Anda di halaman 1dari 5

Penentuan Alumunium

Kata Kunci: Penentuan Alumunium, Pengendapan Organik


Ditulis oleh Adam Wiryawan pada 27-01-2011
Prinsip :
Alumunium bereaksi dengan pereaksi pengendap organik, yaitu 5-hydroxy-quinoline untuk
membentuk kelat tak larut,
Al3+ + 3C9H6(OH)N Al[C9H6(O-)N:] + 3 H+alumunium oxinat pada pH sekitar 4,5 9,5.
Pengendapan dapat terbentuk secara sempurna jika pH larutan tidak dibawah 4,5.
Satu keuntungan dari penggunaan pengendap organik adalah pada pengeringan dapat
digunakan suhu rendah.
Aseton perlu ditambahkan untuk menghindari adanya coprecipitation.
Tujuan :
Untuk menentukan kadar alumunium dalam suatu sampel dengan cara mengendapkan
alumunium dalam sampel dengan pereaksi
Cara Kerja :

Dapatkan sampel alum, AlK(SO4)2.12H2O, tetapi jangan dikeringkan. Timbang


sekitar 0,3 0,4 gram sampel alum dalam beaker glass 250 mL.

Tambahkan 50 mL aquades, 60 mL aseton, 4 mL 8-hydroxyquinoline 5% dan 40 mL


amonium asetat 2M
kedalam sampel. Panaskan/uapkan aseton yang ada dalam sampel diatas hotplate atau
water bath pada suhu sekitar 700C selama 2-3jam. Endapan akan tampak setelah 15
menit (suhu harus dijaga tetap sekitar 700C selama pemanasan). Setelah2-3 jam
larutan didinginkan (tahap ini harus dilakukan pada waktu yang sama).

Penyaringan dan Penimbangan

Tempat crucible (yang telah ditimbang dan dibersihkan) pada perlengkapan


penghisap.

Tuangkan larutan dan endapan yang berbentuk kedalam crucible dan cuci beberapa
kali beaker glass dengan aquades.

Keringkan endapan bersama crucible didalam oven selama 2,5 jam dengan suhu
1350C.

Dinginkan 0,5 jam dan keringkan lagi 0,5 jam sampai tercapai berat konstan.

Hitung kadar Al dalam sampel sebagai Al atau Al2O3.

http://www.chem-istry.org/materi_kimia/instrumen_analisis/gravimetri/penentuan-alumunium/

Penentuan Kadar Al2O3 Metode


Kompleksometri
I.
II.
III.
IV.
1.
2.
3.
V.
VI.

VII.

1.
2.
3.
1.
2.
3.
1.
2.
3.

Judul Praktikum
: Penentuan Kadar Al2O3 Metode Kompleksometri
Tanggal Praktikum : Jumat, 15 November 2013
Tanggal Laporan
: Jumat, 22 November 2013
Identitas Sample
Nama Sample : Zeolit
Bentuk Sample : Padat
Warna Sample : Abu Abu
Tujuan Praktikum :
Dapat menentukan % Al2O3 Metode Kompleksometri Dalam Sample Mineral
Prinsip Percobaan :
Fe3+ dalam sample diendapkan dalam suasana basa kua, lalu dipisahkan agar tidak bereaksi
dengan EDTA. Al3+ dalam larutan direaksikan dengan EDTA berlebih, kelebihan EDTA
dititrasi dengan ZnSO4 standar dalam suasana basa dengan indicator EBT hingga TA. Pada
saat TE mek Al = mek EDTA mek ZnSO4 , sehingga % Al2O3 dapat dihitung
Dasar Teori
:
EDTA adalah etylen diamin tetra acetic acid yang digunakan sebagai zat baku primer. EDTA
memiliki 6 pasangan electron bebas sehingga akan bereaksi dengan ion logam 1:1 .
Kompleksometri didasarkan pada larutan standar EDTA. EDTA dalam bentuk asam (H4Y)
yang sukar larut dalam airmaka garam yang digunakan untuk titrasi kompleksometri adalah
dinatrium EDTA (Na2H2Y).
Penggunaan Indikator :
Perubahan warna dari bentuk kompleks ion logam kedalam indicator bebas harus jelas
Reaksi warna selktif dan spesifik
Kompleks ion logam dengan indicator harus kurang stabil dari kompleks dengan EDTA agar
TA dapat diamati.
Indikator pada Kompleksometri
:
Eriochrom Black T (EBT)
Murexide
Xylenol Orange
Zat Baku Primer yang dapat digunakan :
ZnSO4 .7H2O
MgSO4 .7H2O
MnSO4 .2H2O

Zeolit adalah mineral dari alumina silikat yang terstuktur 3 dimensi yang berbentuk
tetrahedron (sp3).
Kandungan Zeolit
:
SiO2
66,49 %
Al2O3
13,44 %
Fe2O3
1,75 %
K2O
1,18 %
TiO2
1,40 %
MgO
1,67 %
CaO
2, 07 %
Na2O
0,87 %
VIII.
1.

