Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semenjak manusia pada jaman purbakala sampai dengan jaman sekarang, manusia telah
mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya yang telah kita kenal
dengan berbagai jaman seperti jaman meolitikum, neolitikum. Peradaban manusia telah
mengalami kemajuan sampai sekarang. Selama perkembangan itu, manusia menjalani
kehidupan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Dengan orientasi kehidupan tersebut,
manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya
yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia pula.
Dan pada saatnya, perkembangan manusia telah mengalami jaman revolusi industri
yang menggantungkan kehidupan manusia pada bidang perindustrian. Dengan orientasi hidup
tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan
manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya.
Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak baik positif maupun negatif.
Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada
masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan
yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku
industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar
dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan
namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan
tempat tinggal manusia serta manusia dan kehidupannya. Para ahli lingkungan telah
menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global
akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat ini. Dampak negatif
ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming.
Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih
diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah
alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih
terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli
lingkungan tersebut, namun masalah Global Warming ini tidaklah dapat dipungkiri untuk
diteliti dan ditelaah lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia.
Untuk itu, Karya Tulis yang dibuat ini akan memperlihatkan dan menjelaskan
kebenaran mengenai masalah pemanasan Global ini dengan berdasarkan studi literature dari
berbagai sumber yang terpercaya dan kompeten. Pembahasan dan penjelasan yang dilakukan
pun akan ditinjau dari sudut pandang pihak yang pro dan pihak yang kontra. Dalam Karya
Tulis ini pun akan menyajikan fakta-fakta yang memperkuat keberadaan masalah pemanasan
Global ini.
Mungkin ada beberapa dampak positif dari fenomena ini, tapi yang akan kita bahas
hanyalah dampak negatifnya.Secara tidak langsung, pemanasan global ini berpengaruh pada
cuaca yang tidak menentu. Suhurata-rata permukaan bumi meningkat secara bertahap. Dari
naiknya suhu rata-rata tersebut,tingginya permukaan air laut juga berpengaruh. Pemanasan
yang berpusat di belahan utara bumi,menyebabkan es di kutub utara mencair. Dengan cairnya
es tersebut, debit air laut akan bertambah dan menyebabkan pulau-pulau rendah akan
tenggelam dan hilang. Hasil pertanian pun tidak luput dari pengaruh pemanasan global.
Hujan atau kemarau yang terlalu panjang,menyebabkan sering terjadi banjir atau kekeringan
parah.

Pertumbuhan tanaman akan tergangguyang pada akhirnya juga akan mengurangi hasil
panenan.Dalam laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2007, dapat
dilihat dampak pemanasan global yang akan terjadi per 1 derajat Celcius kenaikan rata-rata
suhu dunia dalamrentang kenaikan 1-5 derajat Celcius. Berdasarkan data ini, antara 1970
hingga 2004, diIndonesia telah terjadi kenaikan suhu rata-rata tahunan antara 0,2-1 derajat
Celcius yang dapatmengakibatkan: Penurunan produksi pangan sehingga bisa meningkatkan
risiko bencanakelaparan, peningkatan kerusakan pesisir akibat banjir dan badai, peningkatan
kasus gizi buruk dan diare, serta perubahan pola distribusi hewan dan serangga sebagai
vektor penyakit.Dari segi kesehatan, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang
yang terkena penyakitatau meninggal karena stress udara panas.
Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerahtropis, seperti penyakit yang diakibatkan
nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akansemakin meluas karena mereka dapat
berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagimereka. Saat ini, 45 persen
penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit olehnyamuk pembawa
parasit malaria. Persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jikatemperatur meningkat.
Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria,demam berdarah
dengue, demam kuning, dan encephalitis. Para ilmuan juga memprediksimeningkatnya
insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akanmemperbanyak
polutan, spora mold dan serbuk sari.
Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin
memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat
perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan
peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka
temperatur bisa meningkat sampai 1C.
Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya
peningkatan temperatur bisa lebih dari 1C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja,
perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan,
perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan
lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan
manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan
atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat
pemanasan dari perhitungan standar.
Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa
paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3C semenjak jaman pra-industri,
itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e
(ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 yang menyatakan rasio jumlah
molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah
mengalami pemanasan sebesar 0,7C.
Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal
sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai
Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada
suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi populer seperti sekarang ini? Apakah karena
Al Gore dengan filmnya AnInconvenient Truth yang mempopulerkan global warming?
Tentunya tidak sesederhana itu.
Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang
menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental
Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas
manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah
kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi
keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative

Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah
menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya),
maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong
utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).

