Anda di halaman 1dari 14

ALAT UKUR FREKUENSI DIGITAL DENGAN SISTEM PEMEGANG

Moch. Hari Purwidiantoro 1

Abstraksi

Umumnya didalam pengukuran dibutuhkan suatu instrumen sebagai suatu cara fisis untuk menentukan suatu besaran (kuantitas) atau variabel. Instrumen tersebut membantu meningkatkan ketrampilan manusia dan banyak hal memungkinkan seseorang untuk menentukan nilai dari suatu besaran yang tidak diketahui. Tanpa bantuan instrumen tersebut, manusia tidak dapat menentukannya. Dengan demikian, sebuah instrumen dapat didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk menentukan nilai atau kebesaran dari suatu kuantitas atau variabel. Bagi yang senang berkecimpung dalam dunia elektronika, terutama dalam bidang yang berhubungan dengan frekuensi, tentu akan mengalami kesulitan bila hendak mengetahui secara pasti berapa frekuensi dari alat yang digunakan, atau yang dibuat. Misalnya dalam sebuah pemancar, mungkin saja frekuensinya ditentukan dari perhitungan (misalnya dari frekuensi resonansi untai LC) atau bagian yang lain. Tetapi tidak jarang terjadi, setelah dipasang ternyata frekuensinya tidak sesuai dengan hasil perhitungan sebelumnya.Untai itu perlu diukur lagi dengan menggunakan osiloskop atau pencacah elektronik. Karena osiloscop untuk frekuensi tinggi cukup mahal dan sulit untuk mengukur sinyal dengan frekuensi sangat rendah, maka untuk itu perlu menggunakan universal counter, dalam hal ini pencacah elektronik atau pencacah frekuensi.

Kata kunci : Untai/rangkaian, instrument, frekuensi

1 Staff Pengajar AMIK AMIKOM CIPTA DARMA Surakarta

1.

Pendahuluan

Dengan berkembangnya tehnik elektronika maka kebutuhan akan Pencacah Frekuensi semakin terasa. Terutama dalam bidang yang berhubungan dengan frekuensi, tentu akan mengalami kesulitan bila hendak mengetahui secara pasti berapa frekuensi dari alat yang digunakan atau yang dibuat. Untuk itu perlu adanya unit ukur Pencacah Frekuensi, dimana fungsi alat tersebut adalah suatu alat ukur yang dibuat untuk mencacah (mengukur) frekuensi dari berbagai isyarat listrik. Mungkin pernah dibuat untai osilator dan mendapatkan kesulitan untuk menentukan tinggi frekuensinya. Mungkin juga dihabiskan banyak waktu untuk mencoba-coba memperoleh frekuensi yang dikehendaki. Pencacah frekuensi ini akan membantu dalam menghadapi persoalan diatas. Alat ukur ini dapat menunjukkan berapa frekuensi yang sebenarnya. Dengan kemajuan teknologi kini sudah dapat dibuat pencacah frekuensi dalam satu chip IC yang kecil, tetapi kali ini yang digunakan adalah IC jenis TTL yang mudah didapat, murah dan akurat.

2.

Pembahasan

Blok diagram alat ukur frekuensi Blok diagram dari alat ukur frekuensi ini terlihat pada gambar 1. Alat ukur ini mempunyai dua masukan, yaitu masukan 1 untuk mengukur frekuensi yang rendah dan masukan 2 untuk mengukur frekuensi tinggi.

------------ -- -

------- -- ------ -- -- -----------

---------------

PENAMPIL 7 SEGMEN

- - - - - - - - - --------------- PENAMPIL 7 SEGMEN PENCACAH DIGIT GERBANG
- - - - - - - - - --------------- PENAMPIL 7 SEGMEN PENCACAH DIGIT GERBANG
- - - - - - - - - --------------- PENAMPIL 7 SEGMEN PENCACAH DIGIT GERBANG
- - - - - - - - - --------------- PENAMPIL 7 SEGMEN PENCACAH DIGIT GERBANG
- - - - - - - - - --------------- PENAMPIL 7 SEGMEN PENCACAH DIGIT GERBANG
- - - - - - - - - --------------- PENAMPIL 7 SEGMEN PENCACAH DIGIT GERBANG
- - - - - - - - - --------------- PENAMPIL 7 SEGMEN PENCACAH DIGIT GERBANG
- - - - - - - - - --------------- PENAMPIL 7 SEGMEN PENCACAH DIGIT GERBANG
- - - - - - - - - --------------- PENAMPIL 7 SEGMEN PENCACAH DIGIT GERBANG

