Anda di halaman 1dari 1

Hariana, H. Arief. Tumbuhan obat dan khasiatnya seri 2.

Jakarta : Penebar
Swadaya. 2008
Halaman : 19-20
Melaleuca

Nama daerah
: kayu putih (jawa dan Timor), kapapae(flores), kapuka
(solor), nggela sole (Roti), aren (alor).
Nama asing : cajuputi oil tree, paper bark tree, melaleuca (Inggris); bao qian
ceng (cina)
Kandungan kimia dan efek farmakologis :
Kulit pohon kayu putih memiliki rasa tawar, netral, dan bersifat penenang.
Daunnya berasa pedas, kelat, dan bersifat hangat. Kayu putih mengandung
lignin, melaleucin, serta minyak atsiri yang terdiri dari sineol 50-65 persen,
alpha-terpineol, valeraldehida, dan benzaldehida.
Efek farmakologi kayu putih diantaranya sebagai penghilang rasa sakit
(analgetik), peluruh keringat (diaphoretic), antirematik, peluruh kentut
(carminative), pereda kult (spasmolitic), penambah nafsu makan, karminatif, dan
obat sakit perut.

Perbanyakan :
Perbanyakan kayu putih dilakukan dengan biji dan anakan. Kayu putih dirawat
dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya dan dipupuk
dengan pupuk organik.
Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah kulit batang, ranting, dan buah
kayu putih dapat digunakan untuk mengobati penyakit berikut ini :
1.
2.
3.
4.
5.

Batuk, demam karena flu, sesak nafas, asma, sakit kepala, dan sakit gigi..
Lemah, tidak bersemangat ( neurathenia) insomnia
luka bernanah
radang kulit ekzema, sakit kulit karena alergi.
Rematik, nyeri pada tulang dan saraf (neuralgia) radang usus, diare, dan
perut kembung.