B. Rumusan Masalah

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Timbulnya masalah pemanasan Global yang merupakan masalah lingkungan ini, telah
menimbulkan berbagai macam pertanyaan dalam hubungannya dengan sebab, keberadaan
dan efek atau dampak yang diakibatkan dari pemanasan Global tersebut. Pertanyaanpertanyaan seputar masalah pemanasan Global ini dapat diuraikan seperti dalam beberapa
point berikut:
Apakah pemanasan Global selalu memberi dampak buruk?
Apakah pemanasan Global akan meningkatkan frekuensi terjadinya badai?
Apakah penyebab terbesar dari terjadinya Global Warming adalah emisi manusia dari efek
rumah kaca (green house effect)?
Apakah pemanasan Global akan menyebabkan peningkatan terjadinya banjir, kekeringan,
pertumbuhan hama secara cepat dan peristiwa alam atau cuaca yang ekstrim?
Apakah emisi karbon dioksida yang berasal dari pembakaran fosil merupakan penyebab
terbesar dari perubahan cuaca?
Apakah ada keuntungan potensial yang dapat diakibatkan dari peningkatan temperatur?
Pemanasan Global ini mengakibatkan berbagai dampak baik positif maupun negatif.
Tanpa adanya pemanasan Global, tidak akan ada kehidupan di dunia, karena suhu di bumi
yang rendah dan manusia tidak akan bisa hidup dalam kondisi suhu yang rendah. Pemanasan
Global telah meningkatkan suhu bumi Fahrenheit. Namun, pemanasansampai suhu rataratanya mencapai 60 Global menjadi permasalahan dan yang masih menjadi perdebatan
ketika konsentrasi gas efek rumah kaca dalam atmosfir mengalami peningkatan. Akankah
kondisi peningkatan konsentrasi gas ini menjadi permasalahan yang harus mendapat
perhatian lebih?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan secara umum dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh
manakah pemanasan Global ini telah terjadi? dan penyebab pastinya apa? Semua ini masih
merupakan tanda Tanya bagi manusia. Karena sampai sekarang manusia belum mendapatkan
penyebab pasti dari pemanasan Global ini dan manusia juga mau mencari kebenaran
mengenai efek dari pemanasan Global yang akan dialami oleh manusia sendiri, makhluk
hidup maupun lingkungan di sekitarnya. Jika pemanasan Global ini terjadi maka efek yang
ditimbulkan bukan hanya di alami oleh manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup di
sekitarnya, seperti meningkatnya suhu di permukaan bumi menyebabkan kekeringan, dengan
demikian akibat dari kekeringan ini selain dialami manusia juga oleh hewan dan tumbuhan
dimana tumbuhan akan menjadi layu karena kekurangan air atau dan sebagainya. Oleh karena
itu melalui penelitian ini diharapkan agar manusia dapat lebih mencegah aktivitas yang dapat
menyebabkan terjadinya pemanasan Global seperti mengadakan kegiatan rumah kaca,
pembakaran zat-zat yang dapat menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat, dan lainlain.
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian pemanasan Global ini
adalah :
Untuk mengetahui secara jelas apakah itu pemanasan Global ?

Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan Global


Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia sendiri maupun
makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat dari
pemanasan Global
Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah lebih
lanjut pemanasan Global tersebut

