Anda di halaman 1dari 9

1

FIQHUD DAWAH
Tujuan Penyajian Materi ini:
1. Memberikan pemahaman dan wawasan tentang konsep dawah Islam
2. Menumbuhkan kesadaran dan semangat untuk berdawah
3. Memberikan taujih (arahan) agar dapat mengaplikasikan dawah bil hikmah
4. Memberikan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya akhlak dan sifat-sifat
mulia dalam berdawah

1. Pengertian Fiqhud Dawah

Al Fiqh artinya pemahaman

Ad Dawah:
Secara etimologis/bahasa: seruan/panggilan, permintaan dan permohonan
Secara istilah/terminologis: memanggil manusia kepada Allah dengan hikmah
dan mauidzah hasanah (pengajaran yg baik) sehingga mereka beriman
kepada Allah dan mengingkari thagut, serta mengeluarkan manusia dari
kegelapan jahiliyah kepada cahaya Islam

2. Pentingnya Judul Ini

Taujih (pengarahan) atas kebangkitan Islam/agar tidak salah arah

Tidak mengetahui fiqhud dawah, dapat mengantarkan kepada (sikap):


Sembrono atau tidak memberlakukan seseorang tidak pada tempatnya
Keras (sering memperhatikan kesalahan orang lain dari pada diri sendiri)
Perpecahan (tidak dewasa menyikapi perbedaan)
Membuat manusia (madu) lari

2. Keutamaan dawah dan menjadi daI ilallah ?

Memiliki kedudukan yang agung/mulia. Karna orang-orang yang berdakwah


adalah orang pilihan Allah sebagaimana rasulullah merupakan dai yang dipilih
langsung oleh Allah. Jika dia diibaratkan sebagai singgasana, maka ia adalah
singgasana yang merupakan warisan para nabi dan rasul. Yang berhak
menempati singgasana tersebut hanyalah para dai yang meneruskan
perjuangan dakwah para nabi dan rasul. Untuk sampai ke maqam yang mulia
maka dibutuhkan pengorbanan.

Kebutuhan manusia pada dawah. Kebutuhan yang mendasar yang harus kita
raih yaitu dakwah karena dakwah kan membawa kita kepada keselamatan
dunia dan akhirat. Dakwah akan memberikan pencerahan kepada manusia
yang bersifat kekal. Lewat dakwah seseorang akan mendapatkan hal-hal berikut;
-

Ketenangan hati
Kemuliaan hidup

Pekerjaan utama para nabi dan rasul


Pekerjaan dunia rasulullah adalah pemimpin negeri dan pedagang, pekerjaan
utamanya adalah berdakwah dan dakwa adalah seutama-utama pekerjaan.

Sebab abadinya mengerjakan perintah Allah dan kebaikan


Dakwah yang menghidupkan semuaanya, jika dakwah berhenti maka kekacauan
dan fitnah yang besar akan terjadi

Jalan menuju kemuliaan islam dan kaum muslimin


Islam itu tinggi, maka dengan dakwah akan mulia islam ini. Islam tidak akan
mulia dengan pendidikan, ekonomi, dan yang berkaitan dengan dunia.

Manusia yang paling baik perkataan dan perbuatannya


Orang yang paling baik adalah orang yang berdakwah dan sebelum berdakwah
ia amalkan, dia paling baik perkataannya karena ia mengeluarkan kata-kata dari
Al-quran dan assunnah dan perkataan yang berfaedah.

Pahala yang paling agung

Merupakan sebab keberuntungan

Merupakan sebab untuk untuk memperbanyak dzikrullah dan salawat pada nabi
SAW

Mendapatkan nadh-dha rah ( wajah yang bercahaya). Makna nadh-dharah adalah


Allah memberikan kepadanya kesenangan, kenikmatan din kepada seorang dai

Jalan keselamatan dari siksa Allah di dunia dan di akhirat

Sebab mendapatkan amalan sholeh dan ilmu yang bermanfaat

Sebab bertambahnya ilmu syari (memotivasi kita untuk berdakwah)

1. Karena yang disampaikan adalah ilmu


2. Apa yang disampaikan jika tidak mengandung sebuah ilmu, maka ini akan
menuntut kita untuk mempelajari ilmu Islam
Membantu seorang muslim untuk memanfaatkan waktunya, antara lain :
1. Mentaati Rabb nya
2. Menyibukkan diri dari penyia-nyiaan waktu
3. Rindunya seorang muslim dalam makan dan minum

Merupakan sebab yang Agung untuk tsabat, istiqamah / konsisten dalam


Dienullah
Motivasi kita untuk berdakwah karena yang disampaikan adalah ilmu
sehingga menuntut kita untuk mempelajari ilmu tersebut.

