Anda di halaman 1dari 37

K3

DALAM PROYEK
PELABUHAN

BELINDA ROSA NNATANHIA


DEDE ZAKIYAH
DEVI PRAPITA NUARI
HER CAHYANING
ISKANDAR MUSTOFA
1

A. Pengertian K3
Dalam pelaksanaan suatu peroyek konstruksi
seharusnya sejak awal perencanaan proyek
sudah dibahas tentang sistim penerapan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang
melibatkan Owner/ pemilik proyek, Konsultan,
Kontraktor yang membahas tentang K3 mulai
dari awal pengerjaan proyek dimana yang
menjadi pelaku utama dalam proyek tersebut
adalah
pekerja,
tapi
tidak
menutup
kemungkinan K3 ini berlaku bagi siapa saja
yang datang berkunjung ke proyek ini.

ISU-ISU PROYEK PELABUHAN

LINGKUNGAN
SOSIAL

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Pertimbangan
Pertimbangan Utama
Pengelolaan Material Pengerukan
Ekologi Laut/Pantai
Emisi Udara
Pengelolaan Sampah (Sampah Umum, Air Limbah,
Limbah Padat)
Pengelolaan bahan berbahaya dan oli
Kebisingan
Keanekaragaman Hayati & Sumber Daya Ekologi

Pertimbangan-pertimbangan lainnya
Pengelolaan Lalu Lintas
Dampak Visual
Keberlanjutan dan Perubahan Iklim
4

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Pengelolaan
Material Pengerukan
Konstruksi

Kontaminasi Tanah
Isu Geoteknik
Kemungkinan erosi tanah
Peningkatan suspensi sedimen (kekeruhan) dalam air laut
akibat penyebaran pengerukan sedimen
Penurunan kualitas air dengan peningkatan Total Padatan
tersuspensi (Total Suspended Solid TSS) dan kekeruhan
Kemungkinan gangguan kimia kelautan dan ekologi pesisir
Peniadaan/penurunan habitat
Penurunan kualitas air laut

Mitigasi
Penapisan bahan pengerukan
Pembuangan bahan pengerukan secara tepat
Memilih metode pengerukan secara seksama
Pengurangan penyebaran kontaminan dengan penahanan
5

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Ekologi
KonstruksiLaut/Pantai
Kemungkinan gangguan kimia terhadap laut dan ekologi pesisir
Pergantian habitat laut dan pesisir yang disebabkan oleh perubahan
struktur sedimen
Tertutupnya Komunitas Bentik disebabkan oleh pembuangan
sedimen
Penurunan pencahayaan untuk organisme yang tergantung cahaya
Regresi rumput laut dan padang rumput
Terganggunya burung dan hewan laut
Terkurangnya sumber daya perikanan dan terdegradasinya kualitas
perikanan untuk kegiatan pusat makanan dan rekreasi.
Memburuknya polusi air
Operasi
Kebocoran minyak dan campuran dari kapal merusakan sumber daya
perikanan, biota laut dan habitat.
Biodegradasi minyak dalam air mengurangi oksigen terlarut yang
dibutuhkan oleh biota
Sumber daya perikanan yang terdampak oleh kontaminasi bahanbahan kimia dari kebocoran
6

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Ekologi
MitigasiLaut/Pantai
Konstruksi : Perencanaan yang tepat dari pekerjaan
konstruksi, mengurangi kekeruhan dengan
menggunakan tirai lumpur/kekeruhan, peningkatan
atau restorasi habitat, pemantauan lingkungan,
inspeksi berkala dari kegiatan konstruksi oleh otoritas
penegakkan hukum dan lembaga, survei karakteristik
ekologi dengan cermat serta pembatasan koridor
kerja
Operasi : peningkatan dan restorasi habitat seperti
penciptaan habitat rumput laut untuk pemulihan
sumber daya perikanan, memperluas habitat rawa
dan pasir intertidal dan daerah berlumpur untuk
spesies mangsa, pengukuran dalam pengelolaan
lingkungan berkaitan dengan kebocoran minyak,
pengendalian debu, perlindungan kualitas air dan
langkah-langkah pengurangan kebisingan.
7

