various
important positions, he was assigned to lead PT. Indofarma. In Indofarma his leadership talent was shown
by successfully transformed Indofarma from ordinary pharmaceutical company to become the first State-
owned Company listed in the stock exchange after 4 years delay of privatization programs, and bring
Indofarma in the top 10 pharmaceutical companies in Indonesia. After 10 years serving Indofarma, he stepped back , however, he leads
PT. Phapros. He was appointed as President Director of PT Kimia Farma since June 2002.

M. Sjamsul Arifin

Direktur Keuangan / Finance Director

Sebelum kuliah di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, beliau telah menyelesaikan pendidikan Sekolah
Sebelum kuliah di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, beliau telah
menyelesaikan pendidikan Sekolah Asisten Apoteker. Kombinasi dua disiplin ilmu yang agak berbeda
inilah yang menjadi bekal dalam memulai kariernya di Perusahaan. Selama hampir tiga puluh tahun
mengabdi, beliau pernah memegang beberapa jabatan penting di perusahaan. Berhasil memimpin Tim
Privatisasi untuk mencatatkan perusahaan di bursa saham, beliau akhirnya dipercaya menjadi Direktur
Keuangan.
He finished his study in School of Assistant Pharmacist, before entering Faculty of Economics, majoring
in Accountancy, of Erlangga University in Surabaya East Java. These dual majors are helping his career
in PT. Kimia Farma. He has served PT . Kimia Farma for 30 years and has been assigned to various
important positions, especially when he led the the Company privatization team. He then appointed
as Finance Director until now.

Sofiarman Tarmizi

Direktur Pemasaran / Marketing Director

Apoteker adalah profesi yang beliau pilih setelah lulus dari Fakultas Farmasi di Universitas Andalas. Beliau mengawali karirnya sebagai apoteker di Palembang. Pengalamannya yang luas di bidang perapotekan membawa minatnya ke bidang pemasaran produk-produk farmasi. Beliau berhasil memimpin PBF Kimia Farma di beberapa kota. Sebelum diangkat menjadi Direktur Pemasaran, terakhir kali beliau menjabat sebagai Kepala SBU Apotek Kimia Farma.

He graduated from Faculty of Pharmacy of Andalas University in Padang West Sumatera. He began his pharmacist career in Palembang , South Sumatra. After a number of years serving as Pharmacist he began interested for marketing of pharmaceutical products. He successful managed Kimia Farma Distribution Office in various cities. Prior to his appointment as Marketing Director, he was the Head of the Strategic Business Unit (SBU) Kimia Farma Pharmacy Shops.

Strategic Business Unit (SBU) Kimia Farma Pharmacy Shops. 2 2 Laporan Tahunan / Annual Report 2

22 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Warsito Triatmodjo

Direktur Produksi / Production Director

Profil Perusahaan Corporate Profile

Sebelum bekerja di Kimia Farma, beliau pernah masuk Wamil dan berdinas di TNI Angkatan Laut
Sebelum bekerja di Kimia Farma, beliau pernah masuk Wamil dan berdinas di TNI Angkatan
Laut selama lima tahun. Berlatar belakang pendidikan Farmasi dan Apoteker, beliau lebih banyak
berurusan dengan persoalan-persoalan produksi. Direktur Produksi PT. Riasima Abadi Farma, anak
perusahaan Kimia Farma, adalah jabatan terakhir beliau sebelum diangkat sebagai Direktur Produksi
PT. Kimia Farma Tbk.
He served the Navy for 5 years before he joined Kimia Farma. He has pharmacy education background.
In his career with the Company he always involved in production related activities. He was appointed
as Production Director of PT Riasima Abadi Farma, then promoted as Production Director of the
Company.

Handoyo A.S.

Direktur Umum dan Personalia / Director of General and Human Reources

Beliau langsung bergabung dengan Perusahaan begitu lulus dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Beliau menjalani
Beliau langsung bergabung dengan Perusahaan begitu lulus dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah
Mada. Beliau menjalani karier di berbagai unit Perusahaan seperti: Riset dan Pengembangan,
Pemasaran dan Apotek. Jabatan terakhir beliau di Perusahaan sebelum menjadi direktur adalah
Kepala Divisi SDM dan Umum.
sebelum menjadi direktur adalah Kepala Divisi SDM dan Umum. He graduated from Faculty of Pharmacy of

He graduated from Faculty of Pharmacy of Gajahmada University , straight away joined the Company. He is actively participating in the pharmacy related organization and associations. He experienced in several fields such as R&D, Marketing and Pharmacy. The last position before appointed as a director, is General Affairs and HRD Head of Division.

F. Penghargaan Sepanjang Tahun 2005

F. Awards Received in 2005

Sepanjang tahun 2005 Perusahaan menerima beberapa penghargaan penting sebagai berikut:

During the year of 2005, PT. Kimia Farma Tbk. has received some important awards as outlined below:

4

Penghargaan dari majalah SWA dan MARS sebagai The Best Corporate Brand in Pharmaceutical Industry.

4

Award as ”The Best Corporate Brand in Pharmaceutical Industry” from SWA magazine and MARS

4

Penghargaan Indonesia's Most Admired Companies (IMAC) dari majalah Business Week Indonesia dan Frontier sebagai The Best in Building Corporate Image.

4

Award as “Indonesia’s Most Admired Companies (IMAC)” from Business Week Indonesia, and as “The Best in Building Corporate Image” from Frontier

4

Penghargaan dari Pemda DKI untuk pengelolaan limbah cair dengan baik tahun 2005.

4

Award as “The Company with Good Liquid Waste Management” from the Jakarta Province Government

Global Reports LLC

Award as “The Company with Good Liquid Waste Management” from the Jakarta Province Government Global Reports
23
23
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance Perusahaan mempunyai komitmen untuk melaksanakan
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance Perusahaan mempunyai komitmen untuk melaksanakan

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance

Perusahaan mempunyai komitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (GCG). Sebagai kelanjutan program GCG di tahun sebelumnya, Perusahaan telah menerbitkan suatu Pedoman Tata Kelola Perusahaan Yang Baik yang mencakup pedoman Direksi, Standar Perilaku dan Piagam Satuan Pengawasan Internal.

Sedangkan sebagai implementasi GCG, Perusahaan telah menetapkan dan melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

1. Visi dan Misi Perusahaan

Perusahaan telah menetapkan visi dan misi sesuai dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik.

Sedangkan untuk mencapai visi dan misinya Perusahaan telah menyusun Rencana Jangka Panjang yang berisi program-program yang diwujudkan melalui penetapan dan pelaksanaan Sasaran, Inisiatif Strategi, Kebijakan dan Strategi Operasional.

2. Dewan Komisaris

Komisaris Perusahaan saat ini beranggotakan 2 (dua) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Utama dan 1 (satu) orang komisaris yang merangkap sebagai Komisaris Independen. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Dewan Komisaris dibantu Komite Audit.

Sedangkan tanggung jawab utama Dewan Komisaris adalah mengawasi kebijakan yang ditentukan oleh Direksi. Rincian peran dan tanggung jawab Dewan Komisaris telah sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perusahaan.

Sepanjang tahun 2005 Dewan Komisaris telah melaksanakan :

1. Pemantauan terhadap pengelolaan Perusahaan yang dilaksanakan oleh Direksi antara lain berupa optimalisasi sumber daya Perusahaan serta perencanaan dan pelaksanaan anggaran Perusahaan.

2. Memberikan masukan dan saran kepada Direksi terutama dalam hal implementasi Tata Kelola Perusahaan yang baik.

3. Melakukan pemilihan Kantor Akuntan Publik melalui sistem pelelangan sesuai dengan Hasil Keputusan RUPS tahun 2004.

To continue the program of Good Corporate Governance (GCG) from last year, the company committed to apply this principle by issuing a guidance book on GCG contains the Board Manual, Code of Conduct, and SPI Charter.

Good Corporate Governance practices that have been set and implemented by the Company are outlined below:

1. Company Vision and Mission

The Company has set its vision and mission in line with the principle of GCG.

In order to achieve its vision and mission, the Company has developed long term plans, i.e. programs which establishing and monitoring the achievement of the targets, Initiative Strategy, Operational Policy and Strategy.

2. Board of Commissioners

The Company Board of Commissioners (BOC) consist of 2 (two) members. The composition is one Chairman and one Commissioner as Indpendent Commissioner. In implementing its duties and functions, the BOC is supported by an Audit Comittee.

The main responsibilities of BOC is monitoring the policy established by the Directors. Details BOC roles and responsibilities, in accordance with the rules in the Company’s Articles of Associations.

The BOC has performed the followings throughout 2005:

1. Monitor the the Directors in managing the Company including the utilization of the Company’s resources, planning and utilisation of the Budget.

2. Provide inputs and advice to the Directors especially in the area of the implementation of GCG.

3. Appoint the Public Accounting Firm through tendering system, in accordance with the resolutions adopted in 2004 General Shareholders Meeting.

24 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance

Jumlah rapat dan tingkat kehadiran anggota Komisaris sepanjang tahun 2005 dapat ditunjukkan dalam tabel berikut
Jumlah rapat dan tingkat kehadiran anggota Komisaris
sepanjang tahun 2005 dapat ditunjukkan dalam tabel berikut
ini :
The number of meetings and the attendance by the member
of BOC throughout 2005 are outlined below:
Dewan komisaris
Rapat / Meeting
Board of Commissioners
Komisaris / Commissioner
dengan Direksi / With Director
Jumlah Rapat
No. of Meeting
Jumlah Kehadiran
No. of Attendance
Jumlah Rapat
No. of Meeting
Jumlah Kehadiran
No. of Attendance
Agus Muhammad
4
4
5
5
Effendi Rangkuti
4
4
5
5
3. Directors
3.
Direksi

Sepanjang tahun 2005 Direksi telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perusahaan, sebagai berikut :

1. Memimpin, mengurus dan mengendalikan sesuai dengan tujuan perusahaan dan senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan.

The Directors have performed their duties throughout 2005 in accordance with the Company’s Articles of Associations:

1. Leading, managing, and controlling the Company in accordance with the Company purposes to improve efficiency and effectiveness.

2. memelihara,

Menguasai,

dan

mengurus

kekayaan

2. Controlling, maintaining, and managing the Company’s

perusahaan.

assets.

3. Menyiapkan pada waktunya rancangan rencana kerja dan anggaran perusahaan, untuk selanjutnya disampaikan kepada Dewan Komisaris.

Dalam menjalankan operasi Perusahaan, pelaksanaan tugas tersebut diatur dengan mengacu kepada Pedoman GCG yang memuat Board Manual

Seluruh hasil pelaksanaan tugas Direksi tersebut di atas telah terangkum secara garis besar di dalam Laporan Direksi serta Analisis dan Pembahasan Manajemen.

Jumlah rapat dan tingkat kehadiran anggota Direksi sepanjang tahun 2005 dapat ditunjukkan dalam tabel berikut ini :

3. Preparing, on timely basis, the Company work plan and budget and and to submit them to BOC.

In managing the Company’s operation, it is performed according to Board Manual in GCG Guide.

The Directors performance have been included in the Directors Report and Management Analysis and Discussion.

The number of meetings and the attendance by the Directors throughout 2005 are outlined below:

Direksi Rapat / Meeting Directors dengan Direksi / With Director Komisaris / Commissioner Jumlah Rapat
Direksi
Rapat / Meeting
Directors
dengan Direksi / With Director
Komisaris / Commissioner
Jumlah Rapat
No. of Meeting
Jumlah Kehadiran
No. of Attendance
Jumlah Rapat
No. of Meeting
Jumlah Kehadiran
No. of Attendance
Gunawan Pranoto
38
38
5
5
M. Sjamsul Arifin
38
37
5
5
Sofiarman Tarmizi
38
37
5
5
Warsito Triatmodjo
38
38
5
5
Handoyo A. S.
38
38
5
5

Global Reports LLC

25
25
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance 4. Komite Audit Perusahaan telah membentuk Komite

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance

4. Komite Audit

Perusahaan telah membentuk Komite Audit sejak 1 April 2002, sedangkan pada saat ini anggota Komite Audit Perusahaan sebanyak 3 (tiga) orang.

Komite Audit melaksanakan beberapa aktivitas sehubungan dengan fungsinya untuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan peran pengawasan seperti melakukan analisa dan pendalaman terhadap laporan kinerja, hasil audit serta laporan-laporan yang terkait dengan aktivitas penting Perusahaan lainnya.