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
1. Pengertian Global Warming atau Pemanasan Globa
Global Warming secara harfiah diterjemahkan sebagai pemanasan Global. Terjadinya
pemanasan Global di bumi dimulai dari kenyataan bahwa energi panas yang dipancarkan
berasal dari matahari yang masuk ke bumi menciptakan cuaca dan iklim serta panas pada
permukaan bumi secara Global.
2. Pengertian Green House Effect atau Efek Rumah Kaca
Kondisi yang menyerupai akibat yang ditimbulkan dalam rumah kaca terjadi pula dalam
bumi ini, yaitu terperangkapnya energi dalam permukaan bumi oleh konsentrasi gas-gas
dalam lapisan atmosfir. Pada kenyataannya, pemanasan Global merupakan peningkatan suhu
bumi secara bertahap sebagai akibat dari peningkatan konsentrasi gas efek rumah kaca dalam
lapisan luar atmosfir. Dan ketika bumi meradiasikan kembali energi yang diterimanya ke luar
angkasa, sebagian dari energi matahari yang masuk ke bumi, terperangkap dalam permukaan
bumi akibat terhalang oleh gas-gas dalam atmosfir seperti uap air dan karbon dioksida.
3. Pengertian Perubahan Cuaca
Peningkatan konsentrasi gas pada lapisan atmosfir telah mempercepat perubahan rata-rata
cuaca. Sejak abad 19 yang lalu sampai dengan abad 20, F. Dantemperatur permukaan bumi
telah mengalami peningkatan 0.5 1.0 perkiraan peningkatan suhu permukaan bumi ratarata menurut para ahli C dalam 50 tahun mendatangF atau 0.6-2.5 akan mencapai 14.5 tergantung pada wilayah di bumi.Pembuktiannya terlihat dalam perubahan kondisi nyata
yang terjadi dengan mancairnya salju pada Northern Hampshire dan menurunnya es apung
pada Samudra Arktik.
Secara Global, permukaan laut telah mengalami kenaikan lebih dari 4-8 inchi pada abad
lalu. Penguapan yang terjadi pada dunia telah meningkat sekitar 1% dan frekuensi terjadinya
hujan pun telah meningkat.
Gas-gas ditimbulkan dari berbagai macam kegiatan manusia, seperti kegiatan dalam
perindustrian dan pembakaran, akan terkonsentrasi dalam atmosfir dan akan menyebabkan
terperangkapnya energi matahari yang masuk ke dalam bumi. Energi yang tidak teradiasi ini
sama kondisi dengan yang terjadi pada rumah kaca, sehingga energi tersebut akan tetap
tersimpan dalam permukaan bumi dan menyebabkan pemanasan Global pada permukaan
bumi.

B. Langkah Langkah Penanganan


Seperti nasi sudah menjadi bubur, begitulah nasib bumi kita ini. Hanya ada sedikit
harapan untuk menghilangkan pemanasan global dan membuat temperatur dibumi stabil.

Caranya adalah dengan menetralisir gas-gas yang telah kami sebutkan diatas tersebut kembali
normal 100%. Dan menurut kami ini adalah sesuatu yang mustahil.
Jika memang demikian, lalu apa yang dapat kita perbuat? Kita memang mungkin
tidak bisa menetralisir atmosfer seperti sedia kala, tetapi kita dapat memperlambat akibat
pemanasan global yang lebih buruk.
Hal-hal yang dapat kita lakukan antara lain mengurangi penghasilan gas
karbondioksida dengan berbagai cara, yaitu menghemat listrik sebisa mungkin karena 40%
karbon dioksida dihasilkan oleh tenaga listrik ini. Selain itu kita juga dapat menanam pohon
untuk memproduksi O2 yang lebih banyak dan untuk menyerap CO2, agar kita tidak
menambah kacau gas-gas yang ada di atmosfer. Pemerintah memberi penyuluhan kepada
seluruh lapisan masyarakat baik masyarakat awam maupun masyarakat industri.Agar mereka
dapat mengetahui penyebab pemanasan global,sehingga mereka bisa menaggulanginya
dengan dini. Mengurangi penggunaan Parfum,AC,serta kulkas,karena barang-barang tersebut
menghasilkan gas CFC yang dapat merusak Ozon. Untuk penimbunan sampah,seharusnya
kita membiasakan diri untuk mengunakan sistem daur ulang pada sampah-sampah non
organik.
Sudah saatnya bagi kita, penduduk bumi ini untuk memelihara bumi dengan baik.
Masa industri telah memberi pelajaran bagi kita yang merasakan akibat pemanasan global
sekarang.

C. Solusi Dan Pencegahan


1. Batasi Penggunanaan kertas
Tanamkan di pikiran anda kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka
anda telah menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin
misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda nge-print
sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang dibaliknya masih kosong.
2. Ganti bola lampu
Segera ganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon. Lampu neon ini membutuhkan energi
yang lebih sedikit dibanding lampu pijar. Ingat setiap daya daya listrik yang anda pakai maka
anda turut serta menghabiskan sumber daya energi listrik yang kebanyakan berbahan bakar
fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar tak terbarukan, dan dalam jangka sepuluh tahun
ke depan mungkin bahan bakar jenis ini akan habis.
3. Hindari Screen Saver
Shut down Komputer anda jika tidak akan digunakan dalam jangka lama, atau jika anda
terpaksa meninggalkan komputer dalam keadaan menyala, matikan screen saver.
Mengaktifkan screen saver akan memakan energi dan mengeluarkan emisi Co2. Jadi matikan
screen saver anda sekarang!
4. Periksa tekanan ban
Setiap anda ingin bepergian janagn lupa memeriksa tekanan ban kendaraan anda. ban yang
kurang angin akan memperlambat laju kendaraan dan akhirnya akan membutuhkan bahan
bakar yang lebih banyak.
5. Buka jendela lebar-lebar
Di Amerika , sebagian besar dari 22,7 ton emisi CO2 berasal dari rumah. Kebanyakan emisi
atau gas buang tersebut berasal dari AC, kulkas, kompor gas atau refrigerator. Unutk
meminimalkannya ketika dapat mengatur termostat AC dengan suhu udara di luar ruangan.

