Anda di halaman 1dari 16
S U R A T K A B A R U M U M I
S U R A T
K A B A R
U M U M
I N
F
O
R
M
A
S
I
A
S
P
I
R
A
S
I
R
A
K
Y
A
T
E m a i l :
m e t r o p o l i t a n p o s @ y a h o o . c o m

Pendiri:

Berlin Siahaan

Pemimpin Redaksi:

Jenri, SH

Harga Rp 3.500

Luar Jawa + Ongkos Kirim

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Hotline Pasang Iklan, Pengaduan & Redaksi: 021-31902301, 081315338511

Ancaman Banjir Melanda Ibukota

Petugas Kebersihan Jakarta Barat Disiagakan

Melanda Ibukota Petugas Kebersihan Jakarta Barat Disiagakan Petugas kebersihan Jakarta Barat sedang membersihkan sampah.

Petugas kebersihan Jakarta Barat sedang membersihkan sampah. (ISTIMEWA)

METROPOLITAN POS, JAKARTA,

Musim penghujan sudah tiba dan jalan-jalan ibukota Jakarta ter- genang air, saat hujan deras yang ti- dak ada henti-hentinya, begitu pula dengan kawasan di Jakarta Barat banyak titik-titik genangan yang harus diantisipasi agar tidak lama genangan air tersebut yang men- gakibatkan kemacetan dan antrian panjang kendaraan, serta banyak kerusakan mesin dan sarana umum lainnya. Kepedulian Pemkot Jakarta Barat dalam mengantisipasi genangan banjir menyiagakan personil keber- sihan sebanyak 1.300 petugas yang bertugas mengawasi dan menangani sampah-sampah di saluran peng- hubung maupun di jalan-jalan dan pemukiman di delapan wilayah Ke- camatan.

Bersambung ke hal. 15

Kejari Jaktim Curigai Korupsi Pejabat Sudin PU Tata Air

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Proyek Sudin PU Tata Air Jaktarta Timur, bermasalah, pasalnya pekerjaan saluran di sepanjang jalan Matraman, Berlan, Gramedia, Jakarta Timur, belum selesai dikerjakan, pada hal sudah ditagih seratus persen. Proyek ini dikerjakan dalam APBD tahun 2014, hingga sekarang saluran tersebut berantakan. Kejaksaan Negeri Jakarta Timur kini tengah membidik pejabat di Sudin PU Tata Air Jakarta Timur. Kasie Intel Kejari Jakarta Timur, Asep Sontani, mengatakan, petinggi Sudin PU Tata Air Jakarta Timur saat ini tengah dibidik dalam kasus korupsi. Pihaknya sudah melakukan penyidikan dalam sejumlah proyek yang digarap unit tersebut. Saat ini pihaknya melakukan penyidikan mendalam dengan Kasudin PU Tata Air Jakarta Timur, lantaran dianggap paling tahu dan bertanggungjawab terhadap sejumlah proyek.

Bersambung ke hal. 15

Gubernur Ahmad Heryawan Bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi Ikut Bertanggungjawab

Kejagung Segera Usut Tuntas Proyek Pembangunan Jalan Sepotong

METROPOLITAN POS, BEKASI

Kejaksaan Agung, diminta segera usut tuntas Walikota Bekasi, Rahmat Effendi bersama Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Walikota Bekasi, Tri Adhianto, terkait proyek peningkatan

jalan di lokasi jalan Mabes Hankam Cilangkap, Rt 08

Rw 05 Kelurahan Jati Murni,

Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, dekat PLN Ujung Aspal Bekasi, menuju jalan Kramat Oyar Rt 06 Rw 04 Kelurahan Setu.

Pasalnya, proyek tersebut

di kerjakan asal jadi dan

tidak sesuai speksifikasi dan volume pekerjaan dilapangan, anehnya lagi hanya dikerjakan sepotong

pekerjaan dilapangan, anehnya lagi hanya dikerjakan sepotong Proyek peningkatan jalan di lokasi jalan Mabes Hankam

Proyek peningkatan jalan di lokasi jalan Mabes Hankam Cilangkap, Rt 08 Rw 05 Kelurahan Jati Murni, Kecamatan Pondok Melati,

Bekasi, dekat PLN Ujung Aspal Bekasi, menuju jalan Kramat Oyar Rt 06 Rw 04 Kelurahan Setu dikerjakan asal jadi.

dan tidak tuntas. Berdasarkan fakta gambar

dilapangan, diduga laporan rekayasa dan manipulasi

Mafia Korupsi di Rumah Sakit Pasar Rebo

sehingga bisa ditagih seratus persen oleh kontraktor. GubernurJawaBarat,Ahmad Heryawan bersama Walikota Bekasi, Rahmat Effendi harus bertanggungjawab terhadap kinerja Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Walikota Bekasi, Tri Adhianto. Anehnya lagi, setelah selesai dikerjakan di biarkan, dan tidak ada karung di serakkan di atas pekerjaan jalan tersebut, sehingga jalan itu terkelupas belum berapa lama. Pengawas diduga terlibat kasus proyek peningkatan jalan Dinas Bina Marga dan Tata Air Walikota Bekasi. Proyek tersebut rawan ko- rupsi uang Negara, buktinya setiap ada pekerjaan jalan di

sepanjang jalan tersebut ti- dak ada papan proyek terpa- pang, sehingga tidak menge- tahui siapa pemborong atau kontraktornya dan berapa nilai proyek yang ada di RAB nya. Ini sengaja untuk men- gelabui masyarakat di sekitar proyek. Segera Usut Tuntas Proyek Pembangunan Jalan Sepotong. Pengawasi pembangunan jalan warga tersebut tidak berjalan, hingga saat ini tidak beres dikerjakan. Banyak jalan warga di Bekasi dikerjakan tidak sesuai bobot dan volume pekerjaan, proyek tersebut asal jadi dan sepotong sepotong.

Bersambung ke hal. 15

Kejagung Diminta Usut Tuntas Kasus Rumah Sakit Pasar Rebo

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Belum terseret mafia ko- rupsi di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk itu Kepala Jaksa Agung RI, HM Pra-

setyo, yang dianggap bersih diminta untuk mengusut tuntas kasus Rumah Sakit Pasar Rebo Jakarta. Hal ini disampaikan Berlin Siahaan, Sekjen LSM INFAKUM, ke- pada wartawan. Berdasarkan Penetapan Penyedia Pengadaan Ba- rang Penunjukan Langsung Nomor: 12/-077.95/P2BJU/

PAK/2013tanggal14Agustus

2013. Paket Pekerjaan: Pen- gadaan Pemeliharaan Alat –Alat Kedokteran Umum, (CT–Scan Optima CT 660), Nilai Total HPS sebesar Rp 975.000.000,- Sumber Pen- danaan dari APBD Pemerin-

tah Provinsi DKI Jakarta Ja-

karta Tahun Anggaran 2013, Kode Rekening: 5.2.2.20.21. Dengan ini Panitia Peng- adaan Barang/Jasa RSUD

Pasar Rebo Provinsi DKI Jakarta mengumumkan pe- nyedia pengadaan barang penunjukan langsung un- tuk paket pekerjaan terse- but adalah Perusahaan PT. Mulya Husada Jaya, Alamat Perusahaan, Jl. Kerinci No. 2 A Kel. Petemon Kec.

Alamat Perusahaan, Jl. Kerinci No. 2 A Kel. Petemon Kec. Jaksa Agung RI, HM Prasetyo. (METROTVNEWS.COM)

Jaksa Agung RI, HM Prasetyo. (METROTVNEWS.COM)

Sawahan, Surabaya – 60252,

Nomor Pokok Wajib Pajak:

01.730.643.2-631.000, Hasil Evaluasi Penawaran, Lulus Evaluasi, Harga Penawaran sebesar Rp. 975.000.000,-, dengan harga penawaran setelah negosiasi sebesar

Rp842.000.000,-

Sementara, Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Unit Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Ibnu Uzail Yamani, SKM, M.Kes,

belum bisa dikonfirmasi Metropolitan Pos Terkait dugaan korupsi proyek APBD Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Jakarta. Direktur Utama, Rumah Sakit Pasar Rebo, Tri No- viati, dan drg Yon Achmad Santosa SpOth, Pejabat Pem- buat Komitmen, Ketua le- lang pengadaan barang jasa pemerintah bersama PT Cipta Esa Mandiri sebagai pemenang lelang pengadaan

jasa keamanan dengan pagu Rp4.799.750.000,- HPS sebe- sar Rp2.666.131.325,-di duga terlibat korupsi uang Negara. Selain itu panitia ULP (Unit Layanan Pengadaan) harus di periksa juga, pasalnya me- menangkan perusahaan yang tidak mempunyai kantor yang jelas, diduga panitia ULP terli- bat kongkalikong dengan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Rumah Sakit Pasar Rebo, Ja- karta Timur dengan meng-

giring perusahaan binaannya sendiri. Menurut, data LSM IN-

FAKUM, adapun dugaan korupsi pejabat, berdasarkan data APBD Belanja Opera- sional Badan Layanan Umum Daerah BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar Rp 132.000.000.000,- Rehab Ge- dungRSUDPasarReboBLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar Rp 60.500.000.000,-

PengadaanAlat-alatKedok-

teran Ruang Khusus, RSUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar Rp15.000.000.000,- Pembangunan Gedung Parkir, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar Rp

10.000.000.000,- Penyediaan Jasa Komunikasi, Air, Listrik dan Internet, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 Sebesar Rp

6.360.000.000,-

Pemeliharaan Rutin Sa- rana & Prasarana Rumah Sakit, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar Rp 6.000.000.000,- Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Ruang

Kamar Perawatan, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar 5.000.000.000,- Pen- gadaan Alat-Alat Kedokter- an Umum , BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar Rp

5.000.000.000,-

Bersambung ke hal. 15

 

REDAKSI

PENDIRI: Jenri, Berlin Siahaan, Robert N PEMIMPIN UMUM/USAHA: Berlin Siahaan PEMIMPIN REDAKSI: Jenri, SH REDAKTUR PELAKSANA: Firdaus Panjaitan REDAKTUR: Jamadin, Laris Naibaho MANAJER PEMASARAN: Hasudungan Siregar SEKRETARIS REDAKSI: Mula Tua BAGIAN KEUANGAN: Yessie M. Sani STAF REDAKSI: Jonni Sitanggang, Adetya Restu Febrian, AF Dhal

DEWAN REDAKSI:

 

Jenri, SH, Peris, Parel N, Laris Naibaho, SH, Tumbur Limbong, Posman Sijabat

REPORTER:

 

Dep. Pertanian & Kehutanan:

Renny Elvi Nita S, Evanvin Polda Metro Jaya: Mulyawan (Koord.) Mabes Polri: Mangampu S, A. Hasiholan Pengadilan Jakarta Pusat:

Lambok Gurning, SH

 

BIRO:

Jakarta Pusat: Mulyawan Jakarta Selatan: Oslen Sinurat Jakarta Utara: Peris (Kabiro), Marpan S Jakarta Timur: Marisi Tua Malau Kab. Tangerang: Tumbur Limbong (Kabiro),

G.

Harry Simbolon, Alden Robertus Simbolon,

Nara N Tangerang: Erwin Sinaga (Kabiro) Tangerang Selatan: PJ. Manorsa S Karawang: Novi Andre Putra Bandung: M. Saragih Bandung Barat: Sahat Sitanggang Tasik Malaya: Adang Suparman (Kabiro), Asep Darman S Tapanuli Utara: Tongam Parapat (Kabiro) Samosir: KH Situmorang (Kabiro) Karimun: Rahotan Siahaan Batam: Robinson Lumban Batu (Kabiro), Purida Sitohang

PERWAKILAN:

 

Bekasi: Gibson Sibarani, Marisi Anggiat Jawa Timur: Ariyanto (Kepala), Aswin Sumut: Nelson Malau, Amd (Kepala)

SIRKULASI: Mulatua, Rinaldi, Josua

 

LITBANG:

 

Onasis, Robert N, Marlon N, SE, Tony N, SE, Parel Naibaho, Hotman Pardede

STAF AHLI:

 

Edison Sitanggang, William Satar, SH (Budaya, Pariwisata dan HAKI)

DEWAN PENASIHAT:

 

Andar Situmorang, SH, ML, Jack Monang Napitupulu, Perdi Sitanggang, Kol. (Purn.) Drs. Lauasa M. Hutagalung, H. Sitanggang, Drs. Rudolf Naibaho, Uba A. Sitanggang, Hakim Siahaan, Bindu Marbun, Drs. Lasander Sitanggang, MM

PENASIHAT HUKUM:

 

Drs. Jatenangan Manalu, SE, MM, H.Hum, Hotman Sitorus, SH, MH, Paulus Subandi,

SH, MH, Poltak Siringoringo, SH, MH, Sabar Siahaan, SH, Ferdinan Montorori SH, MH,

F.

Matondang, SH.

ALAMAT REDAKSI:

 

Jl.

Kramat Raya No. 1, Blok B

Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450

 

Telp.

: 021-51393635, 31902301

Faks. : 021-31902301 Email : metropolitanpos@yahoo.com

 

PENERBIT:

 

PT. Sukses Parna Sejahtera SK MENHUM & HAM RI No. AHU-0016178.AH.01.09. Tahun 2011 SIUP No. 03821-05/PM/1.824.271

 

PERCETAKAN: CV. BINA KREASIDA

BANK

Rekening Bank:

 

BCA Rek. No. 0948118320 BRI Rek. No. 087201003057507 a/n. Jenri Sitanggang

 

IKLAN

- Kuping Ukuran Standar

Rp

500.000

- Warna Ukuran 3R Photo

Rp

1.000.000

- Warna Ukuran 4R Photo

Rp

2.000.000

- Kolom Ukuran Standar

Rp

50.000

- 1 Halaman Warna

Rp 12.000.000

- 1/2 Halaman Warna

- 1/4 Halaman Warna

Rp 6.000.000

Rp

3.000.000

- 1/8 Halaman Warna

Rp

1.500.000

OPINI

OPINI 2

2

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Mengungkap Ulang Kasus Bali Nine

Pasca eksekusi mati 6 terpidana kasus narkoba muncul berbagai polemik dan pro-kontra tentang keputusan hukuman tembak mati pada minggu dini hari (18/1/15).

Lima terpidana dieksekusi di Nusakambangan dan satu terpidana

di Boyolali.

Pemerintah Belanda dan Brasil menarik duta besarnya sebagai

bentuk protes keras terhadap putusan hukuman mati yang diberlakukan terhadap warganegaranya. Ang Kim Soei (62) WN belanda dan Marco Archer Cardoso Mareira (53) WN Brasil. Sedang Malawi, Nigeria dan Vietnam tidak melakukan hal serupa walau terdapat warganegaranya yang mendapatkan hukuman mati. Eksekusi mati pada minggu dini hari lalu bukan yang terakhir, ini baru gelombang pertama. Masih ada 64 terpidana mati kasus narkoba yang masih mengajukan grasi pengampunan kepada presiden. Masih ada gelombang berikut. Karena masih ada gelombang berikut, ada 2 terpidana mati asal Australia yang terkenal dengan sebutan Bali Nine. Istilah Bali Nine menjadi terkenal karena ada sembilan orang WN Australia (Andrew Chan, Si Yi Chen, Michael Czugaj, Renae Lawrence, Tan duc Thanh Nguyen, Matthew

Norman,ScottRush,MartinStephens,

Myuran Sukumaran) yang tertangkap dalam kasus penyelundupan 8,3 Kg heroin. Dua orang terpidana mati itu adalah Myuran Sukumaran dan Andrew Chan yang dijatuhi hukuman mati. Grasi Myuran sudah ditolak presiden Joko Widodo pada tanggal 30 Desember 2014 sedang permohonan grasi Andrew Chan masih dalam proses. Bisa jadi dua terpidana mati asal Australia itu akan menjadi terpidana berikut yang akan dieksekusi. Media Australia dan Pemerintah Australia mulai merasa gerah dan terus melakukan upaya pembebasan agar dua warganegaranya tak dihukum mati. Banyak media dan sebagian warganegara Australia menyalahkan pihak Australia Federal Police (AFP) yang mau bekerja sama dan menyerahkan data intelijen kepada kepolisian Indonesia.

Hal yang tidak mereka duga adalah hukum bagi pengedar, penyelundup narkoba di Indonesia adalah huku- man mati. Salah satu ayah terpidana Bali Nine menyalahkan AFP yang ti- dak menangkap para terpidana ketika sampai di Australia dan malah me- minta kepolisian Indonesia menang- kap mereka di bandara Ngurah Rai Bali pada 17 April 2005. Lima terpidana tertangkap di Bandara Ngurah Rai dan empat yang

lain tertangkap di sebuah Bungalows

di pantai Melasti dekat pantai Kuta.

Ketika tertangkap di bandara empat orang tertangkap tangan membawa paket heroin yang dikemas dalam plastik dan ditempel ditubuh mereka masing masing. Hanya Andrew Chan yang tertangkap tidak membawa heroin di tubuhnya. Namun Chan terbukti sebagai pengatur rencana penyelundupan heroin senilai A$ 4 juta. Chan terbukti membagikan kartu SIM kepada seluruh anggotanya untuk saling kontak dan bertugas mengumpulkan heroin setibanya di Australia. Penggerekan di Bungalow

heroin setibanya di Australia. Penggerekan di Bungalow Myuran Sukumaran dan Andrew Chan sedang menunggu sidang.

Myuran Sukumaran dan Andrew Chan sedang menunggu sidang. (WWW.ABC.NET.AU)

di pantai Melasti , didapati 350 Gram

Heroin.

Informasi

Keberhasilan kepolisian Indonesia menggulung kelompok Bali Nine berkat informasi intelijen yang diberikan pihak kepolisian Federal Australia (AFP). Seminggu sebelum penangkapan, pihak kepolisian Australia memberikan nama, nomor

pihak kepolisian Australia memberikan nama, nomor Dalam fakta persidangan pada tanggal 26 April 2006 terungkap

Dalam fakta persidangan pada tanggal 26 April 2006 terungkap Andrew Chan merekrut delapan orang sebagai kurir narkoba dengan tawaran uang senilai A$10,000 hingga A$15,000 sekali melaksanakan tugas. Walau dalam pengakuan terpidana lain hanya menerima A$ 5,000.

dalam pengakuan terpidana lain hanya menerima A$ 5,000. paspor dan informasi penting yang berkaitan dengan hubungan

paspor dan informasi penting yang berkaitan dengan hubungan antar kelompok pengedar narkoba internasional. Maka seminggu penuh kepolisian

Indonesia melakukan pengintaian dan pengawasan secara ketat. Hingga pada 17 April 2005. Chan, Czugaj, Rush, Stephens dan Lawrence tertangkap di Bandara Ngurah Rai sedang Nguyen, Sukumaran, Chen dan Norman tertangkap di Bungalow

di Pantai Melasti.

Dalam fakta persidangan pada tanggal 26 April 2006 terungkap Andrew Chan merekrut delapan orang sebagai kurir narkoba dengan tawaran uang senilai A$10,000 hingga A$15,000 sekali melaksanakan tugas. Walau dalam pengakuan terpidana lain hanya menerima A$ 5,000 .

Proses Peradilan

Tertangkapnya sembilan WN Australia mungkin melegakan pihak AFP karena tugas mereka berhasil. Namun ketika proses hukum mulai berjalan pada 11 Oktober 2005 di

Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Tiga terpidana yang tertangkap di Bungalow Melasti,Nguyen,Chendan Norman diadili secara bersamaan. Sedang enam terpidana yang lain diadili secara terpisah. Ketika itu proses pengadilan sering kali batal dan tertunda karena terdakwa sering beralasan sakit. Pemerintah Australia ketika itu PM John Howard menentang keras pidana mati. Berkali kali pemerintah Australia meminta tidak diterapkan- nya hukuman mati pada sembilan terdakwa WN Australia tersebut. Sayangnya permintaan pemerintah Australia tak mempengaruhi hakim Indonesia yang memutuskan untuk tetap menjatuhkan hukuman mati pada dua orang. Usaha mengekstradisi sembilan terdakwa Bali Nine pernah diupayakan pengacara Australia, Robert Richter dan Brian Walters pada tanggal 6 Desember 2005 dengan meminta dukungan Direktur Penuntut Umum Commonwaelth. Namun hal tersebut segera dijawab dengan tegas Pengadilan Negeri Denpasar, Hakim I Wayan Yasa Abadhi yang menolak secara tegas ikut campurnya Australia pada proses peradilan di Indonesia. Berikut kutipan Hakim I Wayan Yasa Abadhi: “Kritik dari luar diperbolehkan, tapi pengadilan Indonesia hanya akan mematuhi hukum yang berlaku di negara ini dan itu termasuk hukuman mati, Para Hakim tidak akan mengalah, kita tidak akan terpengaruh oleh opini publik atau media”. Pernyataan ini langsung disampaikan sehari setelah ada upaya mengekstradisi sembilan terdakwa Bali Nine.

Saling Mencari Selamat

Sembilan terdakwa Bali Nine selain sering beralasan sakit juga mulai mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari Andrew Chan bila tak mau menjadi kurir narkoba. Lawrence dan Stephens memberikan bukti dan foto keluarga mereka yang mendapatkan ancaman pembunuhan kepada pengadilan Denpasar. Namun hal itu tak mempengaruhi sikap

hakim dan tidak ditemukan bukti ancaman yang akan membahayakan keluarga mereka di Australia. Sementara Sukumaran mengaku mengidap amnesia sehingga kehilangan banyak ingatan ketika terjadi penangkapan. Maka diadakan pengujian atas penyakit amnesia yang diderita Sukumaran. Pada Januari 2006, putusan hakim terhadap Lawrence adalah hukuman seumur hidup walau jaksa penuntut umum hanya menuntut 20 tahun penjara berkat kerjasamanya kepada polisi Indonesia. Sedang Sukumaran dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa menemukan bukti peran Sukumaran yang membantu mengkoordinasikan penyelundupan heroin termasuk mengikat heroin ke badan empat terdakwa lainnya. Polisi Indonesia juga mengakui peran utama Sukumaran dalam usaha penyelundupan heroin. Walau diawal penangkapan nama Sukumaran tak terdapat dalam laporan intelijen AFP dan polisi Indonesia menganggap Sukumaran sebagai pengawal Chan selama di Bali. Pada 26 Januari 2006 Andrew Chan juga dituntut hukuman mati karena perannya yang menjadi pemain utama. Pada tanggal 14 Februari 2006 terjadi insiden penyerangan terhadap fotografer dan pelemparan botol air kepada pendemo di luar gedung pengadilan oleh Sukumaran. Reaksi rakyat di Australia termasuk reaksi PM John Howard atas keputusan hukuman mati membuat suasana cukup memanas. Apalagi beberaparakyatAustraliamengaitkan hukuman mati dua terpidana Bali Nine dengan keputusan pengadilan Indonesia terhadap Abu bakar Ba’ashir yang menvonis ringan padahal menurut media dan rakyat Australia, Abu Bakar Ba’asyir ikut bertanggung jawab pada peristiwa Bom bali satu pada tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 jiwa dan 88 orang diantaranya adalah WN Australia. Padahal pada tahun 2008, Pelaku bom bali 1, Amrozi CS tewas ditangan regu tembak di Nusakambangan dalam eksekusi hukuman mati. (kompasiana)

METROPOLITAN

METROPOLITAN 3

3

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Kebon Kacang, Tanah Abang Jakpus

Ciptakan PKL Yang Tertib Aturan

Kacang, Tanah Abang Jakpus Ciptakan PKL Yang Tertib Aturan METROPOLITAN POS, JAKARTA Pemerintah DKI Jakarta sedang

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Pemerintah DKI Jakarta sedang gencar-gencarnya melakukan pembinaan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) melalui sosialisasi di tiap Kelurahan. Sosialisasi PKL Kebon Kacang bertempat di lantai 3 Kantor Kelurahan lantai 3 yang dibawakan langsung oleh Lurah Achmad Firdaus, dihadiri oleh Binmaspol Suhartono, Babinsa Syahparudin, Rasmita Tarigan Kasi perekonomian, satpol PP Kelurahan, dan para PKL sekitar 42 orang. Dalam kesempatan ini lurah memberikan arahan tegas kepada para PKL supaya sampah-sampah sisa dagangan cukup dimasukkan ke dalam kantong plastik kresek, yang selanjutnya akan diangkut oleh petugas kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan. Kita jangan saling mencari kekurangan dan kelemahan, tapi berbuatlah untuk pribadi masing- masing dan, jangan tunjuk sana tunjuk sini. Tugas PKL menjaga kebersihan atas kesadaran diri. Silahkan Bapak-bapak menggunakan sarpras yang ada dengan tidak mengganggu orang lain. Kardus jangan dibuat di mana- mana supaya tidak mengganggu orang lain. Kalau tidak mungkin dibina ya kita tertibkan. PKL harus punya komitmen tertib, bersih, teratur. Semua aturan ini dibuat tidak lain untuk menciptakan rasa aman, nyaman. Kalau hidup tidak ada aturan ya berantakan. Kita mulai dari Jl. Wahid Hasyim. Saya yakin dan percaya, Bapak Ibu ke depannya dapat berkomitmen dengan baik sehingga Kelurahan Kebon Kacang dapat tertata lebih baik,” ujar lurah yang dikenal ramah dan tegas ini.