Sepanjang tahun 2005, Komite Audit telah mengikuti proses penunjukan auditor independen untuk tahun buku 2005, memantau pelaksanaan audit operasional dan keuangan, membahas temuan-temuan audit yang signifikan, dan melakukan penelaahan terhadap LaporanAuditor Independen atas Laporan Keuangan Konsolidasi untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005.

Selain itu Komite Audit juga meminta Direksi untuk menindak lanjuti temuan-temuan audit.

Hal-hal lain yang dilakukan di tahun 2005 yaitu evaluasi dan penelaahan terhadap hasil audit yang dilakukan BPKP atas Pengelolaan Kemitraan Bina Lingkungan Perusahaan dan memberikan masukan kepada Dewan Komisaris berkaitan dengan penanganan properti Perusahaan, Corporate Plan serta masukan untuk Internal Audit Charter.

Selanjutnya dalam rangka peningkatan kinerja Perusahaan, Komite Audit merekomendasikan kepada Dewan Komisaris atas beberapa hal yang perlu dilaksanakan oleh Manajemen, yaitu:

1. Melakukan usaha-usaha pemanfaatan sumber daya secara optimum dalam rangka peningkatan kinerja pada berbagai lini Perusahaan;

2. Mengupayakan manajemen kas yang sehat dan tepat untuk memaksimalkan penggunaan kas dan mengurangi beban keuangan yang tidak perlu;

3. Menata sistem informasi secara terpadu untuk mewujudkan proses bisnis yang efektif dan efisien;

4. Meningkatkan efektivitas Sistem Pengendalian Intern secara berkesinambungan dengan mengembalikan lingkungan pengendalian yang kondusif guna memberikan jaminan yang memadai atas pencapaian tujuan Perusahaan;

5. Mengimplementasikan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dan manajemen risiko secara konsisten.

26 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

4. Audit Committee.

The Company

1 April 2002, which at present its members are 3 (three) persons.

has established an Audit Committee since

Audit Committee is supporting the BOC in supervising role including analyzing and evaluating performance report, audit result and other reports concerning the important activities of the Company.

Throughout 2005 Audit Committee is participating in the appointment of independent auditor for the financial year of 2005, monitoring the execution of operational and financial audits, discussing the significant audit findings, examining the Independent Audit Report on the Consolidated Financial Statements for the financial year ended 31 December 2005.

Audit Committee has the right also to instruct the Directors to follow up the audit findings.

Other things performed by Audit Committee during 2005 are evaluating and reviewing the result of audit performed by BPKP on Community Development Partnership, and give inputs to the BOC in relation to management of Company’s property, Corporate Plan and Internal Audit Charter.

For the purpose of improving the Company’s performance, Audit Committee recommended to the BOC a few things to be performed by the Management:

1. To optimize the utilization of the Company resources in order to improve the performance of various line of businesses of the Company;

2. To implement healthy and right cash management for maximization of cash utilization and reduce the unnecessary financial burdens;

3. To set the integrated information systems which resulting in effective and efficient business process;

4. To improve the effectiveness of the Internal Controls Systems in a conducive manner to guarantee the achievement of the Company’s objectives;

5. To implement principle of Good Corporate Governance (GCG) and risk management consistently

Jumlah rapat dan tingkat kehadiran anggota Komite Audit sepanjang tahun 2005 dapat ditunjukkan dalam tabel berikut ini :

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance

The number of meetings and the attendance by the Audit Committee throughout 2005 are outlined below

Komite Audit Rapat / Meeting Audit Committe Komite Audit / Audit Committe Komisaris & Direksi
Komite Audit
Rapat / Meeting
Audit Committe
Komite Audit / Audit Committe
Komisaris & Direksi / Commissioners & Directors
Jumlah Rapat
No. of Meeting
Jumlah Kehadiran
No. of Attendance
Jumlah Rapat
No. of Meeting
Jumlah Kehadiran
No. of Attendance
Effendi Rangkuti
10
10
2
2
Danrivanto Budhijanto
10
10
2
1
Roberth Gonijaya
10
10
2
1

Profil dari masing-masing anggota komite audit adalah sebagai berikut:

Roberth Gonijaya Anggota Komite Audit / Audit Committee Member

The Profile of each member of Audit Committee is outlined below:

Menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada tahun 1995, beliau kemudian memperdalam ilmu keuangan
Menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada tahun 1995, beliau kemudian
memperdalam ilmu keuangan di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat.
Disamping aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi, saat ini beliau merupakan pegawai negeri sipil
pada Sekretariat Inspektorat Jenderal Departemen Keuangan. Sejak 2 September 2004 beliau diangkat
sebagai anggota Komite Audit PT Kimia Farma Tbk.
Graduated from the State Accountancy Institute in 1995, he continued his finance education in
University of Illinois at Urbana-Champaign, USA. He is active in lecturing in many universities, also an
employee in Inspectorate General of the Finance Ministry. Since 2 September 2004, he is appointed as
the member of Audit Committee of PT Kimia Farma Tbk.

Danrivanto Budhijanto Anggota Komite Audit / Audit Committee Member

Menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dengan mengambil spesialisasi Hukum Internasional,
Menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dengan mengambil
spesialisasi Hukum Internasional, beliau kemudian memperdalam ilmu hukum di The John Marshall
Law School, Chicago, Amerika Serikat. Disamping aktif menulis di media massa dan mengajar di
almamaternya, saat ini beliau merupakan peneliti utama pada Indonesian Center of Air & Space Law.
Sejak 2 September 2004 beliau diangkat sebagai anggota Komite Audit PT Kimia Farma Tbk.
Graduated from the University of Pajajaran , with Law Degree, specializing in International Law. He
continued his Law education in The John Marshall Law School, Chicago, USA. He is active in writing
and lecturing in his alma mater, he is also the main researcher at the Indonesian Centre of Air & Space
Law. Since 2 September 2004, he is appointed as the member of Audit Committee of PT Kimia Farma
Tbk.

Global Reports LLC

27
27
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance 5. Komite Lainnya Pada saat ini Perusahaan

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance

5. Komite Lainnya

Pada saat ini Perusahaan belum mempunyai komite lainnya seperti, komite nominasi dan komite renumerasi.

6. Sekretaris Perusahaan

Sekretaris Perusahaan mempunyai fungsi utama seperti Compliance Officer, Stakeholders Relation, Investor Relation dan Legal Advisor.

Jabatan Sekretaris Perusahaan saat ini masih dirangkap oleh Direktur Keuangan Perusahaan. Untuk menunjang kelancaran aktivitas harian tugas Sekretaris Perusahaan, Sekretaris Perusahaan melimpahkan sebagian tugas dan wewenang kepada Manajer Investor Relations.

Sepanjang tahun 2005, Sekretaris Perusahaan telah mengorganisasi dan menyelenggarakan beberapa aktivitas penting Perusahaan sebagai berikut:

1. Menyampaikan Laporan Kegiatan dan Kinerja Perusahaan untuk memenuhi persyaratan serta ketentuan Pasar Modal.

2. Memberikan pelayanan kepada Pemegang Saham dan stakeholder lainnya atas informasi yang berkaitan dengan kondisi Perusahaan melalui situs resmi Perusahaan dan beberapa aktivitas seperti: konferensi pers, temu wartawan, penjelasan ke media dan temu analis.

3. Mengikuti perkembangan peraturan-peraturan yang berlaku di pasar modal dan memastikan bahwa Perusahaan selalu memenuhi dan mematuhi peraturan yang berlaku.

4. Memperbaharui tampilan dan tata kelola media internal Perusahaan dan pembinaan relasi Perusahaan serta menyelenggarakan event penting Perusahaan.

5. Mengkoordinasi aktivitas Perusahaan yang terkait dengan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

Selain itu Sekretaris Perusahaan turut serta membantu Manajemen dalam rangka penyusunan infrastruktur Tata Kelola Perusahaan Yang Baik antara lain Standar Prilaku, Pedoman GCG, dan Piagam SPI serta Piagam Komite Audit.

28 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

5. Other Committees.

At present the Company does not have other Committees like Nomination and Remuneration Committees.

6. Corporate Secretary

Corporate

Officer, Stakeholders Relation, Investor Relation

Legal Advisor.

Secretary

main

functions

are:

Compliance

and

At present, this position is held by the Finance Director. For smooth execution of the daily activities of Corporate Secretarial jobs, the Corporate Secretary delegates some of his duties and power to the Investor Relations Manager.

Throughout 2005, some important events organized by the Corporate Secretary are outlined below:

1. Submitting the Operations and Performance Reports in line with the requirements of Indonesian Capital Market.

2. Providing service to the Shareholders and other Stakeholders by giving informations concerning the Company’s conditions through websites, press conferences, meeting with journalist, clarification through media, meeting with analyst.

3. Corporate Secretary is watching closely the development of the capital market regulations and ensures that the Company complies with these regulations

4. Enhancing the appearance and the governance of company’s internal communications systems, developing the Corporate relations and organizing important events.

5. Coordinating the Company’s activities concerning Corporate Socials Responsibility (CSR)

In addition, the Corporate Secretary is supporting the Company management to develop the infrastructures for GCG, i.e. Code of Conduct, SPI Charter, Audit Committee Charter.

7. Pengawasan Internal

Sistem pengendalian internal adalah salah satu sarana utama untuk dapat memastikan bahwa pengelolaan Perusahaan telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik. Perusahaan telah menyusun suatu Panduan Pelaksanaan Satuan Pengawasan Intern (SPI) yang mengatur unit satuan pengawasan intern beserta standar audit dan kode etiknya.

Sepanjang tahun 2005 SPI Perusahaan memfokuskan pada tiga aktivitas utama yaitu :

1. Fasilitator dalam penyusunan dan implementasi Indikator Kinerja Kunci dan Manajemen Risiko.

2. Memberikan rekomendasi peningkatan pengendalian internal Perusahaan.

3. Melaksanakan evaluasi dan rekomendasi untuk aktivitas- aktivitas yang mempengaruhi daya saing Perusahaan.

SPI telah melakukan pemeriksaan 127 obyek pemeriksaan, yang terdiri dari 84 obyek di apotek, 23 obyek di distribusi, 3 obyek di plant dan 17 obyek di Holding dari 150 obyek yang direncanakan di tahun 2005. Dari 127 Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut 38,6% telah ditindak-lanjuti oleh obyek pemeriksaan. Dari pemeriksaan tersebut diperoleh temuan beberapa aspek yang memerlukan penyempurnaan yaitu: prosedur operasi standar, teknologi informasi dan kolektibilitas piutang.

Kedepan Perusahaan akan lebih memberdayakan fungsi SPI sebagai fasilitator bagi obyek pemeriksaan untuk melaksanakan pengendalian internal yang bersifat preventif dalam bentuk sistem deteksi dini terhadap pelanggaran peraturan Perusahaan.

8. Akuntan Publik

Kantor Akuntan Publik (KAP) yang memeriksa Laporan Keuangan Perusahaan tahun buku 2005 adalah KAP Rasin, Ichwan & Rekan (Alliott Group). KAP ini menggantikan KAP Prasetio Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) yang telah mengaudit Laporan Keuangan Perusahaan selama 3 (tiga) tahun berturut-turut.

Penunjukan KAP tersebut melalui proses lelang secara terbuka dengan kriteria pemilihan yaitu harga, pengalaman audit di perusahaan terbuka dan BUMN, serta berafiliasi dengan KAP luar negeri.

Proses audit tahun buku 2005 telah dilakukan sesuai dengan standar auditing yang berlaku dan KAP telah mengeluarkan pendapat wajar tanpa pengecualian, sesuai dengan Laporan No. 010/AK-LAP/0306 tertanggal 21 Maret 2006.

Global Reports LLC

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance

7. Internal Control

Systems of Internal Control are the main tools to ensure that the Company‘s operation is in accordance with the principle of GCG. The Company has developed a guide for internal audit called Internal Audit Charter, which governs the internal audit management, its auditing standard and code of ethics.

Throughout 2005 the Internal Audit Unit has focused on the three main activities outlined below:

1. Facilitating role in establishing and implementing Key Performance Indicators and Risk Management

2. Recommend improvement of internal controls systems in business process

3. Reviewing Company activities that will affect the Company competitive edge

The Internal Audit Unit (SPI) has reviewed 127 objects out of 150 objects that were planned to be reviewed in 2005; the objects for its’ review are 84 objects in pharmacy shop, 23 objects in the distribution, 3 objects in plant, 17 objects in the Head Office. Thirty-eight point six percent (38.6%) of the 127 objects under review have followed up the findings and recommendations. Some finding cover areas for improvements like standard operating procedures, information technology and debt collection.