Kemudian bukalah jendela lebar-lebar karena sirkulasi udara yang terjebak dapat
mengkonsumsi energi.
6. Gunakan pupuk organik.
Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen, yang kemudian
berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar
dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, murah
pula.
7. Tanamlah rumpun bambu
Pepohonan memang terbukti mampu menyerap CO2, tetapi ternyata pohon atau rumpun
bambu mampu menyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon-pohon lain.
8. Naik kendaraan umum
Saat ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector
transportasi menyumbang sampai 14 % emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika kita
menggunakan kendaran umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca, karena dalam
satu kendaraan umum bisa mengangkut puluhan orang, dan itu sangat hemat energi.
Dibandingkan dengan kendaraan pribadi sperti sedan yang hanya mengangkut maksimal
empat orang.
9. Kurangi makan daging sapi
Betul, kurangi dari sekarang memakan daging sapi. Selain megandung kalori yang tinggi.
Daging sapi juga menyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup signifikan. Setiap
kilogaram daging sapi yang kita makan, setara dengan menyalakan bola lampu 20 watt
selama 20 hari.
10. Jangan pakai kantong plastik
Di beberapa Negara bagian Amerika, urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat undangundangnya segala. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara setempat unutk
melarang penggunaan kantong plastic sebagai kantong belanjaan. Plastik ini memang unsur
yang sulit terurai, butuh 1000 tahun untuk mengurainya didalam tanah.
11. Tanam Pohon
Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Dalam seluruh
masa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2. United Nations Environment
Programme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan menyumbang 20% emisi gas
rumah kaca. Seperti kita ketahui, pohon menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Bila
mereka ditebang atau dibakar, karbon yang pernah mereka serap sebagian besar justru akan
dilepaskan kembali ke atmosfer. Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar
Anda. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan. Tahukah Anda area hutan hujan
seukuran 1 lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? Bila
Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat menyelamatkan 1 ha pohon per
tahunnya.
12. Bepergian yang Ramah Lingkungan
Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat, atau pergi bersamasama dalam satu mobil. Bila memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakan bahan
bakar alternatif. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar dalam mesin mobil

menyumbang 2,5 kg CO2. Bila jaraknya dekat dan tidak terburu waktu, anda bisa memilih
kereta api daripada pesawat. Menurut IPCC, bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5%
gas rumah kaca.
13. Beli Makanan Organik
Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional. The
Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2
yang disumbang oleh pertanian.
14. Gunakan Kipas Angin
AC yang menggunakan daya 1.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per jamnya. Karena itu,
mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin.
15. Jemur Pakaian Anda di bawah Sinar Matahari
Bila Anda menggunakan alat pengering, Anda mengeluarkan 3 kg CO2. Menjemur pakaian
secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan energi yang dipakai tidak
menyebabkan polusi udara.

16. Daur Ulang Sampah Organik


Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca melalui metana
yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan membuat pupuk kompos dari
sampah organik (misal dari sisa makanan, kertas, daun-daunan) untuk kebun Anda, Anda bisa
membantu mengurangi masalah ini!
17. Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang
Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk
memproduksi kaleng aluminium yang baru menghemat 9 kg CO2 per kilogram aluminium!
Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2, untuk 1 kg kertas yang
didaur ulang, Anda menghemat 900 kg CO2
18. Kurangi Belanja
Industri menyumbang 20% gas emisi rumah kaca dunia dan kebanyakan berasal dari
penggunaan bahan bakar fosil. Jenis industri yang membutuhkan banyak bahan bakar fosil
sebagai contohnya besi, baja, bahan-bahan kimia, pupuk, semen, gelas, keramik, dan kertas.
Oleh karena itu, jangan cepat membuang barang, lalu membeli yang baru. Setiap proses
produksi barang menyumbang CO2.