(Yessie M.Sani/Benny Manullang)

Mantan Kasudin Diduga Kongkalikong Dengan Rekanan

Rehab Kantor Kasie Kebersihan Johar Baru Mangkrak

METROPOLITAN POS, JAKARTA,

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera mengambil tindakan tegas dan mencopot dalang korupsi yang sering bermain dengan para rekanan, dan bagi rekanan yang terbukti tidak sanggup menyelesaikan proyek sesuai tanggal kontrak agar diberi denda atau masuk daftar hitam (Blacklist). Rekanan tidak bermodal maunyamemintaproyeksama pejabat sebanyak banyaknya, ini menjadi persoalan besar publik, orang nya hanya itu saja yang meraup proyek tersebut, alias serakah orang

lain tidak kebagian pekerjaan.

Ini harus diperiksa Kejaksaan

untuk membuat efek jera orang tersebut. MantanKasudinKebersihan Jakarta Pusat Drs. Anggiat Togatorop yang dipindah tugaskan ke Sudin Kebersihan Jakbar dan Kasie Johar Baru

tugaskan ke Sudin Kebersihan Jakbar dan Kasie Johar Baru beserta rekanan binaan yang Kongkalikong dengan pejabat

beserta rekanan binaan yang Kongkalikong dengan pejabat Sudin Kebersihan Jakpus saat itu, diduga korupsi uang Negara dengan merugikan Negara ratusan juta. Belum lagi masalah puluhan TPS (Tempat Penampungan Sampah) yang berantakan

dan asal jadi, begitu juga rehab KantorKasieKebersihanJohar Baru beserta Furniture yang diangkut langsung memakai 2 unit mobil operasional berplat merah alias dikerjakan sendiri. Sesuai hasil Investigasi Wartawan Metropolitan Pos dilapangan, salah satu mandor bangunan, Dodo

di Kantor Kasie Kebersihan

yang sedang direhab, ketika dikonfirmasi kapan selesai proyek rehap Kantor tersebut, Dodo, mengatakan, ”Saya mandor yang ke-2 saya baru dipindahkan kesini dan sudah 8 hari kerja,

belum naik bajanya, karena lambat dalam pengerjaan makanya dikeluarkan, Karena sekarang saja sudah berjalan 22 hari pasti telat bang penyelesaiannya’’ tegas Dodo. Untuk diketahui, Rehab Kantor Kasie Kebersihan Joharbaru sekarang sudah 40 harilebih,rehabyang menelan anggaran ratusan juta rupiah, sampai hari ini juga belum kunjung diselesaikan dan yang paling aneh papan proyek bangunan ini pun tidak ada,’’ ujar mandor Dodo. Sampai hari ini mantan Kasudin Kebersihan Jakarta Pusat, Drs Anggiat Togatorop yang kini menjabat

Kasudin Kebersihan Jakarta Barat belum bisa ditemui begitu pula dengan mantan Kasie Kebersihan Johar Baru Saut Tambunan harus bertanggungjawab bila diperiksa Kejaksaan sesuai bobot dan volume pekerjaan.

Saut Tambunan sebagai PPK

yang

telah

dimutasikan

ke

mandor yang pertama

(Benny Manullang/

(Pejabat Pembuat Komitmen)

Kecamatan

Gambir

Jakpus,

sudah 2 minggu bekerja tapi

Yessie Pangaribuan)

Kasudin Perhubungan Jakpus, Muslim

Pasar Tanah Abang Strategi Khusus Target Operasi Kendaraan

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Kasudin Perhubungan Jakarta Pusat, Muslim dan Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian, Sudin Perhubungan Jakarta Pusat

Bona Tongam sepertinya tidak tinggal diam melihat kemacetan yang sering terjadi

di Jakarta Pusat, contohnya

Pasar Tanah Abang yang baru- baru ini menjadi pusat target Operasi dan akan menyiapkan strategi khusus menangani pusat perbelanjaan terbesar di DKI Jakarta ini. Contoh yang sering tidak diindahkan pengendara:

surat-surat kendaraan tidak

tidak diindahkan pengendara: surat-surat kendaraan tidak Kasudin Perhubungan Jakpus, Muslim dan Kasie Pengawasan dan

Kasudin Perhubungan Jakpus, Muslim dan Kasie Pengawasan dan Pengendalian, Bona Tongam, membahas strategi khusus operasi.

berlaku lagi (mati), mobil bus dan bak terbuka (pick up) tidak memiliki izin (KIR), juga parkir sembarangan. Berikut sanksi yang akan diterapkan, anggota kita akan mencabut pentil kendaraan, ditilang dan juga mobil yang parkir sembarangan tanpa supir pasti langsung kita tarik, di harapkan dengan adanya sanksi-sanksi tegas ini mereka akan jera dan mulai memahami aturan berlalu lintas, ujar Bona. Kasudin Perhubungan ini juga mengatakan agar anggota konsisten dalam bertugas, alat

tetap aktif, agar bisa menegur sopir untuk tidak parkir sem- barangan, begitu juga dengan anggota satuan Perhubungan harus stand by agar bisa lebih mengarahkan arus lalu lintas jangan banyak diam atau san- tai,’’ tegas Muslim. Penertiban ini akan gencar kita lakukan di seputaran Tanah Abang yang terkenal dengan padatnya pengunjung baik dari daerah dan kota- kota besar yang datang hanya untuk berbelanja, ujar Muslim saat di kunjungi Tim Metropolitan Pos di seputaran Pasar Tanah Abang.

pengeras suara (Toa) yang be-

(Benny Manullang/Sani

rada di setiap pos pantau harus

Pangaribuan)

Kecamatan Senen, Jakarta Pusat

PTSP Kelurahan Senen Telah Siap

METROPOLITAN POS, JAKARTA,

Kelurahan Senen yang selama ini dikenal dengan pelayanan masyarakatnya yang aktif, kini semakin lengkap dan terarah dengan adanya PTSP di Kelurahan. PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kelurahan Senen Are Ready untuk masyarakat. Dan tentunya dengan keadaan kantor yang telah direhap dan tertata rapi. Kelurahan Senen yang sebelumya dipimpin oleh Hasanudin SE, yang sekarang

yang sebelumya dipimpin oleh Hasanudin SE, yang sekarang Lurah Senen Jumroh S.Sos, sedang berjalan di depan

Lurah Senen Jumroh S.Sos, sedang berjalan di depan Kantor Kel. Senen yang baru direhab.

bertugas di Kantor Walikota Jakarta Pusat Kasubbag Perekonomian, kini dipimpin oleh Lurah Senen Jumroh S.Sos pindahan dari Lurah Senayan. Program Tri Unggul akan diterapkan di Kelurahan Senen ini. Mulai dari kebersihan, keamanan lingkungan, dan semangat gotong royong. Bagi Lurah yang baru, selamat memimpin dengan semangat gotong royong kita tingkatkan solidaritas di Kelurahan. Salam sukses Kelurahan Senen.

(Yessie M. Sani/Benny Manullang)

Kunjungan Walikota Jakut, Rustam Efendi

Penjaringan Tubagus Angke, Rawan Banjir

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Walikota Jakarta Utara Rustam Efendi kunjungi Penjaringan untuk survei wilayah yang rawan banjir dan akan merelokasi kawasan Pejagalan yang akan dijadikan jalan Inspeksi Kampung Gusti dan refungsi taman kota, karena selama ini tempat tersebut membuat kota tampak kumuh dan sempit. Dia berpesan kepada pihak PU Tata Air dan Bina Marga, untuk segera turun dan meng- atasi keluhan masyarakat yang selama ini terkena dampak banjir.

keluhan masyarakat yang selama ini terkena dampak banjir. Walikota Jakut bersama Amir Pangaribuan, Kasie Kec.

Walikota Jakut bersama Amir Pangaribuan, Kasie Kec. Penjaringan PU Tata Air dan Bina Marga.

Ratusan Masyarakat baik

menggendong anaknya ini,

tua

dan muda yang turut ikut

wah pak Walikota sambil

melihat langsung Walikota mereka ini, sangat senang

tersenyum, semoga kampung kita jadi lebih baik lagi.

dan gembira, seperti ung-

(Benny Manullang/Sani

kapan wanita yang sedang

Pangaribuan)

METROPOLITAN

METROPOLITAN 4

4

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Proyek Peningkatan Taman Bermain Tidak Sesuai Speak

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Proyek peningkatan taman ber- main di jalan angin pusar komplek AL Dewaruci Jakarta Utara, tahun anggaran 2014 yang dikerjakan PT.Doli Lumban Natiar tidak se- suai speak, pasalnya, pengurukan dasar saat dikerjakan dilapangan memakai tanah boncos dan puing yang dilapisi tanah merah. Hal ini diduga proyek tersebut

menjadi ajang korupsi karena dapat ditagih seratus persen. Sangat

di sayangkan proyek bila masuk

kenara hukum di Kejaksaan, pasti turun kelapangan untuk mengaudit kembali hasil pelaksanaan pekerjaan tersebut. Pejabat Sudin Pertamanan Jakarta Utara diduga terlibat permainan korupsi uang Negara tersebut. Buktinya selama proyek itu dikerjakan tidak ada teguran dari mantan Seksi Taman, Sudin Pertamanan Jakut, wayan dan mantan Kepala Suku dinas Pertamanan Jakarta Utara, Fajar. Di lokasi tidak ada pembong- karan atas urukan tanah boncos dan puing yang kelihatan. Ma- syarakat menduga bahwa pem- bayaran tagihan proyek tersebut diberikan 100% dan rekanan yang mengerjakan diduga konco-kon- conya pejabat Sudin Pertamanan Jakarta Utara. Sementara, LSM Investigasi Fakta Hukum, meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera mengaudit kembali proyek tersebut

sesuai nilai kontrak kerja, karena dapat di tagih proyek peningkatan taman tersebut seratus persen. Mantan Kepala Suku dinas Perta- manan Jakut, Fajar, saat dikomfir- masi lewat ponselnya dia menjawab,

ok bro nanti akan coba memanggil

yang bersangkutan, tetapi sampai berita ini di turunkan tidak ada di tindaklanjuti terkait proyek berma- salah tersebut. (Marpan)

Pasar Induk Ayam Bakal Bangun di Jakarta Timur

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum memberikan perhatian khusus terhadap pemotongan ayam. Masih banyak lokasi pemotongan ayam tersebar dan tidak teratur. Wakil Gubernur DKI Jakarta DjarotSaifulHidayatmerencanakan pembangunan pasar tematik. Di antaranya membangun pasar induk ayam yang mampu menampung satu juta ekor ayam per hari. “Tahun ini kami berencana mem- bangun pasar induk khusus ayam,” ungkapnya di salah satu rumah potong ayam di kawasan Pisangan Baru, Jakarta Timur, Selasa (20/1). Dia menilai, Jakarta Timur sebagai lokasi yang tepat untuk pembangunan pasar induk ayam. Sebab, saat ini sudah banyak pasar induk atau tematik yang terdapat di Jakarta Timur. Harapannya tidak ada lagi penampungan maupun pemotongan ayam di tengah- tengah pemukiman. (Merdeka.com)

Kejagung Diminta Usut Wagiman Mantan Kasudin PU Tata Air Jakut

Bendungan Kali Betik Belum Dikeruk

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Bendungan Kali Betik persis di samping GOR Tugu Pegangsaan 2 Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja Jakarta Utara, dalam kurun waktu 15 tahun belum pernah ada normalisasi pengerukan lumpur dari Sudin Tata Air Jakarta Utara, kata warga setempat kepada Metropolitan Pos dilokasi. “Bila musim hujan rumah selalu kebanjiran dan ibu-ibu yang tinggal dipinggiran Kali Betik harus turun ke kali untuk mengeruk sendiri lumpur- lumpur nya” cetus Wartono. Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin Tata Air Jakarta Utara, Bodimargo, saat dikonfirmasi mengatakan kepada Metro- politan Pos, bahwa kita akan ajukan anggarannya untuk tahun ini. Selain itu masih ada kasus yang menimpa pagar

tahun ini. Selain itu masih ada kasus yang menimpa pagar Proyek pengembangan saluran sistim drainase PHB

Proyek pengembangan saluran sistim drainase PHB Rorotan, Kec. Pademangan, sebesar Rp7.317.480.782. APBD tahun 2014 lalu.

gedung sekolah roboh akibat pengerukan saluran air yang dilakukan Suku Dinas (Sudin) Pekerjaan Umum, Tata Air, Jakarta Utara, Minggu 2 No- vember 2014. Salah satunya, pagar SMAN

13 di Jalan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, roboh. Gubernur DKI Jakarta, Basuki TjahajaPurnama mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. “Itu masih di-police line. Masih diselidiki,” kata

Ahok di Balai Kota, Senin (3/11/2014) lalu. Pagar tersebut memiliki tinggi 3 meter dan panjang 150 meter. Dari panjang tersebut, pagar ambruk sepanjang 80 meter. Akibat robohnya pagar tersebut, kerugian sekolah di- prediksi mencapai Rp300 juta. SudinPendidikanMenengah Jakarta Utara menduga pembangunan saluran air di samping sekolah itu dilakukan tanpa perencanaan matang. Itu terbukti dari tidak adanya tiang penyangga di sepanjang lokasi pengerjaan proyek. Mereka pun berencana me- layangkan surat untuk me- minta pertanggungjawaban dari PT Sigura Maju Jaya se- laku penggarap proyek yang ditunjuk Suku Dinas Peker- jaan Umum (PU) Tata Air Ja- karta Utara. Selain itu, proyek pengem- bangan saluran sistim drai-

nase PHB Rorotan, Keca- matan Pademangan, sebesar Rp7.317.480.782, pekerjaan penunjang pagar pengaman dengan seng gelombang tinggi min 1,8 meter dengan rangka kayu, sewa plat baja untuk ja- lan sementara 91,2x2,4 meter tebal 25 mm tidak dipasang dilapangan dan papan proyek tidak dipasang untuk menge - labui masyarakat. Kualitas dan volume pekerjaan tidak sesuai anggaran yang sudah diren- canakan atau kontrak kerja. Selain itu masih banyak lagi galian lumpur terbengkalai dibiarkan kontraktor, hal ini mantan Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Utara, Wagiman harus bertanggung- jawab. Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Utara, Kasna belum bisa dikonfirmasi Metropolitan Pos, terkait proyek tersebut. (Marpan/Jenri)

Camat Kemayoran, Drs. Herry Purnama Rajin Blusukan

r i ) Camat Kemayoran, Drs. Herry Purnama Rajin Blusukan Camat Kemayoran Jakarta Pusat, Drs. Herry

Camat Kemayoran Jakarta Pusat, Drs. Herry Purnama dan istri melakukan kunjungan ke Kelurahan Kemayoran

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Camat Kemayoran Jakarta Pusat, Drs. Herry Purnama dan istri mengunjungi Kelu- rahan Kemayoran Jumat yang lalu. Meskipun baru menjabat sebagai camat, camat ini ra- jin blusukan karena baginya jabatan tersebut adalah ama- nah baginya yang harus dilak- sanakan dengan penuh tang- gung jawab. Saat dikonfirmasi Metropo - litan Pos, ditempat mengikuti PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di Kelurahan Ke- mayoran bersama Lurah Ban- gun Manalu, kasi kecamatan,

dan para kader Kelurahan. Camat yang satu ini terlihat begitu antusias dan akrab baik kepada bawahannya, maupun masyarakatnya. Tak hanya di wilayah Kelu- rahan Kemayoran saja Camat turun. Selanjutnya semua wilayah kelurahan se-Keca- matan kemayoran akan dimo- nitoring oleh Camat (Wakil) secara bergiliran. Agar kordi- nasi tetap terjaga dengan baik. Untuk mewujudkan Keca- matan Kemayoran yang lebih sukses lagi. Selamat bekerja bagi camat Kemayoran yang baru.

(Yessie M.Sani/Benny Manullang)

Wakil Walikota Jakpus, Arifin

Camat Senen Masroni Profesional dan Tegas

METROPOLITAN POS, JAKARTA,

Program Presiden Joko Widodo, semakin jelas, Pro- gram Gubernur DKI Jakarta, Ahok, makin jelas juga, pro- gramnya kerja kerja kerja, hasilnya fakta dilapangan semua merasakan. Pedagang pakaian bekas sepanjang jalan raya Pasar Senen yang selama ini mem- banjiri badan jalan dan mem- buat kemacetan, di Diskuali- fikasikan karena merusak keindahan kota dan tidak taat Perda 8 Tahun 2007. Camat Senen Masroni, memimpin langsung dan ikut apel pagi Rabu (21/01), bersama Wakil Camat Prasetyo, Mantri Polisi Pamong Praja ( Manpol PP), Andrian Polma beserta 35 orang Satgas Pol PP, untuk segera bersiap berangkat Sterilisasikan kawasan rawan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Senen, persis di bawah Fly Over dan yang menjadi jalan utama menuju kota. Hari yang cerah seakan gelap begitulah ungkapan seorang pedagang pasar senen yang sedang berjualan pakaian bekas, puluhan sat

pasar senen yang sedang berjualan pakaian bekas, puluhan sat pol pp yang mengendarai 4 unit mobil

pol pp yang mengendarai 4 unit mobil kecil, 1 unit mobil krangkeng dan 1 unit mobil colt diesel bersiap untuk naikkan pakaian bekas PKL Pasar Senen.

hingga jam menunjukkan pukul 21.00 wib, satgas Pol PP yang telah berjaga sejak pagi pukul 07.30 wib ini pun berkemas untuk balik kanan dengan membawa barang-

(Benny Manullang/Sani

Berjalan kaki

barang seperti kayu dan karung hasil jarahan PKL

Wakil Walikota Jakarta Pusat Arifin, mantan Sekko Jakarta Timur ini juga ikut berjalan kaki bersama Camat dan rombongan untuk berkeliling seputaran Pasar Senen untuk melihat langsung tentang bagaimana keadaan lokasi Pasar Senen yang rawan Pedagang Kaki Lima (PKL), dan langkah-langkah tegas untuk disosialisasikan.

Pasar Senen, dan akan terus dilanjutkan karena menjadi target pokok, hingga tidak ada lagi PKL Pasar Senen. Untuk diketahui, Camat Senen Masroni, adalah Man- tan Camat Johar Baru yang biasa ramah kepada masyara- katnya dan dikenal dengan se- nyumnya yang harmonis tapi juga professional bukan janji.

Malam pun kini telah larut

Pangaribuan).

Gubernur Ahok Anggaran Proyek Dinas Bina Marga

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Gubernur DKI Jakarta Ba- suki Tjahaja Purnama (Ahok), harus benar-benar memper- hatikan kinerja bawahannya yang baru, begitu juga dengan masyarakat yang membutuh- kan kenyamanan karena ma- syarakat masih percaya pada pemerintah. Triliunan anggaran untuk segala aspek perbaikan DKI

Jakarta. Lelang juga swakelola yang sejogianya dapat menjaga dan merawat terlebih mem- perbaharui zaman yang sema- kin maju, begitu juga dengan masyarakatnya yang semakin bertambah dan tentunya harus sesuai dengan segala fasilitas- nya. Dinas Bina Marga DKI Jakarta harus benar-benar serius bekerja. Ratusan titik ruas jalan masih banyak yang

berlubang contohnya; Tanah Abang, Kramat Raya, Ma- traman, Kampung Melayu, Cakung Penggilingan, Mang- garai, Pasar Rumput, Danau Sunter, Pademangan, hingga Mangga Dua. Jalan berlubang hingga saat ini belum bisa terselesaikan, tambah lagi dengan beberapa bagian jalan yang bergelom- bang, kejadian seperti ini tidak lagi asing bagi pandan-

gan setiap pengendara yang melintasi jalanan Kota. Sebagai contoh, di Tanah Abang peristiwa kecelakaan sering terjadi apalagi bila hu- jan turun jalan yang berlu- bang pasti akan tergenang air dan saat pengendara melintas mereka pasti tidak akan me- lihat lubang yang tergenang air, contoh jalan seperti in- lah yang dapat mengancam nyawa para pengendara yang

melintas. Tanah Abang Jakarta Pusat adalah pusat transaksi jual beli terbesar di Indonesia dan hampir setiap harinya ribuan masyarakat dari berbagai pen- juru datang berbelanja, baik untuk dijual kembali juga, dipakai sendiri, dan sering juga terlihat turis mancanega- ra datang untuk sekedar jalan- jalan atau berbelanja.

(Benny Manullang/Yessie M.Sani)

METROPOLITAN

METROPOLITAN 5

5

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Masyaraka Senang, Jakarta Target Bersih Preman

Polda Metro Jaya Razia Preman Kawasan Tanah Abang

Preman Polda Metro Jaya Razia Preman Kawasan Tanah Abang METROPOLITAN POS, JAKARTA Jadi target Preman di

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Jadi target Preman di Jakarta, hal

ini sudah menjadi tanggungjawab

Polri yang selama kini tidak pernah tuntas masalah Preman, sekarang ditangkap besok bertumbuh kembali. Baru baru ini Ditreskrimum Polda Metro Jaya rajia preman Pasar Tanah Abang Rabu, (21/01). Puluhan anggota polisi yang berpakai preman pun langsung ditugaskan memburu dan menangkap preman-preman yang biasa meresahkan masyarakat yang sedang berbelanja di sekitar pusat

perbelanjaan terbesar di Indonesia ini. Sempat terjadi perlawanan dari seorang preman, bertubuh besar dan berparas brewok yang berusaha melarikan diri sesaat

di sergap Kompol Teuku Arsya

Khadafi, petugas kepolisian dan akhirnya berhasil ditangkap dan diborgol dan langsung di masukkan kedalam mobil krangkeng yang telah disiapkan di blok G. Razia Preman ini mendapat sambutan baik dari masyarakat karena Tanah Abang marak preman yang sering membuat onar dan tidak nyaman masyarakat. Selain itu masyarakat meminta Kapolda Metro Jaya supaya memberantas preman di Jakarta yang dianggap rawan, seperti di sepanjang jalan By Pass sampai Tanjung Priuk. Lokasi paling rawan setiap jam 10 malam di fly over arah dari Kelapa Gading menuju Sunter selalu ada penjambretan tiap malam, dan sudah terorganisir bandit bandit

kampak Merah di sepanjang by pass tepatnya setiap persimpangan,

ini harus di brantas, kalau tidak

jelas tindakan Kapolres Jakut segera di copot saja, tegas, Antoni korban jambret.