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Emisi
Udara
Konstruksi
Menimbulkan partikel debu dari kegiatan kontruksi termasuk
kegiatan pengerukan/penimbunan, transportasi, peralatan
konstruksi, perataaan/pembersihan, dan aktifitas di darat.
Emisi gas buang dari konsumsi bahan bakar alat berat
berbahan bakar diesel dengan mengeluarkan bahan beracun
dan karsinogenik
Operasi
Emisi dari kapal, peralatan penanganan kargo, mobilitas truk
terkait pelabuhan
Emisi gas buang dari kendaraan konstruksi, pabrik, mesin
dan kapal
Mitigasi
Konstruksi meminimalkan emisi debu, emisi gas buang,
dan emisi volatile
Operasi melakukan operasi off-loading secara efisien dan
pengaturan batas waktu diam/tunggu
8

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Emisi
Udara
Ambang
Batas
Parameter
Ozon (03)

Kabon Monoksida (CO)


Nitrogen Dioksida(NO2)

Sulfur Dioksida (SO2)

Total
Partikel
Tersuspensi (TSP)
PM10

PM2.5

Pengukuran
Waktu
1 jam
8-jam sehari
maximum
1 tahun
1 jam
24 jam
1 jam

Standar Indonesia*
Konsentra
Unit
si
3
g/Nm
235
g/Nm3
g/Nm3
g/Nm3
g/Nm3

50
30,000
10,000
400

24 jam
1 tahun

g/Nm3
g/Nm3

150
100

10 menit

1 jam
24 jam

g/Nm3
g/Nm3

900
365

1 tahun
24 jam
1 tahun
24 jam

g/Nm3
g/Nm3
g/Nm3
g/Nm3

60
230
90
150

1 tahun

24 jam

g/Nm3

65

IFC**
Konsentra
Unit
si

g/m
100
3

g/m
200
3

g/m
40
3
g/m
500
3

g/m
20
3

g/m
50
3
g/m
20
3
g/m
25
9
3

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Pengelolaan
Sampah (Umum, Air Limbah,
Konstruksi
Limbah dariPadat)
pembongkaran, pembersihan dan konstruksi jalan
Limbah

Limbah berbahaya, limbah padat, dan air limbah selama konstruksi


Operasi
Limbah padat inert dari kemasan kargo dan kantor administrasi
Limbah yang berpotensi berbahaya berkaitan dengan pemeliharaan
kendaraan operasi (minyak pelumas dan bahan pelarut untuk
mesin)
Limbah cair dan padat dari kapal yang datang
Mitigation
- Konstruksi: penggunaan material hasil pengurukan, daur ulang
limbah beton, penyimpanan limbah yang tepat dan terkategori,
menjaga wilayah tetap bersih, SOP Prosedur Tetap limbah
berbahaya yang ditetapkan
- Operasi: menyediakan limbah yang memadai dan pengelolaan
sampah, dilarang membuang limbah padat dan limbah berbahaya
ke laut, penyimpanan air limbah kapal-kapal besar secara tepat
dengan menyediakan fasilitas pengolahan air limbah yang
terhubung ke tempat pengolahan air limbah kota
10

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Ambang Batas
Kualitas
Air Laut Wilayah
Pelabuhan
Pengelolaan
Sampah
(Umum,
Air Limbah,
No
Parameter
Unit
Baku Mutu
Limbah
Padat)
FISIKA
1 Kecerahan
2 Kebauan
3 Padatan tersuspensi total
4 Sampah
5 Temperatur
6 Lapisan Minyak
KIMIA
1 pH
2 Salinitas
3 Amonia total (NH3-N)
4 Sulfida (H2S)
5 Hidrokarbon total
6 Senyawa Fenol total
7 PCB (poliklor bifenil)
8

Surfaktan (deterjen)