BAB III
PENUTUP
Dampak negatif dari pemanasan global memang sangat banyak. Baik itu secara
langsung pada manusia. Secara idak langsung yaitu dengan merusak linkungan yang akan
mengganggu pemenuhan kebutuhan manusia. Secara langsung yaitu degan suhu yang terasa
semakin panas yang mengganggu kesehatan manusia. Pemansan global memang tidak bisa
dicegah, tetapi hal tersebut masih bisa diperlamban. Mulai dengan pengembangan teknologi

yang berwawasan lingkunagn dan menjalankan prinsip daur ulang, menggunakan kembali
barang yang masih bisa dipakai, dan mengurangi penggunaan SDA yang tidak perlu.

A. KESIMPULAN
Pemanasan Global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama manusia.
Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita
oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat
keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit
diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya. Penanggulangan hal ini adalah kesadaran kta
terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap
bumi ini maka pemanasan global hanyalah sejarah kela yang pernah menipa bumi ini.

B. SARAN
Kehidupan berawal dari kehidupan di bumi ini jauh sebelum makhluk hidup ada.
Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi harus beberapa dekade kah kita
memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memoho agar kita
menjaga serta melestarikannya. Marilah kita bergotong royong untuk menyelamatkan bumi
yang telah emberi kita kehidupan yang sempurna ini. STOP GLOBAL WARMING!.
Merubah gaya hidup anda dapat dimulai dari rumah tangga. Nathan Brown, pemerhati
lingkungan, menyataka bahwa salah satu cara eradaptasi dengan pemansan global di rumh
adalah mengurangi pengeluaran energi. Mematikan alat elektronik yang tidak terpakai adalah
salah satu cara yang dapat dilakukan. Mulailah dari hal sederhana seperti mencabut charger
Handphone setelah selesai dipakai, mematikan layar komputer saat tidak dipakai, matikan
lampu yang tidak dipakai,san menyalakan AC hanya jika dibutuhkan.
Cara Lain yang dapat dilakukan adalah menggunakan bola lampu yang lebih efisien.
Jika setiap rumah tangga mengganti salah satu bolah lampu menngunakan bahan yang lebih
cinta lingkungan maka dapat mencegah 90 milliar pn CO2 Masuk ke atmosfer. Hal ini sama
seperti mengurangi 6,3 juta mobil di jalanan.
Cara selanjutnya yang dapat dilakukan adalah mengurangi penggunaan plastik. Apa
anda pernah membayangkan berapa banyak kantung plastik yang digunakan oleh manusia
setiap harinya? Dan berapa jumlah botol plastik yang dibuang setiap harinya? Jika anda tidak
mengetahui jawabannya, lihatlah tumpukan sampah yang ada disekitar anda. Anda akan
menyadari banyaknya plastik yang terbuang. Padahal, mendaur ulang plastik membutukan
waktu jutaan tahun. Dan plastik memiliki kandugan yang berbahaya bagi tanah.
Anda dapat mengurangi penggunaan plastik denganberbagai cara. Membawa botol
minuman dalam termos adalah salah satu contohnya. Contohlain adalah membawa tas
belanjaan dari kain ketika belanja ke supermarket atau pasar. Cara lainnya adalah menghemat
pemakaian kertas. Apakah anda tahu jika bahan dasar pembuatan kertas adalah batang
pohon? Ketika membuat kertas artinya sejumlah pohon harus ditebang. Artinya semakin
menipis perediaan Oksigen yang ada. Oleh karen itu, gunakanah kertas dengan hemat! Jika
anda dapat menngunakan kertas bolak-balik, kenapa tidak dilakukan.

C. DAFTAR PUSTAKA

1. Global Warming. (2008). Ditelusuri pada 18 januari, 2008 darihttp://www.wikipedia.com


2. Global
Warming.
(2008).
Ditelusuri
pada
31
Januari,
2008
dari
http://www.nationalgeographic.com.
3. http:// makalahdanskirpsi.blogspot.com
4. http:// elfillah.multiply.com/journal/item/6
5. Brownn. N (2008). Empat mudah cara untuk membantu mencegah pemanasan Global: mulai
dengan langkah sederhana semua orang bisa ambil.
6. Sebuah iklim untuk perubahan (oleh Katharine Hayhoe, Andrew Farley)
7. Pemanasan Global Fakta untuk Iman Berbaris Keputusan.