Anda di halaman 1dari 6

10.

Analisa Data
No
1. DS :

Data

Etiologi
Post operasi Sectio

Klien mengatakan nyeri pada luka

Caesaria

bekas operasi
Klien mengatakan angka 3 pada skala

Luka insisi

nyeri.
DO :

Masalah
Nyeri

Terputusnya kontinuitas
jaringan

Klien tampak menahan kesakitan


Stimulus reseptor nyeri

didaerah perut
Klien tampak lemah
Klien tampak memegang / menjaga

bradikinin, serotonin

area yang terasa nyeri


Klien tampak menunjukkan perilaku

ekspresif (kegelisahan, merintih).


Skala nyeri

Rangsang histamine,

Merangsang Ujung Saraf


simpatis
Hipotalamus
Nyeri

2.

DS: DO:
- Tindakan infasif sectio caesaria
- Jumlah leukosit 15,2 K/ul (4,5-10,2
-

K/ul)
Luka belum mengering

Persalinan SC
Post Sectio Caesarea
Luka Insisi
Personal hygiene kurang
Invasi kuman
Resiko tinggi infeksi

Resiko
tinggi
infeksi

3.

DS :
- Klien mengatakan sulit melakukan
-

aktivitas karena kehamilan


Klien
mengatakan

Sectio caesaria

Intoleransi
aktivitas

badannya

kelemahan dan kelelahan


DO:
- Klien terlihat tampak sulit beraktivitas
- Klien tampak lemah
- Klien tampak pucat
- Klien tampak bedrest
- Terdapat bekas operasi pada abdomen
-

Post operasi

Luka insisi
Terputusnya kontinuitas

bagian bawah umbilikus.


Klien tidak dapat melakukan aktivitas
secara mandiri

jaringan
Stimulus reseptor nyeri
Rangsang histamine,
bradikinin, serotonin
Nyeri
Intoleransi aktivitas

11. Diagnosa Keperawatan


1. Gangguan rasa nyaman : Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas
jaringan
2. Resiko infeksi berhubungan dengan luka insisi post SC
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan adanya nyeri yang di tandai dengan adanya
luka insisi di abdomen bagian bawah umbilikus

12. Rencana Asuhan Keperawatan


N
o
1

Diagnosa
Keperawatan
Gangguan
rasa Tupan :

Tujuan

nyaman

dilakukan

Nyeri

Setelah

Rencana
Intervensi
Rasional
1. Kaji ulang tanda tanda 1. Perubahan frekuwensi jantung atau
tindakan

berhubungan

keperawatan selama 2x24 jam,

dengan terputusnya

nyeri

kontinuitas jaringan

menghilang

ditandai dengan:

Setelah

- Klien mengatakan
nyeri pada luka

angka 4-6 pada

- Klien tampak
menahan
kesakitan
didaerah perut
- Klien tampak
lemah
- Klien tampak

13.00)

mengalami nyeri, khususnya bila

atau

menujukkan

bahwa

klien

alasan lain untuk perubahan tanda


vital telah terlihat.

dilakukan

tindakan 2. Kaji ulang nyeri secara 2. Membantu mengevaluasi

keperawatan selama 2-3 jam,

komprehensif

nyeri

lokasi,

pada

klien

berkurang atau teratasi.


Kriteria hasil:
-

skala nyeri.
DO :

teratasi

TD

Tupen :

DS :

bekas operasi
- Klien mengatakan

dapat

vital 2 jam ( 09.00, 11.00,

Nyeri

berkurang

dapat

termasuk
karakteristik,

durasi, frekuensi, kualitas

berat nyeri yang dialami klien dan


kemajuannya

pada

perkembangan

menghilang
TTV dalam batas normal
ketidaknyamanan.
4. Lingkungan
yang
pasien tampak tenang dan 4. Modifikasi
lingkungan
memungkinkan
tidak meringis kesakitan
yang dapat mempengaruhi
penururnan nyeri.
nyeri seperti suhu ruangan,
kebisingan.
5. Ajarkan

dan
penggunaan

teknik manajemen nyeri

proses

penyembuhan luka insisi.

dan faktor presipitasi.