9 Minyak dan Lemak


10 TBT (tri butil tin)
Logam Terlarut
1 Raksa
2 Kadmium (Cd)
3 Tembaga (Cu)
4 Timbal (Pb)
5 Seng (Zn)
Mikrobiologi

m
mg/L
C
-

>3
Tidak berbau
80
Alami
-

/oo
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
g/L
mg/L
MBAS
mg/L
g/L

6.5 - 8.5
Alami
0.3
0.03
1
0.002
0.01

mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L

0.003
0.01
0.05
0.05
0.1

1
5
0.01

MPN/10
1000
0 ml
Sumber : Keputusan Menteri LH 51/2004 (Lampiran I Baku Mutu Air Laut
1

Koliform Total

11

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Pengelolaan
Bahan Berbahaya dan
Konstruksi
Bahan Cair Berbahaya (Bahan bakar dan bahan kimia)
Minyak
Limbah Berbahaya (tanah terkontaminasi, limbah bahan bakar
dan pelumas, filter oli dan baterai)
Operasi
Bahan Cair Berbahaya (Bahan bakar and bahan kimia)
Cat Residu dan bahan pelarut dalam kontainer-kontainer
Mitigasi
- Konstruksi: cairan berbahaya (bahan bakar dan bahan kimia)
tersimpan sesuai dengan suatu rencana pengelolaan barang
berbahaya dalam wadah tertutup selama konstruksi, tempat
penyimpanan pengolahan dan pengiriman tanah yang
terkontaminasi, penetapan Prosedur Tetap (SOP) limbah
berbahaya seperti penyimpanan sebagaimana mestinya dan
tertutup dengan baik.
- Operasi: Ditetapkannya Prosedur Tetap (SOP) limbah berbahaya
seperti penyimpanannya secara tepat dan tertutup dengan baik
12

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Kebisingan
Konstruksi
Kebisingan dari peralatan dan mobilitas selama kegiatan
reklamasi dan pembangunan jalan akses.
Operasi
Kebisingan dan getaran frekuensi rendah dari volume lalu
lintas lebih berat dan peningkatan lalu lintas truk
Mitigasi
Konstruksi: saluran pembuangan knalpot yang selalu terpasang
baik, terpelihara, dan semua mesin dan kendaraan
dioperasikan dengan efisien.
Operasi: pemuatan truk-truk secara cerdas dan melarang
kendaraan menunggu di tempat dekat dari penerima dampak.

13

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Kebisingan
Ambang Batas
Penerima

Standar
Indonesia*
Siang/Malam

Peruntukan Kawasan
Perumahan dan Permukiman
Perdagangan dan Jasa

55(siang)/45(mal
am)
70

IFC**
Sian
g

Mala
m

55

45

70

Perkantoran dan Perdagangan

65

70

Ruang Terbuka Hijau

50

Industri

70

70

Pemerintahan dan Fasilitas Umum

60

55

45

Rekreasi

70

Lingkungan Kegiatan

Rumah Sakit

55

Sekolah

55

55

45

Tempat ibadah

55

55

45

55

45

Institutional

Source :
*) Keputusan Menteri LH No. 481996 tentang Baku Tingkat Kebisingan
**) Pedoman Umum IFC EHS Tabel 1.7 Kebisingan

14

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Keanekaragaman
Konstruksi & Operasi Hayati & Sumber Daya
Ekologi
Perusakan habitat fauna terestrial
Limpasan air yang tercemar
Hilangnya habitat muara dan pantai
Ekologi lokal terdampak debu dan emisi gas buang
dari kendaraan dan mesin konstruksi
Mitigasi
Pembatasan pembersihan terhadap vegetasi yang ada
Merehabilitasi hutan mangrove yang hancur
Pertimbangan spesies tanaman asli untuk pekerjaan
lanskap
Melindungi sisa daerah mangrove sekitar proyek
Menyimpan limbah yang tepat untuk membatasi
proliferasi hama
15

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Pengelolaan
Lalu Lintas
Konstruksi
-

Kerusakan perkerasan jalan selama konstruksi


menimbulkan isu-isu keselamatan jalan
- Kemacetan lalu lintas di sepanjang rute transportasi
mempengaruhi usaha dan masyarakat lokal
- Peningkatan lalu lintas lokal meningkatkan tingkat
kebisingan
Operasi
- Kemacetan, peningkatan pergerakan truk ke dan
dari pelabuhan di sepanjang jalan lokal dapat
mengakibatkan kemacetan dan gangguan
Mitigasi
- Konstruksi: perawatan dan pemeliharaan jalan,
rencana pengelolaan lalu lintas, dan
mengidentifikasi rute-rute kendaraan berat
- Operasi: menerapkan suatu rencana pengelolaan
16