PENCACAH DIGIT

GERBANG PENGENDALI

PENAMPIL 7 SEGMEN PENCACAH DIGIT GERBANG PENGENDALI --------------------------------- -------------------
PENAMPIL 7 SEGMEN PENCACAH DIGIT GERBANG PENGENDALI --------------------------------- -------------------

---------------------------------

------------------- PEMBAGI PEMBENTUK GELOMBANG
-------------------
PEMBAGI
PEMBENTUK
GELOMBANG

PEM BANGKIT

CLOCK KRISTAL

PENGUAT DEPAN 1 PENGUATDEPAN2
PENGUAT DEPAN 1
PENGUATDEPAN2

PEMROSES ISYARAT MASUKAN

TIME BASE

---------------------------------

-------------------

Gambar 1: Blok diagram alat ukur frekuensi

Isyarat masukan yang hendak diukur frekuensinya terlebih dahulu dikuatkan oleh penguat, sehingga isyarat-isyarat tegangan bolak-balik yang sangat kecil masih memungkinkan untuk diukur frekuensinya oleh alat ini. Setelah melewati penguat depan kemudian diteruskan ke bagian pembentuk gelombang. Pada bagian ini isyarat masukan (tegangan bolak-balik) yang bukan berbentuk denyut akan diubah oleh untai sehingga setelah keluar dari bagian ini, isyarat tadi akan diubah menjadi sederetan denyut dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi masukan. Isyarat-isyarat yang sudah berbentuk denyut-denyut, kemudian diteruskan ke bagian gerbang pengendali. Bagian gerbang pengendali selain mendapat denyut dari pembentuk gelombang juga mendapat masukandari untai dasar waktu (time base). Kerjanya mudah saja, misalnya untai dasar waktu mempunyai frekuensi 1 Hz. Isyarat tegangan bolak-balik yang akan diukur mempunyai frekuensi 100 Hz. Maka setiap satu denyut dari untai dasar waktu, akan meluluskan sebanyak 100 denyut yang berasal dari isyarat masukan. Denyut-denyut ini selanjutnya diteruskan ke untai pencacah. Setelah dicacah kemudian ditampilkan oleh 7 segmen,

maka pada penampilpun akan menampilkan angka 000100. Ini berarti tegangan bolak-balik yang sedang diukur mempunyai frekuensi 100 Hz.

Untai alat ukur frekuensi Untai dari alat ini dapat dibagi beberapa bagian, dimana tiap bagian mempunyai fungsi yang berkaitan dengan bagian yang lain. Pada gambar berikut terlihat untai-untai tiap-tiap bagian.

Untai pencacah digit dan penampil Untuk dapat mencacah denyut-denyut yang berasal dari gerbang pengendali diperlukan sebuah untai pencacah digit. Dan untuk mengetahui hasil cacahannya, maka perlu ditampilkan dalam bentuk-bentuk angka-angka desimal oleh penampil 7 segmen. Skema pencacah Digit dan Penampil selengkapnya diperlihatkan pada gambar 2. Sedangkan gambar 3 diperlihatkan diagram bloknya.