(Benny Manullang/Sani Pangaribuan)

Camat Senen Tegakkan Perda 8 Tahun 2007

Bongkar Habis Rumah Kumuh Sepanjang Inspeksi Kali Ciliwung

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Puluhan Satpol PP gabungan se-Kecamatan Senen dan Kepolisian yang dipimpin langsung oleh

Wakil Camat Senen Prasetyo, Lurah Kenari Triana Eka Dewi dan Manpol Andrian

di sepanjang inspeksi kali

ciliwung, persis dibelakang R.S.Cipto Mangunkusumo dan kini telah benar-benar

rata di rubuhkan.

Pembongkaran rumah kumuh di sepanjang jalan dan tepiankalidiKelurahanKenari

ini berlangsung dengan tertib, sekitar 50 rumah kumuh yang berdiri di pinggir kali

ini habis dibongkar karena

telah dengan sengaja tidak mengindahkan Perda 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum. Saat dikonfirmasi Metro-

2007 tentang ketertiban umum. Saat dikonfirmasi Metro- politan Pos Semua harus di- bongkar ujar Wakil Camat

politan Pos Semua harus di- bongkar ujar Wakil Camat Prasetyo. “Saya hanya di-

arahkan Camat Senen Mas- roni, yang sedang rapat di Walikota dan sorenya pun

mengikuti peringatan maulit nabi di gedung Islamic Center Indonesia ( ICI ) Kramat II

Jakpus,” ujar Prasetyo. Sementara itu seorang ibu mendatangi Lurah Triana Eka

Dewi sambil terisak tangis me- nuturkan, ’’bu tolong rumah saya jangan dibongkar terus saya tinggal dimana?” lantas Triana menjawab, saya hanya lurah baru dan saya juga hanya menjalankan perintah sesuai perda 8 tahun 2007, kan bukan hanya ibu saja tapi yang lain juga dan ini sudah program Gubernur DKI Jakarta. Rumah kumuh di atas kali yang menghiasi bantaran kali

di DKI Jakarta seperti tidak

akan pernah ada titik terang- nya, dan sebagai penegak per-

da dan pegawai Negara yang

benar-benar menjalankan roda kepemerintahan semua

harus diberantas habis, demi kepentingan umum dan kein-

dahan

kota.

(Benny

Manullang/

Sany Pangaribuan)

MVP-FAM Production Garap Film ”3 (Alif Lam Mim)”

METROPOLITAN POS, JAKARTA,

Multi Vision Plus (MVP) salah satu Produsen besar film di Indonesia yang banyak menghasilkan film-film box office yang selalu ditunggu- tunggu masyarakat luas di Indonesia yang merindukan film Indonesia menjadi tuan rumah dinegerinya sendiri dan mernjadi kebanggaan bangsa Indonesia karena hasil karya terbaik anak bangsa. Memasuki tahun 2015 MVP bekerjasama dengan rumah produksi FAM Production menggarap satu film besar berjudul “3 (Alif Lam Mim)”, sederet bintang besar dalam film ini seperti Cornelio Sunny sebagai Alif, Abimana Aryasatya sebagai Lam, dan Agus Kuncoro sebagai Mim, dan diharapkan bisa menjadikan film 3 salah satu film yang ditunggu dan diminati oleh pecinta film di tanah air. Latar belakang kerjasama ini berawal dari sebuah niatan untukmengangkatsenibudaya bela diri silat Indonesia yang

untukmengangkatsenibudaya bela diri silat Indonesia yang ternayata memiliki ribuan sisi yang tak terbatas untuk dapat

ternayata memiliki ribuan sisi yang tak terbatas untuk dapat dilestarikan di Indonesiaatau bahkan diperkenalkan kepada dunia, dan juga dalam rangka ingin memberikan karya terbaik yang “tidak biasa” untuk penonton Indonesia. MVP dengan kepemimpinan Bapak Raam Punjabi sebuah perusahaan Movie Entertainment terbesar dan tertua di Indonesia yang sejak tahun 1981 tidak pernah berhenti memberikan karya- karya terbaik kepada dunia pesinetron dan perfilman Indonesia, ingin bergerak

maju dan keluar dari tema yang bersifat monoton yang ada selama ini. Seperti dicinta ulam tiba, konsepsepertiitulahyangjuga ditawarkan oleh FAM Picture dengan karya film pertamanya “3 (Alif Lam Mim)” kepada MVP, sehingga kemudian terjalinlah kerjasama untuk produksi film ini. Sekedar diketahui FAM merupakan rumah produksi yang berumur 3 tahun digawangi oleh orang-orang yang sudah cukup lama berada dipanggung hiburan Indonesia, perusahaan yang

didirikan oleh Arie Untung dan Fenita Arie ini kemudian membentuk FAM Picture bersama Anggyh Umbara sutradara yang karyanya telah banyak menjadi BOX OFFICE Indonesia (MAMA CAKE, COBOY JR, COMIC 8) dan Dicky Maland Director of Photograpy yang sudah cukup banyak menggawangi produksi film berkualitas di Indonesia. Film “3 (Alif Lam Mim)” merupakan sebuah film laga terbaru Indonesia yang “beda” dengan menampilkan set- ting “Future”, konflik terjadi pada saat kebebasan yang diselewengkan di Indonesia sudah lewat batasnya. Tiga orang sahabat dengan latar belakang yang berbeda diper- temukan pada suatu perma- salahan yang sama. Lewat konsep laga yang menjanjikan, dan juga dengan line up pemain yang sudah di- ragukan lagi, film ini diharap- kan bisa membuat masyarakat perfilman Indonesia menjadi lebih “dewasa” dalam menaiki level baru film Indonesia.

Mengapa “3 (Alif Lam Mim)”, dikarenakan film ini merupakan sebuah cerita original yang ditulis oleh Umbara bersaudara (Anggy Umbara, Bounty Umbara, dan Fajar Umbara) tentang Alif, Herlam, dan Mimbo, 3

karakter utama yang dulunya sangat erat bersahabat, namun kini sudah jauh bertbeda dalam visi dan jalan hidup dan akhirnya dipertemukan dalam satu konflik yang pelik. Konsep jalan cerita yang tidak linier dengan pattern yang berbeda dengan film Indonesia kebanyakan, dit- ambah dengan latar belakang masa depan dimana kekuatan Action dan Drama Thriller yang juga mengangkat tajam issue sosial-politik –agama-

di negeri kita akan membuat

film ini menarik untuk di- saksikan, dan film ini mulai shooting perdana per tang- gal 1 Februari 2015, film “3 (Alif Lam Mim)”, diharapkan rampung dan bisa disaksikan oleh khalayak pada tanggal 13 Agustus 2015. (Mulyawan)

Walikota Jakpus, Drs. Mangara Pardede Blusukan

Camat Tanah Abang, Drs. H Hidayatullah Berantas Habis 300 Rumah Kumuh

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Walikota Jakarta Pusat Drs. Mangara Pardede blusukan ke Tanah Abang Petamburan untuk melihat langsung pembongkaran kurang lebih 300 rumah kumuh yang telah mendiami kawasan Banjir Kanal Barat ( BKB), selama bertahun-tahun. Turut hadir Wakil Walikota Jakarta Pusat Arifin, Sekretaris Kota Bayu Meghantara, TNI, POLRI, dan Kebersihan bersama dengan ratusan

TNI, POLRI, dan Kebersihan bersama dengan ratusan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat pol PP), yang ikut

Satuan Polisi Pamong Praja (Sat pol

bersama dengan ratusan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat pol PP), yang ikut dalam pembongkaran Banjir Kanal

PP), yang ikut dalam pembongkaran

Banjir Kanal Barat (BKB). Camat Tanah Abang Drs.H. Hidayatullah, dengan menaiki Alat berat (Beko), langsung memerintahkan untuk membongkar Markas Forkabi begitu juga dengan Markas FPI, karena lahan tersebut akan segera di refungsi kembali untuk sarana olah raga dan taman bermain anak. Yang difasilitasi oleh Suku Dinas Olahraga dan Pemuda (Sudin Orda). Semuanya itu untuk

kesejahteraan masyarakat juga. Lurah Petamburan M Rodi, saat dikonfrmasi mengatakan lima RW yang terkena pembongkaran yakni, RW.01, 03, 04, 05 dan RW 11 ini masih banyak terdapat rumah-rumah kumuh, sebelumnya pun kecamatan dan kelurahan sudah menghimbau kepada masyarakat, karena Pemda akan merelokasinya sebagai lahan hijau.

(Benny Manullang / Sani Pangaribuan)

POLITIK

POLITIK 6

6

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Nama-nama Jenderal Polisi Tersangkut Rekening Gendut

2015 Nama-nama Jenderal Polisi Tersangkut Rekening Gendut Budi Gunawan di DPR RI. METROPOLITAN POS, JAKARTA Komisi

Budi Gunawan di DPR RI.

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut kasus rekening gendut Komjen Pol Budi Gunawan. Tak tanggung-tanggung, KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka selang satu hari menjalani uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon tunggal Kapolri di DPR. Pro dan kontra penetapan ter- sangka Budi Gunawan ini pun menyeruak ke permukaan. Banyak yang mendukung langkah KPK, banyak juga yang mengkritik dan menilai lembaga antikorupsi itu telah bermain politik di atas ke- pentingan hukum. Namun tidak hanya nama Budi Gunawan, petinggi Polri yang tersandung kasus rekening gendut. Sedikitnya ada 17 nama pejabat tinggi Polri baik yang sudah purnawirawan maupun yang masih aktif diisukan punya rekening jumbo, dan sudah dilaporkan oleh PPATK. Nama-nama ini beredar dari pesan berantai di Black Berry Messenger (BBM), belum jelas siapa yang menyebar data ini dan benar atau tidaknya data tersebut. Namun jika dilihat dari nama- nama yang ada, memang tidak jauh dari nama jenderal yang pada 2010 lalu juga sempat diisukan berekening gendut. Misalnya, mantan Kapolri Da’i Bachtiar disebut memiliki rekening hingga Rp 1,2 triliun.

Adang Dorodjatun yang sekarang menjadi Politikus PKS berjumlah Rp 1,1 triliun. Calon Kapolri Budi Gunawan juga masuk dengan jumlah rekening Rp 400 miliar. Berikut 17 nama jenderal Polri yang dikabarkan berekening gendut dalam BBM yang disebat tersebut:

1. Da’i Bachtiar Rp 1,2 triliun

2. Adang Dorodjatun Rp 1,1 triliun

3. Makbul Padmanegara Rp 800 miliar

4. Saleh Saaf Rp 800 miliar

5. Firman Gani Rp 800 miliar

6. Iwan Supanji Rp 600 miliar

7. Rasyid Ridho Rp 600 miliar

8. Dedi S Komaruddin Rp 500 miliar

9. Eddy Garnadi Rp 400 miliar

10. Budi Gunawan Rp 400 miliar

11. Mathius Salempang Rp 300 miliar

12. Heru Susanto Rp 300 miliar

13. Cuk Sugiarto Rp 250 miliar

14. Syafrizal Rp 200 miliar

15. Sujitno Landung Rp 200 miliar

16. Dadang Garnida Rp 150 miliar

17. Indra Satria Rp 144 miliar. (Tim)

LSI: Empat Alasan Jokowi Tak Perlu Lantik Budi Gunawan Jadi Kapolri

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Desakan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuksegeramelantikKomjen Pol Budi Gunawan perlahan semakin kuat. Hal ini dinilai sebagai langkah agar Jokowi tidak menyalahi aturan dan konstitusi yang berlaku. Namun, publik juga ingin Jokowi mencari calon lain dan melibatkan KPK dalam pe- milihan calon Kapolri. Ling- karan Survei Indonesia (LSI) setidaknya mencatat 4 alasan Jokowi tak perlu melantik Budi Gunawan sebagai Ka- polri yang baru. Peneliti LSI Adrian Sopa menjelaskan, mengangkat ter- sangka menjadi pejabat negara merusak tradisi negara. Jokowi menjadi satu-satunya presiden di dunia yang mengangkat ko- ruptor sebagai Kapolri. “Presiden Jokowi bisa

ko- ruptor sebagai Kapolri. “Presiden Jokowi bisa Presiden Joko Widodo. (LIPUTAN6.COM) saja berkilah ada

Presiden Joko Widodo. (LIPUTAN6.COM)

saja berkilah ada praduga tak bersalah dalam prinsip hukum, namun puncak jabatan seperti Kapolri jangan dijadikan perjudian mengambil resiko. Karena tersangka korupsi KPK itu hal yang besar dan nyaris tak ada tersangka KPK yang lolos dari jeratan hukum yang artinya dinyatakan bersalah,” jelas dia

di kantor LSI, Jakarta Timur, Selasa 20 Januari 2015. Selain itu, lanjut dia, pelantikan Budi Gunawan akan menurunkan standar moral politik pemerintahan. Seperti diketahui, Presiden SBY dikenal selalu meminta menterinya mundur begitu terjerat kasus korupsi yang disangkakan KPK.

“Pada masa Presiden SBY, seorang menteri atau pejabat

tinggi yang menjadi tersangka

di KPK akan dinonaktifkan.

Sehingga jika seorang ter- sangka korupsi justru dilan-

tik menjadi Kapolri, ini jelas

sebuah kemerosotan standar moral politik,” ungkap dia. Selain itu, Jokowi menurut dia juga harus terbebas dari anggapan bahwa dia tidak mandiri dalam mengambil keputusan lantaran desakan dari orang-orang di sekeling- nya. “Penunjukan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri meskipun sebelumnya sudah mendapat rapor merah dari KPK dan PPATK ketika proses penentuan menteri, menguat- kan bahwa Budi Gunawan bukanlah ‘keinginan’ Jokowi semata. Terlebih ketika Budi Gunawan merupakan mantan ajudan Megawati dulu,” imbuh

Adrian. Ambisi membentuk peme- rintahan bersih juga bisa jadi

angan belaka. Pengangkatan Budi Gunawan bisa menjadi titik awal tidak percayanya masyarakat terhadap Jokowi dan pemerintahan bersih yang sejak kampanye terus didengungkan. “Selama kampanye, Jokowi berulang kali mengutarakan platform-nya membentuk pemerintahan bersih. Ketika Jokowi tetap bersikukuh me - lantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri maka akan sangat sulit bagi publik untuk tetap percaya bahwa Jokowi pro-pemerintahan yang ber- sih jika ia mengangkat ter- sangka korupsi di puncak penegak hukum. Jokowi yang tadinya dianggap berbeda, kini dianggap politisi biasa,” tandas dia.

(Liputan6.com)

PDIP Tantang KPK Usut Rekening Gendut Jenderal-jenderal Lain

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan menyayangkan langkah KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka setelah Presiden Joko Widodo mengusulkan namanya sebagai calon Kapolri ke DPR. Dia pun mempertanyakan, dari beberapa nama jenderal yang terkait rekening gendut, kenapa hanya Budi Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka. “Kita sama-sama tahu rekening gendut dari tahun

tersangka. “Kita sama-sama tahu rekening gendut dari tahun Trimedya di Mabes Polri. 2000 awal. Kenapa baru

Trimedya di Mabes Polri.

2000 awal. Kenapa baru Pak Budi Gunawan yang diproses

hukum.

yang

Bagaimana

kata

dengan

Trimedya

lain,”

dalam acara Aktual Forum, Minggu (18/1). Politikus PDIP itu menam- bahkan, apa yang dilakukan KPK telah sampai kepada simbol kekuatan yang meng- ganggu lembaga kepresiden- an. Soal status Budi Gunawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka, Trimedya memin- ta agar Jokowi tetap melantik jenderal polisi bintang tiga tersebut sebagai Kapolri. “Soal Budi Gunawan, semogapresidenmaumelantik beliau menjadi Kapolri karena kalau kita ikuti, bahwa rakyat bisa melihat bagaimana Budi

Gunawan ditetapkan menjadi tersangka,” kata Ketua DPP bidang hukum PDIP ini. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri agar KPK memiliki kesempatan untuk memeriksanya. “Untuk memberikan ke- sempatan kepada KPK untuk memeriksa yang bersangkut- an,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/1).

(Tim)

Langgar Tenggat Waktu, Jokowi Ancam Copot Menteri

METROPOLITAN POS, PONTIANAK

Presiden Joko Widodo mengingatkan Menteri Pertanian serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk berhasil mencapai targetnya tahun ini. Jika tidak berhasil, kata Jokowi, keduanya siap dicopot. “Khususnya untuk mencapai ketahanan pangan dan menurunnya titik api,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan di UPT Manggala Agni, Kalimantan Barat, Selasa (20/1). Menurut Jokowi, sistem untuk merealisasikan program yang disusun sudah ada, sehingga hanya perlu kemauan keras untuk mewujudkannya. “Kalau enggak sanggup, ya sudah.

Banyak kok yang mau jadi menteri,” kata Jokowi. Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan bahwa tenggat waktu tidak hanya berlaku untuk dua menteri itu saja, tapi untuk semua menteri dalam kabinet pemerintahannya. Khususnya, untuk bidang- bidang yang mempunyai permasalahan konkret. Setelah meresmikan Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Jokowi dan rombongan menuju Kabupaten Landak untuk memberikan bantuan 520 hand tractor dan 150 pompa air serta bantuan simbolis untuk pengairan kepada petani. Bantuan ini diharapkan menjadi salah satu upaya mewujudkan program ketahanan

pangan. (TEMPO.CO)

PKB Ingin Kehidupan Keluarga Calon Kepala Daerah Ditelusuri

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di DPR menyetujui peraturan Pemerintah Peng- ganti Undang-Undang ten- tang Pemilihan Kepala Dae- rah (Perppu Pilkada) untuk disahkan menjadi undang- undang. Namun, PKB meni- lai, ada beberapa hal dalam perppu yang harus direvisi. PKB menilai, salah satu peraturan yang harus direvisi adalah mengenai persyaratan calon kepala daerah. PKB ingin syarat menjadi calon kepala daerah diperketat, dilihatdariaspekpengetahuan hingga latar belakang keluarga sang calon. Anggota Komisi II dari FKB, Yanuar Prihatin, menyampaikan pandangan fraksinya dalam rapat mini fraksi dengan pemerintah. Hadir dalam rapat itu Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly.

“PKB mengusulkan dalam revisi nanti dicantumkan in- deks kepemimpinan daerah agar kita memiliki standar minimal bagi calon yang

ingin maju. Selama ini, syarat kepemimpinan bagi calon hanya dua, dukung-men- dukung dan finansial,” kata Yanuar di ruang rapat Komisi

II, Gedung DPR, Senayan, Ja-

karta, Selasa (20/1). “Harus ditelusuri menge-

nai berbagai hal, religiolitas, integritas, pendidikan, komu- nikasi, karakter, mental, bah- kan kehidupan keluarganya. Bagaimana mungkin seorang menjadi calon kepala dae- rah kalau keluarganya tidak mencerminkan kehidupan yang baik,” tambah Yanuar. Yanuar menyadari bahwa perppu yang diterbitkan Susilo Bambang Yudhoyono

itu memang sudah mengatur

mengenai uji publik bagi calon kepala daerah. Namun, uji publik itu, kata dia, juga harus direvisi karena memiliki

banyak kekurangan. “Kalau panitia uji publik sama dengan panitia seminar, lebih baik dikaji ulang. Seyo- gianya panitia uji publik diberi tugas yang lebih dari itu, yakni memberi penilaian nyata ber- dasarkan indeks kepemimpi- nan daerah,” ujarnya. Uji publik diatur dalam Pasal 38. Dalam perppu disebutkan, calon kepala daerah wajib mengikuti uji publik. Parpol atau gabungan parpolbisamengusulkanlebih dari satu bakal calon kepala daerah untuk dilakukan uji publik yang diselenggarakan oleh panitia uji publik. Panitia uji publik berang- gotakan lima orang, yang terdiri dari akademisi, tokoh masyarakat, dan KPU. Uji coba itu digelar secara ter- buka paling lambat tiga bulan sebelum pendaftaran. Nanti- nya, mereka yang mengikuti uji publik memperoleh surat keterangan telah mengikuti uji publik. (Tim)

HUKUM

HUKUM 7

7

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Sudah Siuman, Aktivis Korban Penembakan Sering Menangis

2015 Sudah Siuman, Aktivis Korban Penembakan Sering Menangis Mathur Husyairi. (JAWAPOS) METROPOLITAN POS, BANGKALAN

Mathur Husyairi. (JAWAPOS)

METROPOLITAN POS, BANGKALAN

Mathur Husyairi, aktivis antikorupsi di Bangkalan yang menjadi korban penembakan orang tidak dikenal, sudah siuman, namun masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Setelah kejadian yang menimpa, Mathur sering menangis. Belum diketahui kenapa ia jadi seperti itu. Hingga saat ini belum ada pengunjung yang boleh menjenguk karena Mathur masih berada di ruang ICU. Hanya istrinya yang boleh mendampingi. “Sekarang kondisi Mathur sudah siuman, dan menangis terus. Tidak tahu kenapa menangis terus. Kasihan dia,” terang sahabat karib korban, Aliman Haris, Rabu

(21/1/2015).

Menurut dia, motif penembakan yang menimpa Mathur diperkirakan berakar dari aksi teror yang sebelumnya terjadi. Aliman mengungkapkan, Mathur sudah sekian kali diteror oleh orang tidak dikenal. “Teror terhadap Mathur tidak hanya kali ini. Sebelumnya mobil Mathur pernah dibakar. Sekarang lebih kejam, orangnya ditembak. Beliau memang sangat aktif dan getolmengkritikkebijakanpemkab, terutama yang menyangkut korupsi,” paparnya. Tidak hanya Mathur, aktivis lainnya di Bangkalan juga sering menjadi sasaran teror. Sebut saja pembacokan yang menimpa aktivis Fahrillah, kader Nasdem Muzakki, kemudian terhadap aktivis Mahmudi. “Polisi harus serius mengungkap kasus ini. Jika tidak, saya khawatir bakal terjadi perang gerilya. Banyak kasus kekerasan dan teror yang tidak terungkap di sini. Pertama, mobil saya dirusak pada 2011,” ujarnya. Dia yakin Mathur tidak mempunyai persoalan pribadi, tapi kasus itu diduga kuat ada kaitan dengan aktivitasnya sebagai aktivis. Ia juga meminta pada semua elemen aktivis se-Jatim untuk mengutuk aksi penembakan agar tidak terjadi lagi. “Cerita Beliau, ia akan menjadi saksi di KPK atas kasus orang penting di Bangkalan,” jelasnya. Seperti diketahui, seorang aktivis, Mathur, ditembak orang tak dikenal ketika membuka pintu pagar rumahnya di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Kota, Bangkalan, pada Selasa 20 Januari dini hari. Peluru menemubus perut korban.

