Anda di halaman 1dari 24

EKONOMI ISLAM DAN

PERBANKAN SYARIAH
Hana Fathin Shalihah
Mirna Nurfitriani
Viyona Rachmania
Almira Mahsa Amadea
Shabrina Swarnie
Syarifatul Ulya
Diqna Sania

11613004
11613009
11613017
11613022
11613031
11613036
11613039

Elfathiera Amalia
Rezcky Amelia

17211015
17011024

Pengertian Ekonomi
Islam
Prinsip Ekonomi Islam
Ekonomi Islam
Prinsip Jual Beli

Perbandingan Konsep
Syariah dengan
Konvensional

Perbandingan Konsep Syariah dengan


Konvensional

Asuransi

Perbankan

MLM

Saham

Prinsip Ekonomi Islam


Amanah (kejujuran)
Adalah (berkeadilan)
At-Tawazun (keseimbangan)
Al-Shidqah (kebenaran)
Ukhuwah (persaudaraan)
Taawun (tolong-menolong)
Menghindari unsur maesir (judi)

Tidak ada unsur riba

Amanah (kejujuran)











Sesungguhnya Allah menyuruh

kamu menyampaikan amanat kepada


yang berhak menerimanya, dan
(menyuruh
kamu)
apabila
menetapkan hukum di antara
manusia supaya kamu menetapkan
dengan adil. Sesungguhnya Allah
memberi pengajaran yang sebaikbaiknya kepadamu. Sesungguhnya
Allah adalah Maha Mendengar lagi
Maha Melihat
(QS. An-

Adil memiliki makna, meletakan


sesuatu
pada
tempatnya;
menempatkan
secara
proporsional; perlakuan setara
atau seimbang. Menurut AlAshfahani adil, dinyatakan
sebagai memperlakukan orang

lain setara dengan perlakuan


terhadap diri sendiri. Dimana ia
berhak mengambil semua yang
menjadi haknya, dan atau memberi
semua yang menjadi hak orang
lain. (Quraish Shihab, 2002)

Nisa/4:58).

Al-Shidqah (kebenaran)

At-Tawazun

(keseimbangan)
Keseimbangan adalah tidak berat
sebelah, baik itu usaha-usaha kita
sebagai individu yang terkait
dengan
keduniaan
dan
keakhiratan, maupun yang terkait
dengan kepentingan diri dan
orang lain, tentang hak dan
kewajiban.

Kebenaran
(al-Shidqah)
ialah
berlaku benar, baik dalam perkataan
maupun dalam perbuatan. (Majelis
Tarjih
dan
Tajdid
PP
Muhammadiyah,
2006,
ibid.).
Kewajiban bersifat dan bersikap
benar ini diperintahkan dalam alQuran:


Hai orang-orang yang beriman,

bertaqwalah kepada Allah, dan


hendaklah kamu bersama orangorang yang benar (QS. AlTaubah/9:119).

Adalah (keadilan)

Ukhuwah (persaudaraan)
Prinsip-prinsip dasar ekonomi
Islam selanjutnya yang berkaitan
dengan
nilai-nilai
dasar
pembangunan masyarakat adalah
memupuk rasa persamaan derajat,
persatuan, dan kekeluargaan
diantara manusia (M. Yunan
Yusuf, dkk, 1995:4).

Dan tolong-menolonglah kamu

dalam (mengerjakan) kebajikan


dan takwa, dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa
dan pelanggaran. (QS. alMaidah/5:2).

Taawun (tolongmenolong)

Menghindari unsur maesir


(judi)

Hai orangorang yang beriman


sesungguhnya arak,judi,berhala
dan mengundi nasib adalah
perbuatan keji termasuk
perbuatan syaitan. maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar
kamu mendapat keberuntungan.
sesungguhnya syaitan itu
bermaksud menimbulkan
permusuhan dan kebencian di
antara kamu lantaran arak dan
berjudi itu, menghalangi kamu dari
mengingat Allah dan shalat; maka
berhentilah kamu .(Q.S; Al
Maidah: 90-91)

Cara transaksi yang dibenarkan


dalam Islam adalah pertukaran
tanpa ada unsur riba (bunga),
gharar (manipulasi), maisir (judi),
ikhtikar (penimbunan), dan tatfif
(curang) sesuai dengan QS AlBaqarah
ayat
275
yang
berbunyi:

...Allah telah menghalalkan jual


beli dan mengharamkan riba...

Tidak ada unsur riba

Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari Allah SWT kepada manusia.

Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu.

Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerja sama.

Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai segelintir orang saja.

Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kebanyakan banyak orang.

Seorang muslim harus takut kepada Allah SWT dan hari penentuan di akhirat nanti.

Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab)

Islam melarang riba dalam segala bentuk.