 

5 VOLT

 
 
+
+
 
 
 
 
 
 
     
               
 
               
 
               
 
               
 
               
 
               
     
   
     
     
 
     
     
     
                             
   
                             
   
                             
   
                             
     
                             
     
                             
     
                             
RESET
RESET
                                                                           
     

f

g

a

b c d

IC26

e

f

g

a

b c d

IC27

e

f

g a

b c d e

IC28

f

g

a

b c d

IC29

e

f

g

a

b c d

IC30

e

f

g

a

b c d

e

22K

22K 7447 7447 7447 7447 7447 IC31 7447

7447

7447

7447

7447

7447

IC31

7447

 

4

8

IC32

2

2

D

6

 

C

2

B

1

A

7

D

6

 

C

2

 

B D

A

1 6

7

 

C

2

 

B

1

A

7

D

6

C

2

B A

1 7

D

6

 

C

2

 

B D

A

1 6

7

   

C

2

B

1

A

7

 

3 1

555

6

 

15

D

9

C

10

B

A

16

15

D

9

C

10

B

16

A

 

15

D

9

C

10

B

16

A

 

15

D

9

C

10

B

16

A

15

D

9

C

10

B

16

A

 

15

D

9

C

10

B

16

A

 

22K

  22K   560pf   13 IC20 13 IC21   13 IC22   13 IC23 13
 

560pf

560pf
 

13

IC20

  22K   560pf   13 IC20 13 IC21   13 IC22   13 IC23 13

13

IC21

  22K   560pf   13 IC20 13 IC21   13 IC22   13 IC23 13
 

13

IC22

  22K   560pf   13 IC20 13 IC21   13 IC22   13 IC23 13
 

13

IC23

  22K   560pf   13 IC20 13 IC21   13 IC22   13 IC23 13

13

IC24

  22K   560pf   13 IC20 13 IC21   13 IC22   13 IC23 13

13

IC25

     

4

7475

4

7475

 

4

7475

 

4

7475

4

7475

4

7475

           

7 6

 
3
3
   

7 6

2

   

7 6

 

2

       

7 6

2

 

7 6

2

3
3
   

7 6

2

1N4001   3 11       8 9   2 12 11    

1N4001

 
3 11
3
11
     

8 9

 
2 12
2
12

11

   

8 9

12
12
3 11
3
11
 

8 9

 
12
12
3 11
3
11
     

8 9

12
12
3 11
3
11
 

8 9

12
12

11

   

8 9

12
12
 

IC14

1

IC15

1

 

IC16

1

IC17

1

 

IC18

1

IC19

1

 

7490

14

7490

14

7490

14

7490

14

7490

14

 

7490

14

 

STROBE

STR OBE
 
  STR OBE   6   7 2                

6

 

7

2

                                         
                                           
 
  6 7 2   6 7 2   6 7 2   6 7 2
6 7 2
6
7
2
 
6 7 2
6
7
2
 
6 7 2
6
7
2
 
6 7 2
6
7
2
 
6 7 2
6
7
2
 

INPUT6 7 2   6 7 2   6 7 2   RESET GND Gambar 2.

RESET2   6 7 2   6 7 2   INPUT GND Gambar 2. Skema lengkap

GND  6 7 2   6 7 2   INPUT RESET Gambar 2. Skema lengkap pencacah

Gambar 2. Skema lengkap pencacah digit dan penampil 7- segmen

PENAMPIL PEMECAH SANDI INDIKATOR LIMPAHAN (DECODER) (OVERFLOW) PENYIMPAN DATA SEMENTARA PENCACAH
PENAMPIL
PEMECAH SANDI
INDIKATOR
LIMPAHAN
(DECODER)
(OVERFLOW)
PENYIMPAN DATA
SEMENTARA
PENCACAH