Forward looking, the Company will enhance the SPI role as facilitator, preventive actions, to detect early the actions of incompliance with the Company Regulations by the review objects

8. Public Accountant

The Public Accountant who audited the Company Financial Statements for the financial year of 2005 was KAP Rasin, Ichwan & Rekan (Alliott Group). This firm replaced KAP Prasetio Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) which had been the Company’s Auditor for the last 3 years.

The appointment of Auditor was done through open tendering process with the 3 main areas of concerns: pricing, experiences in auditing public and state-owned companies, and member of afiliated international Public Auditor.

The Auditor has carried out the auditing process of the 2005 Financial Statements in accordance with the appropriate auditing standard; with the result of unqualified opinion on the Company’s Financial Statements for 2005, by issuing a Report No.010/AK-LAP/0306 dated 21 March 2006.

29
29
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance 9. Risiko Perusahaan Sebagaimana halnya dengan bidang-bidang

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance

9. Risiko Perusahaan

Sebagaimana halnya dengan bidang-bidang usaha lainya, bidang usaha yang dilakukan Perusahaan juga tidak terlepas dari risiko yang disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perusahaan. Berkaitan dengan hal ini, Perusahaan berupaya meminimalkan risiko dengan melakukan pengamatan yang seksama terhadap risiko tersebut. Menurut Manajemen, risiko-risiko usaha yang mungkin dihadapi Perusahaan adalah sebagai berikut:

= Risiko perubahan mata uang depresiasi nilai rupiah terhadap valuta asing

Sebagian besar bahan baku obat Perusahaan diimpor, sedangkan pendapatan Perusahaan saat ini sebagian besar dalam mata uang Rupiah. Apabila terjadi depresiasi nilai mata uang Rupiah maka akan meningkatkan harga pokok penjualan produk Perusahaan dan hal ini akan mempengaruhi kinerja usaha Perusahaan.

= Risiko pasokan bahan baku

Bahan baku obat Perusahaan sebagian berasal dari pihak ketiga, baik lokal maupun impor. Keterlambatan dalam pengiriman, kesulitan melakukan pembelian bahan baku serta kebijakan Pemerintah mengenai impor, dapat berpengaruh pada kelangsungan pasokan bahan baku, yang pada akhirnya dapat mengganggu kegiatan produksi Perusahaan.

= Risiko persaingan usaha

Di industri farmasi tidak terdapat pemain yang memiliki pangsa pasar secara dominan. Pesaing Perusahaan berusaha meningkatkan pangsa pasar dengan mengeluarkan produk baru serta memperbaharui produk lama. Munculnya pesaing baru mungkin akan mengakibatkan pangsa pasar Perusahaan berkurang dan dapat mempengaruhi kinerja Perusahaan.

= Risiko perekonomian

Kondisi perusahaan farmasi dapat dipengaruhi oleh perubahan perekonomian nasional, seperti inflasi yang tinggi. Hal tersebut akan menurunkan daya beli konsumen dan berakibat turunnya pendapatan Perusahaan.

= Risiko perubahan peraturan

Kegiatan usaha dibidang farmasi merupakan bidang kegiatan usaha yang diatur secara ketat oleh Pemerintah, misalnya aturan tentang penetapan harga jual obat. Perubahan peraturan tersebut dapat mempengaruhi penjualan dan keuntungan Perusahaan. Di samping itu, adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Paten, Undang-Undang Persaingan Usaha dan Undang-Undang Otonomi Daerah juga dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perusahaan.

30 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

9. Risk Factors

The industry, that the Company is operating in is not free from risk neither other industries that will affect the Company’s business activities. The Company is managing these risks in order to minimize the effects. The Management opinion regarding Risk Factors that are affecting Company’s business activities are outlined below:

= The risk of exchange rates fluctuation, depreciation of rupiah to foreign currency

The Company imports majority of its raw materials, while the majority of its revenues are in Rupiah denomination. In the case of Rupiah depreciation, it causes the increment of the cost of goods sold, in turn affects the Company’s Operating Performance.

= The risk of supply of raw materials

The Company purchases vast majority of its raw materials from third party, locally and imports. Late deliveries, difficulty in finding the supplier and the Government Regulations on imports, will affect the Company supply of raw materials; in turn affects the Company’s Operating Performance.

= The risk of business competition

The condition of the pharmacy industry is that there is no dominant player in the industry. Thus, the Company Competitor is always trying to increase their market share by introducing new products and enhancing the existing products. Also the existence of a new player may affect the Company’s market share, in turn affects the Company’s Operating Performance.

= Economic risk

The economic condition such as high inflation rate may affect the condition of the pharmacy industry, in which decreasing the people’s purchasing power, in turn decreases the Company’s Revenue.

= The risk of regulatory changes

The pharmacy industry is a tightly regulated industry by the Government, such as regulation on setting the selling price. The changes on this regulation may affect the Company’s sales and profits. In addition, there are other regulations may affect the Company’s business, such as the Consumer Protection Law, the Trade Mark Law, the Law on Business Competition and The Law on Regional Autonomy.

= Risiko kegagalan pengembangan usaha (Investasi)

Dalam upaya mempertahankan serta meningkatkan penjualannya, Perusahaan secara berkesinambungan memasarkan produk baru kepada masyarakat. Dalam hubungan ini kegagalan yang terjadi dalam pemasaran produk baru Perusahaan dapat mengakibatkan pengaruh yang negatif terhadap pendapatan Perusahaan. Saat ini Perusahaan sedang mengembangkan kegiatan usaha baru berupa Laboratorium Klinik dan Klinik Kesehatan. Kegagalan dalam pengembangan usaha tersebut akan membebani keuangan Perusahaan.

= Risiko pemalsuan obat

Saat ini banyak beredar produk farmasi yang dipalsukan

di Indonesia. Produk-produk palsu tersebut seringkali

memiliki bentuk dan fisik yang sama dengan produk aslinya, tetapi memiliki komposisi dan kualitas yang tidak memenuhi ketentuan persyaratan dari Badan POM. Semakin banyaknya obat palsu yang beredar

di pasaran akan menyebabkan turunnya kepercayaan

konsumen terhadap produk aslinya. Apabila pemalsuan

ini dilakukan terhadap produk-produk Perusahaan maka

akan berdampak negatif pada pendapatan Perusahaan.

= Risiko produk rusak

Produk yang telah beredar di pasaran dapat mengalami kerusakan, hal ini dapat disebabkan antara lain oleh distribusi yang kurang baik atau sebab-sebab lain

di luar kendali perusahaan. Produk rusak ini dapat

menimbulkan klaim dari konsumen dan mengurangi tingkat kepercayaan konsumen. Apabila hal ini terjadi pada produk Perusahaan, maka akan menurunkan pendapatan dan meningkatkan beban Perusahaan.

= Risiko pemogokan karyawan

Karyawan merupakan salah satu faktor penentu dalam menjalankan kegiatan usaha Perusahaan. Apabila terjadi pemogokan masal karyawan, akan menghambat kegiatan usaha Perusahaan.

= Risiko dampak lingkungan

Dalam kegiatan produksinya, terdapat limbah produksi berbentuk padat, cair dan gas. Perusahaan telah melakukan pengelolaan limbah produksi sesuai ketentuan, tetapi hal itu tidak menutup kemungkinan terjadinya pencemaran yang diakibatkan oleh limbah industri, sehingga dapat memberikan risiko tuntutan hukum bagi Perusahaan.

Global Reports LLC

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance

= The risk of business development failure

In order to maximize its sales, the Company is introducing

new products. The failure of this new product to survive

in the market will have negative effect on the Company’s

Income. At present the Company is developing new line of business i.e. Laboratory and Medical Clinics. The failure of this business line will affect the Company’s financial condition.

= The risk of fakes medicine

The distribution of fake medicine has become a serious matters. These fake medicines have almost the same, physically, wih the original one. Their compositions and quality which do not comply with the requirement by Regulatory Body (Badan POM) which differentiate them from the originals. The availability of these fake medicines may affect the people’s confidence on the original products like the Company’s products, which will have negative effect on the Company’s Income.

= The risk of defect products

The bad handling in the product distributions or other causes uncontrollable by the Company, causes the products becoming defect. As a result, the consumer complains and thus affecting the consumer confidence on the products. This can happen to any products, including the Company’s, in turn increasing burden on the Company and will have negative effect on the Company’s Income.

= The risk of employees strike

The Company values highly the role of employees on the success of the Company’s operations. The massive strike by the employees will affect the Company’s operations.

= The risk of environmental damages

The production process is producing solid, liquid and gas wastes. Although the Company has managed its wastes in accordance with the regulation, there is still

a chance of these wastes damaging the environment.

These damages may cause legal actions against the

Company.

31
31
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance 10. Standar Perilaku Di tahun 2005 Perusahaan

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance

10. Standar Perilaku

Di tahun 2005 Perusahaan telah menyusun standar perilaku yang menjadi dasar sikap dan perilaku sehari-hari bagi jajaran Komisaris, Direksi dan karyawan yang bekerja di Perusahaan.

Secara garis besar Buku Standar Perilaku yang ditetapkan Perusahaan berisi mengenai lingkungan kerja, standar perilaku pribadi, benturan kepentingan, pencatatan akuntansi, pengendalian Internal Perusahaan dan Audit, hubungan pemasok dan calon pemasok, hubungan dengan pesaing, hubungan pejabat eksekutif dan legislatif, informasi mengenai orang atau pihak lain, pelaporan pelanggaran serta sosialisasi, implementasi dan evaluasi

10. Code of Conduct

In 2005, the Company has issued a Code of Conduct to be followed by all levels who work in the Company, Commissioners, Directors and Employees.

In general, this Code of Conduct contains the working environment, individuals code of conduct, conflict of interests, accounting procedures, internal control systems and its audit, supplier’s and prospective supplier’s relations, relations with competitor companies, relations with the executive’s and the legislature’s personnel, information on someone or other party, reporting and socialization, implementation and evaluation of incompliance.

11. Kontribusi Sosial dan Pelestarian Lingkungan

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya, Perusahaan berkomitmen untuk selalu memberikan kontribusi sosial guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam 2005 Perusahaan menyelenggarakan berbagai kegiatan sebagai berikut :

1. Bantuan bencana alam bagi bencana banjir di Bekasi, bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, bencana konflik di Ambon. Keseluruhan bantuan untuk bencana ini senilai Rp 149,56 juta.

2. Bantuan keuangan untuk program pendidikan dan pelatihan bagi beberapa yayasan, pondok pesantren, sekolah di Jakarta dan sekitarnya dengan nilai Rp 42,95 juta.

3. Peningkatan kesehatan masyarakat bagi bagi beberapa yayasan sosial, pondok pesantren, sekolah di Jakarta dan sekitarnya dengan nilai Rp 49,17 juta

4. Bantuan keuangan untuk renovasi beberapa sarana ibadah di Jakarta dan Jawa Barat senilai Rp 66,10 juta.

5. Bantuan perbaikan sarana umum bagi beberapa yayasan sosial, pesantren, dan di Jakarta dan Jawa Barat senilai Rp 33,12 juta.

11. Social Contributions and Environmental Conservation

The Company feels to have social responsibility for improving the people’s welfare. In line with this obligation, the Company has organized some events in 2005 as outlined below:

1. Donations for the natural disaster victims in the following areas: flood in Bekasi, tsunami in Aceh and North Sumatra, conflicts in Ambon.,amounting to are Rp. 149.56 millions.

2. The financial donations for various foundations; Moslem boarding schools; and other schools in Jakarta and neighboring areas, helping them to finance their education programs and trainings, amounting to Rp. 42.95 millions.

3. Improving people’s health; especially those live in various foundations; Moslem boarding schools; and schools in Jakarta and neighboring areas, amounting to Rp. 49.17 millions.

4. Financial donations for renovating some praying facilities in Jakarta and West Java, amounting to Rp. 66.10 millions

5. Financial donations for renovating general facilities in various foundations; Moslem boarding schools; and other schools in Jakarta and neighboring areas, amounting to Rp.33.12 millions.

Disamping itu, pada tahun 2005 Perusahaan juga melaksanakan program pengembangan usaha kecil dan koperasi dengan memberikan bantuan keuangan dan teknis kepada 170 mitra binaan di berbagai kota yang terdiri dari 169 mitra binaan apotek/toko obat dan 1 koperasi dengan total nilai bantuan yang telah dikucurkan sebesar Rp. 2,825 milyar.