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Dampak
Konstruksi Visual
Kegiatan yang ekstensif di dermaga selama konstruksi
Tumpahan cahaya lampu dari lokasi proyek selama konstruksi di malam
hari
Operasi
Keberadaan pelabuhan dan kapal yang bersandar untuk bongkar muat
dapat membuat dampak visual untuk sekitarnya
Pencahayaan untuk operasi pelabuhan di malam hari
Emisi yang nampak dan tidak diinginkan dari truk-truk, kapal-kapal, dan
kargo
Mitigasi
Koridor hijau di pantai untuk mengurangi pandangan yang mengganggu
Tempat penyimpanan berlokasi jauh dari jalan dan permukiman
Mengurangi penggunaan pencahayaan berlebih di daerah pelabuhan
dekat pemandang sensitif
Mensyaratkan penggunaan arah pencahayaan ke bawah dibandingkan
arah pencahayaan ke atas.
Penggunaan warna dan bahan sesuai dengan visual lingkungan yang
ada dan meminimalkan potensi pantulan

17

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Keberlanjutan
dan Perubahan Iklim
Konstruksi
Emisi gas rumah kaca kumulatif dari peralatan kerja
dan kendaraan selama konstruksi
- Perubahan ekosistem dan hilangnya habitat darat
dan perairan
Operasi
- Emisi dari pengoperasian pelabuhan (kapal kargo,
kapal pelabuhan, peralatan penanganan kargo dan
truk kargo) dan Emisi dari tempat berlabuh,
bangunan, pencahayaan pelabuhan dan kendaraan
kargo/darat.
- Emisi tidak terolah dibuang ke udara, ke air, ke
tanah dan sedimen laut dari kegiatan-kegiatan
industri, serta timbulnya kebisingan, limbah dan
pembuangan, kehilangan dan degradasi habitat
darat dan perairan.
-

18

B. Isu-Isu Lingkungan Proyek


Pelabuhan
Keberlanjutan
dan Perubahan Iklim
Mitigasi
-

Konstruksi: Pengendalian emisi dengan


menggunakan metode pengolahan polusi udara,
strategi-strategi pengurangan waktu tunggu
truk/kapal, hemat energi, pengurangan polusi,
peralatan kerja dan kendaraan dengan rendah
emisi, desain bangunan yang eko-efisien serta
pencahayaan hemat energi.
Operasi: pemberian insentif untuk kendaraan dan
kapal lebih hemat bahan bakar, peraturan bahan
bakar yang lebih bersih, alternatif listrik hijau,
strategi pengurangan emisi udara, inisiatif proyek
pelabuhan hijau dan penanaman pohon.

19

C. Isu-isu Sosial untuk Proyek


Pelabuhan
Pengantar
- Fasilitas Sosial dan Masyarakat
- Warisan Budaya dan Masyarakat Adat
- Barang/Pelayanan Eksosistem
- Kesehatan dan Keselamatan Publik
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja

20

C. Isu-isu Sosial untuk Proyek


Pelabuhan
Fasilitas
Konstruksi Sosial dan Masyarakat
- Penggunaan fasilitas masyarakat setempat menjadi berkurang
- Akses ke fasilitas masyarakat menjadi berkurang
- Penurunan jumlah wisatawan
- Menciptakan gangguan pemandangan dari pelabuhan
- Kehilangan pilihan rekreasi bagi warga sekitar
Operasi
- Kebisingan, timbulnya debu dan emisi gas buang dari kendaraan di
daerah pelabuhan, jalan penghubung atau fasilitas pendukung
- Konsentrasi polusi menyebabkan dampak kesehatan
- Kurang menariknya secara visual berdasarkan bentuk pandangan
Mitigasi
- Konstruksi: langkah-langkah penurunan polusi udara, kebisingan,
lalu lintas dan ganggunan visual.
- Operasi: memastikan akses terhadap fasilitas publik selama masa
pengoperasian pelabuhan, penanaman pohon di sepanjang jalan
akses dan untuk memblokir pandangan yang tidak menyenangkan,
dan bentuk pandangan dari arah fasilitas masyarakat yang ada