Gambar 3. Diagram blok bagian pencacah digit dan penampil 7-segmen

Bagian pencacah Pada bagian ini terdiri dari IC 14 sampai dengan IC 19 , 7490 (gambar 2) yang mempunyai tugas mencacah denyut-denyut masukan yang akan diukur frekuensinya, yang berasal dari gerbang pengendali. IC 19 adalah untuk memcacah angka satuan, IC 18 angka puluhan, IC 17 angka ratusan, IC 16 angka ribuan, IC 15 angka puluhan ribu dan IC 14 angka ratusan ribu. Hasil cacahan sebelum ditampilkan disimpan dulu pada bagian penyimpanan data sementara. Prinsip kerja dari bagian pencacah ini adalah : Isi dari pencacah ini akan dinyatakan dalam binary yang dapat dilihat pada pin 12, 11, 8 dan 9. Harga maksimum dari isi pencacah ini adalah 9. Maka pada denyut kesepuluh isi pencacah ini akan kembali menjadi 0. Jadi penunjukan maksimum pada keluaran dari pencacah ini adalah 1001 (dalam binary). Itulah sebabnya maka pencacah ini disebut Pencacah Dekade. Pada denyut masukan yang kesepuluh maka seluruh keluaran dari pencacah (counter) ini akan turun lagi ke logika 0, termasuk bit yang ke-4, yang digunakan untuk meng-clock pencacah dekade yang

berikutnya. Demikian seterusnya sehingga keluaran dari IC 15 akan meng-clock IC 14 . Keluaran dari IC 14 ini kemudian digunakan untuk meng-clock IC 32 yang akan menyalakan indikator limpahan.

Bagian penyimpan data sementara Penyimpan data sementara yang digunakan adalah IC flip-flop data berempat tipe 7475. Bagian ini dilengkapi masukan Latch (lihat gambar 2) yang akan diaktifkan oleh denyut yang berasal dari gerbang pengendali. Bagian penyimpan data sementara sesuai namanya berfungsi untuk menyimpan data yang berasal dari pencacah sebelum data ini ditampilkan oleh penampil.

Bagian pemecah sandi Terdiri dari IC 26

31 (gambar 2), yaitu IC pemecah sandi

tipe 7447. Hasil cacahan yang berasal dari pencacah yang telah diteruskan oleh bagian penyimpanan data sementara adalah masih berupa isyarat-isyarat yang disandikan dalam biner. Supaya hasil cacahan ini dapat dimengerti oleh operator (yang biasa bekerja dengan bilangan desimal), maka sebelum ditampilkan terlebih dahulu isyarat- isyarat dalam biner itu diubah oleh bagian pencacah sandi, baru kemudian diteruskan ke penampil tujuh segmen.

IC

Bagian penampil tujuh segmen Bagian ini terdiri dari enam buah penampil 7-segmen tunggal

anoda, yaitu LD 1

LD 6 . Bagian penampil tujuh segmen bertugas

untuk menampilkakn hasil cacahan dalam bentuk angka-angka desimal.

Bagian indikator limpahan (over flow) Terdiri dari IC pewaktu 555 (IC 32 ) dan beberapa komponen yang ada disekitarnya. Bagian ini bertugas untuk memberikan indikator limpahan (over flow), apabila frekuensi yang diukur melebihi 999999. Pada frekuensi ini pin dari IC 14 akan mengeluarkan denyut-denyut. Selanjutnya denyut -denyut ini diteruskan ke pin 2 dari IC 32 (555) dengan melalui C 10 (lihat gambar 2), sehingga IC 555

diaktifkan dan akibatnya LED D 10 menyala. Untuk mematikan LED D 10 , jalan masuk RESET (pin 4 IC 555) harus diaktifkan.

Untai dasar waktu dan gerbang pengendali Untuk mengendalikan untai pencacah digit diperlukan denyut- denyut yang berasal dari untai gerbang pengendali. Pada bagian ini akan dijelaskan untai gerbang pengendali, sekaligus dengan untai dasar waktunya. Skema blok untai dasar waktu dan untai gerbang pengendali diperlihatkan pada gambar 4 dan untai lengkapnya pada gambar 5.