In addition to that, the Company also involved in a small-scale businesses and cooperative development programs. There are 169 pharmacy shops in various city and 1 Cooperative participate in the program. The Company provides funds and technical assistance; the program cost the Company Rp 2.825 billions

assistance; the program cost the Company Rp 2.825 billions Pelestarian lingkungan juga merupakan bagian integral dari

Pelestarian lingkungan juga merupakan bagian integral dari semua kegiatan bisnis Perusahaan. Sebagai Perusahaan yang berorientasi lingkungan, Perusahaan telah mendapatkan sertifikasi ISO 14001 dari Rheinland/

The Company includes e n v i r o n m e n t a l preservation as an integral part of its business activities; the Company is recognized as environment-oriented Company. For that reason, the Company has been awarded ISO

32 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Berlin Brandenburg. Sistem pengolahan air limbah di Jakarta telah meraih penghargaan dari Pemerintah Daerah setempat, sedangkan fasilitas yang sama di Semarang telah dijadikan model percontohan oleh pemerintah provinsi setempat. Contoh lain dari keberhasilan pengelolaan limbah, Perusahaan berhasil mengolah limbah produksi kina menjadi sejenis briket untuk alternatif bahan bakar.

12. Akses Informasi

Perusahaan mendefinisikan transparansi sebagai keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai Perusahaan.

Sebagai perwujudan komitmen Perusahaan untuk melaksanakan prinsip keterbukaan ini kepada masyarakat investor khususnya dan para stakeholder pada umumnya, maka informasi tentang Perusahaan dapat di akses melalui situs resmi Perusahaan yaitu www.kimiafarma.co.id atau dengan melalui permintaan informasi secara resmi kepada Sekretaris Perusahaan sesuai dengan ketentuan yang mengikat sebagai perusahaan publik.

Berbagai informasi material tersebut meliputi antara lain:

1.

2. Laporan Keuangan

3. Profil Perusahaan

4. Hubungan Investor

5. Informasi produk dan layanan

Berita Korporat

Namun demikian di atas semua itu, Perusahaan akan senantiasa menjaga kerahasiaan informasi sepanjang yang dibenarkan oleh hukum. Kerahasiaan informasi tersebut menyangkut perlindungan terhadap hak-hak individu, serta yang menyangkut hasil penelitian dan pengembangan serta berbagai informasi lainnya yang akan mempunyai pengaruh negatif terhadap kinerja Perusahaan, persaingan pasar, keamanan negara dan keamanan publik.

Global Reports LLC

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance

14001 Certification from Rheinland/Berlin Brandenburg. The Company also received an award from Jakarta local government for its waste water treatment, whiles the Semarang plant is being referred as a model by the Local government. Other success story of the Company waste management is the production of bricket, as an alternative to petrol, from the quinine. waste.

12. Information Access

The Company defines transparency as frankness during the decision making process and fully disclosed the material and related information about the Company.

The Company’s commitment to implement of its policy regarding frankness to the public, investors and other stakeholders, is evidenced by the availability information about the Company through its’ website i.e. www.kimiafarma. co.id or by written request to the Corporate Secretary in line with obligations of a public company.

That available material information among others are:

1. Corporate news

2. Financial Reports

3. Company’s Profile

4. Investor Relations

5. Information on Products and Services

There is some information that the Company will not disclose to the public, as permitted by Law. The reasons being protection of individual’s right, and or the result of research and development, other information that will have negative impact on the Company’s Performance, business competition, security for the country and the public.

33
33
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Discussions and Analysis Tinjauan Operasional Dalam tahun 2005 Perusahaan
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Discussions and Analysis Tinjauan Operasional Dalam tahun 2005 Perusahaan

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Discussions and Analysis

Tinjauan Operasional

Dalam tahun 2005 Perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp.1,82 trilyun, penjualan tersebut berasal dari penjualan di Holding yang merupakan penjualan produk perusahaan sendiri sebesar Rp.525,60 milyar, naik 9,55% dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp.479,78 milyar. Penjualan dari sektor Ritel/Apotek sebesar Rp.882,80 milyar, naik 7,36% dari penjualan tahun 2004 yang sebesar Rp.822,28 milyar, dan penjualan di sektor Distribusi/PBF sebesar Rp.886,48 milyar, turun 17,37% dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp 1,07 trilyun.

Total penjualan sebesar Rp.1,82 trilyun menurun sebesar 5,69% jika dibandingkan dengan penjualan tahun 2004 yang sebesar Rp.1,92 trilyun. Terjadinya penurunan penjualan tersebut terutama disebabkan karena terjadinya penurunan penjualan di sektor Distribusi/PBF yang disebabkan antara lain adanya penjualan di sektor institusi yang menurun cukup tajam karena adanya keterbatasan dana dan adanya peluncuran anggaran tahun 2005 ke awal tahun 2006 untuk beberapa pengadaan obat dan alat kesehatan oleh pemerintah.

Operational Overview

In 2005, the Company recorded sales of Rp.1.82 trillions, contributed by the Holding which sales of Kimia Farma owned products Rp.525.6 billions compared to Rp 479.78 billions in 2004 or decreased by 9.5%. The Retail / Pharmacy Shops sales contributed Rp. 882.80 billions compared to Rp.822.28 billions in 2004 or increased by 7.36% from 2004, and Distribution sector contributed Rp. 886.48 billions compared to Rp. 1.07 trillions in 2004 or decreased by 17.37% from 2004.

The 2005 total sales of Rp 1.82 trillions compared to Rp1.92 trillions of 2004, a 5.69% decrease.The main reason for a sales decline was the decreasing performance of the Distribution sector which caused by the significant decrease of institutional sales due to funding deficiency and the government deferred its expenditure for purchases of some medicines and medical equipments from 2005 to early 2006.

Perusahaan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp. 82,48 milyar yang berasal dari kontribusi dari Holding sebesar Rp.45,38 milyar, dari Distribusi/PBF sebesar Rp.31,05 milyar, dan dari Ritel/Apotek sebesar Rp.21,11 milyar, sedangkan laba bersih dibukukan sebesar Rp.52,83 milyar, menurun 32,06% dibandingkan pencapaian laba tahun 2004 yang mencapai Rp. 77,75 milyar. Penurunan laba yang diperoleh perusahaan ini disebabkan antara lain karena tidak tercapainya Penjualan, adanya kenaikan harga pokok penjualan, kenaikan BBM dan kenaikan biaya-biaya.

pokok penjualan, kenaikan BBM dan kenaikan biaya-biaya. Income I before Tax of the t Company in

Income I before Tax of the t Company in 2005 amounting a to Rp.82.48 billions, b contributed by the t Holding was Rp. 45.38 billions, b by Distribution was w Rp.31.05 billions, and a by Retail/Pharmacy Shops S was Rp. 21.11 billions, b while its Net Income I was Rp. 52.83 billions, b 32.06% decrease

from f Rp. 77.75 billions in

The decrease in Net

Income I was mainly due to

achievement

of o the sales target, higher cost of goods sold, fuel price hike and other charges increase.

2004. 2

unfavorable u

Penurunan laba bersih ini telah diantisipasi agar tidak terjadi di tahun-tahun mendatang antara lain, misalnya dengan menerapkan program kerja Cost Leadership yang merupakan bagian dari strategi penguatan pondasi bisnis Perusahaan. Program Cost Leadership yang sudah dilakukan diantaranya adalah penataan pengadaan bahan baku secara terus manerus dalam upaya mengendalikan harga pokok pemnjualan, pengimplementasian program Cost Cutting pada tiap-tiap unit kerja dan anak perusahaan dan melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap khususnya biaya umum dan biaya penjualan.

In order to prevent the decrease in net income in future years, the Company has implemented a program namely Cost Leadership, which is part of its strategy to strengthening its business operations. The program that has been implemented including continuing restructuring the raw materials supply with intention of controlling the cost of goods sold, cost efficiency in every business units and subsidiaries, controlling and monitoring in general and selling expenses.

34 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Dari sisi operasional perusahaan telah melakukan beberapa langkah untuk mendukung pengembangan perusahaan, baik pengembangan bisnis maupun pengembangan produk termasuk penyempurnaan pelayanan khususnya di Distribusi dan di Ritel serta pengembangan Sumber Daya Manusia. Dari segi pengembangan bisnis perusahaan telah mengintensifkan pengembangan jaringan usaha Laboratorium Klinik, Klinik Kesehatan dan ekspor produk-produk perusahaan. Sedangkan dari sisi pengembangan produk, perusahaan telah meluncurkan 5 produk baru selama tahun 2005.

Hal penting lainnya yang telah disusun adalah program- program yang mendukung operasional perusahaan secara optimal, misalnya: penyusunan Indikator Kinerja Kunci (KPI), Manajemen Risiko, Tata Kelola Perusahaan Yang Baik termasuk didalamnya Standar Perilaku Individu, Board Manual, Piagam Komite Audit dan Piagam Satuan Pengawasan Internal.

Pemasaran/Penjualan

Kondisi pasar farmasi nasional mengalami penurunan dari segi pertumbuhan pasar, dimana pada tahun 2005 pasar farmasi hanya bertumbuh 13,5%, lebih rendah jika dibandingkan pertumbuhan tahun 2004 sebesar 19,6%. Pertumbuhan ini terjadi pada: sektor Apotek sebesar 8,1%, sektor Toko Obat 8,7% dan sektor Rumah Sakit 17,9%. Sedangkan pertumbuhan di sektor non panel market sebesar 17,9%. Penurunan pertumbuhan pasar farmasi nasional tersebut disebabkan antara lain melemahnya daya beli masyarakat yang diakibatkan situasi dan kondisi perekonomian yang belum mendukung. Produk-produk perusahaan berhasil tumbuh sebesar 11,9%, memang masih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuahan pasar farmasi, diakibatkan rendahnya pertumbuhan obat generik. Pertumbuhan yang besar terjadi produk CHP (Consumer Health Product) tumbuh 20% dan tumbuhnya penjualan ekspor sebesar 65% senilai Rp.38,46 milyar.

Sebagai gambaran disampaikan hasil penjualan produk perusahaan pada tahun 2005 dibandingkan tahun 2004 sebagai berikut:

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

To support its development, the Company has taken some operational actions such as the expansion of business and development of new products, improving its services especially in the Distribution and Retail sectors, and HR development. To support its business expansion wise, the Company has expanded its Clinical Laboratories, Medical Clinics and export sales of the Company’s products. In terms of new product development, the Company has launched 5 new products during 2005.

Other important programs that intended to optimize the business operation are the establishment of Key Performance Indicators, Risk Management, Good Corporate Governance including Code of Conduct, Board Manual, Audit Committee Charter and Internal Control Charter.

Marketing / Sales

The 2005 national pharmaceutical industry growth was slower than 2004, 13.5% compared to 19.6%. The growth contributed by the followings: Pharmacy Shops (Apotek) 8.1%, Drug Stores 8.7%, Hospital 17.9%. While the growth for non panel market is 17.9%. The slower growth of the national pharmaceutical industry growth was caused by some unfavorable conditions like the decrease of the people’s purchasing power as the effect of unfavorable economic conditions. The growth for sales of the Company’s products was 11.9%, which lower than the industry growth, mainly due from the lower of generic medicines sales growth. The highest growth was achieved by the CHP (Consumer Health Product) sales which was 20% and export sales of 65% or in value wise was Rp. 38.46 billions.

Overall Comparison of the Company’s products sales 2005 and 2004 is outlined below:

Dalam Milyar Rupiah / In Rp. billions 2005 2004 Growth (%) Obat Generik 287.02 269.01
Dalam Milyar Rupiah / In Rp. billions
2005
2004
Growth (%)
Obat Generik
287.02
269.01
6.7
Generics Medicines
Obat Ethical
128.08
120.37
6.40
Ethical Medicines
Obat Narkotik
16.78
15.05
11.50
Narcotic Drugs
Obat CHP
94.05
78.39
19.97
Consumer Health Products
Bahan Baku
67.91
55.20
23.02
Raw Materials
Alat Kesehatan dan Pil KB
40.25
28.61
40.68
Medical Equipments and Oral Contraceptives
Total
634.09
566.64
11.90
Total

Global Reports LLC

35
35
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion Walaupun pertumbuhan penjualan produk perusahaan

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

Walaupun pertumbuhan penjualan produk perusahaan hanya mencapai 11,90% dibanding tahun 2004, namun ada trend yang menggembirakan yaitu adanya kenaikan penjualan untuk lini produk Consumer Health Product yang sudah sejalan dengan strategi perusahaan untuk menggalakkan produk dari lini ini.