Prinsip Ekonomi Menurut Buku


Lembaga Bisnis Syariah

PRINSIP JUAL BELI DALAM ISLAM


Jual beli
Hukum: Mubah

Rukun dan Syarat


1. Orang yang melaksanakan akad

Berakal
Balig
Berhak menggunakan hartanya

2. Sigat atau ucapan ijab dan kabul

3. Barang yang diperjualbelikan


suci (bersih) dan halal barangnya
ada manfaatnya
ada di tempat, atau tidak ada tapi sudah tersedia di
tempat lain
tidak ada dalam proses penawaran dengan orang lain
bukan hasil monopoli yang merugikan
milik sendiri atau yang diberi kuasa
diketahui oleh pihak penjual dan pembeli dengan
jelas, baik zatnya, bentuknya dan kadarnya, maupun
sifat-sifatnya

4. Nilai tukar barang yang dijual


Harga jual yang disepakati penjual dan pembeli harus
jelas jumlahnya
Nilai tukar barang itu dapat diserahkan pada waktu
transaksi jual beli, walaupun secara hukum
Nilai tukarnya tidak boleh dengan barang haram

Khiyar
Khiyar Majelis
keduanya masih tetap di tempat jual beli
Khiyar Syarat
setelah mempertimbangkan dalam satu atau dua hari
Khiyar Aib (cacat)

ASURANSI
Asuransi adalah pertanggungan yakni perjanjian yang dibuat antara
kedua belah pihak yaitu pihak penanggung dan tertanggung yang
mengikat diri. Hal ini meliputi penerimaan premi asuransi, memberikan
pergantian kerugian ketika tertanggung mengalami kerugian, kerusakan
atau kehilangan yang bisa ditimbulkan karena kejadian yang tidak pasti.

Perbedaan Asuransi Syariah dan


Konvensional
Dilihat dari ada tidaknya dewan pengawas syariah :
Asuransi Syariah
ada

Asuransi Konvensional
tidak ada

Dilihat dari akad :


Asuransi Syariah
Tolong menolong
(Tafakuli)

Asuransi Konvensional
Jual-beli
(Tabaduli)

Dilihat dari investasi dana :


Asuransi Syariah
system bagi-hasil
(Mudharabah)

Asuransi konvensional
berdasarkan bunga
(riba)

Dilihat dari kepemilikan dana :


Asuransi Syariah
dana milik peserta

Asuransi konvensional
dana milik perusahaan

Dilihat dari pembayaran klaim :


Asuransi syariah
dari rekening tabarru
seluruh peserta

Asuransi konvensional
dari rekening dana
perusahaan

Dilihat dari keuntungan :


Asuransi syariah
dibagi antara
perusahaan dengan
peserta

Asuransi konvensional
seluruhnya menjadi
milik perusahaan

Perbankan

Bank merupakan salah satu badan usaha


lembaga yang bertujuan memberikan kredit dan
jasa-jasa.

Pada dasarnya perbankan merupakan salah satu


himpunan dari lembaga yang bergerak di bidang
penyimpanan dana, yang berperan sebagai pemberi,
penyalur kredit dan perantara dalam lalu lintas
pembayaran

Dalam UUD No 10 Th 1998 disebutkan


jenis-jenis bank:
Bank Umum
Bank Perkreditan Rakyat

Bank menurut Fungsinya


Bank Sentral
Bank Umum
Bank Tabungan
Bank Pembangunan
Bank Desa

Bank Syariah
menerapkan prinsip Syariah bagi hasil dalam kegiatan
operasionalnya.
sebagai lembaga keuangan bank melaukan kegiatan
utamanya yaitu menghimpun dana, penyaluran dana,
menyediakan jasa perbankan dan melakukan kegiatan
sosial.

Perbankan

Konvensional

Syariah

Prinsip/Sistem

Bunga bank sebagai harga yang


menguntungkan seperti deposito,
tabungan, dan pinjaman berdasarkan
tingkat tertentu

Menganut sistem bagi hasil, tidak


mengikuti sistem bunga atau riba yang
dianggap memberatkan nasabah, dan
tidak adil.

Keuntungan

Penanam modal bisa memperoleh


keuntungan yang besar dari dana yang
disimpan

Terjaga dari praktek riba

Kekurangan

Investasi pada perbankan konvensional


didasarkan pada besarnya tingkat suku
bunga yang berlaku pada saat itu.

Penanam modal tidak mendapat


kepastian pendapatan dan simpanannya.
Keputusan pemilihan investasi
berdasarkan kinerja bank

Multi Level Marketing


Berupa strategi pemasaran secara bertingkat (levelisasi).
Hukumnya boleh, dengan syarat mengenai:
Struktur perusahaan

Produk
Halal, thayyib, berkualitas
Tidak menitik beratkan barangbarang tertier ketika ummat masih
bergelut dengan pemenuhan
kebutuhan primer
Tidak ada excessive mark up harga
barang sehingga tidak sepadan
dengan kualitas dan manfaat.

Berbasis syariah
Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang
terdiri dari para ulama yang
memahami masalah ekonomi.
Bonus
Adil, mencerminkan usaha masingmasing anggota
Bonus jelas angkanya sejak awal
Penghargaan tidak boleh
mencerminkan hura-hura dan pesta
yang tidak syariah