100Hz OSILATOR 10Hz SCHMITT KRISTAL 10 10 10 10 10 10 2 TRIGGER 1 Mhz
100Hz
OSILATOR
10Hz
SCHMITT
KRISTAL
10
10
10
10
10
10
2
TRIGGER
1 Mhz
1Hz
STROBE
MULTIVIBRATOR
PENUNDA
MONOSTABIL
WAKTU
RESET
RESET
PENGGERBANG

Gambar 4 : Diagram blok untai dasar waktu dan gerbang pengendali

Secara singkat kerjanya untai dapat dijelaskan sebagai berikut. Sebagai frekuensi dasar waktu diambil dari pembangkit frekuensi yang terdiri dari osilator kristal dengan dua gerbang NOT, yang menghasilkan frekuensi 1MHz, frekuensi tersebut dibagi beberapa IC pembagi 10 sehingga diperoleh frekuensi sebesar 100 Hz. Dan apabila dasar waktu diambil dari denyut-denyut yang berasal dari penyearah jembatan, yang mempunyai frekuensi 100 Hz, tetapi bentuknya bukan kotak melainkan setengah sinus. Sehingga denyut-denyut ini perlu diubah menjadi denyut-denyut berbentuk blok, dalam untai sudah ada fasilitas itu, yaitu untai pemicu schimtt N6. D2 dalam untai ini diperlukakn untuk membatasi puncak denyut agar tidak melebihi 4,7 Volt (gambar 5).

X-TAL 10- 60PF 1MHz IC5 IC6 IC7 IC8 13 12 1 2 3 4 14
X-TAL
10- 60PF
1MHz
IC5
IC6
IC7
IC8
13
12
1
2
3
4
14
12
14
12
14
12
14
12
1K
1K
8
13 15
8
13 15
8
13 15
8
13 15
D2
13
12
10
5
11
14
5
11
14
7
10
14
9
IC12
IC11
IC12a
IC12b
7490
7490
7473
7473
2
3
6
7
10
2
3
6
7
10
KHz
MHz
Hz
+
C
B
5V
----------------
STROBE
5 4
2
1
10
9
4
5
2
1
13
12
RESET
N8
N9
N7
N11
N10
180
RESET
6 8
6
3
11
220
OUT
----
----
----

Gambar 5 :Untai lengkap dasar waktu dan gerbang pengendali

Keluaran pemicu schmitt N6 (kaki 8 IC 9 ) diteruskan ke IC 10 dan IC 11 , yang masing-masing merupakan pembagi 10. Sehingga keluaran dari kaki 12 IC 10 diperoleh denyut dengan frekuensi 10 Hz dan kaki 12 IC 11 diperoleh frekuensi 1 Hz.

Pemilihan untuk pembacaan Hz, KHz dan MHz dipilih oleh saklar S 1a . Frekuensi dasar waktu untuk pembacaan Hz adalah 1 Hz, untuk KHz adalah 10Hz dan untuk MHz adalah 100Hz (dalam hal ini ditandai dengan titik desimal pada digit ke 2 untuk KHz dan pada digit ke 4 untuk MHz dari penampil). Selanjutnya frekuensi dasar yang telah dipilih oleh S1a (yang berupa denyut-denyut berlogika 1 dan 0) diteruskan ke untai pembagi 2, yaitu IC 12a, sehingga diperoleh denyut dengan waktu setengah periode 1 detik, 10 detik atau 100 detik (denyut dengan logika 1 detik, 10 detik atau 100 detik, tergantung posisi S1a). Kemudian denyut-denyut ini ditentukan ke untai penggerbang (gerbang N7). Denyut-denyut ini akan mengaktifkan untai penggerbang selama denyut ini berlogika 1 (gambar 6)

1 Denyut m amp u cacah (dari tim e base) 0 Isyarat ma sukan Denyut
1
Denyut m amp u cacah
(dari tim e base)
0
Isyarat
ma sukan
Denyut yang diteruskan
ke untai p encaca h

Waktu penggerbangan

Gambar 6 : Diagram Waktu dari Untai Gerbang Pengendali.

Selama untai penggerbang aktif, isyarat masukan yang akan diukur frekuensinya (dari pemroses isyarat masukan) akan diluluskan oleh untai penggerbang dan diteruskan ke untai pencacah digit untuk dihitung frekuensinya. Setelah denyut dari untai dasar waktu (kaki 9 IC12a) berlogika 0, maka untai penggerbang N7 menjadi tak aktif.