(okezone.com)

KPK Bersiap Jerat Teman Sejawat Sutan Bhatoegana di Komisi VII

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Penuntasan kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam penetapan Anggaran Penetap- an Belanja Negara-Perubahan antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Komisi VII DPR disangkakan kepada Sutan Bhatoegana, akan segera dituntaskan tahun ini. Komisi Pemberantasan Ko- rupsi berjanji sudah bersiap menjerat sejawat Sutan di Komisi VII DPR disangka tu- rut melakukan tindakan ter- cela itu. Menurut Wakil Ketua KPK

melakukan tindakan ter- cela itu. Menurut Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, kasus melilit Sutan diutamakan

Adnan Pandu Praja, kasus melilit Sutan diutamakan supaya diselesaikan tahun ini sebelum mereka lengser.

Dia menyatakan tidak menutup kemungkinan ada pengembangan penyidikan dan akan menjerat pihak lain

turut terlibat dalam perkara

itu. “Bisa saja setelah ini (Sutan) selesai bisa ke situ (Anggota Komisi VII lain). Tapi jangan lupa yang sekarang ini pun mesti dipercepat,” kata Adnan kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/1). Adnan meyakini Sutan ti- dak beroperasi seorang diri dalam menerima gratifikasi

dan sogok. Sebab menurut dia,

proses lobi-lobi di kalangan

politikus bisa lewat mana saja

dan melibatkan banyak pihak.

“Kan dia enggak sendirian. Biasanya enggak sendirian.

Kolektif,” ujar Adnan. Sejawat Adnan di KPK, Bambang Widjojanto, juga meyakini hal itu, bahkan me-

nyatakan tindak kejahatan di- lakukan Sutan sulit dijalankan seorang diri. Bahkan menu- rut dia bukan tidak mungkin

Sutan juga menerima upeti

dari pihak-pihak swasta selain dari Kemente rian ESDM. “Yang namanya well cor- ruption itu biasanya organized crime. Kalau organized crime

itu pelakunya tidak tunggal, kerangkanya seperti itu,” kata Bambang.

(Red)

Tujuh Siswi SMK Jadi Korban Pelecehan Kepala Sekolah dan Guru Agama

METROPOLITAN POS, MATARAM

Sebanyak tujuh orang siswi SMK di Penujak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga menjadi kor- ban pelecehan seksual oleh ok- num kepala sekolah dan guru agama di sekolah tersebut. “Teridentifikasi ada tujuh orangyangsudahjelasmenjadi korban,” kata Joko Jumadi, Ketua Divisi Pelayanan Penanganan Kasus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Selasa (20/1/2015). Menurut Joko, mayoritas siswi yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut masih duduk di bangku kelas

pelecehan seksual tersebut masih duduk di bangku kelas Empat siswi SMK korban pelecehan seksual oleh kepala

Empat siswi SMK korban pelecehan seksual oleh kepala sekolah dan guru agama saat berada di panti sosial Paramita. (KOMPAS.COM)

X

SMK dan satu orang duduk

di

kelas XII. Mereka berinisial

AT (15), RZ (15), DS (17), FF (15), DY (15), AD (15), dan

FT (15).

Joko mengatakan, dengan modus melakukan pemerik- saan fisik kepada siswinya,

MJ (38), kepala sekolah, dan

AW (40), guru agama Islam,

melakukan pelecehan. “Alasannya adalah untuk

melihat standar di maskapai,”

kata Joko.

Menurut Joko, dalam setiap melakukan aksinya, oknum kepala sekolah maupun guru agama tersebut kerap mengancamsiswanya.Mereka melarang menceritakan kejadian ini kepada orang lain dan mengancam tidak akan meluluskan mereka dari sekolah jika bercerita.

Saat ini, empat orang korban pelecehan telah ditampung

di Panti Sosial Paramita

guna memulihkan kondisi

psikis mereka. Sementara itu, dua orang lainnya masih menjalani pemeriksaan di

Polres Lombok Tengah.

Menurut Joko, selain melakukan pendampingan hukum terhadap korban, LPA NTB juga akan

menginvestigasi lebih lanjut kepada siswi kelas XI, XII, serta alumni SMK tersebut untuk mencari jika ada korban lainnya. “Kita menduga, sepertinya kasus ini korbannya mungkin

sudah ada yang lain. Kami

sedang proses mendalami korban-korban yang lainnya,

yang kelas dua maupun kelas tiga,” kata Joko. (KOMPAS.com)

Camat Penjaringan Mengaku Cuma Banting Pintu Bukan Todongkan Senjata

METROPOLITAN POS, JAKARTA

YN (35), camat Penjar- ingan dilaporkan ke polisi, karena menodongkan air- soft gun ke seorang warga. Peristiwa ini terjadi dini hari tadi jam 00.30 WIB. Kejadian ini bermula saat korban bernama Romlih H Solo (50) datang ke Kam- pung Asem RT 06 RW 05, Kalideres, Jakarta Barat. Korban yang masih sepupu YN menegur pelaku namun diminta tak basa-basi sam- bil mengeluarkan benda menyerupai senjata api. Dalam kejadian ini dike- tahui,pelakumenembakkan senjatanya ke tanah hingga warga sekitar berdatangan karena mendengar suara tembakan dan sontak warga langsung melerai keduanya. Saat dikonfirmasi, YN membantah saat itu me- nodongkan senjata. Dia bahkan memastikan dirinya tak punya senjata. “Saya kaget saya diberi- tain nodongkan senjata ke warga. Tahu gak warga itu

siapa? Itu Paman saya. Saya gak punya pistol, bagaimana mungkin saya nodong, apa- lagi itu paman saya,” jelas YN kepada wartawan di Ba- lai Wartawan Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/1) sore. YN menjelaskan, saat itu dirinya memang terlibat adu mulut dengan pamannya karena sang paman masih asyik nongkrong bersama dua orang temannya, pada- hal hari sudah larut malam. “Karena dia (Romli) gak mau pulang. Saya tegur di- cuekin dan saya kesal, saya hanya banting pintu mobil, bukan todongkan pistol. Ternyata bantingan itu tim- bulkan suara keras. Mung- kin itu yang dianggap suara pistol,” jelas YN. Sementara itu, Romli H Solo (50) tidak mengakui dirinya sempat adu mulut dengan keponakannya, YN. Mengenai penodongan pis- tol jenis Air Softgun yang ditujukkan YN Kepada dir- inya, Romli membantah hal tersebut. (Tim)

Karyawan Indosiar Jadi Korban Tewas Outlander Ugal-ugalan

METROPOLITAN POS, JAKARTA

ugal-ugalan saat dirinya hen-

dak kembali ke rumah.

Dugaan kecelakaan terjadi

diawali dengan senggolan

Kecelakaan di Jalan Sultan

“Dia orang Studio VTR, pu-

Lama, AKP Sunarjo me-

antara

mobil Mitsubishi Out-

Iskandar Muda, Arteri

Muslichanmengatakan,rekan-

lang kerja dari Studio Penta

lander

bernomor polisi 1658

Pondok Indah, Jakarta Selatan

untuk program bola,” kata

PJE dengan mobil Avanza

melibatkan 2 mobil Mitsubishi

Moes, Rabu (21/1).

B1318

TPJ. “Yang jelas dari

Outlander dan 4 sepeda motor menewaskan 3 orang. Salah satunya adalah karyawan stasiun televisi Indosiar.

Moes mengatakan, Mahyu- din dikabarkan tewas seketika. “Kabarnya langsung mening- gal di TKP,” singkatnya.

underpass senggolan, terjadi kejar-kejaran, terjadilah ke- celakaan,” kata Sunarjo. Akibat kecelakaan tersebut,

Salah satu rekan korban,

Kanit Lantas Kebayoran

3 orang tewas. “1 kritis di TKP Kodim. Di Holand Bakery 1

nya yang tewas di TKP ke- celakaan Arteri Pondok Indah

maparkan kronologi ke- celakaan yang terjadi di jalan

tewas 1 kritis. Di depaan halte busway 3 yang ditabrak 2

tersebut bernama Mahyudin

Ateri Pondok Indah, Jakarta

tewas,

korban dilarikan ke RS

Herman. Mahyudin menjadi

Selatan, melibatkan 2 mobil

Pondok Indah,” tuturnya.

korban kecelakaan Outlander

dan

5 sepeda motor.

(Merdeka.com)

Cekcok di Warung Tuak, Jemmy Tikam Tetangga hingga Tewas

METROPOLITAN POS, MEDAN

Jemmy Sipayung, warga Desa Nagori Tongah, Keca- matan Purba, Kabupaten Si- malungun, Sumatera Utara, ditangkap polisi dari sebuah ladang di kampungnya. Dia merupakan pelaku pem- bunuhan Rudi Situmorang yang tak lain tetangganya. Pembunuhan itu terjadi saat keduanya berada di lapo (warung) tuak di sekitar ke- diaman mereka. Entah apa pemicunya, mereka terlibat

cekcok. Jemmy lalu mengam- bil pisau di warung tersebut

dan menikamkannya ke leher

korban. Rudi Situmorang tewas seketika akibat tikaman itu, sementara Jemmy buru- buru melarikan diri, sampai akhirnya ditangkap petugas di sebuah ladang. “Tersangka melakukan penikaman saat berada di bawah pengaruh minuman keras. Mereka terlibat cek- cok, hingga penikaman itu terjadi. Korbannya langsung

dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi,” ujar Kabid Humas

Polda Sumut, Kombes Helfi

Asegaf.

Jemmy kini meringkuk

di tahanan Mapolres

Simalungun. Ia dijerat Pasal 338 KUHPidana, tentang Pembunuhan. “Sementara masih dilaku-

kan penyelidikan. Sejauh

ini tersangka akan kita jerat dengan Pasal 338 KUHP. An- camannya 12 tahun penjara,” tutupnya.

(okezone.com)

PENDIDIKAN & IPTEK

PENDIDIKAN & IPTEK 8

8

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Putra Ganjar Pranowo Raih Medali Emas di Korsel

2015 Putra Ganjar Pranowo Raih Medali Emas di Korsel METROPOLITAN POS, SEMARANG Putra Gubernur Jawa Tengah

METROPOLITAN POS, SEMARANG

Putra Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Zinedine Alam Ganjar, meraih medali emas dalam lomba sains The 6th Asean+ Teacher Workshop and Student Science Camp di Korea Selatan (Korsel). Alam berhasil menyisihkan siswa dari sejumlah negara, seperti Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Taiwan, China, Laos, dan Korsel sendiri. “Format lombanya kita model tim bersama negara lain. Nah, tim itu diminta membuat proyek rumah pintar, otomatis, integrasi, ramah lingkungan, dan sehat,” kata Alam di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, belum lama ini. Alam mengambil proyek berkonsep fitur pencahayaan yang ramah lingkungan dan hemat energi memanfaatkan lampu LED dan solar sel. Rumah yang didesain Alam mengandalkan sebanyak mungkin kaca untuk memantulkan cahaya. “Kita manfaatkan satu lampu LED untuk menghasilkan cahaya yang dipantulkan di kaca,” ungkap siswa SMP Negeri 2 Semarang itu. Selain Alam, ada empat siswa dari Semarang yang turut mengikuti lomba dan meraih medali. Mereka adalah Bthari Parahita Putri Firmandjaja asal SMP Negeri 5 yang meraih medali emas, Radya Wafi Adyatma asal SMPN 2 yang meraih medali emas, serta Putra Dluha Rochmatullah dan Yuniarhiza Srikandi Fiandini asal SMPN 2 yang meraih medali perunggu. Khusus Radya Wafi Atyadma, ia juga meraih penghargaan Da Vinci Science Medal dan bakal memperoleh beasiswa penuh di

universitasseluruhnegaraAsean+3.

Atas pencapaian yang diperoleh Alam dan kawan-kawan, Ganjar Pranowo menyatakan bangga. “Ke depan kita akan carikan kompetisi yang bisa mendorong prestasinya, karena mereka benih- benih yang memiliki pengetahuan luar biasa dan cepat menggali konsep-konsep sains,” kata Ganjar saat menerima kedatangan para siswa berprestasi tersebut. Pada kegiatan Student Science Camp, siswa-siswa yang berkompetisi dibagi dalam kelompok kerja yang terdiri dari sejumlah negara. Setiap kelompok kerja ini merangkum seluruh pengetahuan dari kegiatan Science Camp dan memberikan presentasi akhir soal ide-ide baru mereka mengenai konsep The Green, Smart

Home. (okezone.com)

Puan Maharani:

Wajib Belajar 12 Tahun Dimulai Juni 2015

METROPOLITAN POS, BANDUNG

Menteri Koordinator Bi- dang Pembangunan Manusia

dan Kebudayaan Puan Ma- harani mengatakan, pelaksa- naan program wajib belajar 12 tahun akan dimulai Juni

2015.

“Rencananya Juni 2015 mulaidiberlakukan,”kataPuan Maharani seusai unjungan kerja di Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1/2015). Menurut Puan, pelaksanaan program wajib belajar 12 tahun sesuai janji kabinet

kerja. Dengan adanya program wajib belajar 12 tahun, semua anak Indonesia wajib masuk sekolah dan pemerintah wajib membiayai

Indonesia wajib masuk sekolah dan pemerintah wajib membiayai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)

Puan Maharani. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

serta menyediakan segala fasilitasnya. Puan mengatakan, hingga saat ini pemerintah terus melakukanberbagaipersiapan

terkait pelaksanaan program tersebut. “Pemerintah ingin semua anak Indonesia berpendidik- an, minimal hingga tingkat

Lepas Sambut Kasudin Pendidikan Jakarta Timur 1 dan 2

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Bertempat di Aula Sudin Dikmen Kota Administrasi Ja- karta Timur, berlangsung aca- ra Lepas Sambut Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah dan Pendidikan Dasar Kota Administrasi Jakarta Timur kepada Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur 1 dan 2. Pejabat yang dilepas adalah Drs. Budiana, MM, Kasudin Dikmen dan Drs. H. Nasruddin, M.Pd. Kasudin Dikdas. Sementara pejabat yang disambut adalah Drs. H. Arie Budiman, M.Ed sebelumnya Kepala Puslatdikjur Jakarta Barat, menjadi Kepala Sudin Pendidikan Jakarta Timur 1 dan Drs. Didi Sugandhi, MM, sebelumnya Kasudin Dikdas Jakarta Selatan menjadi Ke- pala Sudin Pendidikan Jakarta Timur 2. Drs. Budiana, MM, yang memberi sambutan pertama mengatakan pergantian, pe- rubahan merupakan hal yang biasa. Yang namanya jabatan itu amanah, dimanapun di- tugaskan kita siap, tandas Budiana. Selama saya ber- tugas disini lanjut Budiana, saya merasa nyaman, banyak kreatifitas yang dibangun, kemudian suasana kerja se- makin baik dan teman-teman bekerja dengan sungguh- sungguh, artinya dari hari ke hari berusaha untuk menjadi yang terbaik. Oleh karena itu mantan Kasudin Dikmen itu menyampaikan terima kasih atas kerjasama tersebut dan mohon maaf bila ada hal-hal yang merasa dipaksakan se- hingga ada rasa ketidaknya- manan tutup Budiana. Sementara itu Drs. H. Nas- ruddin mantan Kasudin Dikdas dalam sambutannya memulai dengan berpantun “bukan kipas sembarang ki- pas, ini kipas dari Amerika, bukan lepas sembarang lepas, saya dilepas karena eska (sk). Pada hakekatnya Nasruddin melanjutkan perubahan itu

(sk). Pada hakekatnya Nasruddin melanjutkan perubahan itu Lepas Sambut: (dari kiri) Drs. Budiana, MM, Drs Didi

Lepas Sambut: (dari kiri) Drs. Budiana, MM, Drs Didi Sugandhi, MM, Drs. H. Nasruddin, M.Pd. dan Drs. H. Arie Budiman, M.Ed.

terkandung maksud ada per- baikan. Kata orang bijak man- tan Kasudin Dikdas itu men- gutip, perubahan itu tidak menjamin suatu keberhasilan, tetapi tidak akan pernah ada keberhasilan tanpa peruba- han. Oleh karena itu lanjut- nya, bijaksanalah terhadap perubahan. Ada sesuatu yang berubah kadang kita tidak siap, tapi perubahan itu juga kadang menjadi enak. Dibagian lain Nasruddin mengatakan perubahan itu konsepnya jangan sesuatu itu asal berubah, tapi tujuannya adalah lebih baik. Berbeda itu tidak selalu lebih baik, tapi yang terbaik kata Nasruddin pasti beda. Oleh karena itu lanjutnya marilah kita cip- takan yang terbaik, jangan ciptakan marilah berbeda, tandasnya. Dibagian ketiga giliran pe- jabat yang disambut. Drs. Didi Sugandhi, MM juga memulai dengan membalas pantun “bukan kentang sembarang kentang, ini kentang dari Ci- panas, bukan datang sem- barang datang, saya datang karena dinas”. Reformasi yang sedang dijalankan Pemprov. DKI Jakarta berjalan begitu cepat sangat luar biasa, dan pergerakannya hampir liar tapi terkendali, itu realitasnya, kata Didi Sugandhi. Saya ha- dir disini menjadi bagian dari keluarga besar Sudin Pendi- dikan Jakarta Timur 2. Kita bisa saling bersinergi secara maksimal, karena waktu kita

sangat sempit. Arahan Gubernur dan Ke- pala Dinas, kami hanya diberi waktu 3 bulan di evaluasi per- tama, kemudian diberi kesem- patan teakhir 6 bulan. Bukan tidak mungkin 6 bulan beri- kutnya nasib saya kurang mu- jur akan kembali menjadi staf biasa. Oleh karena itu lanjut Didi Sugandhi mohon dukun- gan dan bantuan teman-teman, tugas kita sangat berat. Kita ha- dir dalam organisasi yang baru dengan nama Sudin Pendidi- kan Jakarta Timur 1 dan 2. Sambutan terakhir disam- paikan Drs. Arie Budiman, M.Ed, Kasudin Pendidikan Jakarta Timur 1, mengatakan dalam penugasan kita ha- rus sama-sama bertanggung jawab. Dengan kerjasama kita sama-sama mencapai tujuan. Arie Budiman menyampai- kan pesan Kadis, kita harus berkomitmen, kreatif, harus juga berusaha untuk bertang- gung jawab kepada penugasan ini. Kami, kata Arie Budiman diminta oleh Kepala Dinas untuk menyampaikan pro- gram unggulan dari masing- masing sudin dan bidang, oleh karena itu saya mohon bantuan teman seksi maupun bapak/ibu pengawas untuk menyusun program unggu- lan ini. Dan akan dievaluasi selama 3 bulan pertama dan 6 bulan terakhir, dari evaluasi ini akan menjadi ukuran kin- erja kita, tutup Arie Budiman,

M.Ed. (Restu/ Marisi)

sekolah menengah atas,” katanya. Dalam kunjungan kerja ke Bandung, Puan Maharani menghadiri Munas XV Hipmi, berkunjungan ke pabrik tekstil, dan RS Hasan Sadikin. Sebagai infomasi, terwujud- nya wajib belajar 12 tahun su- dahdirintisolehpemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2012. Sebagai langkah awal, siswa SMA/SMK juga bakal mendapat kucuran dana bantuan operasional sekolah seperti yang selama ini diberi- kan kepada siswa jenjang pen- didikan dasar SD dan SMP. Karena itu, setelah biaya operasional sekolah (BOS) SD dan SMP terpenuhi, peme- rintah berupaya memberikan

BOS kepada SMA/SMK dan madrasah aliyah (MA) su- paya wajib belajar 12 tahun terwujud. Namun, ketika itu program yangjugadikenaldengannama “program rintisan Pendidikan Menengah Universal (PMU)” dianggap belum bisa untuk dimulai. Sebab, pemerintah masih menyisakan ‘pekerjaan rumah’ dalam program sebelumnya, wajib belajar 9 tahun. Salah satu tantangan untuk mewujudkan program wajib

belajar12tahunadalahjumlah

guru. Untuk mendukung program itu, dibutuhkan setidaknya 12.000 guru SMA/ SMK dalam setahun.

(KOMPAS.com)

Soal UN Berubah Tahun 2016

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Soal-soal untuk ujian nasional menurut rencana akan berubah mulai 2016 guna menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi murid.Untukmenghasilkan butir-butir soal yang lebih berkualitas, model naskah soal akan dibuat sekelas The Graduate Record Examination dan The Scholastic Aptitude Test. ”Nanti akan kami undang para pembuat naskah soal GRE (The Graduate Record Examination) dan SAT (The Scholastic Aptitude Test) untuk memberikan pelatihan. Namun, ini baru akan kami lakukan tahun depan.Kalausekarangsudah terlalu mepet waktunya,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Terkait dengan rencana penggunaan hasil ujian nasional (UN) sebagai salah satu ”tiket masuk” perguruan tinggi negeri melalui jalur nontes, Anies menegaskan, hal itu belum ada keputusan. Sejak Kementerian Pen- didikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta Ke- menterian Riset, Teknolo- gi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) terpisah, persoalan itu tak mudah diselesaikan karena butuh penyesuaian di antara dua kementerian. ”Nanti akan disinkronkan dengan kebu- tuhan Kemristekdikti,” ujar Anies.

Perguruan tinggi

Nilai hasil UN masih dapat dikatakan dipercaya oleh perguruan tinggi negeri, paling tidak hasil UN tahun lalu, karena pelaksanaan yang relatif ”bersih” dari kecurangan. UN yang merupakan tes

dengan soal-soal berstandar nasional dianggap lebih obyektif dibandingkan dengan nilai rapor hasil penilaian guru dan sekolah. Pengalaman perguruan tinggi negeri tersebut dike- mukakan Ketua Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 yang juga Rektor Uni- versitas Negeri Yogyakarta Rochmat Wahab, saat di- hubungi, Sabtu. Jika penyelenggaraan UN bisa dipercaya karena bersih dari kecurangan, lanjut Rochmat, perguruan tinggi negeri bersedia mengakui dan menggunakan hasil UN sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penerimaan calon mahasiswa baru, terutama untuk seleksi penerimaan calon mahasiswa tanpa tes. ”Selama tesnya terstandar dan kredibel, itu lebih baik daripada hanya nilai guru di rapor.Standarsetiapsekolah beda-beda sehingga nilai 9 di rapor sebuah sekolah

A tidak akan sama dengan

nilai 9 di sekolah B. Tidak adil memperbandingkan rapor antarsekolah,” kata Rochmat. Menurut rencana, pelun- curan SNMPTN 2015 pada 15 Januari 2015. Pendaf - taran peserta didik untuk

jalur seleksi tanpa tes dibu-

ka mulai Februari 2015.

Secara terpisah, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Zainal Arifin Hasibuan mengatakan, meski fungsi UN sebagai penentu kelulusan sudah dihapus, fungsi-fungsi lain tetap dipertimbangkan, sepertisebagaialatpemetaan kondisi pendidikan di Indonesia. Penyelenggaraan UN diharapkan lebih bersih dari berbagai kecurangan.

(KOMPAS.com)

EKONOMI

EKONOMI 9

9

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Genjot Kinerja Pembiayaan, Menkeu Bambang Lebur SMI dan PIP

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Pemerintah berniat melebur PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengaku, penyatuan itu dilakukan agar pemerintah memiliki lembaga pembiayaan infrastruktur lebih kuat. “Ini agar SMI menjadi lembaga pembiayaan yang kuat, apalagi selama ini PIP sebagai Badan Layanan Umum (BLU) tidak bisa bergerak lincah,” kata Bambang di Jakarta, Selasa (20/1) malam. Menurut Bambang, peleburan ini lantaran PIP kurang produktif dalam menyalurkan kredit investasi yang menjadi fokus pemerintah guna mendorong infrastruktur. Selain itu, kebijakan ini diambil agar tidak ada lagi dualisme lembaga pembiayaan. “Dasarnya supaya SMI bisa jadi lembaga pembiayaan infra yang kuat. dan tidak ada dualisme. PIP kan jadi campur-campur. BLU tidak bisa bergerak lincah karena setiap transaksi tidak boleh rugi,” ungkapnya. Agar penggabungan lancar, kata Bambang, pemerintah telah menyiapkan penyertaan modal negara sebesar Rp 18,4 triliun untuk SMI dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015.