21

C. Isu-isu Sosial untuk Proyek


Pelabuhan
Warisan Budaya dan Masyarakat Adat
Konstruksi
- Gangguan terhadap situs warisan etnografi dan
arkeologi

Mitigasi
- Hindari kegiatan proyek dekat dengan situs warisan
etnografi dan arkaelogi (seperti situs makam Raja
Tallo)
- Dilarang masuk ke situs makam Raja Tallo untuk
orang yang tidak berhak
- Segera melaporkan jika ada situs warisan lainnya
yang ditemukan di wilayah operasi
- Manajemen yang tepat dan tindakan perlindungan
bagi situs warisan (situs makam Raja Tallo) termasuk
pagar, papan petunjuk, penyelamatan, dan
penelitian-penelitian ilmiah
22

C. Isu-isu Sosial untuk Proyek


Pelabuhan
Barang/Pelayanan
Ekosistem
Konstruksi
- Gangguan terhadap eksositem pesisir yang
mempengaruhi kesehatan lingkungan laut dan darat.
- Organisme-organisme dan habitat-habitat laut yang
terkena dampak
Operasi
- Pelayanan ekosistem terganggu oleh praktek-praktek
yang tidak berkelanjutan yang menyebabkan emisi
dari transportasi darat dan laut, pengelolaan sampah
yang tidak benar, dan/atau kebocoran dari zat kimia.
Mitigasi
- Limbah dari konstruksi dibuang dengan benar
- Pembatasan Pembuangan ke laut
- Identifikasi dan pelestarian daerah penting bagi
keanekaragaman hayati
23

C. Isu-isu Sosial untuk Proyek


Pelabuhan
Kesehatan
dan Keselamatan Publik
Konstruksi
- Peningkatan risiko kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh emisi
partikulat dari penghilangan vegetasi, pekerjaan tanah dan pergerakan
lalu lintas serta pengolahan sampah dan air limbah yang tidak tepat
- Peningkatan penyakit kesehatan pernapasan akibat emisi debu selama
konstruksi
- Peningkatan penyakit yang ditularkan nyamuk (malaria dan demam
berdarah) karena area yang tergenang.
- Bahaya lalu lintas karena peningkatan lalu lintas dan mobilisasi
peralatan
Operasi
- Penanganan kargo yang berisi barang-barang berbahaya (seperti bahan
mudah terbakar, peledak, bahan beracun, patogen dan korosif) secara
salah
- Risiko tidak langsung seperti mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi
dan tanaman yang berhubungan dengan kegiatan pelabuhan seperti
tumpahan atau kebocoran minyak dan zat kimia lainnya
- Peningkatan penyakit pernapasan di masyarakat sekitar dan penerima
sensitif yang disebabkan oleh kemacetan lalu lintas, penanganan kargo
dan pergerakan, dan emisi kapal

24

C. Isu-isu Sosial untuk Proyek


Pelabuhan
Kesehatan dan Keselamatan Publik
Mitigasi
- Konstruksi: Pengurangan emisi debu, pelaksanaan
tindakan pengendalian nyamuk, pengelolaan
sampah yang tepat, pelatihan dan program
penyadaran bagi pengusaha dan kontraktor
mengenai pentingnya kesehatan dan keselamatan
masyarakat, menyediakan fasilitas kesehatan publik
bagi masyarakat dan karyawan, mencegah penyakit
menular melalui karyawannya.
- Operasi: Pengelolaan debu dan prosedur tetap
pemantauan kualitas udara, penilaian risiko
kesehatan secara berkala diambil untuk
mengidentifikasi tingkat dampak selama operasi
pelabuhan, pelaksanaan dan pemantauan prosedur
operasional kargo bahan berbahaya, dan
mengembangkan suatu kesehatan dan keselamatan
yang tepat dan rencana darurat untuk setiap
25