Membantu seorang Muslim utk memanfaatkan waktunya:


Dengan thaat pada Rabbnya
Menyibukkan dari penyia-nyiaan waktu
Melindungi dari terjerumus ke dalam mashiyat

Merupakan Sebab yang agung untuk tsabat, istiqamah atau konsisten dalam
dinullah

3. Hukum Berdawah

Wajib bagi setiap Muslim sesuai dengan kondisinya

Waib bagi setiap muslim sesuai dengan kondisinya. Wajib jika tidak ada seorang
pun yang bisa berdakwah dan punya ilmu.
Fardhu kifayah
menjagokan diri
sendiri
Ilayya: popularitas, kultus
individu

4. Tujuan (utama) Dawah


organisasi, partai, yayasan

kepada Allah X

Ilayna:

Ilayhim: thagut

Bagaimana menaati Allah


Cinta kepada Allah

5. Tujuan (antara) berdawah

Merealisasikan tujuan penciptaan manusia


ibadah kepada Allah

satu-satunya Ia-tidak ada syarikat bagiNya (QS. 51:56, 16:36)

Tegaknya/sampainya alasan Allah terhadap hambaNya (QS. 4:165)


Menunaikan amanah dan alasan/pelepas tanggungjawab kepada Allah (QS.
7:164)

Mewujudkan Mumin yang Shalih

Mewujudkan Ummat yang Shalihah

Menyelamatkan manusia dari sebab-sebab kehancuran dan kebinasaan


Jika dakwah tidak ditegakkan kemaksiatan akan merajalela, jika sudah
merajalela maka tunggulah kehancuran. (Qs. 28 : 39)

Menampakkan keindahan/pesona Islam.


: menampilkan keindahan baca Al Quran, banyak orang
menjadi muallaf karena senang dengan azan atau takjub dengan bacaan
Al Quran seseorang.

Memenangkan Islam atas segala din ( 9; 32), ( 48 ; 28) tahapan


merealisasikannya:

6. Rukun-rukun dawah
1. Dai:
Dunia
Kemenangan

Iman yang dalam dan mengharap pahala

percaya pd Allah
Akhirat

Syurga

Ilmu. Ilmu yang diambil dari sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan ulama yang
dipercaya. Selain itu, untuk mendapatkan ilmu dengan banyak membaca,
mencari dan bertanya.

Mengamalkan apa yang ia dawahkan

Hubungan yang erat dengan Allah

Bersabar atas:
-

Dawah
kemampuan

berkesinambungan dlm dawahnya sesuai dgn

Hal-hal yang merintangi dawah


Penderitaan

Merupakan
sunnatulla
h dlm
dawah

Berakhlak dengan akhlak yang mulia. Ketepatan dalam perkataan dan


perbuatan

Menghilangkan penghalang-penghalang antara dia dengan manusia.

Melapangkan hati terhadap orang yg tdk sepaham. Berusaha untuk mearik


simpati orang

Loba ( agar diberi hidayah) terhadap orang yg ia ajak. Rasulullah SAW berdo,a
agar semua ummatnya tetap beriman. Beliau berkata ummati2.

5
2. Obyek dawah (Madu):

Universalitas misi/ajaran
-

Ummat dawah ( Umum, orang yang menyimpan punya ideologi sendiri)

Ummat penerima dawah.


Yang didakwahkan adalah islam sesuai dengan Al Quran dan As
Sunnah.Apa yang didakwahkan yaitu islam sesuai dengan Al Quran dan
As Sunnah sesuai dengan pemahaman para salaf yang syamil berdasarkan
manhaj dakwah

3. Apa yang ia dawahkan (al-Madu):


Yaitu ISLAM : sesuai Al Quran dan As Sunnah menurut pemahaman salaf ----manhaj yang syamil bagi kehidupan manusia
4. Uslub (Metode Dawah) menggunakan cara yang palig baik sehingga orang
bisa beriman atau menerima dakwah kita.