3. Menilai
3. Observasi
reaksi
atau
klien.
nonverbal
dari

pencahayaan

berapa

masalah

nyaman
terjadinya

5. Mengalihkan perhatian terhadap


nyeri,
terhadap

meningkatkan
nyeri

yang

kontrol
mungkin

memegang /

(latihan

menjaga area

imajinasi

napas

dalam,
visual,

yang terasa nyeri


- Klien tampak

aktivitas dipersional)
6. Kolaborasi
pemberian

menunjukkan

analgetik (Ibuprofen).

berlangsung lama.
6. Pemberian

analgetik

membantu

menghilangkan

nyeri

berkepanjangan dan membuat klien


tampak lebih tenang.

perilaku ekspresif
(kegelisahan,
merintih).
- Skala nyeri 3 (0-5).
2 Resiko
terhadap Tupan :

1. Pantau TTV klien 2 jam 1. Manifestasi


dilakukan

tindakan

(09.00, 11.00, 13.00).

klinis

infeksi atau cedera

Setelah

yang berhubungan

keperawatan selama 2x24 jam,

dari

dengan

prosedur

resiko infeksi tidak terjadi.

terutama suhu tubuh.

invasif

ditandai Tupen :
Setelah

DS: DO:
- Tindakan infasif

keperawatan selama 3-4 jam,

sesudah

diharapkan tanda-tanda infeksi

tindakan invasive (ganti

pada klien tidak terjadi.

balut).

dilakukan

tindakan

sectio caesaria
Jumlah leukosit Kriteria hasil :
15,2 K/ul (4,5-

yang

mengalami infeksi dapat dilihat


peningkatan

tanda-tanda

2. Proses infeksi dapat terjadi pada

dengan:

klien

- tidak ada tanda-tanda infeksi


10,2 K/ul)
- tidak ada eksudat, dan
Luka
belum - suhu normal 36 C - 37 C
mengering

2. Cuci tangan sebelum dan


melakukan

3. Lakukan

desinfektan

sebelum

sebelum

melakukan ganti balut.


4. Kolaborasi
antibiotik

pemberian
sesuai

klien

akibat

kontaminasi

dari

perawat. Oleh karenya perawat


harus mencuci tangan sebelum dan
sesudah melakukan tindakan.
3. Membantu
meningkatkan
kebersihan, mencegah terjadinya
infeksi di daerah luka operasi.
4. Digunakan dengan kewaspadaan
karena pemakaian antibiotic dapat

indikasi. (Cefadroxil).

menekan

pertumbuhan

yang

berlebih dari organisme resisten.


3.

Intoleransi

Tupan :

1. Kaji

aktivitas

Setelah

berhubungan

keperawatan selama 3x24 jam,

dengan adanya

diharapkan

nyeri yang di

beraktivitas seperti semula.

tandai dengan

dilakukan

tindakan

klien

klien untuk beraktifitas

2. Kaji

mentoleransi

ditandai dengan:

biasa dilakukan dan ditunjukan

DS :
- Klien

dengan

aktivitas karena
-

kehamilan
Klien
mengatakan
badannya
kelemahan dan

aktivitas
daya

yang

aktifitas 2. Merangsang

peningkatan

reproduks

bawah umbilikus

sulit melakukan

tindakan

pengaruh

kondisi tubuh umum

keperawatan selama 1x24 jam, 3. Bantu

klien

memenuhi

untuk 3. Mengistirahatkan klien secara


kebutuhan

optimal

aktifitas sehari-hari

tahan,

energi
diri

mencegah

vaskularisasi dan pulsasi organ

di abdomen bagian

perawatan

untuk

perlu

terhadap kondisi luka dan

Setelah

penghematan

diwaspadai

massif

kondisi klien lebih buruk

adanya luka insisi

mengatakan

kemampuan 1. Perdarahan

dapat

Tupen :
dilakukan

tingkat

dan

aktivitas 4. Bantu

kehidupan sehari hari


Kriteria hasil :
Klien mampu beraktivitas dengan

klien

untuk 4. Mengoptimalkan kondisi klien

melakukan tindakan sesuai


dengan

kemampuan

dan

kondisi klien

tingkat energi yang sesuai.


perkembangan 5. Menilai kondisi umum klien
tingkat 5. Evaluasi
kemampuan
klien
pengelolaan energi aktif untuk
melakukan aktivitas
memulai
dan
memelihara

Klien

menunjukan

kelelahan
kesehatan.
DO:
- Klien terlihat Klien menunjukan kemampuan
untuk melakukan tugas tugas
tampak
sulit
-

beraktivitas
Klien tampak

lemah
Klien tampak

pucat
Klien tampak

bedrest
Terdapat bekas
operasi pada
abdomen
bagian bawah

umbilikus.
Klien tidak
dapat
melakukan
aktivitas secara
mandiri

fisik yang paling dasar dan


aktivitas perawatan pribadi.