C. Isu-isu Sosial untuk Proyek


Pelabuhan
Kesehatan
Konstruksi dan Keselamatan Kerja
- Potensial kendaraan tabarakan
- Kecelakaan atau luka terkait mesin.
- Gangguan pendengaran akibat tingkat kebisingan
dan getaran yang berbahaya dalam lingkungan kerja
- Kesehatan umum merusak hati, ginjal, reproduksi
sistem saraf, gangguan pernapasan dan kanker
berasal dari tumpahan atau kebocoran pelarut
(bahan kimia)
- Bekerja di lingkungan suhu tinggi untuk waktu yang
lama, bekerja dengan listrik, dan kecelakaan terkait
pekerjaan seperti jauh dari ketinggian.

26

C. Isu-isu Sosial untuk Proyek


Pelabuhan
Kesehatan
dan Keselamatan Kerja
Operasi
- Gangguan terkait kebisingan (dari peralatan mesin
dan transportasi) yang mempengaruhi pekerja
dalam sekitar sumber.
- Kelelahan yang mempengaruhi kesehatan dan
keselamatan pekerja dan kinerja kerja secara
keseluruhan.
- Kesehatan dan keselamatan pekerja terhadap
barang-barang berbahaya dan zat berbahaya
melalui transportasi dan penanganan kargo
Mitigasi
- Menjaga kesehatan pekerja dan kapasitas kerja
- Meningkatkan lingkungan kerja
- Rencana Kesehatan dan Keselamatan Lingkungan
(KKL)
27

D. Isu-Isu Pengadaan Tanah


(Kepentingan Umum)

Gambaran Umum
Isu umum pengalaman sebelumnya
Isu-Isu Potensial dalam proyek pelabuhan
Mitigasi

28

D. Isu-Isu Pengadaan Tanah


(Kepentingan Umum)

Isu-Isu
berdasarkan pengalaman
Isu-isu Sosial Ekonomi
sebelumnya
Isu-isu Lingkungan

Masyarakat Rentan
Bukti kepemilikan tanah
Kepemilikan tanah dan Permukiman Liar dan Ilegal
Nilai kehilangan aset
Waktu pelaksanaan/tertunda
Negosiasi
Perantara dan Provokator
Keberatan dari komunitas dan Masyarakat yang terkena
dampak proyek

29

D. Isu-Isu Pengadaan Tanah


(Kepentingan Umum)

Isu-Isu Potensial dalam Proyek Pelabuhan

Daerah Komersial/Perdagangan
Relokasi Fasilitas Umum
Kehilangan Lahan
Kehilangan Permukiman
Hilangnya mata pencaharian/pendapatan
Jalan Umum/akses
Pemanfaatan sumber daya kelautan dan kondisi PT.
Industri Kapal Indonesia (IKI) yang ada
Harapan orang yang tinggal di sekitar pembangunan
pelabuhan

30

D. Isu-Isu Pengadaan Tanah


(Kepentingan Umum)

Mitigasi
Melakukan sensus sosial ekonomi sebagai dasar untuk
pengembangan dokumen LARAP
Mengidentifikasi status hak kepemilikan properti perumahan
Mata pencaharian
Pendapatan masyarakat
Anggota Keluarga
Wilayah setempat
Perkebunan atau Ternak
Fasilitas umum atau fasilitas warisan budaya.
Persepsi positif atau negatif komunitas dampak proyek yang
diusulkan
Mengembangkan rekomendasi berdasarkan baseline dalam
dokumen LARAP

31

ALAT PELINDUNG DIRI (APD)


DALAM PROYEK PELABUHAN
1. Safety helmet
2. Safety belt (saat menggunakan alat
transport)
3. Sepatu boot
4. Safety shoes (dilapisi metal dg sol karet
tebal dan kuat
5. Sarung tangan
6. Tali pengaman (wajib >1,8 m)
7. Ear plug
8. Kacamata pengaman
9. Pelindung wajah
10.Jas hujan
33

34

35

36

37

TERIMA
KASIH
38