Dalam tahun 2005 ini perusahaan juga telah dapat mencatatkan hasil penjualan ekspor dengan pertumbuhan yang cukup baik, yaitu sebesar Rp.38,46 milyar naik sebesar 64,85% dari tahun 2004 yang sebesar Rp.23,33 milyar.

Kenaikan penjualan ekspor ini diakibatkan antara lain adalah penanganan yang lebih intensif disamping karena adanya kenaikan kurs mata uang asing di tahun 2005. Dalam tahun

2005 dalam rangka untuk mendorong peningkatan penjualan

dan permintaan produk Perusahaan, telah dilakukan beberapa upaya pemasaran antara lain sbb:

a. Perluasan cakupan outlet sekitar 12.000 dalam rangka meningkatkan penjualan

b. Melakukan pengembangan produk baik secara formulasi maupun kemasan dan peluncuran produk baru

c. Melakukan kegiatan pemasaran yang lebih terencana dan lebih agresif

d. Mengembangkan kemampuan tenaga-tenaga pemasaran melalui pelatihan dan perencanaan yang solid

e. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Distribusi dan Ritel

f. Meningkatkan kinerja dan produktivitas tenaga pemasar dengan sistem insentif yang menarik.

Pada tahun 2005, unit pemasaran telah memperkuat timnya dengan melakukan penambahan tenaga pemasaran atau Medical Representative (MR) yang terdiri dari MR Ethical 199 orang, MR-CHP 81 orang, MR-OGB 50 orang dan MR

Institusi 28 orang, sehingga jumlah total tenaga MR tahun

2005 sebanyak 358 orang. Dengan tenaga pemasaran yang

ada tersebut dapat dicakup kegiatan promosi ke Dokter sebanyak 21.800, Apotek sebanyak 9.920, Rumah Sakit sebanyak 276, Toko Obat sebanyak 3.050. Dengan hasil yang telah dicapai tersebut, pada Tahun 2005 perusahaan menempatkan diri masuk sepuluh besar rangking Industri Farmasi di Indonesia dari 200 Industri Farmasi yang ada.

Disamping produk perusahaan sendiri, perusahaan juga melakukan penjualan produk-produk pihak ketiga melalui unit Distribusi/PBF dan unit Ritel/Apotek. Secara konsolidasi hasil penjualan perusahaan mencapai Rp.1,82 trilyun, mengalami penurunan sebesar 5,69% dibanding tahun 2004, dimana kontribusi penjualan di Holding sebesar Rp. 525,60 milyar,di sektor distribusi Rp.822,28 milyar, dan dari sektor Ritel/Apotek sebesar Rp.882,80 milyar. Terjadinya penurunan penjualan disebabkan karena adanya penurunan penjualan di sektor Distribusi/PBF dimana utamanya dalah penjualan di pasara institusi, karena dana yang terbatas dan pergesaran pelaksanaan pengadaan oleh Pemerintah dari akhir tahun 2005 ke awal tahun 2006. Sebagai catatan

36 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Although the growth of the Company’s products sales was only 11.9%, from the above tables we could see the

favorable growth for the sales of the CHP which in line with the Company’s strategy to expand the sales of this product

line.

The Company’s export sales in 2005 also contributing favorable growth of 64.85% compared to 2004, or in terms of value increased from Rp 23.33 billion to Rp. 38.46 billions. This favorable condition was due to the improvement of export sales handling and the increment of foreign exchange rates in 2005. For the purpose of improving the sales of and demand for its products, the Company has conducted the following marketing programs in 2005

a. Expand the number of outlets to 12,000 to increase the total sales

b. Developments of its products, in terms of formulation and packaging, and launch new products

c. Conduct more focus and aggressive marketing activities

d. To enhance the skills of the marketing team through training and solid planning

e. Enhance communication and coordination between Distribution and Retail

f. Improve performance and productivity of the marketing team by attractive incentive systems

In 2005 , the marketing unit has expanded the number its team by recruiting more Medical Representative as the followings:

MR – Ethical 199 persons, MR – CHP 81 persons, MR – OGB

50 persons, and MR – Institutions 28 persons, made up the

MR total of 358 persons in 2005. These 358 MR persons may

serve 21,800 doctors, 9,920 Pharmacy Shops 276 Hospitals, and 3,050 Drug Stores. In 2005, the Company is in the top

10 ranking amongst 200 pharmaceutical companies in the

market.

The company sells its own products as well as third party’s products through its Distribution and Retail units. In total, the Company sales reached Rp 1.82 trillions, a 5.69% decreased in comparison to that of 2004, contribution from Holding was Rp. 525.60 billions, from Distribution sector was Rp. 822.28 billions, from Retail / Pharmacy Shops (Apotek) was Rp. 882.28 billions. The sales decrement was the result of the decrease in sales of Distribution sector where its institutional sales has been decreased caused by funding deficiency and shifting of procurement by the government from end of 2005 to early 2006. Prior to the end of 2005, the Company has

bahwa pada akhir tahun 2005 perusahaan telah memperoleh kontrak sebesar Rp.88 milyar, namun karena pelaksanaannya melewati akhir tahun 2005, hasil penjualan tersebut akan dibukukan sebagai hasil penjualan tahun 2006.

Produksi

Perusahan telah melakukan beberapa peningkatan di unit produksi, upaya efektifitas dan efisiensi dari 5 pabrik untuk memperoleh hasil yang maksimal. Pengaturan produk-produk yang diproduksi pada tiap pabrik diatur ulang yang mengarah pada optimalisasi penggunaan mesin-mesin sehingga dapat dicapai utilisasi yang optimal, dengan sasaran tepat jumlah, tepat waktu dan tepat biaya. Koordinasi telah ditingkatkan dengan unit-unit terkait misalnya marketing, keuangan, pengadaan bahan baku, unit logistik sentral dan distribusi. Koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengendalian dan perencanaan produksi produk-produk perusahaan sehingga secara signifikan dapat menekan harga pokok produksi.

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

won a contract for the amount of Rp. 88 billions, but will be booked into 2006 sales.

Production

The Company has done some restructuring in its 5 productions units, improving their effectiveness and efficiency to maximize its productivity. Reorganization of production activities in terms of which products produced by each plant to optimize the utilisation of the machines therefore the target of the right volume, the right time and the right cost can be achieved. Coordination effort concerning this reorganization of the production activities have been done with the related units such as marketing, finance, raw materials procurement, central logistic unit, and distribution. Through this coordination, it is expected for significant improvement of productions planning and control which in turn will reduce the cost of production.

Perbandingan Realisasi Produksi Production Output Comparation Uraian Unit 2005 2004 Product Tablet Tablet
Perbandingan Realisasi Produksi
Production Output Comparation
Uraian
Unit
2005
2004
Product
Tablet
Tablet
2,327,878,150
1,766,961,246
Tablet
Tablet Salut
Tablet
439,555,858
535,082,194
Coated Tablet
Kapsul
Capsule
128,998,120
101,515,780
Capsule
Kapsul Lunak
Capsule
18,953,600
61,567,200
Soft Capsule
Sirup Kering
Kg
48,443
39,508
Dry Syrup
Salep/Krim
Kg
120,179
105,491
Ointment/Cream
Sirup/Suspensi
Litre
342,301
381,167
Syrup/Suspension
Injeksi
Litre
10,688
18,547
Injectable
Cairan Obat Luar
Litre
108,363
161,7687
Lotion
Granul
Kg
68,562
96,551
Granule
Bedak
Kg
416,253
280,466
Powder
Pil KB
Cycle
9,225,204
9,871,706
Oral Contraceptive
AKDR
Unit
888,332
588,022
IUD
Iodium & Garam Iodium
Kg
136,672
173,760
Iodium
Kina & Garam Kina
Kg
64,442
43,739
Electrolyte Salt
Minyak lemak
Fatty Oil
- Castrol Oil
Kg
93,237
198,200
Castrol Oil
- Minyak Makan
Kg
4,236,465
3,441,860
Cooking Oil
Lisol
Litre
4,256
8,432
Antiseptic Solution
Suppositoria
Kg
1,958
2,192
Suppositorie
Fitofarmaka
Litre
326,864
402,205
Herbal Medicine

Realisasi produksi seperti tergambar dalam tabel di atas mencerminkan hasil produksi yang memang tergantung dari kekuatan pasar. Beberapa bentuk sediaan mengalami kenaikan seperti: tablet, kapsul, sirup kering, salep dan krim, bedak, AKDR, kina, dan minyak makan. Sedangkan yang mengalami penurunan adalah bentuk sediaan: tablet salut, kasul lunak, sirup/suspensi, injeksi, cairan obat luar dan Pil KB. Penurunan ini disebabkan antara lain karena permintaan pasar yang berubah dan tingginya persaingan di pasar itu sendiri.

Global Reports LLC

From the above table we could see that Production realization during 2005 is very much dependent on the market demand of the Company’s products. Some product lines increased like tablet, capsule, dry - syrup, ointment and cream, powder, IUD, quinine, edible oils, and others decreased like coated tablet, soft capsule, syrup / suspension, injection unit, lotion, and oral contraceptive. The downward movement was contributed from the changes of the demand of the products and also the tight competition in the market

37
37
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion Upaya-upaya perusahaan lainnya yang secara

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

Upaya-upaya perusahaan lainnya yang secara berkesinambungan ditingkatkan adalah:

The

programs :

Company

has

also

implemented

the

following

a. Mencari bahan baku dan kemasan alternatif dengan harga dan kualitas yang lebih kompetetitif

b. Melakukan reformulasi dengan menggunakan bahan baku alternatif

c. Melakukan penghematan biaya produksi langsung dan biaya umum

d. Melakukan pengendalian hasil produksi, yaitu meningkatkan rendemen hasil serta mengurangi proses ulang

a. Searching for alternative raw and packaging materials with more competitive price and quality

b. Reformulation by using the substitute raw materials

c. Direct production cost and general expense efficiency

d. Monitoring productivity by enhancing production outputs and avoid reprocess and rework

TheCompany, alsoenhance the quality of its products, expands and renovates the production facilities in line with the current Good Manufacturing Practice (cGMP), the required standard by Food and Drug Medicine Regulatory Body (Badan POM) towards the implementation of ASEAN Free Trade Area(AFTA)

towards the implementation of ASEAN Free Trade Area(AFTA) Hal lain yang telah dilakukan yang mempunyai dampak

Hal lain yang telah dilakukan yang mempunyai dampak signifikan adalah perbaikan fasilitas produksi dengan mengacu pada ketentuan persyaratan current Good Manufacturing Practice (cGMP) yang merupakan standar yang diwajibkan oleh Badan POM menuju ASEAN Free Trade Area (AFTA).

Riset dan Pengembangan (Risbang)

Unit Riset dan Pengembangan perusahaan telah melakukan beberapa kegiatan yang menunjang peningkatan produk- produk perusahaan sesuai dengan masukan dari pemasaran. Disamping itu, telah dilakukan uji Bio Availability (BA) dan Bio Effectiveness (BE) terhadap beberapa produk baru perusahaan untuk didaftarkan di Badan POM, termasuk produk Oseltamivir.

Secara umum kegiatan dan program yang dilakukan oleh unit Risbang adalah sebagai berikut:

1. Melakukan penelitian dana pengujian produk-produk baru dan pengembangan produk-produk lama sesuai pesanan marketing

2. Melakukan pengembangan formula menuju kearah efisiensi

3. marketing

Membantu

melakukan

proses

registrasi

produk baru

4. Melakukan pengujian bio availability dan bio ekuivalen untuk persyaratan pendaftaran ke Badan POM

Research and Development (R&D)

In performing its research and development activities, this unit is receiving inputs from the marketing unit. Bio Availability (BA) and Bio Effectiveness (BE) test have been performed on some of the Company’s new products for the purpose of registration to the Indonesian Medicine and Food Supervisory Board (Badan POM), including on Oseltamivir product.