(Merdeka.com)

M.Hasbi, Ka. Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan Kab. Karimun

Harga Sembako Tergantung Ketersediaan Stok Barang

METROPOLITAN POS, KARIMUN

M.Hasbi, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perdagangan Kabupaten Karimun Saat ditemui wartawan di Ruang Kerjanya baru- baru ini mengatakan, harga-harga sembako yang tidak menentu itu semuanya tergantung pada situasi dan kondisi pasar. Karena barang yang diperjual belikan dikarimun khususnya sembako, kebanyakan datangnya dari luar daerah. Karimun tidak memproduksi sehingga ketentuan harga berdasarkan atas ketersediaan stok barang. Kalau komoditas barang yang datang dari luar daerah berkurang pastilah harga akan tinggi itu sudah hukum pasar dimana yang terjadi adanya permintaan dan penawaran. Dalam situasi seperti ini, pihak pemerintah khususnya dinas perindustrian perdagangan tidak bisa berbuat apa-apa mengenai harga-harga barang. Terkecuali barang itu adalah barang subsidi pemerintah contohnya minyak tanah dan pupuk dan barang lain yang merupakan subsidi dari pemerintah, barulah monitoring harga dapat kita lakukan jelas hasbi saat dikonfirmasi oleh awak

media.(Rahotan)

KPPBC Kudus Selamatkan Kerugian Negara

METROPOLITAN POS, KUDUS

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah, berhasil menye- lamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 609,84 juta dari hasil penindakan pelang- garan di bidang cukai rokok selama 1-15 Januari 2015. “Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan tersebut, berasal dari tujuh penindakan terhadap pelanggaran di bidang cukai,” kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi pada KPPBC Tipe Madya Kudus Aries Widjanarko di Kudus, Rabu (21/1/2015). Sejak awal Januari 2015, kata dia, Tim Intelijen dan Penindakan KPPBCT Tipe Madya Cukai Kudust memang melakukanpengawasansecara intens terhadap pelanggaran

memang melakukanpengawasansecara intens terhadap pelanggaran Karyawan pabrik rokok Sampoerna, Surabaya. di bidang cukai.

Karyawan pabrik rokok Sampoerna, Surabaya.

di bidang cukai. Hasilnya, kata dia, tim tersebut melakukan tujuh kali pengungkapan kasus pelanggaran di bidang cukai. Modus pelanggaran yang digunakan, kata dia, melaku- kan produksi rokok secara ilegal dengan memanfaatkan

bangunana atau tempat ting- gal. Dari tujuh kali penin- dakan tersebut, tersebar di Kabupaten Kudus dan Kabu- paten Jepara. Di antaranya, melakukan penindakan di Kecamatan Welahan dan Bangsri (Kabupaten Jepara) dan Kecamatan Kota Kudus.

Guna penyelidikan lebih lanjut, kata dia, beberapa orang yang kebetulan berada di tempat kejadian dimintai keterangannya, sedangkan barang bukti diamankan petugas. Adapun barang bukti yang diamankan, yakni rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) sebanyak 811.170 batang, rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT) sebanyak 1.920 batang berbagai merek, dan tembakau iris dengan total berat 2.016 kilogram. Selain itu, KPPBC Kudus juga mengamankan pita cukai berbagai jenis, seri, dan personalisasi yang diduga palsu dengan jumlah 7.997 keping, etiket berbagai merek sebanyak 2.986 kg dan sejumlah peralatan produksi rokok. Berdasarkan Undang- undang nomor 11/1995

sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 39/2007 tentang Cukai pasal 50 disebutkan bahwa, setiap orang yang tanpa memiliki izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 menjalankan kegiatan pabrik, tempat penyimpanan, atau mengimpor barang kena cukai dengan maksud mengelakkan pembayaran cukai dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. Adanya penindakan tersebut, diharapkan KPPBC Kudus bisa mencegah rokok ilegal beredar di pasaran dan potensi kerugian negara yang berupa pungutan cukai dan PPN hasil tembakau dapat diselamatkan. (Antara)

Inilah 13 Kawasan Industri yang Siap Dibangun

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Menteri Perindustrian Saleh Husein mengatakan pemerin- tah telah menetapkan program quick wins sebagai program kerja Kementerian Perindus- trian dalam lima tahun men- datang. Program quick wins ini bertujuan untuk men- dorong sekaligus mencapai pertumbuhan industri yang tinggi. Lebih rinci, ia menjelaskan beberapa program prioritas antara lain pertama adalah pengembangan perwilayahan industri melalui pembangu-

nan 13 kawasan industri di

luar Pulau Jawa melalui fasili- tasi pemerintah dan swasta. “13 kawasan industri di luar Jawa tersebut antara lain 1. Batu Licin, Kalsel; 2. Ketapang, Kalbar; 3. Landak, Kalbar; 4. Kuala Tanjung, Sumut; 5. Sei Mangke, Sumut; 6.Tanggamus, Lampung; 7. Teluk Bintuni, Papua Barat;

8. Buli, Halmahera Timur;

9. Bitung, Sulut; 10. Palu,

Sulteng; 11. Morowali, Sult- eng; 12.Konawe, Sultra; 13. Bantaeng, Sulses,” kata Saleh saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR di

Kadis Tenaga Kerja, Ir Ruffindi Alamsjah M App Sc Pembina Utama Muda

Upah Minimum Kabupaten Karimun Tahun 2014 Sebesar Rp1.889.796

METROPOLITAN POS, TANJUNG BALAI

Berdasarkan surat Keputu- san Gubernur Kepulauan Riau Nomor 982 tahun 2013 tang- gal 21 November 2013 tentang penetapan Upah Minimum Kabupaten Karimun tahun 2014 sesuai surat Naker No- mor, 560/NAKER-HI/470.0/ XI/2013, Bahwa Upah Mini- mum Kabupaten (UMK) Ka- bupaten Karimun tahun 2014 adalah Rp1.889.796. Upah minimum Kabupaten Karimun diberlakukan hanya bagi pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari satu tahun,sedangkan untuk pekerja yang masa kerja diatas satutahundilakukankenaikan melalui perundingan bersama antara pengusaha dan pekerja atau wakil pekerja dengan sebaik-baiknya. Bagi Pengusaha yang telah memberikan upah lebih tinggi dariketetapanupahMinimum kabupaten(UMK) tidak dibenarkan mengurangi atau menurunkan upah. Dengan ditetapkannya Keputusan ini,

maka Keputusan Gubernur Kepulauan Riau nomor 773 tentang penetapan umk Kbupaten Karimun tahun 2013 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan ini berlaku mulai terhitung tanggal 1 januari 2014. Bagi pengusaha yang tidak mampu untuk mengikuti upah minimum kabupaten Karimun tahun 2014 supaya mengajukan permohonan penangguhan kepada guber- nur kepulauan riau dengan mengacu pada keputusan menakertrans nomor: Kep- 231/MEN/2003 tentang tata cara penangguhan pelak- sanakan upah minimum. Pelanggaran terhadap keputusan Gubernur ten- tang Upah Minimum Kabu- paten Karimun tahun 2014 tanpa melakkan penanggu- han, merupakan pelangga- ran pidana kejahatan sebagai mana tercantum dalam Un- dang-Undang Nomor, 13 ta- hun 2003 pasal 185 ayat (10 dan ayat (2).

(Rahotan)

13 ta- hun 2003 pasal 185 ayat (10 dan ayat (2). (Rahotan) Menteri Perindustrian Saleh Husein

Menteri Perindustrian Saleh Husein

Ruang Rapat Komisi VI, Ge- dung DPR, Jakarta, Selasa

(20/1/2015).

Ia mengatakan program kementeriannya yang kedua adalah re-desain road map industrialisasi sejalan dengan trisakti dan nawa cita melalui penetapan RPP Rencana In- duk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) menjadi PP dan penyusunan perpres ten- tang kebijakan industri nasi- onal (KIN). Ketiga hilirisasi hasil tam- bang ke produk dan jasa industri. Keempat hilirisasi produk-produk pertanian menjadi produk agro industri. Kelima ekspo dan pemberian penghargaan terhadap ino-

vasi produk-produk industri. Keenam kampanye sistematis dan kreatif untuk menum- buhkan apresiasi terhadap ke- giatan industri dalam negeri. Program ketujuh adalah peningkatan pendidikan dan keterampilan tenaga kerja industri. Kedelapan fasili- tasi terhadap industri dalam negeri dari dampak-dampak perjanjian internasional yang telah ditandatangani. Kes- embilan penguatan struktur industri melalui keterkaitan antara industri hulu, indus- tri intermediate, dan industri

hilir. (wartaekonomi.co.id)

Mega Proyek Pelabuhan Kuala Tanjung Telan Dana Rp 5 T

METROPOLITAN POS, JAKARTA

mengakomodasi kelapa sawit yang sudah ada dan banyak

Nantinya pelabuhan tersebut akan dikerjakan PT Pelindo I

Pemerintah melalui

di

Sumatera Utara,” ujarnya

(Persero). BUMN pelabuhan

Kementerian Koordinator

di

Hotel JW Marriot,

tersebut akan bekerja sama

Medan-Belawan-Semangke-

(Kemenko) Kemaritiman tengah membangun mega proyek Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Proyek ini sebagai bagian dari 24 pelabuhan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk memperkuat keterhubungan antar pulau sekaligus meningkatkan sistem logistik nasional. Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Indroyono Soesilo memiliki alasan memilih wilayah tersebut untuk dibangun pelabuhan. Menurutnya, pelabuhan ini untuk mengakomodasi

Jakarta, Rabu (21/1). Dia mengatakan, peletakan batu pertama pelabuhan ini rencananya pada 29 Januari 2015. Pembangunan pelabuhan ini nantinya akan mendukung pengembangan kawasan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, yang akan digunakan untuk pengolahan produk kelapa sawit. “Nanti via pelabuhan ini, saat bersamaan juga kawasan industri di Sei Mangke akan dipakai pengolahan produk kelapa sawit. Jadi program terintegrasi,” jelas dia.

dengan operator pelabuhan terbesar di Eropa. Lebih lanjut, pembangunan megaproyek tersebut merogoh investasi hingga USD 400 juta dan yang ditargetkan beroperasi 2018 mendatang. Selain KEK Sei Mangke, proyek ini juga terintegrasi dengan Pelabuhan Belawan, rel Kereta Api (KA) di Sumatera Utara, serta ekstensi dari tol Medan-Belawan, pembangkit listrik dari Asahan, Sumatera Utara. “Ekstensi dari Jalan tol Medan-Belawan menjadi tol

perdagangan kelapa sawit dari daerah Sumatera Utara. “Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan pelabuhan laut dalam (deep sea port)

Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Kemaritiman menargetkan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara mulai

Kuala Tanjung,” ungkapnya. “Pembangkit listrik dari Asahan juga. Jadi ini pembangkit listrik yang sangat terintegrasi,” tutup

Indonesia. Nah ini untuk

beroperasi awal 2018.

dia. (Merdeka.com)

DAERAH

DAERAH 10

10

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Mantan Kadis Tarukim Kab.Humbahas Ir.Hisar Nababan

Proyek MCK

di Desa Aek Nauli Kec. Pollung Kab. HumbaHas

di Mark-up

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Proyek sarana Air bersih dan Kamar Mandi di Dinas Tarukim kab.Humbahas tahun Anggaran 2012,yang terletak di Desa Aek Nauli Kecamatan Pollung sebesar Rp.280.557.000,- diduga telah di Mark-Up. Mengapa ! Untuk bangunan sa- rana air bersih dan Kamar mandi yang seperti itu sangatlah tidak wajar,karena Pembagunannya ti- dak bermamfaat dan terlihat asal jadi,mulaiselesaibangunanitutidak bisa di fungsikan,pembangunannya pun jauh dari pemukiman warga,ujar salah seorang warga bermarga Lumbangao Lebih lanjut Lumban gaol mengatakan proyek MCK tersebut sudah pernsh didatangi oknum penegak hukum dari Polres Humbahas. Ketika Metropolitan pos meng- konfirmasi Kepala Dinas Tarukim Kabupaten Humbang Hasundu- tan Ir.Rockefeller Simamora men- gatakan Proyek MCK di Desa Aek Nauli Kecamatan Pollung tahun 2012,waktu itu Ir. Rockefeller Si- mamora belum menjabat Kepala Dinas Tarukim,tapi yang bertang- gungjawab adalah Ir.Hisar Nababan yang sekarang sudah dimutasi ke Kabupaten Tapanuli Utara dan su- dah diangkat Bupati Nikson Naba- ban menjadi Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Tapanuli Utara. Masyarakat Desa Aek Nauli me- minta kepada Kejaksaan Tinggi, harus mengusut tuntas proyek tersebut yang berpotensi merugi- kan Negara. (Nelson)

Razia Knalpot

Knalpot Bising di Bandung Bakal Kembali Dihancurkan

METROPOLITAN POS, BANDUNG

Akhir tahun lalu, Polrestabes Bandung gencar merazia motor- motor yang menggunakan knalpot bising. Ribuan motor yang knalpotnya tak sesuai spesifikasi teknis dibawa ke Mapolrestabes dan ditilang. Tak hanya itu saja, para pemilik motor pun wajib mengganti knalpot motornya kembali ke knalpot standar. Langkah ini diambil menyusul keluhan masyarakat yang terganggu dengan suara knalpot yang memekakkan telinga. Di awal tahun ini, masyarakat kembali menyuarakan keluhan mengenai knalpot bising. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol menuturkan operasi terhadap knalpot bising terus dilakukan. “Knalpot bising itu ramainya Jumat sampai Senin,” katanya kepada wartawan di halaman Mapolrestabes Bandung.

(jabar.tribunnews.com)

Ka Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau Hary Budi Wicaksono

Tahun 2014 Tangani 188 Kasus Import

METROPOLITAN POS, RIAU

Pada Konprensi Pers yang

digelar di gedung Perkantoran Kanwil DJBC Meral Kabu- paten Karimun baru-baru ini, Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau Hari Budi Wicaksono memberikan rincian, pencapaian kinerja penerimaan, penindakan, dan penanganan barang hasil pe- nindakan Kanwil DJBC Khu- sus Kepulauan Riau periode

2014.

Wicaksono, mengatakan, untuk periode 2014 Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau telah melakukan seban- yak 188 penindakan, dimana diantaranya diselesaikan den- gan penyidikan. Dari 38 pe- nyidikan yang dilakukan, 27 berkas penyidikan dinyatakan

P21 oleh Kejaksan. Dijelaskan lebih lanjut, pe- nindakan menonjol dibidang

impor terdiri dari 7 kali pe- nindakan terhadap komoditi NPP berupa 5.253,62 gram Shabu, 39,39 gram Heroin,

1 butir Happy Pive, 1⁄4 bu-

tir ekstasi dan 21,81 gram

ganja dengan nilai barang lebih kurang Rp13 Milyar.

7 kali penindakan terhadap

komoditi ballpressed total sebanyak lebih kurang 5.000 ball dengan nilai barang Rp15 Milyar. 15 kali penindakan terdapa komoditi bawang to- tal sebanyak 320 ton dengan nilai barang Rp6,5 Milyar. 2 kali penindakan terhadap ko- moditi Ammonium Nitrate total sebanyak Lebih kurang 85 ton dengan nilai barang Rp6,5 Milyar. 3 kali Peninda-

kan terhadap Komoditi sem- bako total sebanyak Lebih Kurang 350 ton dengan nilai barang Rp4 Milyar. Penindakan Menonjol di- bidang Ekspor lanjut Wicak- sono terdiri dari, 3 kali pen-

indakan terhadap komoditi BBM jenis Crude Oil yaitu:

MT.Jelita Bangsa,MT.Ocean Maju dan MT. Sea Jade to-

tal sebanyak Lebih Kurang 64.000 ton dengan nilai ba- rang Rp475 Milyar. 2 kali penindakan terdapa komoditi Rotan yaitu KLM.Razki Mu- lia I dan KM.Jembar Hati to- tal sebanyak 500 ton dengan nilai barang Rp10 Milyar. Untuk KM Jembar Hati ada upaya dari permilik ba- rang melalui kuasa hukumnya mengajukan pra peradilan yang pada sidang pada tanggal

22 Desember telah ditolak oleh

mejelis hakim. Untuk kategori Cukai juga telah dilakukan 38 kali penindakan yang masing- masing 16 penindakan untuk kasus rokok dan 22 penin- dakan untuk kasus MMEA (Minuman Mengandung

Etil Alkohol) dengan nilai ba- rang Rp10 Milyar. Untuk tindak lanjut dari to- tal 188 penindakan yang telah dilakukan selama periode

2014 adalah sebagai berikut,

38 penindakan penyidikan,72

penindakan diselesaikan dengan BDN/BMN, 22 pen- indakan di selesaikan den- gan sanksi administrasi atau denda, 27 penindakan di se- lesaikan dengan pelimpahan, 29 penindakan masih dalam proses penyelesaian. Nilai barang secara keselu-

ruhan atas penindakan yang dilakukan pada periode 2014 sebesar Lebih kurang Rp700 Milyar. Kerugian secara immaterial yang diselamatkan atas pen- indakan yang telah dilakukan adalah penyelamatan terha- dap penyelewengan penggu- naan BBM bersubsidi, per- lindungan terhadap industri dalam negeri, perlindungan terhadap lingkungan hidup, perlindungan terhadap satwa, perlindungan terhadap eko- nomi dan perdagangan dalam negeri, perlindungan ter- hadap generasi muda dalam negeri, perlindungan terha- dap stabilitas pertahanan dan keamanan dalam negeri jelas Wicaksono dalam konfrensi Persnya (29/12/2014).

(Rahotan)

Bisa Digunakan Kapan Saja Ketika Terjadi Bencana Alam

Pemda Bandung Barat Siapkan Dana “On Call” Sebesar Rp. 7,5 M

METROPOLITAN POS, NGAMPRAH

Sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap ma- syarakat yang menjadi korban bencana alam, Pemerintah Daerah Kab. Bandung Barat memberikan bantuan yang merupakan stimulan kepada 251 kepala keluarga yang men- jadi korban berbagai bencana alam termasuk musibah ke- bakaran yang terjadi periode April-November 2014, di Ge- dung Utama Komplek Pusat Perkantoran Pemerintah Dae- rah Kab. Bandung Barat, Selasa (23/12) siang. Dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menyatakan bahwa bantuan yang diberikan hanya beru- pa stimulan sebagai bentuk kepedullian dan tanggung jawab pemda dalam turut merasakan beban dan derita par korban bencana. Abuba- kar menjelaskan bahwa ma- yoritas musibah dan bencana yang terjadi periode April- November adalah kebakaran yang sebetulnya tidak terma- suk dalam kategori bencana

yang sebetulnya tidak terma- suk dalam kategori bencana alam, melainkan hanya sebuah musibah akibat kecerobohan dan

alam, melainkan hanya sebuah musibah akibat kecerobohan dan keteledoran manusia. “Walaupun tidak termasuk dalam kategori bencana alam, tapi kami tetap memberi apresiasi dan bantuan pada musibah yang terjadi sekecil apapun sebagai bentuk tang- gung jawab dan kepedulian serta support kami kepada masyarakat agar tidak patah semangat dalam menghadapi masa depan,” tuturnya. Mengenai tanggap

darurat bencana, Abubakar menuturkan bahwa pemda menyiapkan dana “On Call” yang bisa digunakan kapan saja ketika terjadi bencana alam sebesar Rp. 7,5 M dan bisa digunakan lintas dinas tergantung permsalahan yang terjadi dilapangan. “Hingga saat ini, dana “On Call” tersebut masih tersisa sekitar Rp. 1,2 M dan dana tersebut masih bisa ditambah jika memang terjadi bencana alam yang membutuhkan

dana lebih besar,” katanya.

Badan

Penanggulangan Bencana

Daerah (BPBD) Kab. Bandung Barat, Drs. Ronny Rudyana memparkan bahwa Pemda memberikn bantuan kepada

251 kepala keluarga yang

tempt tinggalnya mengalami

kerusakan baik rusak berat, sedang dan ringan, termasuk

7 orang korban meninggal

dunia dan 1 orang yang mengalami kecacatan. “Total bantuan yang kami

Kepala

salurkan kali ini sebesar Rp.

582.500.000 untuk 251 KK.

Untuk 213 rumah yang ru- sak berat masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp. 2,5 juta, rusak sedang Rp. 1,5 Juta, rusak ringan Rp. 1Juta, meninggal dunia 2 Juta dan cacat Rp. 1 Juta. Ditambah bantuan beras dari Kantor Ke- tahanan Pangan sebanyak 14,2 ton atau sekitar 16,8 kg/jiwa dari cadangan beras pemerin- tah,” ungkapnya. Mengenai potensi bencana yang akan terjadi, Ronny meminta seluruh masyarakat dan aparat kewilayahan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi msyarakat yang tinggal disekitar lereng pegu- nungan yng berpotensi untuk terjadinya longsor atau ben- cana alam lainnya. Pasalnya, diprediksi curah hujan akan mengalami puncaknya pada Januari tahun depan “Hal tersebut sebgai upaya preventif untuk menghindari

jatuhnya korban jiwa serta korban materil dan non materil lainnya,” tutupnya.

(Adang)

PD Pasar Siantar Belum Sentuh Pasar Sama Sekali

METROPOLITAN POS, SIANTAR

Sejak resmi berfungsi pada 1 Januari 2015, keberadaan PD Pasar Horas Jaya Pematangsiantar tak jelas. Selain belum memiliki kantor, orang-orang di dalamnya juga tak jelas berada dimana. Tak terkecuali Sang Dirut, Setia Siagian. Sekretaris Perhimpunan Pedagang Pasar Horas Edi Siburian mengatakan, PD Pasarbahkantidakmelakukan sentuhan sama sekali. “Gak ada perubahan sama

sentuhan sama sekali. “Gak ada perubahan sama Sejumlah pembeli memilih sayuran di Pasar Horas

Sejumlah pembeli memilih sayuran di Pasar Horas Pematangsiantar.

sekali. Jangankan rehab, penataan aja gak ada. Cuma namanya aja yang berubah.

Dinas Pasar jadi Perusda. Ninjau-ninjau pun gak ada,” ujarnya, Rabu (21/1/2015),

saat dihubungi. Edi menuturkan, para pedagang tidak pernah berjumpa dengan para pegawai PD Pasar sejak 2015. “Kita pun gak tahu mau ngadu ke mana ini kalau ada apa-apa. Belum pernah kami jumpa dirutnya itu sejak 2015. Kayak kemarin itu, pintu jembatan gak dibuka pas hari Sabtu. Kita gak tahu mau ngadu ke mana,” kata pria penjual sembako ini. Kondisi keamanan pun masih membuat para pedagang was-was. Sebab,

belum ada penambahan petugas keamanan seperti yang dijanjikan Setia beberapa waktu lalu. “Kemarin itu kami udah ditawari untuk jadi penjaga malam, tapi cuma digaji Rp 1 juta. Ya kami gak mau. Sedangkan Wali Kota aja bilang minimal Rp 1.626.000. Gimana gaji Rp 1 juta jaga malam. Kayak mana gak sering terjadi kehilangan kalau gajinya cuma segitu. Pantas ajalah selama ini sering ada pembongkaran,” ujarnya.