Bersamaan dengan itu untai multivibrator monostabil IC12b (berupa flip-flop JK) diaktifkan. Karena keluarannya diambil Q (kaki 13 IC12b), maka dari multivibrator ini dihasilkan denyut pendek berlogika 0 (gambar 7)

DASAR WAKTU (PIN 5 IC12) MAMPU CACAH (PIN 9 IC12) Q (PIN 13 IC12) STROBE
DASAR WAKTU
(PIN 5 IC12)
MAMPU CACAH
(PIN 9 IC12)
Q
(PIN 13 IC12)
STROBE
(PIN 3 IC13)
RESET
(PIN 8 IC13)
RESET
(PIN 6 IC13)
RESET
STROBE
CACAH
CACAH

SATU PENGUKURAN LENGKAP

Gambar 7. Diagram Waktu Satu Pengukuran Lengkap

Selanjutnya denyut ini dijungkirkan (menjadi logika 1) oleh N8 dan dipakai untuk mengaktifkan jalan masuk STROBE dari pencacah digit, sehingga denyut-denyut dari isyarat akan diukur frekuensinya yang telah dicacah oleh untai pencacah dan dapat ditampilkan oleh penampil tujuh segmen. Denyut-denyut dari untai multivibrator monostabil juga diteruskan ke jaln masuk RESET dan RESET (setelah melalui

penjungkir), untuk mereset pencacah digit. Untai penunda waktu diperlukan agar sebelum di-reset, hasil cacahan sudah ditampilkan pada penampil tujuh segmen. Diode D3 diperlukan untuk menghubungsingkatkan denyut-denyut negative, dan D4 (LED) sebagai indikator yang menunjukkan bahwa untai alat ukur frekuensi ini sedang aktif.

Untai penguat depan (Pre-Amplifier) Untuk menguatkan isyarat-isyarat masukan dalam pengukuran frekuensi diperlukan penguat depan (Pre-Amplifier). Untai ini dapat dilihat pada gambar 8 dan gambar 9.

+ 5V C1:1mF/16V 2 7 13 5 13 IC1 6 11 12 N1 8 4
+ 5V
C1:1mF/16V
2
7
13
5
13
IC1
6
11 12
N1
8 4
N2
8
Ca3130
10
2
3 12
9
1
4
IC2:7400
N1:N2:IC3 7413
100K
100K
1K

Gambar 8. Untai penguat-depan 1

IN

R10 10 + 5V R6 R9 OUT C4:100pF R5 R7 R8 R4 C3:0,68mF 2K2 Tr1
R10
10
+ 5V
R6
R9
OUT
C4:100pF
R5
R7
R8
R4
C3:0,68mF
2K2
Tr1
Tr2
C5 : 33 mF
BC108C
BC108C
1N4148
C2:100pF
27K
2K7
470
27K
470

Gambar 9. Untai penguat-depan 2

Pada gambar 8, merupakan penguat-depan yang terdiri dari sebuah operasional Amplifier (op-amp) IC CA3130 dan beberapa komponen luar. Penguat depan ini berfungsi untuk menguatkan isyarat-isyarat masukan berfrekuensi rendah. Kemudian masukan kaki 6 IC1 (CA3130) dimasukkan ke untai Schmitt trigger yang terdiri dari IC2 (7400) dan IC3(7413). Untuk gambar 9, adalah untai penguat depan untuk frekuensi yang lebih tinggi, yang terdiri dari 2 buah penguat yang bekerja pada klas A yang dihubungkan secara kaskade, untuk pengamanan input maka diantara base dari Tr1 dan ground (tanah) dipasangkan sebuah diode yang terpasang terbalik sehingga apabila tegangan di base dari transistor terlalu rendah maka diode ini akan konduktif dan akan membatasi besarnya tegangan reverse dari base ini sebesar – 0,6 Volt. Untuk dapat menerima tegangan masukan yang lebih besar maka masukan harus dipasangkan sebuah attenuator (penghambat) yang juga terdiri dari tahanan dan kapasitor yang diparalel. Tegangan DC dari masukan dan base dari Tr1 diblok oleh suatu kapasitor yang besarnya 0,68 µF dengan tegangan kerja sebesar 250 Volt. Untuk menjamin agar tidak ada denyut-denyut dari untai lain yang mengganggu untai penguat depan maka untai catu daya (supply) untuk penguat depan ini diambil 5 Volt dengan menggunakan lowpass filter yang terdiri dari RC filter. Selanjunya keluaran dari penguat ini diberikan ke salah satu masukan N7 yang merupakan Schmitt trigger

3.