In general the R&D activities and programs are outlined below:

1. Research and testing new prodcuts and enhancing existing products according to marketing requirement.

2. Enhancing formula development for efficiency

3. Helping marketing unit in the registration process of the new products

4. Performing Bio Availability (BA) and Bio Effectiveness (BE) tests for the purpose of registration to Badan POM

Kegiatan riset tahun 2005 antara lain: melakukan penelitian 28 produk baru yang telah memperoleh Nomor Izin Edar (NIE), dari jumlah tersebut sebanyak 12 produk ethical dan 9 produk obat bebas (OTC) telah diproduksi dan dipasarkan. Selain itu juga telah dilakukan pengembangan produk herbal (fitofarmaka) sejumlah 41 produk.

This unit achievement in 2005 among others, research 28 new products which already obtained Registration Number (Nomer Izin Edar or NIE), which 12 ethical products and 9

over the counter (OTC) products have been manufactured and marketed. In addition, this unit also develop 41 natural

medicines.

38 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Distribusi

PT Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD) yang merupakan salah satu anak perusahan bertanggung jawab mendistribusikan produk-produk perusahaan telah melakukan beberapa kegiatan yang mendukung operasional perusahaan, diantaranya adalah pembuatan blue-print distribusi yang mengarah pada Good Distribution Practice (GDP) telah selesai dilakukan, pengembangan sistem informasi dan penambahan 3 prinsipal baru serta penataan ulang organisasi perusahaan.

Total penjualan PT KFTD tahun 2005 diperoleh sebesar Rp.886,48 milyar, turun sebesar 17,37% dari tahun 2004 yang sebesar Rp.1,072 trilyun. Penurunan ini diantaranya disebabkan adanya penyesuaian penyusunan anggaran Pemerintah, dimana adanya pengunduran dari anggaran Pemerintah untuk belanja obat dan alat kesehatan, sehingga ada beberapa pengadaan obat/alat kesehatan oleh instasi Pemerintah mengalami pengunduran/peluncuran ke tahun

2006.

PT KFTD dalam tahun 2005 mempunyai 41 cabang, didukung oleh 378 salesman dengan jumlah outlet cakupan sebanyak 21.392, diantaranya Apotek sebanyak 9.415, Rumah Sakit sebanyak 1.822, Instansi sebanyak 378, Toko Obat sebanyak 7.716, grosir sebanyak 1.195, dan Supermarket sebanyak 538 buah.

Ritel/Apotek

Anak perusahaan lainnya yang dimiliki perusahaan adalah

PT Kimia Farma Apotek (KFA) yang melakukan kegiatan bisnis

ritel. Secara umum kinerja KFA tahun 2005 menujukkan hasil

yang cukup baik, dari penjualan dicapai Rp.882,81 milyar tumbuh 7,36% dari tahun 2004. Demikian juga laba bersih diperoleh pertumbuhan 24,11% dari tahun 2004.

Jumlah Apotek yang dimiliki tahun 2005 sebanyak 323 Apotek, dan telah dibuka Apotek baru sebanyak 11 Apotek dan dilakukan juga penutupan Apotek karena tidak menunjukkan performansi yang baik sebanyak 12 Apotek. Jumlah lembar resep yang diperoleh tahun 2005 sebanyak 9.262.277 lembar, dengan jumlah R/ sebanyak 22.583.890.

Beberapa hal yang telah dilakukan oleh KFA Tahun 2005 antara lain:

a. Pengembangan layanan Swalayan Farmasi di apotek : 7 apotek

b. Perpanjangan sewa 13 apotek dan perpanjangan IKS 3 apotek

c. Penambahan ruang praktek dokter dan loket masing- masing sebanyak 8 unit dan 3 loket

d. Pembangunan/renovasi dan penataan ulang lay-out : 1 apotek

Global Reports LLC

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

Distribution

Distribution Unit is represented by the subsidiary namely PT Kimia Farma Trading and Distrbution (PTKFTD), is responsible for distributing the Company’s products, has done some activities that will enhance the Company‘s operation, such as issuing of distribution blue print which contains of Good Distribution Practice (GDP), improving the IT systems, adding 3 new principals and restructuring the organization structure.

In 2005, PT KFTD recorded sales of Rp 868.48 billions, decreased by 17.37% compared to 2004 sales of Rp.1,072 billions. The decrease was due from the action of reformulating the government budget in terms of shifting the procurement of medicines and medical equipments from 2005 to 2006 which affected our institutional sales.

PT KFTD as of 2005 has 41 branches, supported by 378 salesmen for covering 21,392 outlets, among others 9,415 Pharmacy Shops, 1,822 Hospitals, 378 Institutions, 7,716 Drug Stores, 1,195 Wholesaler and 538 Supermarkets.

Retail / Pharmacy Shop (Apotek)

Another subsidiary namely PT Kimia Farma Apotek (PT KFA) performs retail business. In general, PT KFA has performed well in 2005, which contributed sales of Rp. 882.81 billions, increased by 7.36% from 2004 sales, while the net income has increased by 24.11% compared to 2004.

As of 2005 , PT KFA owns 323 Pharmacy Shops, in which 11 new outlets have been opened while 12 existing outlets have been closed due to lack of performances. The number of prescriptions received in 2005 was 9,262,277 sheets with the total number of drug prescribed R/ was 22,583,890

Some achievements was made by PT KFA in 2005, such as:

a. Development of 7 new Pharmacy Shops Self Service

b. Renewing the rent agreement of 13 Pharmacy Shops and Joint Cooperation Agreement of 3 Pharmacy Shops

c. Utilizing area for medical doctors practice and lockets by 8 units and 3 units respectively

redesign the lay-out of 1

d. Building/renovating

and

branch

39
39
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion Laboratorium Klinik Laboratorium Klinik Perusahaan

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

Laboratorium Klinik

Laboratorium Klinik Perusahaan yang merupakan bisnis yang relative baru sudah menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan, dengan kenaikan penjualan lebih dari dua kali lipat atau sebesar 115% dengan jumlah Laboratorium Klinik sebanyak 18 buah. Upaya-upaya yang dilakukan selama tahun 2005 adalah upaya meningkatkan penjualan dengan melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk medical check-up karyawannya. Disamping itu upaya lain adalah intensifikasi pemasaran dan penambahan outlet dibeberapa kota besar.

Klinik Kesehatan

Pengembangan portofolio bisnis baru perusahaan adalah bisnis Jaringan Klinik Kesehatan, dimana jumlah Klinik Perusahaan sampai tahun 2005 sudah berjumlah 11 buah. Kerjasama dengan beberapa instansi seperti Jamsostek dan Blue-Dot telah dilakukan, menyusul beberapa perusahaan asuransi lainnya. Klinik Kesehatan merupakan usaha yang saling melengkapi dengan unit Ritel/Apotek, dimana pengembangannya tidak membutuhkan investasi yang besar, karena cukup memanfaatkan asset apotek yang tersebar di tempat-tempat strategis. Klinik kesehatan ini akan menjadi tulang punggung perusahaan dalam menyambut era sebagai Perusahaan Health Care. Diharapkan tahun 2006 Perusahaan mempunyai Klinik Kesehatan sampai 100 buah.

Sumber daya Manusia

Secara keseluruhan, program-program pengembangan SDM yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun 2005 terdiri dari :

1. Pengembangan manajemen SDM berbasis kompetensi pada tahun 2005 dilakukan penyusunan Kamus Kompetensi Generik, yang merinci kompetensi personal, kompetensi kepemimpinan dan kompetemsi bisnis. Kemudian dilanjutkan penyusunan Kamus Kompetensi Spesifik pada tahun 2005. Dilakukan pula pemetaan SDM berbasis kompetensi pada tingkat Asisten Manager dan Supervisor untuk keperluan promosi dan rotasi, baik dilingkungan Holding maupun di anak perusahaan. Perusahaan juga melakukan penyempurnaan sistem analisa jabatan, sistem penilaian kinerja berbasis kompetensi dan sistem remunerasi karyawan.

2. Pendidikan dan Pelatihan

Dari hasil pemetaan SDM yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat kelemahan umum kompetensi SDM dari supervisor sampai manajer, antara lain dalam hal strategic thinking, decision making, leadership, dan khusus untuk tingkat manager, business communication. Karena itu, program pendidikan dan pelatihan SDM dalam tahun 2005 ditekankan pada peningkatan kepemimpinan korporasi melalui Global Leadership yang diikuti 35 orang untuk tingkat manager dan asisten manager serta Self Motivation Training bagi 360 orang tingkat supervisor. Kedua kegiatan pelatihan tersebut memerlukan biaya sebesar Rp 620 juta.

40 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Clinical Laboratories

Although the Clinical Laboratories business is relatively new for the Company, it has achieved promising results, sales increased by almost double or 115%, the number of Clinical Laboratory up to now is 18. Some marketing efforts in 2005 to increase the sales are held by offering the medical check up package at competitive price to some companies; intensify its marketing efforts and adding the number of clinics in some major cities.

Medical Clinics

Another new business portfolio of the Company is Medical Clinics, where as of 2005 the number of medical clinics in operation was 11 clinics. At present the Company has entered an agreement with Jamsostek and Blue Dot, agreement with some insurance companies will follow. The Medical Clinic unit is complimentary to the Company’s Retail / Pharmacy Shops activities, where it does not require big capex for the establishment; it is merely utilizing the existing space in the strategically located pharmacy shops. The Medical Clinic is expected to be the backbone of the Company’s operation as the health care company. The Company plan to increase the number of medical clinics to 100 clinics by 2006.

Human Resources

In general, the HR development programs carried out by the Company during 2005 are outlined below

1. In 2005 Competence-based HR management started by issuing the Dictionary of Generic Competency, which .describes personal competency, leadership and business competencies; followed by issuing of Dictionary of Specific Competency. For promotion and rotation purposes for Assistant Manager and Supervisor levels, mapping of HR based on competency is carried out for these groups, in the Holding as well as the Subsidiaries. The Company also enhances its systems regarding function analysis and performance evaluation system based on competency, employee’s remuneration system

2. Education and Training

Based on mapping result, the Company management sees that its HR has competency weakness in the area of strategic thinking, decision making, leadership, and business communications for the manager level. Therefore the 2005 HR education and trainings are focused on improving corporate leadership through Global Leadership Training for 35 Managers and Asistants Manager and Self Motivation Training which participated by 360 Supervisors. Both activities spent Rp 620 million.

3. Peningkatan Kekuatan SDM

Untuk meningkatkan kemampuan pengembangan usaha korporat, dalam tahun 2005 dilakukan rekrutmen sebanyak 279 orang, sehingga jumlah total SDM korporasi meningkat dari 5.604 orang menjadi 5.883 orang. Penambahan ini dilakukan khususnya pada tenaga salesman di lingkungan Distribusi, apoteker dan asisten apoteker di lingkungan Apotek, serta penetapan status kepegawaian penuh waktu bagi tenaga medical representative.

Kinerja Keuangan Perusahaan

Perbandingan kinerja keuangan Perusahaan dalam dua tahun terakhir dapat disajikan sebagai berkut:

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

3. Strengthening HR Forces

For supporting the expected growth in 2005, the Company recruited 279 new employees, therefore the total number of employees increased from 5,604 to 5,883. Majority of the new recruited are sales force for Distribution, Pharmacist and Assistant Pharmacist for the Pharmacy Shops, and improfing employee status of Medical Representative.

Financial Performance

Comparison of the Company Financial Performance for the last two years are outlined below:

Kinerja Keuangan Perusahaan tahun 2004 dan 2005 Company Financial Performance of 2005 and 2004 Dalam
Kinerja Keuangan Perusahaan tahun 2004 dan 2005
Company Financial Performance of 2005 and 2004
Dalam Rp Milyar / In Rupiah billions
Uraian
2005
2004
Descriptions
Penjualan
1,816.43
1,925.99
Sales
Beban Pokok Penjualan
1,239.31
1,279.34
Cost of Goods Sold
Laba Kotor
577.12
646.65
Gross Profit
Laba Usaha
84.72
124.71
Income from Operations
Laba Bersih
52.83
77.75
Net Income
AktivaTotal
1,177.60
1,173.43
Total assets
Kewajiban
333.38
358.85
Liabilities
Ekuitas
844.22
814.58
Equities
Penjualan
Sales

Nilai penjualan Perusahaan pada tahun 2005 sebesar Rp 1,82 trilyun atau menurun sebesar 5,69% dibandingkan pencapaian pada tahun 2004 yang sebesar Rp 1,92 trilyun. Penurunan ini disebabkan menurunnya penjualan institusi sebesar 45,46%. Sedangkan dari sektor penjualan rutin mengalami kenaikan sebesar 28,61%.