Alat dan Bahan


Alat
:

:
i.
ii.
iii.
iv.
v.
vi.
vii.
viii.
ix.

2.

Buret 50 ml
Pipet ukur 10 ml
Pipet seukuran 25 ml
Erlenmeyer 250 ml
Hot plate
Klem dan statif
Corong pendek
Gelas kimia 100 ml
Labu ukur 250 ml

Bahan :
i.
ii.
iii.
iv.
v.
vi.
vii.
viii.
ix.

Filtrat SiO2
HCl pekat
ZnSO4 0,0125 N
KOH
EDTA standar 0,02N
EBT
NH4OH 1:2
phenolphtalein
HNO3 pekat
IX.
Langkah Kerja
:
1. Timbang 0,5 gram - 1 gram sample zeolite yang telah dikeringkan pada suhu 105oC - 110oC
masukan kedalam gelas kimia 250 ml
2. Tambahkan 15 ml HCl(p) , 5 ml HNO3(p) dan H2SO4 1:1
3. Panaskan diatas hot plat hingga sample zeolit larut dan asap putih keluar
4. Panaskan sampai kering dan dinginkan
5. Tambahkan 10 ml HCl(p), panaskan hingga garam garamnya larut encerkan hingga 100 ml
dan didihkan hingga garam garamnya terlarut sempurna
6. Saring dengan kertas saring no 40 untuk memisahkan SiO2 . tanda bataskan filtrat dalam labu
ukur 250 ml
7. Pipet 10 ml filtrat, masukan kedalam Erlenmeyer 250 ml
8. Tambahkan 3 butir KOH, panaskan hingga Fe3+ mengendap sempurna
9. Saring endapan dengan kertas saaring No.40 cuci dengan Aqua DM panas, tamping filtrate.
Tambahkan 15 ml EDTA standar 0,02N
10. Netralkan dengan NH4OH/HCl terhadap indicator phenolphthalein, tambahkan 3 tetes
NH4OH 1:2
11. Tambahkan 0,1 gram EBT

12. Titrasi dengan larutan ZnSO4 standar 0,001278N hingga TA (ungu)


13. Hitung % Al2O3
X.
Data Pengamatan :
Data Penimbangan Zeolit :
Massa Alat +
1,1540
Zat
gram
Massa Alat
0,4031
gram
Massa Zat
0,7509
gram
Tabel Titrasi
:
Titrasi
1
2
Skala Akhir
21,38 ml 21,38 ml
Skala Awal
0,00 ml
0,00 ml
Volume
21,38 ml 21,38 ml
Warna Titik
Ungu
Ungu
Akhir
Persamaan Reaksi :
FeCl3 + 3KOH --> Fe(OH)3 + 3KCl
AlCl3 + 4KOH --> KAlO2 + 2H2O + KCl3
KAlO2 + H2Y2- <---> AlY2- + H2O + KOH
Al3+ + HIn2- <---> AlIn2- + H+
Alln- + H2Y2- <---> AlY2- + HIn2- + H+
H2Y2- + Zn2+ <---> ZnY2- + 2H+
Zn2+ + HIn2- <---> ZnIn- + H+
Perhitungan
:
Mek Al = (mek EDTA) - (mek ZnSO4)
= (15 ml x 0,0198N) - (21,38 ml x 0,01278N)
= 0,0238 mek
Massa Al
= mek Al x BE Al x Pengenceran
= 0,0238 x 27 x 25
= 16,065 0 mg = 0,0161 gram
% Al
= massa Al/massa sample x 100%
= 0,0161/0,7509 x 100%
= 2,14 %
%Al2O3 = Mr Al2O3/2Ar Al x %Al
= 102/54 x 2,14%
= 4,04 %
XI.
Pembahasan
:
1. Penambahan KOH berlebih bertujuan agar Fe mengendap menjadi Fe(OH)3 da Al akan larut
kembali membentuk (aluminat) KAlO2 + 2H2O yang larut karena sifat Al(OH)3 yang amfoter
sehingga saat ditambah basa alkali akan larut kembali.
2. Pemanasan bertujuan agar proses pengendapan cepat dan dihasilkan patikel koloid Fe(OH)3
yang besar besar.
3. Fe(OH)3 dicuci dengan air panas, karena aqua DM panas akan membuat endapan menjadi
besar karena luas permukaan endapan besar sehingga pengotor pun akan hilang.
4. Penambahan NH4OH untuk mengatur pH agar pH 10 karena kompleks Zn-EBT berlangsung
pada pH 10
5. Kertas saring yang digunakan adalah kertas saring nomer 40 karena bentuk endapannya
koloid

XII.
XIII.

Kesimpulan
:
Dari hasil praktikum Penentuan Kadar Al2O3 diperoleh kadar Al2O3 sebesar 4,04 %
Daftar Pustaka
:
Diposkan 4th August 2014 oleh analisis kimia

http://resagusman.blogspot.com/2014/08/penentuan-kadar-al2o3-metode.html