Menggunakan al hikmah. Murabbi harus atau kondisi made,u

Tarbiyah dan talim

Motivasi dan ancaman

Sembunyi-sembunyi dan terang-terangan

Mengunakan sebagian dalil-dali akal dlm menetapkan kebenaran hukum


(Islam). Karna islam itu tidak bertentangan dengan akal karna akal sejalan
dengan islam. Misalnya ada orang jahil pemuda yang mengganggu
perempuan lalu dia ditanya oleh Rasulullah apakah kamu juga rela jika
saudara perempuanmu atau ibimu diganggu? Inilah kelebihan rasulullah
karna bisa membaca pikiran sseorang

5. Wasail ( Sarana/media) Dawah

Khutbah

Pelajaran

Pengajian-pengajian umum

Diskusi dan debat

Seminar dan pelatihan

Fatwa syariyyah

Prilaku yang baik

Media informasi modern

Perkemahan dan camping

Aturan aturan dan organisasi

Berusaha membantu kebutuhan2 manusia (usaha-usaha sosial)

Kisah-kisah

Pengobatan terhadap orang sakit, misalnya: ruqyah, bekam, dll

Memberikan hadiah

Bantuan sosial

6. Karakteristik Dawah Islamiyahh

Rabbaniyah (bersumber dari wahyu Allah Taala)


-

Rabbaniyah dalam ajaran

Rabbaniyah dlm pelaku-pelaku dawah

Salafiyyah (merujuk pada pemahaman salaf-menjaga orisinalitas dalam


pemahaman dan aqidah)

Wasatiyyah (pertengahan) tidak memudahkan dan tidak memberatkan.

Waqiiyyah (realistis)

Akhlakiyah (menggunakan akhlak mulia)

Syumuliyyah (menyeluruh dan lengkap)

Alamiyyah ( mendunia)

Syuriyah ( menjunjung tinggi musyawarah)

Jihadiyyah ( kesungguhan dan militansi)

7. Sifat dan Akhlak Dai

Ikhlas: (definisi Ibnul Qayyim rahimahullah)


Meniatkan kethaatan sebagai taqarrub kepada Allah
Membersihkan amal dari segala noda/cacat

Amanah:

7
Menyebarkan agama ini

dengan dawah dan tarbiyah

Ilmu:
- menuntut ilmu
- menyampaikan talim
- memberikan fatwa
- mengutip perkataan-perkataan

Jujur dan benar:


Dalam memikul ad din
Perkataan
Amalan-amalan

Mengikuti Nabi SAW dalam:


Aqidah
Semua jenis ibadah
Manhaj dawah
Dll

Shabar:
Dalam menanggung kesulitan-kesulitan dawah
Meninggalkan ketergesa-gesaan
Menjaga kontinyuitas dalam dawah

Adil:
Terhadap lawan dan kawan
Dalam menilai buku-buku
Dalam menghukumi kelompok/pergerakan dawah
Dalam berinteraksi dengan nash-nash/teks syariyyah
Dalam berinteraksi dengan perbedaan pendapat

Tawadhu X Sombong

Belas kasihan

Banyak beristikharah dan bermusyawarah

Malu

Menjauhi hal-hal yg merangsang kecendrungan berbeda

Senantiasa muhasabah ( evaluasi diri) dan murajaaah (meninjau


ulang)

Loba terhadap obyek dawah

Yakin dan percaya diri

Tidak balas dendam terhadap orang lain

Memiliki semangat yang tinggi dalam dawah

8. 10 Qaidah Dawah Sukses


1. Keteladanan sebelum mengajak
2. Mengikat hati madu sebelum menjelaskan
3. Mengenalkan sebelum memberi beban
4. Bertahap dalam pembebanan
5. Memudahkan, bukan mempersulit
6. Yang pokok/prinsip sebelum yang cabang
7. Membesarkan hati sebelum memberikan ancaman
8. Memahamkan bukan mendikte
9. Mendidik bukan menelanjangi
10.

Jadilah murid dari seorang guru, bukan muridnya buku

9. 10 Wasilah Sukses mengikat hati madu


1. Menanamkan pada diri madu bahwa kamu menyeru mereka pada sebuah
prinsip nilai bukan demi kemaslahatan pribadi
2. Memberi

kesan

kepada

madu

bahwa

kamu

selalu

menaruh

perhatian

kepadanya dan menginginkan kebaikan baginya


3. Tidak bersikap keras, meskipun hanya dengan kata-katamu.
4. Hendaknya kamu membuat madu itu dekat denganmu, berseri muka di
hadapannya dan jangan mencari-cari kekurangannya.

9
5. Hendaklah kamu menghadapkan wajahmu ketika berbicara dengannya dan
janganlah kamu putus pembicaraannya dan jangan pula kamu lecehkan katakatanya.
6. Ketika

berbicara

dengan

madu

janganlah

kamu

merasa

lebih

tinggi

daripadanya dan tempatkan ia sesuai dengan posisinya


7. Hendaklah engkau menasihati madu dengan rahasia, janganlah engkau
membuka aibnya di hadapan orang banyak
8. Memberi hadiah kepada madu untuk melunakkan hatinya
9. Hendaknya seorang daI merangsang tekad madu agar hatinya terbuka untuk
menerima kebenaran