Penutup

Berdasarkan hasil percobaan peralatan, maka dapat diambil kesimpulan:

1. Dengan adanya alat ukur frekuensi digital yang direalisasikan dengan menggunakan IC jenis TTL dan CMOS, maka alat ukur ini sangat berguna terutama dalam bidang yang berhubungan dengan frekuensi. Sehingga dengan mudah dapat mengetahui hasil peralatan yang akan diukur frekuensinya.

2. Dalam untai pencacah digital dan penampil yang merupakan bagian dari alat ukur frekuensi ini menggunakan system pemegang IC7475, pada dasarnya IC7475 memegang sementara hasil cacahan IC 7490. Tujuannya adalah untuk menghindari pembacaan yang berkedip-kedip pada saat IC 7490 sedang mencacah.

3. Rancangan yang dibuat menggunakan referensi dasar waktu diambil dari jala-jala listrik sebesar 100Hz, hal ini sudah memadai untuk berbagai penggunaan, namun agar hasil pencacahan dapat lebih teliti, alat ini menggunakan referensi 1MHz dari sebuah kristal, sehingga hasil pengukuran lebih akurat.

4. Alat ukur ini, mempunyai kepekaan yang cukup tinggi, dalam hal ini dapat dibuktikan dengan masukan tegangan 0,12 Volt, alt ukur sudah mampu bekerja.

5. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari percobaan yang dilakukan, alat ukur ini mampu mengukur hingga 35 MHz, sehingga dapat dikatakan bahwa alat ukur ini cukup baik.

1. Untuk memilih jangkauan pengukuran frekuensi disediakan beberapa saklar, sehingga dapat dipilih mana yang diinginkan Hz, KHz atau MHz, dimana jangkauan tersebut ditandai dengan titik decimal pada penampil.

2. Bilamana yang digunakan untuk masukan pada bagian LOW, maka pada frekuensi tertentu (batas kemampuan) penampil akan padam (000000), dalam hal ini perlu dialihkan ke posisi HIGH untuk bisa mengukur frekuensi yang lebih tinggi.

3. Alat ukur frekuensi digital dengan system pemegang ini dapat dike,bangkan menjadi beberapa kegunaan, misalnya dimodifikasi menjadi Volt meter digital, yaitu dengan menambahkan alat Voltage to Frequency Converter dan lain-lain.

4. Apabila diperlukan kemampuan jangkauan pengukuran alat ukur ini dapat diperbesar dengan menambahkan prescaler yang akan membagi frekuensi dari sinyal masukan dengan 10 sehingga mampu untuk mengukur frekuensi sampai 350MHz.

4.

Daftar Pustaka

Cooper.W.D., Electronic Instrumentation And Measurement Techniques, Edisi Kedua, Cliffs, N.J. : Prentice-Hall, Inc.

1978

David Bucchlah, Wayne McLahan, Applied Electronic Instrumentation And Measurment, MacMilian Publishing Company, 1992.

, Informasi Praktis Elektronika, Penerbit PT. Multi Media Gramedia Group, Jakarta, 1988

Malvino,

Albert

Paul,

Prinsip-prinsip

Erlangga, Jakarta, 1994.

Elektronika,

Edisi

Kedua,

Tokheim. R., Elektronika Digital, Edisi Kedua, Erlangga, Jakarta,

1995.

Sofyan H. Nasution, Analisa dan Desain Rangkaian Terpadu Digital, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1987.

Wasito S, Kumpulan Data Penting Komponen Elektronika, Penerbit Karya Utama, Jakarta, 1985.