(TRIBUN-MEDAN.com)

DAERAH

DAERAH 11

11

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Wakil Bupati Mojokerto Dr. Hj Choirun Nisa

Pemkab Mojokerto Adakan Mutasi Perdana 2015

Hj Choirun Nisa Pemkab Mojokerto Adakan Mutasi Perdana 2015 METROPOLITAN POS, MOJOKERTO Pemerintah Kabupaten Mojokerto

METROPOLITAN POS, MOJOKERTO

Pemerintah Kabupaten Mojokerto melakukan mutasi perdana di tahun 2015. Wakil Bupati Mojokerto Dr. Hj Choirun Nisa hadir mewakili Bupati yang berhalangan hadir, melantik dan mengambil sumpah 26 pejabat.

Pelantikan 2 pejabat eselon III B, 22 pejabat eselon IV A dan 2 pejabat eselon IV B ini dilaksanakan di Ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto, Jumat 9 Januari

2015.

Pertukaran jabatan terjadi pada eselon III B dimana Harianto, S.Sos dengan jabatan lama Kepala Bidang Kepariwisataan Disporbudpar bertukar tempat dengan Mokhamad Jainul Arifin, SP., MM yang jabatan lamanya Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans. ’Penataan aparatur pemerintah juga sebagai upaya peningkatan layanankepadamasyarakat. Karena PNS di tuntut dapat melaksanakan tugas lebih profesional, efektif, efisien, sederhana, transparan dan tepat waktu,” ujar Wakil Bupati dalam sambutannya. Dijelaskan, pengembangan karier PNS dalam pengangkatan jabatan struktural bukan sebuah proses yang mudah dan sederhana. Diperlukan banyak pertimbangan agar dapat memperoleh pejabat yang tepat untuk menduduki sebuah jabatan struktural (right man on the right position). Proses pengambilan keputusan untuk memilih dan menempatkan PNS dalam sebuah jabatan struktural memerlukan ketelitian dan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Karena itu, Nisa berharap, pejabat yang dilantik hari ini dapat segera beradaptasi dengan jabatan baru. Kemudian mampu melakukan sinergi yang positif dalam organisasi yang baru, untuk bersama-sama secara profesional memberikan pelayanan terbaik di masing- masing bidang kerjanya. Sehingga kerja keras dan penataan aparatur ini dapat membangun citra positif Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Di akhir sambutannya, Wabup mengucapkan selamat bertugas kepada pejabat yang baru. Dia berpesan agar masing-masing pejabat dapat melaksanakan tugas jabatan yang diamanahkan dan dipercayakan dengan semangat dan tanggungjawab. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Staf Ahli, Asisten, Kepala SKPD dan Kepala Unit Kerja di lingkup pemerintah Kabupaten Mojokerto. (Ariyanto)

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa

Desa Ketemasdungus Perlu Perbaikan - perbaikan Jalan Antara Dusun

METROPOLITAN POS, MOJOKERTO

Seakan sudah menjadi tradi-

si dan kewajiban dalam suatu

perubahan pembangunan. Baik disektor pertanian, pe- nerangan jalan ataupun sarana utama berupa pelebaran jalan. Insting membangun yang sangat tinggi selalu mengin- spirasi orang nomor satu di jajaran Pemkab. Mojokerto. Rembug Desa merupakan program baru yang komplek dengan beberapa tehnik dan rencana-rencana pembangun- an sekaligus sebagai kelan -

jutan dari program Sambang Desa tahun kemarin.

Kali ini Rembug Desa di- laksanakan di Desa Ketemas- dungus Kec. Puri Rabu 14 Januari 2015 yang bertempat

di Bali Desa Ketemasdungus.

Sri Widayati Kepala Desa Ketemasdungus dalam lapor- annya kepada Bupati MKP

Desa Ketemasdungus dalam lapor- annya kepada Bupati MKP mengatakan, Desa Ketemas- dungus yang terdiri dari tiga

mengatakan, Desa Ketemas- dungus yang terdiri dari tiga Dusun diantaranya Dusun

Sangkan, Dusun Dungus dan Dusun ketemas tentunya masih harus melakukan per- baikan-perbaikan dibidang

pembangunan.

Baik dibidang pembangun-

Mojokerto, upaya-upaya per- baikan tentunya harus segera

di realisasi oleh Pemkab Mo-

jokerto. Apalagi nenek mo- yang Bupati MKP berasal dari Desa Ketemasdungus, imbuh- nya. Menjawab apa yang disam- paikan Kades Ketemasdun- gus, Bupati Mustofa Kamal Pasa menjawab, dalam bentuk apapun perubahan itu sangat diperlukan. Utamanya pem- bangunan di Desa Ketemas dungus. Tidak hanya itu saja, seluruh Desa yang ada di Kabupaten Mojokerto akan didesain sebagus mungkin, agar Kabupaten Mojokerto menjadi icon di wilayah Jawa Timur. Beliau (Bupati MKP) me-

an

jalan, Musholla, Tpq, WC

mimpikan Kabupaten Mo-

di

tiap-tiap sekolah dan pe-

jokerto bisa menyamai pem-

nerangan jalan. Sebagai salah satu Desa percontohan yang

bangunan seperti di Kota Surabaya. Hal itu tentu tidak

telah ditunjuk oleh Pemkab

mudah, butuh kerjasama dan

ketelitian serta kejelian dalam melangkah untuk mewujud-

kan mimpi tersebut. Ditambahkan pula, pro- gram Rembug Desa bertujuan untuk mempertajam lang- kah Pemkab. Mojokerto agar dapat menghasilkan produk- produk pembanguanan yang lebih maju sekaligus sebagai kelanjutan pembangunan se- belumnya. Acara ini dihadiri oleh Staf Ahli, para SKPD, Camat Puri, Kades dan Perangkat, BPD, LPM, RT/RW, dan ma- syarakat. Rembug Desa lebih meriah dan menciptakan ke- bersamaan ketika lantunan tembang campaursari dari warga Desa Ketemasdungus mengiringi Bupati menik- mati tumpeng bersama warga masyarakat setempat sebagai persembahan mengakhiri acara Rembug Desa.

(Ariyanto)

Giliran Benyamin Davnie Diperiksa KPK

METROPOLITAN POS, TANGSEL

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie diperiksa KPK dalam mengusut kasus dugaan pengadaan alat kesehatan (Alkes) Kedokteran Umum di RSUD Tangsel tahun anggaran 2012. Benyamin diperiksa sebagai saksi. Benyamin diduga mengetahui rangkaian tindak pidana perkara itu. Meski begitu belum jelas apakah ada kaitan langsung antara pria itu dengan para tersangka. “Diperiksa untuk tersangka DP,” tulis Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, melalui pesan singkat, Rabu

(21/1).

Benyamin lahir di Pande- glang, Banten, 1 September 1958. Dia Wakil Wali Kota Tangerang Selatan yang men- jabat sejak 20 April 2011. Dia

Tangerang Selatan yang men- jabat sejak 20 April 2011. Dia Sekda Tangsel Dudung E Direja dan

Sekda Tangsel Dudung E Direja dan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Dens Bagoes Irawan. (TANGERANGNEWS)

adalah pejabat karir di Peme- rintah Kabupaten Tangerang mengabdi sejak 1980. Saat itu jabatannya hanyalah tenaga kerja sukarela. Seiring tahun, posisinya beranjak naik di Kabupaten Tangerang sebelum akhirnya digaet mendampingi Wali Kota

Tangsel, Airin Rachmi Diany.

Rp23 miliar

KPK menyatakan, proyek itu bernilai Rp23 miliar. Sejak 11 November KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yakni TCW alias W (Tubagus Chaeri

Wardana alias Wawan), Direktur Utama PT MAP (Mikindo Adiguna Pratama) DP (Dadang Prijatna), dan seorang pejabat pembuat komitmen (PPK) MJ (Mamak Jamaksari). TCW merupakan suami

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rahmi Diany. TCW juga menjadi terdakwa dalam perkara dugaan suap pengurusan sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Lebak dan Pemilihan. Gubernur Banten,

di Mahkamah Konstitusi.

Mamak adalah salah seorang pejabat Dinas Ke- sehatan Kota Tangerang Se- latan. Hubungan Wawan dengan Dadang Prijatna dikenal sangat dekat. Dadang merupakan tangan kanan Wawan. Wawan juga menja- bat Komisaris Utama PT Bali Pacific Pragama dan menjabat

Dewan Pengawasan Pangkat Provinsi Banten. Kabarnya, Wawan adalah otak di balik kasus ini. Dia yang mengatur proyek supaya memenangkan perusahaannya. KPK menyangkakan ketiganya melanggar Pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang- undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah pada UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat ke (1) ke-1 Kitab Undang- Undang Hukum Pidana.

Sementara dalam pengembangan kasus alkes, KPK juga menjerat TCW dengan dugaan pencucian uang. Saksi diperiksa hari ini dalam perkara itu adalah Dadang Prijatna, menjabat Manajer Operasional atau Pemasaran PT Bali Pasific Pragama.

(tangerangnews.com)

Mahasiswa Unpad Ciptakan Lion Game, Permainan Pendeteksi Kebohongan

METROPOLITAN POS, BANDUNG

Mahasiswa Universitas Padjadjaran(Unpad)Bandung menciptakan permainan kartu pendeteksi kebohongan. Kartu yang diberi nama Lion Game itu dibuat untuk melatih kepekaan seseorang. “Kartu permainan Lion Gameuntukmelatihkepekaan terhadap hal-hal berbau kebohongan yang ditemui, baik di dunia keprofesian maupun aktivitas sehari-hari,” kata salah satu pencipta Lion game yang juga mahasiswa

Psikologi Unpad, Barri Pratama (20), di Sumedang, Rabu (21/1/2015). Menurut Barri, kebohongan akan terdeteksi saat memainkan kartu Lie Detection Game (Lion Game). Kartu Lion Game, kata Barri, akan dapat melatih kepekaan seseorang untuk mendeteksi kebohongan dengan menciptakan sebuah kondisi seseorang untuk melihat dan mengidentifikasi perilaku- perilaku kebohongan. Permainan ini dibuat dan disesuaikan dengan literatur

studi ilmu komunikasi psikologi dalam komunikasi non-verbal. “Kebohongan akan timbul saat gesture atau bahasa tubuh pemain keluar dengan tidak sadar, dengan didorong pemain untuk berbohong dan membuat pemain lain perlu memprediksi apakah pemain lain berbohong atau tidak untuk memenangkan permainan,” katanya. Dengan menciptakan kon- disi permainan yang interaktif, akan timbul banyak tindakan pemain permainan ini.

Ketika seseorang berbo- hong, akan terjadi ketidak-

sesuaian dari perkataan, suara, dan gerak-gerik badan orang tersebut. Terjadinya ketidak- sesuaian perilaku tersebut su-

lit untuk dikendalikan secara

sadar atau bahkan kebanyakan terjadi secara tak sadar. Perilaku tersebut akan semakin jelas terlihat ketika se- seorang tertekan atau tegang. “Jadi, dengan mengamati keempat bentuk perilaku di atas, dapat diprediksi apakah seseorang sedang berbohong

atau tidak,” katanya. Bentuk Lion Game dibuat seperti permainan kartu pada umumnya. Bedanya, permainan itu terdiri dari 36 lembar kartu, yang mempunyai enam angka dan enam lambang pancaindera, yaitu hidung, mulut, alis, bahu, mata, dan tangan. Permainan yang hanya bisa dimainkan sedikitnya dua pemain ini lolos dalam seleksi Pekan Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) se- Indonesia pada tahun ini.

(KOMPAS.com)

DAERAH

DAERAH 12

12

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Kantor Pejabat Seram

Kantor Pengawasan Kehutanan di Kelurahan Pasir Panjang, Kec. Meral Barat

Kehutanan di Kelurahan Pasir Panjang, Kec. Meral Barat METROPOLITAN POS, Karimun Kantor pejabat seram, salah satu

METROPOLITAN POS, Karimun Kantor pejabat seram, salah satu Kantor Pengawasan Kehutanan di KelurahanPasirPanjang,Kec.Meral

Barat, penghuninya setan, Jokowi selakuPresidenRIsegeraperhatikan pembangunan di daerah, jangan hanya membangun di kota saja, daerah khususnya pedesaan perlu

di perhatikan pembangunannya

dan di sejahterakan. Ini seolah olah Presiden tidak peduli pembangunan desa pada hal Indonesia, bukan Negara tetangga yang sudah merdeka. Tampak pada gambar, halaman kantor, paping blok tertata dengan rapi, dan ada mobeler berupa meja 3 unit terpajang di emperan kantor. Namun hingga berita ini diturunkan, Kantor dan mobeler tersebut, tidak difungsikan oleh pihak kehutanan. Pantauan media ini. Bangunan yang menghabiskan dana hampir mencapai satu milyar ini terbiar begitu saja tidak pernah di gunakan. (Rahotan)

Bambang Widjojanto Tersangka

Pimpinan KPK Datangi Mabes Polri

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Wakil Ketua Komisi Pemberan- tasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja mendatangi Gedung Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Kedatangannya terkait penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto pagi tadi. Pantauan merdeka.com di lokasi, Jumat (23/1), Adnan yang berbaju hitam datang sekitar pukul 11.20 WIB. Adnan juga ditemani sekitar 4 orang. Adnan tak mau memberikan keterangan apa-apa kepada para awak media. Dia langsung bergegas masuk ke dalam Gedung Bareskrim untuk menemui para penyidik.

Sebelumnya, Bambang Widjo- janto sudah ditetapkan sebagai ter- sangka oleh Mabes Polri. Bambang disebut-sebut pernah menyuruh saksi memberikan keterangan palsu pada sidang gugatan Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK). “Iya, diperiksa sebagai tersangka. Dikenakan Pasal 242 juncto Pasal

55, melakukan dan memberikan

keterangan palsu di depan sidang

pengadilan di MK pada tahun 2010. Ancamannya 7 tahun kurungan penjara dan saat ini sedang dilaku- kan pemeriksaan oleh penyidik,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Ir-

jen Ronny F Sompie di Bareskrim

Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/1). (Red)

Pembangunan Kantor Camat Parlilitan Rp1,3 M Belum Selesai

Perlu Diperiksa Kejaksaan Kadis Tarukim Pemkab Humbahas

METROPOLITAN POS, HUMBAHAS

Pembangunan Kantor Ca- mat Parlilitan Kabupaten Humbahas sebesar Rp1,3 M belum selesai dikerjakan ses- uai bobot dan volume peker- jaan yang sudah di setujui di rencana anggaran biaya dalam APBD tahun 2014. Hal ini perlu di periksa Ke- jaksaan Kepala Dinas (Kadis) Tarukim Pemkab Humbahas bersama pemborongnya. Sesuai hasil pengamatan Metropolitamn Pos dilapangan, hingga saat ini Kantor Camat Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan tersebut belum dapat difungsikan, pada hal kantor itu seogianya pada bulan Januari 2015 sudah

sebagai

dapat

digunaan

pada bulan Januari 2015 sudah sebagai dapat digunaan Pembangunan Kantor Camat Parlilitan Rp1, 3 M belum

Pembangunan Kantor Camat Parlilitan Rp1, 3 M belum selesai.

tempat melayani Masyarakat.

Bahkan

Selasa,(13/1).

Parlilitan

Kantor

Camat

Kabupaten

Humbanghasundutan masih tahap pengerjaan juga, para

pekerja sibuk mengerjakan berbagai pekerjaan yang belum selesai seolah-olah mengejar pekerjaan supaya cepat selesai.pada hal proyek pengerjaan Kantor Camat Parlilitan tersebut sudah terlambat dan bahkan sudah mendapat sangsi dari Pemkab Humbang Hasundutan. Dari Informasi yang dihimpun Mentropolitan Pos, proyek pembangunan Kantor Camat Parlilitan Kabupaten HumbangHasundutan,belum selesai tapi sudah ditagih 100 persen. Diduga keras adanya konspirasi antara pihak Dinas Tarukim Kabupaten Humbang Hasundutan dengan rekanan CV. Juara Toba, yang mengerjakannya.

(Nelson)

Pemerintah Pusat Perlu Tindaklanjuti Data PNS di Seluruh Indonesia

Sekcam Kecamatan Trowulan di Duga Terlibat Pemalsuan Data PNS

METROPOLITAN POS, MOJOKERTO

Pemerintah Pusat perlu tindaklanjuti Data Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Seluruh Indonesia, dalam hal ini ada kecurigaan data base tidak akurat sesuai dengan izajah pendidikan, dan golongan kerjayangdibutuhkan.Apalagi era kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo sangat tegas untuk membangun bangsa. Meski sudah banyak pe- jabat penyelenggara Negara yang merasakan pengapnya hotel prodeo, akan tetapi ma- sih banyak oknum pejabat yang masih mau main-main dengan hukum. Seperti yang diduga dilakukan oleh oknum Sekretaris Kecamatan (Sek- cam) Trowulan Kabupaten Mojokerto. Informasi yang di dapat Met- ropolitan Pos menyebutkan, peristiwa dugaan pemalsuan

Met- ropolitan Pos menyebutkan, peristiwa dugaan pemalsuan TW, Sekcam Trowulan data untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil

TW, Sekcam Trowulan

data untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini terjadi antara tahun 2006 -2007 lalu, ketika Pemerintah Kabupaten

(Pemkab) Mojokerto mere- krut pegawai baru terutama tenaga pendidik atau guru. Dari sinilah oknum yang

berinisial TW yang berdinas di Kantor Unit Pelaksana Tehknis Dinas (UPTD) Pendidikan Ke- camatan Kutorejo melancar- kan aksinya untuk mencari keuntungan pribadi. Tidak tanggung-tanggung data yang diduga dipalsukan untuk pengajuan menjadi PNS mencapai puluhan, seperti pe- malsuan Kartu Keluarga (KK) dengan mengganti tahun kela- hiran yang sebelumnya lahir tahun 1963 menjadi 1968. Hal ini dilakukan agar yang bersangkutan bisa masuk dalam persyaratan menjadi pegawai. Surat keterangan Suk- wan (lamanya mengajar, red), mengajar baru 3 atau 4 bulan bisa menjadi 3 atau 4 tahun. Be- lum lagi ijasah yang digunakan diragukan keabsahannya. Dari salah satu warga yang mengaku pernah dirugikan oleh TW mengatakan, ”Yang saya tau, LP itu tidak pernah

kuliah,tetapi tiba-tiba bisa menjadi guru Sekolah Dasar (SD), kalau datanya tidak di- palsukan, mana mungkin bisa menjadi seorang pendidik apalagi sampai diangkat men-

jadi pegawai negeri,” ungkap- nya pada Metropolitan Pos. “Saya yakin data yang dipak-

ai LP untuk persyaratan men-

jadi PNS itu palsu, dan yang bisa melakukukan itu pasti Pak TW. Siapa yang tidak tau Pak TW, dia itu seorang mafia PNS,” tambah warga lain yang wanti-wanti namanya tidak mau dikorankan. “Dia menjadi PNS dari guru bantu bukan dari data base, kalau lewat data base memang harus sukwan dulu, jadi meski tidak sukwan tidak masalah,” kata TW, Sekretaris Kecamatan Trowulan saat dikonfirmasi Metropolitan Pos disela-sela kunjungannya ke Desa Sentono Rejo. (Ariyanto)

Bonaran Situmeang Yang Laporkan Bambang Widjojanto ke Mabes Polri?

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Ko- rupsi Bambang Widjojanto. Bahkan menurut Kepala Divisi Hubungan Masyara- kat Polri, Inspektur Jenderal Ronny F Sompie menyatakan status hukum Bambang su- dah ditingkatkan menjadi ter- sangka, dalam kasus dugaan mengarahkan saksi memberi- kan keterangan palsu dalam sidang sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Ko- tawaringin Barat di Mahka- mah Konstitusi tahun 2010. Pelapor kasus disangkakan

kepada Bambang juga masih menjadi misteri. Tetapi, ada sebuah petunjuk pihak yang mengadukan perkara itu ke Polisi. Diduga, Bupati non-aktif Tapanuli Tengah, Raja Bonar- an Situmeang, adalah orang yang melaporkan Bambang ke polisi dengan kasus itu. Sebab selepas ditahan oleh KPK beberapa waktu lalu, tersangka kasus suap seng- keta pemilihan kepala daerah Kabupaten Tapanuli Tengah itu melalui penasihat hukum- nya melaporkan Bambang soal dugaan pelanggaran etik dalam berperkara di Mahka- mah Konstitusi ( MK).

etik dalam berperkara di Mahka- mah Konstitusi ( MK). Raja Bonaran Situmeang Peristiwa itu terjadi pada

Raja Bonaran Situmeang

Peristiwa itu terjadi pada 15 Oktober 2014. Saat itu Bonar-

an menjalani pemeriksaan se-

bagai tersangka. “Hari ini saya akan laporkan Bambang Widjojanto ke KPK sehubungan dengan keteran- gan dari pada Akil Mochtar, dan dalam pledoinya me-

nyatakan Bambang Widjo- janto pernah minta tolong loh kepada Akil Mochtar dalam Pilkada Kotawaringin,” kata Bonaran kepada awak media

di Gedung KPK, saat itu.

Bonaran menyatakan, ber- dasarkan keterangan Akil dalam persidangan, Bambang pernah mendesak supaya membantu dalam perkara sengketa pilkada Kotawaringin Barat. Menurut Bonaran, Akil

bahkan mengaku Bambang

sampai meminta belas kasihan

di dalam mobilnya.

“Mereka ketemu di mobil waktu Bambang mewakili Kotawaringin. Undang-un- dang Advokat tidak membo- lehkan itu. Pilkada Kotawarin- gin itu kan kontroversial. Akil Mochtar mengatakan jangan sok bersihlah, berarti ada yang kotor dong. Karena kotor

makanya saya laporkan hari ini,” ujar Bonaran. Entah apakah memang benar pihak Bonaran mela- porkan Akil. Sebab saat be- berapa kuasa hukum Bonaran mendadak tak bisa dihubungi buat dimintai konfirmasi. (Red)

DAERAH

DAERAH 13

13

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Peresmian Serta Penyerahan

Hibah Tanah dan Bangunan Puskesmas Pembantu Salebu

Hibah Tanah dan Bangunan Puskesmas Pembantu Salebu METROPOLITAN POS, TASIKMALAYA Bupati Tasikmalaya mengucapkan

METROPOLITAN POS, TASIKMALAYA

Bupati Tasikmalaya mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak H. Toni Bahrum yang telah membangun dan menghibahkan tanah serta bangunan Puskesmas Pembantu (PUSTU) Salebu kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, pada acara Peresmian serta Penyerahan dan Bangunan Puskesmas Pembantu Salebu Kecamatan Mangunreja, pada Selasa (6/1/2015). Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut, turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, para Kepala Bagian di lingkup Setda Kabupaten Tasikmalaya, Camat Mangunreja, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama serta unsur terkait lainnya.