Sales of the Company in 2005 amounting to Rp.1.82 trillions, compared to Rp. 1.92 trillions in 2004, or decreased by 5.69% The decrease is due from the decrease of sales to the government institutions by 45.46%. However the regular sales inreased by 28.61%.

Penjualan Perusahaan Tahun 2004-2005 Company Sales of 2005 and 2004 Dalam Rp Milyar / In
Penjualan Perusahaan Tahun 2004-2005
Company Sales of 2005 and 2004
Dalam Rp Milyar / In Rupiah billions
2005
2004
Berdasar Segmen
Business Segment
Institusi
486,37
891,77
Institutions
Rutin
1,330,06
1,034,22
Regular
Jumlah
1,816,43
1,925,99
Total
Berdasar lini produk
Product lines
Penjualan produksi Perusahaan
634,09
566,64
Company’s products
Penjualan produksi Pihak ketiga
1,182,35
1,359,35
Third Party products
Jumlah
1,816,43
1,925,99
Total

Global Reports LLC

41
41
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan Perusahaan untuk tahun 2005 senilai Rp 1,24 trilyun atau 68,23% dari penjualan. Rasio ini meningkat dibanding tahun 2004 yang sebesar 66,43%. Kenaikan sekitar 1,8% ini terutama disebabkan bertambahnya komposisi penjualan obat-obatan dibandingkan dengan penjualan alat-alat kesehatan, dimana marjin penjualan alat kesehatan relatif lebih besar.

Laba Kotor

Pada tahun 2005 Perusahaan mencatat laba kotor sebesar Rp 577,12 milyar atau menurun sebesar 10,75% dibanding pencapaian pada tahun 2004 yang senilai Rp 646,65 milyar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan penjualan dan kenaikan rasio beban pokok penjualan terhadap penjualan.

Beban Usaha

Beban usaha pada tahun 2005 sebesar Rp 492,40 milyar, menurun sebesar 5,66% dibanding tahun sebelumnya yang senilai Rp 521,94 milyar. Penurunan ini disebabkan menurunnya beban penjualan sebesar 11,39% dari Rp 355,95 milyar pada tahun 2004 menjadi Rp 315,42 milyar pada tahun 2005 sejalan dengan menurunnya penjualan.

Laba Usaha

Pada tahun 2005 Perusahaan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp 84,72 milyar. Namun demikian pencapaian ini masih lebih rendah sebesar 32,07% dibandingkan laba usaha tahun 2004 yang mencapai Rp 124,71 milyar. Penurunan laba usaha ini disebabkan oleh penurunan penjualan dan kenaikan beban pokok penjualan namun belum diimbangi oleh penurunan beban usaha yang signifikan.

Laba Sebelum Pajak

Laba sebelum pajak pada tahun 2005 tercatat sebesar Rp 82,48 milyar, menurun sebesar 33,24% dibanding laba pada tahun 2004 yang mencapai Rp 123,56 milyar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan laba usaha serta kenaikan beban lain-lain. Sedangkan Kenaikan beban lain-lain sebesar 93,92% terutama disebabkan kenaikan beban bunga dan provisi bank.

Laba Bersih

Pada tahun 2005 Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 52,83 milyar, menurun 32,06% dibandingkan pencapaian tahun 2004 yang mencapai Rp 77,75 milyar. Secara umum penurunan ini akibat menurunnya penjualan, kenaikan beban pokok penjualan, dan meningkatnya beban lain-lain.

Aktiva

Per 31 Desember 2005, posisi total aktiva Perusahaan senilai Rp 1,178 trilyun relatif sama dengan aktiva per 31 Desember 2004 sebesar Rp 1,173 triliun.

Kewajiban dan Ekuitas

Posisi total kewajiban Perusahaan per 31 Desember 2005 sebesar Rp 333,38 milyar, menurun sebesar 7,1% dari posisi 31 Desember 2004 yang senilai Rp 358,85 milyar. Penurunan ini terutama disebabkan penurunan kewajiban lancar sebesar 7,63%.

42 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Cost of Goods Sold (COGS)

COGS of the Company in 2005 amounting to Rp.1.24 trillions represents 68.23% of the Sales.This ratio increased by 1.8% compared to 66.43% in 2004. The increment due from the fact that medicine sales are higher than the medical equipment sales where the margin for medical equipment is relatively higher.

Gross Profit

In 2005 Company recorded Gross Profit of Rp. 577.12 billions, decreased by 10.75% compared to Rp. 646.65 billions in 2004. The decrease is due from decrease of sales and the increase of COGS ratio to Sales

Operating Expenses

Operating Expenses in 2005 amounting to Rp. 492.4 billions, decreased by 5.66% compared to prior year of Rp.521.94 billions. The decrease is due from the decrease of selling expenses by 11.39% to Rp.315.42 billions from Rp.355.95 billions in 2004, in line with the decrease of sales.

Income from Operations

Income from Operations of the Company in 2005 is Rp.84.72 billions compared to Rp.124.71 billions in 2004 or decreased by 12.07%. This decrease is due from sales decrease and COGS increase, even though the operating expenses significantly decreased.

Income before Tax

Income before Tax of the Company in 2005 amounting to Rp.82.48 billions compared to Rp.123.56 billions in 2004 or decreased by 33.24%. The main reasons for the decrease are the being the decrease of income from operations and other charges. Other charges increased by 93.92% represented by the increase of interest expenses and bank’s provision charges.

Net Income

In 2005 the Company recorded Rp.52.83 billions compared to 77.75 billions in 2004 or decreased by 32.06%. The decrease is mainly due from sales decrease, COGS & other charges increase

Assets

As of 31 December 2005 the Company total assets is Rp.1.178 trillions compared to Rp. 1.173 trillions, relatively the same.

Liabilities and Equities

As of 31 December 2005 the Company total liabilities is Rp 333.38 billions, compared to Rp.358.85 billions or decreased by 7.1%. The decrease is due from the decrease of current liabilities by 7.63%

Per 31 Desember 2005 ekuitas Perusahaan mencapai Rp 844,22 milyar, naik sebesar 3,64% dibanding ekuitas per

31 Desember 2004 yang senilai Rp 814,58 milyar. Kenaikan

ekuitas ini disebabkan kenaikan saldo laba.

Likuiditas

Rasio perbandingan aktiva lancar dibanding dengan kewajiban lancar Perusahaan per 31 Desember 2005 sebesar 225,36%. Besaran rasio ini menunjukkan kemampuan Perusahaan untuk memenuhi kewajiban lancar dengan aktiva

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

As of 31 December 2005 the Company’s Equity is Rp.844.22 billions compared to Rp.814.58 as of 31 December 2004 or increased by 3.64%, due from the increase of Retained Earnings

Liquidity

Ratio of current assets to current liabilities as per 31 December 2005 is 225.36%, indicate that the Company is very much capable of fulfilling its current liabilities from its current assets. The same ratio as of 31 December 2004 was

lancarnya masih sangat baik. Sedangkan rasio yang sama per

203.19%

31

Desember 2004 sebesar 203,19%.

Solvabilitas

Solvability

Rasio solvabilitas merupakan kemampuan Perusahaan untuk membayar kewajiban jangka panjang dan jangka pendek. Rasio solvabilitas Perusahaan per 31 Desember 2005 sebesar 353,23%. Hal ini menunjukkan kemampuan Perusahaan membayar seluruh kewajibannya cukup baik. Sedangkan

Solvability ratio indicates the capability of the Company to repay both short term and long term commitments. As of 31 December 2005 Company Solvability ratio is 353.23%, indicates that the Company is capable to repay all of its commitments. The same ratio as of 31 December 2004 was

rasio solvabilitas per 31 Desember 2004 sebesar 327,00%.

327.00%

Rentabilitas

Rentability

Rentabilitas Perusahaan dapat diwakili oleh margin laba bersih, imbal hasil investasi, dan imbal hasil ekuitas yang masing-masing sebesar 4,54%, 7,25% dan 6,26%. Ketiga rasio tersebut menunjukkan bahwa Perusahaan mempunyai potensi untuk lebih meningkatkan keuntungannya di masa mendatang.

Rentability of the Company is represented by net income margin, ROI and ROE, which is 4.54%, 7.25% and 6.26% respectively. All the three ratios indicate that there are room for the Company to increase its net income.

Perbandingan Rasio Rentabilitas per 31 Desember 2004 dan 2005 Comparison of Rentability Ratios as 31
Perbandingan Rasio Rentabilitas per 31 Desember 2004 dan 2005
Comparison of Rentability Ratios as 31 December 2005 and 2004
2005
2004
Margin Laba Bersih
4,54%
6,42%
Net Income Margin
Imbal Hasil Ekuitas
6,26%
9,55%
Return on Equity
Imbal Hasil Investasi
7,25%
10,75%
Return on Investment
Arus Kas
Cash Flow

Saldo akhir kas Perusahaan pada tahun 2005 menurun dari Rp 158,76 milyar pada tahun 2004 menjadi Rp 132,86 milyar. Penurunan ini terutama akibat adanya pembayaran pinjaman pemerintah dan penambahan aktiva tetap.

The closing balance of Cash in 2005 is Rp.132.86 billions compared to Rp.158.76 billions in 2004.The decrease is mainly caused by the loan repayment to the government, and acquiring new fixed assets.

Posisi Kas Perusahaan Tahun 2004 dan 2005 Cash Position as 31 December 2005 and 2004
Posisi Kas Perusahaan Tahun 2004 dan 2005
Cash Position as 31 December 2005 and 2004
Dalam Rp. Milyar / In Rupiah billions
Aktivitas
2005
2004
Assets
Saldo Awal
158,76
316,59
Opening Balance
Operasi
30,60
(75,05)
Operation
Investasi
(29,15)
(41,61)
Investment
Pendanaan
(27,33)
(41,18)
Inventory
Saldo Akhir
132,87
158,76
Closing Balance

Global Reports LLC

43
43
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion Kinerja Anak Perusahaan Kinerja keuangan Anak

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

Kinerja Anak Perusahaan

Kinerja keuangan Anak Perusahaan yaitu PT Kimia Farma Trading & Distribution dan PT Kimia Farma Apotek dapat ditunjukkan sebagai berikut:

Subsidiaries Performance

Financial Performances of PT Kimia Farma Trading & Distribution and PT Kimia Farma Apotek are outlined below:

Kinerja Keuangan PT Kimia Farma Trading & Distribution Financial Performance of PT Kimia Farma Trading
Kinerja Keuangan PT Kimia Farma Trading & Distribution
Financial Performance of PT Kimia Farma Trading & Distribution
Dalam Rp Milyar / In Rupiah billions
Uraian
2005
2004
Descriptions
Penjualan
Laba Bersih
Total Aktiva :
886.48
1,072.84
Sales
13.95
36.80
Net Income
398.73
390.74
Total Assets:
Aktiva Lancar
Aktiva Tidak Lancar
Kewajiban
Jangka Pendek
Jangka Panjang
Ekuitas
Rasio Keuangan
Imbal Hasil Ekuitas
Imbal Hasil Aktiva
Likuiditas
Solvabilitas
366.11
346.02
Current Assets
32.62
44.72
Non-Current Assets
200.26
195.31
Liabilities
195.98
191.84
Short term
4.28
3.47
Long term
198.47
195.43
Equity
Financial Ratios:
7.03%
19.65%
5.19%
14.90%
186.81%
180.37%
199.11%
200.06%
Return on Equity
Return on Asset
Liquidity
Solvability
Kinerja Keuangan PT Kimia Farma Apotek Financial Performance of PT Kimia Farma Apotek Dalam Rp
Kinerja Keuangan PT Kimia Farma Apotek
Financial Performance of PT Kimia Farma Apotek
Dalam Rp Milyar / In Rupiah billions
Uraian
2005
2004
Descriptions
Penjualan
Laba Bersih
Total Aktiva :
882.81
822.28
Sales
11.14
10.82
Net Income
260.54
231.34
Total Assets:
Aktiva Lancar
Aktiva Lain-lain
Kewajiban
Jangka Pendek
Jangka Panjang
Ekuitas
Rasio Keuangan:
156.92
131.49
Current Assets
103.62
99.85
Non-Current Assets
99.17
80.64
Liabilities
84.04
67.92
Short term
15.13
12.72
Long term
161.38
150.70
Equity
Financial Ratios:
Imbal Hasil Ekuitas
Imbal Hasil Aktiva
Likuiditas
Solvabilitas
6.90%
7.18%
5.62%
7.82%
186.73%
193.60%
262.73%
286.87%
Return on Equity
Return on Asset
Liquidity
Solvability

44 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Prospek Usaha Tahun 2006

Pasar Farmasi nasional pada tahun 2006 diperkirakan akan tumbuh sekitar 11,2% atau senilai kurang lebih Rp 26,25 trilyun. Sedangkan menurut Bank Indonesia pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 5,4% dengan nilai tukar rata- rata rupiah terhadap US$ diprediksi akan menguat secara gradual. Sementara itu tingkat inflasi diperkirakan berkisar sebesar 7-9%.