MenurutBupati,kesehatanmeru-

pakan karunia Alloh SWT yang sangat berharga dan merupakan salah satu hak dasar manusia, serta salah satu faktor yang menentukan Indeks Pembangunan Sumberdaya Manusia, ditambahkan pula, ke- hadiran puskesmas pembantu di Kp. Bojongmalingping desa Sale- bu kecamatan Mangunreja akan memberikan manfaat serta men- jadi pendukung tumbuhnya upaya peningkatan kesehatan masyarakat khususnya di lingkungan sekitar. Ditempat yang sama H. Toni Bahrum berharap dengan diban- gunnya PUSTU ini dapat mem- bantu masyarakat terutama para manula apabila mengalami gang- guan kesehatan untuk dapat di- tangani dengan baik. Menurutnya dengan dibangunnya PUSTU ini juga akan memberikan pendidikan bagi warga kampung Bojongma- lingping akan pentingnya menjaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. (Adang)

Anggota DPR RI Rieke Diyah Pitaloka

Memperjuangkan Nasib Bidan PTT Jadi PNS

METROPOLITAN POS, TASIKMALAYA

Permasalahan Bidan dengan status Pegawai Tidak Tetap (PTT). Karena dengan status PTT terkesan memiliki masa depan yang belum jelas, dan masa perpanjangan yang terbatas, sementara menjadi PNS semakin sulit di saat ini. Dengan kegiatan konsolida- si ini dinilai sangat tepat dalam mencari solusi terkait masalah bagi Bidan PTT. Hal tersebut disampaikan Bupati Tasikma- laya pada acara Konsolidasi Bidan PTT Bersatu Indonesia Kabupaten dan Kota Tasikma- laya, bertempat di Pendopo Lama Kabupaten Tasikma- laya, Rabu (7/11/2014). Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPR RI Rieke Diyah Pitaloka, Waliko- ta Tasikmalaya, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya H. Ruhimat, Kepala Dinas Ke - sehatan Kabupaten Tasikma- laya dr. H. Oki Zulkifli Duski, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Kepala BKPLD Kab. Tasikmalaya H. Iin Ami- nudin, para Bidan PTT se Kota dan Kabupaten Tasik- malaya, serta tamu undangan

PTT se Kota dan Kabupaten Tasik- malaya, serta tamu undangan Bupati Tasikmalaya Konsolidasi Bidan PTT bertempat

Bupati Tasikmalaya Konsolidasi Bidan PTT bertempat di Pendopo Lama.

lainnya. Bupati mengatakan, kese- hatan merupakan karunia Alloh SWT yang sangat ber- harga, serta merupakan salah satu faktor dalam menentu- kan Indeks Pembangunan Sumberdaya Manusia (IPM). Jumlah angka kematian bayi dan ibu melahirkan semakin hari semakin menunjukan angka yang menggembi- rakan. “ini tentu salah satunya

adalah berkat peran para bi- dan, wabil khusus bidan PTT, sebagai salah satu ujung tom- bak pembangunan kesehatan, yang memberikan pelayan yang terbaik bagi para ibu hamil maupun melahirkan”, ungkap Bupati. Kehadiran Anggota DPR RI, Rieke Diyah Pitaloka diharapkan menjadi jembatan bagi bidan PTT, sehingga akan lahir kebijakan yang tepat dan

terbaik, termasuk bagi Bidan

PTTyangberjumlah163orang

di Kabupaten Tasikmalaya.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para pemangku kepentingan, baik itu Dinas Kesehatan, BKPLD, maupun Dinas terkait lainnya, dapat melakukan langkah-langkah kongkrit, mengkaji dan

memberikan masukan yang tepat, untuk memperhatikan keberadaan para bidan PTT”,

ungkap Bupati. Anggota DPR RI Ibu Rieke Diyah Pitaloka yang sekaligus sebagai Pembina Forum Bidan PTT Bersatu Indonesia dalam sambutannya antara lain mengatakan, perjuangan para Bidan PTT untuk melayani masyarakat secara prima patut kita apresiasi, apalagi bagi mereka yang bertugas di wilayah-wilayah terpencil, tentu tantangan dan hambatan semakin besar dalam melaksanakan tugas. “Kegiatan seperti ini kami akan berusaha memper- juangkan nasib Bidan PTT agar mempunyai kesempatan untuk menjadi PNS dengan diadakannya Tes CPNS khu- sus bagi Bidan PTT”, ungkap Rieke. Ucapan terima kasih

disampaikan Rieke kepada Bupati Tasikmalaya yang telah membuat rekomendasi bagi Bidan PTT di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Pada kesempatan itu pula Bupati Tasikmalaya menyerahkan penghargaan bagi para Bidan PTT terlama yang telah mengabdi selama 9 Tahun.

(Adang Suparman)

Bupati Tasikmalaya Hadiri Pengangkatan dan Pemberhentian Kepsek

METROPOLITAN POS, TASIKMALAYA

Bupati Tasikmalaya meng-

hadiri acara Pengarahan dan Penyerahan Petikan Keputu-

san Sekretaris Daerah Kabu-

paten Tasikmalaya Tentang

Pengangkatan/Pemberhen-

tian dan Alih Jabatan Tugas

Kepala Sekolah Dasar, Ke- pala Sekolah Menengah Pertama, Kepala Sekolah Menengah Atas dan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan

di Lingkungan Pemerintah

Kabupaten Tasikmalaya yang berlangsung di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Se-

lasa (6/1/2015).

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabu- paten Tasikmalaya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikma- laya, Para Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Ka- bupaten Tasikmalaya, serta

SKPD di Lingkungan Pemerintah Ka- bupaten Tasikmalaya, serta Bupati Tasikmalaya memberikan pengarahan tentang

Bupati Tasikmalaya memberikan pengarahan tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala sekolah.

303 orang kepala sekolah yang dikukuhkan menerima Petikan Keputusan Sekretaris Daerah di atas. Dalam sambutannya Bu- pati Tasikmalaya antara lain mengatakan, menjadi kepala sekolah adalah sebuah ama-

nah yang harus dilaksanakan sabaik-baiknya, menurut Bupati tugas kepala seko- lah harus berorientasi pada mensukseskan pembangunan dalam bidang pendidikan yai- tu meningkatkan kecerdasan masyarakat Kabupaten Tasik-

malaya, untuk mencapainya Bupati mengharapkan ke- pala sekolah harus memiliki jiwa visioner dengan mampu membuat inovasi-inovasi serta memasukan nilai-nilai agama dalam mata pelajaran yang diberikan kepada siswa. Lebih lanjut Bupati mengatakan, kepala sekolah

adalah guru yang diberi keper- cayaan untuk mengemban tu-

gas tambahan memimpin dan

mengelola sekolah dan atau lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas pen- didikan pada lembaga yang dipimpinnya, kepala sekolah sebagai supervisor berfungsi untuk mengawasi, memban- gun, mengoreksi dan mencari inisiatif terhadap jalannya se- luruh kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di ling- kungan sekolah. Disamping itu, kepala

sekolah sebagai pemimpin di sekolah atau lembaga pendi- dikan berfungsi mewujud- kan hubungan manusiawi yang harmonis dalam rangka membina dan mengembang- kan kerjasama antar personal, agar secara serempak berger- ak kearah pencapaian tujuan melalui kesediaan melak- sanakan tugas masing-masing secara bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab. Di samping itu menurut Bupati, kepala sekolah meru- pakan seorang manajer, ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal, hal itu dapat dilakukan jika ke- pala sekolah mampu melaku- kan fungsi-fungsi manajemen dengan baik, meliputi peren- canaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.

(Adang Suparman)

Tingkatkan Prestasi Guru dan Murid Sekolah

METROPOLITAN POS, TASIKMALAYA

Rencana baru Kepala Selolah SMAN 1 Karang Nunggal kecamatan Karang Nunggal Kabupaten Tasikmalaya akan meningkatkan prestasi guru dan murid. Kepala Sekolah SMAN 1 Karang Nunggal Drs.H.Yaya Sunarya,M,Pd saat bertemu dengan wartawan Metropoli- tan Pos, di ruang kerja kepala sekolah Senen (12/01/2015). Konsultasi tentang guru ber- prestasi dalam menjalankan

tugas mengajar dan prestasi murid dimasa pendidikan yang dipimpinnya, “Saya akan men- jaga dan akan meningkatkan prestasi guru dan murid, silah- kan lihat daftar datanya,” ujar Kepala sekolah. Ditambahkan pula “Sekolah telah memacu kepada program kulikurum sehingga dimana guru-guru harus mampu mengikuti acuan yang telah ditetapkan oleh Dinas pendidikan yaitu mempunyai skill dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang

skill dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada muridnya, untuk itu ia akan berusaha

bermutu kepada muridnya, untuk itu ia akan berusaha

semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi Guru – guru dan pegawai di sekolah yang ia pimpin.’’ Menanggapi tentang siswa siswi murid sekolah SMAN 1 Karang Nunggal saat (MP) bertanya tentang prestasi yang ia pimpin,” Untuk prestasi murid tentu akan di tingkatkan lagi dapat di lihat data daftarnya diWakilKepalaSekolahtentang kesiswaan’’ ucapnya pula.Hadir pulagurumemberikandatadan mengajak(MP)untukmeninjau situasi lingkungan sekolah

tersebut dan memperlihatkan prestasi –prestasi yang telah di peroleh selama ini baik itu guru maupun kegiatan murid. Kecamatan Karang Nunggal yang terdiri dari 15 desa dengan luaslahandanjumlahpenduduk yang banyak serta sarana pendidkan tingkat Sekolah Menengah Pertama baik negeri maupun swasta., maka untuk melanjutkan pendidikan Sekolah Lanjut Tingkat Atas dengan berstatuskan negeri perlu penyeleksian yang ketat, itu guna mencari murid yang

benar – benar berprestasi, baik itu di wilayah kecamatan Karang Nunggal maupun dari Kecamatan lainnya. Sarana sekolah , Guru, murid serta lingkungan yang mana di informasikan oleh masyarakat untuk di miliki SMAN 1 Karang Nunggal di bawah kepemimpinannya patutlah di jaga olehnya , untuk hal-hal yang dapat mengurangi citra sekolah agar patut di jagapula sebelum terjadi, itu melibatkan semua pihak.

(A Darman)

DAERAH

DAERAH 14

14

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Harga BBM Turun, Tarif Angkutan Laut Juga Turun

METROPOLITAN POS, KARIMUN

Selain turunnya tarif angkutan laut antar pulau di Kabupaten

Karimun yang mulai diberlakukan hari ini, terhadap harga tiket kapal jenis ferry cepat dengan BBM Solar subsidi juga turun. Kepala Bidang Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun, Aprian saat dikonfirmasi mengatakan, hasil rapat pembahasan penyesuaian dilaksanakanDishubProvinsiKepri yang dihadirinya belum lama ini, harga tiket angkutan penumpang kapal ferry dengan BBM solar subsidi mengalami penurunan dari sebelumnya. “Hasil rapat pembahasan harga tiket semua jurusan antar Kabupaten/Kota dalam Provinsi Kepri belum lama itu, turun sebesar 3,3 persen dari harga sebelumnya,” terang Afrian kepada awak media, Selasa (13/1/2015). Disampaikannya, sesuai rapat pembahasan pennyesuaian harga tiket kapal ferry tujuan Tanjung Balai Karimun-Sekupang (Batam) awalnya Rp 105 ribu menjadi Rp 102.900, sedangkan harga pembulatannya Rp 100 ribu. Tanjung Balai Karimun- Harbour Bay (Batam) dari Rp 135 ribu menjadi Rp 132.300 harga pembulatannya Rp 132 ribu. Lanjutnya, tujuan Tanjung Balai Karimun-Tanujungpinang awalnya Rp 225 ribu turun menjadi Rp 220.500 harga pembulatannya Rp

220 ribu. Tanjung Balai Karimun-

Sembuang dari Rp 300 ribu menjadi 294 ribu. Dan tujuan

Sekupang-Tanjung Batu dari Rp

170 ribu menjadi Rp 166.600 harga

pembulatannya Rp 165 ribu. “Itu baru rapat penyesuaiannya, putusan akhirnya menunggu SK dari Gubernur Kepri, HM. Sani direncanakan dalam waktu dekat ini. Namun sebagaimana diketahui dilapangan, harga tiket dari Sekupang (Batam) ke Tanjung Balai Karimun sudah mengikuti harga sesuai rapat penyesuaian tersebut,” ungkap Afrian. Dalam rapat yang, soal tarif untuk speed boat dengan BBM Premium subsidi juga turun. Seperti data yang dihimpunnya melalui Dishub

Provinsi Kepri, dari Tanjungpinang tujuan ke Moro direncanakan turun Rp 151 ribu yang awalnya Rp 162 ribu. Sedangkan ke Tanjung Batu turun menjadi Rp 198 ribu semulanya Rp 212 ribu. Jurusan lainnya, dari Tanjungpinang-Selat Beliah dari

Rp 240 ribu direncanakan turun Rp 224 ribu, ke Durai dari Rp 315 ribu menjadi Rp 295 ribu, tujuan ke Tanjung Balai Karimun dari Rp 230 ribu menjadi Rp 215 ribu. “Harga tiket speed boat Sekupang (Batam) ke Tanjung Batu dari Rp

170 menjadi Rp 159 ribu, ke Moro

Rp 150 ribu menjadi Rp 140 ribu, ke Durai Rp 235 ribu menjadi Rp

220 ribu, ke Tanjung Berlian Rp 150

ribu menjadi Rp 140. Sementara dari Telaga Punggur ke Durai Rp 218 ribu turun menjadi Rp 204 ribu, dan tujuan sama ke Moro Rp 162 ribu turun Rp 151 ribu,”

cetusnya. (Rahotan)

Proyek Pematangan Lahan STAKPN Bermasalah

METROPOLITAN POS,

hal

lahan tersebut dekat den-

di

anggarkan dan pekerjaan-

proyek tersebut berkutat pada

Anggarannya, namun kurang

TAPUT

gan

jalan Propinsi yang kerap

nya dilaksanakan hanya tem-

pekerjaan pembuatan tembok

jelas diketahui apakah ang-

Sejumlah elemen masyara- kat Tapanuli Utara khusus-

terjadi longsor membuat ak- ses jalan propinsi menjadi

bok penahan saja. Timbul dugaan masyara-

saja, itupun temboknya sering ambruk, ditahun 2014 ada

garan tersebut digunakan pertahun, karena pengerjaan

nya masyarakat Kecamatan Sipoholon meminta Kejak-

terhambat. Proyek pematangan lahan

kat ada rekayasa pada pelak- sanaan Proyek, mulai dari

proyek penghijauan sebesar 200 juta lebih, itupun terlihat

proyek terus berlanjut hingga sekarang.

saan untuk mengusut Proyek Pematangan lahan STAKPN yang bersumber dari APBN Pusat. Proyek tersebut diduga terjadi kejanggalan.

Kampus II STAKPN Tarutung yang terletak di Desa Tapian Nauli Kecamatan Sipoholon itu, sudah secepatnya diusut penyidik Kejaksaan soalnya

rencana pembebasan lahan sampai pelaksanaan proyek saat ini. Kita tidak mengetahui apa- kah proyek bernilai Puluhan

cuma sedikit, seolah asal di - kerjakan. Proyek pematangan lahan Kampus STAKPN dananya bersumber dari APBN dalam

Informasi yang kita terima Proyek itu sudah menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp30 Miliar. Proyek tersebut mirip dengan Proyek Ham-

Pasalnya proyek tersebut

ini

anggaran 2012 di mulai

Milyar ini kurang transparan.

Pos Kementerian Agama RI,

balang yang korupsi uang

sering terjadi longsor, pada

hingga tahun 2014 lalu masih

Masak tiga tahun terakhir ini

yang setiap tahunnya ada

Negara. (Nelson)

Terlibat Narkoba, Seragam 5 Anggota Polisi Sumsel Dipreteli

METROPOLITAN POS, SUMSEL

Lantaran terlibat narkoba, lima anggota polisi di wilayah hukum Polda Sumsel dipecat secara tidak hormat. Pemecatan ini dilakukan langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Iza Fadri dalam upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) di halaman Mapolda Sumsel, Kamis (22/1). PTDH ini disimbolisasi dengan pencopotan seragam Polri dan diganti dengan baju batik. Kelima anggota Polri yang dipecat itu adalah Briptu AbungPahlevi,BriptuFirman, Briptu Romadoni Wibowo, Briptu M Agustian dan Briptu

Briptu Romadoni Wibowo, Briptu M Agustian dan Briptu Suakarianto Barus. Kapolda Sumsel Irjen Pol Iza Fadri

Suakarianto Barus. Kapolda Sumsel Irjen Pol Iza Fadri mengungkapkan,

pemecatan ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberantas narkoba. Juga

memberikan efek jera kepada anggota Polri yang lain agar tidak terlibat dalam kasus

narkoba, baik pemakai, kurir, apalagi bandar narkoba. “Tidak ada ketegasan lain kecuali dipecat,” tegas Iza. Tak hanya dipecat, kelima anggota polisi tersebut juga tetap menjalani proses hukum yang berlaku dan terancam pidana penjara. “Kasus mereka tetap jalan dan diproses,” tegasnya. Selain memecat anggota Polri, Polda Sumsel juga memberikan penghargaan kepada enam anggota polisi yang berhasil mengungkap kasus narkoba dalam jumlah besar dan menangkap pelaku narkoba. Iza menyerahkan piagam kepada keenamnya.

(Merdeka.com)

Petugas Imigrasi Peras TKI

Ketahuan Terima Uang, Petugas Imigrasi di Kualanamu Dibebastugaskan

METROPOLITAN POS, LUBUK PAKAM

Pihak Imigrasi Kelas I Khusus Medan memberikan sanksi kepada petugas Imi- grasi yang berada di Bandara Kualanamu. Hal ini terkait adanya video yang diunggah oleh salah satu TKI di Face- booknya. Hal ini pun dibenarkan oleh Kabid Pendaratan Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Dayantayangdihubungiwww. tribun-medan.com melalui selulernya, Rabu (21/1/2015). Menurutnya sanksi diberikan bukan lantaran melakukan pemerasan kepada TKI

karena menerima uang Rp 50 ribu dari TKI tersebut. “Kalau meras gak ada anggota cuma salahnya menerima uang Rp 50 Ribu

itu saja. Kalau namanya biar

kami sajalah yang tahu. Sudah dibebastugaskan dia. Yang

jelas kena sanksi sesuai PP 53 lah,”ujar Dayanta. Informasi yang didapat kalau dua orang petugas yang diberikan sanki itu adalah Andi Arzam dan Dedit Satria Adyguna.Untuksementaraini keduanya dibebastugaskan. Kinerja petugas Imigrasi

di Bandara Kualanamu ini

sendiri mulai disoroti setelah

salah satu TKI yang hendak berangkat ke luar negeri mengunggah rekaman video

ke Facebooknya. Ia menyebut

kalau telah diperas oleh petugas Imigrasi dengan alasan KTKLN. Peristiwa ini terjadi pada 17 Januari 2015. Sebelumnya, Kepala Imi- grasi Kelas I Khusus Medan, Zaeroji membantah segala tuduhan yang menyebutkan kalau anggotanya yang ber- tugas di Bandara Kualanamu ada melakukan pemerasan. Menurutnya pemberitaan di media dengan menyudut-

kan anggotanya adalah tidak

benar. (TRIBUN-MEDAN.com)

Dianggap Tidak Layak, Sekda Sumut Minta Haknya Dihormati

METROPOLITAN POS, MEDAN

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut Hasban Ritonga yang juga terdakwa kasus seng-

keta lahan sirkuit Ikatan Mo-

tor Indonesia, Jalan Pancing,

menyatakan dirinya berhak dicalonkan sebagai Sekda meskipun sudah berstatus tersangka.

Dalam konferensi pers

di Ruang Beringin, Kantor

Gubernur Sumut, Rabu (21/1/2015), kuasa hukum Hasban mengakui bahwa kliennya telah berstatus tersangka sejak Mei 2014 atau

sebelum dirinya diusulkan sebagai Sekda. Terkait hal ini, Hasban mengatakan tidak ada aturan yang dilanggar karena per- aturan Mendagri hanya me- larang pengusulan pegawai dengan status terpidana kasus korupsi. “Ada ketentuan-ketentuan. Surat edaran Mendagri, yang tidak boleh menjabat adalah

terpidana kasus korupsi. Selain itu ada asas praduga tidak bersalah. Jika belum ada putusan yang bersifat tetap, maka seorang tersangka maupun terdakwa harus

diakui hak-haknya,” ujar Hasban. Dalam beberapa kesem- patan, Menteri Dalam Negeri mengatakan akan meminta Presiden untuk membatalkan pelantikan Hasban. Menteri merasa kecolongan karena dalam pengusulan, Gubernur tidak menyebutkan bahwa Hasban telah berstatus ter- sangka. Hasban Ritonga mengata- kan dirinya telah mendatangi Kementerian Dalam Negeri untuk mengklarifikasi kabar seputar kasusnya.

(TRIBUN-MEDAN.com)

BP Batam Tegaskan Tidak Ada Impor Beras

METROPOLITAN POS, BATAM

Badan Pengusahaan Batam menegaskan tidak ada kuota impor beras pada 2014 dan 2015 untuk Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam meski dipasaran ditemukan beras asal Thailand. “2014 dan 2015 tidak ada kuota impor. Kalau ada beredar, itu ilegal,” kata Di- rektur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Kamis. Berdasarkan pantauan Antara, beras impor yang beredar di pasar Batam adalah merek Flying Man ukuran 10 kilogram. Bungkus beras tersebut berwarna kuning kecokelatan. “Jika pada 2015 ada izin untuk mengimpor beras langsung ke Batam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seharusnya sudah sejak akhir 2014 ada pemberitahuan nama importir dan besaran kuota yang diberikan,” kata dia. Meskipun impornya langsung dan khusus untuk memenuhi kebutuhan kawasan bebas Batam, kata dia, namun besaran kuota

dan nama importinya harus disampaikan ke BP Batam. Peraturan impor untuk Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam sudah diatur dalam Per- aturan Pemerintah (PP) 10 tahun 2012 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 27 tahun 2012. “Kalau ada juga yang masuk, itu impor ilegal karena tidak melalui prosedur sesuai peraturan pemerintah yang berlaku,” kata Djoko. Djoko mengatakan, selain tidak ada kuota impor beras juga tidak ada kuota impor gula khusus untuk mencukupi kebutuhan Batam. “Izin impor gula juga tidak ada. Seharusnya semua yang beredar adalah produk lokal,” kata dia. Seorang penjual sembako di Pasar Botania, Rika mengatakan beras impor asal Thailand tersebut dijual Rp210 ribu per 10 kilogram. Selain merek tersebut, pada pasar di Batam juga beredar beras merek lokal seperti Bumi Ayu, Ayam Bola, Bunga, Kepala Ikan, Idola, Ayam Biru, dan sejumlah beras dari Sumatra Barat.