Pada tahun 2006 persaingan usaha dibidang farmasi dan alat kesehatan tetap akan ketat dan tajam seperti halnya dalam tahun 2005. Salah satu dampak dari persaingan tersebut adalah akan adanya kenaikan biaya penjualan untuk mendorong penjualan produk Perusahaan lebih besar lagi di pasar. Di sisi lain, kenaikan harga BBM tahun 2005 akan terus berpengaruh terhadap kenaikan biaya-biaya lainnya, baik biaya produksi maupun biaya umum di tahun 2006.

Namun demikian, tahun 2006 juga menyediakan peluang usaha yang cukup besar sebagai akibat pelaksanaan undang- undang Sistem Jaminan Sosial Nasional sejak tahun 2005 yang akan dimulai dengan pemberian pelayanan kesehatan kepada keluarga miskin di seluruh Indonesia. Diharapkan pelaksanaan Undang-Undang ini dapat meningkatkan permintaan akan obat generik dimana Perusahaan merupakan salah satu pemain utama di segmen pasar ini.

Manajemen melihat tantangan dan hambatan usaha yang mungkin terjadi di tahun 2006 antara lain seperti penurunan pertumbuhan pasar farmasi nasional serta regulasi Pemerintah di sektor farmasi dalam hal pengaturan harga untuk produk- produk generik dan pembatasan margin laba kotor untuk usaha apotek.

Menyikapi situasi dan perubahan lingkungan bisnis yang akan terjadi tahun 2006 ini, Perusahaan secara konsisten tetap akan menjalankan beberapa strategi dan program kerja yang sudah dirintis pada tahun-tahun sebelumnya, yang meliputi :

1. Melakukan kegiatan pemasaran yang lebih fokus dan terarah, baik dengan menggunakan pemasaran secara langsung maupun melalui penggunaan media promosi, dalam rangka meningkatkan demand dari produk perusahaan.

2. Meluncurkan produk baru Perusahaan baik produk Ethical, Consumer Health Products dan Obat Generik, yang dikembangkan oleh Perusahaan sendiri maupun yang bekerjasama dengan pihak luar/principal.

3. Melakukan pembenahan dan pelaksanaan sistem dan praktek distribusi yang lebih efektif di unit distribusi Perusahaan, sehingga diharapkan produk perusahaan dapat didistribusikan secara lebih luas terutama di pasar reguler.

4. Melakukan pengembangan usaha retail yang ada, baik dari segi pelayanan atau jumlah Apotek secara selektif.

Global Reports LLC

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

Business Prospect 2006

In 2006 the pharmaceutical industry is expected to grow by 11.2% or in value about Rp.26.25 trillions. Bank Indonesia forecasts the economic growth is 5.4%, the weighted average of exchange rate of rupiah to USD is expected strengthening gradually, while the inflation rate is 7 – 9%

In 2006, competition within the pharmacy and medical equipments business remains tough and fierce as it was in 2005. The tight competition drives the players in the industry to expand their marketing activities in order to increase their market shares, leading to escalation of selling expense. On the other hand, the fuel price increase in 2005 will lead to the increase of other costs, both the production costs and general expenses in 2006.

However, in 2006, there will be promising business opportunities for the pharmaceutical industry, following the implementation of National Social Security System Regulation in 2005, where there will be healthcare provided for the poor families throughout the country. Therefore, it is expected for growing demand for generic products , where the Company is one of the leading players in this segment.

Management sees challenges and barriers for the Company operations may arise in 2006, like the slowing down of the national pharmaceutical industry growth, the Government Regulations concerning price setting for generic medicines and limitation of gross profit margin for the Pharmacy shop business.

In response to the changing business environment that will take place in 2006, the Company will consistently implement its corporate strategies and programs that have been implemented in past years, they are:

1. More focus marketing activities on direct selling as well as promotion media. These activities aimed at stimulating demand for the Company’s products.

2. Introduce new products; Ethical, Consumer Healthcare, and Generic Products, which developed by the Company alone and or in cooperation with third party/ principal

3. Improving and implementing more effective distribution systems with expectation of increasing the company’s market share especially in the regular market.

4. Strengthening the existing retail/pharmacy shops business activities in the area of services and adding the number of shops selectively.

45
45
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion 5. Melakukan koordinasi terhadap unit-unit yang ada

Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Analysis and Discussion

5. Melakukan koordinasi terhadap unit-unit yang ada di Perusahaan terutama unit Produksi, Marketing, Distribusi dan Retail dalam rangka memperoleh sinergi untuk mengembangkan penjualan perusahaan dan pemenuhan produk-produk perusahaan.

6. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas di unit-unit Perusahaan melalui berbagai kegiatan, antara lain; reformulasi produk, optimalisasi utilisasi kapasitas mesin, perbaikan sistem IT, pemanfaatan asset baik dengan modal sendiri maupun kerjasama dengan pihak ketiga dan berbagai usaha cost reduction program lainnya.

7. Melakukan pengelolaan dana perusahaan seefektif mungkin dengan berbagai fasilitas yang diberikan pihak perbankan kepada Perusahaan.

8. Menyempurnakan berbagai sistem Perusahaan antara lain: Indikator Keberhasilan Kunci, Proses Bisnis, Manajemen Risiko dan sistem lainnya.

9. Melakukan peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan dan berarah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan merespon segala perubahan yang akan datang.

Dengan strategi dan program Perusahaan yang akan dijalankan dengan sebaik-baiknya pada tahun 2006 ini, Perusahaan yakin dapat terus tumbuh dan berkembang.

46 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

5. Improving coordination between operational units; production, marketing, distribution and retail; in order to creating synergy for the company’s selling activities, and expanding its’ market shares.

6. Improving the operational units efficiency and effectiveness, by way of: products reformulation, optimize machine’s capacity utilizations, improving IT systems, increase utilization of assets , self financed or form partnership with third party, other cost reduction programs.

7. Implementing more prudent fund management and effective utilization of banking facilities.

8. Enhancement of various systems like Key Performance Indicators (KPI), Business Process, Risk Management and other systems.

9. Improving HR competency through continuance and focus education and training programs, with expectation of growing performance and response to future changes.

If all strategies and programs well implemented, the Company will continue growing and expanding in 2006.

Berdasarkan pengetahuan dan hasil analisa yang telah dilakukan oleh Komite Audit sepanjang tahun 2005, kami menyatakan hal-hal sebagai berikut:

Pernyataan Komite Audit Audit Committee Statement

berikut: Pernyataan Komite Audit Audit Committee Statement Based on our knowledge and our analysis throughout 2005,

Based on our knowledge and our analysis throughout 2005, we state the followings:

1. Fungsi Pengendalian Internal telah dilaksanakan dengan

1.

The

Internal

Audit

Functions

have

been

exercised

memadai.

adequately.

 

2. Pelaksanaan audit oleh auditor independen telah dilakukan berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia sebagai syarat untuk memberikan opini atas sebuah laporan keuangan.

2.

The audit by Independent Auditor has been performed in accordance with the auditing standard set by Indonesian Accountancy Association, as the basis to form opinion on financial statements.

3. Pelaksanaan Operasi Perusahaan telah dilaksanakan

3.

The

Company’s

operation

has

been

managed

in

sesuai dengan norma-norma yang berlaku secara umum.

accordance with generally accepted norms.

Demikian pernyataan dari Komite Audit, agar dapat menjadi pertimbangan bagi Dewan Komisaris.

That is the Audit Committee Statements and hopefully it can be useful for the Board of Commissioners consideration.

can be useful for the Board of Commissioners consideration. Danrivanto Budhijanto Anggota Komite Audit Member of

Danrivanto Budhijanto Anggota Komite Audit Member of Audit Committee

Jakarta, April 2006 Komite Audit / Audit Committee

Jakarta, April 2006 Komite Audit / Audit Committee Effendi Rangkuti Ketua Komite Audit Head of Audit

Effendi Rangkuti Ketua Komite Audit Head of Audit Committee

Rangkuti Ketua Komite Audit Head of Audit Committee Roberth Gonijaya Anggota Komite Audit Member of Audit

Roberth Gonijaya Anggota Komite Audit Member of Audit Committee

Global Reports LLC

47
47
Informasi Saham & Informasi Penting Lainnya Shares and Other Important Informations Kode Saham Kode transaksi
Informasi Saham & Informasi Penting Lainnya Shares and Other Important Informations Kode Saham Kode transaksi

Informasi Saham & Informasi Penting Lainnya Shares and Other Important Informations

Kode Saham

Kode transaksi saham di PT Kimia Farma Tbk di Bursa : KAEF

Stock Code

Transactions Code for PT. Kimia Farma Tbk shares in the stock exchanges : KAEF

Pemegang Saham Per 31 Desember 2005

Shareholders Composition as 31 December 2005

Uraian / Descriptions Number of shares Percentage (%) Modal Disetor / Paid-up Capital Pemerintah Republik
Uraian / Descriptions
Number of shares
Percentage (%)
Modal Disetor / Paid-up Capital
Pemerintah Republik Indonesia / Indonesian Government:
Seri A Dwiwarna / - A series (Dwiwarna)
Seri B / - B series
Masyarakat. Seri B / Public – B series
Karyawan/Manajemen. Seri B / Employee and Management “B” series
1
0.01
4.999.999.999
90.02
531.485.500
9.57
22.514.500
0.04
Jumlah / Total
5.554.000.000
100.00

Grafik Pergerakan saham KAEF sepanjang tahun 2005

Graph of KAEF Stock Price Movements in 2005

160,000,000 250 140,000,000 200 120,000,000 100,000,000 150 80,000,000 100 60,000,000 40,000,000 50 20,000,000
160,000,000
250
140,000,000
200
120,000,000
100,000,000
150
80,000,000
100
60,000,000
40,000,000
50
20,000,000
0
0
Jan
Feb Mar Apr May Jun
Jul
Aug Sep Oct Nov Dec
Volume
Harga Penutupan / Closing Price
Volume
Harga Penutupan / Closing Price

48 Laporan Tahunan / Annual Report 2005

Global Reports LLC

Informasi Saham & Informasi Penting Lainnya Shares and Other Important Informations

Tabel Pergerakan saham KAEF sepanjang tahun 2005

Table of KAEF Stock Price Movements in 2005

Month High Low Cls Volume Value Freq IHSI Number of Market (Rp) (Rp) (Rp) (Unit)
Month
High
Low
Cls
Volume
Value
Freq
IHSI
Number of
Market
(Rp)
(Rp)
(Rp)
(Unit)
(Rp)
(X)
Listed Share
Capitalization
January
210
200
200
55,383,500
11,324,457,500
639
100,000
5,554,000,000
1,110,800,000,000
February
230
190
215
103,866,000
22,154,202,500
1472
107,500
5,554,000,000
1,194,110,000,000
March
220
200
200
118,370,500
25,300,510,000
1561
100,000
5,554,000,000
1,110,800,000,000
April
220
175
185
60,268,000
12,122,335,000
974
92,500
5,554,000,000
1,027,490,000,000
May
195
175
190
21,865,000
4,085,530,000
655
190,000
5,554,000,000
1,055,260,000,000
June
190
180
185
13,196,500
2,416,302,500
386
185,000
5,554,000,000
1,027,490,000,000
July
190
170
180
15,655,000
2,850,660,000
515
180,000
5,554,000,000
999,720,000,000
August
180
125
140
40,231,000
6,326,395,000
1018
140,000
5,554,000,000
777,560,000,000
September
150
I20
130
44,578,000
5,858,335,000
894
130,000
5,554,000,000
722,020,000,000
October
140
125
135
38,335,000
5,074,365,000
642
135,000
5,554,000,000
749,790,000,000
November
155
120
150
50,366,500
7,369,210,000
872
150,000
5,554,000,000
833,100,000,000
December
160
140
145
33,537,500
5,032,070,000
795
145,000
5,554,000,000
805,330,000,000
Total
230
120
145

Sumber: PT Bursa Efek Jakarta Sources: PT Jakarta Stock Exchange

Global Reports LLC