(ANTARA News)

SAMBUNGAN

SAMBUNGAN 15

15

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

Sambungan Hal. 1

Petugas Kebersihan

Seperti dikatakan Walikota Ad- ministrasi Jakarta Barat, H.M.Anas Effendi meminta kepada para petu- gas kebersihan untuk selalu siap dan disiplin dalam menjalankan tugas. Dan peran mereka sangat penting dalam menjaga kebersi- han wilayah, sehingga lingkungan menjadi bersih dan nyaman. “Saya sangat berharap agar para petugas kebersihan bekerja penuh tanggung ja- wab,” katanya Dalam Apel kesiapan petugas kebersihan Jakarta Barat yang di- gelar dihalaman Kantor Walikota Administrasi Jakarta Barat, Rabu (21/1) dihadiri juga Sekko, M. Zen, Asbang dan Lingkungan Hidup Asril Marzuki, serta Kasudin Ke- bersihan Anggiat Toga Torop. Anas menambahkan, Wilayah Jakarta Barat sangat luas dan padat, sehingga sampah seringkali men- jadi permasalahan, dan ditambah masih adanya masyarakat kurang kesadaran membuang sampah sem- barangan, baik di jalan raya mau- pun disaluran air, mengakibatkan saluran penghubung dan kali jadi tempat sampah, dan akan meng- akibatkan banjir,” tambahnya. Sementara itu Kasudin Kebersihan Jakarta Barat, Anggiat Togatorop mengatakan, pihaknya menyiagakan personil kebersihan sebanyak 1.300 personil yang meliputi penyapu ja- lan, sopir, montir, staf, pengawas dan lainnya,” katanya. “Mereka siap melaksanakan tugasnya dalam mengahadapi sam- pah banjir, dan kami didukung dengan armada truk sebanyak 163 truk pengangkut sampah, serta 89 truk sewaan untuk tambahan pen- gakutan sampah, dan kami mera- sakan masih kurang armada terse- but dibanding dengan banyaknya sampah dan perlu ditambah ar- madanya,” pungkasnya. (mulyawan)

Sambungan Hal. 1

Kejari Jaktim

“Di antaranya proyek normalisasi saluran air di RW 13 Duren Sawit dan di Jl I Gusti Ngurah Rai tahun anggaran 2013. Selain itu masih banyak proyek lainnya di sudin itu yang diduga menimbulkan kerugian negara,” kata Asep saat dihubungi, Jumat (30/5/2014). Kejari Jaktim mencium ada- nya pengerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Menurutnya,

setelah dilakukan penyelidikan, volume pekerjaan di lapangan ti- dak sesuai dengan bestek yang ada. Akibatnya keuangan negara diru- gikan sekitar Rp 675 juta. “Misalnya dalam proyek saluran

air itu, bagian bawahnya harusnya

dibeton, ternyata setelah dicek di lapangan tidak ada,” kata Asep. Selain membidik petinggi di Su- din, Kejari juga sedang menyidik kontraktor yang menggarap proyek

normalisasi saluran air di sejumlah titik. Mereka harus bertanggung- jawab dalam proyek yang pada akhirnya menimbulkan keuangan negara. Termasuk pejabat yang ada

di struktur organisasi unit kerja

perangkat daerah (UKPD).

Sementara itu, mantan Kasudin

PU Tata Air, Jatiwaluyo, saat dikon-

firmasi belum juga memberikan jawaban. (Red)

Ahok Kaget Pembangunan Gedung Penunjang Sekolah Rp 18,3 Miliar

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Gubernur DKI Jakarta Ba- suki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat tercengang menge- tahui pembangunan gedung penunjang habiskan ang- garan Rp 18,3 miliar. Pasalnya dia menduga penganggaran hanya dilakukan pada tahun 2013. “Itu tahun lalu kan?” tanyanya kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis

Rencananya pada tahun 2015, pembangunan ini akan dilanjutkan. Tentunya dengan menggunakan APBD DKI Ja- karta. Nilai yang dianggarkan untuk melanjutkannya Rp 10,2 miliar. “Kalau begitu mesti suruh periksa itu,” tegas Ahok. Dia menambahkan, tak akan segan-segan membeku- kan anggaran yang diduga

sudah masuk dalam RAPBD

an. Makanya saya bilang ke SKPD masuk akal enggak? Kalau enggak masuk akal dia bilang mau ya kami pecat saja Kepala SKPD-nya,” tu- tup mantan Bupati Belitung Timur ini. Kisah bermula saat Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat blusukan ke beberapa sekolah di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Salah satu sekolah yang di-

tahun 2014 awal. Tapi sampai sekarang belum selesai,” ung- kap Rio, Selasa (20/1). Dia mengungkapkan, untuk pembangunan awal, Pemprov DKI Jakarta telah mengucur- kan dana Rp 8,1 miliar yang digelontorkan melalui APBD DKI 2013. Rio menunjukkan gedung lantai 3 yang hanya ada berupa rangka bangunan saja belum usai. “Ya, (dengan biaya Rp8,1 miliar) hanya ini saja yang ada sekarang bangunannya,” ungkapnya. Disela pembicaraan Rio dan Djarot, tiba-tiba Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana menanggapi obrolan Rio bila dana Rp 8,1 miliar itu hanya pembangu- nan infrastruktur sekolah itu saja.

“Rp 8,1 miliar itu untuk pembangunan infrastruk- tur gedung saja lho. Misal- nya pondasi dan tiang dan kerangka saja,” katanya. Rio menambahkan, pem- bangunan SMP 97 segera selesai. Sebab dirinya telah mengajukan biaya sebesar Rp 10,2 miliar dalam RAPBD DKI Jakarta 2015. “Untung tahun ini sudah ajukan anggaran di RAPBD 2015 sebanyak Rp 10,1 mili- ar,” ungkapnya. Dengan demikian, bila ang- garan pembangunan yang di- ajukan Dwi Rio Sambodo di- setujui sebesar Rp 10,2 miliar untuk pembangunan SMP 97 tahun 2015 ini disetujui, maka total biaya pembangunan ge- dung ini Rp 18,3 miliar.

(Merdeka.com)

(22/1).

Penganggaran ini untuk pembangunan gedung penun- jang di SMP 97 Utan Kayu, Ma- traman, Jakarta Timur. Ang- garan pertama diajukan pada

DKI Jakarta 2015. Tentunya dengan meminta pertim- bangan terhadap dinas yang berkaitan dengan ini, dalam kasus ini kemungkinan Di-

nas Pendidikan DKI Jakarta

kunjungi adalah SMP 97 Utan Kayu, Jakarta Timur. Djarot yang blusukan saat gerimis memantau pembangunan gedung

penunjang di sana bersama

2013

sebesar Rp 8,1 miliar.

Namun pembangunan hanya mencapai pembuatan pondasi dan kerangka bangunan tanpa dinding dan atap.

dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta. “Kalau begitu malah akan kami blok. Begitu dia tender saya bilang banyak permain-

anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo memamerkan gedung sekolah yang belum selesai tersebut. “Sekolah ini dibangun sejak

Surya Paloh Dukung Koruptor dan Bandar Narkoba Dihukum Mati

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Eksekusi mati enam terpi- dana narkoba yang dilakukan Kejaksaan Agung beberapa hari lalu kembali memicu pro dan kontra hukuman mati yang diberlakukan di Indone- sia. Para pegiat HAM memin- ta agar pemerintah hapus hu- kuman mati, sementara tidak sedikit pula yang mendukung penuh Indonesia tetap mem- berlakukan hukuman mati. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh salah

satu orang yang paling galak mendukung penuh hukuman mati diterapkan di Indonesia. Paloh bahkan juga mendukung jika tak hanya bandarnarkobayangdihukum mati, tapi juga koruptor dan pelaku kejahatan lainnya. Palohmenjelaskan,prosedur hukuman mati yang dimiliki pemerintah sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurut dia, hukuman mati bukan baru wacana tapi sudah dirancang dalam tatanan hukum di Indonesia.

“Setuju sekali (koruptor dihukum mati). Karena me- mang ada hukumnya untuk itu. Kecuali jika ini didiskusi- kan meningkatkan hukuman seumur hidup menjadi hu- kuman mati, nah kita boleh perdebatkan. Hukuman mati itu sudah ada sistemnya, su- dah melekat dalam pranata hukum yang kita miliki. Ka- lau baru wacana nah itu kita boleh berdebat,” kata Paloh di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta Pusat, Rabu, (21/1). Tidak hanya itu, bahkan

Paloh terang-terangan meng- kritik para pegiat HAM yang menolak hukuman mati di- terapkan pemerintah. Dengan alasan, hukuman mati tidak sejalan dengan penegakan Hak Asasi Manusia. Paloh menyatakan, orang- orang semacam itu hanya berlagak human rights. Dia mengakui HAM memang harus ditegakkan, namun disisi lain hukuman mati juga harus dihormati sebagai tatanan hukum yang sudah berlaku.

“Nah terbalik bangsa ini. Kita sok Human Rights. Saya bilang ya human rights memang kita hargai, tapi hukum itu juga kita hargai itu,” terang dia. “NasDem mendukung untuk tetap dilaksanakan. Jelas itu ke- daulatan kita, itu upaya hukum yang telah dilakukan habis. Selesai toh. Dari meminta PK, dan grasi habis, kan kita biar- kan. Negara apa kita ini kalau tidak melaksanakan? Kan sakit benar itu,” kata dia.

(Jenri)

Sambungan Hal. 1

 

Sambungan Hal. 1

Kejagung Diminta

 

Penyediaan BBM Alat-Alat Diesel Genset, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar Rp 3.600.000.000,- Pengadaan Alat-Alat Mesin Pembangkit Listrik BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013

sebesar Rp 3.500.000.000,- Penyediaan Jasa Kebersihan , BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar Rp 2.542.850.000,- Pengadaan Jasa Keamanan, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar Rp

2.542.850.000,-

Hospital Position Information, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar Rp

1.700.000.000,- Pengadaan Pakaian Kerja Untuk Karya -wan, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 Rp 1.500.000.000,- Pembuatan Sistem Informasi Manaje- men RS (SIMRS), BLUD RS Pasar Rebo tahun 2013 sebesar Rp 1.500.000.000,- Sementara, dalam APBD Belanja Operasional Badan Layanan Umun Daerah BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 sebesar Rp 152.450.000.000,- Pembebasan Lahan BLUD untuk Pembangunan Gedung Parkir RSUD Pasar Rebo, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 sebesar Rp 141.750.000.000,-

gadaan Alat-Alat Kedokteran Umum BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 sebe- sar Rp 15.000.000.000,-Pengadaan Alat- Alat Kedokteran Ruang Intensif, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 sebesar Rp 15.000.000.000,- Pengadaan Alat-Alat Ra- diologi, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 Rp 9.000.000.000,-Pengadaan AC Sentral , BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 sebe- sar Rp 6.500.000.000,- Penyediaan Jasa Komunikasi, Air, Llistrik, dan Internet , BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 sebesar Rp 6.360.000.000,- Pemeliharaan Rutin Sarana & Prasarana Rumah Sakit, BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 Rp 6.187.750.000,- Pengadaan Bahan Medis Pakai Habis BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 sebesar Rp 5.922.000.000,- Pengadaan Jasa Keamanan , BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 sebesar Rp 4.865.850.000,- Pengadaan Alat-Alat CSSD ,BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 sebesar Rp 3.500.000.000,- Pengadaan Alat-Alat Loundry ,BLUD RS Pasar Rebo tahun 2014 sebesar Rp 1.600.000.000,-. Menurut Arahan dari Rumah Sakit Pasar Rebo, silahkan konfirmasi Konsul-

pasalnya masih ada masa sanggahan dari pemenang ke dua, tetapi sudah terjadi pelaksanaan kontrak dengan membayar gaji satpam dua bulan gaji sebelum leba- ran. Kontrak kerja langsung diputuskan se- hingga melanggar mekanisme Perpres Nomor 70 tahun 2012 tentang pedo- man pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. Berdasarkan data yang didapat LSM Investigasi Fakta Hukum persyaratan yang ditentukan panitia dengan melampirkan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari kepolisian dengan jumlah anggota 125 orang diduga direkayasa dan dimanipulasi, dengan membuat dokumen palsu. Pasalnya tenaga satpam 125 orang yang direkrut Rumah Sakit Pasar Rebo, dan itu pun diduga tidak sesuai yang dibutuhkan, SKCK dari Kepolisian yang diminta sebagai persyaratan lelang tidak di aprov di ULP Propinsi DKI Jakarta, pada hal panitia membuat persyaratan tersebut untuk memaksakan PT Cipta Esa Mandiri sebagai pemenang lelang dan pelaksana.

Kejagung Segera Usut Tuntas

Hermawan, warga Bekasi mengeluh akibat jalan rusak parah dikerjakan tidak sesuai bobot dan volume. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan bersama Walikota Bekasi, Rahmad Effendi harus turun ke lapangan

untuk melihat keadaan jalan tersebut. Sudah saatnya Presiden Joko Widodo, meninjau lokasi pembangunan jalan raya Hankam, Bekasi, dari Jati Sampurna menuju Pondok Gede Bekasi, belum dilaksanakan, jalan pun rusak parah, sangat mengganggu aktivitas pengendara. Begitu juga saluran tidak berfungsi, dan tidak ada pelaksanaan saluran

di

sepanjang jalan Jati

Sampurna menuju Pondok

Gede Bekasi. Kepala dinas Bina Marga dan Tata Air Tri Adhianto belum bisa

Peningkatan Operasional Layanan Rumah Sakit BLUD RS Pasar Rebo tahun

tan Hukum, Rumah Sakit Pasar Rebo, Jo-

Direktur Utama, Rumah Sakit Pasar

2014

sebesar Rp 34.459.908.000,-Rehap

Gedung RSUD Pasar Rebo Lantai 3B,

hannes. Anehnya lagi alamat kantor PT Cipta Esa Mandiri dirumah sendiri, bu-

Rebo, Tri Noviati bersama PPK, drg Yon Achmad Santosa SpOth belum bisa

di

konfirmasi wartawan di

2B, dan 1B, BLUD RS Pasar Rebo tahun

ruangannya.

2014

sebesar Rp 16.000.000.000,- Pen-

kan perkantoran. Dalam hal ini terbukti kongkalikong dengan rekanan binaan,

dikonfirmasi terkait surat konfirmasi dan data yang sudah dikirim. (Tim)

 

(Jenri/ Benny/Adang)

S U R A T K A B A R U M U M I
S U R A T
K A B A R
U M U M
I N
F
O
R
M
A
S
I
A
S
P
I
R
A
S
I
R
A
K
Y
A
T
E m a i l :
m e t r o p o l i t a n p o s @ y a h o o . c o m

Edisi 090 - Tahun V Senin, 26 - 8 Februari 2015

16

BUTUH PERWAKILAN, BIRO & WARTAWAN BAGI ANDA YANG BERMINAT HUBUNGI REDAKSI: Jenri, SH Jl. Kramat
BUTUH PERWAKILAN, BIRO & WARTAWAN
BAGI ANDA YANG BERMINAT HUBUNGI REDAKSI:
Jenri, SH
Jl. Kramat Raya No. 1 Blok B, Gedung Paseban,
Jakarta Pusat 10450, Telp.: 0813 1533 8511, 021-31902301
Fax.: 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
Pemimpin Redaksi

Diduga Mafia Tanah di Kab. Tangerang

Perlu Diperiksa Kejagung Bupati Kab. Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar B Bus, SE

Bupati Kab. Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar B Bus, SE Surat permohonan Bupati Kabupaten Tangerang, Ahmad Zaki

Surat permohonan Bupati Kabupaten Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar B Bus, SE ke Kepala BPN Kab. Tangerang, Sudaryanto SH MM BPN yang diduga terlibat mafia tanah dengan mengeluar- kan surat pencabutan, lengkap dengan gambar-gambar situasi dan peta bi- dang pada tanggal 21 Maret 2014, No:

503/787-BP2T.

METROPOLITAN POS, TANGERANG

Diduga kolusi Tanah dengan pe- nyalahgunaan wewenang jabatan, Bupati Kabupaten Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar B Bus, SE bersama Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tangerang, Sudaryanto SH MM terkait Tanah milik PT Libros yang dibeli dari ma-

syarakat sebagai ganti rugi dari Ban- dara Soekarno Hatta dialokasikan

tukar

guling ke Kampung Selatan

Desa

Dandang Kecamatan Cisauk

Kabupaten Tangerang.

Sejak tahun 1997-2014 sertifikat yang sudah dipegang PT Libros. PT. Libros tersebut sudah mendapat- kan SK dari Bupati tahun 1997. Kenapa Bupati Kab. Tangerang, Ah- mad Zaki Iskandar B Bus, SE yang menjabat sekarang jadi membuat surat permohonan ke Kepala BPN Kab. Tangerang, Sudaryanto SH

MM BPN Kab.Tangerang untuk

mencabut SK tersebut. Bupati Kab. Tangerang Ahmad Zaki Iskandar B Bus, SE bersama Kepala BPN Kab. Tangerang, Sudaryanto SH MM BPN diduga mafia tanah. Sementara, pengurusan sertifikat tanah di Kantor BPN Kabupaten Tangerang mencekik leher masyara-

kat. Kantor BPN tiba-tiba menaikan

biaya pengurusan sertifikat kapling

perumahan kurang lebih 50 persen

tanpa ada pemberitahuan 1-2 bulan

sebelumnya. Sekarang masyarakat bingung dan kesal atas ulah oknum

BPN tersebut. (G. Harry Simbolon)

Proyek Rehabilitasi Total Gedung SDN Serdang Terbengkalai

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Proyek Rehabilitasi Total Gedung SDN Serdang terbengkalai belum selesai dikerjakandalamAPBDtahun 2014. Sebagai pelaksana PT Ganiko Adi Perkasa dengan nomor SPMK 9749/076/742 hingga sekarang belum selesai dikerjakan, pada hal sudah ditagih seratus persen. Proyek ini berdasarkan kode rekening 5.2.3.26.09, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dalam APBD tahun 2014 untuk proyek rehabilitasi total gedung SDN Serdang harus bertanggungjawab. Sementara, mantan Dinas

SDN Serdang harus bertanggungjawab. Sementara, mantan Dinas Barang bukti proyek Rehabilitasi Total Gedung SDN Serdang
SDN Serdang harus bertanggungjawab. Sementara, mantan Dinas Barang bukti proyek Rehabilitasi Total Gedung SDN Serdang

Barang bukti proyek Rehabilitasi Total Gedung SDN Serdang terbengkalai

Marbun

sudah dipindahtugaskan,

Pendidikan

Lasro

dan Kepala bidang Sarpras Dinas Pendidikan DKI

Jakarta, Sarjoko, belum bisa dikonfirmasi tentang gedung

sekolah tersebut belum selesai dikerjakan. (Jenri)

Pergantian Pejabat Tidak Masalah, Korupsi Tetap di Usut Penyidik

Proyek Sudin Perumahan dan Gedung Jaktim APBD Tahun 2014 Harus di Usut Tuntas

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Kaca mata pejabat dengan kaca mata penyidik beda, so- alnya pergantian para pejabat tidak mempengaruhi atau menghilangkan kasus yang ditinggalkannya. Apalagi pe- jabat tersebut meninggalkan kasus di tempat dia berkarier, ini tetap di serahkan ke penyi- dik untuk di usut tuntas, dan menyangkut uang Negara yang dikorupsi. Masalah ko- rupsi tetap di usut Penyidik sampai tuntas. Sekjen LSM Investigasi Fak- ta Hukum (InFaKum), Berlin Siahaan, menjelaskan kepada Metropolitan Pos, pergantian pejabat tidak mempengaruhi kasus korupsi, kalau ada pe- jabat korupsi terkait proyek tetap di usut tuntas penyidik, hingga ke penjara. Ini menyangkut hukum, jadi bukan diam penyidik, apalagi sekarang ini, akibat Gubernur DKI Jakarta, Basu- ki Tjahaja Purnama merubah semua kinerja pejabat, segu- dang masalah proyek dalam APBD tahun 2014 tidak beres dikerjakan oleh rekanan di- lapangan, pejabatpun seolah olah tinggal diam akibat dia dipindah tugaskan ke tempat lain, tetapi pejabat yang men-

dipindah tugaskan ke tempat lain, tetapi pejabat yang men- Perbaikan saluran di sepanjang jalan Kelurahan Setu,

Perbaikan saluran di sepanjang jalan Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur tidak sesuai bobot dan volume pekerjaan. Tampak alan H Abdullah, Hankam Mabes rusak parah saluran yang dikerjakan, Jumat, (23/1).

jabat pada waktu itu tetap di usut penyidik, cetus, Berlin. Seperti proyek yang harus dilaporkan ke penyidik, yai- tu, proyek Sudin Perumahan dan Gedung Jakarta Timur, dimana perbaikan saluran warga dan perbaikan jalan se- tapak tidak beres dikerjakan pemborong dilapangan sesuai bobot dan volume pekerjaan, tetapi tetap ditagih seratus persen, ini harus diusut tun- tas penyidik pejabatnya dan pemborongnya. Pekerjaan Sudin Perumah- an dan Gedung Jakarta Timur yang bermasalah, seperti, perbaikan saluran di sepan- jang jalan Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta

Timur, semua perbaikan sal- uran dikerjakan pemborong tidak sesuai bobot dan volume pekerjaan, buktinya di jalan H Abdullah, Hankam Mabes rusak parah saluran yang dik- erjakan, bahkan tembusan air tidak jelas mengalir kemana, hanya dikerjakan begitu saja, aneh proyek tersebut, uang Negara habis dikuras pejabat- nya melalui kroninya. Mantan Kepala Sudin Pe- rumahan dan Gedung Jakarta Timur, Ir H Yudi Hartono Mtp, bersama kroninya harus diperiksa Penyidik Kejagung, sesuai proyek yang diduga bermasalah dalam APBD ta- hun 2014, proses hukum tetap jalan. (Tim)

Ahok: Lihat Orang Pakai Baju Pemda, Pasti Mau Minta Duit

METROPOLITAN POS, JAKARTA

Selama ini, citra pegawai negeri sipil (PNS), dinilai kurang baik. Bahkan, Gu- bernur DKI Jakarta Ba- suki Tjahaja Purnama saja, mengaku memiliki persepsi bahwa melihat orang me- makai seragam pemda, arti- nya hendak meminta uang. “Saya dari SMP sampai sekarang tinggal di Jakarta dan saya dulu kalau lihat orang pakai baju seragam Pemda warna cokelat atau hijau pasti persepsinya orang itu mau minta duit saja,” kata Basuki dalam sambutannya di pelantikan 701 pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, di Blok G Balaikota, Kamis (22/1/2015). Saat itu, Basuki berpikir, mungkinPNSDKImemiliki gaji kecil sehingga terpaksa untuk menarik pungutan liar (pungli) dan lainnya. Oleh karena itu, Basuki pun ingin mengubah persepsi buruk terhadap PNS DKI tersebut. Ia menerapkan kebijakan pemberian tunjangan kin- erja daerah (TKD) dinamis dengan jumlah besar. Asal

kinerjanya bagus dan tidak lagi “bermain-main” dengan anggaran. Dalam sambutannya, Ba- suki mengatakan menjadi staf biasa di DKI saja sudah bisa membawa pulang gaji sebesar Rp 9 juta per bu- lan. Kemudian Lurah dapat membawa pulang Rp 33 juta per bulan dan Camat bisa mendapat gaji Rp 45 juta tiap bulannya. Ratusan PNS DKI yang memadati aula Blok G Ba- laikota pun bersorak sorai mendengar besarnya gaji yang disampaikan Basuki tersebut. “Bapak Ibu enggak perlu sandiwara lagi di depan warga, Lurah Camat jangan lagi punya otak membohongi orang. Jangan lagi minta komisi 1/2 persen Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk pembuatan surat waris. Di kampung saya sebutannya lebih kasar lagi, kalau ada pejabat yang berani main sama anggaran rakyat, warga bilang mereka (pejabat) sudah bukan manusia lagi. Malah bapak saya dulu lebih percaya anjing daripada manusia untuk menjaga rumah,”

kata Basuki. (KOMPAS.com)

LEMBAGA SWADAYA MASYRAKAT INVESTIGASI FAKTA HUKUM (INFAKUM) Ketua Umum: Sekjen: Berlin Siahaan K O M
LEMBAGA SWADAYA MASYRAKAT INVESTIGASI FAKTA HUKUM (INFAKUM)
Ketua Umum:
Sekjen: Berlin Siahaan
K
O
M
I
T
M
E
N
M
E
M
B
E
R
A
N
T
A
S
K
O
R
U
P
S
I
Peris Sitanggang
082122195529